Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KERENTANAN PANGAN DAN PENGHIDUPAN MASYARAKAT LOKAL KARENA PAPARAN PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN BONE BOLANGO DAN BOLAANG MONGONDOW SELATAN: Vulnerability Of Food And Local Communities Livelihood Regarding The Exposure To Climate Change In Bone Bolango And South Bolaang Mongondow Regency Suparwata, Dewa Oka; Mokoginta, Meity Melani; Djibran, Moh. Muchlis; Ervandi, Mohamad; Koto, Arthur Gani; Nurdin; Rahman, Rival; Adam, Echan; Moonti, Agustinus; Fatmawati; Gomes, Lucio Marcel
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.632

Abstract

Variabilitas dan perubahan iklim mengakibatkan terjadinya kesenjangan pola penghidupan masyarakat khususnya dalam memproteksi ketersediaan pangan, kesehatan, jejaring sosial, dan bencana alam. Ada banyak hal yang telah direkomendasikan untuk masyarakat lokal, namun memahami pola kehidupannya sebagai bagian dari mitigasi dan adaptasi perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengukur kerentanan penghidupan masyarakat lokal karena paparan perubahan iklim di kawasan Teluk Tomini. Penelitian menggunakan pendekatan survei yang dilaksanakan pada Agustus - Oktober 2024 di Bone Bolango Provinsi Gorontalo dan Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Sulawesi Utara. Sampel penelitian berjumlah 200 orang petani pada klaster komoditi pangan utama (padi dan jagung). Data penelitian dianalisis dengan analisis Livelihood Vulnerability Index-Intergovernmental Panel on Climate Change (LVI-IPCC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kerentanan penghidupan di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan lebih rentan dibandingkan dengan Kabupaten Bone Bolango, dengan nilai indeks LVI 0,343 (rentan) berbanding 0,294 (cukup rentan), yang ditunjukkan dari tingginya nilai indeks sub-komponen bencana alam dan keragaman iklim, kesehatan, pangan, dan sosio-demografi. Demikian juga LVI-IPCC memiliki kerentanan lebih tinggi dengan nilai indeks 0,026 berbanding -0,006 pada eksposur dan kapasitas adaptif; dan indeks ketahanan pangan Kabupaten Bone Bolango lebih tahan dibandingkan dengan Bolaang Mongondow Selatan. Meningkatnya eksposur terkait variabilitas iklim dan bencana alam yang dibarengi dengan menurunnya kapasitas adaptif masyarakat berdampak pada kerentanan pola penghidupan di Bolaang Mongondow Selatan yang terpengaruh paparan perubahan iklim. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penguatan kapasitas adaptif sangat penting dalam mengurangi kerentanan penghidupan akibat peningkatan eksposur, olehnya pola penghidupan masyarakat lokal perlu terintegrasi strategis dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim setiap daerah di kawasan Teluk Tomini.
Analisis Keberlanjutan Usaha Ternak Sapi Perah Di Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo Maskur, Camal Adi; Afikasari, Dian; Ervandi, Mohamad
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.52-61.2026

Abstract

Dairy cattle farming contributes to the Indonesian economy by improving food security. Probolinggo Regency is one of the regions with significant potential for the development of dairy farming. One of the districts in Probolinggo Regency with a considerable dairy cattle population is Krucil District. This study aimed to identify the social, economic, infrastructure and technology, as well as legal and institutional dimensions.The research employed qualitative descriptive and explanatory methods using a survey approach. The results of the study on the sustainability of dairy cattle farming showed that, in the social dimension, the level of education of farmers was categorized as low and the age of farmers tended to be advanced. However, other aspects such as time allocation for livestock activities, community access and perceptions, as well as social roles and patterns of community relationships in dairy farming activities were categorized as high. These conditions can encourage participation and support the continuity of dairy farming enterprises.Indicators in the economic dimension were generally in the moderate category, indicating that dairy farming businesses have not yet been optimized and therefore have not created a highly competitive agribusiness system. Infrastructure and technology play an important role in supporting dairy cattle farming, as reflected by the relatively moderate score in the infrastructure and technology dimension. The legal and institutional aspects showed an average moderate value, indicating that legal and institutional functions have not been fully optimized. Nevertheless, the existence of farmer groups and the involvement of farmers play an important role in supporting the progress of dairy farming enterprises.Usaha peternakan sapi perah memberikan kontribusi bagi perekonomian di Indonesia dalam meningkatkan ketahanan pangan. Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha ternak perah. Salah satu kecamatan di kabupaten Probolinggo yang memiliki populasi ternak sapi perah yaitu kecamatan Krucil. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dimensi sosial, ekonomi, infrastruktur dan teknologi serta hukum dan kelembagaan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif dan eksplanatori kualitatif dengan menggunakan metode survey. Hasil penelitian mengenai keberlangsungan usaha ternak sapi perah menunjukan hasil Pada dimensi sosial menunjukkan tingkat pendidikan dalam kategori rendah dan usia peternak dalam kategori lanjut. Akan tetapi dimensi lain yang menyangkut alokasi waktu untuk usaha ternak, akses dan pandangan masyarakat, peran dan pola hubungan masyarakat dalam kegiatan usaha sapi perah terkategori tinggi, hal ini dapat mendorong partisipasi dan terus berlansungnya usaha peternakan.Indikator dalam dimensi ekonomi rata – rata masuk dalam kategori sedang, artinya usaha ternak sapi perah belum optimal sehingga belum menciptakan sistem agribisnis yang mempunyai daya saing yang tinggi. Infrastruktur dan teknologi mempunyai peran penting dalam menunjang usaha ternak sapi perah. Hal ini di tunjukan pada hasil dimensi infrastruktur dan teknologi yang relatif sedang. Aspek hukum dan kelembagaan menunjukan nilai rata-rata sedang artinya fungsi hukum dan kelembagan belum maksimal. Akantetapi indikator keberadaan kelompok tani dan keterlibatan peternak memegang peran penting dalam menunjang kemajuan usaha.
EVEKTIVITAS ROTOONE F SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP KEBERHASILAN DAN PERTUMBUHAN STEK RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) DJAFAR, HAMZAH; Mokoolang, Susan; Ardiansyah, Widiastuti; Ervandi, Mohamad
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i1.2534

Abstract

Rumput gajah (Pennisetum purpureum) merupakan hijauan utama ternak ruminansia di Provinsi Gorontalo, sehingga peningkatan ketersediaannya melalui perbanyakan stek sangat diperlukan. Namun, keberhasilan stek sering rendah akibat pembentukan akar yang kurang optimal, sehingga penggunaan ZPT Rootone F yang mengandung auksin sintetis (IBA dan NAA) diharapkan dapat meningkatkan rizogenesis. Metode Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 6 ulangan dimana P1:kontrol (0%); P2:Rotoone F (2 gr)20%+ kapur (8 gr)80%; P3: Rotoone F (4 gr)40%+ kapur (6 gr)60%; P4:Rotoone F (6 gr)60% + kapur (4 gr)20%; P5: Rotoone F (8 gr)80%+ kapur (2 gr)20%; dan P6:Rotoone f(100%) serta enam ulangan untuk menilai pengaruh Rootone F terhadap persentase hidup stek, panjang akar, berat basah tunas, dan berat basah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang tertinggi terdapat pada perlakuan T4 Rootone F (6 gr) 60% + Kapur (4 gr) 40% dengan rata-rata 60% dibandingkan dengan perlakuan lainya. Rootone F konsentrasi 60% menjadi perlakuan paling efektif yang mampu meningkatkan pertumbuhan akar, vigor tunas, dan kelangsungan hidup stek dibanding konsentrasi lebih rendah atau lebih tinggi, sehingga dapat direkomendasikan sebagai dosis optimal untuk meningkatkan keberhasilan perbanyakan vegetatif rumput gajah di lapangan.