Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Potensi Lokal Untuk Pengembangan Desa Wisata Yeh Embang Kangin I Gde Suranaya Pandit (Scopus ID: 57205029330)
Postgraduated Community Service Journal Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.739 KB) | DOI: 10.22225/pcsj.1.1.2020.19-23

Abstract

One of the villages in Jembrana Regency, Mendoyo Subdistrict, Yeh Embang Kangin Village which is a village has local potential for development into a tourist village, so that it can provide a change in impact for the people in the form of increased knowledge and economy of the local people. Therefore, the community empowerment program at Yeh Embang Kangin Tourism Village can develop into an agrotourism village, a spiritual tourism village and a marine tourism village and is equipped with culinary tourism. This type of research is a field research with descriptive analysis research specifications. Data sources are divided into primary data sources and secondary data sources. This research was conducted in Yeh Embang Kangin Village, Jembrana Regency. The research techniques used in this study are Milles, Saldana, and Huberman. From the results of the research conducted, it can be concluded that Yeh Embang Kangin Village in the north which is a mountainous area and dense forest, needs to be preserved as a source of water for the lives of its people. Yeh Embang Kangin Village as an agricultural area, can be managed to become a very attractive agro tourism attraction, starting from the nursery process, crop management, harvesting process, yield processing, and various kinds of processed products that are followed by quality standards. Spiritual Tourism Area about the existence of Rambut Siwi Temple which needs to be preserved. And marine tourism with surfing and snockling attractions to find out the biodiversity of marine life.
LAW ENFORCEMENT OF ILLEGAL BUSINESS TRANSACTION ON THE BORDER AREA BETWEEN INDONESIA AND TIMOR LESTE IN A DILEMMA NLM Mahendrawati; I Gde Suranaya Pandit; IN Sujana; S Nahak; C.A. Soares; A. M. Telman
Jurnal Hukum dan Peradilan Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Pusat Strategi Kebijakan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25216/jhp.10.1.2021.115-138

Abstract

This study is a type of empirical legal study conducted based on the discrepancy between the existing provisions and theories and the legal facts occurring among the society, that is, the transaction of goods carried out by crossing the border between two countries.Any hindering obstacles and barricades to the law enforcement over illegal businesses can be settled through social and cultural, economic, political, and security approaches. Alternative solutions that should be applied in dealing with such legal issues can be establishing buildings in the border area, which are specifically directed to help accelerate the handling of three fundamental problems faced in the scope of the development of the border area in question, one of which is delimitation and delineation aspects of the state's boundaries, the aspect of affirming national borders on watershed areas between Indonesia and Timor Leste, the aspect of development discrepancy in the form of fulfilling infrastructure needs in the economic field to foster opportunities for the border areas to participate and compete amid both global and regional markets.
Pengabdian Masyarakat dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pemindangan di Sentra Pemindangan Ikan Desa Kusamba, Bali I Gde Suranaya Pandit; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 16, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v16i2.319

Abstract

Program kemitraan masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh  Universitas Warmadewa bertujuan untuk meningkatkan mutu proses pemindangan di Desa Kusamba, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemindang lokal, agar produk pindang Desa Kusamba bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa penyuluhan, demonstrasi, serta pelatihan meliputi manajemen bahan baku, proses pengolahan pindang, dan kesehatan pemindang. Evaluasi dilakukan dengan melihat kehadiran peserta pada setiap kegiatan, antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan, serta peningkatan pengetahuan dievaluasi dengan melihat peningkatan skor setelah kegiatan dibandingkan skor sebelum kegiatan.  Kegiatan ini berlangsung setiap hari Sabtu pada bulan Agustus 2020 dan diikuti oleh 5 pemindang yang bekerja pada blok berbeda di Sentra Pemindangan Kusamba. Hasil skor tersebut kemudian dilakukan uji statistik paired t-test dan didapatkan rata-rata skor sebelum kegiatan 6,40 dan rata-rata skor setelah kegiatan 14,40; dengan rerata peningkatan sebesar 8 poin yang memiliki taraf signifikan (nilai P<0,05). Pemantauan pasca kegiatan sangat diperlukan agar kegiatan yang dilakukan dapat diterapkan secara kontinu.
EDUKASI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA DI PASAR IKAN KEDONGANAN, BALI Putu Nita Cahyawati (Scopus ID: 57203956416); Pande Ayu Naya Kasih; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Desak Putu Citra Udiyani; I Gde Suranaya Pandit
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.2.2022.53-59

Abstract

Pasar tradisional merupakan salah satu pilar perekonomian daerah di Indonesia. Salah satu pasar tradisional di Bali adalah Pasar Ikan Kedonganan. Lokasinya yang strategis memungkinkan pasar ini dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun internasional. Pedagang pasar tradisional merupakan kelompok masayarakat yang sangat rentan mengalamai risiko kesehatan dan keselamatan kerja khususnya selama pandemi Covid-19. Hal ini dikarenakan jarak fisik antara pedagang dan pembeli yang sangat dekat, ruang kerja terbatas, penggunaan alat pelindung diri yang minim, serta kebersihan yang buruk. Kurangnya informasi kesehatan dan perkembangan kesehatan kerja pada sektor informal ini merupakan salah satu pemicu terjadinya permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian pada kelompok pedagang di Pasar Ikan Kedonganan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mitra tentang kesehatan dan keselamatan kerja. Kegiatan diawali oleh diskusi, penyuluhan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menemukan bahwa partisipasi mitra selama kegiatan sangat baik (100%). Kegiatan penyuluhan juga dapat meningkatan pengetahuan mitra. Hal ini dinilai berdasarkan hasil nilai pretest dan posttest. Nilai pretest sebelum kegiatan adalah 18,82 dan nilai posttest pada akhir kegiatan yaitu 40. Peningkatan pengetahuan mencapai 2 kali lipat dari nilai awal namun belum mencapai nilai 70. Kesimpulan yang diperoleh antara lain pelaksanaan kegiatan telah berlangsung dengan baik sesuai dengan rencana. Terdapat peningkatan nilai prettest dan posttest dari 18,82 poin pada awal kegiatan menjadi 40 poin pada akhir kegiatan. Walaupun demikian, diperlukan upaya berkesinambungan dalam mendampingi mitra dalam penerapan edukasi yang telah diberikan.
Pengabdian Masyarakat Tentang Penanganan Udang Windu Segar di Pasar Ikan Kedonganan Bali I Gde Suranaya Pandit; I Wayan Wesna Astara; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v2i6.396

Abstract

Badung Regency Bali is one of the regencies in Bali that has a landing site, fresh fish marketing, and culinary tourism in the form of cafes and restaurants based on fish and other fishery products such as shrimp, squid, various shellfish, and others. All fishery-based community activities in Kedonganan Fish Market are mostly under the Mina Segara Village Unit Cooperative (KUD). One of the problems experienced by traders in Kedonganan Fish Market is the low level of sanitation that causes the quality of shrimp as a raw material that is often in demand by the public to be of low quality. The purpose of this activity is to improve the understanding of fish traders on how to handle fresh tiger shrimp to maintain fresh tiger shrimp products. The activities offered include training on how to handle fresh tiger shrimp using the cold chain system method, counseling on the legal aspects of market arrangement that meets the principles of ecotourism, and trader health. This service activity was carried out in the hall of KUD Mina Segara Kedonganan Village for 2 days including socialization of activities, training and demonstration of fresh tiger shrimp handling plots, delivery of boxfiber assistance, provision of PPE, and making Kedonganan Fish Market masterplan. The results of the activity are assessed from the input, outcome, and output indicators which are quite good, so it is necessary to be carried out continuously in the future.
Improvement of Hygiene and Sanitation in Fish Traders Group of Kedonganan Fish Market Toward Healthy Market: Peningkatan Hygiene dan Sanitasi pada Kelompok Pedagang Ikan di Pasar Ikan Kedonganan Menuju Pasar Sehat Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; I Gde Suranaya Pandit; Putu Nita Cahyawati
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.516 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1184

Abstract

Most traditional markets in Indonesia do not meet the Healthy Market requirements as stipulated in the Ministry of Health Regulation No. 17 of 2020, including the Kedonganan Fish Market in Badung Regency, Bali. The solutions and methods offered in this program include hygiene and sanitation counseling, demonstrations and hand washing exercises, as well as training on making economical ice packs. Partners will also receive PPE assistance packages, personal hygiene, and environmental sanitation to help partners implement the program. In terms of input, this activity was successfully carried out on July 2, 2022, with satisfying enthusiasm from the participants and very cooperative partners. For utcome, there is a significant increase in partner knowledge. In the output indicators, there is a significant change in partner attitudes and all partners have been able to carry out the 7 steps of hand washing. This program is expected to be implemented continuously in order to realize a Healthy Market. Abstrak Sebagian besar pasar tradisional di Indonesia tidak memenuhi syarat Pasar Sehat sebagaimana Peraturan Kementerian Kesehatan no 17 tahun 2020, termasuk Pasar Ikan Kedonganan yang berada di Kabupaten Badung, Bali. Solusi dan metode yang ditawarkan pada program ini meliputi penyuluhan hygiene dan sanitasi, demonstrasi dan senam cuci tangan, serta pelatihan pembuatan ice pack ekonomis. Mitra juga akan mendapatkan paket bantuan APD, hygiene personal, dan sanitasi lingkungan untuk membantu mitra menerapkan program. Secara input, kegiatan ini berhasil terlaksana dengan baik pada tanggal 2 Juli Juli 2022 dengan antuasiasme peserta yang memuaskan dan mitra sangat koperatif. Secara outcome, terdapat peningkatan pengetahuan mitra yang bermakna signifikan. Pada indikator output, terdapat perubahan sikap mitra yang bermakna signifikan dan seluruh mitra sudah mampu melaksanakan 7 langkah cuci tangan. Program ini diharapkan dapat dilaksanakan berkelanjutan untuk dapat mewujudkan Pasar Sehat.
Nutritional Status of Children Age 4-6 Years Old in Local Village Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Gede Suranaya Pandit
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 2 (2023): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i2.3035

Abstract

Malnutrition is the primary cause of morbidity and mortality in children. The term of malnutrition includes a state of undernutrition and overnutrition, that is caused by consumption of food that is lacking, poor absorption, or excessive loss of nutrients. To assess the nutritional status of children age 4-6 years old in local village, Bali. This research was a cross-sectional descriptive study with 60 subject which were kindergarten students in Bali and with 60 respondents which were the mother of the subjects. The data collecting technique of this research was purposive sampling, with using questionnaire for respondents and direct measurement for the subjects. Most of the respondents were in normal category based on anthropometry index. We also found the prevalence of over nutrition were higher than undernutrition. Undernutrition status was found more in children with less nutrient intake, normal nutrition status was found more in children with good nutrition intake, while over nutrition status was more dominant in children with high nutrition intake. Most of research subjects which are children age 4-6 years old in local village Bali are on normal category of nutritional status. This result are expected to be a basis in anticipation of further research and for making public health programs
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Nugget Ikan (Fish Nugget) Ni Made Darmadi; I Gde Suranaya Pandit; I Gusti Ngurah Sugiana
Community Service Journal (CSJ) Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (998.673 KB)

Abstract

Ikan memiliki kandungan gizi cukup baik terutama dari kandungan protein dan lemaknya. Protein Ikan mudah terserap oleh tubuh manusia, Kandungan lemak Ikan memiliki kandungan Kolesterol yang termasuk dalam golongan HDL. Dengan kelebihan lainnya ikan tidak serta merta mau dinikmati oleh sebagian masyarakat terutama oleh anak-anak. Untuk itu perlu adanya penganekaragaman bentuk olahan ikan sehingga lebih menarik, diantaranya dengan cara membuat Nugget Ikan. Nugget ikan adalah olahan daging ikan yang dicampur dengan sedikit tepung dan telur sebagai bahan dasar. Jenis olahan ini dapat dinikmati dalam jangka panjang karena penyimpanan sebelum dikonsumsi dalam suasana beku. Di desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung memiliki potensi perikanan cukup baik, banyak terdapat kelompok pembudidaya ikan, tetapi kurang aktif. Melihat Potensi yang ada Fakultas Pertanian khususnya Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan melakukan pengabdian ke Desa tersebut untuk membantu masyarakat untuk kembali aktif membudidayakan ikan. Ikan yang dibudidaya sangat layak untuk diolah menjadi nugget ikan. Diharapkan dari kegiatan ini dapat memenuhi kebutuhan protein warga dan sebagai pendapatan sampingan bagi ibu-ibu untuk mengisi waktu luangnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penyuluhan kepada ibu-ibu di desa Sulangai dalam mengelolah ikan menjadi Nugget ikan. Metode yang digunakan dalam Pengabdian tersebut, untuk Nugget Ikan masih bersifat Penyuluhan saja, tidak dilaksanakan Pelatihan karena saat itu Ibu-ibu di Desa Sulangai ada kegiatan lain/Upacara bersamaan dengan waktu Pengabdian. Hasil penyuluhan dan kegiatan ini adalah bapak-bapak kelompok pembudidaya ikan sangat antusias dengan materi ini dan akan mengundang kembali untuk memberikan penyuluhan dan praktik langsung.
Pengabdian Masyarakat Dalam Rangka Pengembangan Kebun Raya Gianyar Sebagai Destinasi Wisata Usadha Di Bali Desak Putu Citra Udiyani; Pande Ayu Naya Kasih; I Gede Suranaya Pandit
Empowerment: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): MARET 2023
Publisher : Pusat Riset Manajemen dan Publikasi Ilmiah Serta Pengembangan Sumber Daya Manusia Sinergi Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55983/empjcs.v2i2.398

Abstract

Usadha or herbal-based traditional medicine has been widely used by the people of Indonesia, especially Bali. Bali is considered to have a great potential to become an area for developing herbal tourism destinations. Gianyar Botanical Garden is one of the tourist destinations in Bali which is suitable to be developed into a usadha tourist destination. This community service activity aims to provide initial ideas for the development of the Gianyar Botanical Gardens as an usadha tourist destination through focus group discussions, socialization, counseling, and provision of additional plant collections Tulsi "the queen of herbs", and promotional assistance through social media. The entire series of activities had been carried out in July 2022. The activities were also combined with the field visit activities of the Elective Study of Balinese Herbal Medicine, Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University. It is expected that the program will not only be able to increase the branding of the Gianyar Botanical Gardens but also herbal based medicine, especially among millennials.
Quality Evaluation of Frigate Mackarel Fish Pindang and Flying Fish Pindang from Fish Processing Centers in Kusamba Village, Klungkung Regency, Bali I Gde Suranaya Pandit
AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Asia Pacific Network for Sustainable Agriculture, Food and Energy (SAFE-Network)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.863 KB) | DOI: 10.29165/ajarcde.v7i2.274

Abstract

Pindang is one of the traditional processed products derived from fish. Various types of fish can be processed into pindang, namely frigate mackerel fish, flying fish, sardinella, tuna, mackarel, cakalang and milkfish. Various types of fish cause various types of processing are carried out by the community and will eventually produce different quality. The purpose of this study was to evaluate and analyze the chemical, microbiological and organoleptic quality produced. Quality evaluation in comparative experimental research by comparing the quality of frigate mackarel fish pindang with flying fish. Parameters evaluated included chemical parameters, namely water content, salt content, histamine content, total volatile bases content, and trimethylamine content, microbiological parameters such as the number of bacteria, as well as organoleptic parameters including appearance, smell, texture, and taste. Based on the results of the study, the quality of frigate mackerel pindang with flying fish had significantly different qualities, especially in chemical assessment and organoleptic assessment.