Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pakan Amoniasi untuk Mendorong Pengembangan Sentra Ternak Unggul di Jember Himmatul Khasanah; Listya Purnamasari; Luh Putu Suciati
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 7 NOMOR 1 MARET 2023 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v7i1.9764

Abstract

Kelompok ternak kambing perah Lembah Meru terletak di Desa Wonoasri Kecamatan tempurejo, Kabupaten Jember. Kelompok ini memiliki cita-cita sebagai penghasil kambing PE unggul yang dapat menghasilkan bibit-bibit unggul melalui program pemuliaan yang telah dijalankan sejak tahun 2019. Untuk mendorong upaya tersebut, diperlukan sarana dan prasarana yang dapat mendukung pengemangan Desa Wonoasri sebagai Sentra Kambing PE Unggul seperti pakan. Sumber pakan alternatif limbah pertanian tersedia melimpah karena mayoritas adalah lahan pertanian dan perkebunan. Namun, penggunaan limbah untuk pakan ternak masih memiliki keterbatasan yaitu tingkat kecernaan dan kandungan protein yang rendah. Peningkatan kualitas nutrient dapat dilakukan dengan teknik amoniasi fermentasi. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pelatihan dan demonstrasi cara pembuatan pakan amoniasi fermentasi berbasis hijauan dari limbah pertanian. Pelatihan ini dilakukan pada bulan September-November 2020 di Sekretariat Kelompom Ternak Kambing Perah Lembah Meru. Rangkaiana kegiatan yang dilaksanakan adalah sosialisasi dan penyuluhan potensi limbah dan teknik amoniasi, pelatihan dan demonstrasi pembuatan pakan amoniasi fermentasi, FGD dan  monitoring evaluasi produk pakan amoniasi fermentasi. Adapun luaran dari kegiatan ini adalah anggota kelompok ternak dapat mengaplikasikan teknik pengolahan pakan amoniasi fermentasi baik secara mandiri maupun dengan kelompoknya sehingga dapat mengefektif dan mengefisiansikan usaha budidaya ternak unggul.
The Effect of Commercial Feeding with Different Brands on Physical Quality Kampung Unggul Balitbangtan (Kub) Chicken Meat Gayuh Syaikhullah; Himmatul Khasanah; Nur Muhamad; Aan Awaludin; Satria Budi Kusuma
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 26, No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.26.2.53-59.2024

Abstract

The purpose of this study is to ascertain how giving commercial feed of various brands affects the physical quality of meat obtained from Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) chickens on pH values, cooking losses and water holding capacity. The Completely Randomized Design (RAL) and Analysis of Variance (ANOVA) techniques were used in this study. The Duncan Multiple Range Test (DMRT) was used to see if there were any notable changes. This research used 160 Day Old Chicks (DOC) with 4 commercial feed treatments with different brands, namely P1 (WK Feed). P2 (CPH Feed), P3 (PAT Feed) and P4 (CFD Feed) with level of protein contains each brand. The results of this study show that giving commercial feed with different brands can have a significant effect (P
Evaluation of Dairy Cows Farm Management and Health in Several Regencies in East Java Province Himmatul Khasanah; Faisal Syaifudin; Desy Cahya Widianingrum
Jurnal Veteriner Vol 24 No 4 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.4.431

Abstract

The demand for cow milk in Indonesia increases every year, but optimal production is not met. This study aimed to assess dairy cattle production management and health in East Java Province to construct improvement strategies and increase milk production. The research method was conducted through interviews with 63 dairy farmers from Sidoarjo, Mojoketo, Malang, Pasuruan, Probolinggo, Jember, and Banyuwangi regencies. This study indicates that 81% of farmers joined to livestock groups and sold fresh milk products to cooperatives or KUD (Koperasi Unit Desa). The average livestock ownership is 6.7 heads, with an average number of lactating cows of 4.5. The average price of milk sold to cooperatives or KUD was 5810 IDR/L and if it sold independently the price was 9769 IDR/L. Breeders provide forage feed as much as 34.67 kg/head/day and concentrate as much as 4.8 kg/head/day. The forage and concentrate feeding frequencies were 2.7 and 1 times a day. As many as 44% of farmers did not experience any problems or obstacles in the cultivation process carried out. A total of 66% faced obstacles that were dominated by feed factors (19.05%) and disease (17.46%). Diseases that infect (besides mastitis) are bloat (29%), hypocalsemia (18%), and diarrhea (7%). As an effort to prevent and increase production, farmers carry out preventive actions through the application of good farming practices (40%), maintaining the cleanliness of housing and livestock (24%), not making any effort (18%), applying feed management (10%), giving supplements and feed additives (8%). In conclusion, dairy farming management in East Java Province needs to be improved, and good husbandry practices need to be carried out by all farmers to increase cow’s milk production.
TEKNOLOGI PENGOLAHAN COMPLETE FEED, PENGOLAHAN HASIL, DAN LIMBAH TERNAK MEWUJUDKAN DESA SUMBER SALAK SEBAGAI DESA WIRAUSAHA Widodo, Nur; Jadmiko, Moh. Wildan; Khasanah, Himmatul; W., Desy Cahya
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2: Mei-Agustus 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i2.3500

Abstract

Program pengabdian Desa binaan (Probangdebi) bermitra dengan Desa Sumber Salak, Kecamatan Curah Dami, Kabupaten Bondowoso. Berdasarkan hasil evaluasi Indeks Desa membangun (IDM) oleh Kementerian Desa, pada tahun 2020 Desa Sumber Salak memiliki IDM 0,5607 termasuk desa tertinggal, sehingga masih jauh dari Kelompok Desa Maju dan Desa Mandiri. Hasil survei lokasi dan Forum Group Discusion (FGD) antara tim pengabdian desa binaan UNEJ dengan petani, peternak, dan kepala desa Sumber Salak beserta perangkatnya permasalahan yang urgen harus segera diatasi adalah kelangkaan pakan dimusim kemarau mengakibatkan penurunan produktivitas ternak, penguasaan teknologi pengolahan hasil ternak yang masih rendah mengakibatkan peternak tidak memiliki nilai tawar ternak yang tinggi, dan limbah ternak yang belum dekelola dengan baik sehingga mengakibatkan masalah sosial dan pencemaran lingkungan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dibidang pengolahan pakaan complete feed, pengolahan hasil ternak, pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik ramah lingkungan dan diperkaya dengan mikroorganisme lokal, dan meningkatkan jiwa kewirausahaan masyarakat sehingga pada akhirnya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Desa. Metode pelaksanan dan pendeketan untuk menyelesaikan permasalahan Desa Sumber Salak dalam rangka mencapai tujuan tersebut yaitu dengan pengoptimalan pemanfaatan potensi desa melalui pelatihan dan praktek pembuatan complete feed, pengolahan hasil ternak, dan pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik kaya MOL potensial. Hasil dari pengabdian ini adalah diperoleh produk pakan komplit (complete feed) ternak ruminansia, produk pupuk organik berbahan limbah ternak, produk lamb sauge (sosis domba), peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta adopsi teknologi pengolahan oleh peternak mitra
Analisis Performa Produksi Ayam Broiler Strain Cobb 500 dan Cobb 700 Pada Fase Starter di Kandang Closed House PT DMC Malang Amrullah, Daniel Taufik; Widodo, Nur; Khasanah, Himmatul; Jadmiko, Mochammad Wildan
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v7i2.15437

Abstract

The success of broiler farming can be seen from the appearance or production performance. One of the factors that can affect production performance is strain. Selection of the right strain can affect the efficiency of broiler production. The purpose of this study was to analyze the production performance of broiler strains Cobb 500 and Cobb 700 in the starter phase at PT Dinamika Megatama Citra. This research was conducted in October 2023 - May 2024. This research was conducted in a broiler farm with a closed house cage system. The location of this research was located in the internal farm of PT Dinamika Megatama Citra, Bocek Village, Karang Ploso District, Malang Regency, East Java. Variables observed in the study include feed intake, body weight gain, feed conversion ratio (FCR), index performance (IP) and mortality. The data obtained in this study will be analyzed using independent t test. The results showed the feed intake of strain Cobb 500 (1221 g/head/3 weeks) was higher than strain Cobb 700 (1209 g/head/3 weeks), body weight gain of strain Cobb 500 (985 g/head/3 weeks) was higher than strain Cobb 700 (938 g/head/3 weeks), FCR strain Cobb 500 (1.20) is lower than strain Cobb 700 (1.24), index performance strain Cobb 500 (389) is higher than strain Cobb 700 (360) while for the death rate or mortality of strain Cobb 500 (4.5%) is not significantly different from strain Cobb 700.
Mineral and Vitamin B Contents of Sapudi and Merino-cross Meat Khasanah, Himmatul; Widianingrum, Desy Cahya; Pratiwi, Nurul
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 30 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.30.2.328

Abstract

Lamb is important in providing balanced and healthy nutrition as a source of protein, fat, and essential micronutrients such as iron, zinc, and vitamin B complex. The mineral and vitamin content of meat from local breeds needs to be evaluated as a portrait of the genetic quality data of sheep and as a reference for developing sheep that produce healthy and high-quality meat. This study aimed to analyze the mineral and vitamin B contents of Sapudi sheep and Merino cross sheep meat from the longissimus dorsi area to invent genetic quality data for the meat of these two sheep. Three Sapudi and three Merino cross sheep were kept under similar conditions for two months. Meat collection from the longissimus dorsi muscle was carried out to analyze vitamin B and mineral content. A t-test was then performed to determine meat quality. The results showed that the mineral content of Mn and Cu in Sapudi sheep meat was lower than that in Merino cross meat. The vitamin B2 content in Sapudi sheep (0.11 mg/100 g) is lower than that of Merino cross (0.20 mg/100 g). In comparison, the vitamin B3 content of Sapudi sheep meat was higher (0.51 mg/100 g) than Cross-merino (0.40 mg/100 g). This research concludes that breeding influences nutrient content, and Merino crossbreed sheep are superior to Sapudi sheep in terms of vitamin B and mineral content. Keywords: genetic resource, Indonesian local lamb, meat quality, mineral, vitamin
Pengembangan sentra pakan silase kulit singkong kaya nutrisi di Desa Sumber Tengah, Bondowoso Purnamasari, Listya; Khasanah, Himmatul; Krismaputri, Melinda Erdya; Widodo, Nur; Suryandari, Putrika; Fajrin, Eistifani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27469

Abstract

Abstrak Bondowoso merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang khas dengan industri pengolahan tape. Salah satu sentra tape singkong dengan beberapa produsen berskala besar terletak di Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso. Limbah padat yang dihasilkan dari produksi tape singkong berupa kulit singkong masih belum termanfaatkan dengan baik bahkan cenderung mencemari lingkungan, padahal limbah kulit singkong memiliki kandungan nutrien yang tinggi sebagai sumber karbohidrat sehingga berpotensi sebagai bahan pakan ternak khususnya ternak ruminansia. Namun, kulit singkong memiliki zat antinutrisi yaitu asam sianida (HCN) yang dapat membahayakan ternak apabila terkonsumsi. Adapun solusi yang ditawarkan dari permasalahan tersebut adalah: a) pengolahan kulit singkong dengan teknologi fermentasi, b) peningkatan nilai guna dan nutrien limbah kulit singkong, c) Peningkatan nilai ekonomi limbah kulit singkong, dan d) Peningkatan usaha masyarakat dengan mengembangkan usaha sampingan. Tujuan dari program ini yaitu dapat meningkatkan nilai guna limbah padat kulit singkong menjadi bahan baku pakan ternak dan meningkatkan pendapatan para pelaku UKM tape. Kelompok sasaran program adalah UKM tape yang ada di Sentral Tape Desa Sumber Tengah yang berjumlah 32 orang. Para peserta antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dalam program ini baik tahap sosialisasi maupun pelatihan. Sesi diskusi utamanya terkait masalah peternakan terutama pakan alternatif yang murah, mudah, dan bergizi juga berlangsung dengan lancar. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan saran yang dapat diberikan untuk program selanjutnya adalah pengadaan mesin pencetak wafer untuk pakan ternak. Kata kunci: kulit singkong; limbah tape; silase; ternak. Abstract Bondowoso is popular in fermented cassava processing industry. One of the fermented cassava centers is located in Sumber Tengah Village, Binakal District, Bondowoso Regency, which has several fermented cassava producers on a relatively large scale. Solid waste produced from the production of fermented cassava are of cassava peels that is not well utilized and even tends to pollute the environment. Cassava peel waste has a high nutrient content as a source of carbohydrates so it has the potential to be used as an ingredient in animal feed, especially ruminant livestock. However, cassava peel has an antinutrient substance, cyanide acid (HCN) which can harm livestock if consumed without processing. The solutions offered from these problems are: a) cassava peel processing with fermentation technology, b) increasing the use value and nutrients of cassava peel waste, c) increasing the economic value of cassava peel waste, d) Increasing community businesses by developing side businesses. The aim of this program was expected to increase the use value of cassava peel solid waste in Sumber Tengah Village, into raw materials for animal feed and increase the income of fermented cassava producers. The number of participants were 32 people from the fermented cassava centers in Sumber Tengah Village. The participants were enthusiastic in participating the entire series of activities in this program, both the socialization and training program. The main discussion session related to livestock issues, should be cheap, easy, and nutritious alternative feed, also went well. Based on the activities that have been carried out, the suggestion that can be given for the next program is the procurement of wafer machines for animal feed. Keywords: cassava peels; fermented cassava; animal feed; silage.
ECO-FRIENDLY FEED MIGRATION: QUALITY OF LOCAL BROILER FINISHER PELLETS WITH NATURAL ADHESIVES Widianingrum, Desy Cahya; Zamzami, Ahmad; Yulianto, Roni; Widodo, Nur; Khasanah, Himmatul
Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran Vol 25, No 1 (2025): Volume 25 No. 1 Maret 2025
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jit.v25i1.54079

Abstract

Penggunaan bahan pengikat sintetik pada pakan pelet dianggap mahal, sehingga mendorong pencarian alternatif yang lebih ekonomis dan mudah didapat dari sumber alami yang melimpah di Indonesia. Tepung sagu, tepung tapioka, dan molase diidentifikasi sebagai bahan alami yang kaya akan pati dan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pakan pelet dengan menggunakan bahan pengikat yang berbeda berdasarkan sifat fisik dan nilai gizinya. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan: PO: Pelet broiler finisher komersial, P1: Ransum broiler finisher + tepung tapioka 2%, P2: Ransum broiler finisher+ 2% molase, dan P3: Ransum broiler finisher+ 2% tepung sagu , masing-masing dengan 10 ulangan. Variabel yang diamati meliputi analisis proksimat untuk menilai kandungan protein kasar dan energi metabolisme pelet, serta uji kualitas fisik seperti berat isi, gaya putus, berat jenis, dan kepadatan tumpukan. Data uji kualitas fisik dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Penambahan bahan pengikat P1 (tepung tapioka 2%) dan P3 (tepung sagu 2%) tidak memberikan perbedaan sifat fisik seperti berat badan hulk, gaya putus, berat jenis, dan berat jenis tumpukan pelet (P<0,05). Sedangkan P2 (2% molase) menunjukkan perbedaan nyata pada berat jenis dan kepadatan tumpukan (P<0,05), namun tidak berbeda nyata pada berat jenis dan gaya putus. Kesimpulannya, penggunaan tepung tapioka 2% sebagai bahan pengikat terbukti merupakan perlakuan yang optimal untuk mencapai mutu fisik dan nilai gizi terbaik, dilihat dari berat isi, kekuatan putus, berat jenis, dan kepadatan tumpukan pelet.
Pendampingan Implementasi light trap dalam pengendalian hama terpadu ulat grayak pada tanaman bawang merah di Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan Khoiri, Syaiful; Tripatmasari, Mustika; Khasanah, Himmatul; Navila, Insiatun; Firani, Deswita Syahda; Damayanti, Denia Rista; Megasari, Dita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29552

Abstract

Abstrak Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan sebagai bentuk untuk menciptakan kelompok tani yang sejahtera. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan light trap sebagai alat monitoring dalam pengendalian hama terpadu. Kegiatan ini melibatkan 50 responden dari anggota Kelompok Tani Padi Mas, program ini menggunakan tahapan yaitu koordinasi dengan kelompok tani, pemantauan lapang kondisi lahan pertanian bawang merah, FGD, Penerapan light trap, pendampingan dan evaluasi kegiatan untuk mengukur efektivitas kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan petani mengenai pengendalian hama, di mana dari 60% responden yang awalnya tidak mengetahui menjadi 80% tahu dan sangat tahu, serta mengalami peningkatan keterampilan penggunaan lightrap lebih dari 70% setelah mengikuti program ini. Selain itu, program ini juga memperkenalkan teknik pertanian tumpangsari, yang memungkinkan petani untuk menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan, sehingga meningkatkan produktivitas dan keuntungan secara ekonomi. Kata kunci: bawang merah; kelompok tani; light trap; pengendalian hama terpadu. Abstract The community service programme conducted in Sana Tengah Village, Pasean Sub-district, Pamekasan Regency, represents an initiative aimed at fostering prosperous farmer groups. The programme sought to enhance farmers' knowledge and skills in using light traps as a monitoring tool within an integrated pest management framework. This initiative involved 50 respondents from the Padi Mas Farmers Group. It was carried out in several stages, including coordination with the farmer group, field monitoring of red onion agricultural conditions, focus group discussions (FGDs), implementation of light traps, assistance, and activity evaluation to measure programme effectiveness. Evaluation results indicated a significant improvement in farmers’ knowledge of pest control, with the percentage of respondents who were previously unaware decreasing from 60% to only 20%, while 80% became knowledgeable or highly knowledgeable. Additionally, over 70% of participants improved their skills in using light traps following the programme. The initiative also introduced intercropping techniques, enabling farmers to cultivate multiple crops on the same land, thereby increasing productivity and economic profitability. Keywords: red onion; farmers group; light trap; integrated pest management
Phenotypic and Genotypic Detection of Staphylococcus aureus and Escherichia coli in Subclinical Mastitis Goat Milk in Lumajang, Indonesia Khasanah, Himmatul; Putra, Nalendra Gigih Wibawanto; Hariyadi, Nanang Tri; Widodo, Nur; Widianingrum, Desy; Yulianto, Roni; Cruz, Joseph F. Dela; Pratiwi, Nurul
Jurnal Medik Veteriner Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol8.iss1.2025.167-174

Abstract

This study aimed to identify the Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria that cause subclinical mastitis in dairy goats in the Senduro sub-district of Lumajang regency, Indonesia. A total of 116 milk samples from 58 dairy goats were tested for the California Mastitis Test (CMT). CMT-positive samples were used for bacterial identification through phenotypic and genotypic analyses. Phenotypic analysis was conducted by culturing bacteria on natrium agar media and followed in selective media. The genotypic analysis employed a specific primer of S. aureus using the 23SrRNA gene and E. coli using the 16SrRNA gene as confirmation of the gold standart. The results of this study showed positive subclinical mastitis in dairy goat samples, which consisted of 21 samples of CMT 1 and a sample of CMT 2. Bacterial identification with phenotypic assays documented 16 samples having S. aureus and one sample having E. coli. The validated genotypic assays showed from 16 samples, validated 5 samples of S. aureus infection and one E. coli infection. In conclusion, bacterial identification of S. aureus and E. coli predominantly infects the SCM dairy goats in the Senduro sub-district as evidenced by the phenotypic analysis and followed by genotypic using the PCR method.
Co-Authors Afif Andriansyah Ahmad Ilham Tanzil Ahmad Zamzami Ali Wafa Amam Amam Amrullah, Daniel Taufik Andin Maulidya Priyambada Annisa Ilman Nafia Awaludin, Aan Basuki Basuki, Basuki Cahya, Dita Wulan Cruz, Joseph F. Dela Damayanti, Denia Rista Desy Cahya Widianingru, Desy Cahya Widianingrum Desy Cahya Widianungrum Dian Setyo Ningrum Dita Megasari Dwi Erwin Kusbianto Dwi Robiul Riskiyah Eistifani Fajrin Fachry Abda El Rahman Faisal Syaifudin Fajrin, Eistifani Fatma Lailatul Jannah Firani, Deswita Syahda Gayuh Syaikhullah Gayuh Syaikhullah Gayuh Syaikhullah Gosha G. Parugrug Hariyadi, Nanang Tri Heni Suryani Isnaeni, Purnaning Dhian Jadmiko, Moh. Wildan Jadmiko, Wildan Joaquin Rio V. Torres Joseph F Dela Cruz Joseph Flores dela Cruz Kusuma, Satria Budi Laksono Trisnantoro Listya Purnamasari listya purnamasari Luh Putu Suciati M. Adhyatma Melinda Erdya Krismaputri Mochammad Wildan Jadmiko MUHAMAD, NUR Muhammad Adhyatma Mustika Tripatmasari Nanung Danar Dono Navila, Insiatun Nur Muhamad Nur Widodo Nur Widodo Nur Widodo Nurcahyanti3, Suhartiningsih Dwi Nurul Pratiwi Putra, Nalendra Gigih Wibawanto Rachmi Masnilah Roni Yulianto Rusdiana, Riza Yuli Satria Budi Kusuma Seong-Gu Hwang Shafira, Firyal Eka Putri Suryandari, Putrika Syaiful Khoiri Syaikhullah, Gayuh Tyas, Iswahyuning Utami, Nanin Meyfa Vega Kartika Sari W., Desy Cahya Wardani, Nur Asizah Riskian Widianingrum, Desy Widianingrum, Desy Cahya Wihandoyo , Wildan Muhlison, Wildan Yola Amalia Yulianto, Roni Zuprizal (Zuprizal)