Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PIJAT AKUPUNTUR (ACCUPRESSURE) TELINGA TERHADAP KADAR LEPTIN PADA OBESITAS Ariosta Ariosta; Dwi Retnoningrum; Aryu Candra; Darmawati Ayu Indraswari; Salma S Salma S; Vonny Folanda; Josevaldo Bagus P; Jessica Christanti
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 9, No 4 (2020): DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL ( Jurnal Kedokteran Diponegoro )
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.214 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v9i4.27674

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan suatu kelainan metabolik yang disebabkan banyak faktor, salah satu diantranya adalah pola makan dan kadar leptin yang menghambat nafsu makan. Pijat akupunktur pada telinga (acupressure) merupakan salah satu traditional chinese medicine yang dapat mengurangi nafsu makan sehingga berat badan menurun. Penelitian ini berfungsi untuk melihat apakah terdapat pengaruh acupressure terhadap kadar leptin, dan food frequency questionnaire. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan desain one  group pre and post test design. Sampel penelitian berjumlah 31 sampel pasien obesitas sesuai kriteria BMI menurut Asia. Kadar leptin dan asupan makanan karbohidrat, protein dan lemak sebelum dan sesudah acupressure dihitung dengan menggunakan food frequency questionnaire. Uji normalitas menggunakan uji saphiro wilk. Sampel penelitian adalah pasien obesitas. Uji beda antara kadar leptin sebelum dan sesudah dialkukan acupressure menggunakan uji wilcoxon. Uji beda asupan karbohidrat dan asupan lemak sebelum dan sesudah acupressure menggunakan paired t test, sedangkan asupan protein sebelum dan sesudah acupressure menggunakan uji wilcoxoon. Hasil: Didapatkan penurunan kadar leptin secara bermakna sebelum dan sesudah acupressure sebesar -4,67 ± 6,12 ng/ml dimana p<0,05 dengan uji wilcoxon. Didapatkan perbedaan bermakna asupan karbohidrat dan protein dimana p<0,05, namun tidak didapatkan perbedaan bermakna asupan lemak sebelum dan sesudah acupressure p>0,05. Kesimpulan: Acupresure akan menurunkan kadar leptin seiring dengan penurunan berat badan selain itu akan menurunkan asupan karbohidrat dan protein namun tidak mempengaruhi asupan lemak.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ SERUM TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI FORMALIN Lilyn Setyorini Puspitaningrum; Kusmiyati Tjahjono; Aryu Candra
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 7, No 2 (2018): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.812 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v7i2.20739

Abstract

Latar Belakang: Penyalahgunaan formalin sebagai pengawet makanan dapat menyebabkkan kerusakan ginjal karena stres oksidatif. Kerusakan sel akibat stres oksidatif dapat dihambat oleh antioksidan. Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang kaya akan antioksidan yang berpotensi melindungi ginjal. Kadar ureum dan kreatinin dapat digunakan sebagai salah satu parameter gangguan fungsi ginjal.Tujuan: Menganalisa pengaruh pemberian ekstrak daun kelor terhadap kadar ureum dan kreatinin serum tikus wistar yang diinduksi formalin.Metode penelitian: Eksperimental Post Test Only Control Group Design. Sampel 25 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok, Kelompok K(-) merupakan kontrol negatif. Kelompok K(+) diinduksi formalin peroral 100 mg/kgBB/hari selama 21 hari. Kelompok perlakuan P1, P2, dan P3 diinduksi formalin peroral dan diberi ekstrak daun kelor dosis 200 mg/kgBB/hari, 400 mg/kgBB/hari, dan 800 mg/kgBB/hari. Setelah 26 hari darah diambil untuk pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin serum.Hasil: Rerata kadar ureum K(-) 43,18 ± 11,67 mg/dl, K(+) 50,17 ± 21,87 mg/dl, P1 27,21 ± 11,46 mg/dl, P2 42,35 ± 9,82 mg/dl, dan P3 40,88 ± 12,79 mg/dl. Hasil uji Kruskal-Wallis tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,193). Rerata kadar kreatinin K(-)1,27 ± 0,34 mg/dl, K(+) 1,07 ± 0,24 mg/dl, P1 1,00 ± 0,20 mg/dl, P2 0,76 ± 0,43 mg/dl, dan P3 0,81 ± 0,22 mg/dl. Hasil uji One Way ANOVA tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p=0,085).Kesimpulan: Pemberian ekstrak daun kelor menurunkan kadar ureum dan kreatinin serum tikus wistar yang diinduksi formalin secara tidak signifikan.
HUBUNGAN ASUPAN MIKRONUTRIEN DENGAN JENIS ANEMIA PADA IBU HAMIL Nuraenny Ratna Bauw; Aryu Candra K.
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.993 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18610

Abstract

Latar belakang: Anemia pada kehamilan terjadi ketika kadar hemoglobin kurang dari 11 g/dl. Penyebab tersering anemia adalah defisiensi nutrisi yang disebabkan berbagai faktor seperti kurangnya asupan mikronutrien dan absorpsi besi yang tidak adekuat.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan asupan mikronutrien seperti besi, zink, kalsium, asam folat, vitamin B12, dan vitamin C dengan jenis anemia yang dialami.Metode : Studi cross-sectional dengan  mengambil data primer di Puskesmas Halmahera selama periode Agustus-September 2016. Jumlah sampel adalah 55 ibu hamil trimester I-III yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data asupan mikronutrien diperoleh dari Food Frequency Questionnaire sedangkan jenis anemia diperoleh dari pemeriksaan laboratorium. Hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat.Hasil : Kebanyakan ibu hamil mengalami defisiensi mikronutrien seperti besi, kalsium, zink, dan asam folat. Terdapat hubungan yang signifikan antara asupan besi dan jenis anemia pada ibu hamil (p<0,05). Namun, tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara asupan zink, kalsium, asam folat, vitamin B12, dan vitamin C (p>0,05).Kesimpulan : Didapatkan hubungan yang bermakna antara asupan besi dengan jenis anemia
HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PAHA DAN LINGKAR PANGGUL DENGAN SINDROMA METABOLIK Prabu Giusta Nugraha; Aryu Candra; Etisa Adi Murbawani; Martha Ardiaria
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.252 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i4.25368

Abstract

Latar belakang : Sindroma metabolik merupakan salah satu penyakit yang mulai meningkat angka kejadianya. Pada indonesia prevalensi sindroma metabolik berkisar antara 47,40% untuk usia 50-60 tahun. Sindroma Metabolik dapat didiagnosis ketika seseorang memiliki tiga atau lebih dari lima komponen, Komponen tersebut yaitu: obesitas sentral, peningkatan kadar TG,  menurunnya kadar kolesterol HDL, tekanan darah tinggi dan peningkatan konsentrasi glukosa puasa. Penelitian ini mencari salah satu upaya metode skrining untuk mendeteksi yaitu dengan pengukuran antropometri lingkar paha dan lingkar panggul. Tujuan : Mengetahui hubungan antara lingkar paha dan lingkar panggul dengan sindrom metabolik. Metode : Penelitian ini adalah penelitian studi observasional analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan di posyandu Tandang Ijen Kelurahan Jomblang Kota Semarang. Subjek penelitian adalah dewasa usia 50-70 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney.. Hasil : Dari 72 sampel yang diambil didapatkan 57 orang yang  mengalami sindroma metabolik. Uji Mann-whitney didapatkan nilai p= 0.013 (p<0.05) pada lingkar paha dan p= 0.066 (p<0.05) pada lingkar panggul. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar paha dengan sindroma metabolik sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan pada lingkar panggul dengan sindroma metabolik.Kata Kunci : Lingkar Paha, Lingkar Panggul, Sindroma metabolik
HUBUNGAN LINGKAR LEHER DAN LINGKAR PERGELANGAN TANGAN DENGAN SINDROM METABOLIK Muhammad Ryan Radifan Gustisiya; Aryu Candra; Etisa Adi Murbawani; Martha Ardiaria
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.209 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i4.25352

Abstract

Latar belakang : Prevalensi sindrom metabolik dapat dikatakan cukup tinggi,  mengingat banyaknya komplikasi dan berbahayanya komplikasi yang ditimbulkan oleh sindrom metabolik, sangat berguna untuk mengetahui metode-metode skrining untuk mendeteksi sindrom metabolik, salah satunya dengan pengukuran antropometri lingkar pergelangan tangan dan lingkar leher. Tujuan :Mengetahui hubungan antara lingkar leher dan lingkar pergelangan tangan dengan sindrom metabolik. Metode : Penelitian ini adalah penelitian studi observasional analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan di posyandu Tandang Ijen Kelurahan Jomblang Kota Semarang. Subjek penelitian adalah dewasa usia 50-70 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil : Hasil penelitian dengan uji mann-whitney menunjukan hasil yang signifikan dengan p=0,000 pada lingkar pergelangan tangan dan p=0,003 pada lingkar leher. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara Lingkar Leher dan Lingkar Pergelangan Tangan dengan Sindrom Metabolik.Kata Kunci : Lingkar Leher, Lingkar Pergelangan Tangan, Sindrom Metabolik.
Faktor Risiko Obesitas, Jenis Kelamin, dan Merokok pada Pasien Artritis Reumatoid terhadap Kejadian Hipertensi Shiany Henly Citraminata; Ika Vemilia Warlisti; Andreas Arie Setiawan; Aryu Candra
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol 31 No 2 (2021)
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/mpk.v31i2.4006

Abstract

Cardiovascular disease is one of the comorbid in rheumatoid arthritis (RA), which significantly affects the morbidity and mortality of patients with RA. Hypertension is a manifestation of progressive cardiovascular symptoms, which caused by endothelial dysfunction due to continuous inflammation in RA patients. The risk factors of hypertension in RA are obesity, gender, smoking, and consumption of an antihypertensive and antirheumatic drug (NSAIDs, glucocorticoids, and leflunomide). This research utilized a cross-sectional study to analyze the risk factors of obesity, gender, and smoking on hypertension in RA patients at RSUP Dr. Kariadi Semarang. The weigh, height, and blood pressure of 24 RA patients (consist of 12 men and 12 women) who had been diagnosed with RA for at least one year were measured using the weight and height scales of GEA SMIC ZT-120 (with an accuracy of 0.1kg and 0.1cm) and mercury sphygmomanometer Riester Nova Ecoline (with an accuracy of 2 mmHg) respectively. The result showed that male RA patients (p = 0.041) were risk factors for hypertension. RA patients with smoking and obesity had a risk factor of 1.4 times (p = 0.043, OR = 1.395) and 1.9 times (p = 0.012, OR = 1.882) on the incidence of hypertension respectively Abstrak Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu komorbiditas Artritis Reumatoid (AR) yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan morbiditas dan mortalitas pasien AR. Hipertensi merupakan manifestasi dari kumpulan gejala kardiovaskular yang progresif. Hipertensi pada pasien AR disebabkan karena adanya disfungsi endotel akibat proses inflamasi yang berlangsung terus menerus. Beberapa faktor risiko hipertensi pada pasien AR yaitu, obesitas, jenis kelamin, kebiasaan merokok, konsumsi obat anti hipertensi, dan obat AR (obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), glukokortikoid, dan leflunomide). Penelitian ini merupakan studi belah lintang, bertujuan menganalisis faktor risiko obesitas, jenis kelamin, dan merokok pada pasien AR terhadap kejadian hipertensi di RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dua puluh empat (24) pasien AR (terdiri dari 12 pria dan 12 wanita) yang sudah terdiagnosis AR selama minimal 1 tahun dilakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan (menggunakan timbangan berat badan dan tinggi badan merk GEA SMIC ZT-120 dengan ketelitian 0,1 kg dan 0,1 cm, dan tekanan darah (menggunakan tensimeter air raksa merk Riester Nova Ecoline dengan ketelitian 2 mmHg). Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien AR pria (p = 0,041) merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi. Pasien AR yang merokok dan obesitas secara berurutan berisiko 1,4 kali (p = 0,043, OR = 1,395) dan 1,9 kali (p = 0,012, OR = 1,882) terhadap kejadian hipertensi.
Demam Berdarah Dengue: Epidemiologi, Patogenesis, dan Faktor Risiko Penularan Aryu Candra
ASPIRATOR - Journal of Vector-borne Disease Studies Vol 2 No 2 (2010): Jurnal Aspirator Volume 2 Nomor 2 2010
Publisher : Loka Litbang Kesehatan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.698 KB)

Abstract

Dengue hemorrhagic fever is an infectious disease resulting spectrum of clinical manifestations that vary from the lightest, dengue fever, hemorrhagic fever and dengue fever are accompanied by shock or dengue shock syndrome. Its caused by dengue virus, transmitted by Aedes mosquitoes. The case is spread in the tropics, especially in Southeast Asia,Central America, America and the Caribbean, many causes of death in children 90% of them attacking children under 15 years old.Until now pathogenesis is unclear. There are two theories or hypotheses immunopatogenesis DHF and DSS is still controversial which secondary infections (secondary heterologus infection) and antibody-dependent enhancement. Risk factors for dengue transmission are rapid urban population growth, mobilization of the population because of improved transportation facilities and disrupted or weakened so that population control. Another risk factor is poverty which result in people not has the ability to provide a decent home and healthy, drinking water supply and proper waste disposal
Effect of Zinc and Iron Supplementation on Appetite, Nutritional Status and Intelligence Quotient in Young Children Aryu Candra Kusumastuti; Martha Ardiaria; Meita Hendrianingtyas
The Indonesian Biomedical Journal Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v10i2.365

Abstract

BACKGROUND: Lack of appetite in young children leads to growing incidences of physical and mental growth disorders. Supplementation of certain micronutrients can increase appetite and improve nutritional status. This study aims to analyze the effects of zinc and iron supplementation on appetite, nutritional status and intelligence quotient (IQ) in young children.METHODS: An experimental study withrandomized control group pre/post-test design was conducted in Semarang, Indonesia. A total of 68 children were divided into four groups. The first group was the control group, which was given a placebo; the second group was given a zinc supplement at 10 mg/day; the third group was given an iron supplement at 7.5 mg/day; andthe fourth group was given zinc and iron for three months. Appetite was assessed based on eating frequency and energy intake. Nutritional status was assessed by weight per age (W/A) and height per age (H/A) z score. IQ score was assessed based on Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI).RESULTS: Before intervention, low zinc intake was observed in 27.7% of the subjects and low iron intake was observed in 58.5% of them. After intervention, appetite in the second and fourth groups increased. W/A z score increased in the second and third groups. IQ score increased in the third group. No significant effect on H/A z score was observed in all groups.CONCLUSION: Supplementation of zinc and iron for three months had a positive effect on appetite, body weight and IQ score but no significant effect on body height.KEYWORDS: appetite, zinc, iron, growth
Musa balbisiana and Musa paradisiaca Starches Increase SCFA and Caspase-3 as well as Decrease β-glucuronidase and MDA of Mouse Model for Colon Cancer Diana Nur Afifah; Fauzia Purnamasari; Luthfiatul Khusna; Noviasti Rahma Utami; Aida Fitri Nazillah; Syafira Noor Pratiwi; Fillah Fithra Dieny; Aryu Candra; Ayu Rahadiyanti; Rachma Purwanti; Enny Probosari; Martha Ardiaria; Nyoman Suci Widiastiti; Ferry Sandra
The Indonesian Biomedical Journal Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : The Prodia Education and Research Institute (PERI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18585/inabj.v13i1.1320

Abstract

BACKGROUND: Administration of resistant starch (RS) influences the diversity and the composition of microbiota as well as inhibits the growth of cancer cell. Banana as a potential source of RS has been reported. Although Musa paradisiaca has been reported to induce apoptosis in colon cancer cells, Musa balbisiana, which has low glycemic index and suitable for particular patients, has not been investigated yet.METHODS: Starches of M. balbisiana and M. paradisiaca were prepared and mixed with other components to make 3 types of mouse pellets. Mouse model for colon cancer was prepared and fed with different types of mouse pellets. Blood was collected and processed for measuring β-glucuronidase and malondialdehyde (MDA) with Enzyme-linked Immunosorbent Assay (ELISA) method. Resected ceca were incised to collect the inner part for short-chain fatty acid (SCFA) measurement with gas chromatography analysis. Resected colas were fixed and processed for immunohistochemistry to detect Caspase-3.RESULTS: Colon-cancer-mice fed with the M. balbisiana and M. paradisiaca starches-contained pellets had significant higher concentrations of total SCFA (p=0.003), acetic acid (p=0.000), propionic acid (p=0.000) and butyric acid (p=0.000); lower concentration of β-glucuronidase (p<0.001); higher Caspase-3 score (p=0.040); and lower MDA concentration (p<0.001) than colon-cancer-mice fed with standard pellet (control).CONCLUSION: M. balbisiana and M. paradisiaca starches could be suggested as potential anti-colon cancer RS. Further research should be carried out to disclose the starches mechanisms in colon cancer cell.KEYWORDS: Musa balbisiana, Musa paradisiaca, colon cancer, resistant starch, Caspase-3, SCFA, β-glucuronidase, malondialdehyde
PENGARUH PEMBERIAN TEH ROSELA UNGU (HIBISCUS SABDARIFFA LINN) TERHADAP PROFIL LIPID PADA TIKUS HIPERKOLESTEROLEMI Enny Probosari; Etisa Adi Murbawani; Aryu Candra; Martha Ardiaria
IJCNP : INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL NUTRITION PHYSICIAN Vol 5 No 1 (2022): IJCNP (INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL NUTRITION PHYSICIAN)
Publisher : Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54773/ijcnp.v5i1.94

Abstract

Latar Belakang : Dislipidemia merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Bunga rosela sebagai tanaman herbal yang popular di masyarakat Indonesia mengandung bahan aktif yang dapat memperbaiki profil lipid. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian seduhan kelopak rosela terhadap profil lipid tikus wistar yang diberi pakan tinggi lemak. Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan design pre-post test dengan kelompok kontrol, menggunakan 24 ekor tikus wistar jantan usia 3 bulan, dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol diberi pakan standar dan minum ad libitum, kelompok perlakuan P1 diberi pakan standar dan seduhan rosela dosis 1340 mg/KgBB/hari, kelompok perlakuan P2 diberi pakan standar dan seduhan rosela dosis 2700 mg/KgBB/hari, kelompok perlakuan P3 diberi pakan standar dan seduhan rosela dosis 4020 mg/KgBB/ hari selama 30 hari. Pada awal dan akhir perlakuan diambil serum darah untuk mengetahui kadar trigliserida, kolesterol total, HDL, dan LDL. Hasil: Pemberian rosela pada ketiga kelompok perlakuan mengalami penurunan kadar trigliserid, kadar LDL, Peningkatan kadar kolesterol, dan kadar HDL secara bervariasi. Kelompok P3 menunjukan penurunan kadar trigliserid sebesar -61,00±45,41 (p<0,05) lebih baik dibanding kelompok lain. Kelompok P2 menunjukan peningkatan kadar HDL sebesar 10,20±9,89 (p>0,05) lebih baik dibanding kelompok lain. Kelompok P2 menunjukan penurunan LDL sebesar -5,50±7,06 (p>0,05) dibanding kelompok lain. Kesimpulan: Pemberian teh rosela dengan dosis 4020 mg/KgBB/hari selama 30 hari mampu menurunkan kadar trigliserida secara signifikan (p<0,05) pada tikus hiperkolesterolemi. Kata Kunci : Profil lipid, Rosela, Tikus Wistar
Co-Authors Ahmad Syauqy Aida Fitri Nazillah Aila, Safrina Luthfia Alfadila, Tsania Izza Alnur Aulia A, Alnur Amatulloh Dewi Fajar Andreas Arie Setiawan Anggitasari, Elok Dwi Anggraeni, Gita Devita Ani Margawati Annta Kern Nugrohowati Ariosta Ariosta Asprilia, Annisa Astuti, Anak Agung Ayu Fuji Dwi Ayu Rahadiyanti Ayu Rahadiyanti Azizah Dynda Dwiputri Binar Panunggal Chairunnisa, Estillyta Choirun Nissa Choirun Nissa Chyntia Septi Nurifadah Darmawati Ayu Indraswari Deny Yudi Fitranti Desy Amelia Ardi Dewi Marfu’ah Kurniawati Dewi, Dian Puspita Dewi, Suci Noviya Diana Nur Afifah, Diana Nur Dwi Astuti Dzuriyati Solikhah Endrinikapoulos, Ariana Enny Probosari Ervi Diantari Etika Ratna Noer Etisa Adi Murbawani Fala, Etika Nurul Farinta Annisa Maulidina Fatikhu Yatuni Asmara Fatinah Shahab Fatinah Shahab Fauzia Purnamasari Ferry Sandra Fillah Fithra Dieny Fillah Fithra Dieny Fillah Fithra Dieny Fransiska Nimas Ayu Kristiyanti Furi, Agnes Kalpita Ghazian, Muhammad Isyraqi Handayani, Endah Nur Hangujiwat, Puspo Palupi Yekti Hartanti Sandi Wijayanti Hertanto Wahyu Subagio Hillary Meita Audrey I Ketut Suada Ika Vemilia Warlisti JC Susanto Jessica Christanti Josephine Josephine Josevaldo Bagus P Karina S, Else Karunia Agustin Nurrul Affanti, Karunia Agustin Kurniawati, Dewi Marfu’ah Kusmiyati Tjahjono Lilyn Setyorini Puspitaningrum Lusi Setiyani Luthfiatul Khusna M Nino Nurhakim, M Nino Maharani, Dara Gumintang MARTHA ARDIARIA Mei Elyana Meita Hendrianingtyas Menad M, Aria Muhammad Ryan Radifan Gustisiya Muhammad Sulchan Nanda Ilham Nur Kharisma Nanda Indrawan Nida Nur Amalia Niken Puruhita Ninik Rustanti Nissa, Choirun Noviasti Rahma Utami Nugraheni Nugraheni Nugraheni Saptyaningtiyas Nur Ahmad Habibi Nur Widianti Nuraenny Ratna Bauw Nurbaity, Annisa Dinah Nuriza Astari Nurmasari Widyastuti Nuryanto Nuryanto Nyoman Suci Widiastiti Prabu Giusta Nugraha Prasetya, Gita Zeny Pravita Dewi Suhada Puteri P, Pradipta Rachma Purwanti Rachmaningrum, Cindy Annissa Rahadiyan Nur Widiawan Rahmadanti, Tia Sofa Rahmawati, Rahmawati Retno Safitri, Retno Retnoningrum, Dwi Rikhana Dwi Rahmawati, Rikhana Dwi Rintis Widya Utami Rizkita, Maura Sania Sahara, Mailina Prima Salma S Salma S Shiany Henly Citraminata Sidhin, Syaharani SITI MASITHA DEWI - A01111079 Syafira Noor Pratiwi Syarifah Zahra Taradipa, Priska Tamara Tri Nur Kristina Ulayya, Talitha Ulil Albab Vonny Folanda Wahyu Budiyono Yuhud Tri Hapsari Yulia Harsanti Yuni Yanti Mariza Yuniasri, Eka Endah