Claim Missing Document
Check
Articles

POWER SYSTEM RELIABILITY ANALYSIS FOR DIFFERENT LINE OUTAGE CONDITIONS Akanksha Priya; Sujit Pani; Dipu Sarkar; Lomi, Abraham
Journal of Sustainable Technology and Applied Science (JSTAS) Vol. 3 No. 2 (2022): Journal of Sustainable Technology and Applied Science, November 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jstas.v3i2.8077

Abstract

Power System Reliability Assessment is a crucial and significant feature of power system design, planning, and operation. A power system comprises many components that are interconnected in meaningful and rational ways. In the present paper, a simulation is carried out for line outage conditions. In a power system, some of the lines are extremely important. If such a line outage is happening then a cascading failure may occur. This failure leads to grid collapse. So, a power engineer needs to know which line will be more important. In the present work, reliability was done for different line outage conditions to check the importance of the line. This report defines a transmission network, generation system, and load model that can be used to compare the power system of reliability assessment methods. The objective is to estimate the reliability index for improvement of power system reliability analysis for different line outage conditions. The improvement in reliability assessment was evaluated with a reliability index that includes ACCI (Average Customer Curtailment Index), AENS (Average Energy Not Supplied), ASAI (Average Service Availability Index), ASUI (Average Service Unavailability Index), CAIDI (Customer Average Interruption Duration Index), CTAIDI (Customer Total Average Interruption Duration Index), EENS (Expected Energy Not Supplied), SAIDI (System Average Interruption Duration Index), and SAIFI (System Average Interruption Frequency Index) for different line-outage conditions using Electrical Transient Analyzer Program (ETAP) software. The transmission system comprises 24 load/generation buses that are connected by 38 switches or transformers with two voltages that is, 138 KV and 230 KV. Transmission system data consists of line, transformer, impedance, and reliability data.
TRANSIENT FREQUENCY STABILITY ASSESSMENT OF THE INTERCONNECTED SOUTH SULAWESI POWER NETWORK Efendi, Khorul Fahmi; Lomi, Abraham; Muljanto, Widodo Pudji; Wartana, I Made; Krismanto, Awan Uji
Journal of Sustainable Technology and Applied Science (JSTAS) Vol. 5 No. 2 (2024): Journal of Sustainable Technology and Applied Science, November 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jstas.v5i2.11736

Abstract

The power system consists of interconnected generation, transmission, and load centres, forming a complex electrical network called a grid. One of the significant challenges in power systems is ensuring stability—the system's ability to return to regular or stable operation (steady state) after experiencing significant disturbances such as generation loss, switching operations, sudden load changes, or faults like short circuits. Transient analysis plays a crucial role in determining the appropriate relay operation scheme, critical disconnection time for circuit breakers, and the transfer capability between systems, all of which must be optimised to maintain stability. This study simulates and analyses the frequency transient stability to assess system reliability during disturbances of the 150 kV South Sulawesi interconnected system. The study also determines the Critical Clearing Time (CCT) necessary to achieve the stable conditions of the interconnected system. The simulation is tested on the South Sulawesi interconnected system. The analysis results show frequency drops of about 0.0397% at GI Bantaeng and 0.0401% at the GI Punagaya bus, PLTU Jeneponto 1, and PLTU Jeneponto 2.
CATU DAYA NIRKABEL DENGAN TRACKING PANEL SURYA UNTUK PENGISIAN BATERAI HANDPHONE DIAREA PARKIR Diran kurniawan; Lomi, Abraham; Yuwono, Alfarid Hendro
Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro Vol 8 No 2 (2024): Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Penggunaan teknologi telepon seluler tidak lepas dari penggunaan charger. Charger yang sering digunakan membutuhkan energi listrik dari PLN dan genset. Panel surya menjadi solusi alternatif sebagai sumber energi listrik modern. Penelitian ini menggunakan pengisian daya nirkabel yang menggunakan gaya elektromagnetik di dalam sistem, sehingga menghilangkan kebutuhan akan kabel.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pengisian nirkabel yang menggunakan panel surya sebagai sumber listriknya. Alat ini menggunakan dua buah lilitan kumparan, yaitu lilitan primer yang dihubungkan dengan power bank dan lilitan sekunder yang menerima tegangan dan menyalurkannya ke beban (ponsel). Penelitian ini menemukan bahwa generator panel surya beroperasi tergantung pada intensitas sinar matahari. Pada perencanaan alat terdapat input pada wireless charging yaitu 15 watt dan output pada load (handphone) 10-15 watt. Baterai powerbank mampu menerima daya yang diberikan oleh panel surya dengan baik, baterai powerbank dapat terisi 290 menit dengn tegangan yang dihasilkan yaitu 5,2 volt. Baterai handphone dapat menerima daya yang diberikan oleh powerbank dengan rata-rata kenaikan setiap 1% baterai memerlukan waktu selama 5 menit. System pengisian wireless pada penelitian ini menggunakan panel surya dengan system pembangkit sinyal gelombang sinus frekuensi 90 kHz dan dua buah kumparan sebagai system transmisi energi berbasis wireless charger.
PERENCANAAN SISTEM PENGGERAK MOBIL LISTRIK MENGGUNAKAN MOTOR DC SHUNT Maulana Bayhaqi; Lomi, Abraham; Krismanto, Awan Uji
Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro Vol 8 No 2 (2024): Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi telah memicu perubahan dalam dunia industri otomotif, salah satunya adalah pengembangan mobil berbahan bakar listrik. Sebuah mobil listrik membutuhkan beberapa komponen pendukung, salah satunya adalah motor listrik. Pemilihan motor listrik DC yang akan digunakan dalam mobil listrik sebagai sistem penggerak, haruslah disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan oleh mobil listrik itu sendiri. Tujuan penelitian ini menentukan besarnya kapasitas dan jenis motor listrik yang akan digunakan sebagai penggerak mobil listrik. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, motor listrik DC Shunt yang digunakan memiliki spesifikasi daya sebesar 350 Watt, arus sebesar 19.2 ampere dan tegangan sebesar 24 Volt serta memiliki rpm sebesar 2750 rpm. Pemilihan motor listrik DC Shunt dikarenakan motor listrik jenis ini memiliki beberapa keunggulan yang mendukung kinerja pada pengaplikasian gokart. Keunggulan motor listrik DC Shunt diantaranya seperti memiliki kestabilan pada kecepatannya, karakteristik torsi yang baik, dan kemudahan dalam pengendalian atau pengontrolan putaran motor, yang sesuai untuk pengaplikasian dalam sistem penggerak gokart. Dalam pengujian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa pada beban minimum 96 kg membutuhkan daya sebesar 293.38 watt sedangkan pada beban maksimum 118 kg, membutuhkan daya hingga 349.75 watt.
DESAIN SISTEM PENYEMPROTAN TANAMAN BERBASIS IOT DENGAN SUMBER CATU DAYA PLTS SISTEM TRACKING Wingki Albet; Lomi, Abraham; Yuwono, Alfarid Hendro
Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro Vol 8 No 2 (2024): Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Pertumbuhan industri pertanian membutuhkan inovasi teknologi agar produktivitas dapat ditingkatkan. Salah satunya ialah sistem penyemprotan tanaman otomatis yang memanfaatkan energi matahari serta terintegrasi dengan platform Iot. Namun, penggunaan panel surya statis kurang optimal dalam menangkap sinar matahari. untuk mengatasi hal itu, penelitian ini merancang sistem solar tracker berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini dilengkapi sensor untuk mendeteksi intensitas dan arah datangnya sinar matahari. dari data tersebut, panel surya akan digerakkan secara otomatis agar selalu menghadap ke arah matahari, sehingga penyerapan energi matahari menjadi maksimal. Data dari sensor dikirimkan ke platform IoT melalui koneksi WiFi, memungkinkan pemantauan dan pengontrolan sistem secara real-time via antarmuka web Thingspeak. Sistem ini dapat menyemprot tanaman secara otomatis dan lebih efisien dibandingkan penyemprotan manual. Kemampuannya itu membuat Para petani dapat mengontrol jadwal penyemprotan pupuk atau pestisida dari jarak jauh melalui antarmuka web yang user-friendly, memungkinkan aplikasi tepat waktu dan akurat untuk meningkatkan hasil panen. Potensi implementasi skala besar sistem penyemprotan pintar berbasis IoT ini diharapkan dapat mendukung kemandirian energi sekaligus produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
ANALISA PENERAPAN STATIC VAR COMPENSATOR (SVC) PADA SALURAN TRANSMISI 150KV BALI risky.a.f, Risky; Wartana, I Made; Lomi, Abraham
Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro Vol 8 No 2 (2024): Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saluran transmisi listrik 150 kV di Bali menghadapi tantangan dalam mengelola fluktuasi tegangan dan kestabilan sistem akibat dari variasi beban yang dinamis. Untuk meningkatkan kualitas daya yang disalurkan, diperlukan solusi yang efektif dalam mengendalikan daya reaktif, yang dapat dilakukan dengan menerapkan Static Var Compensator (SVC). SVC adalah perangkat yang berfungsi untuk mengatur kompensasi daya reaktif secara dinamis sesuai dengan kebutuhan sistem. Dalam konteks saluran transmisi 150 kV di Bali, penerapan SVC dapat memberikan beberapa manfaat signifikan. Pertama, SVC dapat meningkatkan kestabilan tegangan dengan cepat merespon fluktuasi beban yang terjadi secara dinamis. Hal ini sangat penting untuk menjaga tegangan tetap dalam batas yang diizinkan, mengurangi kemungkinan terjadinya lonjakan atau penurunan tegangan yang dapat mempengaruhi kinerja peralatan listrik. Selain itu, SVC juga dapat membantu dalam meningkatkan efisiensi sistem transmisi dengan mengurangi rugi-rugi daya dan meningkatkan kapasitas transmisi yang tersedia. Dengan mengontrol aliran daya reaktif, SVC memungkinkan sistem untuk mengoperasikan saluran transmisi lebih dekat dengan batas kemampuannya tanpa mengorbankan kualitas daya yang disalurkan.Namun, penerapan SVC tidak datang tanpa tantangan. Beberapa pertimbangan teknis dan ekonomis perlu diperhatikan, seperti biaya investasi awal, pemeliharaan, dan integrasi dengan sistem kontrol yang ada. Selain itu, perencanaan yang cermat dalam menentukan lokasi instalasi SVC juga penting untuk memastikan efektivitasnya dalam mendukung operasi sistem transmisi secara keseluruhan. Studi ini mengevaluasi penerapan SVC pada saluran transmisi 150 kV di Bali dengan menganalisis manfaat yang diharapkan, tantangan yang dihadapi, dan solusi yang diperlukan untuk mengoptimalkan kinerja sistem. Hasil dari analisis ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi pengambil keputusan dalam industri tenaga listrik untuk mempertimbangkan implementasi SVC sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas dan efisiensi sistem transmisi di Bali. Dari simulasi yang dilakukan dengan memasang pengendali modern tersebut di lokasi terbaik yaitu pada bus GI Ampra dengan kapasitas SVC 50 Mvar berhasil menaikkan dua bus yang mengalami undervoltage yaitu GI Ampra 0,9339 p.u menjadi 1,02 p.u, GI Gnayr 0,9356 menjadi 1,02 p.u.
Implementasi Metode Artificial Bee Colony Untuk Penempatan Distributed Generator Pada Penyulang Rayon Tanjung Hidayat, Rahmat; Lomi, Abraham; Budi Sulistiawati, Irrine
Jurnal JEETech Vol. 5 No. 2 (2024): Nomor 2 November
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/jeetech.v5i2.5202

Abstract

Distributed Generation (DG) is a power plant that is spread over the power distribution network. In principle, electrical power output is generated by power plants located far from the load center and electrical power is transmitted to the load center through transmission and distribution networks. The longer the cable from the power plant or substation, the lower the voltage at the end load. Sub-optimal DG placement and size can result in increased power losses and affect the system voltage profile. In addition, suboptimal generation capacity can lead to voltage instability, reduced system security, and potential impacts on system frequency and emissions. Therefore, this study will use the Artificial Bee Colony (ABC) method to determine the optimal DG capacity and location. In the base case condition, the power losses in the system are 118 KW and 99 Kvar. Power losses after the installation of 1 DG active power loss becomes 37.4 KW and reactive power loss becomes 31.65 Kvar. Placement of 2 DGs reduces active power loss to 17 KW and reactive power loss to 15 Kvar. While the placement of 3 DG reduces active power loss to 33 KW and reactive power loss to 28 KVar.
PERILAKU KONSUMSI AIR UNTUK KONSERVASI PADA RUMAH TINGGAL BERKONSEP RAMAH LINGKUNGAN Wijayaningtyas, Maranatha; Nursanti, Ellysa; Istiqoma, Maria; Abraham Lomi; Nusa Sebayang
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 9 No 01 (2025): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v9i01.11714

Abstract

Krisis lingkungan dan energi adalah masalah global yang saling terkait, mempengaruhi banyak aspek kehidupan, dan diperburuk oleh pertumbuhan populasi yang pesat. Untuk mengatasi tantangan ini, pengoptimalan penggunaan energi dan sumber daya air menjadi prioritas penting dalam pembangunan berkelanjutan. Konsep green building, termasuk sistem penilaian Greenship di Indonesia, muncul sebagai solusi efektif untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan melalui efisiensi energi, konservasi air, dan penggunaan material berkelanjutan. Fokus utama green building pada pengelolaan air menjadi krusial mengingat meningkatnya kebutuhan air bersih. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perilaku penghuni terhadap konsumsi air dan meningkatkan efisiensi penggunaan air di rumah tinggal. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan survei terhadap 77 responden di kawasan perumahan Malang dan Surabaya. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden menggunakan air PDAM karena kualitas yang lebih baik dibandingkan air sumur yang sering tercemar. Partisipasi masyarakat dalam konservasi air tinggi, dengan 77% responden mendukung teknologi hemat air seperti aerator dan pengumpulan air hujan. Meskipun terdapat kekhawatiran terhadap biaya perawatan, responden menyadari manfaat jangka panjang dalam menjaga kelestarian sumber daya air dan kualitas hidup. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemahaman perilaku penghuni dalam perancangan intervensi konservasi air yang berkelanjutan.
Hardware implementation of type-2 fuzzy logic control for single axis solar tracker Krismanto, Awan Uji; Muhammad Davi Labib, Radimas Putra; Setiadi, Herlambang; Lomi, Abraham; Abdillah, Muhammad
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 35, No 1: July 2024
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v35.i1.pp102-112

Abstract

Solar tracker widely maximizes solar energy harvesting by maintaining a perpendicular relative position between the sun and the solar panel. Single and dual-axis solar tracker controllers are the most control mechanisms that are widely implemented. The single-axis solar tracker (SAST) is preferable between those two control mechanisms due to economic and simpler control algorithm features. Many control algorithms have been proposed to improve the performance of SAST. The conventional proportional integral derivative (PID) controller has major limitations mainly corresponding to slower response. Moreover, it cannot handle the uncertainties of the sunlight. To overcome the problem, type 2-fuzzy logic control (T2-FLC) is proposed. The single-axis solar tracker controller based on T2-FLC is applied in Arduino and implemented in the hardware environment. It was monitored that the T2-FLC provides much better responses than the conventional controllers in terms of better dynamic response and more efficiency in harvesting solar energy.
ANALISIS HARMONISA PADA PENYULANG GELITING PT. PLN KAB. SIKKA AKIBAT INTEGRASI PLTS WAIRBLELER KAPASITAS 1 MWP Irenetta Boru Silalahi; Lomi, Abraham; Muljanto, Widodo Pudji
Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro Vol 9 No 1 (2025): Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro
Publisher : Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam sistem distribusi listrik dapat memberikan manfaat , seperti peningkatan efisiensi energi dan pengurangan beban pada gardu induk. Namun, integrasi PLTS juga dapat menimbulkan permasalahan kualitas daya, salah satunya adalah harmonisa yang dihasilkan oleh inverter PLTS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak integrasi PLTS Wairbleler berkapasitas 1 MWp terhadap harmonisa pada penyulang Geliting dengan menggunakan software ETAP 19.0.1. Hasil simulasi menunjukkan bahwa sebelum terintegrasi dengan PLTS nilai THDv-nya sebesar 2,03% dan setelah terintegrasi dengan PLTS nilai THDv-nya sebesar 6,85%. Untuk melakukan perbaikan nilai distorsi yang melebihi batas standar IEEE 519-1992 dilakukan pemasangan filter harmonisa. Setelah dilakukan pemasangan filter single tuned, persentase nilai THD mengalami penurunan yang awalnya memiliki nilai THD 6,85 % menjadi 3,11 %.
Co-Authors Abdul Hamid Abdurrohman Eko Saputra Adlan Bagus Pradana Agung Bagus Putranto Ainun Zakiyah Ainun Zakiyah Akanksha Priya Al-Hajj, Baligh Belal Yahya Mohammed Alfarid Hendro Yuwono Angga Budi Prastyo Anto Nugroho Apolonio Nuncio Fernandes de Castro Ardyono Priyadi Arfan Natan Palumpun Aryuanto Soetedjo Aventus Wagur Awan Awan awan krismanto Awan Uji Krismanto Bambang Prio Hartono Bayu Jaya PUSPITA Cahyo Edi Wicaksono Choirul Saleh Davis, Vincentius Deva Herdiyanto Putra Dhadbanjan Thukaram Dhayal Gustopo Dhilah Danumerta Subeki Dipu Sarkar Diran kurniawan Eding Iskak Imananto Efendi, Khorul Fahmi EKO NURCAHYO Eko Yohanes Setyawan Ella Levana Puspanegara Ellysa Nursanti Endah Kusuma Rastini Fandi Juli Wirawan Farhan Farhan Firmansyah M Fourry Handoko Fuad Hasan Gustopo, Dayal Hadi Suyono Hadi Suyono Hadi Suyono Hafizhul Ayyasi Khairullah Herlambang Setiadi Heru Purbo Waseso Heru Purbo Waseso Hunip Setio I Made Wartana Ida Soewarni Ikhwan Romadhoni Irenetta Boru Silalahi Irrine Budi Sulistiawati Jeremias Lazaros Da Silva Neves Jimmy Jimmy Julianus Hutabarat Ketut Agung Agus Jaya Kukuh Maulana Arhami Kustamar Longginus L. Do Nacimento Luh Putu Ratna Sundari M, Firmansyah Maranatha Wijayaningtyas Maria Istiqoma Maulana Bayhaqi Maxi Dwi Atmanto Moch Fahrulrozi Mokh Suseno Aji Sari Muhammad Abdillah Muhammad Davi Labib, Radimas Putra Muhammad Iqbal Muljanto, Widodo Pudji Ni Putu Agustini Nusa Sebayang Palumpun, Arfan Natan Puspita, Bayu Jaya Putri Zulianti Rachmad Albi Igam Rachmad Rahmat Hidayat Rini Nur Hasanah risky.a.f, Risky Rusilawati Rusilawati Silvester Sari Sai Soeparno Djiwo Sri Renaningsih Subandiyah Aziz Sujit Pani Suyono, Hadi Taufik Rahim Taufik Rahim, Taufik Togi H Nainggolan Widodo Pudji Muljanto Wingki Albet Yohanes Latumahina Yusuf Ismail Nakhoda Yusuf Ismail Nakhoda Zailani, Putri Zakiyah, Ainun