Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PKM Peningkatan Keterampilan Pengajaran Bagi Dosen Unismuh Makassar Melalui Pelatihan Attractive Learning Strategy Resekiani Mas Bakar; Rahmawati Syam
PENGABDI PENGABDI: VOL. 3, NO.2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pengabdi.v3i2.40866

Abstract

Abstrak. Era revoulusi industri 4.0 memberikan banyak tantangan kepada masyarakat  termasuk para pendidik terutama dosen agar mampu menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Metode pembelajaran monoton dengan hanya menggunakan power point biasa memiliki beberapa keterbatasan, yaitu proses pembelajaran menjadi membosankan dan dosen sulit mempertahankan perhatian mahasiswa. Dosen memerlukan strategi yang tepat dengan memanfaatkan hasil teknologi agar dapat mengembalikan suasana pembelajaran interaktif bagi mahasiswa. Penyesuaian strategi pembelajaran interaktif dan era revolusi industri 4.0 merupakan elemen penting dalam proses pembelajaran efektif, sehingga layanan aplikasi hasil teknologi yang mendukung attractive learning strategy perlu diketahui. Tujuan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan mengembangkan keterampilan peserta untuk menerapkan attractive learning strategy dalam proses pembelajaran. Peserta yang mengikuti kegiatan PKM ini merupakan dosen Fakultas Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Makassar dari berbagai prodi/jurusan berjumlah 25 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan pelatihan attractive learning strategy adalah ceramah, focus group discussion, simulasi, dan praktik langsung oleh peserta. Evaluasi dilakukan diakhir kegiatan agar mengetahui efisiensi pelatihan attractive learning strategy yang telah dilakukan.  Hasil dari evaluasi pelatihan menunjukkan bahwa 92% peserta mengakui memperoleh pengetahuan dan memiliki keterampilan baru dalam menerapkan attractive learning strategy serta 64% mitra berharap akan diadakan kegiatan serupa selanjutnya. Kata kunci: Attractive Learning, Dosen, Teknologi
KONDISI PELAYANAN DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN PADA SERVICE ENCOUNTER DAN SERVICE RELATIONSHIPS Resekiani Mas Bakar
Indonesian Journal of Fundamental Sciences Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.983 KB) | DOI: 10.26858/ijfs.v2i2.2435

Abstract

Abstract. The Terms of Service and the Consumer Confidence in Service Encounter and Service Relationships. Trust consumers are influenced by the behavior of employees in the services. The purpose of this study to examine the relationship type (service encounters and service relationships) in the conditions of service (service successful and unsuccessful service) to consumer confidence. The study was conducted on food consumers as many as 89 people. The experimental method used to two groups: service encounter groups (N = 47) and group service relationship (N = 42). The results based on four scenarios of the experiment showed that there are differences in the level of consumer confidence in the conditions of service. Services were successful (successful service) indicates the level of consumer confidence is greater than the service failed (unsuccessful service). Nevertheless, the results of this study also gives a different result that there is no difference in consumer confidence in the consumer service relationships and consumer service encounter, even in conditions of service that succeed or fail. This study contributes to the socio-psychology and consumer behavior in understanding consumer confidence in service encounters and service relationships.Abstrak. Kondisi Pelayanan dan Kepercayaan Konsumen pada Service Encounter dan Service Relationships. Kepercayaan konsumen dipengaruhi oleh perilaku karyawan dalam melakukan pelayanan. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji tipe hubungan (service encounter dan service relationships) dalam kondisi pelayanan (successful service dan unsuccessful service) terhadap kepercayaan konsumen. Penelitian dilakukan pada konsumen rumah makan sebanyak 89 orang. Metode eksperimen digunakan terhadap dua kelompok yakni kelompok service encounter (N=47) dan kelompok service relationship (N=42). Hasil penelitian berdasarkan empat skenario eksperimen menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kondisi pelayanan. Pelayanan yang berhasil (successful service) menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen yang lebih besar dibandingkan pelayanan yang gagal (unsuccessful service). Namun demikian, hasil penelitian ini juga memberikan hasil yang berbeda bahwa tidak terdapat perbedaan kepercayaan konsumen pada konsumen service relationships maupun konsumen service encounter, meskipun dalam kondisi pelayanan yang berhasil ataupun gagal. Penelitian ini memberikan konstribusi terhadap ilmu psikologi sosial dan perilaku konsumen dalam memahami kepercayaan konsumen pada service encounter dan service relationships.Kata Kunci: kepercayaan konsumen, service encounter, service relationships
Is Service with a Smile Enough to Satisfy Customers? Sincere and Insincere Smiles via Video and Vignette Resekiani Mas Bakar; Fitriani Ayu; Lukman Nadjamuddin
Gadjah Mada International Journal of Business Vol 25, No 2 (2023): May-August
Publisher : Master in Management, Faculty of Economics and Business, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamaijb.46227

Abstract

The current service trend does not merely involve face-to-face interactions, including smiling (high-contact-service) by service employees, but also using methods such as texting (low-contact service). Sincere and insincere smile studies have used a method involving dynamic (videos) and static stimuli (photographs). However, research into the different types of smiles is still limited to methods using a vignette. This study aims to examine the effect of the type of smile on customer satisfaction using a vignette and video. A total of 139 people participated in 2 (smile: sincere versus insincere) x 2 (media: vignette versus video) groups. The study found that there is an influence from the type of smile on customer satisfaction. A sincere smile using video produces greater customer satisfaction than using a vignette does, because the emotional contagion process through video is more real than it is through a vignette. The interesting finding from this study is that there is a gap in the insincere smile condition between using video and a vignette. The dissatisfaction of customers is greater when served with an insincere smile by text (vignette), compared with a face-to-face interaction by video. Video could only capture the muscle movement on a person’s cheeks (zygomaticus major), but it could not see the muscle wrinkles formed around the eyes (orbicularis oculi), compared to a vignette. This study implies that although the standard operational procedure (SOP) for service demands friendliness, a customer can feel whether a server’s smile is genuine or fake. The customer’s dissatisfaction toward an insincere smile will be higher with a low-contact service using text than a high-contact service with video.
High Wages, Psychosocial Safety Climate, and Employee Engagement on Millenials Andi Nasrawati Hamid; Resekiani Mas Bakar; Yani Purnama Yana; St Hadjar Nurul Istiqamah
Jurnal Psikologi TALENTA Vol 8, No 2 (2023): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/talenta.v8i2.45731

Abstract

The demographic bonus gives birth to productive millennials who now occupy the industrial world. However, the characteristics of millennials who are less loyal and less interested in long-term employment encourage companies to think of the right strategies for fostering employee engagement. This study aims to examine the effect of the psychosocial safety climate (PSC) on employee engagement among millennials compared to high salaries. In general, previous PSC research used survey methods with self-reports. PSC studies are still very limited with experimental methods, as well as in the context of Millennial generation research. The research was experimental study. The manipulation is given in the form of a vignette: high PSC-low salary versus low PSC-high salary. Vignettes were given to 65 participants, all millennial job seekers who are not self-employed. The results of the t-test show that Millennials prefer to apply and be involved in companies that prioritize a psychological health climate rather than financial goals (salaries). This study supports the self-determinant theory, especially in millennials, in regards to choosing companies. This research has implications for companies concerning policies, practices, and organizational procedures to protect psychological health and safety, especially for millennials.
Pelatihan Motivasi Kerja pada Siswa SMK SMTI Makassar Resekiani Mas Bakar; Muhammad Shafwan Zhalifunnas; Agun Sesar; Andi Andini Thasya Pawiloi; Andi Ayu Ananda
IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2023): IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat (Article in Press)
Publisher : IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/iptek.v2i3.46331

Abstract

Abstrak. Persiapan siswa sekolah kejuruan dalam memasuki dunia industri membutuhkan kemampuan agar mampu beradaptasi dan memiliki kesiapan secara psikologis bagi para calon pekerja. Kesiapan yang dibutuhkan salah satunya adalah motivasi dalam bekerja. Motivasi kerja merupakan salah satu sikap yang harus dimiliki oleh calon karyawan dalam bekerja. Motivasi kerja berfungsi untuk membuat karyawan tetap menjaga produktivitas semasa bekerja. PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk yang merekrut peserta magang membutuhkan peserta yang memiliki motivasi kerja yang tinggi. Salah satu mitra PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk bermitra dengan sekolah kejuruan yakni SMK SMTI Makassar. Mitra yang bekerja sama dengan Peserta PRAKERIN yang memiliki motivasi kerja yang tinggi dapat mendukung dalam menjalankan pekerjaan yang dilakukan pada perusahaan. Tujuan dari pelatihan yang dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan kemampuan terkait motivasi dalam bekerja di perusahaan mitra. Metode yang digunakan dengan cara melakukan pelatihan kepada calon peserta dari mitra perusahaan. Hasil dari pelatihan yang dilakukan dapat membantu calon karyawan atau peserta PRAKERIN dalam menentukan motivasi serta sikap kerja selama proses tersebut dilaksanakan. Kesimpulan dari pelatihan yang dilakukan adalah sebanyak 54% peserta merasakan pelatihan menarik, 54% merasakan materi dan pelatihan sudah sesuai kebutuhan, 65% menyatakan topik yang diangkat sesuai kebutuhan dan 70% merasakan manfaat dari pelatihan yang dilakukan oleh perusahaan. Kata kunci: Pelatihan, Motivasi, Kerja
Efektivitas Pelatihan Pelayanan dalam Meningkatkan Pengetahuan Pelayanan, Kualitas Pelayanan, dan Kepuasan Pengguna Perpustakaan Resekiani Mas Bakar; Fathul Himam
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 1 No. 2 (2009)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol1.iss2.art4

Abstract

This study was aimed to study the influence of service training can improve the knowledge, service quality, and the library user satisfaction. This study was conducted at state university libraries. This study was conducted by administrating quasi-experimentation towards two library groups. The experiment group (18 subjects) was given service training and measured before and after the training. The controlled group (20 subjects) was measured without training. The service training will be given at the end of this research process. The measurement of the knowledge on service to the librarian and the employees were arranged according to the material of service training, white the library user satisfaction was conducted to the experiment group (30 respondents) and the controlled group (29 respondents), The result of the mixed-anova analysis shows that (1) there is an intercorrelation between knowledge on service variable and observed group with F = 51,521 and p < 0.01. (2) there is an intercorrelation between variable service quality and observed group with F = 40,776 and p < 0.01, whereas in user satisfaction there is an intercorrelation between user satisfaction variable and observed group with F = 40,776 andp < 0.01.Keywords: Service Training, service quality, librarian.
Psikoedukasi Pemahaman dan Pencegahan Bullying bagi Siswa SMA 1 Muhammadiyah UNISMUH Makassar Resekiani Mas Bakar; Rahmawati Syam; Muh. Nur Haq; Siti Hajar Auliannisa
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JAMSI - Maret 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1103

Abstract

Psikoedukasi terkait perilaku bullying terhadap siswa SMA 1 Muhammadiyah UNISMUH Makassar. Resekiani Mas Bakar & Rahmawati Syam sebagai fasilitator kemudian Siti Hajar Auliaannisa & Muh. Nur Haq sebagai pemandu ice breaking dan games. Maraknya perilaku bullying di Indonesia, sehingga perlunya tindakan edukatif & preventif yang kolaboratif dalam bentuk pemberian edukasi terhadap dampak negatif dari perilaku, bentuk-bentuk perilaku bullying dan kiat-kiat dalam menangani bentuk-bentuk bullying sangat diperlukan untuk menekan masifnya tindak perilaku bullying yang sering terjadi di dunia pendidikan. Program pengabdian ini bertujuan untuk memantik dan juga memberikan pemahaman kepada siswa agar lebih peka terhadap dampak perilaku bullying dan tidak lupa juga siswa diberikan beberapa tips dalam menindaklanjuti perilaku bullying yang terjadi di sekolah melalui kegiatan pemberian psikoedukasi. Mitra dalam PKM ini adalah para guru dan partisipan yakni siswa kelas 10 SMA 1 Muhammadiyah UNISMUH Makassar yang berjumlah 27 orang. Pelaksanaan kegiatan PKM dilaksanakan dalam bentuk Psikoedukasi, dimana dalam kegiatan ini menggunakan beberapa metode seperti participation active learning, focus group discussion, dan think pair share. Hasil yang diperoleh dari pemberian psikoedukasi ini adalah dimana siswa mengalami peningkatan pemahaman terkait perilaku bullying pada hasil post-test, sehingga diharapkan dari peningkatan ini siswa mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari bullying.
Psikoedukasi Strategi Pencegahan Bullying bagi Guru SMKN 4 Makassar melalui Pelatihan Berbasis Self-Awareness Resekiani Mas Bakar; Rahmawati Syam; Siti Hajar Auliannisa; Muh. Nur Haq I.S. Mannessa
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 2 (2024): JAMSI - Maret 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.1124

Abstract

Perilaku bullying yang marak di SMK 4 Makassar, terutama dengan kehadiran siswa yang tinggal di kota besar dan beragamnya gaya hidup, memerlukan perhatian serius. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan psikoedukasi serta strategi konkret dalam pencegahan bullying kepada 30 guru SMKN 4 Makassar melalui pelatihan yang berfokus pada peningkatan kesadaran diri (self-awareness). Metode pelatihan kelompok akan digunakan, disertai dengan penyampaian materi dan diskusi interaktif. Pelatihan ini akan mencakup pemahaman mendalam tentang psikologi bullying, identifikasi pola-pola perilaku bullying, strategi intervensi yang efektif, serta penguasaan teknik manajemen konflik. Selain itu, akan ada sesi praktik langsung untuk mengasah keterampilan dalam menghadapi situasi bullying di lingkungan sekolah. Pentingnya program ini terletak pada upaya aktif membangun kepedulian dan kesiapan berubah para guru dalam merespons kasus bullying dengan tepat dan bijaksana. Hasilnya adalah peningkatan kemampuan guru dalam mendeteksi, mencegah, dan mengatasi perilaku bullying, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang aman, mendukung, dan inklusif bagi semua siswa. Kesimpulannya, melalui pendekatan psikoedukasi dan strategi konkret dalam pencegahan bullying kepada guru-guru SMKN 4 Makassar, terjadi peningkatan kemampuan dalam mendeteksi, mencegah, dan mengatasi perilaku bullying.
PERBEDAAN KUALITAS KEPUTUSAN DITINJAU DARI CARA BERPIKIR SECARA CONSCIOUS DAN UNCONSCIOUS THOUGHT Letisa Biantong Parura; Lukman Lukman; Resekiani Mas Bakar
HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial dan Bisnis Vol. 1 No. 6 (2023): Desember
Publisher : ADISAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Decision quality is the result obtained from the decision-making process influenced by the way of thinking used (conscious and unconscious thought). This experimental research consisted of two groups, namely conscious thought and unconscious thought groups. This study aims to determine whether there is a difference in the quality of the decision to choose electronic products (laptops) between participants who think consciously (conscious thought) and unconsciously (unconscious thought). Participants in this research were 53 students in Makassar City (18-25 years). This study used the experimental method between-subjects design, randomized two groups design. The results of data analysis using Mann Whitney U showed a significance value (p) of 0.001 (p < 0.05). The results of the study show that there are differences in the quality of the decision to choose electronic products (laptops) for participants who think consciously (conscious thought) and unconsciously (unconscious thought). Participants in the unconscious thought group produced objectively better-quality decisions than participants in the conscious thought group. This research contributes to complex decision-making that can generate good quality decisions objectively when individuals rely on unconscious thought processes.
The Effect of Perceived Organizational Support on Sales Employee's Organizational Commitment in PT X Indri Ramadhani Chairul; Resekiani Mas Bakar; Abdul Rahmat
卷 6 编号 1 (2023): Journal of Correctional Issues (JCI)
Publisher : Polteknik Ilmu Pemasyarakatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52472/jci.v6i1.239

Abstract

Departemen sales menjadi salah satu departemen yang sangat penting untuk menunjang keberhasilan perusahaan karena tugas utama sales adalah mendapatkan konsumen yang dapat memberikan keuntungan secara finansial untuk perusahaan. Karyawan sales diharapkan bekerja lebih keras agar perusahaan dapat selalu unggul diantara kompetitor lainnya. Besarnya tuntutan pekerjaan yang diberikan serta kurangnya dukungan yang diperoleh dari perusahaan membuat beberapa sales tidak dapat bertahan dan memutuskan untuk keluar dari perusahaan. Hal ini mengindikasikan rendahnya komitmen organisasi pada karyawan sales. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh persepsi dukungan organisasi terhadap komitmen organisasi pada karyawan sales di PT X. Responden penelitian ini adalah karyawan sales di PT X cabang Makassar yang telah bekerja lebih dari satu tahun, dengan jumlah 44 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala Persepsi Dukungan Organisasi dan Komitmen Organisasi. Hasil analisis regresi linear menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Persepsi Dukungan Organisasi Terhadap Komitmen Organisasi dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Persepsi dukungan organisasi memberikan pengaruh sebesar 73,7% terhadap komitmen organisasi. Penelitian ini memberikan implikasi berupa informasi kepada perusahaan terkait dampak persepsi dukungan organisasi terhadap komitmen organisasi karyawan.
Co-Authors Abdul Rahmat Abdul Rahmat Agun Sesar Ahmad Fudhail  Majid Ahmad Yasser Mansyur Amaliah, Riska Anak Agung Gede Sugianthara Andi Andini Thasya Pawiloi Andi Ayu Ananda Andi Ayu Sukmadewi Andi Nasrawati Hamid Andi Nasrawati Hamid Andi Nasrawati Hamid Andi Nasrawati Hamid, Andi Nasrawati Andi Nasrawaty Hamid Angreni, Afrilla Fitri Anugrah Qonita Anwar, Hilwa Aprilian, Widya Wahyuningsih Ariqa Dyah Ulhaq Asmiati Asmiati Azzahra, Raodahtun Qori Benny Enrico Leonard Panggabean Bobby Poerwanto Burhanuddin, arinil Hidayah Dzikrayafi, Andi Muh.N. Eva Meizara Puspita Dewi Eva Meizarra Puspita Dewi Faradillah Firdaus Fathul Himam Fitriani Ayu Gaffar, Syamsul Bakhri Giffani, Inastuti Retno Husain, Ahdaniar Inastuti Retno Giffani Indri Ramadhani Chairul Irma Irma Irma Irma Kakiet, Ildiniah Faranita Letisa Biantong Parura Lukman Lukman Lukman Lukman Lukman LUKMAN, LUKMAN MS, Fadhilah Nur Azhari Muh. Nur Haq Muh. Nur Haq I.S. Mannessa Muhaimin, Muh. Idul Fauzi Muhammad Nur Hidayat Nurdin Muhammad Shafwan Zhalifunnas Muhsin, Miftahul Jannah Ni Luh Theresya Putri Nur Rahmadhani Nurul Fauziyah Nurul Fauziyah, Nurul Nurul Hidayati Nurul Hidayati Nurul Maulida Arsi Panggabean, Benny Leonard Enrico Patiung, Rita R, M. Akbar Rahmawati Syam Rahmawati Syam Rahmawati Syam Raodahtun Qori Azzahra Rina Juliana Rita Patiung Singkali, Yemima Dirma Siti Hajar Auliannisa Siti Hajar Auliannisa Siti Nurfiskia Julia Utamayanti Solly Aryza St Hadjar Nurul Istiqamah Syam, Rahmawati Syam, Rahmawaty Taufik, A.M. Zulfikar Wustari Mangundjaya Yani Purnama Yana Yanti, Rita Zahrah, Zahrah Zalsabila, Zeika Zhafran Fadhil Damara