Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENERAPAN BIOAKTIVATOR DALAM PENGOLAHAN KOTORAN SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK DI BUMDES SUMBER BAROKAH Khoiri, Syaiful; Tripatmasari, Mustika; Khasanah, Himmatul; Widodo, Nur; Megasari, Dita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19741

Abstract

ABSTRAKBUMDes Sumber Barokah, Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur dengan sektor bisnis utama peternakan sapi dengan kandang komunal. Kotoran sapi yang hasilkan rata-rata 12% dari bobot tubuh sehingga kotoran sapi dapat menjadi permasalahan yang serius apabila tidak diolah. Diperlukan teknologi pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk, seperti penggunaan bahan tambahan berupa bioaktivator yang dapat mempercepat proses fermentasi dan meningkatkan kandungan hara pada pupuk yang dihasilkan. Peternak dari BUMDes Sumber Barokah belum mengetahui cara aplikasi bioaktivator dalam pengolahan pupuk. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk dengan menggunakan bioaktivator. Pelaksanaan pengabdian ini meliputi diskusi, workshop, dan pendampingan. Hasil pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peternak tentang cara membuat dan kriteria pupuk yang baik yang terbuat dari limbah kotoran sapi sebesar 59,6%. Selain itu, keterampilan peternak dalam membuat pupuk menggunakan bioaktivator meningkat dari yang tidak terampil menjadi sedikit terampil dan terampil mencapai 73,3%. Evaluasi kegiatan pendampingan ini secara umum memperoleh respon baik dari para peternak. Hal yang dapat disarankan dari hasil pengabdian masyarakat ini yaitu diperlukan renovasi kandang komunal dengan desain yang lebih tepat, serta diperlukan sarana dan prasaran yang lebih besar dan lengkap untuk pengolahan limbah peternakan dengan tujuan komersial.   Kata kunci: BUMDes; limbah ternak; mikroba lokal; peternakan; pupuk bokashi. ABSTRACTBUMDes Sumber Barokah, Kebun, Kamal, Bangkalan Regency, East Java with the main business sector is cattle farming with communal pens. Cow dung produces an average of 12% of body weight so cow dung can be a serious problem if unutilized, such as an environmental pollutant. Biotechnology is needed to process cow dung waste into fertilizer, i. e. bioactivators as the additional bio materials that can speed up the fermentation process and increase the nutrient content of the fertilizer produced. However, farmers do not yet know how to apply bioactivators in fertilizer processing. This community service aims to increase the knowledge and skills of farmers in processing cow dung waste into fertilizer using bioactivators. Implementation of this community service includes discussions, workshops, and mentoring. The results of this service show an increase in farmers' knowledge about how to make and the criteria for good fertilizer made from cow dung waste by 59.6%. In addition, farmers' skills in making fertilizer using bioactivators increased from unskilled to slightly skilled and skilled reaching 73.3%. Evaluation of this mentoring activity generally received a good response from farmers. Based on the results of this program, it is recommended that there be a need to renovate communal pens with a more appropriate design, and more complete facilities and infrastructure are needed for processing livestock waste for commercial purposes. Keywords: BUMDes; cattle; cow dung; local microbe; organic fertilizer.
Comparative Evaluation of Hermetia Illucens Larvae Reared on Different Substrates: Effect on Growth (The Yield, Nutritional Properties and Bioconversion) Rate Khasanah, Himmatul; Tyas, Iswahyuning; Kusbianto, Dwi Erwin; Jadmiko, Wildan; Muhlison, Wildan
Buletin Peternakan Vol 48, No 3 (2024): BULETIN PETERNAKAN VOL. 48 (3) AUGUST 2024
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v48i3.87557

Abstract

Media usage for Black Soldier Flies Larvae (BSFL) growth has not been standardized yet, and many research has tried to elucidate different substrates to produce optimal BSFL growth. This study aimed to analyse the effect of different media with different metabolizable energy and nutrient content, such as tofu waste (high metabolizable energy), Azolla microphylla (moderate metabolizable energy), and layer manure (low metabolizable energy), on the yield and nutritional properties of 19-d-old Black Soldier Fly Larvae (BSFL). We grew BSFL from egg to 19-d-old larvae and analysed the BSFL yields by total and individual weight. Nutritional properties were analysed by using proximate, including water content, ash, crude protein, crude fiber, and crude fat. The results showed that the growth media of BSFL on tofu waste, Azolla microphylla, and layer manure showed significant differences in total weight and individual weight (p<0.05). Tofu waste produced the highest total weight (280,75±4,99 g). The nutrient content (water, ash, crude protein, crude fat, and crude fiber) of BSFL grown on tofu waste is the best for yield production. Tofu waste also showed excellent performance in nutrient content except for the percentage of protein compared to Azolla, which was the highest among media, and tofu waste as a growth media for BSFL produced lower protein content. The fiber content of media might influence the protein content. In conclusion, we suggest using high metabolizable energy for BSFL growth media to obtain good yield and high nutrient properties.
Produktivitas Ternak Domba Program Baznas di Kelompok Subur Berkah Dikaji dari Perbedaan Umur Peternak Wardani, Nur Asizah Riskian; Widodo, Nur; Khasanah, Himmatul
Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis Vol 8, No 1 (2025): Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jpltrop.v8i1.16121

Abstract

Kemiskinan merupakan suatu kondisi dimana manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan data pusat badan statistik angka kemiskinan di Indonesia mencapai 9,36% pada bulan maret 2023, karena hal tersebut maka pihak BAZNAS tergerak untuk memberikan bantuan zakat produktif kepada mustahik (penerima zakat). Bantuan yang diberikan oleh pihak BASNAZ yaitu zakat produktif berupa 65 ekor domba untuk 10 orang mustahik di Desa Sulek Kecamatan Tlogosari Kabupaten Bondowoso. Penelitian dilaksanakan di Desa Sulek pada peternakan Subur Berkah dengan metode penelitian deskriptive kuantitatif. Data didapatkan dengan melakukan observasi non partisipan. Analisis data yang dilakukan yaitu dengan uji korelasi pearson menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai litter size yang dihasilkan pada penelitian ini yaitu 1,2, nilai mortalitas induk dan anak yaitu 7,29%, pertambahan jumlah populasi hingga bulan januari 2024 yaitu 167 dengan jumlah anak betina 87 serta anak jantan 81. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa selama proses pemeliharaan di KSB yang awalnya mendapatkan bantuan domba sebanyak 65 ekor, selama periode pengamatan telah berkembang menjadi 230 ekor domba. hasil uji statistik yang dikaji dari perbedaan umur peternak tidak terdapat korelasi yang signifikan pada pertambahan populasi domba, rasio jantan dan mortalitas domba, dan terdapat korelasi yang signifikan terhadap nilai litter size.
Pendampingan Implementasi light trap dalam pengendalian hama terpadu ulat grayak pada tanaman bawang merah di Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan Syaiful Khoiri; Mustika Tripatmasari; Himmatul Khasanah; Insiatun Navila; Deswita Syahda Firani; Denia Rista Damayanti; Dita Megasari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29552

Abstract

Abstrak Program pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Sana Tengah, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan sebagai bentuk untuk menciptakan kelompok tani yang sejahtera. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menggunakan light trap sebagai alat monitoring dalam pengendalian hama terpadu. Kegiatan ini melibatkan 50 responden dari anggota Kelompok Tani Padi Mas, program ini menggunakan tahapan yaitu koordinasi dengan kelompok tani, pemantauan lapang kondisi lahan pertanian bawang merah, FGD, Penerapan light trap, pendampingan dan evaluasi kegiatan untuk mengukur efektivitas kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan petani mengenai pengendalian hama, di mana dari 60% responden yang awalnya tidak mengetahui menjadi 80% tahu dan sangat tahu, serta mengalami peningkatan keterampilan penggunaan lightrap lebih dari 70% setelah mengikuti program ini. Selain itu, program ini juga memperkenalkan teknik pertanian tumpangsari, yang memungkinkan petani untuk menanam lebih dari satu jenis tanaman dalam satu lahan, sehingga meningkatkan produktivitas dan keuntungan secara ekonomi. Kata kunci: bawang merah; kelompok tani; light trap; pengendalian hama terpadu. Abstract The community service programme conducted in Sana Tengah Village, Pasean Sub-district, Pamekasan Regency, represents an initiative aimed at fostering prosperous farmer groups. The programme sought to enhance farmers' knowledge and skills in using light traps as a monitoring tool within an integrated pest management framework. This initiative involved 50 respondents from the Padi Mas Farmers Group. It was carried out in several stages, including coordination with the farmer group, field monitoring of red onion agricultural conditions, focus group discussions (FGDs), implementation of light traps, assistance, and activity evaluation to measure programme effectiveness. Evaluation results indicated a significant improvement in farmers’ knowledge of pest control, with the percentage of respondents who were previously unaware decreasing from 60% to only 20%, while 80% became knowledgeable or highly knowledgeable. Additionally, over 70% of participants improved their skills in using light traps following the programme. The initiative also introduced intercropping techniques, enabling farmers to cultivate multiple crops on the same land, thereby increasing productivity and economic profitability. Keywords: red onion; farmers group; light trap; integrated pest management
Pengembangan sentra pakan silase kulit singkong kaya nutrisi di Desa Sumber Tengah, Bondowoso Listya Purnamasari; Himmatul Khasanah; Melinda Erdya Krismaputri; Nur Widodo; Putrika Suryandari; Eistifani Fajrin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27469

Abstract

Abstrak Bondowoso merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang khas dengan industri pengolahan tape. Salah satu sentra tape singkong dengan beberapa produsen berskala besar terletak di Desa Sumber Tengah Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso. Limbah padat yang dihasilkan dari produksi tape singkong berupa kulit singkong masih belum termanfaatkan dengan baik bahkan cenderung mencemari lingkungan, padahal limbah kulit singkong memiliki kandungan nutrien yang tinggi sebagai sumber karbohidrat sehingga berpotensi sebagai bahan pakan ternak khususnya ternak ruminansia. Namun, kulit singkong memiliki zat antinutrisi yaitu asam sianida (HCN) yang dapat membahayakan ternak apabila terkonsumsi. Adapun solusi yang ditawarkan dari permasalahan tersebut adalah: a) pengolahan kulit singkong dengan teknologi fermentasi, b) peningkatan nilai guna dan nutrien limbah kulit singkong, c) Peningkatan nilai ekonomi limbah kulit singkong, dan d) Peningkatan usaha masyarakat dengan mengembangkan usaha sampingan. Tujuan dari program ini yaitu dapat meningkatkan nilai guna limbah padat kulit singkong menjadi bahan baku pakan ternak dan meningkatkan pendapatan para pelaku UKM tape. Kelompok sasaran program adalah UKM tape yang ada di Sentral Tape Desa Sumber Tengah yang berjumlah 32 orang. Para peserta antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dalam program ini baik tahap sosialisasi maupun pelatihan. Sesi diskusi utamanya terkait masalah peternakan terutama pakan alternatif yang murah, mudah, dan bergizi juga berlangsung dengan lancar. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan saran yang dapat diberikan untuk program selanjutnya adalah pengadaan mesin pencetak wafer untuk pakan ternak. Kata kunci: kulit singkong; limbah tape; silase; ternak. Abstract Bondowoso is popular in fermented cassava processing industry. One of the fermented cassava centers is located in Sumber Tengah Village, Binakal District, Bondowoso Regency, which has several fermented cassava producers on a relatively large scale. Solid waste produced from the production of fermented cassava are of cassava peels that is not well utilized and even tends to pollute the environment. Cassava peel waste has a high nutrient content as a source of carbohydrates so it has the potential to be used as an ingredient in animal feed, especially ruminant livestock. However, cassava peel has an antinutrient substance, cyanide acid (HCN) which can harm livestock if consumed without processing. The solutions offered from these problems are: a) cassava peel processing with fermentation technology, b) increasing the use value and nutrients of cassava peel waste, c) increasing the economic value of cassava peel waste, d) Increasing community businesses by developing side businesses. The aim of this program was expected to increase the use value of cassava peel solid waste in Sumber Tengah Village, into raw materials for animal feed and increase the income of fermented cassava producers. The number of participants were 32 people from the fermented cassava centers in Sumber Tengah Village. The participants were enthusiastic in participating the entire series of activities in this program, both the socialization and training program. The main discussion session related to livestock issues, should be cheap, easy, and nutritious alternative feed, also went well. Based on the activities that have been carried out, the suggestion that can be given for the next program is the procurement of wafer machines for animal feed. Keywords: cassava peels; fermented cassava; animal feed; silage.
Pendampingan pengolahan pakan melalui teknologi Solid State Fermentation limbah kulit kopi di kelompok ternak sapi di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur Himmatul Khasanah; Desy Cahya Widianingrum; Nur Widodo; Roni Yulianto; Dwi Erwin Kusbianto; Listya Purnamasari; Eistifani Fajrin; Purnaning Dhian Isnaeni; Putrika Suryandari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30609

Abstract

Abstrak Permasalahan pakan menjadi salah satu kendala yang dialami oleh masyarakat peternak sapi potong di kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Sistem pengoleksian pakan cut and carry sulit dilakukan pada musim kemarau. Sebagian besar lahan pertanian di kabupaten Bondowoso merupakan lahan Perkebunan kopi. Limbah kulit kopi yang dihasilkan dari industry kopi di kabupaten Bondowoso masih kurang optimal. Kulit kopi memiliki kandungan nutrient yang masih potensial untuk dapat digunakan sebagai pakan ternak. Keberadaan antinutrisi dan rendahnya kecernaan menjadi faktor pembatas dalam pemanfaatannya sebagai pakan ternak. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peternak dalam menyediakan pakan ternak sapi potong yang bernilai gizi tinggi asal limbah kulit kopi melalui teknologi solid state fermentation. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pakan komplit untuk ternak sapi potong, pelatihan pengolahan pakan asal kulit kopi, dan monitoring pemberian pakan pada ternak. Hasik kegiatan pengabdian menunjukan bahwa Masyarakat peternak sangat antusias mengikuti kegiatan baik sosialisasi, pelatihan maupun monitoring. Ternak sapi potong yang diberikan pakan komplit asal limbah kulit kopi melalui teknologi SSF selama 4 bulan juga memiliki pertambahan bobot badan yang lebih tinggi yaitu 144 kg dibandingkan ternak sapi yang hanya diberi limbah kulit kopi tanpa diolah yaitu 120 kg. Kata kunci: Bondowoso; sapi; pakan; fermentasi; kulit kopi Abstract The issue of feed availability is one of the major challenges faced by the beef cattle farming community in Bondowoso District, East Java. The cut-and-carry feed collection system becomes particularly difficult during the dry season. Most of the agricultural land in Bondowoso District is used for coffee plantations. However, the utilization of coffee husk waste produced by the local coffee industry remains suboptimal. Coffee husks contain nutrients that have the potential to be used as animal feed. Nevertheless, the presence of antinutritional factors and low digestibility limit their effectiveness as feed. This community service initiative aims to enhance farmers' skills in providing nutritionally rich beef cattle feed by utilizing coffee husk waste through solid-state fermentation technology. The program began with a socialization session on complete feed for beef cattle, followed by training on how to process feed from coffee husks, and concluded with monitoring the implementation of feed usage for livestock. The results of the service activities show that the farming community was highly enthusiastic about participating in all aspects of the program, including socialization, training, and monitoring. Beef cattle that were fed complete feed made from coffee husk waste processed using solid-state fermentation (SSF) technology for four months showed a higher body weight gain of 144 kg, compared to those fed unprocessed coffee husk waste, which gained only 120 kg. Keywords: Bondowoso; cattle; feed; fermentation; coffee husk.
Fermentasi Kulit Singkong dengan MOL Tape Reject sebagai Upaya Pengolahan Limbah Pertanian dan Mengatasi Limbah Sentra Industri Tape di Bondowoso Khasanah, Himmatul; Yulianto, Roni; Widodo, Nur; Widianingrum, Desy Cahya; Ubaidillah, Rahmat
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 2 (2023): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i2.68263

Abstract

Pengembangan pakan berbahan dasar limbah industri dan limbah pertanian dapat digunakan sebagai strategi dalam mengatasi limbah dari pencemaran lingkungan dan menciptakan pakan inovatif. Bondowoso merupakan kota yang terkenal dengan produksi tape. Permasalahan dalam industri pembuatan tape adalah kulit singkong tidak dimanfaatkan dan tape reject yang tidak layak jual. Kulit singkong selama ini sering diberikan secara cuma-cuma pada karyawannya, namun terkadang juga tidak ada karyawan yang mau mengambil sehingga limbah menumpuk di gudang pabrik. Kulit singkong yang dimanfaatkan secara langsung sebagai pakan ternak menyumbang nilai nutrisi yang rendah dan sering menyebabkan masalah kesehatan ternak karena kandungan sianida pada limbah ini. Penerapan teknologi fermentasi pada pengolahan kulit singkong sangat tepat dalam memecahkan masalah mitra. Penggunaan tape reject sebagai bahan dasar MOL pada fermentasi yang akan dilakukan merupakan win-win solution yang diunggulkan pada kegiatan ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah memanfaatkan tape reject sebagai bahan dasar MOL dan mengubah kandungan nutrisi kulit singkong yang rendah dengan proses fermentasi untuk menghasilkan pakan inovatif. Program pengabdian dilakukan dalam 4 tahapan kegiatan yaitu sosialisasi kegiatan, pelatihan pembuatan MOL dengan bahan tape reject, praktek pembuatan fermentasi kulit singkong, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi mitra dan masyarakat sekeliling industri, menciptakan lingkungan bersih dan sehat, serta menghasilkan pakan inovatif, aman, dan berkualitas bagi ternak. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan lancer meliputi: sosialisasi dan koordinasi awal kegiatan dengan pemilik Tape 57, pelatihan dan demonstrasi pembuatan MOL dan pelatihan dan demonstrasi pembuatan pakan
PENINGKATAN KEMANDIRIAN PETERNAK DESA KLABANG MELALUI VILLAGE BREEEDING CENTER DAN PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN LOKAL Purnamasari, Listya; Krismaputri, Melinda Erdya; Khasanah, Himmatul; Widodo, Nur
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 9, No 2 (2020): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v9i2.43725

Abstract

Kegiatan program pengabdian desa binaan ini dilakukan di Desa Klabang, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan yang dilakukan yaitu peningkatan kemandirian peternak desa Klabang melalui Village Breeeding Center dan penerapan teknologi pengolahan pakan ternak asal sumberdaya lokal. Manajemen budidaya yang tepat dan ketersediaan pakan berkualitas secara mandiri diharapkan mampu meningkatkan reproduksi dalam hal bibit ternak dan produktivitas ternak. Mitra dalam kegiatan program pengabdian desa binaan ini yaitu masyarakat Desa Klabang, Kecamatan Tegalampel, Kabupaten Bondowoso. Metode yang digunakan dalam program ini yaitu, penyuluhan dan pelatihan manajemen pemeliharaan ternak serta recording ternak dan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak, penyuluhan dan pelatihan formulasi pakan dan pembuatan pakan fermentasi, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah kelompok tani-ternak Desa Klabang Kabupaten Bondowoso mampu mengolah limbah pertanian menjadi pakan ruminansia kaya nutrisi. Buku panduan dan video tahapan pembuatan pakan dapat digunakan oleh masyarakat dengan baik sehingga kelompok tani-ternak dapat mengolah limbah menjadi pakan secara mandiri. Kelompok tani ternak desa Klabang selaku mitra program pengabdian ini dapat melaksanakan dan menerapkan teknologi yang telah diberikan dan berusaha untuk selalu kontinu dalam pembuatan pakan serta pengembangan produk silase sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan program.
Pendampingan Teknologi Silase di BUMDes Sumber Barokah sebagai Upaya Peningkatan Green Economy Syaiful Khoiri; Mustika Tripatmasari; Nur Widodo; Himmatul Khasanah
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v13i2.79597

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Berkah Desa Kebun Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan, Madura adalah salah satu pelaku usaha peternakan sapi potong yang dibudidayakan secara koloni di kandang komunal. Sebgaaimana segitiga emas peternakan yaitu breeding, feeding dan manajemen, permasalah feeding juga dialami oleh BUMDes tersebut khususnya untuk pemenuhan ketersediaan hijauan pakan ternak. Hal tersebut terjadi karena keterbatasan lahan, proses budidaya hijuan yang kurang optimal dan kelangkaan hijauan dimusim kemarau. Kegiatan ini bertujuan untuk pendampingan penerapan teknologi silase pada BUMDes Sumber Berkah sebagai upaya alternatif pemenuhan pakan guna mendukung green economy melalui konsep LEISA. Metode pelaksanaan meliputi obeservasi awal, FGD, workshop pelatihan, pendampingan dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan anggota BUMDes Sumber Berkah dalam pengolahan dan penyediaan pakan dari berbagai sumber hijauan termasuk rumput dan limbah pertanian. Selain itu peternak juga memahami teknik penyimpanan pakan dengan metode silase sebagai upaya pemenuhan hijuan pakan ternak. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah  penerapkan konsep LEISA dan peningkatan green economy di BUMDes berhasil dilaksanakan dengan baik dan anggota BUMDes merasa puas. Kata kunci: fermentasi, pakan, sistem pertanian terpadu, sapi potong
Co-Authors Afif Andriansyah Ahmad Ilham Tanzil Ahmad Zamzami Ali Wafa Amam Amam Amrullah, Daniel Taufik Andin Maulidya Priyambada Annisa Ilman Nafia Awaludin, Aan Basuki Basuki, Basuki Cahya, Dita Wulan Cruz, Joseph F. Dela Denia Rista Damayanti Deswita Syahda Firani Desy Cahya Widianingru, Desy Cahya Widianingrum Desy Cahya Widianungrum Dian Setyo Ningrum Dita Megasari Dita Megasari Dwi Erwin Kusbianto Dwi Robiul Riskiyah Eistifani Fajrin Eistifani Fajrin Eistifani Fajrin Fachry Abda El Rahman Faisal Syaifudin Fatma Lailatul Jannah Gayuh Syaikhullah Gayuh Syaikhullah Gayuh Syaikhullah Gosha G. Parugrug Hariyadi, Nanang Tri Heni Suryani Insiatun Navila Jadmiko, Moh. Wildan Jadmiko, Wildan Joaquin Rio V. Torres Joseph F Dela Cruz Joseph Flores dela Cruz Kusuma, Satria Budi Laksono Trisnantoro Listya Purnamasari listya purnamasari Luh Putu Suciati M. Adhyatma Melinda Erdya Krismaputri Melinda Erdya Krismaputri Mochammad Wildan Jadmiko MUHAMAD, NUR Muhammad Adhyatma Mustika Tripatmasari Mustika Tripatmasari Mustika Tripatmasari Nanung Danar Dono Nur Muhamad Nur Widodo Nur Widodo Nur Widodo Nurcahyanti3, Suhartiningsih Dwi Nurul Pratiwi Purnaning Dhian Isnaeni Putra, Nalendra Gigih Wibawanto Putrika Suryandari Putrika Suryandari Rachmi Masnilah Roni Yulianto Roni Yulianto Rusdiana, Riza Yuli Satria Budi Kusuma Seong-Gu Hwang Shafira, Firyal Eka Putri Syaiful Khoiri Syaiful Khoiri Syaikhullah, Gayuh Tyas, Iswahyuning Ubaidillah, Rahmat Utami, Nanin Meyfa Vega Kartika Sari W., Desy Cahya Wardani, Nur Asizah Riskian Widianingrum, Desy Widianingrum, Desy Cahya Wihandoyo , Wildan Muhlison, Wildan Yola Amalia Yulianto, Roni Zuprizal (Zuprizal)