Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Kerjasama PKBM Ummatan Wasathon dengan Koperasi Bakti Mulia Sejahtera dalam Meningkatkan Keterampilan Berwirausaha Warga Belajar Program Kesetaraan Paket C Fikri Baharudin; Suherman Suherman; Ahmad Fauzi
Jambura Journal of Community Empowerment Volume 4 No. 2: Desember 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjce.v4i2.2793

Abstract

Kerjasama adalah sebuah usaha yang dilakukan oleh beberapa orang atau kelompok untuk mencapai tujuan Bersama. Kajian penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan hasil Kerjasama PKBM Ummatan Wasathon dengan Koperasi Bakti Mulia Sejahtera dalam meningkatkan keterampilan berwirausaha warga belajar Program Kesetaraan Paket C di PKBM Ummatan Wasathon. Dalam penelitian ini, penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu 1 pengelola Koperasi Bakti Mulia Sejahtera, 4 Warga Belajar yang mengikuti program keterampilan berwirausaha yang diselenggarakan oleh PKBM Ummatan Wasathon yang bekerjasama dengan koperasi Bakti Mulia Sejahtera. Hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa penerapan hasil Kerjasama PKBM Ummatan Wasathon dengan Koperasi Bakti Mulia Sejahtera dalam meningkatkan keterampilan berwirausaha warga belajar dapat dinilai dari dua capaian aspek keberhasilan, yaitu aspek kemampuan dan aspek karakteristik berwirausaha.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP UPAYA HUKUM LUAR BIASA PENINJAUAN KEMBALI (PK) OLEH JAKSA DALAM SISTEM HUKUM ACARA PIDANA INDONESIA Ahmad Fauzi
Jurnal Hukum dan Peradilan Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Pusat Strategi Kebijakan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25216/jhp.3.1.2014.37-48

Abstract

Peninjauan kembali oleh Jaksa dalam perkara pidana merupakan paradoks yang terjadi dalam sistem hukum pidana, dimana praktek hukum tersebut bertentangan dengan nilai dan norma hukum sebagaimana diatur dalam KUHAP. Tetapi dalam praktek peninjauan kembali seringkali dilakukan oleh jaksa dengan alasan ada yurisprudensi pengadilan yang memutus perkara tersebut, akibatnya hukum tidak mencerminkan keadilan dan kepastian bahkan cenderung menabrak kepentingan hukum terpidana dan ahli warisnya. Metode penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan menitik beratkan pada studi kepustakaan. analisis dilakukan terhadap norma hukum, baik hukum dalam aturan perundang-undangan maupun hukum dalam putusan-putusan pengadilan). Adapun kesimpulan yang dihasilkan adalah bahwa pengajuan peninjauan kembali adalah sematamata demi kepentingan terpidana dan ahli warisnya, hukum dan undang-undang tidak memberikan wewenang kepada jaksa untuk melakukan peninjauan kembali, bahwa peninjauan kembali yang dilakukan oleh jaksa bukan merupakan penemuan hukum melainkan hanya merupakan penafsiran hukum, pengajuan peninjauan kembali oleh jaksa merupakan bentuk kekeliruan pengadilan yang mengindikasikan kepada adanya sesat logika dalam praktek hukum pidana di Indonesia. Saran bagi pengembangan tema tulisan ini adalah Mahkamah Agung harus mengeluarkan surat edaran yang berisikan larangan dan pembatasan bagi jaksa untuk mengajukan peninjauan kembali atau melakukan uji materiil dan pembatalan bagi perkara-perkara yang diajukan peninjauan kembali oleh jaksa.Kata Kunci: Peninjauan Kembali, Jaksa, Hukum Acara Pidana, Keadilan, kepastian Hukum
INOVASI PROGRAM KOPI LITERASI DALAM MENANAMKAN BUDAYA LITERASI PADA GENERASI MILENIAL DI KOTA TANGERAN SELATAN Rosmilawati, Ila; Fauzi, Ahmad; Ramadhan, Risky Satria
Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus) Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : FKIP Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/e-plus.v8i2.23382

Abstract

Inovasi dimaknai sebagai ide, gagasan baru dengan ditandai oleh pembaruan yang biasanya disebabkan oleh beberapa hal tertentu atau upaya dalam pemecahan masalah. Kajian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana inovasi program Kopi Literasi dalam menanamkan budaya literasi pada generasi millenial di Kota Tangerang Selatan (2) Keberhasilan inovasi program Kopi Literasi dalam menanamkan budaya literasi pada generasi milenial di Kota Tangerang Selatan. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan dalam teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu : 2 pengelola Kopi Literasi dan 13 partisipan Kopi Literasi yang berkunjung dan kontribusi dalam kegiatan program yang ada di Kopi Literasi dengan kualifikasi subjek sasarnya adalah para generasi milenial Kota Tangerang Selatan. Hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa (1) Kebaruan dari inovasi program Kopi Literasi dapat dinyatakan sebuah inovasi karena memenuhi lima karakteristik inovasi menurut Rogers (2003) yaitu : Keunggulan relatif, Kesesuaian, Kemungkinan dicoba , Tingkat kerumitan dan Kemudahan diamati (2) Inovasi Kopi literasi juga berhasil dalam menanamkan budaya literasi dibuktikan dengan adanya upaya perubahan, sistem sosial dan strategi komunikasi.
Penguatan Komunitas Bank Sampah melalui Pengelolaan Limbah Organik Mandiri untuk Literasi Lingkungan Berkelanjutan di Ciwandan Ekawati Rini Wulansari; Figo Azka Ramdhani; Durahtun Hainiyah; Aura Noer Afrietha; Ahmad Fauzi; Ledia Hanifa; Lola Lolita Nur Hapidah; Selly Amelia; Dwi Octavia Nanda Winanto; Muhammad Ghanie Baskara; Dyah Salma Ratna Muninggar; Wulan Apriyani; Fandi Febrian Wijanarko
Journal of Applied Community Service and Innovation Vol. 1 No. 02 (2025): ISSUE DESEMBER
Publisher : PT. Mifandi Mandiri Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan sampah organik rumah tangga merupakan tantangan besar dalam pembangunan berkelanjutan, terutama di wilayah padat penduduk seperti Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2023), limbah organik menyumbang sekitar 44% dari total timbulan sampah nasional dan sering tidak terkelola secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan berkelanjutan masyarakat melalui pelatihan pembuatan eco-enzyme dan biokonversi limbah menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF) di Bank Sampah RT 02 Desa Kubangsari. Metode pelaksanaan mencakup edukasi partisipatif, demonstrasi pembuatan eco-enzyme, pelatihan budidaya maggot BSF, dan pendampingan lanjutan dalam pengelolaan hasil fermentasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman masyarakat tentang pengelolaan limbah organik, yang ditunjukkan dengan partisipasi aktif 90% peserta dalam praktik eco-enzyme dan komitmen warga untuk menerapkan sistem pengelolaan mandiri. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Aksi Iklim). Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan literasi lingkungan berbasis aksi dapat memperkuat kapasitas komunitas lokal dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang mandiri, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.
Program Pelatihan Digital Marketing Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga Bagi Ibu Rumah Tangga Sholih Sholih; Ahmad Fauzi; Alfida Mutih Amalia
Jambura Journal of Community Empowerment Volume 7 No. 1: Juni 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jjce.v7i1.3988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bagaimana program pelatihan digital marketing dijalankan. Tujuannya adalah meningkatkan kondisi ekonomi keluarga, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga di Desa Sukacai. Program ini diinisiasi oleh Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang. Kondisi ekonomi warga desa yang masih terbatas serta potensi ibu rumah tangga yang belum dimaksimalkan melalui teknologi digital menjadi alasan utama program ini digulirkan. Penelitian ini memakai metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan lewat observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil riset memperlihatkan bahwa pelatihan pemasaran digital terbagi menjadi empat fase penting: perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. Program ini sukses meningkatkan wawasan peserta terkait digital marketing serta mendorong mereka untuk membuka usaha rumahan secara online. Walau begitu, ada sejumlah kendala yang dihadapi, misalnya minimnya kemampuan digital, terbatasnya modal, dan kurangnya pendampingan setelah pelatihan selesai. Beberapa faktor yang turut andil dalam kesuksesan program ini antara lain semangat peserta, dukungan dari para ahli, serta materi yang sesuai dengan kebutuhan peserta. Jadi, pelatihan pemasaran digital memberikan efek positif bagi upaya peningkatan ekonomi keluarga. Akan tetapi, agar program ini berkelanjutan, dibutuhkan dukungan lebih lanjut berupa pendampingan usaha serta akses ke pasar yang lebih luas.
Integrasi AI Generative: Co-Teacher dalam Pembelajaran Literasi Budaya Lokal di PAUD Bismillah Ahmad Rizaldi; Ahmad Fauzi; Nining Purwaningsih
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v10i1.91511

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana AI generatif digunakan sebagai co-teacher dalam pembelajaran literasi budaya lokal di PAUD Bismillah dan bagaimana hal itu berdampak pada keterlibatan belajar anak usia dini.  Subjek penelitian adalah seorang guru kelas B dan dua belas anak berusia 5 hingga 6 tahun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis output AI menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI generatif dapat secara cepat, fleksibel, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran PAUD menyediakan cerita dan ilustrasi budaya lokal. Konten yang dihasilkan AI, baik teks maupun gambar, meningkatkan fokus, partisipasi verbal, dan meningkatkan kemampuan anak untuk mengenali tokoh, tempat, dan nilai budaya.  Pertanyaan AI sederhana seperti "Siapa ini?" atau "Badaknya warna apa?" efektif mendorong anak untuk belajar berbicara. Guru masih sangat penting dalam menyaring data, memberikan penjelasan tambahan, dan memastikan bahwa anak sesuai dengan budaya dan bahasanya.  Menurut penelitian ini, AI generatif tidak menggantikan peran guru. Sebaliknya, melalui penyediaan materi multimodal yang menarik dan beragam, itu meningkatkan pembelajaran literasi budaya lokal. Kolaborasi guru, AI, dan anak menghasilkan pola pembelajaran yang lebih interaktif, bermakna, dan relevan untuk PAUD. Kata kunci: AI generatif, co-teacher, literasi budaya, PAUD, storytelling   Generative AI Integration: Co-Teacher in Local Cultural Literacy Learning at Bismillah Early Childhood Education Center Abstract The purpose of this study is to explain how generative AI is utilized as a co-teacher in local cultural literacy learning at PAUD Bismillah and how it influences young children’s learning engagement. The research subjects consisted of one kindergarten B teacher and twelve children aged five to six years. Data were collected through observation, interviews, documentation, and analysis of AI-generated outputs using a descriptive qualitative approach. The findings indicate that generative AI can rapidly and flexibly provide local cultural stories and illustrations that align with early childhood learning needs. AI-generated content both text and images enhances children’s focus, verbal participation, and their ability to recognize cultural characters, settings, and values. Simple AI prompts such as “Who is this?” or “What color is the rhino?” effectively encourage children to speak and interact. Meanwhile, the teacher remains essential in filtering information, offering additional explanations, and ensuring cultural and linguistic accuracy for the children. This study concludes that generative AI does not replace the teacher’s role. Instead, it strengthens local cultural literacy learning by providing engaging and varied multimodal materials. The collaboration between the teacher, AI, and children produces a more interactive, meaningful, and relevant learning pattern for early childhood education. Keywords: generative AI, co-teacher, cultural literacy, early childhood education, storytelling
Pemberdayaan Ikan Air Tawar sebagai Langkah Peningkatan Pendapatan Masyarakat Desa Pasanggrahan Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang Shabrina Aulia Septiani; Sudadio; Ahmad Fauzi
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.645

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana meningkatnya pendapatan melalui usaha budidaya ikan air tawar yang dilakukan oleh beberapa kelompok budidaya di Desa Pasanggrahan Kecamatan Pabuaran Kabupaten Serang. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil penjualan masing-masing pelaku usaha budidaya ikan di Desa Pasanggrahan ini berbeda-beda tergantung dari jumlah modal dan jumlah kolam yang dimiliki masing-masing. Biaya atau modal yang dimiliki adalah untuk melakukan usaha produksi ikan yaitu biaya produksi untuk membeli benih ikan lele yang akan ditebar, jumlah pakan yang diperlukan untuk proses budidaya (pembesaran ikan) dan biaya operasional lain dalam proses tersebut. Dari seluruh narasumber yaitu para pembudidaya ikan desa Pasanggrahan ini menyebutkan adanya peningkatan pendapatan dari adanya ikut sertanya mereka dalam usaha sektor budidaya ikan air tawar, yaitu ikan lele.
Transformasi Literasi Anak Usia Dini Berbasis Budaya, Spiritual, dan Digitalisasi untuk Penguatan Literasi Holistik Nining Purwaningsih; Ahmad Fauzi; Ahmad Rizaldi
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.1760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi literasi anak usia dini berbasis budaya lokal, spiritualitas, dan digitalisasi pembelajaran di PAUD Nonformal Kabupaten Serang, Banten. Penelitian dilakukan di PAUD Istiqomah dan PAUD Bismillah melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan: kepala PAUD, guru, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan makna praktik pembelajaran anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAUD Istiqomah menonjol dalam pengembangan literasi berbasis budaya melalui pemanfaatan permainan tradisional, cerita rakyat, dan pembelajaran berbahan alam. Sementara itu, PAUD Bismillah mengembangkan literasi spiritual yang terstruktur dan didukung oleh penggunaan media digital sederhana dalam kegiatan pembelajaran. Sintesis temuan mengidentifikasi dua jalur literasi yang saling melengkapi, yaitu cultural-rooted literacy dan spiritual-structured literacy with digital adaptation. Integrasi nilai budaya, spiritual, dan digital tersebut membentuk praktik literasi anak usia dini yang kontekstual dan adaptif terhadap tantangan era digital. Penelitian ini berkontribusi dengan merumuskan model konseptual transformasi literasi anak usia dini berbasis budaya, spiritualitas, dan digitalisasi sebagai kerangka literasi holistik yang relevan bagi pengembangan PAUD nonformal.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendekatan Community-Led Total Sanitation (CLTS) dalam Mendorong Perubahan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Desa Citeluk, Kecamatan Cibitung, Pandeglang Ach Furqon Wiguna; Ahmad Fauzi; Herlina Siregar
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1328

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan Community-Led Total Sanitation (CLTS) yang dilaksanakan LAZ Harfa di Desa Citeluk, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Pandeglang. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi CLTS dan perubahan perilaku masyarakat terhadap praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap 12 informan yang terdiri dari fasilitator LAZ Harfa dan warga desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CLTS melalui tahapan pemetaan sanitasi partisipatif, transect walk, analisis jalur kontaminasi, diskusi reflektif, dan pembentukan komitmen mampu mendorong perubahan perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik masyarakat secara signifikan. Masyarakat yang semula terbiasa BABS kini menunjukkan kesadaran dan tindakan nyata membangun jamban secara mandiri.
Efektivitas Program Pemberdayaan Kelompok Tani Dalam Peningkatan Pendapatan Petani Binaan LAZ Harfa di Desa Kutamekar, Kecamatan Sobang, Pandeglang Robi'atul Adawiah; M Syadeli Hanafi; Ahmad Fauzi
JURIBMAS : Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Juli 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juribmas.v5i1.1332

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas program pemberdayaan kelompok tani yang dilaksanakan oleh LAZ Harfa dalam meningkatkan pendapatan petani di Desa Kutamekar, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam informan yang terdiri dari manajemen program, fasilitator lapangan, dan anggota kelompok tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan kelompok tani LAZ Harfa efektif dalam meningkatkan pendapatan petani, yang terbukti dari peningkatan hasil panen rata-rata 10–15% per musim tanam, berkurangnya ketergantungan petani terhadap tengkulak, dan meningkatnya kemampuan pengelolaan keuangan. Empat faktor utama yang memengaruhi efektivitas program meliputi kapasitas sumber daya manusia, kualitas pendampingan, pemanfaatan modal program, serta dukungan sistem dan kelembagaan. Program ini juga menunjukkan dampak positif pada aspek sosial, yakni meningkatnya solidaritas dan gotong royong antaranggota. Meskipun demikian, program masih menghadapi tantangan berupa serangan hama tikus dan belum optimalnya kemandirian kelompok tani untuk lepas dari pendampingan eksternal.