Claim Missing Document
Check
Articles

Kesesuaian Informasi Kontraindikasi Obat Gastrointestinal Untuk Pasien Geriatri Pada Berbagai Sumber Informasi Tersier I Made Agus Gelgel Wirasuta; Anak Agung Febi Danuswari; Luh Putu Febriyana Larasanty
Acta Pharmaceutica Indonesia Vol. 39 No. 3 & 4 (2014)
Publisher : School of Pharmacy Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat gastrointestinal meningkat seiring penurunan fungsi sistem gastrointestinal pada populasi geriatri. Informasi kontraindikasi merupakan salah satu informasi keamanan yang diperlukan bagi pasien geriatri. Informatorium Obat Nasional Indonesia (IONI), Informasi Spesialite Obat (ISO), British National Formulary (BNF), dan Drug Information Handbook (DIH) merupakan sumber informasi tersier yang memuat informasi keamanan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian informasi kontraindikasi obat gastrointestinal untuk populasi geriatri pada sumber informasi tersier dengan Beers List sebagai pustaka acuan.Penelitian dilakukan dengan studi kepustakaan pada informasi kontraindikasi penggunaan obat gastrointestinal untuk pasien geriatri pada sumber literatur tersier. Sampel obat gastrointestinal diperoleh dari pendataan pada buku Farmakologi Dasar dan Klinik, diperoleh 20 jenis obat yang informasi keamanan tercantum pada keempat sumber informasi tersier yang digunakan. Informasi kontraindikasi 20 obat tersebut didata pada masing-masing sumber informasi tersier, kemudian dikonfirmasi silang dengan informasi pada Beers List, sehingga diperoleh persentase kesesuaian informasi kontraindikasi pada masing-masing sumber informasi tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 20 jenis obat gastrointestinal yang digunakan dalam penelitian tidak dikontraindikasikan untuk populasi geriatri. Informasi pada Beers List juga menyatakan bahwa penggunaan obat tersebut tidak dikontraindikasikan pada populasi geriatri, sehingga informasi kontraindikasi penggunaan obat gastrointestinal pada keempat sumber informasi tersier sesuai dengan informasi yang tercantum pada Beers List.Kata kunci: geriatri, informasi keamanan, obat gastrointestinal.AbstractUses of gastrointestinal drugs was increased as the decline in the function of the gastrointestinal system in the geriatric population. Contraindication information is one of the safety information that is required for geriatric patients. Informatorium Obat Nasional Indonesia (IONI), Informasi Spesialite Obat (ISO), the British National Formulary (BNF), and the Drug Information Handbook (DIH) is a tertiary drug information source that includes information of safety drug use. This study aims is to determine the suitability of the information gastrointestinal drug contraindications to the geriatric population in various tertiary resources with Beers List as its reference library.This research are literature study on the use of contraindicated information of gastrointestinal drugs for geriatric patients at tertiary literature sources. Gastrointestinal drug samples listed from Basic and Clinical Pharmacology book, obtained 20 types of generic drug that safety information contained in the all of tertiary resources are used in this study. Contraindications information of those drug in each tertiary resources, then cross confirmed with the information on Beers List, in order to obtain the percentage of suitability of contraindicated information in each tertiary resources.The results showed that 20 type of gastrointestinal drugs used in this study were not contraindicated in geriatric population. Information on the Beers List also states that the use of the drug is not contraindicated in the geriatric population. It is concluded that the contraindicated information of gastrointestinal drug use in geriatric population in IONI, ISO, DIH and BNF is in accordance with the information listed on the Beers List.Keywords: geriatric, gastrointestinal drug, safety information
Optimasi Sistem GC-MS dalam Analisis Minyak Atsiri Daun Sirih Hijau (Piper betle L.) I M.A. G. Wirasuta; I.Y.J. Wage; C.I.T.R. Dewi; N.M.N.P. Dewi; N.K.A. Julianty; I G.L.B. Wirajaya; N.M.W. Astuti
Jurnal Pharmascience Vol 3, No 2 (2016): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v3i2.5746

Abstract

Minyak atsiri daun sirih (Piper betle L.) memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan obat. Standarisasi mutu minyak atsiri daun sirih dapat dilakukan menggunakan metode kromatograi gas. Metode ini harus dapat menjamin pemisahan komponen yang ada pada sampel. Hasil studi literatur diperoleh 6 metode kromatograi gas dengan laju alir dan laju peningkatan suhu kolom yang berbeda. Hasil pemisahan minyak atsiri daun sirih dari ke-6 metode ini dibandingkan dengan melihat parameter kromatografinya. Faktor lain yang dibandingkan adalah identitas MS dari masing-masing puncak yang muncul pada setiap kromatogram. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa metode 4 memberikan hasil pemisahan yang paling baik karena memberikan jumlah parameter kromatografi yang paling banyak memenuhi persyaratan pemisahan. Metode 4 juga mampu memberikan satu identitas senyawa untuk setiap puncaknya. Metode 4 ini dilakukan dengan laju alir 1 mL/menit dan suhu kolom 60C sistem 60°C ditahan 5 menit lalu dinaikkan 4°C/menit hingga 220°C ditahan 20 menit. Kata kunci : Minyak atsiri, Sirih (Piper betle L.), GC-MS, Optimasi
ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST OF ANDROGRAPHOLIDE IN BITTER HERBS USING DPPH SCAVENGING Ni Made Pitri Susanti; Ni Kadek Warditian; I Made Agus Gelgel Wirasuta
Journal of Health Sciences and Medicine Vol 1 No 1 (2017): JHSM (Febuary 2017)
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.435 KB) | DOI: 10.24843/JHSM.2017.v01.i01.p03

Abstract

Abstract Bitter herbs (Sambiloto) have many pharmacological activities including antioxidant, antidiabetic, anticancer, antihyperlipidemic and anti-inflammation. Andrographolide is a diterpene compounds contained in bitter herbs. It is known that andrographolide compound responsible for the pharmacological activity of the bitter herbs. This study investigated DPPH free radical scavenging activity from andrographolide diterpene lactone. This study was initiated with the isolation of andrographolide compound from bitter herbs and then testing their DPPH free radical scavenging. The results suggested that andrographolide had IC50 value of 5.45 mg. This means andrographolide has 50% DPPH inhibition effect, i.e 5.45 mg.
Transformasi Bidang Litbang Menjadi Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali I Made Agus Gelgel Wirasuta
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 2 No 3 (2019): Transformasi ke Badan Riset dan Inovasi Daerah
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.536 KB) | DOI: 10.51172/jbmb.v2i3.17

Abstract

Bung Karno/Sukarno (the first president of Indonesia) placed research as the main ingredient in planning the Pola Pembangunan Semesta Berencana and used the research results on an ongoing basis to realize the ideals of national development, namely: "Welfare with social justice for all Indonesian people (Kesejahteraan yang berkeadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia)", and increase the nation's competitiveness. The Law No. 11 of 2019 concerning the National System of Science and Technology requires the role of local governments in the development of research, inventions, and innovations, as well as utilizing the results in the form of Intellectual Property. The transformation of the Regional Research and Development Institute is a must to carry out the mandate of the Law No. 11 of 2019. This study conveys the transformation of Bali's Regional R&D Agency (Litbangda) towards badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi (Regional Research and Innovation Agency of Bali Province).
Pengobatan Tradisional Bali Usadha Tiwang I Nyoman Arsana; I Putu Sudiartawan; Ni Luh Gede Sudaryati; I Made Agus Gelgel Wirasuta; Pande Made Nova Armita; Ni Kadek Warditiani; Ni Made Widi Astuti; I Wayan Martadi Santika; Ida Bagus Wiryanatha; Putu Lakustini Cahyaningrum; Ida Bagus Putra Suta
Bali Membangun Bali: Jurnal Bappeda Litbang Vol 1 No 2 (2020): Jurnal Bali Membangun Bali, Volume 1, Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.218 KB) | DOI: 10.51172/jbmb.v1i2.113

Abstract

Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengobatan tradisional Bali, dengan mengambil fokus kajian pada pengobatan yang tertuang dalam lontar Usadha Tiwang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (Library Research). Unit analisis berupa naskah lontar Usadha Tiwang, yang telah ditransliterasi dari aksara Bali ke aksara Latin. Temuan: Hasil penelitian diketahui bahwa tiwang adalah penyakit yang mempunyai gejala badan terasa meluang, sakit dan ngilu, gelisah, mata mendelik, otot kaku bahkan sampai pingsan. Jenis tiwang dicirikan berdasarkan gejala yang muncul. Pengobatan dilaksanakan secara holistik oleh pengusada sesuai tatalaksana pengusada, dengan menggunakan ramuan obat-obatan yang terbuat dari campuran berbagai jenis tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya seperti arak, lengis tanusan, garam, gula, kapur, maupun santen, bahkan tain seksek serta iduh bang. Penggunaannya dengan cara dimakan, diminum, ditutuhkan, disemburkan, diuapkan atau dilulurkan, maupun ditempelkan. Takaran, cara pengolahan, serta cara pemakaian masih belum jelas. Implikasi: Masyarakat Bali tetap percaya terhadap sistim pengobatan tradisional Bali. Namun demikian, masyarakat Bali yang berobat ke tempat praktik pengobatan tradisional sangat sedikit. Simpulannya adalah pengobatan tradisional Bali dilakukan secara holistik untuk mencapai keseimbangan antara shtula sarira-suksma sarira-antahkarana sarira.
PENGEMBANGAN OBAT ALAMI DI BALI SEBAGAI MODEL PENGEMBANGAN OBAT TRADISIONAL INDONESIA Ni Kadek Warditiani; I Made Agus Gelgel Wirasuta; I Ketut Adnyana
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 11, No. 2, Tahun 2022
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JFU.2022.v11.i02.p06

Abstract

Kesehatan adalah bidang program prioritas Pemprov Bali (2018-2023) dengan salah satu Pelayanan Pengobatan Tradisional Integrasi, dengan usaha mengangkat pengobatan usadha dapan berjalan seiring saling bahu membahu, isi mengisi dalam mewujudkan manusia Bali dengan Jana Kertih. Tujuan penulisan artikel ini adalah Pemprov Bali mengembangkan obat alami Bali berdasarkan kearifan lokal leluhur Bali yang bersumber pada referensi Lontar Usadha menjadi salah satu kekuatan ekonomi Bali dengan memanfaatkan kekuatan ekonomi pariwisata. Caranya adalah dengan mencari, mentelaah dan merekap kebijakan yang sudah ada dan/atau yang sudah dijalankan oleh Kemenkes/Kementerian-kementerian dan pemerintah daerah Bali. Kegiatan yang dilakukan dalam pengembangan herbal di bali adalah Usadha referensi cara hidup sehat orang Bali, pengembangan industri obat herbal di bali, Percepatan Berjalannya Ekosistem, Standarisasi Obat Herbal, Kebijakan, Pengembangan Wisata Kebugaran Ala Bali “Balinesse Wellness“ Regulasi Pemprov Bali dalam pengembangan Obat Tradisional dan Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali
Cover & TOC I M A Gelgel Wirasuta
Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences (IJLFS) Vol 13 No 1 (2023): Indonesian Journal of Legal and Forensic Sciences
Publisher : Penerbit, sejak 2012 : Asosiasi Ilmu Forensik Indonesia dan UPT Lab. Forensik Sain dan Kriminilogi - Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi Literatur Aktivitas Antiinflamasi sebagai Penyembuh Luka Tumbuhan Obat Terpilih Berdasarkan Ramuan Usada Tiwas Panggung Laksmi Dewi; Made Agus Gelgel Wirasuta
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p04

Abstract

Usada Tiwas Panggung merupakan usada yang akhir pengobatannya diberikan mantra sepuluh aksara suci. Dalam Usada Tiwas Panggung, pengobatan luka borok dapat diobati dengan menggunakan tanaman Mesua ferrea, Areca catechu, Terminalia bellirica, dan Cocos nucifera. Riview artikel ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi dan penyembuh luka berdasarkan efek empiris mengobati luka borok pada Usada Tiwas Panggung dengan melakukan studi literatur berbagai hasil penelitian yang telah di publikasikan secara online menggunakan search engine seperti Google Schoolar, Science Direct, Elsevier, dan PubMed dalam lingkup nasional dan internasional. Berdasarkan hasil studi literatur yang telah dilakukan, diperoleh informasi bahwa tanaman terpilih memiliki efek farmakologi yang sesuai dengan efek yang dijelaskan dalam usada yaitu antiinflamasi sebagai penyembuhan luka. Pada Mesua ferrea L, senyawa aktif yang diduga berperan sebagai penyembuh luka adalah tannin dan flavonoid. Selain itu tanaman Mesua ferrea juga memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi yaitu dengan cara menghambat denaturasi protein, menghambat pelepasan lisosom, dan menghambat aktivitas lipoksigenase. Pada Areca catechu , senyawa aktif yang diduga berperan sebagai penyembuh luka adalah alkaloid arekolin, polifenol, dan tanin. Pada Terminalia bellirica, senyawa aktif yang diduga berperan sebagai penyembuh luka adalah asam galat dan tanin. Pada Cocos nucifera, senyawa aktif yang diduga berperan sebagai penyembuh luka adalah lauric acid. Berdasarkan potensi yang dimiliki oleh tanaman obat terpilih, maka perlu dilakukan pengujian lebih lanjut mengenai penentuan senyawa aktif yang berperan dalam tanaman dan batas maksimal dosis yang dapat digunakan dari tanaman terpilih. Sehingga nantinya dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif yang sudah terbukti secara ilmiah dan dapat dipercaya oleh masyarakat.
Potensi Amorphophallus sp. sebagai Pangan Fungsional untuk Pasien Diabetes Melitus Fiorenza Jocelyn Thelmalina; I Made Agus Gelgel Wirasuta
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p19

Abstract

Diabetes Melitus termasuk penyakit metabolik yang dikenal dengan ketidakmampuan sel tubuh dalam menggunakan insulin hasil produksi pankreas secara efisien untuk mengubah glukosa menjadi energi. Diabetes Melitus dapat disebut sebagai the silent killer karena penyakit ini dapat menghantam semua organ tubuh sehingga menimbulkan berbagai macam penyakit lainnya. Menurut International Diabetes Federation (IDF), Indonesia menepati peringkat ke-7 dalam 10 negara dengan jumlah penderita diabetes terbanyak, yaitu sebesar 10,7 juta yang mana angka ini diprediksi akan terus meningkat pada tahun 2030 dan 2045 menjadi 13,7 juta dan 16,6 juta. Salah satu upaya untuk pencegahan dan penurunan gula darah akibat diabetes melitus adalah dengan mengonsumsi pangan fungsional dari tanaman. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antidiabetes adalah Amorphophallus sp. Penulisan review artikel ini bertujuan untuk mengetahui kandungan dan potensi Amorphophallus sp. dalam menurunkan gula darah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional untuk pasien diabetes melitus. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah literature review menggunakan jurnal internasional dan nasional yang sesuai dengan tujuan penulisan. Dari hasil penulisan, diperoleh hasil bahwa Amorphophallus sp. mengandung glukomanan yang mampu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan hingga lebih dari 50% pada subjek uji. Simpulan menunjukkan bahwa Amorphophallus sp. berpotensi sebagai pangan fungsional untuk pasien diabetes melitus karena mengandung senyawa dengan aktivitas antidiabetes secara in vivo.
Aktivitas Antimikroba Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) sebagai Hand Sanitizer Alami Ayu Charina Mahayuni TK.; I Made Agus Gelgel Wirasuta
Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi Vol. 1 (2022): Prosiding Workshop dan Seminar Nasional Farmasi 2022
Publisher : Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/WSNF.2022.v01.i01.p26

Abstract

Hand sanitzer yang mengandung alkohol dosis tinggi dan frekuensi penggunaan yang tinggi sebagai pembersih tangan dapat menyebabkan infeksi dan iritasi kulit. Oleh karena itu, diperlukan hand sanitizer yang terbuat dari alam atau mengandung bahan-bahan alami yang aman, seperti buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa). Penulisan review artikel ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai potensi ekstrak buah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) yang digunakan sebagai hand sanitizer alami dengan aktivitas antimikroba. Penelitian ini menggunakan metode review artikel dengan pencarian Google Cendekia dan PubMed. Kata kunci yang digunakan, yaitu fitokimia, buah mahkota dewa, antibakteri, Phaleria macrocarpa. Hasil review artikel menunjukkan bahwa ekstrak buah mahkota dewa terkandung beberapa senyawa fitokimia, seperti: alkaloid, flavonoid, fenolik, terpenoid, saponin, dan tannin. Oleh karena kandungan senyawa kimia tersebut, ekstrak buah mahkota dewa memiliki aktivitas antibaktei pada bakteri Gram-positif serta Gram-negatif. Selain itu, ekstrak buah mahkota dewa juga mempunyai aktivitas antijamur terhadap Aspergillus niger. Kesimpulan yang diperoleh bahwa ekstrak buah mahkota dewa berpotensi sebagai hand sanitizer karena memiliki aktivitas antibakteri maka dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai formulasi, uji fisik, dan uji aktivitas antimikroba lebih lanjut terhadap sediaan hand sanitizer dengan bahan aktif ekstrak buah mahkota dewa.
Co-Authors A.A Wahyudhie A.A.Diah Widya Lestari A.A.G.R.Y. Putra Adiluhur M. A. Anak Agung Febi Danuswari Angga Cahyadi Arie Dharma Putra Nugraha Arimbawa I.B.S. Astiti, I.A.G. Astrini, Ni Nyoman Yuni Astuti N.M.W. Atika Saraswati Ni Made Ayu Charina Mahayuni TK. Bagus Nyoman Sugiastana Budiningrum, N.W. C.I.T.R. Dewi Cahyadi K.D. Cahyadi, Maria Fiani Cokorda Istri Sri Arisanti Cokorda Istri Tirta Rusmala Dewi Coky N. W. C. Danuswari, Anak Agung Febi Deddi Prima Putra Desta, I.G.A.G.P.C Deviyanthi, Kadek Sintia Dewa Ayu Sri Kusuma Dewi Dewa Ayu Swastini Dewantari A. A. I. S. H Dewi L. R. Dewi, A.A.R.P. Dewi, Cokorda Istri Tirta Rusmala Dewi, L. P. M. K. Dewi, N.P.A.K. Dharmapradnyawati N.N.P. Diantari, N.M.D Diarini A. S. Dyah Aryani Sartika Eka Indra Setyawan Emmy Sahara Fauna Herawati Fiorenza Jocelyn Thelmalina G.D. Pranawa Guna, I. M. A. W. H. Kijewski H.-J. Duchstein Harlina Setiawati Manurung I G.A.A. Trisnadewi I G.D.B. Temaja I G.L.B. Wirajaya I Gede Budiartawan I Gusti Ayu Made Srinadi I Gusti Ngurah Jemmy Anton Prasetia I Ketut Adnyana I Made Ari Anata I Made Arie Dharma Putra Nugraha I Made Jawi I Made Sasmita Dwidhananta I Made Sasmita Dwidhananta I N.K. Widjaja I Nengah Sujaya I Nengah Wirajana I Nyoman Arsana I Nyoman Kadjeng Widjaja I Putu Hengky Prawiranata I Putu Krisnantara Wijaya Putra I Putu Sudiartawan I Wayan Martadi Santika I. N. K. Widjaja I.A.A. Widhiartini I.M.S. Sapanca I.Y.J. Wage Icwari N.P.W.P Ida Bagus Putra Suta Ida Bagus Wiryanatha Indrani, A.A.I. S. Indriani N. P. W. Jaya M.K.A Jessica Lianty K. G. Gityarani K.D. Cahyadi Kadek Hendra Kadek Sintia Deviyanthi Ketut Widyani Astuti Khairul Mahfuz Khatija Taher Ali Kosasih, Diah Ayu Nirmala Kusuma Hidayatullah L. P. M. K. Dewi Laksmi Dewi Luh Putu Febryana Larasanty Luh Putu Mirah Kusuma Dewi Luh Rai Maduretno Asvinigita M. A. Ningtyas M. Primantara M.A. Wiradarma Made Ayu Hita Pretiwi Suryadhi Made Gede Praditya Putra Mahardika I G.A.P.D. Maria Fiani Cahyadi Meilinayanti, Ni Made L. Milawati Milawati Mirayanti, Ni Putu Dinda N T. Suryadhi N. G. Indriyaningsih N. L. P. V. Paramita N. T. Suryadhi N.K.A. Julianty N.L.P.P. Ardiyanti N.M.D. Diantari N.M.N.P. Dewi N.M.P. Dwijayanti N.M.P. Susanti N.M.P. Susanti N.M.W. Astuti N.P. Widiastuti N.P.C. Pratiwi N.P.R.D. Putri Nachia S.R. Ni Kadek Diah Parwati Dewi Ni Kadek Warditian Ni Kadek Warditiani Ni Ketut Sutiari Ni Komang Dewi Triastuti Ni Luh Gede Sudaryati Ni Luh Putu Lestari Dewi Ni Made Ari Ginarsih Ni Made Ary Sarasmita Ni Made Ayu Wistari Ni Made Irma Febby Prasasti Dewi Ni Made L. Meilinayanti Ni Made Listiari Ni Made P. Susanti Ni Made Pitri Susanti Ni Made Rai Sudarni Ni Made Suaniti Ni Made Utami Dwipayanti Ni Made Widi Astuti Ni Made Widiastuti Ni Nyoman Abigail Triastuti Ni Nyoman Della Yanti Ni Nyoman Putri Dharmapradnyawati Ni Nyoman Yuni Astrini Ni Putu Citra Anggryni Sugitha Ni Putu Eka Leliqia Ni Putu Linda Laksmiani Ni Wayan Wirayanti Nugraha, I.S. Oka M. P.P.K. Vedawati P.R. Satriari Pande Made Nova Armita Pande Made Nova Armita Sari Pande Made Nova Armita Sari, Pande Made Nova Pinangkaan, C. Pratiwi Diva Yanti Luh Prawiranata I.P.H. Primadewi C. Purnama, I.G.P.P Putra, I.M.K. Putri I G.A.A.R.C. Putu Dyah Utari Putu Lakustini Cahyaningrum Putu Nandya Nandita Putu Oka Samirana Rashid, M.A.P.P Rasmita, L.D. Rismayanti, A. A. M. I. Roedy Aris Tavip Sari, D. R. A. P. Sari, N. A. P. P. Sari, Ni Putu Latsartika Sari, P. M. N. A. Sartika, Dyah Aryani Shelia Deviana Suastika, I.G.A. Suastini I G.A.N. Sudarni, Ni Made Rai Sugosha, M. J. Sukamto, Ika Sumiyarsi Sukawati, C. B. A. C Sumawirawan, K. D. Suryani N.K.A. Suryani, N.M. Susanti N.M.P Susanti, I.M.P. Susanti, N.M.P Swasti, I.A.S. Triastuti, Ni Komang Dewi Trisna Damayanti Udayana, N.K Utami N.P.P. Utari, Putu Dyah Widhiastuti, K.A.P. Widjaja I.N.K. Widjaja, I. N. K. Winarti, N.W. Wintari L.K.S. Wiputri N.M.C.A. Wistari, Ni Made Ayu Wulansari, I. A. R. Yanti, N.L.G.T Yudiastra, I.K. Yustiantara, Putu Sanna Yustiantara, Putu Sanna