Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

IMPLEMENTASI NFPA 1851 DALAM PEMERIKSAAN RUTIN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) UNTUK MENINGKATKAN KESELAMATAN KERJA PERSONEL UNIT PKP-PK BANDAR UDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA Syavana Fhadila; Imam Sonhaji; Sundoro Sundoro
Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Universitas Halu Oleo (JK3UHO)
Publisher : Departemen K3 FKM Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jk3uho.v6i3.126

Abstract

Personel Pertolongan Kecelakaan Pesawat dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta menghadapi risiko tinggi, sehingga kelayakan Alat Pelindung Diri (APD) menjadi krusial. Perawatan APD saat ini tidak tercatat dengan baik, sehingga membahayakan keselamatan personel. Tujuan penelitian ini adalah merekomendasikan sistem pemeliharaan APD yang sesuai standar internasional NFPA 1851. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan personel PKP-PK dan observasi langsung terhadap prosedur pemeliharaan harian. Hasilnya menunjukkan bahwa pemeliharaan APD hanya berdasarkan inisiatif pribadi, tanpa prosedur atau catatan yang jelas. Pengetahuan personel tentang standar NFPA 1851 juga sangat terbatas sehingga APD yang rusak atau kotor baru ditangani setelah terjadi masalah, bukan dicegah sejak awal. Penelitian ini memberikan solusi berupa desain formulir checklist harian yang sesuai dengan NFPA 1851. Checklist ini diharapkan dapat mendukung sistem pemeliharaan yang preventif dan terdokumentasi. Penerapan checklist yang disertai pelatihan dan prosedur akan meningkatkan efektivitas inspeksi, memperpanjang usia pakai APD, serta menjamin keselamatan dan efisiensi operasional di lingkungan PKP-PK.
Pemetaan Risiko Interferensi dan OptimasiFrekuensi Komunikasi VHF pada 219 Bandara di Indonesia Menggunakan K-Means dan PCA Spasial Ariyono Setiawan; Imam Sonhaji; Choo Wou Onn; Catra Indra Cahyadi; Yuyun Suprapto; Novyanto Widadi
WARTA ARDHIA Vol. 51 No. 1 (2025)
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Kementerian Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/wa.v51i1.567.1-12

Abstract

Penelitian ini menelaah bagaimana klasterisasi spektrum VHF dapat mengurangi potensi interferensi antarbandara di ruang udara Indonesia yang padat. Berlandaskan konsep interaksi spasial dan risiko spectrum sharing, kedekatan geografis antarbandara dan jarak frekuensi (Δf) dikaitkan dengan probabilitas terjadinya interferensi, serta memosisikan klasterisasi sebagai prasyarat koordinasi berbasis data. Data multi-layanan VHF dari 219 bandara dinormalisasikan dan dianalisis, Menggunakan Principal Component Analysis (PCA) untuk mempertahankan komponen yang menjelaskan ≥70% variasi, Selanjutnya, algoritma FASTCLUS digunakan untuk membentuk kelompok yang koheren secara spasial. Pasangan bandara yang berpotensi berisiko diidentifikasi dengan kriteria jarak <50 km dan Δf <0,2 MHz (uji kepekaan: 0,3 MHz). Hasil analisis menunjukkan terdapat 37 pasangan bandara memenuhi kedua kriteria tersebut; pola yang teridentifikasi menunjukkan adanya kantong kepadatan dengan penyempitan adjacent-channel spacing yang mengindikasikan kemungkinan inertia kebijakan dalam pengelolaan spektrum (spectrum housekeeping). Berdasarkan temuan tersebut, disusun daftar prioritas watchlist berperingkat untuk AirNav/Kominfo guna memandu penataan ulang kanal dan koordinasi lintas wilayah, mendukung SDG 9 dan SDG 16. Pendekatan yang digunakan mengintegrasikan PCA–FASTCLUS dengan skrining Δf–jarak menjadi pipeline praktis, replikabel, dan siap regulator.
THE EFFECT OF AIR TRAFFIC CONTROLLER ASSISTANT AVAILABILITY ON AIR TRAFFIC CONTROLLER WORKLOAD: A HUMAN RESOURCE MANAGEMENT PERSPECTIVE Radhinal Oricho Meisida; Imam Sonhaji; Martha Saulina
Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi) Vol. 15 No. 2 (2026): Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi)
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31959/jm.v15i2.3760

Abstract

The increasing intensity of air traffic has a direct impact on the workload of Air Traffic Controllers (ATCs), who serve as key human resources within air navigation service organizations. Previous studies on ATC workload have predominantly emphasized technical and operational aspects related to aviation safety, while managerial and organizational perspectives—particularly those concerning human resource support—remain relatively limited. This study aims to examine the effect of the availability of Air Traffic Controller Assistants (ATCAs) on the workload of Air Traffic Controllers from a human resource management perspective. This research employed an explanatory design using a quantitative approach. Data were collected through a survey of 64 Air Traffic Controllers assigned to the Approach/Terminal unit. ATC workload was measured using the NASA Task Load Index (NASA-TLX), while the availability of ATCAs was assessed using a structured questionnaire. Data analysis was conducted through descriptive statistics, assumption testing, and simple linear regression using SPSS software. The results indicate that the availability of ATCAs has a statistically significant effect on ATC workload (p < 0.05), although the magnitude of this effect is moderate. These findings suggest that human resource support through the management of support personnel plays an important role in influencing workload, particularly in work environments characterized by high cognitive demands and time pressure. This study concludes that managing the availability of ATCAs should be considered an integral component of human resource management strategies aimed at enhancing work effectiveness and organizational sustainability within air navigation service organizations.