Claim Missing Document
Check
Articles

Partial Purifi cation, Stability Analysis, and Preservation of Xylanase from Xylanolytic Alkalophylic Bacteria Chusnul Hanim; Muhamad Nur Cahyanto; Lies Mira Yusiati; Ali Wibowo
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 18, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.753 KB) | DOI: 10.22146/ijbiotech.7861

Abstract

A xylanase, which produces xylose from oat spelt xylans, was isolated from the culture medium of  xylanolytic alkalophylic bacteria mutant. The enzyme was purifi ed by ammonium sulphate with level 30, 40, 50, 60, 70, 80, and 90%. The purify of the fi nal preparation was demonstrated by sodium dodecyl sulphatepolyacrylamide gel electrophoresis. The molecular masses of the purifi ed xylanase were 137.61 and 165.34 kDa. Result of ammonium sulphate saturation with the highest activity was used as standart for saturation for enzyme production and preservation, using corn, tapioca, soy bean meal and gaplek fl our as carriers. Addition of 60% ammonium sulphate showed the highest xylanase activity (62.03 U/g), and produced 89.40% enzyme recovery. Tapioca, as a carrier, produced the highest xylanase activity. Key words: preservation, purifi cation, stability analysis, xylanase.
Optimalisasi Pengikatan Tanin Daun Nangka dengan Protein Bovine Serum Albumin (Optimalisation Binding of Jackfruit Leaves Tannin with Bovine Serum Albumin Protein) Wahidin Teguh Sasongko; Lies Mira Yusiati; Zaenal Bachruddin; Mugiono (Mugiono)
Buletin Peternakan Vol 34, No 3 (2010): Buletin Peternakan Vol. 34 (3) Oktober 2010
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v34i3.84

Abstract

Tannins are high molecular weight polyphenol compounds with ability to bind proteins. Based on the structure,albumin are simple globular molecule protein. Optimalisation binding of jackfruit leave tannins to bovine serum (BSA)albumin was done in two stages. The first stage was to determine levels of tannins and condensed tannins in jackfruit leaves grown in mediterranean soil types. Second research was optimalisation binding of jackfruit leaf tannins withbovine serum albumin. In the second stage there was the determination of protein-percipitable phenolics compound and protein content using Lowry method. The data showed total phenol content was 10.63%, total tannin was 7.08%, andcondensed tannins 5.57%. The optimum capacity phenolic compound to bind protein of bovine serum albumin was 5.71+0.18 mg BSA/100 mg dry matter of jackfruit leaf, while 1 g tannin could bind 23.149 g BSA or 1 g condensedtannin could bind 28.885 g BSA.(Key words: Tannin, Total phenol, Total tannin, Condensed tannin, Bovine serum albumin)
Pengaruh Penambahan Minyak Kelapa, Minyak Biji Bunga Matahari, dan Minyak Kelapa Sawit terhadap Penurunan Produksi Metan di dalam Rumen secara in Vitro (The Effect of Addition Coconut Oil, Sunflower Seed Oil, and Palm Olein on Reducing Ruminal Methane Pro Puput Diah Sitoresmi; Lies Mira Yusiati; Hari Hartadi
Buletin Peternakan Vol 33, No 2 (2009): Buletin Peternakan Vol. 33 (2) Juni 2009
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v33i2.122

Abstract

This experiment was conducted to determine the effect of vegetable oil, such as coconut oil, sunflower seed oil, and palm olein on methane production, number of protozoa, microbial protein concentration, ammonia (NH3) concentration and carboxymethyl cellulase (CMC-ase) activity in the vitro fermentation of king grass and rice bran by rumen microbial. The experiment consisted of two treatments (i.e.) the effect of coconut oil, sunflower seed oil, and palm olein and level of addition of vegetable oil i.e. 0%, 2.5%, 5.0%, and 7.5%. The fermentation was done using Hohenheim gas test (HGT) metode and incubated at 39°C for 72 hours with three replicates. At the end of the fermentation, methane concentration, number of protozoa, microbial protein concentration, NH3 concentration, CMC-ase activity, and pH were observed. Data obtained were analyzed using analysis of variance and the design using factorial (3x4). The deferences of mean values were analyzed by Duncan’s new multiple range test (DMRT). The result showed that the number of protozoa decreased (P<0.05) as much as 9.8%, 20.85%, and 23.95%, followed by methane supression (P<0.01) much as 11.11%, 15.79%, and 18.51% with oil addition at level 2.5%, 5.0%, and 7.5% compared to control, but no effect on microbial protein concentration, ammonia (NH3) concentration and carboxymethyl cellulase (CMC-ase) activity. It can be concluded that coconut oil had the highest affect on methane production by inhibition ofprotozoa growth and addition oil up to 5.0% reduced methane production as much as 15.80%.(Key words : Coconut oil, Sunflower seed oil, Palm olein, Methane production, Protozoa count, In vitro fermentation)
Karakteristik Bakteri Asam Laktat NWD015 Hasil Isolasi dari Feses Pedet dan Pengaruh Bakteriosin terhadap Bakteri Patogen Nafiatul Umami; Zaenal Bachruddin; Lies Mira Yusiati
Buletin Peternakan Vol 30, No 1 (2006): Buletin Peternakan Vol. 30 (1) Februari 2006
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v30i1.1190

Abstract

File lengkap ada dalam bentuk PDF dibawah ini
Biosorpsi Krom dari Limbah Cair Penyamakan Kulit oleh Biomass Jamur Penicillium sp. Pra Perlakuan Kimia Novita Kurniawati; Suharjono Triatmojo; Lies Mira Yusiati
Buletin Peternakan Vol 31, No 2 (2007): Buletin Peternakan Vol. 31 (2) Mei 2007
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v31i2.1221

Abstract

File lengkap ada dalam bentuk PDF dibawah ini
Efek Pengeringan dengan Waktu yang Berbeda terhadap Kecernaan In Vitro Gliricidia maculata Kustantinah (Kustantinah); H. Hartadi; B. Suhartanto; Soemitro Padmowijoto; Ristanto Utomo; Lies Mira Yusiati; Ali Agus
Buletin Peternakan Vol 31, No 4 (2007): Buletin Peternakan Vol. 31 (4) November 2007
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v31i4.1234

Abstract

File lengkap ada dalam bentuk PDF dibawah ini
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH CAIRAN RUMEN DAN LUMPUR GAMBUT SEBAGAI STARTER DALAM PROSES FERMENTASI METANOGENIK Kunty Novi Gamayanti; Ambar Pratiwiningrum; Lies Mira Yusiati
Buletin Peternakan Vol 36, No 1 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (1) Februari 2012
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v36i1.1274

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pembentukan biogas, gas metan, dan aktivitas enzim pada fermentasi anaerobik feses sapi yang ditambahkan limbah cairan rumen dan lumpur gambut mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan produksi biogas. Penelitian terdiri dari 3 macam perlakuan, yaitu tanpa inokulum, dengan penambahan inokulum limbah cairan rumen sebesar 25%, dan dengan penambahan inokulum lumpur gambut sebesar 25%. Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan, dengan pengamatan 0; 10; 20; 30; dan 40 hari. Pada akhir fermentasi dilakukan uji gas metan. Data yang diperoleh dianalisis variansi menggunakan pola split plot untuk pengamatan pengukuran volume biogas, konsentrasi gas metan, produksi metan, pengamatan temperatur sludge digester dan derajat keasaman (pH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pH dan suhu menunjukkan perbedaan yang tidak nyata. Volume biogas menunjukkan hasil yang nyata (P<0,05) dengan nilai rata sebesar 228,67 ml tanpa inokulum, 229,65 ml dengan inokulum cairan rumen, 358,25 ml dengan inokulum lumpur gambut dan sampai hari ke-40 mengalami kenaikan. Nilai kadar metan menunjukkan hasil yang nyata (P<0,05) dengan nilai rata sebesar 35,91% tanpa inokulum, 35,74% dengan inokulum cairan rumen, 38,52% dengan inokulum lumpur gambut dan sampai hari ke-40 mengalami kenaikan. Produksi metan yang dihasilkan menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05) dengan nilai rata sebesar 91,15 ml tanpa inokulum, 119,36 ml dengan inokulum cairan rumen, 150,62 ml dengan inokulum lumpur gambut dan sampai hari ke-40 mengalami kenaikan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan limbah cairan rumen dan lumpur aktif gambut hingga 25% dapat mempercepat proses fermentasi. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk lama tinggal proses fermentasi di dalam fermentor untuk mengetahui laju maksimal produksi biogas. (Kata kunci: Biodigester, Bakteri asidogen dan asetogen, Limbah cairan rumen, Lumpur gambut)
PENGARUH JENIS KOTORAN TERNAK SEBAGAI SUBSTRAT DENGAN PENAMBAHAN SERASAH DAUN JATI (Tectona grandis) TERHADAP KARAKTERISTIK BIOGAS PADA PROSES FERMENTASI Ludfia Widyasmara; Ambar Pratiwiningrum; Lies Mira Yusiati
Buletin Peternakan Vol 36, No 1 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (1) Februari 2012
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v36i1.1275

Abstract

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari aktivitas biologi dalam proses fermentasi anaerob dan sebagai energi terbarukan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan kotoran sapi dan kuda sebagai substrat dalam pembentukan gas metan pada proses fermentasi. Percobaan dilakukan dengan 2 perlakuan, yaitu P1 untuk perlakuan biogas dengan kotoran sapi dan P2 untuk perlakuan dengan menggunakan kotoran kuda. Pada setiap perlakuan terdiri atas 3 level, yaitu dengan penambahan serasah daun jati sebanyak 0, 5, dan 10%. Penelitian dilakukan sebanyak 3 kali ulangan dengan pengambilan sampel sebanyak 4 kali pada hari ke-10, 20, 30, dan 40. Variabel yang diukur adalah volume biogas, kadar gas metan, dan produksi gas metan. Pengolahan data penelitian menggunakan perhitungan analisis split-plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan yang signifikan terhadap biogas dengan substrat kotoran sapi dan kotoran kuda yang disebabkan oleh perbedaan sistem pencernaan antara sapi dan kuda sehingga mengakibatkan kandungan bahan organik dalam feses kuda lebih tinggi daripada bahan organik dalam feses sapi. Selain itu interaksi waktu juga mempengaruhi produksi biogas sebagai hasil akhirnya. Namun demikian, penambahan serasah daun jati tidak memiliki interaksi positif terhadap peningkatan produksi biogas, hal ini disebabkan karena terdapatnya kandungan tanin dalam daun jati. (Kata kunci: Kotoran sapi, Kotoran kuda, Serasah daun jati, Biogas)
Pengaruh Peredaman Hipoklorit terhadap Total Bakteri Proteolitik dan Kandungan Protein pada Daging Ayam Broiler Adi Magna Patriadi Nuhriawangsa; Soeparno (Soeparno); Lies Mira Yusiati
Buletin Peternakan Vol 28, No 1 (2004): Buletin Peternakan Vol. 28 (1) Februari 2004
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v28i1.1488

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
Pengaruh Penambahan Limbah Kulit Pisang (Musa spp) terhadap Produksi Gas Metan dalam Fermentasi Matanogenik Kotoran Ternak Abbas (Abbas); Suharjono Triatmojo; Lies Mira Yusiati
Buletin Peternakan Vol 36, No 2 (2012): Buletin Peternakan Vol. 36 (2) Juni 2012
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v36i2.1584

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah kulit pisang (Musa spp) terhadap kotoran sapi dan kuda sebagai substrat pada proses fermentasi metanogenik yang meliputi asam lemak volatil, suhu, pH, kadar metan, dan produksi gas metan. Percobaan dilakukan dengan 2 perlakuan, yaitu P1 untuk produksi biogas dengan substrat kotoran sapi, dan P2 untuk produksi biogas dengan substrat kotoran kuda. Masing-masing perlakuan dilakukan dalam 3 level perbandingan feses terhadap kulit pisang, yaitu 100:0%, 85:15%, dan 70:30%, dan dilakukan sebanyak 3 kali ulangan dengan pengambilan sampel hari ke-10, 20, dan 30. Variabel yang diukur adalah VFA, pH, suhu, total volume gas, persentase gas metan, dan produksi metan. Perbandingan substrat (kotoran + limbah kulit pisang) dengan air masing-masing 1:1,5 untuk P1 dan 1:2 untuk P2. Pengolahan data penelitian menggunakan perhitungan analisis split-plot, beda rerata antar perlakuan diuji dengan Duncan New Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah kulit pisang memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap produksi VFA, sangat nyata (P<0,01) terhadap konsentrasi gas metan dan produksi gas metan (CH4), tetapi tidak berpengaruh terhadap suhu dan pH digester. (Kata kunci: Kotoran sapi, Kotoran kuda, Limbah kulit pisang (Musa spp), Fermentasi metanogenik, Biogas)
Co-Authors Abbas (Abbas) Achmad Dinoto Achmad Dinoto Adhe Humaera Adi Magna Patriadi Nuhriawangsa Agustinah Setyaningrum, Agustinah Ahmad Sofyan Ali Agus Ali Agus Ali Agus Ali Agus Ali Wibowo Ali Wibowo Ali Wibowo Ambar Pratiwiningrum Andriyani Astuti Asih Kurniawati Asih Kurniawati B. Suhartanto Bambang Suhartanto Budi Prasetyo Widyobroto Canadianti, Monica Catur Suci Purwati Chusnul Hanim Diah Tri Widayati Dianestu Putra Edi Suryanto Edi Suryanto Edi Suryanto Edy Suryanto Efka Aris Rimbawanto Ema Damayanti Ema Damayanti Endang Baliarti Erika Kusumawardani Fandi Widya Rachman Firman Nasiu Gardika Windar Prahara H. Hartadi Hari Hartadi Harwanto (Harwanto) I Gede Suparta Budisatria I Gede Suparta Budisatria Ika Sumantri Jamhari (Jamhari) Joko Riyanto Koestantinah Koestantinah, Koestantinah Kunty Novi Gamayanti Kustantinah Kustantinah Lilis Hartati Ludfia Widyasmara mudawaroh, roisu Mudawaroh, Roisu Eny Mugiono (Mugiono) Muhamad Nur Cahyanto Muhamad Nur Cahyanto, Muhamad Nur Muhammad Nur Cahyanto Muhsin Al Anas Nafiatul Umami Nafly C. Tiven Nafly C. Tiven Novita Kurniawati Puput Diah Sitoresmi Rahma Fitriastuti Ristanto Utomo Ristianto Utomo Ristianto Utomo Ristianto Utomo Roisu Eny Mudawaroch Roisu Eny Mudawaroch Roisu Eny Mudawaroch Roisu Eny Mudawaroch Rusman (Rusman) Rusman Rusman Rusman Rusman Sapta Chandra Marnadi Hidayat Setiyono (Setiyono) Setiyono Setiyono Setiyono Setiyono Setiyono Setiyono Setiyono Setiyono Setiyono, Etiyono Soemitro Padmowijoto Soeparno Soeparno Soeparno Soeparno Subur Priyono Sasmito Budhi Suharjono Triatmojo Sujadi (Sujadi) Sulvia Dwi Astuti Supadmo (Supadmo) Suryanto, Edi Syamsul Arifin Tety Hartatik Tri Yuwanta Umar Santoso Umar Santoso Umar Santoso Wahidin Teguh Sasongko Wayan Tunas Artama Wayan Tunas Artama Wibowo, Siti 'Athiya Widayati, Okti Widodo Widodo Widodo Widodo Yantyati Widyastuti Zaenal Bachruddin Zaenal Bachrudin