Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Limbah Tebu dan Bulu Ayam Sebagai Bahan Baku Pop dengan Penambahan Lumbriscus terrestris dan Zophobas morio sebagai Dekomposer Novianti, Ika Putri; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk merupakan bahan yang ditambahkan pada tanaman untuk melengkapi ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman agar dapat berkembang biak dengan baik. Pemanfaatan limbah tebu dan bulu ayam dengan penambahan Lumbriscus terrestrisdan Zophobas morio sebagai dekomposer dapat dijadikan pupuk organik padat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil pengamatan sensoris pada pemanfaatan limbah tebu dan bulu ayam sebagai bahan baku POP dengan penambahan Lumbriscus terrestris dan Zophobas morio sebagai dekomposer. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor menggunakan 4 taraf perlakuan yaitu B1D1 Lumbriscus terrestris dengan pemberian bahan baku limbah ampas tebu 325 gram dan limbah bulu ayam 50 gram/5 hari, B1D2 Lumbriscus terrestris dengan pemberian bahan baku limbah ampas tebu 300 gram dan limbah bulu ayam 75 g/5 hari. B2D1 Zophobas morio dengan pemberian bahan baku limbah ampas tebu 325 gram dan limbah bulu ayam 50 g/5 hari, B2D2 Zophobas moriodengan pemberian bahan baku limbah ampas tebu 300 gram dan limbah bulu ayam 75 g/5 hari. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada pengamatan sensoris setiap perlakuan menunjukkan perbedaan yang signifikan. Pada perlakuan B1D2 (Lumbriscus terrestris dengan pemberian bahan baku limbah ampas tebu 300 gram dan limbah bulu ayam 75 g/5 hari) memiliki ciri-ciri pupuk kompos yang telah matang yakni berwarna sangat hitam, tekstur remah, aroma berbau tanah, dan pH 8,90. Hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa kualitas pupuk organik sesuai dengan kualitas pupuk organik SNI 19-7030-2004.
Pemanfaatan Limbah Jerami dan Bulu Ayam sebagai Bahan Baku Pop dengan Penambahan Lumbriscus terrestris dan Maggot BSF sebagai Dekomposer Almastin, Ardhananes Wari; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan limbah organik dalam pembuatan pupuk organik merupakan salah satu upaya dalam mengurangi limbah lingkungan sekitar. Penggunaan limbah Jerami dan limbah bulu ayam dapat menghasilkan pupuk yang baik bagi tanaman serta mengurangi limbah di lingkungan sekitar. Pengomposan pupuk dapat dilakukan dengan menggunakan organisme pendukung berupa cacing tanah (Lumbricus terrestris) dan Maggot BSF yang akan menghasilkan unsur hara yang tinggi. tujuan pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: Untuk mengetahui karakteristik sensoris pada pupuk organik padat berbahan dasar limbah jerami dan bulu ayam dengan penambahan Lumbriscus terrestis dan maggot BSF sebagai dekomposer. Penelitian dilaksanakan di Kost Griya Kusuma, Menco 5, Gonilan Kartasura. Penelitian menggunakan metode penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pola faktorial. Adapun faktor perlakuan yaitu sebagai berikut: Faktor 1 organisme Pengurai (B1 = Lumbriscus terrestis, B2 = maggot BSF). Faktor 2 Bahan baku (D1 = Limbah jerami 325 gram : Limbah bulu ayam 50 gram/5 hari. D2 = Limbah jerami 300 gram : Limbah bulu ayam 75 gram/5 hari.). Analisis data yang digunakan analisis deskriptif kualitattif. Hasil penelitian menunjukan kualitas perlakuan terbaik pada perlakuan B1D2 (Lumbriscus terrestis dengan bahan baku Limbah jerami 300 gram dan Limbah bulu ayam 75 gram/5 hari) yang memiliki hasil pupuk sangat hitam, bertekstur remah, dan beraroma tanah. Sedangkan kandungan pH tertinggi terdapat pada perlakuan B2D1 (Maggot BSF dengan bahan baku Limbah jerami 325 gram dan Limbah bulu ayam 50 gram/5 hari) dan B2D2 (Maggot BSFdengan bahan baku Limbah jerami 300 gram dan Limbah bulu ayam 75 gram/5 hari) dengan hasil kandungan pH yaitu 6,2. Hasil penelitan dapat disimpulkan bahwa kualitas pupuk organik sesuai dengan kualitas pupuk organik SNI 19-7030-2004.
Pemanfaatan Sabut Kelapa dan Bulu Ayam Sebagai Bahan Pop dengan Penambahan Lumbricus sp DAN Eisenia fetida sebagai Dekomposer Cahyaningsih, Aisyah; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik tersusun dari materi makhluk hidup, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman, dan hewan. Pupuk organik berperan memperbaiki unsur fisik, kimia dan biologi tanah. Pembuatan pupuk organik padat dengan sabut kelapa dan bulu ayam dengan penambahan Lumbricus terrestris dan Eisenia fetida yang bertujuan untuk mengetahui hasil pengamatan sensoris pada pemanfaatan sabut kelapa dan bulu ayam dengan penambahan mikroorganisem Lumbricus sp dan Eisenia fetida. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dengan 2 pola factorial menggunakam 4 taraf perlakuan yaitu B1D1 Lumbriscus terrestris dengan pemberian bahan baku sabut kelapa 325 gram dan bulu ayam 50 gram/5 hari, B1D2 Lumbriscus terrestris dengan pemberian bahan baku sabut kelapa 300 gram dan bulu ayam 75 g/5 hari. B2D1 Eisenia fetida dengan pemberian bahan baku sabut kelapa 325 gram dan bulu ayam 50 g/5 hari, B2D2 Eisenia fetida dengan pemberian bahan baku sabut kelapa 300 gram dan bulu ayam 75 g/5 hari Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Parameter pengujian ini yaitu uji sensoris dengan uji warna, tekstur, aroma dan pH pada pupuk. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan B1D2 memiliki warna coklat kehitaman dengan tekstur remah beraroma tanah dan memiliki pH 8. B2D2 memiliki warna coklat kehitaman dengan tekstur remah beraroma tanah dan memiliki pH 7.3. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas pupuk organik padat sesuai dengan kualitas pupuk organik SNI 19-7030-2004.
Efektivitas Hand Sanitizer Kombinasi Ekstrak Biji Alpukat dan Kayu Secang terhadap Uji Sensoris dengan Penambahan Carbopol dan Triklosan Gernes, Geswin; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum hand sanitizer mengandung 60%-90% alkohol yang dapat menyebabkan iritasi, infeksi, dan alergi. Oleh karena itu untuk mengurangi penggunaan alkohol maka digunakanlah kombinasi Ekstrak Biji Alpukat dan Kayu secang yang mengandung senyawa antibakteri. Selain itu juga dilakukan penambahan carbopol dan triklosan untuk menambah keefektifitasan hand sanitizer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji sensoris dengan parameter warna, aroma, dan pHdari handsanitizersediaan gel. Jenis penelitian menggunakan metode eksperimental rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktorial. Faktor pertama yaitu perbandingan ekstrak biji alpukat dan kayu secang (J) J1= 75% : 25%, J2= 50% : 50%, J3= 25% : 75%dan faktor kedua yaitu perbandingan carbopol dan triklosan (A) A1=0,5% : 0,5%, A2= 0,5% : 1%. Hasil pengamatan sensoris warna menunjukan bahwa warnanya cokelat hingga merah gelap dan aroma biji alpukat lebih dominan pada konsentrasi 75% dan 50%, serta semua perlakuan memiliki nilai pH 6. Simpulan dari penenlitian ini terdapat keberagaman aroma dan warna pada hand sanitizer kombinasi ekstrak biji alpukat dan kayu secang yang ditambahkan carbopol dan triklosan., serta seluruh perlakuan memiliki nilai pH 6.
Evektifitas Hand Sanitizer Kombinasi Biji Alpukat dan Lidah Buaya terhadap Uji Sensoris dengan Penambahan Carbopol dan Triklosan Hanara, Rizki; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hand senitizer berbahan utama alcohol apabila di gunakan secara terus menurus akan mengakibatkan iritasi pada kulit sehingga di butuhkan hand senitizer dengan bahan alami, salah satu bahan alami yang dapat di gunakan sebagai pengganti alcohol yaitu biji alpukat dan lidah buaya karena kedua bahan tersebut memiliki senyawa antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui aroma, warna dan pH hand sanitizer kombinasi biji alpukat dan gel lidah buaya dengan penambahan carbopol dan triclosan, penelitian di lakukan di laboratorium Prodi Pendidikan Biologi FKIP UMS. Metode penelitian yaitu metode eksperiment. Rancangan penelitian menggunakan Teknik rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan yaitu: Factor 1: perbandingan ekstrak biji alpukatdan gel lidah buaya, Factor 2: perbandingan Carbopol dan Triklosan. Analisis yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aroma yang dihasilkan dari handsenitizer yaitu aroma biji alpukat, konsentrasi biji alpukat yang lebih tinggi memiliki aroma biji alpukat yang lebih menyengat, warna yang di hasilkan yaitu warna coklat kemerahan dan memiliki pH 6 yang bersifat asam dan tergolong aman untuk tangan. Simpulan dari penelitian ini yaitu handsenitizer kombinasi biji alpukat dan lidah buaya dengan penambahan Carbopol dan triclosan memiliki keberagaman aroma dan warna dan memiliki pH yang sama yaitu 6 dimana nilai pH 6 sesuai dengan SNI No. 06-2588-1992 hand senitizer yang beredar di pasaran.
Pemanfaatan Azolla microphylla dan Daun Kelor sebagai Bahan Pupuk Organik Cair dengan Penambahan Bioaktivator Rebung Bambu Betung Palupi, Ratna; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk organik merupakan pupuk yang terbuat dari bahan-bahan organik seperti sisa-sisa sayuran, kotoran ternak ,limbah, dan sebagainya dan juga berasal dari makhluk hidup yang telah mati. Pembuatan pupuk organik dapat memanfaatkan proses fermentasi yang dapat dibantu oleh mikroorganisme yang berasal dar bioaktivator salah satu contoh bahan yang dapat dijadikan bioaktivator adalah rebung. Azolla microphylla dan daun kelor dipilih menjadi bahan pembuatan pupuk organik karena memiliki kandungan yang hara tinggi . Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas pupuk organik cair dari Azolla microphylla dan daun kelor dengan penambahan bioaktivator yang terbuat dari rebung bamboo betung.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan 2 faktor dengan 4 macam perlakuan dan dengan 3 kali ulangan pada bahan yang digunakan faktor pertama yaitu komposisi bahan Azolla microphylla dan daun kelor (K1 dengan ekstrak Azolla microphylla 180 ml dan ekstrak daun kelor 120 ml dan K2 dengan ekstrak Azolla microphylla 120 ml dan ekstrak daun kelor 180 ml) , Faktor kedua yaitu penambahan Bioaktivator (M1 dengan bioaktivator/Mol 75 ml , M2 dengan bioaktivator/Mol 100 ml). Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. HasilPenelitian menunjukkan bahwa secara kualitas perlakukan terbaik pada perlakuan komposisi bahan Azolla microphylla 180 ml dan daun kelor 120 ml dengan penambahan bioaktivator sebanyak 100 ml didapatkan hasil pengamatan sensoris bahwa pupuk organik cair memberikan hasil akhir berwarna coklat tua, beraroma tape/fermentasi, memiliki tekstur cair, dan juga memiliki ph 5. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa pupuk organik sesuai dengan kualitas pupuk organik cair .
Efektifitas Pemberian Pupuk Organik Cair dengan Bahan Baku Berbeda terhadap Pertumbuhan Bayam Hijau pada Media Hidroponik dengan Interval Waktu Berbeda Asngad, Aminah; Khofiyanti, Novi; Jumihartiningsih, Erna
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cara untuk mengatasi kurangnya ketersediaan lahan yaitu dengan hidroponik dengan memanfaatkan air yang mengandung larutan nutrisi sebagai sumber unsur hara bagi tanaman. Bayam adalah salah satu sayuran yang dapat dibudidayakan pada media hidroponik dan untuk meningkatkan pertumbuhan diberi pupuk organik cair dari kulit bawang merah dengan kuli ari kacang kedele, dan daun kelor dengan cangkang telur.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian pupuk organik cair dengan bahan baku berbeda terhadap pertumbuhan bayam hijau pada media hidroponik dengan interval waktu berbeda. Metode penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama Bahan baku yaitu B1 Kulit bawang merah dan kuli ari kacang kedele. B2 = Daun kelor dancangkang telur, faktor kedua yaitu interval waktu pemberian I1 = 5 hari, I2 = 7 hari). Data dianalisis menggunakan uji two way anova. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pertambahan tinggi batang terbaik pada B2L1 sebesar 18,5 cm, pertambahan jumlah daun terbanyak pada B2L1 sebesar 11 helai dan berat basah terbaik pada D2I2 sebesar 5,5 g. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk organik cair dengan bahan baku campuran kulit bawang merah dan kulit ari kacang kedelai lebih efektif dibanding dengan pupuk organik cair dengan bahan baku campuran daun kelor dan cangkang telur.
Efektivitas Hand Sanitizer Kombinasi Ekastrak Biji Alpukat dan Daun Sereh terhadap Uji Sensoris dengan Penambahan Carbopol dan Triklosan Damayanti, Yolanda Arifah; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hand sanitizer merupakan salah satu bahan yang dapat digunakan sebagai bahan antiseptik, bentuk Hand Sanitizer secara umum memiliki dua bentuk yaitu cair dan gel. Hand Senitizer umumnya mengandung beberapa bahan kimia yaitu alkohol dan triklosan, untuk mengurangi pengunaan alkohol sebagai bahan utama pembuatan Hand Sanitizer dapat digantikan dengan tumbuhan yang mengandung senyawa antiseptik dan antibakteria yang mudah ditemukan dilingkungan sekitar. Salah satunya yaitu biji alpukat dan daun sereh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui untuk sensoris (aroma, warna dan pH) Hand Sanitizer sediaan gel kombinasi ekstrak biji alpukat dan daun sereh dengan penambahan carbopol dan triklosan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Prodi Pendidikan Biologi UMS, dengan metode penelitian eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola 2 faktor perlakuan, yaitu perbandingan ekstrak biji alpukat dan ekstrak daun sereh (K) K1 : 75% : 25%, K2 : 50%: 50%, K3 : 25 : 75%. Dan penambahan carbopol dan triklosan (A) A1 : 0,5% : 0,5% dan A2 : 0,5% : 1% Analisis yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pada uji sensoris setiap perlakuan memiliki aroma, dan warna yang beragam, aroma biji alpukat yang paling kuat memiliki warna coklat tua pada perlakuan K1A1dan K1A2, dan yang memiliki aroma daun sereh paling kuat memiliki warna kuning kecoklatan pada perlakuan K3A1 dan K3A2 dan keenam perlakuan memiliki nilai pH yaitu 6. Kesimpulan hasil penelitian didapatkan adanya keberagaman aroma dan warna dari Hand Sanitizer sediaan gel kombinasi ekstrak biji alpukat dan daun sereh dengan penambahan carbopol dan triklosan dan memiliki nilai pH yang sama yaitu 6.
Pemanfaatan Azolla microphylla dan Cangkang Telur Ayam sebagai Pupuk Organik Cair dengan Bioaktivator Rebung Bambu Putri, Firstnanda Ivanka; Asngad, Aminah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2022: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus dapat menurunkan kualitas tanah, tanah menjadi asam, dan unsur hara tidak dapat dimobilisir oleh tanaman. Untuk mengatasi tersebut maka perlu beralih menggunakan pupuk organic cair yang memiliki kelehihan dapat secara cepat memberikan unsur hara kepada tanah dan mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Tanaman Azolla dapat digunakan untuk memenuhi unsur N dan P, dan cangkang telur ayam dapat memenuhi kebutuhan K yang belum dimiliki Azolla. Untuk mempercepat proses penguraian bahan organik dalam pembuatan pupuk organik biasanya diperlukan aktivator atau starter. Rebung bamboo dapat menjadi starter yang baik karena mengandung mikroorganisme local. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas pupuk organik cair (POC) hasil pemanfaatan Azolla microphylla dan cangkang telur ayam dengan bioaktivator rebung bambu berdasarkan indikator sifat sensoris (Aroma, Tekstur, Warna, pH). Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor dengan empat kombinasi dan tiga kali ulangan. Adapun faktor 1 yaitu kombinasi Azolla microphylla dan cangkang telur ayam, K1= 180 ml : 120 g dan K2= 160 ml : 140g. Faktor 2 yaitu konsentrasi MOL, M1= 75 ml dan M2=100ml, analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Pada pengamatan indicator sensoris diperoleh hasil pupuk memiliki warna cokelat hingga cokelat pekat, aroma seperti aroma tanah dan fermentasi, tekstur yang cair, dan pH 5. Sehingga dapat disimpulkan menurut uji sensoris pada pemanfaatan Azolla microphylla dan cangkang telur ayam sebagai pupuk organik cair dengan bioaktivator rebung bambu, pupuk memiliki kualitas yang baik.
BIOPULPING PELEPAH TANAMAN SALAK MENGGUNAKAN JAMUR PELAPUK PUTIH Phanerochaete chrysosporium Rahayu, Triastuti; Asngad, Aminah; Suparti, Suparti
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 3, No 1: March 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v3i1.3671

Abstract

Serat pelepah tanaman salak yang menjadi limbah perkebunan salak di Kabupaten Sleman Yogyakarta sama sekali belum dimanfaatkan dan menjadi sampah/limbah padahal mengandung selulosa 42%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh JPP (Jamur Pelapuk Putih) P. chrysosporium pada proses biopulping serat pelepah salak. Rancangan penelitian menggunakan RAL 1 faktor yaitu jenis inokulum (J0=kontrol, J1= P.chrysosporium).  Pelepah tanaman salak dicacah dengan pencacah sampah kemudian disterilkan dalam autoclave selama 45 menit pada suhu 121°C. Serpih pelepah salak  (150 g berat kering) dimasukkan ke dalam kantong plastik tahan panas kemudian diinokulasi 10% inokulum jamur dan diinkubasi dalam suhu ruang (29-30˚C) selama 45 hari. Serpih pelepah tanaman salak yang telah diinkubasi sampai masa inkubasi berakhir dimasak dengan NaOH 10%  L: W = 1:5 (L=berat serpih, W=larutan pemasak), lama pemasakan 1 jam. Setelah dimasak, serpih direndam dalam air dingin 1 L selama 24 jam untuk mengoptimalkan sisa-sisa bahan pemasak dalam melunakkan serpih. Selanjutnya serpih dicuci sampai bebas alkali dan diblender menjadi serbuk untuk analisis bilangan Kappa dan kadar holoselulosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P.chrysosporium dapat tumbuh bagus pada substrat serat pelepah salak untuk biopulping dan dapat menurunkan bilangan Kappa 5% setelah 45 hari inkubasi tetapi kadar holoselulosa sama dengan kontrol.
Co-Authors Adhni, Eisah Nur Agus Supriadi Akbar, Novandita Aulia Akhadia S. W Almastin, Ardhananes Wari Ambarwati, A Amelia, Risky Amelia, Risky Andria Putri Anggreini, Ciptiningtyas Kensi Anugraheni, Dyah Dwi Apriani, Desvia Puput Aprilia Bagas R Aprilia, Nadia Ardiyana Rahma Pertiwi Astuti, Utami Widi Cahyani, Devita Nur Cahyaningsih, Aisyah Cahyo, Devi Setyaning Carissa Rahmitasari Damayanti, Yolanda Arifah Devi Setyaning Cahyo Diah Wulandari Subiakto Dian Nugroho Doni Lucki Irawan Dwi Setyo Astuti Enggar Rosmita Sanastri Ervian Jan Marudin F., Shinta Nur Fadhilah, Umniati Farahim, Anyes Nur Firdausi, Musdhalifah Husna Gernes, Geswin Hanara, Rizki Happy Suci Puspitasari Hidayati, Umi Muslikah Nur Ika Nur Rahmawati Inna Siti N Inna Siti N, Inna Siti Intan, Uci Nurmala Irawan, Doni Lucki Islamy, Faizah Nur Istifarini, Feby J, Wahyu K. Joko Purwanto Jumihartiningsih, Erna Kahfi, Muhammad Rizal Khairunnisa, Hana Khofiyanti, Novi Khotimah, Widya Husnul Khussyiria, Milla Mifta Konitah, Zahra Kurniasari, Desi Kurniawati, Zeny Lina Agustina Marudin, Ervian Jan Milla Mifta Khussyiria Musbita, Erma Mustikasari, Nur Afifah Nastiti, Anisa Rizki Ningsih, Dyah Ayu Ningsih, Ike Warti Nitami, Arisa Putri Jihan Nopitasari Nopitasari Nopitasari, N Nopitasari, Nopitasari Nopitasari, Nopitasari Novianti, Ika Putri Novitasari, Irma Ayuningtyas Nugroho, Dian Nurul Aeni Nurul Aeni Palupi, Ratna Pratiwi, Mira Primadianti, Anindhita Dwi Puji Astuti Pujiati Pujiati Putri, Firstnanda Ivanka Qoirunnisa, Marissa Ajekrun Qosim Nurseha, Qosim R, Aprilia Bagas R, Aprilia Bagas Rahmawati, Amalia Nilam Rahmawati, Fiska Yeni Rina Astuti Risalam, Nazzilah Maluha Risky Amelia Rudi Santoso, Rudi Safitri, Akmalia Riskiana Santhyami Santhyami Saputri, Nindita Amanah Sarah Annisa Alifvina Sari, Dyah Arum Kumala Sari, Siti Kartika Sekaringsih, Nur Jati Septian Nur Ika Trisnawati Setyawati, Eni Shinta Nur F. Subiakto, Diah Wulandari Suci Siska Suci Siska, Suci Sucika Miftarul Anzila Suparti - - Suparti Suparti Suparti Suparti Suparti Suparti Suparti, S Susetyawati, Nabila Junisky Syalala, Yoni Syifa Zulfiani Zakiyah Susilo Tania, Tantri Titik Suryani Triana Ambarwati Triastuti Rahayu Trihutant, Intan Wahyu Tyas, Elin Tiara Hayu Styaning Utami, Fatiya Dwi Vanda Fikoeritrina Vanda Fikoeritrina, Vanda W, Akhadia S. Wahyu K. J Wahyu Purwo Raharjo Wahyuni, Sari Eka Teguh Warsiti, W Widya Primerika Widya Primerika, Widya Widyastuti, Hesty Yuniar Trisna Wardana Zahra Konitah