Claim Missing Document
Check
Articles

Found 76 Documents
Search
Journal : Interaksi Online

PENGARUH KETEPATAN PENGGUNAAN SELEBRITI ENDORSER OREO ICE CREAM ORANGE DAN FREKUENSI PERBINCANGAN IKLAN DI JEJARING SOSIAL MEDIA TERHADAP MINAT BELI PRODUK Yuaristi Ekantina; Agus Naryoso; Yanuar Luqman
Interaksi Online Vol 2, No 2: April 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH KETEPATAN PENGGUNAAN SELEBRITIENDORSER OREO ICE CREAM ORANGE DAN FREKUENSIPERBINCANGAN IKLAN DI JEJARING SOSIAL MEDIATERHADAP MINAT BELI PRODUKOleh : Yuaristi EkantinaIlmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas DiponegoroSemarangABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketepatan penggunaan selebriti endorser Oreo IceCream orange dan frekuensi perbincangan iklan di jejaring sosial media terhadap minat beli produktersebut. Penelitian kuantitatif ini merupakan tipe penelitian explanatory. Subjek penelitian adalahremaja SMA di Kota Semarang. Data diperoleh melalui wawancara, dan kuesioner. Teknikpengambilan sampel dengan menggunakan random sampling, sebanyak 90 responden. Penelitian inimenggunakan metode kuantitatif dengan uji statistik menggunakan rumus konkordansi Kendall. Teoriyang mendasari penelitian ini adalah Model VisCAP dan teori WOM (Word of Mouth). Uji korelasidiantara ketiga variabel menunjukkan signifikansi sebesar 0,000 yang artinya diantara ketiga variabelmemiliki hubungan yang sangat kuat, di mana antara variabel saling mempengaruhi satu sama lain.Penggunaan endorser yang tepat dalam sebuah iklan serta terjadinya fenomena word of mouthterbukti efektif dalam mempengaruhi minat konsumen untuk membeli produk.Kata Kunci : Selebriti Endorser, Perbincangan Iklan, Minat Beli, model VisCAP, Word Of MouthABSTRACTThis research aims to know the influence appropriate uses selebrity endorser Oreo Ice Cream Orangeand conversation frequency of advertising in social media network to purchase intention these product.This quantitative research is a type of explanatory. The underlying theory this research is VisCAPmodels and theories WOM (Word of Mouth). Subjects are high school students in Semarang. Datawere obtained through interviews and questionnaire. Sampling technique using random sampling, totalof 90 respondents. This study uses quantitative statistical test using the formula Kendall concordance.Test the correlation between these three variables showed a significance of 0.000, which means thesethree variables has a very strong correlation, in which the variables influence each other.Anappropriately used celebrity in advertisement as well as the phenomenon of word of mouth provedto be effective in influencing consumer intention to buying the product.Keywords : Selebrity Endorser, Conversation of Advertising, Purchase Intention, VisCAP model,Word of Mouth1. PENDAHULUANDi zaman yang semakin modern ini,persaingan bisnis semakin dinamis, kompleks,dan serba tidak pasti. Setiap perusahaan dalamindustri ini berusaha untuk menarik perhatian(calon) konsumen melalui pemberianinformasi tentang produk. Dalam hal ini,periklanan merupakan salah satu bentukpembeian informasi mengenai produk sebagaifungsi komunikasi dalam melakukanpemasaran. Saat ini, banyak produk yangsaling berlomba-lomba untuk menarik minatkonsumennya melalui penyampaian iklan yangmenarik. Berbagai stretegi periklananditerapkan untuk menarik minat masyarakatterhadap produk yang diiklankan. Bintangtelevisi, aktor film, dan atlit terkenal saat inibanyak digunakan dalam iklan majalah,maupun TV komersial untuk mendukung suatuproduk. Selain itu selebriti dapat jugadigunakan sebagai alat yang cepat untukmewakili segmen pasar yang dibidik (Royan,2005:12). Dalam hal ini produk Oreo IceCream Orange yang menyasar untuk anakanakdan remaja sebagai target market mereka,menggunakan Afika sebagai endorser produkOreo Ice Cream Orange, dalam iklan tersebutsosok Afika digambarkan sebagai sosok yangperiang, cerdas dan sangat menggemaskandengan gaya dan tingkah anak-anak seusianya.Dalam tayangan iklan Oreo Ice Cream Orangedimana terdapat dua gadis cilik, yaitu Afikabersama temannya sedang menikmatipengalaman mereka dalam merasakan sensasidingin Oreo Ice Cream Orange. Iklan tersebutmenggambarkan keceriaan, keseruan dankelucuan mimik muka mereka, dengan atributpakaian perlengkapan dingin serta ritual“diputar-dijilat-dicelupin” dalam menikmatibiskuit tersebut. Dalam hal ini iklan Oreo IceCream Orange menggunakan teknikadvertising Slice of life yang dimaksud adalahiklan oreo ini berhasil menstimulasimasyarakat dalam situasi kehidupansebenarnya (real life). Slice of slice advertisingini terlihat dalam gambar, dimana Afika yangsedang belajar di rumah (seperti kegiatan anakkecil pada umumnya), kemudian diajakbermain oleh temannya selain itumenggunakan teknik Vignettes dan Sittuation.Menurut Russel dan kawan-kawan, produkprodukyang sering menggunakan teknikseperti ini adalah minuman, permen, danproduk-produk lain yang sering dikonsumsidalam kehidupan sehari-hari. Gambar yangditampilkan menunjukkan sejumlah orangyang tengah asik menikmati suatu produk,seperti layaknya menikmati hidup (Kasali,1995:95).Berikut merupakan grafik perbincangan Afikayang sempat menjadi trending topic di linimasa Twitter :Gambar 1.1 (sumber :http://salingsilang.com/baca/tren-twitterpekan-3-februari-valentine-angie-adeledan-afika , 4 Maret 2012, 21:33 WIB)Dari grafik diatas dapat kita lihatpekan ketiga Februari yang lalu (13-19Februari 2012), dari 15 topik yang terjaring diSalingsilang.com, terdapat empat topik yangpaling populer: Hari Valentine, AngelinaSondakh (politisi Partai Demokrat), Adele dariajang Grammy Awards, dan bintang iklanOreo, Afika. Topik lainnya datang dari ajangsepakbola, dan peristiwa dari acara televisi dankehidupan sehari-hari.Gambar 1.5 (sumber :http://media.kompasiana.com/mainstreammedia/2012/02/21/jangan-salahkan-afikabila/,4 Maret 2012, 22:45 WIB)Tanda merah di sebelah kiri grafik,dengan kata Bantu iklan oreo, justru kata-kataAfika mendapatkan urutan lebih tinggi dalamanalisa terhadap 499 Twitter pada 21 Februari2012 pukul 17.08 WIB. Dengan adanya datadatadi atas tersebut, membuktikan bahwasosok Afika sangatlah populer di dunia mayakarena membintangi produk Oreo Ice CreamOrange di televisi banyak orang menyukaiwajahnya yang imut dan tingkahnya yang amatmenggemaskan. Bahkan justru nama Afikalebih dikenal oleh masyarakat dibandingkandengan produk iklan yang ia bintangi, yaituvarian rasa baru dari biskuit Oreo. Kata kunci(key word) pencarian tidak secara langsungmerujuk kepada produk “Oreo”, akan tetapijustru lebih merujuk kepada endorser “Afika”.Bahkan dengan adanya perkembangan socialmedia sekarang ini, hampir di semua socialmedia terjadi “Demam” Afika. Sering kita lihatfoto-foto yang sudah mengalami olah digital,dimana dialog antara Afika dan temannyadalam iklan Oreo diplesetkan menjadi sebuahcerita bergambar yang lucu. Kepolosan Afikaini dijadikan komik strip oleh para penggunaInternet. Hal inilah yang akhirnya membuatnama Afika semakin berkibar. Komik yangkebanyakan dapat membuat kita tersenyumtersebut bahkan sempat menghebohkan duniamaya. Namun yang perlu digaris bawahiadalah bahwa salah satu tujuan iklan jamansekarang adalah menjadikan iklan tersebutbahan perbincangan di situs jejaring sosialkarena itu akan menjadi media promosi gratisuntuk mereka. Di era ini, komunikasipemasaran diwarnai dengan makinmembludaknya data dan makin cerdasnyakonsumen. Facebook, Twitter, Google telahmembawa banyak orang ke dalam duniapercakapan online. Social media merupakansumber informasi tentang berbagai macamperistiwa dan update, bahkan pemantauan dirisendiri oleh jutaan pengguna di seluruh dunia.Social media juga menjadi tools untuk bereaksiterhadap peristiwa yang terungkap di mediasecara real time. Fenomena ini membuat socialmedia makin powerful dan hanya masalahwaktu sebelum beralih ke komunitasriset sebagai sumber informasi sosial,pemasaran komersial, dan politik yang kaya.(http://mix.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=816&Itemid=14, diaksespada tanggal 10 Maret 2012, pukul 01.45WIB)Fenomena sosial media jugamelahirkan selebriti baru di luar jalurkonvensional seperti yang terjadi pada limaatau sepuluh tahun lalu. Banyak orang tiba-tibamenjadi terkenal dan sukses karena sosialmedia. Mereka kini menjadi brand ambassadoryang dengan segala kreativitasnya berhasilberimprovisasi mengemas pesan-pesanmenjadi sangat menarik dan interaktif sesuaidengan target market brand. Implikasinyaadalah perusahaan semakin ketat memantaudan menjaga bagaimana caranya supaya pesanyang disampaikan oleh para ambassadortersebut sesuai dengan positioning merek.Tentunya setiap endorser pasti memiliki gayakomunikasinya masing- masing.Oreo Ice Cream Orange merupakanvarian rasa baru dari biskuit Oreo yangmemiliki cream dengan sensasi dingin sepertiIce Cream rasa jeruk. Target marketnya adalahanak-anak mulai usia 6-12 tahun, serta remajausia 13-19 tahun. Harga Oreo sangatlahterjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat.Oreo sebagian besar didistribusikan pada minimarket ataupun toko didaerah perkotaan. Oreokental dengan ciri khas ritualnya “Diputar-Dijilat-Dicelupin” yang disebut juga sebagai‘Momen Oreo’. Biskuit Oreo merupakan salahsatu merek biskuit yang cukup dikenal diIndonesia. Kondisi ini terlihat jelas padaperolehan top brand index biskuit Oreo selamaempat tahun terakhir. Berikut disajikan padaTabel 1.2 di bawah ini.Gambar berikut merupakan TopBrand Index beberapa produk biskuit selamaempat tahun terakhir :Gambar 1.6 (sumber :http://www.topbrand-award.com/topbrand-survey/survey-result/top-brandresult-2012/#, diunduh : 12 Maret, 15:43WIB)Dari grafik di atas tersebut dapatdilihat bahwa produk biskuit Oreo memilikibeberapa kompetitor yang cukup kuatkedudukannya, yaitu produk biskuit Biskuatdan Roma yang selalu menduduki peringkattop brand award, dengan top brand indexminimum sebesar 10%.Dalam hal ini, Top Brand Indexdiukur dengan menggunakan 3 parameter,yaitu top of mind awareness (yaitu didasarkanatas merek yang pertama kali disebut olehresponden ketika kategori produknyadisebutkan), last used (yaitu didasarkan atasmerek yang terakhir kali digunakan/dikonsumsi oleh responden dalam 1 repurchasecycle), dan future intention (yaitudidasarkan atas merek yang ingin digunakan/dikonsumsi di masa mendatang). Top BrandAward diberikan kepada merek-merek didalam kategori produk tertentu yangmemenuhi dua kriteria, yaitu merek-merekyang memperoleh Top Brand Index minimumsebesar 10%, dan merek-merek yang menuruthasil survei berada dalam posisi top three didalam kategori produknya.Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis pengaruh ketepatan penggunaanselebriti endorser dan frekuensi perbincanganmengenai iklan Oreo Ice Cream Orange di05101520253035RomaBiskuatKhongGuanRegalOreoMondeBetterjejaring sosial media terhadap minat beliproduk.Tayangan iklan televisi produk Oreoversi Afika cukup tenar di dunia maya, banyakorang yang memperbincangkan kelucuan dankeluguan afika dalam iklan tersebut. Oranglebih tertarik untuk memperbincangkan sosokdan tingkah afika yang lucu danmenggemaskan dibandingkan dengan produkOreo Ice Cream Orange yang ia bintangi.Selayaknya seeorang endorser berfungsi untukmemasarkan produk yang ia iklankan, akantetapi tak jarang yang terjadi justru sebaliknya,dimana ia memperoleh ketenaran ataupopularitas melalui iklan yang ia bintangi,seperti halnya dalam kasus ini. Oleh karena itujika hal tersebut terjadi akan dapatmengakibatkan endorser akan lebih dikenaldan disukai masyarakat, sementara produkakan tertinggal serta penjualan tidakmeningkat, atau tidak berpengaruh terhadapminat beli masyarakat terhadap produk yangdiiklankan.Asosiasi berulang dari suatu merekdengan seorang selebriti akhirnya membuatkonsumen berpikir bahwa merek tersebutmemiliki sifat-sifat menarik yang serupadengan sifat-sifat yang dimiliki oleh siselebriti. Para konsumen mungkin menyukaimerek hanya karena mereka menyukai selebritiyang mendukung produk tersebut. Selebritiadalah tokoh (aktor, penghibur, atau atlet)yang dikenal masyarakat karena prestasinya didalam bidang-bidang yang berbeda darigolongan produk yang didukung. Para selebritibanyak diminta sebagai juru bicara produk.Ohanian membagi tiga faktor yang ada padaselebriti yang dapat mempengaruhi konsumenuntuk membeli, antara lain daya tarik fisik(kecantikan, ganteng, lucu dan sebagainya),dapat dipercaya dan expertise (adanyakeahlian). Sementara itu menurut PhilipKotler, seorang selebriti yang sangatberpengaruh disebabkan memiliki kredibilitasyang didukung faktor keahlian, sifat dapatdipercaya, dan adanya kesukaan (Royan,2005:8).Dalam buku “AdvertisingCommunication and promotion management”tulisan John Ressiter dan Larry Percy,disebutkan bahwa selebriti dapat digunakanoleh pemasar untuk melakukan boostingterhadap satu atau lebih komunikasi yang akandilakukan. Itu artinya selebriti diharapkannantinya dapat membantu brand awareness,brand recognition, brand recall dan meningkatpada brand purchase. Kenyataan yang ada jikadihubungkan dengan statement di atas,memang penggunaan selebriti yang sedang“naik daun” dapat meningkatkan penjualanketika produk diiklankan. Hal ini jugaditegaskan Agrawal dan Kamakura dalamJurnal marketing tahun 1995 bertajuk “Theeconomic worth of celebrity endorser: an eventstudy analysis”, bahwa konsumen lebihmemilih barang atau jasa yang di-endor olehselebriti dibanding tidak (Royan, 2005:12).Setiap pemasar perlu mengarahkanusaha mereka pada penciptaan kesadaran akanmerek dan mempengaruhi sikap serta niatpositif atas merek. Kesadaran (awareness)adalah upaya untuk membuat konsumenfamiliar melalui iklan, promosi penjualan, dankomunikasi pemasaran lainnya akan suatumerek, memberikan informasi kepada banyakorang tentang ciri khusus dan manfaatnya,serta menunjukkan perbedaannya dari merekpesaing, dan menginformasikan bahwa merekyang ditawarkan lebih baik ditinjau dari sisifungsional atau simbolisnya. Jika komunikatorsukses memberikan kesadaran konsumen akanmereknya, konsumen dapat membentuk sikap(attitudes) positif terhadap merek tersebut danmungkin akan muncul niat (intention) untukmembeli merek tersebut, ketika timbulkeinginan untuk membeli suatu produk dimasa yang akan datang (Shimp, 2003:161).Dalam model yang telahdikembangkan oleh Rossiter dan Percy,karakter si selebritis akan disesuaikan denganCommunication objective yang hendak dicapai.VisCAP itu sendiri terdiri dari 4 unsur yaituVisibility, Credibility, Attraction dan Power.Di mana visibility memiliki dimensi seberapajauh popularitas selebriti. Credibilityberhubungan dengan product knowledge yangdiketahui sang bintang. Attraction lebihmenitikberatkan pada daya tarik sang bintang,personality, tingkat kesukaan masyarakatkepadanya (nge-fans), dan kesamaan dengantarget user. Power adalah kemampuan selebritidalam menarik konsumen untuk membeli(Royan, 2005:15).Bintang iklan Afika cukup banyakmenarik perhatian masyarakat. Seperti halnyadi Jejaring sosial media banyak sekali yangmengunggah dan melihat video Afika dalamIklan Oreo Ice Cream Orange, serta banyakpula yang mengupload foto Afika besertaprofilnya. Consumer Generated Marketing(Advertising) adalah penciptaan iklan ataukonten pemasaran lainnya oleh pelanggan baikdisengaja maupun tidak disengaja. Dalam halini konsumen sendiri yang menghasilkan tidakhanya iklan yang menarik, tetapi juga beberapapers yang baik dan WOM yang dihasilkan juga(Kardes 2010:320). Contohnya adalah dalamkasus Oreo Ice Cream Orange, banyak sekaliyang membicarakan mengenai iklan tersebut dijejaring sosial media, tingkah Afika yang lucudan menggemaskan mampu menyedotperhatian masyarakat sehingga banyakmenimbulkan perbincangan di sosial media,seperti halnya twitter, facebook, dan youtube.Seiring dengan perkembangan pesat teknologikomunikasi serta semakin banyakpenggunanya yang mahir dalam menggunakanaplikasi, software, website terbaru menjadisalah satu faktor penting yang memungkinkanmunculnya fenomena ini. Kini siapa saja bisamembuat video, merekam gambar kemudianmemasukkannya ke situs sosial seperti Twitter,Youtube, dan Facebook di mana siapa sajadapat melihat hasil karya orang tersebutdengan mudah. Sebenarnya ConsumerGenerated Marketing berawal dari kehausanmanusia akan perhatian dari orang lain.Dimana tujuan utamanya adalah untukmemungkinkan konsumen untukmengekspresikan, dalam kata-kata merekasendiri, bagaimana perasaan mereka tentangmerek. Akibatnya, pesan-pesan otentik,inovatif, dan menghibur menawarkankesempatan yang lebih besar untukmenghasilkan desas-desus/Word Of Mouthyang positif tentang merek daripadakomunikasi pemasaran tradisional.Word Of Mouth adalah tindakan satukonsumen berbicara lain tentang merek, danitu bisa terjadi tatap muka dan secara tidaklangsung melalui telepon, surat, atau internet.Berkat teknologi, word of mouth dapatmenyebar lebih cepat dan lebih jauhdibandingkan sebelumnya, melalui teleponseluler, email, pesan teks, situs jejaring sosial,blog, instant messaging, chat room, dan papanpesan. Karena adanya internet, Word OfMouth dapat berlama-lama untuk waktu yanglama di ruang cyber (Kardes, 2010:317).Suprapti (2010:248), mengungkapkan ada 2(dua) fungsi komunikasi WOM yaitu memberiinformasi dan mempengaruhi. Pembicaraanmengenai iklan Oreo Ice Cream Orange versiAfika di jejaring sosial media membuat orangsemakin mengenal secara lebih jauh mengenaisosok Afika, dan juga membuat orang-orangmengetahui bahwa Oreo mengeluarkan varianrasa baru yaitu Oreo Ice Cream Orange yangmemiliki sensasi dingin.Word of mouth dilahirkan justruuntuk kepentingan komunikasi pemasaranyang lebih efisien dan credible. Word of mouthditujukan untuk menggantikan programkomunikasi pemasaran konvensional sepertiiklan yang sudah kehilangan kredibilitas danterlalu memakan biaya. Keberhasilan WOMtidaklah tunggal. WOM juga dipengaruhi olehperan public relations, media iklan, yangmempunyai peran untuk membangunawareness akan sebuah produk atau merek.Jika konsumen datang ke point of purchaseuntuk memutuskan membeli barang atau tidak,WOM menjadi sebuah faktor yangmenentukan. Advertising membangkitkankesadaran orang. Namun, orang yang inginmembeli produk dipengaruhi oleh referensidari orang lain.Banyak orang dan juga komponenyang terlibat dalam menciptakan saranapromosi bagi suatu brand atau produkmenggunakan social media, kesemuanya ituharus mampu memunculkan influence ataupengaruh. Influence dideskripsikan sebagaikemampuan dalam membentuk dan mengubahpesan yang mampu menarik perhatian orangorangdan menginspirasi orang-orang untukmengambil tindakan dari atensi yang berhasildimunculkan. Influencer ini harus mampumembentuk ikatan yang sangat kuat ataudiistilahkan dengan Engagement. Engagementmengandung arti keterikatan yang dibangunsecara langsung atau tidak langsung dari tujuanutamanya untuk memberikan perhatian padaproduk atau brand juga memungkinkanterjadinya interaksi di dalamnya, ini dilakukansecara virtual karena social medialah sebagaitool-nya (Juju&Sulianta, 2010:10-11).Keberadaan selebriti dalam iklanyang dapat berjalan selaras dengan frekuensiperbincangan iklan dalam media jejaring sosialakan memunculkan minat beli konsumen.Minat membeli merupakan tahap awal dariperilaku konsumen. Engel (1994:3)mndefinisikan perilaku konsumen sebagaitindakan yang langsung terlibat dalammendapatkan, mengkonsumsi danmenghabiskan produk dan jasa, termasukproses keputusan yang mendahului danmenyusuli tindakan ini.Minat membeli merupakan aktivitaspsikis yang timbul karena adanya perasaan danpikiran yang diikuti oleh perasaan senang dancenderung untuk mencari terhadap suatu objekyaitu barang atau jasa yang diinginkan danmerupakan tahapan sebelum terjadi keputusanmembeli (Marx dalam Engel, 1994: 201).Hipotesis penelitian dimana terdapathubungan positif antara variabel pengaruhketepatan penggunaan selebriti endorser OreoIce Cream Orange dan frekuensi perbincanganiklan di jejaring sosial media terhadap minatbeli produk, artinya semakin tepat selebritiyang digunakan dalam sebuah iklan Oreo IceCream Orange, maka semakin tinggi minat beliterhadap produk tersebut. Serta semakin seringfrekuensi perbincangan iklan yang dilakukandi jejaring sosial media , maka semakin tinggiminat beli terhadap produk tersebut.2. METODETipe penelitian yang digunakanadalah eksplanatory (penjelasan), yaitu untukmejelaskan ada tidaknya hubungan danpegaruh dua gejala atau lebih(Singarimbun,1995 : 5). Yang dimaksudkandalam penelitian ini untuk menegetahui sejauhmana pengaruh ketepatan penggunaan selebritiendorser Oreo Ice Cream Orange dan frekuensiperbincangan iklan di jejaring sosial mediaterhadap minat beli Produk.Sampel dari penelitian ini adalahsiswa SMA Negeri 1 Semarang kelas X dan XIyang memiliki akun jejaring sosial dan masihaktif menggunakannya dalam ±5 bulanterakhir. Dan yang menjadi sample riil yangdidapat menggunakan rumus Slovin adalahsebanyak 90 siswa.Teknik sampling yang digunakanadalah teknik random sampling, yaitu teknikpengambilan sample yang memberi peluangatau kesempatan sama bagi setiap unsur atauanggota populasi untuk dipilih menjadisample, dengan kata lain penentuan sampelberdasarkan tidak berdasarkan pertimbanganatau kriteria responden tertentu. Alat danteknik pengumpulan data yang digunakanuntuk memperoleh data dalam penelitian iniadalah interview dan kuesioner.3. PEMBAHASANBerdasarkan hasil perhitunganstatistik konkordasi Kendall diperoleh nilaikoefisien sebesar 0,909 dengan tarafsignifikansi sebesar 0,000. Hasil uji hipotesismembuktikan bahwa ketika ketepatanpenggunaan selebriti endorser Oreo Ice CreamOrange dan frekuensi perbincangan iklan dijejaring sosial media bersama-sama,mempengaruhi minat beli produk tersebut.Dengan demikian, hipotesis yang menyatakanbahwa terdapat hubungan positif antaravariable pengaruh ketepatan selebriti endorserOreo Ice Cream Orange dan frekuensiperbincangan iklan di sosial media terhadapminat beli terhadap produk dapat diterima.Selebriti dapat digunakan olehpemasar untuk melakukan boosting terhadapsatu atau lebih komunikasi yang akandilakukan. Itu artinya selebriti diharapkannantinya dapat membantu brand awareness,brand recognition, brand recall dan meningkatpada brand purchase. Kenyataan yang ada jikadihubungkan dengan statement di atas,memang penggunaan selebriti yang sedang“naik daun” dapat meningkatkan penjualanketika produk diiklankan. Hal ini jugaditegaskan Agrawal dan Kamakura dalamJurnal marketing tahun 1995 bertajuk “Theeconomic worth of celebrity endorser: an eventstudy analysis”, bahwa konsumen lebihmemilih barang atau jasa yang di-endor olehselebriti dibanding tidak (Royan, 2005:12).Setiap pemasar perlu mengarahkanusaha mereka pada penciptaan kesadaran akanmerek dan mempengaruhi sikap serta niatpositif atas merek. Kesadaran (awareness)adalah upaya untuk membuat konsumenfamiliar melalui iklan, promosi penjualan, dankomunikasi pemasaran lainnya akan suatumerek, memberikan informasi kepada banyakorang tentang ciri khusus dan manfaatnya,serta menunjukkan perbedaannya dari merekpesaing, dan menginformasikan bahwa merekyang ditawarkan lebih baik ditinjau dari sisifungsional atau simbolisnya. Jika komunikatorsukses memberikan kesadaran konsumen akanmereknya, konsumen dapat membentuk sikap(attitudes) positif terhadap merek tersebut danmungkin akan muncul niat (intention) untukmembeli merek tersebut, ketika timbulkeinginan untuk membeli suatu produk dimasa yang akan datang (Shimp, 2003:161).Dalam model yang telahdikembangkan oleh Rossiter dan Percy,karakter si selebritis akan disesuaikan denganCommunication objective yang hendak dicapai.VisCAP itu sendiri terdiri dari 4 unsur yaituVisibility, Credibility, Attraction dan Power.Di mana visibility memiliki dimensi seberapajauh popularitas selebriti, Afika dinilai cukuppopular karena dia sebelumnya memenangkankontes Bebelac Star dan membintangi iklanBebelac “You are my everything”. Credibilityberhubungan dengan product knowledge yangdiketahui sang bintang, serta layak dan dapatdipercaya. Tokoh Afika dinilai respondencukup kedible, selain karena dia merupakantokoh anak-anak yang polos, aktingnya pundinilai cukup memuaskan dan tidak dibuatbuat.Attraction lebih menitikberatkan padadaya tarik sang bintang, personality, tingkatkesukaan masyarakat kepadanya (nge-fans),dan kesamaan dengan target user. Afikadengan tingkahnya yang lucu danmenggemaskan banyak disukai olehmasyarakat, selain itu wajahnya yang cantikdan imut-imut juga memiliki daya tariktersendiri. Dan yang terakhir adalah Poweryang merupakan kemampuan selebriti dalammenarik konsumen untuk membeli (Royan,2005:15).Pengalaman manusia hanyamerupakan perubahan sikap yang temporersifatnya ketika dipersuasi melalui jalurperiferal dibandingkan dengan perubahan yangbersifat tetap yang dialami dalam jalur utama.Sikap yang dibentuk melalui jalur utama akanrelatif tetap dan bertahan terhadap perubahan.Seperti yang juga dijabarkan dalam hipotesispertama (H1) hasil uji korelasi dijelaskanbahwa nilai koefisien bertanda positif yangberarti terjadi hubungan positif, namun beradapada kondisi yang lemah karena nilai koefisienkorelasi < 0,5. Yang berarti ketepatanpenggunaan selebriti endorser Oreo Ice CreamOrange terbukti memiliki pengaruh dankorelasi dalam menarik minat konsumen untukmembeli produk, hanya saja tidak terlalu besar.Secara komparatif, ketika kecenderunganelaborasi rendah (karena topik komunikasitidak terlalu relevan dengan penerima pesan),perubahan sikap dapat terjadi, namun sifatnyatemporer kecuali jika konsumen dihadapkansecara kontinu (Shimp, 2003:248). Afikamemang pernah memenangkan kontes BebelacStar yang di tayangkan di Televisi, akan tetapiberdasarkan wawancara peneliti, repondenkurang mengenal sosok Afika sebelum iamembintangi Iklan Oreo Ice Cream Orange.Nama Afika booming dan banyak dibicarakansetelah ia membintangi produk Oreo IceCream Orange.Asosiasi berulang dari suatu merekdengan seorang selebriti akhirnya membuatkonsumen berpikir bahwa merek tersebutmemiliki sifat-sifat menarik yang serupadengan sifat-sifat yang dimiliki oleh siselebriti. Para konsumen mungkin menyukaimerek hanya karena mereka menyukai selebritiyang mendukung produk tersebut. Selebritiadalah tokoh (aktor, penghibur, atau atlet)yang dikenal masyarakat karena prestasinya didalam bidang-bidang yang berbeda darigolongan produk yang didukung. Para selebritibanyak diminta sebagai juru bicara produk.Ohanian membagi tiga faktor yang ada padaselebriti yang dapat mempengaruhi konsumenuntuk membeli, antara lain daya tarik fisik(kecantikan, ganteng, lucu dan sebagainya),dapat dipercaya dan expertise (adanyakeahlian). Sementara itu menurut PhilipKotler, seorang selebriti yang sangatberpengaruh disebabkan memiliki kredibilitasyang didukung faktor keahlian, sifat dapatdipercaya, dan adanya kesukaan (Royan,2005:8).Fenomena Afika cukupmenghebohkan dunia maya, seperti halnya dijejaring sosial media banyak sekali yangmengunggah dan melihat video Afika dalamIklan Oreo Ice Cream Orange, serta banyakpula yang mengupload foto Afika besertaprofilnya. Consumer Generated Marketing(Advertising) adalah penciptaan iklan ataukonten pemasaran lainnya oleh pelanggan baikdisengaja maupun tidak disengaja. Dalam halini konsumen sendiri yang menghasilkan tidakhanya iklan yang menarik, tetapi juga beberapapers yang baik dan WOM yang dihasilkan juga(Kardes 2010:320). Contohnya adalah dalamkasus Oreo Ice Cream Orange, banyak sekaliyang membicarakan mengenai iklan tersebut dijejaring sosial media, tingkah Afika yang lucudan menggemaskan mampu menyedotperhatian masyarakat sehingga banyakmenimbulkan perbincangan di sosial media,seperti halnya twitter, facebook, dan youtube.Seiring dengan perkembangan pesat teknologikomunikasi serta semakin banyakpenggunanya yang mahir dalam menggunakanaplikasi, software, website terbaru menjadisalah satu faktor penting yang memungkinkanmunculnya fenomena ini. Kini siapa saja bisamembuat video, merekam gambar kemudianmemasukkannya ke situs sosial seperti Twitter,Youtube, dan Facebook di mana siapa sajadapat melihat hasil karya orang tersebutdengan mudah. Pada dasarnya ConsumerGenerated Marketing berawal dari kehausanmanusia akan perhatian dari orang lain.Dimana tujuan utamanya adalah untukmemungkinkan konsumen untukmengekspresikan, dalam kata-kata merekasendiri, bagaimana perasaan mereka tentangmerek. Akibatnya, pesan-pesan otentik,inovatif, dan menghibur menawarkankesempatan yang lebih besar untukmenghasilkan desas-desus/Word Of Mouthyang positif tentang merek daripadakomunikasi pemasaran tradisional. Sepertihalnya banyak pula yang membuat ‘komikstripplesetan’ perbincangan Afika dalam iklanOreo Ice Cream Orange. Consumer generatedadvertising adalah bentuk baru yang menarikdari keterlibatan pelanggan yangmemanfaatkan kemampuan komunikasidigital.Word Of Mouth adalah tindakan satukonsumen berbicara lain tentang merek, danitu bisa terjadi tatap muka dan secara tidaklangsung melalui telepon, surat, atau internet.Berkat teknologi, word of mouth dapatmenyebar lebih cepat dan lebih jauhdibandingkan sebelumnya, melalui teleponseluler, email, pesan teks, situs jejaring sosial,blog, instant messaging, chat room, dan papanpesan. Seperti fenomena yang terjadi dalamkasus ini, beberapa orang yang mengunduhtentang iklan Oreo Ice Cream Orange tersebut,baik berupa video, komik strip dan lainsebagainya ke berbagai jejaring sosial media,cukup banyak menggundang tanggapan dankomentar dari pengguna jejaring sosial medialainnya. Karena adanya internet, Word OfMouth dapat berlama-lama untuk waktu yanglama di ruang cyber (Kardes, 2010:317).Seperti halnya ketika Afika dalam iklan OreoIce Cream menjadi perbincangan (TrendingTopic) di Twitter, Serta banyaknya yangmelihat dan me likes video iklan Oreo IceCream Orange di youtube atau bahkanbanyaknya like fanspage Afika di Facebook.Bahkan banyak pula yang membuat konten‘tiruan’ mengenai profil Afika di Facebook.Suprapti (2010:248), mengungkapkan ada 2(dua) fungsi komunikasi WOM yaitu memberiinformasi dan mempengaruhi. Pembicaraanmengenai iklan Oreo Ice Cream Orange versiAfika di jejaring sosial media membuat orangsemakin mengenal secara lebih jauh mengenaisosok Afika, dan juga membuat orang-orangmengetahui bahwa Oreo mengeluarkan varianrasa baru yaitu Oreo Ice Cream Orange yangmemiliki sensasi dingin.Word of mouth yang berawal darisesuatu yang natural dan tidak terencanaakhirnya berkembang menjadi bagian daripromotion mix yang dapat didesain dandirencanakan layaknya melakukan rencanakomunikasi pemasaran lainnya seperti iklandan even. Dalam hal ini banyaknya masyarakatyang membicarakan iklan tersebut di jejaringsosial media secara tidak langsung telah terjadiWOM (word of mouth) yang memiliki peluanguntuk mempersuasi calon konsumen untukmembeli produk yang dibicarakan, yangtermasuk dalam level Word of mouth yangmembuat konsumen yang mempromosikanproduk perusahaan, namun kegiatan promosidan komunikasi seperti ini biasanya tidakterlalu mempengaruhi penjualan selain hanyamenambah kehebohan dan menambah jumlahantrian (Harjadi&Fatmasari, 2008:75). Sepertiyang juga dijabarkan dalam hipotesis kedua(H2) hasil uji korelasi dijelaskan bahwa nilaikoefisien bertanda positif yang berarti terjadihubungan positif, namun berada pada kondisiyang lemah karena nilai koefisien korelasi <0,5. Yang berarti frekuensi perbincangan iklandi jejaring sosial media terbukti memilikipengaruh dan korelasi dalam menarik minatkonsumen untuk membeli produk, hanya sajatidak terlalu memiliki pengaruh yang besar.Oreo merupakan produk yang cukupdiminati oleh masyarakat, terutama anak-anakdan remaja. Walaupun persaingan produk Oreodengan beberapa produk biskuit lainnya tinggi.Keseluruhan responden tetap memilih produkOreo. Hal ini di sebabkan karena produk Oreomerupakan produk yang dipercaya olehkonsumen, baik segi kualitas rasa, dan lainsebagainya. Minat membeli merupakanaktivitas psikis yang timbul karena adanyaperasaan dan pikiran yang diikuti olehperasaan senang dan cenderung untuk mencariterhadap suatu objek yaitu barang atau jasayang diinginkan dan merupakan tahapansebelum terjadi keputusan membeli (Marxdalam Engel, 1994: 201).4. KESIMPULANDiantara ketiga variable yang diteliti,dimana Ketepatan penggunaan selebritiendorser Oreo Ice Cream Orange dan frekuensiperbincangan iklan di jejaring sosial mediaterhadap minat beli produk memiliki korelasisangat kuat. Hasil uji korelasi antara variableX1, X2, dengan Y diperoleh signifikansisebesar 0,000 yang menunjukkan bahwahubungan antar variable sangat signifikan. Jikanilai signifikansi < 0,05 berarti pengaruh antarvariable sangat signifikan. Maka hipotesisditerima. Dimana penggunaan selebriti yangtepat dalam iklan Oreo Ice Cream Orange,menjadikan iklan tersebut banyakdiperbincangkan di jejaring sosial media, yangmana secara tidak langsung dapatmempengaruhi sikap seseorang untuk tertarikmembeli produk tersebut.Pemanfaatan ketenaran endorserAfika dalam membintangi iklan tersebutmemiliki peluang dalam merubah sikapkonsumen, namun sifatnya temporer kecualijika konsumen dihadapkan secara kontinudengan menampilkan bintang iklan tersebutdalam iklan-iklannya. Dengan dihadirkannyaendorser yang tepat secara kontinu tentunyaakan dapat merubah sikap calon konsumenagar tertarik untuk membeli produk tersebut.5. DAFTAR PUSTAKAAndeas, Diki. 2010.Chickenstrip:Why Did The Chicken BrowseThe Social Media?. Jakarta : PT. Elex MediaKomputindoArens, William F. 2006.Contemporary Advertising. New York:McGrawHill/Irwin.Durianto, Darmadi., Sugiarto & ToniSitinjak. 2001. Strategi Menaklukan Pasar:melalui riset ekuitas dan perilaku merek.Jakarta : PT. Gramedia Pustaka UtamaEngel, J.F., Roger D. Blackwell &Paul W. Miniard. 1994. Perilaku konsumen(Edisi keenam Jilid 1). Alih Bahasa: Drs.Budijanto. Jakarta: Binarupa Aksara.Griffin, EM. 1997. A First Look AtCommunication Theory (Third Edition). TheMcGraw-Hill Companies, IncHasan, Ali. 2008. Marketing.Yogyakarta: MedPress.Holmes, David. 2005.Communication Theory: Media, Technology,Society. London, Thousand Oaks, New Delhi:Sage Publications.Ibnu Widiyanto. 2008. Pointers :Metodologi Penelitian. Semarang: BP UndipJuju, Dominikus & Feri Sulianta.2010. Branding Promotion with SocialNetwork. Jakarta: PT. Elex MediaKomputindo.Kardes, Frank R., Maria L. Cronley,and Thomas W. Cline. 2010. ConsumerBehaviour. USA : Cengage LearningKurniawan, Albert. 2009. BelajarMudah SPSS Untuk Pemula. Jakarta : PT.Buku Kita.Littlejohn, Stephen W., and Karen A.Foss. 2009. Encyclopedia of CommunicationTheory. London: Sage Publications.McQuail, Denis. 2000. Mediaperformance; mass communication and thepublic interest. London: Sage Publications.Nunnally dalam Ghozali, Imam.2001. Aplikasi Analisis Multivariate denganProgram SPSS, Badan Penerbit UniversitasDiponegoro, Semarang.Royan, Frans M. 2005. MarketingSelebritis. Jakarta : PT. Elex MediaKomputindoShimp, Terence A. 2000/2003.Advertising Promotion and Supplement Aspectof Integrated Marketing Communication 5thEdition ; Alih Bahasa : Periklanan Promosidan Aspek Tambahan Komunikasi PemasaranTerpadu, edisi ke-5 , Terjemahan: ReyvaniSyahrial. Jakarta : ErlanggaSuprapti, Ni Wayan, Sri. 2010.Perilaku Konsumen Pemahaman Dasar danAplikasinya dalam Strategi Pemasaran. Bali :Udayana University PressThurlow, Crispin dan kawan-kawan.2004. Computer Mediated Communication :Social Interaction and The Internet. London :Sage Publications.Trompenaars, Fons dan PeterWoolliams. 2004. Marketing Across Cultures.West Sussex, England: Capstone PublishingLtd.JurnalHarjadi, Dikdik & Dewi Fatmasari.,2008. Word of mouth (WOM) communicationsebagai alternatif kreatif dalam komunikasipemasaran. Equilibrium Vol 4 No.8, 72-78Internet(http://mix.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=816&Itemid=14, diaksespada tanggal 10 Maret 2012, pukul 01.45WIB)(http://dc204.4shared.com/doc/N6ZM5ijl/preview.html (Majalah MARKETING –Edisi Khusus TOP BRAND / 2008), diaksespada tanggal 22 Oktober, pukul 01.34 WIB)(http://www.mayora.com/ourcompany/mayora-at-a-glance/, diakses padatanggal 23 Oktober, pukul 20.00 WIB)(http://www.khongguan.co.id/index.php?option=com_content&view=section&layout=blog&id=6&Itemid=54, diakses pada tanggal 23Oktober, pukul 20.28 WIB)(http://www.topbrand-award.com/top-brandsurvey/survey-result/top-brand-result-2012/#,diakses pada tanggal 12 Maret, pukul 15:43WIB)(http://www.topbrand-award.com/top-brandsurvey/survey-report/, diakses pada tanggal 13November 2012, pukul 01:52 WIB)(http://media.kompasiana.com/mainstreammedia/2012/02/21/jangan-salahkan-afika-bila/,diakses pada tanggal 4 Maret 2012, pukul22:45 WIB)(http://www.scribd.com/doc/111639637/Kraft-Foods-Company, diakses pada tanggal 23Oktober, pukul 18:49 WIB)(http://poppyfriscilla.blogspot.com/2012/04/analisis-iklan-oreo-terbaru-dengan.html, diaksespada tanggal 18 Juni 2012, pukul 05:09 WIB)(http://www.hanyaoreo.com/products.php,diakses pada tanggal 23 Oktober 2012, pukul18:45 WIB)(http://www.idnewsblast.com/foto-profil-afikaiklan-oreo-ice-cream.html, diakses padatanggal 10 November 2012, pukul 02:21 WIB)(http://antumfiqolbi.wordpress.com/2012/03/19/kumpulan-komik-afika-update/, diakses padatanggal 10 November 2012, pukul 02:07 WIB)(http://salingsilang.com/baca/ketika-afikabernyanyi-paman-datang, diakses pada tanggal4 Maret 2012, pukul 21:36 WIB)(http://blogsiffahartas.blogspot.com/2011/07/produk-biskuit-oreo-produksi-pt-kraft.html,diakses pada tanggal 23 Oktober 2012, pukul18:17 WIB)(http://balakampret.blogspot.com/2012/02/kumpulan-komik-strip-lucu-afika-oreo.html,diakses pada tanggal 05 Maret 2013, pukul02:54 WIB)(http://salingsilang.com/baca/tren-twitterpekan-3-februari-valentine-angie-adele-danafika,diakses pada tanggal 4 Maret 2012,pukul 21:33 WIB(http://salingsilang.com/baca/pola-marketingdi-media-sosial, diakses pada tanggal 18 Juni2012, pukul 05:31 WIB)(http://id.wikipedia.org/wiki/Pemasaran_kreasi_konsumen, diakses pada tanggal 05 Maret2013, pukul 02.20 WIB)
MEMAHAMI FENOMENA KOMUNIKASI HIPERPERSONAL MENGGUNAKAN ANONYMOUS USERNAME DALAM PORTAL BERITA ONLINE Eleonora Irsya; Hedi Pudjo Santosa; Yanuar Luqman
Interaksi Online Vol 1, No 4: Oktober 2013
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.912 KB)

Abstract

MEMAHAMI FENOMENA KOMUNIKASI HIPERPERSONAL MENGGUNAKANANONYMOUS USERNAME DALAM PORTAL BERITA ONLINEAbstrakPortal berita online memberikan keleluasaan kepada pengaksesnya untuk mengunduhaplikasi situs berita dan berkomentar dalam kolom komentar yang disediakan hanya denganmembuat akun. Namun, banyak yang membuat akun dengan identitas lain atau tidak denganidentitas aslinya atau anonim. Hal itu dipermudah dengan tidak adanya verifikasi ketat ketikaakan membuat akun. Selain itu diduga adanya komunikasi hiperpersonal dalam portal beritaonline yaitu masyarakat lebih tertarik berkomunikasi dengan perantaraan internet daripadaberkomunikasi secara langsung. Banyak alasan yang mendasari mengapa mereka melakukan haltersebut ditambah dengan menggunakan akun anonim. Penelitian ini bertujuan untukmengungkap alasan yang mendasari mengapa mempraktikkan komunikasi hiperpersonalmenggunakan akun anonim. Penelitian ini menggunakan landasan Computer MediatedCommunication Theory (CMC), Deindividuation Theory dan Dependency Theory.Hasil penelitian ini menemukan fakta bahwa Portal berita online, selain sebuah situsberita online juga merupakan media komunikasi maya, memungkinkan penggunanya dapatmenulis identitas yang diinginkan sebagai upaya membentuk suatu image tertentu. Akun anonymtersebut dibuat supaya diri mereka tidak mudah dikenali oleh orang lain ketika mengirimkankomentar. Ada pula yang merasa identitas tidak terlalu penting dalam kolom komentar karenadirinya tidak ingin terganggu oleh orang yang terganggu dengan komentar yang dikirimnya.Komunikasi hiperpersonal yang terjadi dikarenakan adanya sebuah kesepahaman yang terbentukwalaupun tidak mengenal latarbelakang masing-masing. Ada pula yang mempunyai keterbatasandalam berkomunikasi dengan orang lain dalam kehidupan nyata sehingga beralih ke portal beritaonline untuk membahas isu-isu yang terjadi.Penelitian ini diharapkan dapat memberikan implikasi-implikasi dalam aspek akademisdan praktis. Implikasi akademis penelitian ini berupa kontribusi dalam memperkaya ilmupengetahuan mengenai interaksi dengan menggunakan media baru di mana terdapat fenomenamelakukan komunikasi hiperpersonal dengan akun anonim. Sementara itu, implikasi praktismemberikan rekomendasi bagi pengakses portal berita online dalam berperilaku sehingga dapattercipta komunikasi yang sehat.Kata Kunci: Media Online, Anonim, Komunikasi Hiperpersonal.UNDERSTANDING HYPERPERSONAL COMMUNICATION PHENOMENON USINGANONYMOUS USERNAME IN ONLINE NEWS PORTALAbstractOnline news portal provides flexibility for users to download the application news sitesapplication and submit a comment in the comments field which will if only users made theaccount. However, many user creates account using fake or anonymous identity. The access tobe anonymous user get easier by the absence of the detail verification when creating an account.Besides that, it is believed that using hyperpersonal communication is because people these dayare more interested to communicate using Internet than direct communication. Many underlyingreason that make them do so and also using the anonymous account. This research is aimsuncover the reason why using hyperpersonal communication using anonymous username. Thisresearch uses Computer Mediated Communication Theory (CMC), Deindividuation Theory andDependency Theory.The research’s outcomes found that online news portal, in addition to an online news siteis also a virtual communication media, allowing users to write the desired identity as an effort toestablish a certain image. The anonymous accounts were made so that they themselves are noteasily recognized by others when submitting a comment. There is also a feeling of identity doesnot really matter in the comments field because he did not want to bothered by people who aretroubled by the comments sent. Hyperpersonal communication that occurs due to a form ofunderstanding that even do not know the background of each. There also has limitations incommunicating with other people in real life so the switch to online news portal to address issuesthat occur.The research is expected to provide the implications of the academic and practicalaspects. Academic implications of this research is a contribution in enriching the knowledge ofthe interaction by using new media where there is a phenomenon Hyperpersonal communicatewith an anonymous account. Meanwhile, the practical implications of providingrecommendations to the access of online news portals to behave so as to create a goodcommunication.Key words : Online Media, Anonym, Hyperpersonal CommunicationMEMAHAMI FENOMENA KOMUNIKASI HIPERPERSONAL MENGGUNAKANANONYMOUS USERNAME DALAM PORTAL BERITA ONLINEKolom sign in or log in atau register or log in sudah tidak asing lagi ketika mengaksessosial media. Fungsinya adalah mendaftarkan identitas untuk memperoleh username. Apakahsulit? Tidak, tinggal mengisi kolom-kolom sesuai dengan data diri. Sayangnya, dewasa ini makinbanyak identitas non riil atau asal-asalan yang dibuat untuk berinteraksi antar pengunjung atauuser lain dalam media sosial tersebut. Hal ini dikarenakan tidak adanya tuntutan untuk membuatidentitas username yang sesuai dengan identitas asli dan kebebasan untuk membuat sebanyakmungkin username.Mendaftar dengan verifikasi yang longgar memicu adanya identitas palsu yangmemberikan kebebasan dalam menggunakan sosial media. Kelonggaran identitas tersebut tidakterlepas dari salah satu karakteristik media baru yang disampaikan Feldman (dalam Flew2005:101) yaitu manipulable (mudah dimanipulasi). Masyarakat diberi kebebasan untukmemanipulasi, merubah data dan informasi secara bebas tanpa adanya batasan atau aturan.Belum pernah ada kasus hukum yang melibatkan users dalam sebuah portal media online karenakomentar yang melanggar etika.Masyarakat seperti diberi kesempatan untuk tidak perlu bertanggung jawab terhadapkomentar atau pendapat dengan pilihan kata yang tidak patut. Hal itu dikarenakan masyarakataman karena identitas mereka tidak riil atau berlindung dibalik username palsu. Manusia telahlupa pada kehidupan nyata dan terjebak dalam virtual reality di mana mereka lebih nyamanuntuk hidup di dalamnya. Internet digunakan sebagai pelarian untuk mendapatkan rasa nyamandan mengatasi rasa kesepian sehingga dapat mengembalikan harga diri sebagai makhluk sosial—tidak dapat hidup tanpa berinteraksi dengan orang lain.Orang yang hidup dengan menggunakan internet acap kali terjebak dalam situasi isolasisosial di mana dia lebih terbuka pada media tersebut. Orang-orang tersebut menggunakaninternet sebagai teknologi sosial atas solusi dalam mengatasi kesepian, ketidakberdayaan, dankehilangan harga diri (Maria Bakardjieva, 2005:123). Sedangkan Walther memberi nama“komunikasi hiperpersonal” untuk menggambarkan komunikasi dengan perantara komputer yangsecara sosial lebih menarik daripada komunikasi langsung. Dia memberikan tiga faktor yangcenderung menjadikan partner komunikasi via komputer lebih menarik: (a) e-mail dan jeniskomunikasi komputer lainnya memungkinkan presentasi diri yang sangat efektif, dengan lebihsedikit penampilan atau perilaku yang tidak diinginkan dibandingkan komunikasi langsung; (b)orang yang terlibat dalam komunikasi via komputer kadang kala mengalami proses atributif yangberlebihan yang di dalamnya dengan membangun kesan stereotip tentang partner mereka; dan (c)ikatan intensifikasi bisa terjadi dalam pesan-pesan positif dari seseorang partner sehingga akanmembangkitkan pesan-pesan positif dari rekan satunya (dalam Severin dan Tankard, 2005:462).Dalam dunia nyata identitas merupakan karakteristik esensial yang menjadi basis pengenalandari sesuatu hal, ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang; jati diri. Menurut Chris Barker,identitas itu bukanlah sesuatu yang terberi (given), tetapi merupakan sesuatu yang dibuat(created). Sama halnya dengan virtual reality, identitas harus dibuat namun tidak mengharuskanakan kebenarannya.Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan mengungkap alasan yang mendasari mengapa mempraktikkankomunikasi hiperpersonal menggunakan anonymous username.TeoriComputer Mediated Communication Theory and the problem of identityComputer Mediated Communication Theory digunakan untuk menjelaskan komunikasiyang terjadi dengan menggunakan media baru yang dinamakan internet. Teori ini digunakanuntuk menjelaskan komunikasi yang dalam hal ini memberi tanggapan atau komentar antarpemilik username pada portal berita online, di mana komunikasi tersebut terjadi dalam ruangvirtual yang dikenal sebagai virtual reality.Deindividuation TheoryTeori Deindividuation juga menegaskan bahwa masuknya individu secara mendalamdalam sebuah kerumunan atau kelompok mengakibatkan hilangnya identitas diri. Akibatnya,seseorang yang merasa kehilangan identitas pribadi lebih cenderung mendorong orang untukbertindak agresif atau menyimpang dari perilaku sosial supaya dapat diterima ketika merekaberada di pengaturan grup daripada ketika mereka sendirian. Dalam kaitannya dengan teorideindividuation, kondisi anonim dalam kelompok menyebabkan kurangnya kesadaran seseorangsiapa mereka sebagai individu.Dependency TheoryTeori ketergantungan media itu sendiri berpendapat bahwa pengaruh media ditentukan olehketerkaitan antara media, penonton, dan masyarakat. Keinginan individu untuk informasi darimedia adalah variabel utama dalam menjelaskan mengapa pesan media memiliki efek kognitif,afektif, atau variabel. Ketergantungan media tinggi, ketika individu mendapatkan kepuasan tetapibergantung pada informasi dari sistem media.Metode PenelitianPenelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif-deskriptif. Penelitiankualitatif mencari jawaban atas pertanyaan dengan menguji berbagai latar sosial dan individuyang menjalaninya. Moleong (2007:6) mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penelitianyang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitianmisalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll. Secara holistik dan dengan cara deskripsidalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan denganmemanfaatkan metode alamiah.Mengungkap alasan atau motivasi yang mendasari mengapa mempraktikkan komunikasihiperpersonal menggunakan username anonym pada portal berita online membutuhkanpendekatan secara langsung di lapangan sehingga diperoleh pengetahuan baru berdasarkanpandangan para informan.Menurut Husserl (dalam Kuswarno 2009:40) fenomenologi bertugas untuk menjelaskanthings in themselves, mengetahui apa yang masuk sebelum kesadaran dan memahami makna danesensinya dalam intuisi dan refleksi diri. Proses ini memerlukan penggabungan apa yang tampakdan apa yang ada dalam gambaran orang yang mengalaminya. Jadi gabungan antara yang nyatadengan yang ideal.Salah satu komponennya yang menjadi analisis dalam penelitian ini adalah kesengajaan.Kesengajaan untuk membuat anonymous username untuk berkomunikasi dalam portal beritaonline. Kesengajaan selalu berhubungan dengan kesadaran, dengan demikian kesengajaanmerupakan proses internal dalam diri manusia. Faktor yang berpengaruh terhadap kesengajaanantara lain kesenangan (minat), penilaian awal dan harapan terhadap objek. Kesengajaan untukmembuat anonymous username dibangun oleh konsep pokok yaitu identitas menjadikan sebuahentitas yang masuk dalam kesadaran sama seharusnya identitas mempertahankan karakteristikdasar dari sebuah entitas. Dalam fenomenologi, identitas terdapat pada ilusi untukmempertahankan hal-hal pokok dari objek sehingga masih bisa dikenali. Dalam sisi portal beritaonline, individu merusak identitas ketika mengembalikan ilusi kepada kesadaran, inilah yangdisebut Husserl sebagai sebuah kesengajaan.PembahasanPerilaku Mengakses Internet dalam Kehidupan Sehari-hariInternet sebagai media komunikasi paling mutakhir bisa dipahami sebagai bagian darikomunikasi massa yang tujuannya memberikan informasi seluas-luasnya kepada khalayak.Tetapi, karena adanya beberapa perbedaan karakteristik yang cukup signifikan sebagaiakibat perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat (Hadi, 2005:20). Portal beritaonline sebagai bagian dari internet telah menjadi bagian dari kebutuhan hiduppenggunanya. Dengan mengakses media sosial ini, pengakses portal berita online dapatmemanfaatkan internet sebagai ”sebuah alat” untuk memenuhi kebutuhan akan informasidan komunikasi manusia yang semakin tinggi. Ditambah lagi, dukungan piranti dalammengakses internet yang semakin praktis memungkinkan manusia dapat lebih mudahdalam mengakses internet dengan menggunakan handphone. Dari keterangan yangdiperoleh dari para informan, aktivitas yang cukup padat tidak menghalangi mereka untuktetap menyempatkan waktu mengakses portal berita online, walaupun sekadar mengecekataupun mencari informasi yang sedang up to date. Dari hasil penelitian, diperolehpemanfaatan lain dari portal berita online dan kolom komentar. Informan dari penelitianmengakui bahwa pemanfaatan portal berita online dan kolom komentar juga dapatdigunakan untuk menambah wawasan atas sebuah isu yang berkembang baik dibacanyasecara langsung atau diperolehnya dari komentar pengakses lain. Ditambah, para informantidak menemukan kelebihan yang dirasakannya menggunakan portal berita online darimedia konvensial. Para informan menganggap media konvensional sudah tidak praktis danekonomis, sehingga perlahan meninggalkan media konvensional untuk beralih ke mediaonline. Tidak semua portal yang ada di Indonesia diakses oleh para informan penelitian ini,paling sering dikunjungi adalah Detik.com, Kompas.com, Tempo.co dan Bola.net karenamenurut informan portal ini menjanjikan kecepatan informasi dalam mengakses berita yangterbaru. Selain itu, tampilan yang lebih sederhana dan lebih terfokus pada beritamenjadikan alasan menarik menjadikan akun portal berita pantas dipilih untuk diikuti. Darihasil penelitian, ditemukan bahwa informan menggunakan portal berita online sebagaimedia baru yang memiliki banyak kegunaan, seperti yang dikatakan McQuail (2000:128-129) yang menjabarkan konsep media baru yang dimiliki oleh portal berita online yaituTingkat Interaktivitas, Tingkat Social Presence, Tingkat Autonomy dan TingkatPlayfullness.Penggunaan Akun Anonymous dalam Portal Berita OnlinePara informan seperti terpengaruh oleh orang lain dan merasakan bahwa tidak adaketentuan yang ketat dalam pembuatan akun. Slouka dalam Ashar Hadi (2005:165)menjelaskan bahwa penggandaan identitas di Internet tak lebih dari sekedar komoditas.Artinya, identitas tidak bersifat esensial, melainkan dibentuk untuk kepentingankepentingan.Para informan juga mempunyai kepentingan menggunakan anonymous,mereka tidak ingin ditelusuri identitasnya karena tidak ingin berurusan dengan orang lainkarena komentarnya. Goffman (dalam Littlejohn dan Foss [eds], 2008:87) mengatakantentang bagaimana cara komunikator mempresentasikan dirinya (self-presentation).Kehidupan sehari-hari dapat dilihat seperti sebuah pertunjukan, di mana terdapat rasapenasaran apa yang akan ditampilkan oleh sang aktor dan yang akan membentuk suatukesan kepada khalayaknya. Seperti layaknya sebuah pertunjukan, terdapat dua bagian dimana aktor tersebut berperan, yaitu front stage dan back stage. Bagian front stage adalahtempat di mana pertunjukan tersebut berlangsung dan diatur sedemikian rupa. Bagianback stage adalah tempat di mana terdapat kesan yang berlawanan dari kesan yangdibangun saat pertunjukan (Goffman dalam Lemert dan Branaman [eds], 1997:Ixv).Akun anonymous yang dimiliki oleh para informan memainkan peran sebagaiaktor pada front stage. Dalam front stage, terdapat beberapa faktor penentu yaitu latar(setting), ciri khas (personal front), dan penampilan dan sikap (appearance and manner)(Goffman, 1956:13-16). Sebagai aktor pada front stage, akun anonymous diharuskanmenyembunyikan beberapa hal, seperti misalnya kesalahan (errors) yang secara tidaksengaja muncul saat persiapan pertunjukan atau saat pertunjukan tersebut berlangsung(Goffman, 1956:27). Hal itu dilakukan oleh para informan dengan membaca ulangkomentar yang hendak mereka kirimkan dan menambah wawasan mereka telebih dahulusebelum memberikan komentar. Goffman sendiri yang mengatakan bahwa untukmemperoleh peran, maka seorang aktor tidak diperkenankan untuk membiarkan dirinyamengalami ejekan, hinaan, dan berbagai bentuk perendahan diri (1956:29). Sependapatdengan Goffman, para informan menghindari hal-hal negatif yang bisa saja terjadidengan menyembunyikan identitas asli mereka. Seperti yang dikatakan oleh Goffman(1956:28), untuk menghasilkan sebuah pertunjukan yang bagus, standar ideal yangdimiliki seorang aktor dapat diperoleh dengan mengorbankan privasi dirinya ataubeberapa hal yang berhubungan dengan dirinya dan orang lain di sekitarnya. Privasibukan saja seputar identitas namun juga berupa kegiatan-kegiatan yang dilakukan olehaktor pada back stage. Para informan tidak memberikan tambahan informasi mengenaidiri mereka sebenarnya dalam bentuk apapun dalam akun anonymous. Bagaimana punjuga, meski terdapat tekanan dari suatu bagian untuk dapat diidentifikasi sebagai frontdan back dari sebuah pertunjukan yang di mana saling berhubungan satu sama lain, tetapakan ada beberapa bagian yang fungsinya dapat saling bertukar, kapan menjadi front dankapan menjadi back, dan juga sebaliknya (Goffman, 1956:77). Hal ini menurut parainforman bergantung pada rubrik berita yang mereka baca, mereka bisa menjadi dirisendiri ketika mengomentari hal yang mereka suka, bola misalnya. Berbeda ketikamengomentari news dan isu politik yang mereka belum tentu paham.Perilaku Komunikasi Hiperpersonal dalam Portal Berita OnlineTerdapat perbedaan pandangan pengakses portal berita online dalam menyikapikomunikasi dengan menggunakan media virtual ini. Pandangan pertama, bahwa portalberita online memberikan kenyamanan kepada penggunanya sebagai media komunikasiyang mudah. Portal berita online memberikan situasi yang berbeda di mana penggunanyadapat menentukan momen yang tepat dalam membuat komentar sehingga orang dapatmemberikan respon yang sesuai dengan harapan. Maka dari itu, pengakses portal beritaonline berusaha menyesuaikan dengan orang lain sehingga dapat tertarik untuk meresponkomentar yang dibuatnya. Harapan (expectation) yang dimaksud dalam bahasan iniadalah seperti yang dijelaskan oleh West dan Turner (2008:159) yang dapat diartikansebagai pemikiran dan perilaku yang diantisipasi dan disetujui dalam percakapan oranglain. Oleh karenanya, termasuk di dalam harapan ini adalah perilaku verbal dan nonverbalseseorang. Akan tetapi, harapan dalam komunikasi pengakses portal berita onlineberkaitan dengan isi berita dan perilaku yang diwakilkan oleh tulisan yang dibuat olehpenggunannya di portal berita online. Untuk memaknai harapan yang bersifat non-verbalcukup berbeda dengan dunia nyata karena para pelaku komunikasi tidak bertemu secaralangsung. Burgoon dan Hale menyatakan ada dua jenis harapan : prainteraksional daninteraksional.Harapan pra-interaksional (pre-interactional expectation) mencakupjenis pengetahuan dan keahlian interaksional yang dimiliki oleh komunikatorsebelum memulai percakapan. Jika dikaitkan dengan hasil penelitian mengenaiperilaku pengakses portal berita online, para pengakses portal berita online tidakselalu mengetahui apa yang dibutuhkan untuk memasuki dan mempertahankansebuah percakapan. Percakapan yang terjadi tidak selalu sesuai yang diharapkankarena belum tentu suatu permulaan pembicaraan dapat menarik orang lain untukturut berkomentar atau mengomentari komentar yang dibuat oleh para informan.Pengetahuan akan komunikan dan keahlian kecakapan interaksional komunikatorsangat besar pengaruhnya.Harapan interaksional (interactional expectation) merujuk padakemampuan seseorang untuk menjalankan interaksi itu sendiri. Kebanyakan orangmengharapkan orang lain untuk menjaga jarak sewajarnya dalam sebuahpercakapan. Menurut Burgoon dan Hale kemampuan seseorang dalammenjalankan interaksi ini sering kali mempertimbangkan isyarat non-verbal danketergantungannya pada latar belakang budaya dari komunikator. Dengandemikian, harapan akan terpenuhi oleh budaya tempat komunikator tinggal.KesimpulanPerangkat elektronik seperti perangkat komputer atau laptop serta gadget seperti smartphone danandroid memudahkan para pengakses portal berita online untuk selalu terhubung dengan internetdan mengakses situs berita. Walaupun tidak praktis dibandingkan dengan gadget, intensitasmengakses internet menggunakan komputer tidak kalah dengan pengguna gadget canggih.Media konvensional meliputi koran dan majalah sudah tidak efisien dibandingkan dengan situsberita online dalam menyajikan sebuah news dan perkembangan isu-isu yang sedang hangatdiperbincangkan. Situs berita online dianggap lebih efisien dan hemat dan memiliki efek dominoyang mampu membawa pembaca untuk mengetahui berita secara mendalam dan dalam berbagaisisi yang berbeda. Ditambah dengan kemudahan interaktif yang disediakan dalam bentuk kolomkomentar.Pembuatan akun anonymous yang dilakukan merupakan dianggap tidak menyalahi peraturankarena tidak ada peraturan yang berlaku tegas dalam pembuatan identitas dalam portal beritaonline. Nama yang dipakai ada yang tidak jauh dari identitas asli namun ada yang sangat jauhdari identitas asli. Hal ini dimanfaatkan para pengakses portal untuk bisa berkomentar tanpadikenali langsung oleh orang lain. Mereka tidak ingin terganggu ruang privasinya karenakomentar yang dikirimkan.Komunikasi dalam portal berita online sangat rentan terhadap mis-understanding dalammemaknai pesan. Kecakapan pengakses portal berita online dalam menyampaikan pesan kepadapengakses lain dianggap penting dalam berkomunikasi sehingga pesan yang disampaikan dapatdimaknai secara benar dan tidak menyinggung orang lain.Kekurangan dalam berkomunikasi langsung dan kekurangan dalam diri sendiri menjadi salahsatu alasan pengakses portal berita online untuk secara nyaman berkomunikasi via portal beritaonline. Identitas baru yang dibuat bisa saja diketahui kemudian hari, namun pengakses portalberita dan pemilik akun anonymous tidak gentar dan takut karena mereka merasa benar danberkomentar secara sopan.
KRISIS KOMUNIKASI DI TINGKAT ORGANISASI: ANALISIS POLA KOMUNIKASI KRISIS AIESEC CABANG SEMARANG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Ignatia Endra Kristianti; Yanuar Luqman; Wiwid Noor Rakhmad
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di masa pandemi, AIESEC cabang Semarang tertimpa rumor di media sosial terkait perekrutan tahun 2020, sehingga situasi krisis komunikasi tersebut perlu diatasi guna menjaga reputasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi krisis yang diterapkan oleh AIESEC cabang Semarang dalam menghadapi krisis komunikasi di masa pandemi COVID-19 dengan menerapkan metode studi kasus deskriptif, pendekatan kualitatif, dan paradigma interpretif. Teknik yang digunakan adalah wawancara mendalam semi-terstruktur dan teknik analisis pattern matching berdasarkan teori utama yang mencakup Integrated Crisis Management Framework dan Situational Crisis Communication Theory. Analisis hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tidak berdampak luas pada perilaku publik, namun para pemimpin AIESEC cabang Semarang tetap melakukan evaluasi serta memperbaiki sistem komunikasi organisasi. Kesesuaian pola komunikasi krisis tersebut dapat dilihat dari langkah-langkah preventif organisasi yang sesuai dengan sejumlah pola terkait komunikasi krisis. Kesesuaian pola menunjukkan organisasi ini telah menerapkan langkah evaluasi krisis secara runtut serta meningkatkan hubungan kemitraan, peran, dan sumber daya internal. Upaya tersebut diterapkan melalui peningkatan sistem dan alat komunikasi, khususnya selama perekrutan, uji kelayakan program, dan penyusunan rencana mitigasi risiko. Strategi komunikasi krisis yang diterapkan organisasi adalah strategi bolstering message yang berfokus pada publikasi pesan positif. Keberlanjutan komunikasi organisasi juga dipastikan melalui rutinitas kemitraan dan pengembangan anggota yang terstandardisasi. Simpulan hasil penelitian ini yaitu para aktivis organisasi mampu menerapkan pola komunikasi krisis dan terlibat aktif dalam memperbaiki kualitas komunikasi organisasi. Karena kemampuan menentukkan keputusan strategis dan memodifikasi sistem komunikasi memegang peranan penting, maka teori dalam penelitian ini dikembangkan dengan elemen kapabilitas interaksionisme dan tahap inovasi. Dengan merekomendasikan perluasan media komunikasi organisasi, penelitian ini menyatakan bahwa organisasi dapat mempertahankan reputasinya di masa krisis dengan teroptimalisasinya sistem komunikasi yang memperkuat esensi organisasi.
HUBUNGAN CITRA MEREK DAN TINGKAT KEPERCAYAAN MEREK VASELINE DENGAN TINGKAT LOYALITAS KONSUMEN HAND AND BODY LOTION VASELINE Alexandra Parahita Bening Kesumaputri; Tandiyo Pradekso; Yanuar Luqman
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, people giving more attention to use body care. Seeing this phenomenon, many Hand and Body Lotion products spread over the market, including Vaseline. Brand Vaseline first introduce in 1877, while Hand and Body Lotion Vaseline have existed in Indonesia since 1969 until today. It shows that Vaseline brand already won the public trust. Vaseline also do many efforts to increase their positive image, such as using the tagline 'Vaseline, the power of repairing' and carrying a positive beauty vision. Even though Vaseline do a lot of strategy, their hand and body lotion customer loyalty rate has seen decrease since 2016. This study aims to determine the relationship between brand image and brand trust of Vaseline with consumer loyalty of Vaseline Hand and Body Lotion in DKI Jakarta. The theories used in this research are cognitive learning theory, reasoned action theory, and attribution theory. The results of the multiple linear correlation test showed that the brand image and brand trust of Vaseline simultaneously had a relationship with consumer loyalty of Vaseline Hand and Body Lotion users with a significance value of 0.045. In addition, the correlation test of the Vaseline brand image with consumer loyalty of Vaseline Hand and Body Lotion shows a significance value of 0.050 and the relationship between Vaseline brand trust and consumer loyalty of Vaseline Hand and Body Lotion shows a significance value of 0.014, which means there is a relationship between these variables.
Pengaruh Terpaan Promosi Vaksin dan Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Tingkat Pemahaman pada Vaksinasi Covid-19 Ahmad Firdaus Faza; Yanuar Luqman; Joyo Nur Suyanto Gono
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan promosi vaksin dan intensitas penggunaan media sosial terhadap tingkat pemahaman vaksinasi covid-19 pada masyarakat Sumatera Barat. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan populasi berusia 20 – 35 tahun yang aktif menggunakan media sosial dan pernah mendapat terpaan promosi vaksin covid19. Sampel berjumlah 100 orang dengan teknik pengambilan sample yaitu probability sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tidak terdapat pengaruh dari promosi vaksin terhadap tingkat pemahaman vaksinasi covid-19 dengan nilai signifikansi 0,063, sehingga hipotesis pertama ditolak. Pada hipotesis kedua menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara intensitas penggunaan media sosial terhadap tingkat pemahaman vaksinasi covid-19 dengan nilai signifikansi 0,001 dan koefisien regresi 0,438. Artinya semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial maka semakin meningkat juga tingkat pemahaman vaksinasi covid-19 seseorang.
POLA KOMUNIKASI ORANGTUA DAN ANAK DALAM MENGAWASI ANAK MENGGUNAKAN GADGET Ajeng Novita Handayani; Yanuar Luqman
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Today's gadgets have become a necessity for everyone from children to adults. The use of gadgets certainly has positive and negative impacts for users and it depends on their use. Parents now cannot completely prohibit their children from using smartphones because their obligations as students during the covid-19 pandemic have been changed to online and they have to stare at the screen from the morning. The role of parents in this situation is very important. Parents must be a companion, mentor and also a 'friend' to relieve boredom in children who have to stay at home. If the parents are busy, the child may be looking for entertainment through the device. The use of gadgets that are not accompanied by parents and not controlled, children will be free to access anything and will have a negative impact on children's development in the future. The purpose of this study was to describe and determine the process of interpersonal communication between parents and children who have been facilitated by gadgets and to find out the assistance and policies provided by parents to their children regarding the use of gadgets. The theory used is Family Communication Pattern and Parental Mediation Theory. The research method is using a qualitative approach to phenomenology. The results showed that the supervision of the use of gadgets in children in the family was carried out through dialogue/communication and mediation. This is done to space out the negative effects of using gadgets on children. All informants' families were found to use democratic communication patterns. Where parents and children are very open about everything, and children are allowed to express their opinions during discussions or when making decisions. Regulations regarding gadgets are made based on mutual agreement so that there is no compulsion when undergoing it. In terms of mediation, the five informants' parents chose to use limited mediation and some of these regulations were made only in words and some were made in writing, and there was one parent informant who used active mediation. it's more of a chat.
MANAJEMEN KONFLIK KOMUNIKASI DALAM PROSES PEMBANGUNAN WISATA DI DUSUN THEKELAN Osadhani Rahma Pemila; Yanuar Luqman
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembangunan wisata di Dusun Thekelan tidak lepas dari berbagai konflik komunikasi yang menyebabkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mahardhika tidak dapat mencapai target pembangunan yang telah dituangkan dalam Master Plan Pengembangan Desa Wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis konflik komunikasi yang terjadi selama proses pembangunan kepariwisataan di Dusun Thekelan, serta mendeskripsikan manajemen konflik komunikasi yang diterapkan oleh Pokdarwis Mahardhika. Paradigma yang digunakan adalah paradigma pos-positivistik dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan Teknik Penjodohan Pola. Teori Komunikasi Pembangunan Partisipatif, Dual Concern Model Theory, dan Fully Functional Society Theory digunakan untuk melihat bagaimana Pokdarwis Mahadhika menerapkan manajemen konflik komunikasi. Hasil dari penelitian ini menemukan adanya Konflik Tugas dan Konflik Proses antara Pokdarwis dengan pemerintah lokal dan masyarakat Dusun Thekelan. Adapun manajemen konflik yang diterapkan oleh Pokdarwis meliputi penghindaran, mengakomodasi, berkompromi, serta integrasi pemecahan masalah yang dilakukan dengan cara (1) menyelaraskan kepentingan/ pengambilan keputusan terkoordinasi melalui musyawarah, (2) dialog konstruktif yang mengasilkan pilihan-pilihan solutif, serta (3) membangun jaringan dengan pemangku pementingan eksternal melalui aktivitas pengelolaan media sosial dan pengadaan kegiatan informal.
HUBUNGAN TINGKAT PEMROSESAN PESAN PROGRAM EDUKASI KONSUMEN DAN PESAN SOCIAL MEDIA MARKETING DI INSTAGRAM JENIUS DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN NASABAH PADA JENIUS Siti Zahara Alawiyah Yulissa; Yanuar Luqman; Nurist Surayya Ulfa; Amida Yusriana
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya kasus penipuan berbasis social engineering yang terjadi mengatasnamakan bank digital Jenius dapat memberikan dampak negatif, salah satunya pada kepercayaan nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan tingkat pemrosesan pesan edukasi konsumen tentang keamanan data digital dan pesan social media marketing di Instagram Jenius dengan tingkat kepercayaan nasabah pada Jenius. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eskplanatori, dan hipotesisnya berpedoman pada teori elaboration likelihood model (ELM). Pengumpulan data dilakukan melalui survei online terhadap 100 nasabah Jenius yang mengikuti akun Instagram Jenius (@jeniusconnect). Hipotesis penelitian dianalisis dengan uji korelasi Kendall’s Tau B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemrosesan pesan program edukasi konsumen (X1) dan tingkat pemrosesan pesan social media marketing di @jeniusconnect (X2) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepercayaan pelanggan terhadap Jenius (Y), sebagaimana dijelaskan oleh angka signifikansi masing-masing ialah 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,394 dan 0,328.
THE EFFECT OF ADVERTISING EXPOSURE OF DIGITAL BANK, USER EXPERIENCE ON M-BANKING, AND USER’S BRAND AWARENESS TOWARD THE INTENTION TO CREATE AN ACCOUNT Tan Faizal Rachman; Tandiyo Pradekso; Yanuar Luqman
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to analyze the effect of Digital Bank’s advertisement exposure, User Experience on M-Banking, and digital bank brand awareness toward the intention to create an account of digital bank. The new phenomenon of the mass acquisition of small banks and remodeling maneuver thus the cooperation with overseas bank during the unprecedented wave of pandemic has become the issue. Digital bank, which bank that fully operated within the digital environment has become the trend among corporations. Apart from advantages these banks have to offer, the digital era is coming, and brought its disadvantages along the way. Cybercrime, which highly related to the digital world, and digital bank, has stiffen its position as the 2nd highest reported case in Indonesia. Moreover, with the constant enhancement of MBanking, people are now allowed to engage in the easiest transactional activity as possible. On the other hand, people are now confronted with options, whether to stay with M-Banking, or opt the Digitallyoperated bank. These situation however, are taken as efficiently as possible by the digital banks corporation to create such awareness, through massive concert, exhibition, collaboration, sponsorship, and advertisement. This research is done by collecting 108 respondents and referred to primary data. The statistical analysis implemented in this research is simple linear regression, by analyzing the effect of advertising exposure of digital bank toward intention to create an account, user experience of M-Banking toward the intention to create an account, and digital bank brand awareness toward the intention to create an account. The results retracted from the statistical measurement concluded that simple linear regression test on the advertising exposure of digital bank toward intention to create an account, it showssignificance result of 0.621, user experience of M-banking toward the intention to create an account it yielded significance result of 0.382, brand awareness of digital bank on the intention to create an account, it returned with the significance result of 0.636 which means that simple linear regression of user experience on M-Banking and, Digital bank brand awareness does not show a significant effect, resulting on the statistical result all above 0.05. Therefore, three of these variables does not affect the intention to create an account of digital bank.
PENGARUH SELF ESTEEM DAN TRUST TERHADAP SELF DISCLOSURE YANG DILAKUKAN OLEH PASANGAN JARAK JAUH DALAM MEMPERTAHANKAN HUBUNGAN JARAK JAUH DI ERA PANDEMI COVID-19 Klara Laurensia; Yanuar Luqman; Primada Qurrota Ayun
Interaksi Online Vol 10, No 3: Juli 2022
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya virus Covid-19 tentunya memberikan pengaruh pada aspek kehidupan salah satunya membawa dampak negatif pada hubungan dengan pasangan. Dengan berbagai kebijakan yang membatasi mobilitas masyarakat di masa pandemi tentunya menyebabkan pasangan yang menjalin sebuah hubungan romantis menjadi terpisah secara fisik sehingga frekuensi untuk menghabiskan waktu bersama pasangan secara langsung juga semakin menurun sehingga kerap hubungan jarak jauh rentan mengalami kerenggangan yang berujung pada berakhirnya hubungan romantis jarak jauh tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self esteem dan trust terhadap self disclosure yang dilakukan oleh pasangan jarak jauh dalam mempertahankan hubungan jarak jauh di era Pandemi Covid-19. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Kebutuhan Antarpribadi (Interpersonal Needs Theory) dan Teori Communication Privacy Management (CPM) dan pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel yang diteliti sebanyak 100 responden yaitu 60 responden dari mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2018 dan 40 responden dari mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2019 yang sedang menjalani hubungan jarak jauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self esteem memiliki pengaruh yang signifikan terhadap self disclosure dengan nilai signifikansi sebesar 0,00. Selain itu juga trust memiliki pengaruh yang signifikan terhadap self disclosure dengan nilai signifikansi sebesar 0,00. Koefisien korelasi sebesar 0,753 yang artinya memiliki tingkat pengaruh yang kuat dan positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa apabila seseorang memiliki self esteem yang tinggi maka akan meningkatkan self disclosure yang ada dalam dirinya terhadap pasangannya. Begitu juga dengan trust, apabila seseorang memiliki trust yang tinggi maka akan meningkatkan self disclosure dirinya terhadap pasangannya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini terbukti dan sejalan dengan temuan hasil penelitian.
Co-Authors Ade Irma Safitri Widyasari Adhani Windari, Adhani Aditia Galih Purnama Afra, Adeela Agus Naryoso Agus Sudrajat Ahmad Firdaus Faza Ajeng Novita Handayani Ajeng Rengganis, Sekar Akmalia Rasyid, Alifa Al Ghifari, Rafdil Alda Retania, Vira Aldy Rizaldy Ramadhan Alexandra Parahita Bening Kesumaputri Alifa Ardini Sekarpramudita Alya Husni, Asyifa Amida Yusriana Ardini Sekarpramudita, Alifa Armansyah H Tambunan Arsya Yanuar Widyati Asti Rifiana Audrey Filia Rheinaya Azizah, Tazkiyah Bayu Widagdo, Muhammad Bisma Alief, Bisma Chairunnisa Chairunnisa Christy Ofeelia, Meyndi Daniel Panogari Dewi Fatmawaty Dimas Herdy Dinda Salsabella, Anisa Djoko Setiabudi Djoko Setyabudi Egi Famela EKA NOVITASARI Eleonora Irsya Eris Ariesda, Teo Faizuddin Rahmatulloh Faradila, Sabna Farrah Alfarani Nur Hidayat Felda Aurellia Anandani Felisitas Yolandita Suryo Kinasih Fitriani Sholekha, Hillda Gilang Wicaksono Hapsari Dwiningtyas Sulistyani Hartuti Purnaweni Hedi Pudjo Santosa Hedi Pudjo Santosa Hidayat Putra, Syahida Alam Gitanjali Ignatia Endra Kristianti Iqbal Aulia Ahsan Istiqomah Sheyla Al Kautsar Istivani, Yulia Joyo Nur Suyanto Gono Karem Rouby Islam Kismartini Kismartini Klara Laurensia Kurniawan Akbar Kurniawan, Qory Firdan Lina Mustikawati Lintang Ratri Rahmiadji Lintang Ratri Rahmiaji M Bayu Widagdo Mary Nuriko Tresia Sucipto, Sisilia Michael Lucky Ananda Mimi Sakinah Hilma Mira Adinia Muhammad Anggit Hendrawan Muhammad Aufar Al Wafi Muhammad Bayu widagdo Muhammad Bayu widagdo Muhammad Bayu Widagdo Muhammad Wahyu Widagdo Nada Nurkhalisha, Aisya Naomi Uli Quanti Siahaan Neovansa, Azizi Nisa Tunjung Hapsari Nisrina Aulianovanda, Althafa Nur Hasanah, Anisa Nurist Surayya Ulfa Nurist Surayya Ulfa Nurist Surraya ulfa Nurul Hasfi Nurul Izzah, Saniyyah Osadhani Rahma Pemila Palita, Fadel Banna Panggalo, Agimoto Pemelia, Ehma Primada Qurrota Ayun Pua Ayu Wardhani Putri Dwikurnia, Josephine Putri Febrianti Putri Pangestu, Tiara Rahma Kurniasari Rahmadianto, Rizky Retno Palupi Ridha Fadhila Rifka Ayu Pertiwi Rifqah Nailah Rodra Ciptaning Rosita Rachma Ruli Sawitri S Rouli Manalu Sarwititi Sarwoprasodjo Siti Zahara Alawiyah Yulissa Siwi Gayatri Sofari Fuqoha, M Ilham Sudarno Sudarno Sumardjo Sunarto Sunarto Syahdam Arrahman Tan Faizal Rachman Tandiyo Pradekso Taufik Suprihatini Thalya Anggita Putri Triyanto, Deni Triyono Lukmantoro Triyono Lukmantoro Turnomo Rahardjo Via Oktarina, Rafida Vina Aulia Maharani Warsana, Warsana Wijanarko, Bagoes Wiwid Noor Rakhmad Wulan Sumekar, Wulan Yasirul Amri Muhammad Yoga Yuniadi Yuaristi Ekantina Yudianisa, Rahma Zainiyah Alfirdaus Zulfa Priastuti, Nadia