Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : HUMANIS

Compound Word Formation in “The Old Man and The Sea” I Made Yoga Dwi Angga; Ida Ayu Made Puspani
Humanis Vol 22 No 2 (2018)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.857 KB) | DOI: 10.24843/JH.2018.v22.i02.p11

Abstract

This study is entitled Compound Word Formation in “The Old Man and The Sea”. This study focuses on two problems; types of compound words found in the novel and the semantic transparency theypossess. The aims of this study are to find out the types of compound words and also to find and describe the semantic transparency of the compound words found in the novel.The data source used in this study is a novel written by Ernest Hemmingway entitled The Old Man and The Sea. The data which were compound words were collected by using documentation method whereas to analyze the data by using descriptive qualitative method. There were three theories used in this study. The main theories are proposed by O’Grady (1996) about the types of the compound and by Katamba (1993) about classifying the data. The theory proposed by Libben (1998) was used to describe the semantic transparency of the compound words. The results show that the types of compound words found in the novel are endocentric compound and exocentric compounds. However, the endocentric compound was more frequent than the exocentric compound. Based on the second problem, there are four types of semantic transparency ;they are (1) transparency of both members of the compound, (2) transparency of the head member – opacity of the non-head member, (3) transparency of the non-head member – opacity of the head member, (4) opacity of both members of the compound.
Psychological Analysis Of The Main Character In The Movie Script Frozen Ni Kadek Jenni Lestari; Ida Ayu Made Puspani; I Wayan Resen
Humanis Volume 17. No. 2. Nopember 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.799 KB)

Abstract

Penelitianini berjudul ­­­Psychological Analysis of the Main Character in the Movie Script Frozen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi aspek-aspek psikologis pada karakter utama didalam film Frozen. Serta, mengidentifikasi konflik yang dihadapi oleh karakter utama dalam film Frozen. Sumber data diambil dari naskah yang dipublikasikan oleh Jennifer Lee pada tahun 2013. Teori-teori utama yang digunakan dalam penelitian ini diadopsi dari teori psychological yang dikemukakkan oleh Benhard (1953) dan teori dari Waren dan Wallek (1976). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Diawali dengan menonton film Frozen. Kemudian mengidentifikasi data dari naskah pada film Frozen. Setelahitu, menemukan dan mencatat data yang berhubungan. Hasil dari penelitian ini adalah: Elsa sebagai karakter utama didalam film Frozen, aspek-aspek psikologis yang ditemukan didalam film Frozen adalah: aspek attitude, feeling and emotion, dan human motivation. Ada dua konflik yang dihadapi oleh karakter utama dalam film Frozen, yaitu konflik eksternal dan internal.
Analysis of Women's and Men's Language in Customer's Conversation at Warung Santai Indri Novita Sari; Ida Ayu Made Puspani; I Wayan Mulyawan
Humanis Volume 17. No. 1. Oktober 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.682 KB)

Abstract

Skripsi dengan judul "Analysis of Women's and Men's Language in Customers Conversation at Warung Santai" bertujuan untuk mengidentifikasi ciri linguistik dari wanita dan pria serta untuk fokus mencari tahu fungsi ciri linguistik wanita dalam percakapanya dengan pelanggan di Warung Santai. Lingkup skripsi ini hanya untuk menganalisis ciri bahasa antara wanita dan pria dalam percakapan antara pelanggan di Warung Santai. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah The Features of Women Language yang oleh Lakoff pada tahun 1975, The Features of Men's Language oleh Coates pada tahun 2003. Teori lain yang digunakan yaitu The Linguistic Function of Women's Language oleh Lakoff serta The Theory of Miscommunication between Women and Men oleh Coates pada tahun 1986. Hasil analisis menunjukan ciri linguistik wanita yang terdapat dalam percakapan pelanggan di Warung Santai sebagai berikut: penggunaan tanda tanya, pertanyaan intonasi dalam pernyataan deklaratif, permintaan maaf, penerimaan kata sifat, batas leksikal, dan kurangnya selera humor. Ciri linguistik pria yang terdapat di percakapan pelanggan yaitu: penggunaan topic stereotip maskulin, hanya lelaki, perhatian yang baik secara detail, satu dari percakapan pelanggan tersebut ditemukan menggunakan “theory of miscommunication between women and men”, maksudnya topik yang dibicarakan melompat dari satu topik ke topik lainnya. Yang terakhir mengenai analisis fungsi ciri linguistik wanita yang terdapat dalam beberapa percakapan pelanggan antara lain: fungsi dari batas leksikal, tanda tanya, intonasi tinggi, bentuk paling sopan, kata sifat, penekanan yang tegas, dan yang terakhir adalah fungsi dari penggunaan kata umpatan.
Form And Meaning Of English Jargon In Andrew Kramer’s Keynote Speech At After Effect World Conference 2014 I Gede Juniasta Datah; Ni Luh Putu Krisnawati; Ida Ayu Made Puspani
Humanis Volume 16. No. 3. September 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.014 KB)

Abstract

Ada banyak istilah dalam bahasa Inggris yang muncul dalam sepuluh tahun terakhir ini. Hal ini tidak dapat dipisahkan dari kontribusi hobi atau profesi tertentu. Hobi dan profesi tersebut dengan cepatnya memproduksi jargon untuk menamai konsep-konsep baru dalam bidangnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan kata apa saja yang berkontribusi dalam pembentukan jargon, dan menjelaskan makna istilah berdasarkan konteksnya. Jenis-jenis proses pembentukan kata dikelompokkan berdasarkan teori dari Yule (2006), sedangkan teori dari Louw (1991) digunakan dalam menemukan makna-makna dari jargon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 107 jargon ditemukan. Dalam penelitian ini juga ditemukan ada 8 proses pembentukan kata yang berkontribusi dalam pembentukan jargon, sedangkan makna kontekstual jargon dalam penelitian ini cenderung lebih spesifik bahkan berbeda dari makna leksikalnya.
Positive Politeness Strategies Used by the Character in the Movie “The Patriot” Ni Luh Hani Rainna Wati; Ida Ayu Made Puspani
Humanis Vol 24 No 1 (2020)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.917 KB) | DOI: 10.24843/JH.2020.v24.i01.p01

Abstract

The aims of this study is to figure out the used of politeness strategy uttered by the character in The Patriot movie and the influence of gender to the level of politeness within the movie. Documentation method and note-taking technique were applied in collecting the data of this study. The data were obtained from the movie The Patriot, furthermore, the data were classified based on their types of politeness and also based on the speaker’s gender and analysed qualitatively using the theory of Politeness proposed by Brown and Levinson (1978) and the theory of sociolinguistics proposed by Ronald Wardhaugh (2010). The analysis revealed that the character in the movie The Patriot applied eleven out of fifteen strategies proposed by Brown and Levinson. Regarding to the gender of the character, women consistently tend to use neutral style when they have conversations both with women or men. On the other hand, men are using various levels of formality when they have conversation.
The Analysis of Figurative Language in Linkin Park’s Song Lyrics Nyoman Triguna Aditya; Ida Ayu Made Puspani
Humanis Vol 21 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.736 KB) | DOI: 10.24843/JH.2017.v21.i01.p04

Abstract

Skripsi ini berjudul Analisis Bahasa Figuratif Dalam Lirik Lagu Linkin Park. Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui jenis-jenis bahasa figurative dan juga untuk mengetahui jenis-jenis makna yang terdapat di dalam lirik lagu Linkin Park. Ada lima lagu Linkin Park yang dipilih sebagai sumber data, yaitu; Crawling, From The Inside, Burning In The Skies, Waiting For The End, and Burn It Down. Data-data tersebut dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi dan dianalisis dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Setelah data dianalisis dan didiskusikan, ditemukan ada lima jenis bahasa figuratif yang terdapat di kelima lagu Linkin Park, yaitu; Paradok, Personifikasi, Metafora, Hiperbola, dan Simile. Dari kelima bahasa figuratif yang ditemukan, Metafora adalah yang paling sering digunakan. Dalam penelitian ini juga ditemukan empat jenis makna, yaitu; Makna Konseptual, Makna Konotatif, Makna Affektif, dan Makna Kolokatif. Dari semua jenis makna yang ditemukan, Makna Konseptual adalah yang paling sering digunakan. Kelima lagu yang dianalisis memiliki makna yang sama yaitu tentang kesedihan yang disebabkan karena konflik emosional yang terjadi di dalam diri seseorang maupun dengan hubungannya dengan orang lain.
Verbal And Non-Verbal Signs in Garnier Product Advertisement I Gst Agung Triana Rakanita; Ida Ayu Made Puspani; Ni Kt. Alit Ida Setianingsih
Humanis Volume 16. No. 1. Juli 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.485 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk menganalisis makna dari tanda verbal dan non-verbal yang terdapat dalam sebuah iklan produk perawatan kulit merek Garnier yang berbahasa Inggris. Dalam penelitian ini tiga teori yang diaplikasikan untuk menjawab dua pokok permasalahan. Adapun teori yang dimaksud, diantaranya teori tentang tanda oleh Chandler (2001), teori makna dan fungsi oleh Leech (1974) dan teori istilah warna oleh Cerrato (2012). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanda verbal dan non-verbal saling berhubungan satu sama lain dikarenakan apa yang ditulis oleh pengiklan dalam bentuk tanda verbal sesuai dengan apa yang disampaikan oleh pengiklan dalam bentuk tanda non-verbal. Dalam menganalisis makna dan fungsi di dalam iklan ini, makna konseptual dan fungsi informatif yang paling banyak muncul. Selain itu, di dalam tanda non-verbal istilah-istilah warna sangat penting diaplikasikan untuk menarik perhatian para konsumen.
Compound Words in BBC News Website Kezia Ariantji Turangan; Ida Ayu Made Puspani; Ni Luh Putu Krisnawati
Humanis Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.227 KB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Kata Majemuk pada Website Berita BBC”. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasi jenis-jenis kata majemuk pada Website Berita BBC dan juga menentukan makna dari kata majemuk yang muncul pada Website Berita BBC. Sumber data penelitian ini diambil dari Website Berita BBC, sebuah website yang memungkinkan para pengguna untuk mendapatkan berita aktual, video, audio, maupun artikel-artikel lainnya. Metoda yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metoda dokumentasi dengan teknik pencatatan. Metoda deskriptif kwalitatif digunakan dalam menganalisa data yang telah terkumpul. Teori yang digunakan untuk menganalisa data adalah teori kata majemuk oleh Plag (2003) dan Lieber (2009). Makna kata majemuk ditentukan dengan menggunakan teori makna oleh Palmer (1984). Berdasarkan teori kata majemuk oleh Plag (2003), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat jenis kata majemuk yang ditemukan pada Webiste Berita BBC, yaitu nominal compound, adjectival compound, verbal compound, dan neoclassical compound. Selain itu, terdapat dua jenis makna yang ditemukan pada analisa data, yaitu makna transparan dan makna opaque
THE SEMANTIC ROLES OF THE ENGLISH ACTION VERBS Ni Luh Nyoman Yenni Priyastini; Ida Ayu Made Puspani; Ni Made Suwari Antari
Humanis Volume 16. No. 2. Agustus 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.144 KB)

Abstract

Kata kerja adalah sebuah kata yang menyatakan keadaan, tindakan. Hubungan antara predikat dengan argumennya disebut struktur semantis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui struktur semantis kata kerja aksi, susunan konfigurasi kata kerja aksi dan peran semantis kata kerja aksi. Hasil dari penelitian ini adalah struktur semantis kata kerja aksi ditunjukkan oleh susunan konfigurasinya, kata kerja aksi mempunyai susunan konfigurasi sebagai kata kerja aksi, kata kerja aksi pengalaman, kata kerja aksi benefaktif, kata kerja aksi lokatif. Peran semantis kata kerja aksi adalah sebagai agent, experiencer, benefactive, object dan locative.
Language Style Used By Fangirls In Japanese Idol Online Community Nurul Muthiah Jawas; Ida Ayu Made Puspani; I Wayan Mulyawan
Humanis Volume 16. No. 1. Juli 2016
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.441 KB)

Abstract

Internet merupakan kebutuhan bagi orang yang tinggal di abad dua puluh satu. Internet digunakan untuk mencari apa yang orang butuhkan, seperti resep masakan, bisnis, dan unduhan. Untuk memenuhi kebutuhan sosialisasi, situs untuk komunitas online juga dibuat untuk membuat orang lebih mudah berkumpul dan berbagi informasi dengan orang-orang dengan minat yang sama. Karena itu, gaya bahasa baru terus berkembang sesuai dengan kebutuhan dan pokok bahasan komunitasnya, dalam hal ini adalah penggemar perempuan dalam komunitas online idola Jepang di www.livejournal.com. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya bahasa yang digunakan oleh penggemar perempuan di komunitas tersebut dan jargon apa saja yang sering muncul dalam komunitas tersebut. Gaya bahasa dan jargon tersebut diidentifikasi dan diklasifikasikan dengan teori dari Holmes (1992), Lakoff (1975), Grosjean (1982) dan Yule(2004). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggemar perempuan di komunitas idola Jepang tersebut memilik igaya bahasa yang kasual, menggunakan bahasa-bahasa perempuan, menggunakan Bahasa Inggris danJepang dalam satu kalimat, serta memiliki jargon yang hanya dimengerti oleh anggota dari komunita stersebut.