Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh proporsi biji nangka (Artocarpus heterophyllus L.) dan kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) pada pembuatan sosis nabati Kunti Mufarikha; Muh Aniar Hari Swasono; Deny Utomo

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v12i1.2467

Abstract

Jackfruit seeds and green beans can be used as a substitute for animal protein in making sausages. The purpose of this study was to obtain the right proportion of jackfruit seeds to the correct addition of mung bean flour for the manufacture of vegetable sausage products in terms of physicochemistry and organoleptic. The method used in this study was a 2 factor completely randomized design consisting of 9 treatments and three replications. The treatments were given in the form of the proportion of jackfruit seed flour (N1: 25%, N2: 50%, N3: 75%) with green beans (K1: 25%, K2: 50%, K3: 75%). The parameters measured were protein content test(Method Kjeldahl), texture (Method Texture Profile Analysis), and sensory test (Hedonic Method, Soekarto 1985). The sensory test used is a hedonic scale with 25 untrained panelists. Test of protein content and texture used data from the previous research literature. The results of this study indicated that the higher the proportion of jackfruit seeds and green beans had a significant effect on the parameters of protein content, texture, and organoleptic properties. From literary data, the best parameter of protein content is N3K1 (75% jackfruit seed flour + 75% green bean flour). While the best organoleptic value is the proportion of N1K3 (25% jackfruit seed flour + 25% green bean flour).
Pengaruh penambahan tepung sortgum dan bit root terhadap karakteristik flake Nur Fitri Hidayati; Muh. Aniar Hari Swasono

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v12i2.2682

Abstract

One of the potential dry land food plants developed in Indonesia is sorghum. Sorghum is a kind of grass crop and is still a family with rice, corn and wheat. The carbohydrate content in the seeds is quite high, so it can be consumed as staple food, along with the development of many innovations that are done to make this plant to be better known and in the community's favor, one of the processed sorghum is Flakes, Sorghum Flakes is a processed food based on sorghum with the addition of beetroot root, sugar, salt and water. This study aims to determine the effect of the addition of sorghum flour (30 gr, 60 gr, 90 gr) and beetroot flour (5 gr, 10gr, 15 gr) to the characteristics of Flakes, Organoleptic parameters were analyzed statistically using the Fridmen test while to find out the best treatment in the test Organoleptic tests were carried out on the effectiveness index test, the experimental design used the Completely Randomized Design (CRD) method with 2 factors and 3 repetitions. The best treatment is determined by the effectiveness index test with the calculation results show the best treatment is on S2B2 with a formulation of 60gr sorghum flour and 10gr beetroot flour
Pengaruh konsentrasi ekstrak daun bambu (Gigantochloa apus) dan konsentrasi starter terhadap kadar total flavonoid, pH dan organoleptik pada yoghurt Vita Lestari Catur Intani; Muh. Aniar Hari Swasono

Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/tp.v13i1.3007

Abstract

Bamboo leaf extract contains flavonoids which have many benefits and herbal properties. The purpose of this study was to determine the effect of concentration of bamboo leaf extract and concentration of starter on total flavonoid content, pH value and yogurt organoleptic. This research was conducted using a Randomized Block Design (RAK) with 2 factors. Factor I was the concentration of bamboo leaf extract (5%, 10%, 15%) and factor II was the concentration of starter (4%, 5%, 6%). Parameters tested were total flavonoid content, pH and organoleptic (hedonic test). The results showed that the concentration of addition of fresh bamboo leaf extract and starter concentration had a very significant effect on total flavonoid levels. The pH value tends to decrease with increasing concentration of bamboo extract which is added to the manufacture of bamboo leaf yogurt. The concentration of starter used in making yogurt has a significant effect on the pH value of bamboo leaf yogurt. The best treatment results were yogurt with a concentration of 15% bamboo leaf extract and a starter concentration of 4% with a total flavonoid content of 560.89 mg EQ/ml, a pH value of 5.6, a preference scale for taste 3.82, color 3.02 and texture 3.3.
OPTIMASI TEKNIK BUDIDAYA PADI SRI2 (Sustainable Rhizosphere Improvement Innovations) PADA POLA TANAM BERBEDA MENGGUNAKAN VERMICOMPOST Muh. Aniar Hari Swasono; Idah Lumhatul Fuad

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.652 KB) | DOI: 10.35891/agx.v5i1.698

Abstract

Penelitian ini merupakan  salah satu upaya menemukan tekn ologi baru dalam meningkatkan  produktivitas padi dengan menggunakan metode yang ramah lingkungan yakni  pemanfaatan kascing. Metode penelitian menggunakan RAK (Racangan Acak  Kelompok)  Non Faktorial dimana perlakuannya adalah sebagai berikut : A:  p emberian kascing  +mikoriza pada pola tanam 30 x 30 cm dengan SRI2 umur bibit 10 hss, B:  p emberian  kascing +mikoriza pada pola tanam 30 x 30 cm dengan  k onvensional umur tanam 10 hss,  C :  p emberian kascing +mikoriza pada pola tanam  j ajar legowo 40 x 25 cm  k onvensional  umur tanam 10 hss, D: Pemberian kascing +mikoriza pada pola tanam Jajar legowo 40 x  25 cm SRI2 umur tanam 10 hss, E: Pemberian kascing +mikoriza pada pola tanam Jajar  legowo 40 x 25 cm SRI2 umur tanam 5 hss, F:  m etode konvensional pola tanam jajar  legowo 40 x 25 cm um ur 20 hss (semua konvensional) .  Masing - masing perlakuan diulang  sebanyak 3 kali sehingga terdapat 18 perlakuan. Pengamatan terdiri dari pengamata n  destruktif dan non destruktif , pengamatan destruktif (merusak) meliputi : panjang akar  (dimulai saat 10 hst dengan interval 2 minggu sekali) dan panen.  P engamatan non  destruktif (tidak merusak) yaitu tinggi tanaman dan jumlah anakan (dimulai saat 10 hst  dengan interval  2 minggu sekali). Hasil dari data pengamatan dianalisa menggunakan  analisis of varians  (Anova) dan diuji dengan BNT 5% .  Hasil dari penelitian  adalah  p engamatan jumlah anakan dan panjang akar pada perlakuan E menunjukkan hasil yang  signifikan dibandingkan dengan perlakuan lain. Pengamatan tinggi tanaman pada  perlakuan C menunjukkan signifikan disbanding dengan perlakuan lain sampai umur 80  HST setelah itu tidak s ignifikan. Pemberian vermicompost memberikan pengaruh  signifikan terhadap pertumbuhan tanaman khususnya panjang akar dan jumlah anakan.
DAMPAK PROGRAM KRPL (KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI) TERHADAP POLA PANGAN HARAPAN (PPH) Muh. Aniar Hari Swasono; Nur Cholilah

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.06 KB) | DOI: 10.35891/agx.v4i2.716

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dari program KRPL terhadap gizi masyarakat melalui analisis Pola Pangan Harapan. Gizi yang tercukupi sesuai anjuran tidak hanya dilihat dari aspek kuantitas tetapi juga perlu dianalisis dari aspek kualitas. Kualitas gizi dapa t diketahui dari perhitungan Pola Pangan Harapan (PPH) yang menggunakan skor ideal 100 sesuai anjuran WNPG dan Badan Pangan Nasional. Berdasarkan PPH, variabel yang diteliliti meliputi jenis pangan, partisipasi konsumsi pangan, frekuensi konsumsi, asal pan gan dan AKE. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan dari setiap konsumsi dikonversi dalam Daftar Konsumsi Bahan Makanan (DKBM) nasional. Hasil analisis PPH di KRPL Desa Pucangsari adalah kuran g dari skor ideal, yaitu 70,8% sehingga belum dikatakan ideal. Skor tertinggi dari semua kelompok pangan adalah kelompok sayur dan buah yaitu 109,94 dari skor maksimal 30. Kelompok sayur dan buah mayoritas dari hasil pekarangan secara mandiri. Artinya, pro gram KRPL berdampak dalam penganekaragaman pangan meskipun belum mencapai ideal.
PENGARUH PERLAKUAN BIJI DAN MEDIA TANAM TERHADAP PERKECAMBAHAN BIJI MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) Muh. Aniar Hari Swasono

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.812 KB) | DOI: 10.35891/agx.v1i3.724

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kecepatan tumbuh tunas pada saat perkecambahan serta mengetahui pertumbuhan awal tanaman mahkota dewa dengan berbagai perlakuan biji pada media tanam yang berbeda. Penelitian  ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu :faktor pertama yaitu macam perlakuan biji (B): Faktor kedua yaitu macam media perkecambahan (M). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga didapat kombinasi perlakuan sebanyak  36 kombinasi perlakuan Data yang diperoleh dianalisis ragam dengan uji F kemudian dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan biji mahkota dewa yang berbeda memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman, pada jumlah daun dan munculnya tunas berpengaruh sangat nyata, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap besarnya diameter batang.dan berat kering tanaman. Perlakuan media pada tanaman mahkota dewa yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata pada tinggi tanaman dan saat munculnya tunas, sedangkan pada jumlah daun, diameter batang dan berat kering berpengaruh nyata.Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah B1M3 yaitu biji yang tanpa cangkang dan kulit dan media tanah ditambah pupuk kandang dengan tinggi tanaman 9,55 cm ; jumlah daun 12,76 buah ;  waktu muncul bunga 12 hari setelah tanam ( 2 minggu) ; diametr batang 3,54 cm. ; berat kering tanaman 5,7 gram
OPTIMASI PENGOLAHAN KALDU AYAM DAN BROKOLI DALAM BENTUK INSTAN DAN ANALISA BIAYA PRODUKSI Muh. Aniar Hari Swasono

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.821 KB) | DOI: 10.35891/agx.v2i1.729

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menentukan jenis dan proporsi dan jenis tepung pada pembuatan kaldu ayam dalam bentuk instan dan mengetahui proporsi penambahan brokoli yang optimal pada pembuatan kaldu ayam instan untuk meningkatkan kualitas kaldu.Penelitian melalui dua tahap yaitu tahap I pembuatan kaldu instan dengan variable jenis dan berat tepung, penelitian tahap II pembuatan kaldu instan brokoli dengan variable pemberian brokoli dengan berat yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kombinasi perlakuan dengan tepung terigu dan berat 100 gram merupakan perlakuan terbaik tahap I yang memiliki karakteristik sebagai berikut: kadar air 5,93%; kadar protein 11,22%; kadar lemak 7,24% dan warna kekuningan (b*) 2,31. Pada tahap II, perlakuan penambahan berat brokoli 250 g, merupakan perlakuan terbaik yang memiliki karakteristik sebagai berikut: kadar air 5,93%; kadar antioksidan 42,70%; kadar protein 16,60%, kadar lemak 5,43% dan kadar serat kasar 2,15%. Berdasarkan hasil perhitungan analisa biaya produksi diperoleh Payback Periods yaitu : 2 tahun 4 bulan 16 hari. Hasil perhitungan Payback Periods lebih pendek daripada umur ekonomis proyek (5 tahun), sehingga usulan investasi ini layak untuk dilakukan. Hasil perhitungan Net Present Value (NPV) memberikan nilai sebesar Rp. 260.176.721,56. Nilai ini menunjukkan selisih nilai sekarang dari manfaat dan biaya setiap tahunnya. Nilai NPV yang lebih besar dari nol ini juga memberikan arti bahwa unit pengolahan ini layak untuk direalisasikan. Nilai PI hasil perhitungan adalah sebesar 1,91.
POTENSI PUPUK HIJAU ORGANIK (Daun Trembesi, Daun Paitan, Daun Lantoro) SEBAGAI UNSUR KESTABILAN KESUBURAN TANAH Misbach Munir; Muh. Aniar Hari Swasono

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.803 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i2.750

Abstract

Upaya konservasi sumber daya alam hayati seringkali menjadi prioritas kesekian dalam pembangunan di negara Indonesia. Perhatian dan dukungan elemen masyarakat baik pemerintah, swasta maupun individu sangat minim sehingga pada masa ini terjadi degradasi status keanekaragaman hayati dari yang semula dikenal sebagai daerah dengan keanekaragaman tinggi (mega diversity country) menjadi negara dengan tingkat keterancaman paling tinggi (hot spot country). Salah satu indikasi paling sederhana adalah semakin berkurangnya jenis-jenis tanaman lokal seperti pohon Trembesi (Samanea Saman), daun paitan (Tithonia diversifolia)dan daun lantoro (Leucaena leucocephala) daun-daunan tersebut merupakan komoditas penting karena merupakan salah satu sumber pupuk organik yang paling baik bagi penghumusan tanah. Beberapa jenis tumbuan lain seperti pohon lantoro dan paitan juga dilaporkan mengandung banyak zat hijau serta unsur N,P,K yang mampu memulihkan kondisi tanah dengan subur tanpa mengurangi PH tanah yang selama ini telah tecampur dengan bahan kimia. Permasalahan yang sering terjadi adalah para petani masih sering memakai pupuk yang berbahan kimia Akibatnya racun bahan kimia yang terkandung dalam tanah semakin meningkat, beberapa jenis tanaman yang mampu mengembalikan kondisi tanah mengalami proses pelangkaan dan bahkan terancam kepunahan, sehingga tujuan penelitian ini adalah 1) Apa saja kandungan yang terdapat pada jenis daun-daunan sebagai bahan baku utama pupuk hijau organik.2). Bagaimana cara proses produksi pupuk hijau organik .3)Bagaimana hasil studi kelayakan pupuk hijau organik serta hasil perbandingan unsur haranya Berdasarkan Studi Uji lab kandungan unsur hara N,P,K banyak terdapat pada daun –daunan terutama Daun trembesi dengan kandungan unsur (N) = 6.52, unsur (P) = 0.47 dan unsure (K) = 2,25. Untuk daun paitan kandungan unsur (N) = 4,65, unsur (P) = 0,25 dan unsur (K) = 64,52. Sedangkan untuk daun lantoro unsur (N) = 3,37, unsur (P) = 0.31 dan unsur (K) = 0,37. Dari data uji lab tersebut dalam setiap unsur hara serta kandungan zat hijau yang terdapat pada daun trembesi menunjukkan bahwa nilai kandungan unsur (N) pada daun trembesi berada diatas nilai yang distandarkan, sedangkan untuk unsure (K) yang berada diatas nilai standar terdapat pada daun paitan dan unsure (P) yang berada diatas nilai standart terdapat pada daun lantoro. Dengan demikian kandungan unsure ketiga bahan tersebut dapat kita gabungkan untuk dijadikan sebagai alat ukur pada variabel proses produksi pupuk hijau organic yang akan diuji.Dari hasil Studi karakter, fenologi, habitat, etnobotani dan kearifan tradisional, menyatakan bahwa ada pengaruh terhadap kondisi tanah yang kritis yang semula tidak begitu subur dengan tingkat pencemaran zat kimia tinggi, telah berangsur pulih akibat penghumusan yang di aki batkan dari pupuk hijau organik tersebut
ANALISIS PENGEMBANGAN PASAR DURIAN DI KABUPATEN PASURUAN Muh. Aniar Hari Swasono; Rr Sri Karuniari Nuswardhani

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.436 KB) | DOI: 10.35891/agx.v8i2.790

Abstract

Buah durian merupakan salah satu komoditas unggulan yang ada di Kabupaten Pasuruan.Walaupun Kabupaten Pasuruan menyumbang hasil produksi durian terbesar di Provinsi Jawa Timur, tetapi dalam hal pemasaran masih kalah dengan durian dari Luar Jawa atau dari Kabupaten Malang yang lebih dikenal di pasaran. Hal ini dikarenakan pemasarannya masih skala lokal saja.Oleh karena itu, untuk mewujudkan peningkatan pengembangan pasar durian di Kabupaten Pasuruan, maka penelitian mengenai “Potensi Pengembangan Pasar Durian di Kabupaten Pasuruan” sangat diperlukan dan diharapkan dapat membantu kebijakan pemerintah daerah terkait dengan pengembangan komoditas unggulan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) pengembangan pasar durian di daerah penelitian.Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa SWOT. Dari hasil penelitian didapatkan Faktor-Faktor Internal yang memiliki tingkat kepentingan dari yang tertinggi sampai tingkat terendah terdiri dari: Faktor Kekuatan, potensi sumber daya alam yang dimiliki, Durian masak di pohon, Panen tetap banyak walaupun perawatan tidak intensif, Memiliki warna daging kuning, rasa yang manis dengan aroma harum dan daging yang tebal, Pelayanan ke konsumen yang sudah baik. Faktor Kelemahan, Belum adanya promosi yang lebih intensif, Menggunakan kios seadanya, Harga lebih mahal dari pada durian yang dijual di seberang jalan raya, Kualitas SDM yang masih rendah, Tidak ada kelompok yang menaungi petani durian. Sedangkan faktor-faktor eksternal yang memiliki tingkat kepentingan dari yang tertinggi sampai tingkat terendah terdiri dari: Faktor Peluang, Minat konsumen yang masih tinggi, Daerah pemasaran durian yang masih luas, Adanya pelanggan setia, Adanya keinginan pemerintah untuk memajukan durian kucur. Faktor Ancaman, Perubahan cuaca yang tidak menentu, Adanya pesaing baru, Maraknya impor durian, Kurangnya pemerintah dalam mengembangkan durian lokal, Tidak ada pendampingan dalam berkebun durian. Strategi yang patut di gunakan di dalam Peluang Usaha Agribisnis Buah Durian Di Desa Sumber Rejo Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan adalah strategi S-O (Kekuatan-Peluang) Strategi ini di buat dengan cara memanfaatkan kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang yang ada dan menghadapi serta mengatasi ancaman. Strategi yang di gunakan antara lain : Menginformasikan kelebihan-kelebihan yang dimiliki durian kucur, Optimalisasi penggunaan berbagai media untuk media promosi dan Mempertahankan dan meningkatkan pelayanan terhadap konsumen serta memperbaiki jaringan distribusi dan pemasaran
OPTIMALISASI WEBSITE DESA DALAM EFISIENSI PELAYANAN, POTENSI DESA DAN PENINGKATAN SUPPLAY BARANG DI DESA KARANGJATI PASURUAN Arif Faizin; Muh. Aniar Hari Swasono
Jurnal Abdimas Sangkabira Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Abdimas Sangkabira, Juni 2022
Publisher : Program Studi Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdimassangkabira.v2i2.112

Abstract

To carry out community service activities in Karangjati Pandaan Village to help optimize village potential, village services, and community production by making village website applications. The village website is a village information system in the digital era that contains news, photos, and videos that the wider community can access anytime and anywhere. With the village website, it is hoped that all forms of services in the village are easier to implement. The potential and results of community products in the village are more easily recognized by outsiders as village promotion materials and increase the supply of goods outside the area. The method used in community service activities in Karangjati Pandaan Village is the method of observation, interviews, and literacy studies which are expected to explore all the data and potential in the village, which we will develop through the village website that has been created. The result of this community service activity in Karangjati Pandaan Village is the formation of a village website which is expected to facilitate village services, develop potential and increase the supply of goods to lift the community's economy.