Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Suplementasi Seng dan Zat Besi Terhadap Berat Badan dan Tinggi Badan Balita Aryu Candra
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 5, No 1 (2017): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.137 KB) | DOI: 10.14710/jnh.5.1.2017.37-44

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya nafsu makan anak akan mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan zat gizi yang dapat mengganggu proses tumbuh kembang. Pemberian mikronutrien tertentu dapat meningkatkan nafsu makan sekaligus memperbaiki status gizi.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suplemetasi seng dan zat besi terhadap nafsu makan, berat badan, dan tinggi badan balita.Metode: Penelitian ini menrupakan randomized control group pre post test design, dengan jumlah sampel 68 anak anak berusia 3-5 tahun di Semarang. Subjek penelitian dikelompokkan menjadi 4,  kelompok 1  (kontrol)  diberikan placebo,  kelompok 2  diberi suplementasi seng, kelompok 3 diberi suplementasi zat besi, kelompok 4 diberi suplementasi seng dan zat besi. Dosis  suplementasi seng adalah 10  mg/hr  dan zat  besi 7,5  mg/hr. Pemberian suplementasi dilakukan selama 3 bulan. Nafsu makan diukur dengan menghitung frekuensi makan per hari, status gizi diukur dengan Zskor BB/U dan TB/U.Hasil: Secara keseluruhan subjek sebagian besar berjenis kelamin perempuan (54%), memiliki status gizi normal. Asupan seng sebagian besar termasuk dalam kategori cukup (73,8%), sedangkan asupan zat besi sebagian besar termasuk dalam kategori kurang (58,5%). Setelah intervensi frekuensi makan kelompok 2 dan 4 mengalami peningkatan yang signifikan. Pada kelompok 2 dan 3 nilai z skor BB/U   mengalami peningkatan signifikan.   Nilai z skor TB/U sebelum dan setelah intervensi tidak mengalami perubahan yang signifikan pada semua kelompok.Simpulan: suplementasi seng saja dapat meningkatkan nafsu makan dan status gizi menurut BB/U pada anak. Suplementasi zat besi saja dapat meningkatkan status gizi menurut BB/U. Suplemen seng bersama zat besi dapat meningkatkan nafsu makan. Suplementasi selama 3 bulan belum dapat meningkatkan status gizi menurut TB/U.Kata kunci: nafsu makan,  seng, suplementasi, zat besi
EFEK EKSTRAK TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) TERHADAP ENZIM KATALASE HEPAR TIKUS WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) YANG TERPAPAR MINYAK JELANTAH Josephine Josephine; Aryu Candra; Ayu Rahadiyanti
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 8, No 1 (2020): JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.927 KB) | DOI: 10.14710/jnh.8.1.2020.1-11

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan minyak jelantah dapat meningkatkan radikal bebas dalam tubuh.  Senyawa dalam tomat yang diduga dapat menangkal radikal bebas adalah likopen. Likopen sebagai antioksidan mampu meningkatkan enzim katalase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah tomat terhadap kadar enzim katalase hepar tikus yang terpapar minyak jelantah. Metode: Penelitian true experimental dengan post test only group design. Subjek adalah 18 ekor tikus wistar jantan. Pengelompokkan dilakukan secara randomisasi menjadi 3 kelompok dengan masing-masing 6 ekor tikus di setiap kelompok; kelompok K tikus sehat tanpa perlakuan, kelompok P1 tikus dengan ekstrak buah tomat 4mg/kgBB, kelompok P2 tikus dengan ekstrak buah tomat 4 mg/kgBB dan minyak jelantah 0,42ml/200gBB. Intervensi dilakukan selama 40 hari. Enzim katalase diukur dari tinggi gelembung jus hepar tikus. Analisis statistik menggunakan uji One-way ANOVA dan Post Hoc Bonferroni. Hasil: Tinggi gelembung hepar tertinggi terdapat pada kelompok perlakuan satu dengan nilai 0,617±0,052 cm. Terdapat perbedaan enzim katalase yang signifikan pada rerata kelompok K dengan kelompok P1 dan antara kelompok perlakuan P1 dengan kelompok P2 (p<0,05). Simpulan: Pemberian 4mg/kgBB ekstrak buah tomat dapat meningkatkan dan mempertahankan kadar enzim katalase hepar pada tikus yang terpapar minyak jelantah. Kata Kunci: minyak jelantah, ekstrak tomat, enzim katalase
KEBUN GIZI UNTUK MEMBANTU MEMENUHI KEBUTUHAN ZAT GIZI MASYARAKAT Aryu Candra; Martha Ardiaria; Enny Probosari; Etisa Adi Murbawani; Niken Puruhita; Muhammad Sulchan; Hertanto Wahyu Subagio
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 9, No 2 (2021): JNH(JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.9.2.2021.25-30

Abstract

Pandemi Covid 19 yang terjadi sejak tahun 2020 dan hingga kini belum selesai menimbulkan berbagai permasalahan di masyarakat. Salah satunya adalah permasalahan di bidang ekonomi. Penurunan daya beli terhadap bahan makanan dapat menyebabkan kualitas asupan zat gizi menurun. Salah satu cara untuk mengatasi adalah dengan membuat kebun gizi yang berisi tanaman sumber zat gizi di pekarangan rumah atau lahan kosong yang ada di sekitar perumahan. Kebun gizi dibuat di enam lokasi yaitu tiga lokasi di pekarangan rumah warga, dan tiga lokasi di pinggir jalan di wilayah kelurahan Jomblang. Luas masing-masing kebun berkisar antara 6-12 m2. Tanaman yang berhasil tumbuh dengan baik adalah bayam, terong, sawi, buncis, bawang dan kangkung, pepaya, tomat, cabai, jambu air, dan jambu biji (belum berbuah). Selain itu ada tanaman umbi umbian dan rempah yang juga tumbuh dengan baik yaitu ketela pohon, ubi jalar, jahe, kunyit, kencur, sereh, temulawak, dan lengkuas. Setelah 1  bulan hasil dari kebun gizi sebagian sudah dapat dipanen dan dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebun gizi bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan zat gizi warga kelurahan Jomblang.
Faktor- faktor yang Mempengaruhi Hasil Suplementasi Besi pada Ibu Hamil Nanda Ilham Nur Kharisma; Aryu Candra Kusumastuti
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 6, No 2 (2018): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.412 KB) | DOI: 10.14710/jnh.6.2.2018.65-73

Abstract

Latar belakang: Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia masih tinggi. Suplementasi besi merupakan salah satu cara mengatasi anemia pada ibu hamil,namun faktor pengetahuan ibu terhadap suplementasi besi folat, kepatuhan, caraminum suplementasi besi folat serta penyakit yang diderita oleh ibu didugamempengaruhi hasil suplementasi besi folat.Tujuan: Mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi hasil suplementasi besipada ibu hamil.Metode: Penelitian ini menggunakan studi cross – sectional di PuskesmasHalmahera selama periode Januari – November 2016. Penelitian ini melibatkan 42ibu hamil trimester II – III yang sudah mendapatkan suplementasi besi folat danmengalami anemia sebelum mendapatkan suplementasi. Data kadar hemoglobindiperoleh dari pemeriksaan laboratorium, sedangkan data pengetahuan, kepatuhan,cara minum dan penyakit yang diderita diperoleh dari kuesioner. Hasil penelitiandiolah menggunakan analisis univariat dan bivariat.Hasil: Mayoritas ibu hamil mengalami kenaikan kadar Hemoglobin pascasuplementasi besi folat. Terdapat pengaruh dari pengetahuan, kepatuhan dan caraminum terhadap kenaikan kadar Hemoglobin pasca suplementasi besi folat (p <0,05). Suplementasi besi folat memiliki pengaruh klinis dalam mengatasi anemiadalam kehamilan karena sebanyak 52,4% ibu mengalami kenaikan kadar Hb hinggamelampaui batas normal (≥ 11 mg/dl). Tidak didapatkan hasil pada faktor penyakitkarena semua sampel tidak menderita penyakit dengan onset > 2 minggu selamakehamilan.Kesimpulan: Faktor pengetahuan, kepatuhan dan cara minum suplementasi besifolat mempengaruhi hasil suplementasi besi folat. Suplementasi besi folat jugamemiliki pengaruh klinis dalam mengatasi anemia dalam kehamilan.Kata kunci: ibu hamil, anemia, suplementasi, besi, folat, pengetahuan, kepatuhan,cara minum, penyakit
HUBUNGAN PERSEN LEMAK TUBUH DENGAN HITUNG EOSINOFIL PADA LANSIA OBESITAS SARKOPENIA Dzuriyati Solikhah; Muhammad Sulchan; Aryu Candra
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 8, No 2 (2020): JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.904 KB) | DOI: 10.14710/jnh.8.2.2020.109-121

Abstract

Latar Belakang: Penuaan ditandai dengan penurunan massa otot dan peningkatan massa lemak yang menyebabkan obesitas sarkopenia. Peningkatan massa lemak terkait dengan persen lemak tubuh berhubungan dengan kadar leptin dalam tubuh yang berpengaruh terhadap hitung eosinofil. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan persen lemak tubuh dengan hitung eosinofil pada lansia obesitas sarkopenia.Metode: Penelitian cross sectional dengan 48 subjek lansia dengan obesitas sarkopenia. Persen lemak tubuh diukur dengan menggunakan Bioimpedance Analysis (BIA). Hitung eosinofil diketahui dengan pemeriksaan darah lengkap melalui hasil analisis differential count dari leukosit. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov Smirnov, analisis statistik menggunakan uji korelasi spearman.Hasil: Dari 48 subjek lansia dengan obesitas sarkopenia 83,3% lansia didapatkan persen lemak tubuh tinggi. Hasil hitung eosinofil sebanyak 12,5% lansia rendah, 62,5% lansia normal dan 25% lansia tinggi. Ditemukan hubungan negatif yang signifikan antara persen lemak tubuh dengan hitung eosinofil (r=-0,323 ; p=0,025)Simpulan: Terdapat korelasi negatif yang signifikan antara persen lemak tubuh dengan hitung eosinofil pada lansia obesitas sarkopenia.Kata Kunci: Persen Lemak Tubuh, Hitung Eosinofil, Obesitas Sarkopenia, Lansia
Suplementasi Seng untuk Pencegahan Penyakit Infeksi Aryu Candra
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 6, No 1 (2018): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.377 KB) | DOI: 10.14710/jnh.6.1.2018.31-36

Abstract

 Seng diperlukan oleh manusia dan hewan untuk melaksanakan fungsi fisiologis, seperti pertumbuhan,  kekebalan tubuh, dan reproduksi. Defisiensi seng menyebabkan anoreksia, gangguan pertumbuhan, dermatitis, gangguan pengecapan, dan hipogonadisme. Prevalensi defisiensi seng pada balita di Indonesia belum diketahui dengan pasti, namun diperkirakan cukup tinggi mengingat pola makan balita di Indonesia yang belum sesuai dengan anjuran pedoman gizi seimbang. Dari hasil penelitian awal pada tahun 2016 diketahui bahwa asupan seng pada balita di wilayah kelurahan Jomblang kota Semarang 30% termasuk dalam kategori kurang.Seng juga sangat berperan dalam proses pertumbuhan, perkembangan fungsi kognitif, dan imunitas.. Banyak penelitian yang sudah membuktikan bahwa defisiensi seng dan zat besi menyebabkan gangguan pertumbuhan dan fungsi kognitif. Defisiensi seng juga dapat menurunkan jumlah dan ukuran sel-sel imun, terutama sel T sehingga kekebalan tubuh akan menurun yang menyebabkan balita menjadi lebih mudah terserang penyakit infeksi.Pola makan balita di Indonesia sebagian besar hanya terdiri atas makronutrien yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Hal ini yang menyebabkan munculnya defisiensi mikronutrien pada balita. Oleh karena itu diperlukan suplementasi mikronutrien seperti seng untuk mengatasi defisiensi seng pada balita sehingga dapat meningkatkan imunitas dan mencegah infeksi. 
PONDOK GIZI SEBAGAI SARANA KONSELING GIZI MASYARAKAT Aryu Candra; Martha Ardiaria; Enny Probosari; Niken Puruhita; Etisa Adi Murbawani
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 9, No 2 (2021): JNH(JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.9.2.2021.13-18

Abstract

Pengetahuan masyarakat Indonesia tentang gizi berdasarkan hasil penelitian tenyata masih banyak dalam kategori kurang. Sumber informasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat adalah yang secara langsung disampaikan oleh narasumber, bukan informasi melalui media elektronik atau sosial. Hal ini dikarenakan informasi melalui media massa sering tidak benar bahkan menyesatkan. Pondok Gizi yang merupakan sarana untuk memberi informasi, solusi, dan intervensi gizi  pada anggota masyarakat yang membutuhkan. Pondok Gizi sebagai Sarana Konseling Gizi Masyarakat didirikan di wilayah Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, kota Semarang pada tahun 2021. Pondok Gizi adalah  sebuah tempat yang dilengkapi fasilitas pelayanan gizi yaitu peralatan antropometri, alat kedokteran seperti tensimeter, stetoskop, alat pengukur komposisi tubuh seperti Body Fat Analyzer, Bioimpedance Anlysis, dll. Kegiatan yang dilakukan di Pondok Gizi meliputi pemeriksaan status, gizi , konseling gizi, serta intervensi gizi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga sudah menjalankan pola hidup sehat sesuai anjuran dari narasumber. Kegiatan ini terbukti efektif membantu mengatasi permasalahan gizi dan kesehatan masyarakat di wilayah kelurahan Jomblang.
KEJADIAN DISFAGIA, KESESUAIAN DIET, DAN KEJADIAN MALNUTRISI PADA PASIEN STROKE USIA MUDA DI RSUP DR KARIADI SEMARANG Dewi Masitha; Annta Kern Nugrohowati; Aryu Candra; Hertanto Wahyu Subagio; Etisa Adi Murbawani
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 9, No 1 (2021): JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.9.1.2021.1-14

Abstract

Latar belakang: Stroke pada usia dibawah 50 tahun tidak sebanyak usia tua, namun angka kejadiannya terus meningkat, dan usia dibawah 50 tahun merupakan usia produktif yang dapat memberikan dampak besar bila mengalami stroke. Salah satu komplikasi stroke adalah disfagia dan malnutrisi. Data prevalensi disfagia di Indonesia belum ada, dan penelitian tentang kejadian kejadian disfagia, kesesuaian diet, dan kejadian malnutrisi pada stroke usia muda di RSUP Dr Kariadi Semarang belum ada.Metode: penelitian ini menggunakan metode Deskriptif untuk menggambarkan kejadian disfagia, kesesuaian diet, dan kejadian malnutrisi pasien stroke usia muda di RSUP Dr Kariadi Semarang. Pemeriksaan disfagia menggunakan skor GUSS. Penilaian kesesuaian diet menggunakan skor Kesesuaian Diet. Pemeriksaan status gizi menggunakan Kriteria Malnutrisi menurut ASPEN.Hasil: dari 5 hari pengamatan yaitu hari pertama perawatan, hari ketiga, dan hari kelima, subyek lebih banyak mengalami disfagia dan malnutrisi, dan diet lebih banyak yang tidak sesuai. Kejadian disfagia lebih tinggi pada hari pertama. Jumlah kesesuaian diet meningkat pada hari kelima. Kejadian malnutrisi lebih tinggi pada hari kelima.Simpulan: pada stroke usia muda, kejadian disfagia lebih tinggi pada hari pertama, sedangkan kesesuaian diet dan kejadian malnutrisi lebih tinggi pada perawatan hari kelima, hal ini disebabkan adanya faktor selain disfagia dan diet yang mempengaruhi kejadian malnutrisi, yaitu neuropsyhiologial deficits, terapi, paralysis, aspirasi, dan imobilisasi.Kata kunci:Kejadian Disfagia, Kesesuaian diet, Kejadian Malnutrisi, Stroke usia muda.
PATOFISIOLOGI STUNTING Aryu Candra
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 8, No 2 (2020): JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.407 KB) | DOI: 10.14710/jnh.8.2.2020.74-78

Abstract

 Proses pertumbuhan dan perkembangan manusia, yang memakan waktu hampir 20 tahun adalah fenomena yang kompleks. Proses pertumbuhan di bawah kendali genetik dan pengaruh lingkungan, yang beroperasi sedemikian rupa sehingga, pada waktu tertentu selama periode pertumbuhan, satu atau yang lain mungkin merupakan pengaruh dominan. Pada masa konsepsi, terdapat blueprint (cetak biru) genetik yang mencakup potensi untuk mencapai ukuran dan bentuk dewasa tertentu. Lingkungan mengubah potensi ini. Ketika lingkungan netral, tidak memberikan pengaruh negatif pada proses pertumbuhan, potensi genetik dapat sepenuhnya diwujudkan. Namun demikian kemampuan pengaruh lingkungan untuk mengubah potensi genetik tergantung pada banyak faktor, termasuk waktu di mana mereka terjadi; kekuatan, durasi, frekuensi kemunculannya; dan usia serta jenis kelamin anak.
HUBUNGAN ANTARA STATUS ANEMIA IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HALMAHERA, SEMARANG Hillary Meita Audrey; Aryu Candra
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.83 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14458

Abstract

Latar Belakang : Wanita selama periode kehamilan kurang memperhatikan nutrisi yang masuk ke delam tubuhnya. Kekurangan nutrisi, salah satunya zat besi (Fe), dapat menyebabkan kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah menurun yang disebut anemia. Anemia pada ibu hamil dilaporkan dapat menyebabkan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR), sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut.Tujuan : menganalisis adanya hubungan antara status anemia ibu hamil trimester III dengan kejadian bayi berat lahir rendah.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cohort. Jumlah subyek adalah 31 orang ibu hamil di Puskesmas Halmahera, Semarang. Data kadar hemoglobin ibu hamil diperoleh dengan pengukuran Hb dengan menggunakan hemoglobinometer dan data berat bayi diperoleh saat bayi telah lahir.Hasil : Diperoleh 31 sampel pada penelitian ini. Uji chi-square dengan analisis fisher exact test pada uji asosiasi antara kadar Hb ibu hamil trimester III dengan kejadian berat bayi lahir rendah diperoleh nilai p 0,043 dan dengan aplikasi Winepiscope diperoleh nilai relative risk (rr) 2,364.Kesimpulan : Terdapatnya hubungan bermakna antara status anemia ibu hamil trimester III dengan kejadian berat bayi lahir rendah.
Co-Authors Ahmad Syauqy Aida Fitri Nazillah Aila, Safrina Luthfia Alfadila, Tsania Izza Alnur Aulia A, Alnur Amatulloh Dewi Fajar Andreas Arie Setiawan Anggitasari, Elok Dwi Anggraeni, Gita Devita Ani Margawati Annta Kern Nugrohowati Ariosta Ariosta Asprilia, Annisa Astuti, Anak Agung Ayu Fuji Dwi Ayu Rahadiyanti Ayu Rahadiyanti Banundari Rachmawati Binar Panunggal Chairunnisa, Estillyta Choirun Nissa Choirun Nissa Chyntia Septi Nurifadah Darmawati Ayu Indraswari Deny Yudi Fitranti Desy Amelia Ardi Dewi Marfu’ah Kurniawati Dewi Masitha Dewi, Dian Puspita Dewi, Suci Noviya Diana Nur Afifah, Diana Nur Dwi Astuti Dwi Retnoningrum Dzuriyati Solikhah Endrinikapoulos, Ariana Enny Probosari Ervi Diantari Etika Ratna Noer Etisa Adi Murbawani Fala, Etika Nurul Farinta Annisa Maulidina Fatikhu Yatuni Asmara Fatinah Shahab Fauzia Purnamasari Ferry Sandra Fillah Fithra Dieny Fillah Fithra Dieny Fransiska Nimas Ayu Kristiyanti Furi, Agnes Kalpita Ghazian, Muhammad Isyraqi Handayani, Endah Nur Hangujiwat, Puspo Palupi Yekti Hartanti Sandi Wijayanti Hertanto Wahyu Subagio Hillary Meita Audrey I Ketut Suada Ika Vemilia Warlisti JC Susanto Jessica Christanti Josephine Josephine Josevaldo Bagus P Karina S, Else Karunia Agustin Nurrul Affanti, Karunia Agustin Kurniawati, Dewi Marfu’ah Kusmiyati Tjahjono Lestari, Sarah Syifa Lilyn Setyorini Puspitaningrum Lusi Setiyani Luthfiatul Khusna M Nino Nurhakim, M Nino Maharani, Dara Gumintang MARTHA ARDIARIA Mei Elyana Meita Hendrianingtyas Menad M, Aria Muhammad Ryan Radifan Gustisiya Muhammad Sulchan Nanda Ilham Nur Kharisma Nanda Indrawan Nida Nur Amalia Niken Puruhita Ninik Rustanti Nissa, Choirun Noviasti Rahma Utami Nugraheni Nugraheni Nugraheni Saptyaningtiyas Nur Ahmad Habibi Nur Widianti Nuraenny Ratna Bauw Nurbaity, Annisa Dinah Nuriza Astari Nurmasari Widyastuti Nuryanto Nuryanto Nyoman Suci Widiastiti Prabu Giusta Nugraha Prasetya, Gita Zeny Pravita Dewi Suhada Puteri P, Pradipta Rachma Purwanti Rachmaningrum, Cindy Annissa Rahadiyan Nur Widiawan Rahmadanti, Tia Sofa Rahmawati, Rahmawati Ratha, Putu Prayoga Retno Safitri, Retno Rikhana Dwi Rahmawati, Rikhana Dwi Rintis Widya Utami Rizkita, Maura Sania Sahara, Mailina Prima Salma S Salma S Setiawan L, Edward Kurnia Shiany Henly Citraminata Sidhin, Syaharani Siti Fatimah Muis Syafira Noor Pratiwi Taradipa, Priska Tamara Tri Nur Kristina Ulayya, Talitha Ulil Albab Vonny Folanda Wahyu Budiyono Yuhud Tri Hapsari Yulia Harsanti Yuni Yanti Mariza Yuniasri, Eka Endah ZAHRA, SYARIFAH