Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Mapping of Fishing Areas and Fish Catches by Purse Sine KM. Rebert Tinambunan, Deviana; Silooy, Fanny; Luasunaung, Alfret; Labaro, Ivor Lembondorong; Kayadoe, Mariana E; Sitanggang, Effendi Pengihutan; Thamin, arman; Dien, Heffry V
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i1.39694

Abstract

The division of Indonesian waters into several fisheries management areas illustrates very different habitat characteristics and has a diversity of biological resources that may vary. WPPNRI 716 is a management area in Indonesian waters which includes the waters of the Sulawesi Sea and the northern part of Halmahera Island. This research was carried out by the purse seiner KM. Rebert carried out fishing operations in the waters of the Sulawesi Sea at WPPNRI 716. Data collection was carried out for 4 months, namely from October 2021 - to January 2022, with the aim of knowing the distribution area of catching and KM. Rebert catches. KM. Rebet catchment area based on the GPS point is located at WPPNRI 716, which is 81.5 miles from the fishing base (Tumumpa Beach Fishery Port). The number of catches in October (trip 1) was 6350 kg, in October (trip 2) was 4807 kg, in November (trip 3) was 10245 kg, in December (tip 4), was 4234 kg, in December (trip 5) as much as 4280 Kg, in January (trip 6) as many as 2645, and in January (trip 7) 4350 Kg. Judging from the type of catch during the research, there was 13265 kg of mackerel scad (Decapterus sp), then 12953 kg of skipjack tuna (Katsuwonus pelamis L), 4884 kg of yellowfin tuna (Thunnus albacares), and 4100 kg of mackerel tuna (Euthinnus affinis). Selar fish (Selaroides sp) as much as 904 Kg, jackfish (Caranx sp) as much as 500 Kg, rainbow runner fish (Elagatis bipinnulatus) as much as 350 Kg, and the lowest is bullet tuna (Auxis rochei) fish as much as 55 Kg.Keywords: Mapping; KM. Rebert; Purse SeinerAbstrakPembagian wilayah perairan Indonesia ke dalam beberapa kawasan pengelolaan perikanan menggambarkan karakteristik habitat yang sangat berbeda dan memiliki keanekaragaman sumberdaya hayatinya yang dapat saja berbeda. WPPNRI 716 merupakan wilayah pengelolaan di perairan Indonesia yang meliputi perairan Laut Sulawesi dan sebelah Utara Pulau Halmahera.Penelitian ini dilaksanakan kapal pukat cincin (purse seiner) KM. Rebert yang melakukan operasi penangkapan ikan di perairan Laut Sulawesi pada WPPNRI 716.  Pengambilan data dilakukan selama 4 bulan yaitu pada bulan Oktober 2021 - Januari 2022, dengan tujuan untuk mengetahui daerah sebaran penangkapan dan hasil tangkapan KM. Rebert. Daerah penangkapan KM. Rebet berdasarkan titik GPS berada pada WPPNRI 716 yang berjarak dari fishing base (Pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa) ± 81,5 mil. Jumlah hasil tangkapan pada bulan bulan Oktober (trip 1) sebanyak 6350 Kg, bulan Oktober (trip 2) sebanyak 4807 Kg, bulan November (trip 3) sebanyak 10245 Kg, bulan Desember (tip 4), sebanyak 4234 Kg, bulan Desember (trip 5) sebanyak 4280 Kg, bulan Januari (trip 6) sebanyak 2645, dan bulan Januari (trip 7) 4350 Kg. Dilihat dari jenis tangkapan selama penelitan adalah ikan layang (Decapterus sp) sebanyak 13265 Kg, kemudian ikan cakalang (Katsuonus pelamis L) sebanyak 12953 Kg, ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) sebanyak 4884 Kg, ikan tongkol (Auxis rochei) sebanyak 4100 Kg ikan selar (Selaroides sp) sebanyak 904 Kg, ikan kuwe (Caranx sp) sebanyak 500 Kg, ikan sunglir (Elagatis bipinnulatus) sebanyak 350 Kg, dan yang paling rendah adalah ikan tongkol (Auxis rochei) sebanyak 55 Kg.Kata Kunci:Pemetaan; KM. Rebert; Pukat Cincin. 
Length Weight Relationship of Bigeye Scad (Selar crumenophthalmus) Catch by Purse Seine in Manado Bay Makarondong, Geral Manuel; Sitanggang, Effendi P.; Labaro, Ivor L.; Luasunaung, Alfret; Manoppo, Lefrand; Pangalila, Fransisco P. T.; Thamin, Arman
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 1 (2022): ISSUE JANUARY-JUNE 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i1.39718

Abstract

The intensity of the catch of bigeye scad (Selar crumenophthalmus), is expected to cause problems in the availability of these fish resources. The purpose of this research is to analyze the Length-weight relationship of Bigeye scad caught by purse seine in Manado Bay. as well as to evaluate the results of the analysis of the Length-weight relationship and the catchment feasibility of the catch to support the sustainability of the potential of bigeye scad resources. The method used in this study is a quantitative method. conducted at Tumumpa Manado Coastal Fisheries Port, using fork length measurement data (FL) and weight of bigeye scad taken by the author under the guidance of lecturers in May 2021 and November 2021. Length-weight relationship of bigeye scad caught in May 2021 follows the equation W = 0,0249 L2.8057 with K = 1.01 and in November 2021 W = 0,0207 L2.9151. The type of bigeye scad in both seasons is categorized as negative allometric. This fish is categorized as unfit to catch (Lc < Lm). The structure of the catch in May 2021 obtained an average length of 10.26 ± 0.26 cm and an average weight of 18.03 ± 1.51 g where 51% were caught at a size of 9.8-10.8 cm and 46% had a weight of 11.0-16.0 g. while in November 2021 the average length was 10.90 ± 0.28 cm and the average weight was 22.53 ± 1.76 g where 50% were caught at a size of 10.0-11.0 cm and 31% g weight 21.0-26.0 g.Keywords: Bigeye Scad; Length Weight Relationship; Decent Catch; Purse Sein; Manado BayAbstrakIkan Selar bentong memiliki cita rasa enak, disukai masyarakat, dan harganya pun murah. Intensitas ketertangkapan jenis ikan ini, diduga kelak akan menimbulkan masalah ketersediaan sumberdaya ikan ini. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan panjang berat ikan selar bentong hasil tangkapan kapal pukat cincin (purse seiners) di Teluk Manado, serta Mengevaluasi hasil analisis hubungan panjang berat ikan selar bentong dengan kelayakan tangkap hasil tangkapan untuk menopang keberlanjutan potensi sumberdaya ikan selar bentong ini. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif, dilakukan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tumumpa Manado, dengan menggunakan data ukuran panjang cagak (fork length, FL) dan berat ikan selar bentong yang diambil oleh penulis di bawah bimbingan dosen pada Mei 2021 (musim Pancaroba I) dan November 2021 (musim Pancaroba II) yang tertangkap purse seiners di Teluk Manado. Hubungan panjang berat ikan selar bentong yang tertangkap pada Mei 2021 mengikuti persamaan W = 0,0249 L2.8057 dengan K = 1.01 dan pada November 2021 W = 0,0207 L2.9151. Tipe pertumbuhan ikan selar bentong pada kedua musim tersebut terkategori alometrik negatif (b < 3), ikan ini terkategori tidak layak tangkap (Lc < Lm). Struktur hasil tangkapan pada Mei 2021 diperoleh panjang rerata 10.26 ± 0.26 cm dan berat rerata 18.03 ± 1.51 g, di mana 51% tertangkap pada ukuran 9.8 - 10.8 cm dan 46% memiliki berat 11.0-16.0 g, sementara pada November 2021 panjang rerata 10.90 ± 0.28 cm dan berat rerata 22.53 ± 1.76 g, di mana 50% tertangkap pada ukuran 10.0-11.0 cm dan 31% memiliki berat 21.0-26.0 g.  Kata Kunci: Selar Bentong; Hubungan Berat Panjang; Kelayakan Tangkap; Pukat Cincin; Teluk Manado
Fishing Season Estimation of Mackerel Scad (Decapterus spp) with purse seines in the Sulawes Sea based on catch data Ginting, Jebry Yanta; Pamikiran, Revols D. Ch.; Masengi, Kawilarag W. A; Luasunaung, Alfret; Dien, Heffry V.; Manu, Lusia
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 2 (2022): ISSUE JULY-DECEMBER 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i2.41897

Abstract

This study aims to determine the pattern or fluctuations in the fishing season of mackerel scad (Decapterus spp) and suspected months of the fishing season. Data analysis is made in the form of cross-tabulation and mapped into graphs. Fishing season is determined by the average percentage methods based on time series analysis. The results indicated that the fishing season of mackerel scad in the Sulawesi Sea fluctuates. The fishing season occurs from May to November with the highest season/seasonal index occurring in July, while non-seasonal conditions occur from December to April with the smallest seasonal index/non-seasonal peak occurring in January.Keywords:  mackerel scads, fishing season, fluctuation, Sulawesi SeaAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pola atau bentuk fluktuasi musim  penangkapan  dan pada bulan apa saja diduga menjadi kondisi musim penangkapan ikan layang (Decapterus spp). Penyajian dan analisis data dibuat dalam bentuk tabulasi silang dan dipetakan dalam bentuk grafik. Untuk analisis musim penangkapan ikan menggunakan Metode Presentasi Rata-rata (The Average Percentage Methodes) yang didasarkan pada Analisis Runtun Waktu (Time Series Analysis). Hasil analisis menunjukan bahwa musim penangkapan ikan layang (Decapterus spp) di Laut Sulawesi berfluktuasi. Musim penangkapan terjadi pada Mei sampai November dengan puncak musim/indeks musim tertinggi terjadi pada Juli sedangkan kondisi bukan musim terjadi pada Desember sampai April dengan indeks musim terkecil/puncak bukan musim terjadi pada Januari. Kata-kata Kunci: ikan layang, musim penangkapan, fluktuasi, laut Sulawesi.
The Effect of Bait Type on Total Catch of Skipjack Tuna (Katsuwonus Pelamis) by Using Hand Line Larengka, Falenscya; Manoppo, Lefrand; Manu, Lusia; Sitanggang, Effendi P.; Luasunaung, Alfred; Kayadoe, Mariana E.
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 2 (2022): ISSUE JULY-DECEMBER 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i2.41949

Abstract

A hand line is one type of fishing gear that is often used by traditional fishermen to catch fish. Hand lines are categorized as active fishing gear and are also environmentally friendly. The operation of the equipment is relatively simple, it does not use a lot of auxiliary equipment such as fishing trawls and ring trawls.  This research was conducted in March and April 2022 in the Alo village, District Rainis, Talaud Islands Regency. The purpose of this study was to determine the best type of bait for catching skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) with hand lines and to identify other types of fish caught. The method used in this research is a descriptive and participatory method, namely collecting data on catches in the fishing ground. Data analysis used a Randomized Block Design. The three types of bait used are artificial bait (silk), live fish bait, and chicken feathers. During this research, totally caught as many as 57, that is skipjack tuna (Katsuwonus pelamis) 31 (54.39%), mackerel tuna (Euthynnus affinis) 17  (29.82%), and mahi-mahi (Coryphaena hippurus) 9 (15.79). Based on the data analysis, the treatment of the type of hand line bait did not affect to catch.Keywords: skipjack; hand line; bait; catch. Abstrak        Pancing ulur merupakan salah satu jenis alat penangkapan ikan yang sering digunakan oleh nelayan tradisional untuk menangkap ikan di laut dan termasuk alat penangkapan ikan yang aktif dan juga ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan pada Maret dan April 2022 di desa  Alo, Kecamatan Rainis, Kabupaten Kepulauan Talaud. Tujuan penelitian adalah mengetahui jenis umpan yang terbaik untuk menangkap ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) dengan pancing ulur dan mengetahui jenis ikan lainnya yang tertangkap.  Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan partisipatif, yaitu pengambilan data hasil tangkapan di daerah penangkapan (fishing ground). Analisis data menggunakan Rancangan Acak Kelompok.Tiga jenis umpan yang digunakan adalah umpan tiruan (kain sutera), umpan ikan hidup dan bulu ayam. Selama penelitian, total ikan yang tertangkap sebanyak 57 ekor ikan yang terdiri dari cakalang (Katsuwonus pelamis) sebanyak 31 ekor (54,39%), tongkol (Euthynnus affinis) sebanyak 17 ekor (29,82%) dan lemadang (Coryphaena hippurus) sebanyak 9 ekor (15,79%). Berdasarkan analisis data, perlakuan jenis umpan pancing ulur tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan.Kata kunci : cakalang, pancing ulur, umpan dan hasil tangkapan.
Analysis Of Weather Conditions and Hydrodynamics in Taman Nasional Bunaken Molle, Ben Arther; Schaduw, Joshian Nicolas William; Sumilat, Deiske Adeliene; Rondonuwu, Ari Berty; Luasunaung, Alfret; Warouw, Veibe
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 10 No. 2 (2022): ISSUE JULY-DECEMBER 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v10i2.43161

Abstract

Taman Nasional Bunaken (TNB) is located in North Sulawesi Province, Republic of Indonesia. TNB offers an exploration experience of marine tourism such as snorkeling and diving. This study was conducted to determine the statistics and correlation of weather parameters on hydrodynamics in the waters of the small island of TNB. This information can be used by marine tourism users. The weather data studied are wind direction and speed. The hydrodynamic conditions studied were wave height and ocean currents. Respondent surveys were also conducted on tourist users at the research sites. The wind direction for the period January - April is dominant from the Northeast, May - September is dominant from the East to the South, October tends to be evenly distributed from the East to the West, and November - December is dominant from the West. Significant wind speeds that occur in January, February, and March range from 18 – 36 knots. The average wave height shows a significant value in January – March, tends to be lower in April – June, fluctuates in July – November, and increases again in December. The maximum current velocity at a sea depth of 16.5 m is stronger than the maximum speed at a depth of 0.5 m and 8.0 m in January – April, and May August. The correlation value of wind speed and sea wave height is significant at 0.96 and the correlation between wind speed and the current speed is 0.74. These results indicate that there is a strong -very strong relationship between parameters. The survey results show that wind speed, wave height, and ocean currents have the same pattern. January, February, November, and December are the months of extreme or bad weather and hydrodynamic conditions.Keywords: Taman Nasional Bunaken, Weather, Hydrodynamics, CorrelationAbstrakTaman Nasional Bunaken (TNB) terletak di Provinsi Sulawesi Utara, Negara Republik Indonesia. TNB  menawarkan pengalaman eksplorasi suasana wisata bahari seperti snorkling dan diving. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui statistik dan korelasi parameter cuaca terhadap hidrodinamika di perairan pulau kecil TNB. Informasi tersebut dapat digunakan oleh pengguna wisata bahari. Data cuaca yang diteliti adalah arah dan kecepatan angin. Kondisi hidrodinamika yang diteliti ialah tinggi gelombang dan arus laut. Survei responden juga dilakukan kepada pengguna wisata di lokasi penelitian. Arah angin periode Bulan Januari - April dominan dari arah Timur Laut, Bulan Mei – September dominan dari arah Timur hingga Selatan, Bulan Oktober cenderung merata dari arah Timur hingga Barat dan Bulan November – Desember dominan dari arah Barat. Kecepatan angin signifikan terjadi pada bulan Januari, Februari, dan Maret berkisar antara 18 – 36 Knot. Rata-rata tinggi gelombang menunjukan nilai signifikan pada bulan Januari – Maret, cenderung merendah pada bulan April – Juni, berfluktuasi pada bulan Juli – November dan meningkat kembali di bulan Desember. Kecepatan maksimum arus laut di kedalaman 16.5 m lebih kuat jika dibandingkan kecepatan maksimum di kedalaman 0.5 m dan 8.0 m pada bulan Januari – April serta bulan Mei – Agustus. Nilai korelasi kecepatan angin dan tinggi gelombang laut signifikan sebesar 0.96 serta korelasi kecepatan angin dan kecepatan arus sebesar 0.74. Hasil tersebut menunjukkan antar parameter memiliki hubungan yang kuat - sangat kuat. Hasil survei menunjukan kecepatan angin, tinggi gelombang dan arus laut mempunyai pola yang sama. Bulan Januari, Februari, November, dan Desember merupakan bulan-bulan terjadinya kondisi cuaca serta hidrodinamika ekstrem atau buruk.Kata kunci: Taman Nasional Bunaken, Cuaca, Hidrodinamika, Korelasi
Analysis of fishing season for tuna (Thunnus spp.), little tuna (Euthynnus sp.) and skipjack (Katsuwonus pelamis) in FMA 716 Tuyu, Adel M.; Luasunaung, Alfret; Sumilat, Deiske A.; Manoppo, Lefran; Kaparang, Frangky E.; Mantiri, Rose O. S. E.; Warouw, Veibe
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 1 (2023): ISSUE JANUARY-JUNE 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i1.44633

Abstract

Economically important pelagic fish species in FMA 716 include skipjack (Katsuwonus pelamis), tuna (Thunnus spp.) and frigate tuna (Euthynnus sp.), these pelagic fish species are caught intensively. This study aims to provide information on the appropriate season for catching tuna, skipjack and tuna in FMA 716. The results of the study show the pattern of the tuna, skipjack and frigate tuna (TCT) fishing season based on the catches landed in PPS Bitung and PPP Tumumpa with fishing areas in FMA 716, i.e. the results vary every year but the peak of the fishing season occurs in the eastern transitional season. West - September, October and November. Peak fishing season for skipjack and tuna occurs three times and frigate tuna 2 times in 5 years. Keywords: catching season, Katsuwonus pelamis, Thunnus spp and Euthynnus sp,FMA 716 Abstrak: Jenis ikan pelagis ekonomis penting di WPP 716 antara lain adalah cakalang (Katsuwonus pelamis), tuna (Thunnus spp.) dan tongkol (Euthynnus sp.), jenis – jenis ikan pelagis tersebut ditangkap secara intensif. Penelitian ini bertujuan memberikan informasi musim yang tepat untuk melakukan penangkapan ikan tuna, cakalang dan tongkol di WPP 716. Hasil penelitian menujukan pola musim penangkapan ikan Tuna, Cakalang dan Tongkol (TCT) berdasarkan hasil tangkapan yang didaratkan di PPS Bitung dan PPP Tumumpa dengan wilayah penangkapan di WPP 716 yaitu hasilnya bervariasi setiap tahunnya tetapi yang terbanyak puncak musim penagkapan ikan terjadi pada musim masa peralihan timur-barat yaitu bulan September, Oktober dan November. Puncak musim penangkapan ikan cakalang dan tuna terjadi sebanyak tiga kali dan ikan tongkol 2 kali dalam 5 tahun. Kata kunci : Musim penangkapan ikan tuna, tongkol dan cakalang, WPP 716
Seagrass Community Structure at Ratatotok Beach, Southeast Minahasa Regency Purba, Dhebby; Wagey, Billy; Luasunaung, Alfret; Manembu, Indri; Sumilat, Deiske; Mantiri, Rose
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.47824

Abstract

The purpose of this research is to know about the type of seagrass, the community structure of seagrass based on the density of type, the density of the relatively, type of frequency, frequency relatively, type of cover, cover relatively, diversity index, dominance and parameter index in surrounding water environment of seagrass at Ratatotok beach. The result of this research is identifying 4 species, namely; Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Syringodium isoetifolium dan Halodule pinifolia. The value of density is 39 indv/m2, the value type of frequency is 7.9, the value type of cover is 39.15, importance value index had 159.04%. Thalassia hemprichii, diversity index is “medium” with an average value (H’) of 2.63 and a higher importance index with an average value of C of 0.82. Surrounding waters at Ratototok Beach got a “medium” value of seagrass cover value is 39%. Environmental parameters in surrounding waters at Ratatotok beach had a value within; Temperature 31.95 0C, salinity 29.79o/oo, pH 7.62, DO 5.60 mg/L and the type of substrate found is sandy, sandy mud and coral fragments. Keywords: Seagrass, Community structure, Ratatotok beach. Abstrak Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu mengetahui jenis lamun, struktur komuntas lamun berdasarkan kepadatan jenis, kepadatan relatif, frekuensi jenis, frekuensi relatif, penutupan jenis, penutupan relatif, indeks keanekaragaman, indeks dominansi dan parameter lingkungan perairan padang lamun yang berada di sekitar Pantai Ratatotok. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini teridentifikasi 4 spesies, yaitu: Thalassia hemprichii, Enhalus acoroides, Syringodium isoetifolium dan Halodule pinifolia. Dengan nilai kepadatan 39 ind/m2, frekuensi jenis 7,9, penutupan jenis 39,15, Indeks nilai penting (INP) diperoleh nilai 159,04 %,  pada Thalassia hemprichii, Indeks keanekaragaman “sedang” dengan nilai rata-rata (H’) 2,63 dan indeks dominansi tinggi dengan nilai rata-rata C 0,82. Berdasarkan kategori penutupan lamun yang terdapat di sekitar Perairan Ratatotok dikategorikan “sedang” dengan nilai penutupan 39%. Parameter lingkungan antara lain: suhu 31,95 0C, salinitas 29,79 o/oo, pH 7,62, DO 5,60 mg/l dan jenis substrat yang di temukan adalah berpasir, pasir berlumpur dan pecahan karang. Kata kunci : Lamun, Struktur Komunitas, Pantai Ratatotok
Study of Planned Maintenance System Senior Admiral John Lie’s Training Ship on Shipping Safety Ansar, Azhar Ariansyah; Luasunaung, Alfret; Sumilat, Deiske Adeliene; Pamikiran, Revols Dolfi Ch; Kaparang , Frangky Erens; Onibala, Hens
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 11 No. 2 (2023): ISSUE JULY-DECEMBER 2023
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v11i2.48973

Abstract

The implementation of the ship maintenance management system on Rear Admiral Jhon Lie's training ship did not run optimally, which impacted the less-than-optimal condition of various training ship equipment because the crew did not carry out the ship maintenance system according to the procedure, resulting in the incident that the ship's anchor winch operation did not function optimally when the ship was anchored in Belang Port, Southeast Minahasa. This study aims to identify and analyze the positive and significant effect of the planned maintenance system on shipping safety. The primary data collection methods used in this study were questionnaires and interviews. In this study, data processing and presentation were in the form of diagrams and path analysis with structural equation modeling (SEM-PLS) using SmartPLS. From the results of the data analysis, the R-square value of shipping safety (Y) is 0.307, which means that the planned maintenance system (X1) and ship maintenance (X2) can affect shipping safety (Y) by 30.7%. Ship maintenance (X2) has a significant effect on sailing safety (Y), with P-values = 0.033 0.05 (hypothesis accepted). The planned maintenance system (X1) has a significant effect on sailing safety (Y), with a P-value of 0.037 0.05 (hypothesis accepted). As a result of the analysis, it was found that the planned maintenance system has a significant effect on shipping safety.
Study of e-DNA Quality at Fishing Ground of Manado Bay, North Sulawesi Province. Zebua, Nistiarni; Mandagi, Ixchel F.; Masengi, K.W.A; Luasunaung, Alfret; Rumengan, Inneke F. M.; Wulur, Stenly; Makapedua, Daisy M.; Masengi, E. I. K.G.; Sumilat, Deiske A.; Masengi, Akira W. R.; Manoppo, Victoria
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 13 No. 1 (2025): ISSUE JANUARY-JUNE 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i1.57404

Abstract

We used the Nansen Bottle Sampler to collect water samples in the deepsea area, ranging from 150 meters to 175 meters in six water points around Manado Bay, to test the quality of e-DNA water samples to detect target species in the fishing area. Therefore, the basis of the case study method with a sampling technique was carried out on July 29 2023 using Power Water Sterivex Kits, water samples were then stored at -250C and were then taken to TBRC, University of the Ryukyus for further laboratory works, such as; eDNA extract, eDNA quality testing, 1st and 2nd PCR and Electrophoresis eDNA analysis processes using MiFish-U primers with a target of 163–185bp and 375 bp, following the MiFish protocol.  Based on the results of the eDNA extract solution, it is known that the quality of eDNA from the 6 sampling sites locations ranged between 2.8 µg/mL – 4.4 µ g/mL, which means a good quality of eDNA. Moreover, it showed that the presence of DNA fragments at Kappa 60◦C Gelelectrophoresis 1st-PCR, 12S rRNA gene product (163–185bp), and Kappa 60◦C and 65◦C Geklelectrophoresis 2nd-PCR Products according to the target amplicon 375 bp. This means we can conduct the next step, the PCR sequence analysis.  Then, eDNA quality testing, 1st and 2nd PCR, and Electrophoresis of e-DNA analysis process were using MiFish-U F/R primers with a target of 375 bp, it is known that the concentration of Nanodrop from the 6 sampling locations ranges between 2.8 µg/mL – 4.4 µg/mL while the core or quality eDNA ranged from 1.56 µg/mL – 2.50 µg/mL. Based on identification results, five types of species were detected; Myctophum lychnobium, Selar crumenophthalmus, Photonectes sp., Oreochromis sp. Thunnus obesus and Homo sapiens were generated using eDNA metabarcoding on the mitochondria genome database MitoFish. Keywords: e-DNA, eDNA quality, species target, fishing area, Manado Bay   Abstrak Kami menggunakan Nansen Bottle Sampler untuk mengambil sampel air pada laut dalam berkisar 150meter sampai 175 meter di enam titik perairan Sekitar Teluk Manado, untuk menguji Kualitas e-DNA sample air yang digunakan untuk mendeteksi target spesies pada daerah penangkapan. Selanjutnya dasar metode studi kasus dengan teknik pengambilan sampel secara sampling dilakukan pada tanggal 29 Juli 2023 menggunakan Power Water Sterivex Kits, sapel air disimpan pada -250C yang selanjutnya dibawa ke TBRC, University of the Ryukyus untuk pnelitian laboratorium lanjutan seperti ekstrak eDNA, Pengujian kualitas eDNA, 1st and 2nd PCR dan Elektrophoresis proses analisis eDNA menggunakan primer MiFish-U dengan target 375 bp, mengikuti MiFish protokol. Berdasarkan hasil pengujian larutan ekstrak eDNA diketahui bahwa kualitas eDNA dari 6 titik lokasi sampling berkisar antara 2.8 ng/mL – 4.4 ng/mL dan menunjukkan adanya fragment DNA pada Kappa 60◦C Geklelectrophoresis 1st-PCR Produk 12S rRNA gene (163–185bp, dan Kappa 60◦C dan 65◦C Geklelectrophoresis 2nd-PCR Produk sesuai amplikon target 375 bp. Hal ini berarti dapat dilanjutkan pada tahap analisis sekuens PCR. Pengujian kualitas eDNA, 1st and 2nd PCR dan Elektrophoresis proses analisis eDNA menggunakan primer MiFish-U F/R dengan target 375 bp, diketahui bahwa konsentrasi Nanodrop dari 6 titik lokasi sampling berkisar antara 2.8 µg/mL – 4.4 µg/mL sedangkan kemurnian atau kualitas eDNA berkisar antara 1.56 µg/mL – 2.50 µg/mL. Hasil identifikasi menyatakan lima jenis spesies terdeteksi; Myctophum lychnobium, Selar crumenophthalmus, Photonectes sp., Oreochromis sp. Thunnus obesus, Homo sapiens dihasilkan dengan menggunakan eDNA metabarcoding pada MitoFish database genom mitokondria. Kata kunci : e- DNA, kualitas eDNA, target spesies, daerah penangkapan, Teluk Manado.
Adaptation Strategies of Traditional Handline Fishermen to Coastal Reclamation in Sario District Makaluas, Marselino M.; Manoppo, Victoria; Mamangkey, Noldy G. F.; Luasunaung, Alfret; Mandagi, Ixchel F.; Malalantang, Sjenny S.; Sumilat, Deiske A.
Jurnal Ilmiah PLATAX Vol. 13 No. 2 (2025): ISSUE JULY-DECEMBER 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v13i2.65929

Abstract

Coastal reclamation in Sario District since 1995 has affected the socioeconomic conditions of coastal communities, particularly handline fishermen. This study aims to identify the socioeconomic conditions of fishermen, analyze internal and external factors using PESTEL and SWOT analyses, and determine appropriate adaptation strategies. The research was conducted from August to November 2025 in three villages within Sario District using a descriptive qualitative and quantitative approach. Results show that fishermen are mostly of productive age with low education levels. Declining income due to distant fishing grounds has driven diversification into side jobs. The PESTEL analysis revealed impacts of reclamation, rising costs, and weak marketing, while SWOT placed fishermen in an aggressive strategy position with strong internal capacity but serious external threats. Adaptive strategies involve pursuing side jobs while preserving traditional fishing livelihoods. Keywords: adaptation strategy; traditional fishermen; coastal reclamation; handline fishing; PESTEL analysis; SWOT analysis Abstrak Reklamasi pantai di Kecamatan Sario sejak 1995 berdampak pada kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir, terutama nelayan pancing ulur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi sosial ekonomi nelayan, menganalisis faktor internal dan eksternal menggunakan PESTEL dan SWOT, serta menentukan strategi adaptasi yang tepat. Penelitian dilakukan selama Agustus–November 2025 di tiga kelurahan di Kecamatan Sario dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil menunjukkan nelayan didominasi usia produktif dan berpendidikan rendah. Penurunan pendapatan akibat jauhnya area tangkap mendorong diversifikasi pekerjaan. Analisis PESTEL mengungkap dampak reklamasi, biaya tinggi, dan lemahnya pemasaran, sementara SWOT menempatkan nelayan pada strategi agresif dengan kekuatan internal baik namun menghadapi ancaman eksternal. Strategi adaptasi dilakukan melalui pekerjaan sampingan tanpa meninggalkan profesi tradisional. Kata kunci: strategi adaptasi; nelayan tradisional; reklamasi pantai; pancing ulur; analisis PESTEL; analisis SWOT
Co-Authors Adnan Wantasen Adrie Tarumingkeng Ali, Isti Utami Indah Sari Andika La Ode Angela, Gabriella Caristy Angmalisang, Ping Astony Ansar, Azhar Ariansyah Anselun Mandagi Ari Berty Rondonuwu Billy Theodorus Wagey Calvyn F. A. Sondak, Calvyn F. A. Channia Mandagi, Channia Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Dien, Heffry Veibert Effendi P. Sitanggang Emil Reppie Erick P. Majore, Erick P. Erly Y. Kaligis, Erly Y. Fanny Silooy Febriansyah, Ade Pramana Frangky E. Kaparang Fransisco P. T. Pangalila Ginting, Jebry Yanta H. Bawuno Hakim, Iwan Henny A Dien Hens Onibala Hidayat, Andre Alfian Indri Manembu Inneke F. M Rumengan Ivor L. Labaro Ixchel F Mandagi Janny F. Polii Jardie A. Andaki Johnny Budiman Johny Budiman Joneidi Tamarol Joshian N.W. Schaduw K. W.A. Masengi Kaparang , Frangky Erens Karwur, Denny B.A Kumajas†, Henry J. Kurniawan, Kholid Kusumaningrum, Arianda La Sudiono Labaro, Ivor Lembondorong Larengka, Falenscya Laside, Iftitah Khairunnisa Lasut, Astrid Y. Lefrand Manoppo Lumingas, Lawrence L.J. Makaluas, Marselino M. Makapedua, Daisy M Makapedua, Daisy M. Makarondong, Geral Manuel Malalantang, Sjenny S. Mamangkey, Noldy G.F Manahonas, Febrik Stopers Manoppo, Lefran Mantiri, Rose Manu, Lusia Mariana E. Kayadoe Markus T. Lasut Masamitsu Iwata Masengi, Akira W. R. Masengi, E. I. K.G. Masengi, K.W.A Masengi, Kawilarag W. A Masengi, Kawilarang W. A. Mentang, Fenny Modaso, Vivanda O. J. Molle, Ben Arther Naung, Pelia Pamikiran, Revols D. Ch. Pamikiran, Revols Dolfi Ch Paransa, Isrojaty Johanes Patrice N.I. Kalangi Pontoh, Peggy Purba, Dhebby Putra, Debriga Rante Padang, Arthur Welfi edo Robert A. Bara Roike Iwan Montolalu Rose O. S. E. Mantiri, Rose O. S. E. Septin Palembang Sitanggang, Effendi Pengihutan Siti Suhaeni, Siti Sompie, Meta Sonya Suawa, Youdy R Sunarto Sunarto Suria Darwisito, Suria Taib, Ismanto A.R. Tatanging, Demsi Y. Thamin, Arman Tinambunan, Deviana Tuyu, Adel M. Ucha E. Janis, Ucha E. Veibe Warouw Victoria E. N. Manoppo Wahyu Dita Septiani Wawan Sutiyo Wilhelmina Patty Wulur, Stenly Yubelina Hibata Yulianus D Dalengkade Yusuf, Yustin Zebua, Nistiarni