Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBENTUKAN SELF STIGMA ORANG DENGAN HIV/AIDS BINAAN LEMBAGA SOSIAL MASYARAKAT LENSA SUKABUMI Virgiawan Bagaskara; Ellya Susilowati
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 4 No 1 (2022): REHSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Self-stigma is a stigma that is attached to someone with HIV-AIDS. This research is to find out the self-stigma to people who are diagnosed with HIV-AIDS who get treatment from a rehabilitation center in Sukabumi, called LENSA. The aspects which are assessed from the stages of self-stigma are awareness, acceptance, application, harm due to isolation, stereotype and discrimination. This research used a qualitative approach using a descriptive method from four people who are diagnosed positive HIV-AIDS who felt isolated. The data collection technique was using in-depth interview, observation and documentation study. The result of the research indicates that the steps which have been through by people with HIV-AIDS positive are (1) stigma awareness that is feeling negative and different about themselves; (2) acceptance that is agreeing to the given stigma because of an assumption that people's opinion is bad; (3) application and impact of self-stigma that is committing self harm, and withdrawing themselves from society. Based on these findings, it is recommended that LSM Lensa arrange a program to improve self positive images through self-help groups
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PROSES REINTEGRASI KORBAN PENYALAHGUNAAN NAPZA DI IPWL BUMI KAHEMAN KABUPATEN BANDUNG Siti Fatimah Azzahroo; Ellya Susilowati
Jurnal Ilmiah Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Vol 2 No 2 (2020): REHSOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.768 KB) | DOI: 10.31595/rehsos.v2i2.311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara mendalam tentang“Peran Pekerja Sosial Dalam Proses Reintegrasi Korban Penyalahgunaan NAPZA Di Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Bumi Kaheman Kabupaten Bandung”. Pendekatanyang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam kepada dua informanutama dan dua informan pendukung, observasi serta studi dokumentasi. Aspek yang ditelitidalam penelitian ini adalah peran pekerja sosial dalam persiapan reintegrasi, melakukanasesmen pada proses reintegrasi, melakukan perencanaan pelaksanaan reintegrasi,pelaksanaan reintegrasi dan pengakhiran reintegrasi korban penyalahgunaan NAPZA. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa peran pekerja sosial dalam proses reintegrasi korbanpenyalahgunaan NAPZA di IPWL Bumi Kaheman sudah dilakukan di setiap prosesnyadengan ditemuinya pelaksanaan kegiatan pada penyiapan klien dan penyiapan keluarga sertadilaksanakannya sembilan peran yang di antaranya adalah peran sebagai fasilitator,pendidik, pemungkin, perencana, perunding, perantara, pembela, manajer kasus danadministrator. Namun hal tersebut masih ditemukan belum optimalnya peran pekerja sosialdalam penyiapan masyarakat pada proses reintegrasi dikarenakan oleh beberapa faktor yaituketerbatasan dana yang dimiliki lembaga dan tersebarnya klien di berbagai macam lokasiyang cukup sulit untuk di jangkau sehingga tidak terjadinya pelaksanaan penyiapanmasyarakat. Rekomendasi program untuk permasalahan ini adalah “Peningkatan KapasitasLembaga Pekerja Sosial dalam Penyiapan Masyarakat Pada Proses Reintegrasi KorbanPenyalahgunaan NAPZA Melalui Educational Group”.
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGEMBANGAN MASYARAKAT PADA PROGRAM DESA SABILULUNGAN Ellya Susilowati
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 1 No 1 (2019): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.187 KB) | DOI: 10.31595/lindayasos.v1i1.170

Abstract

Teknologi pengembangan masyarakat merujuk pada teknologi yang dikembangan pada Participatory Rural Appraisal (PRA)dan Methodology for Participatory Assesment (MPA) yang diterapkan pada proses pengembangan masyarakat mulai dari persiapan sosial, asesmen, perencanaan, intervensi sampai dengan monitoring dan evaluasi. Penerapan teknologi pengembangan masyarakat merupakan transformasi teknologi pengembangan masyarakat dalam proses pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana penerapan teknologi pengembangan masayarakat pada program Desa Sabilulungan di Kabupaten Bandung. Metoda kajian yang digunakan partisipasi action research yaitu melibatkan 20 orang perwakilan masyarakat dalam penerapkan teknologi pengembangan masyarakat pada proses pelaksanaan program Desa Sabibilungan berketahanan Sosial Masyarakat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam, dan observasi terhadap proses penerapan teknologi pengembangan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi pengembangan masyarakat dapat diterapkan oleh Tim Kerja Masyarakat pada proses pengembangan program Desa Sabilulungan. Teknologi yang diterapkan yaitu 1) Teknologi pemetaan sosial ;2) methodology for participatory assesment (MPA); 3) teknologi Diagram Venn untuk pemetaan sosial, pemetaan kelembagan masyarakat; 4) Technology of Partisipation (ToP) untuk perencanaan dan 5) teknologi monitoring dan evaluasi secara partisipatif. Hasil penelitian ini merekomendasikan agar teknologi pengembangan masyarakat dapat di input dalam design program-program pengembangan masyarakat. Kata kunci: Penerapan, Teknologi pengembangan masyarakat, Pemberdayaan, Desa Berketahanan Sosial Masyarakat
RESILIENSI PEREMPUAN DENGAN KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN DI KOTA BANDUNG Jean Klara Paliyama; Ellya Susilowati; Eni Rahayuningsih
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 3 No 2 (2021): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.728 KB) | DOI: 10.31595/lindayasos.v3i02.450

Abstract

Resilience is a person's ability to survive, rise, and adapt to difficult conditions. This study aims to examine the resilience of women with unwanted pregnancies at the Hope Growing House Foundation, Bandung City, West Java. The aspects studied include 1) Informant Characteristics 2) Emotion Regulation 3) Impulse Control 4) Analysis of Causes of Problems 5) Reaching Out. This study uses a descriptive qualitative approach to three informants JR, L, ENS and one social worker namely ADK. Data collection techniques used in-depth interviews, observation and documentation studies.The results showed that the informants had less resilience due to unwanted pregnancy. The aspect of resilience that is lacking is emotional regulation where at the beginning of pregnancy the informant thought to commit suicide and in the aspect of impulse control the informant experienced trauma. To overcome this, the researcher designed a "Resilience Strengthening Program for Women with unwanted pregnancies through the Educational Group." The purpose of the program is to increase resilience. Women with unwanted pregnancies can gain knowledge about postnatal mental health and infant care training skills so that they are ready to become mothers.
PENERAPAN STANDAR NASIONAL PENGASUHAN PADA LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Ellya Susilowati; Krisna Dewi; Tuti Kartika
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 1 No 1 (2019): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.654 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v1i1.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi Standar Nasional Pengasuhan Anak (SNPA) sebagai kebijakan yang mengatur pengasuhan alternatif di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Provinsi Kalimantan Selatan sebagai wilayah yang sudah mendapatkan sosialisasi dan pelatihan SNPA namun dilaporkan kurang adanya gerakan perubahan di LKSA. Metoda penelitian yang digunakan metoda deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Informan ditentukan secara purposive kepada mereka yang pernah mengikuti pelatihan SNPA, yaitu Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Sosial Kota Banjarmasin termasuk Pekerja Sosial Anak dan pengurus LKSA. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Sosial Kota Banjarmasin belum optimal melaksanakan perannya dalam mendukung penerapan SNPA yang ada di wilayahnya, hal ini ditunjukkan belum ada tindak lanjut dari sosialisasi SNPA; (2) Terdapat satu LKSA yang didampingi Sakti Peksos sudah menerapkan SNPA; dan (3) LKSA lainnya belum menerapkan SNPA terutama berkaitan dengan standar menentukan respon yang tepat, pelaksanaan pengasuhan, dan kelembagaan karena kurangnya pendampingan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah : (1) Perlu pendampingan penerapan SNPA oleh Kementerian Sosial: (2) Mengoptimalkan peran Sakti Peksos untuk mengawal implementasi SNPA; (3) Dinas Sosial provinsi Kalimantan Selatan dapat bekerja sama dengan Forum panti nasional untuk sosialisasi SNPA; (4) Mengajukan akreditasi.Kata kunci:Standar Pengasuhan, Kebijakan, Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN REMAJA BERESIKO DI RW 09 KEBON PISANG KOTA BANDUNG Muhammad Akbar; Ellya Susilowati; Susilawati .
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 1 No 2 (2019): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.861 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v1i2.215

Abstract

Banyaknya remaja yang melakukan perilaku beresiko yang mengganggu tumbuh kembang mereka seperti merokok, berkelahi, bullying, putus sekolah, napza, terlibat prostitusi dan terpapar HIV/Aids. Masyarakat memiliki tanggung jawab dan sangat potensial dalam menangani perilaku remaja beresiko. Namun tidak semua masyarakat memiliki keberdayaan baik secara personal, interpersonal dan organisasi dalam menyediakan dukungan dan respon terhadap perilaku beresiko. Penelitian ini bertujuan memotret dan mengembangkan model pemberdayaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR). Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, focus group discussion, dan survei kepada unsur masyarakat yaitu remaja beresiko, remaja pada umumnya, orang tua dari remaja beresiko, orang tua pada umumnya, perwakilan orang dewasa, tokoh masyarakat serta pengurus organisasi lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberdayaan masyarakat masih lemah secara personal, interpersonal maupun organisasi. Berangkat dari hal tersebut dilakukan asesmen terhadap kebutuhan, perencanaan pemberdayaan yang melibatkan masyarakat. Kemudian secara bersama melaksanakan implementasi pemberdayaan bagi remaja dengan penyuluhan hak anak, keterampilan sosial dan asertif, keterampilan menolong, pembentukan Forum Anak dan optimalisasi Taman Baca Anak. Bagi orang tua dan dewasa dilakukan sosialisasi perlindungan anak dan pengasuhan yang baik. Penguatan organisasi terlihat adanya pengembangan jejaring dengan Pusat Pembelajaran Keluarga Kota Bandung. Evaluasi yang dilakukan menunjukkan meningkatnya keberdayaan remaja, orang tua dewasa dan organisasi. Adapun implikasi praktis dari penelitian ini adalah model pemberdayaan dalam penanganan beresiko dimana setiap prosesnya melibatkan masyarakat. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kapasitas secara berkala baik dari remaja, orang tua dan dewasa melalui kegiatan pelatihan dan studi banding serta menjaga keberlanjutan dengan jejaring yang telah dibangun.
MODEL HOME VISITATION DALAM PENGUATAN PENGASUHAN KELUARGA: (Studi Tentang Pengubahan Komunitas Pada Keluarga Dampingan SOS Children’s Village Lembang) Giri Pamungkas; Ellya Susilowati; Tuti Kartika
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 3 No 1 (2021): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.036 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v3i1.385

Abstract

Home Visitation adalah kegiatan kunjungan rumah yang dilakukan oleh Educator FSP/ Pekerja Sosial untuk melakukan monitoring terhadap implementasi pengasuhan oleh keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) memperoleh gambaran kondisi awal home visitation pada keluarga dampingan SOS Children’s Village Lembang, 2) menyusun desain model home visitation dalam penguatan pengasuhan keluarga pada keluarga dampingan SOS Children’s Village Lembang, dan 3) menyempurnakan model home visitation dalam penguatan pengasuhan keluarga. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian sekunder (Metode Analisis Data Sekunder). Sumber data dalam penelitian menggunakan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif dan Expert Judgement. Gagasan desain yang diusulkan dalam penanganan anak terlantar di Desa Lembang diwujudkan melalui bentuk model home visitation dalam penguatan pengasuhan keluarga pada keluarga dampingan SOS Children’s Village Lembang. Sasaran dalam kegiatan Home Visitation bagi keluarga dampingan SOS Children’s Village Lembang adalah keluarga-keluarga (Orang tua/ Wali) yang menjadi dampingan SOS di Lembang. Pemberian penguatan pengasuhan keluarga dapat mencegah terjadinya penelantaran, perlakuan salah, dan keterpisahan anak dari keluarganya.
MODEL RUMAH HARAPAN MELALUI PENINGKATAN PARTISIPASI ANAK DI LKSA DANA MULIA KOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT Junaidi Junaidi; Ellya Susilowati
Jurnal Ilmiah Kebijakan dan Pelayanan Pekerjaan Sosial (Biyan) Vol 3 No 02 (2021): BIYAN
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.255 KB) | DOI: 10.31595/biyan.v3i02.438

Abstract

Partisipasi anak merupakan hak yang harus dipenuhi termasuk bagi anak yang diasuh di lembaga pengasuhan alternatif. Tujuan penelitian ini adalah membuat rancangan pengembangan model partisipasi anak dalam menentukan aktivitas anak terkait dengan layanan kelembagaan di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Dana Mulia. Metode penelitian menggunakan analisis data sekunder dengan pendekatan kualitatif tentang partisipasi anak, metoda ini digunakan karena dilakukan pada masa kebijakan lock down. Hasil penelitian ditemukan bahwa partisipasi anak dalam menentukan aktivitas mereka di lembaga masih terbatas, anak usia SD tidak diikut sertakan dan tidak diminta pendapatnya terkait dengan aturan dan layanan yang berkaitan dengan kehidupan mereka di LKSA. Dari hasil penelitian kemudian di rancang model peningkatan partisipasi anak. Model ini dinamakan model Rumah Harapan yang telah disempurnakan melalui hasil diskusi dengan expert. Model Rumah Harapan ini akan dijadikan suatu acuan bagi pembuat kebijakan yang dapat diterapkan di seluruh lembaga pengasuhan anak terkait dengan penerapan partisipasi anak. Penerapan model ini perlu pemantauan dari para pengurus lembaga, pekerja sosial supaya model ini dapat dipahami secara luas, sehingga implementasi yang dijalankan di lembaga pengasuhan akan terasa mudah. Model ini direkomendasikan menjadi acuan dalam penerapan hak partisipasi pada lembaga pengasuhan alternatif anak, terutama mereka yang mengasuh anak-anak yang berusia sekolah SD.
The Parents Stress Level in Facing Children Study From Home in the Early of COVID-19 Pandemic in Indonesia Ellya Susilowati; Mira Azzasyofia
International Journal of Science and Society Vol 2 No 3 (2020): International Journal of Science and Society (IJSOC)
Publisher : GoAcademica Research & Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.616 KB) | DOI: 10.54783/ijsoc.v2i3.117

Abstract

This research aimed to determine the stress level of parents facing children study from home at the early time of the enactment of COVID-19 social distance policy in Indonesia. The method was conducted using a survey through social media that was filled in by parents who had school-age children and were studying from home. The distribution and filling of questionnaires were conducted from March 31, 2020, to April 6, 2020. 236 respondents filled out the questionnaire, but after data cleaning processed only 223 respondents' data could be analyzed. The instrument used was the Perceived Stress Scale from Sheldon Cohen. The survey results indicate that the stress level of parents facing children study from home in the initial three weeks of social distance policy is 75.34 percent in the medium category, however there are 10.31 percent of respondents who have high-stress levels and 71.88 percent among them are women or mothers. High-stress levels are influenced, among others, by the inability of parents to guide learning, family health concerns, and family economic problems. This condition is likely to continue with the extension of the study from home period. For this reason, it is recommended that child social workers can provide online psychosocial services for parents who accompany children at home, such as family counseling, family therapy that parents and children can do, and increase family resiliency during the pandemic.
DAMPAK SOSIAL PEMBANGUNAN TOL CISUMDAWU TERHADAP MASYARAKAT DI KABUPATEN SUMEDANG Detanty Febrianty; Ellya Susilowati; Atirista Nainggolan
Jurnal Ilmiah Perlindungan & Pemberdayaan Sosial, Vol 4 No 2 (2022): LINDAYASOS
Publisher : Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31595/lindayasos.v4i2.704

Abstract

Cileunyi-Sumedang-Dawuan Toll Road or Cisumdawu Toll Road is one of the infrastructures that built to facilitate community mobility as a liaison between regions in West Java. The existence of infrastructure construction is inseparable from the social impact felt by the community around the construction area. This study aims to obtain an empirical description of social impact to Sumedang Nitizen from building Cisumdawu Toll Road. The method used in this research is descriptive quantitative method. The sampling technique used is simple random sampling technique with 80 respondents. Data collection techniques used are questionnaire and documentation studies. Validity test using face validity and reliability test using Alpha Cronbach with SPSS’ help. The measuring instrument used in the research questionnaire uses Likert scale. The results of the analysis show that the construction of Cisumdawu Toll Road in Pasigaran Village, Tanjungsari District, Sumedang Regency causes a significant social impact, especially on the needs of the community with the highest score. Then, construction is also affect enough in changes way of community work, recreation and interact socially with a moderate score category. The program that is prepared as an alternative solution to solve the problem is "Reducing the Social Impact of Toll Road Construction through Collaborative Communication" in Pasigaran Village, Tanjungsari District, Sumedang Regency.