Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PERAN ORANGTUA ASUH SEBAGAI PENDIDIK DAN SEBAGAI PEMBIMBING DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI YAYASAN PANTI ASUHAN PUTRA ASIH KOTA TANGERANG Hadzakia Robbyanti; Syadeli Hanafi; Ahmad Fauzi
Jurnal Pendidikan Sepanjang Hayat Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/joll.9.1.47-53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orangtua asuh sebagai pendidik dan sebagai pembimbing dalam pembentukan karakter anak di Yayasan Panti Asuhan Putra Asih Kota Tangerang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah dua pengasuh yang berperan sebagai orangtua asuh di Yayasan Panti Asuhan Putra Asih Kota Tangerang. Peran Orangtua Asuh Di Yayasan Panti Asuhan Putra Asih Kota Tangerang Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orangtua asuh sebagai pendidik dan sebagai pembimbing memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak asuh menjadi lebih disiplin dan terarah dalam menjalani kehidupan sosial. Peran orangtua asuh sebagai pendidik yaitu mendidik dengan hukuman dan menanamkan disiplin pada anak asuh. Peran orangtua asuh sebagai pembimbing yaitu dengan memberikan perhatian, memberikan pengarahan, menjalin hubungan sosial, dan memberi teladan yang baik kepada anak asuh. Hasil penelitian diperoleh bahwa, peran orangtua asuh dalam membentuk karakter anak asuh ditunjukan dalam kategori baik, terbukti dalam penelitian ini semua indikator peran orangtua asuh telah dilaksanakan oleh orangtua asuh.
Bentuk Partisipasi Orang Tua dalam Pendidikan Anak Usia Dini di TK dan Kober Al Khaf Kecamatan Kramatwatu Vita Fatimah; Ahmad Fauzi; M. Ganiadi
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 11, No 3 (2025): September 2025
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.11.3.%p.2025

Abstract

Partisipasi orang tua merupakan salah satu aspek penting yang berperan dalam keberhasilan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui secara rinci bentuk-bentuk dari partisipasi orang tua pada PAUD AL KHAF. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Peneliti menemukan bahwa partisipasi orang tua di PAUD Al KHAF terwujud dalam berbagai bentuk. Dalam aspek pengasuhan, orang tua memberikan dukungan belajar, membentuk kebiasaan positif, menjadi teladan, dan menunjukkan kasih sayang. Komunikasi berlangsung intensif melalui WhatsApp Group untuk berbagi informasi terkait tugas, kegiatan, dan perkembangan anak. Orang tua juga berpartisipasi sebagai sukarelawan dalam kegiatan sekolah seperti lomba, upacara, dan kerja bakti. Dalam pendampingan belajar di rumah, mereka membantu anak menyelesaikan tugas, menyediakan media edukatif, serta memberi motivasi. Kehadiran orang tua dalam pengambilan keputusan sudah baik melalui forum rapat dan pemberian masukan kepada sekolah. Terakhir, kerja sama dengan masyarakat melalui program kesehatan menunjukkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar. Dengan ini keterlibatan orang tua di PAUD tidak hanya memperkuat keberhasilan program sekolah namun juga dapat meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini secara holistik.
Pelaksanaan Pelatihan Kecakapan Hidup Pembuatan Manik - Manik Dan Bros Berbahan Kain Perca di PKBM Bina Lapaskas Center Ahmad Fauzi; Karmilah; Siti Subtianah; Rodiyatun Nufus; Eka Yogaswara
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.18767

Abstract

Abstract: Correctional institutions not only serve as places for serving criminal sentences but also function as rehabilitation institutions that provide various programs to support the development of inmates' skills. One of these programs is life skills training organized by PKBM Bina Lapaskas Center at Class III Rangkasbitung Correctional Institution through beadwork and fabric scrap brooch-making training. This study aimed to describe the implementation of the life skills training program. The study employed a qualitative approach using a descriptive method. It was conducted on November 18, 2025, involving 25 participants from Package A, Package B, and Package C equivalency education programs. Research informants were selected using purposive sampling and consisted of three participants representing each educational level. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation. The data were analyzed using qualitative data analysis techniques, and their trustworthiness was ensured through methodological triangulation. The findings showed that the training was implemented in three stages: material presentation, demonstration of production techniques, and hands-on practice under the guidance of the instructor. The material presentation helped participants understand the tools, materials, and production procedures, while the demonstration provided a clear illustration of the production process. Furthermore, the hands-on practice enabled participants to apply the skills they had learned directly under supervision. Abstrak: Lembaga Pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalankan pidana, tetapi juga sebagai sarana pembinaan bagi warga binaan melalui berbagai program yang mendukung pengembangan keterampilan. Salah satu bentuk pembinaan tersebut adalah pelatihan kecakapan hidup yang diselenggarakan oleh PKBM Bina Lapaskas Center Lapas Kelas III Rangkasbitung melalui pelatihan pembuatan manik-manik dan bros berbahan kain perca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan kecakapan hidup tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada 18 November 2025 dengan melibatkan 25 peserta pelatihan yang berasal dari program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas tiga peserta yang mewakili masing-masing jenjang pendidikan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian teknis analisis data serta diuji keabsahannya melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu penyampaian materi, demonstrasi teknik pembuatan, dan praktik secara langsung dengan pendampingan instruktur. Penyampaian materi membantu peserta memahami alat, bahan, dan tahapan pembuatan produk, demonstrasi memberikan gambaran mengenai proses kerja, sedangkan praktik memberikan kesempatan kepada peserta untuk menerapkan keterampilan yang telah dipelajari.
Pemberdayaan Warga Binaan melalui Program Literasi Berbasis Buku Paket di PKBM Lapas Kelas III Rangkasbitung Destia Pratiwi; Jakiyah; Aprilia Nurri Damayanti; Ahmad Fauzi; Yosi Asri Bandrio
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol. 12 No. 2 (2026): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v12i2.18769

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effectiveness of using textbooks to improve the literacy skills of inmates participating in the equivalency education program at the Community Learning Center (PKBM) of Class III Rangkasbitung Penitentiary. Employing a qualitative approach with a case study design, data were collected through in-depth interviews with 15 inmates across Package A, Package B, and Package C levels, classroom observations, and documentation. The findings reveal that the provision of structured textbooks since 2025 serves as an adaptive primary learning tool amidst strict restrictions on device and internet access within the correctional facility. The equal distribution of textbooks not only assists tutors in instructional delivery but also accelerates inmates' functional literacy skills, including reading fluency, understanding written instructions, and vocabulary enrichment. Furthermore, the utilization of textbooks fosters independent study habits in residential cells, enhances learning motivation, and restores self-confidence. Thus, the textbook-based literacy program proves effective as an instructional medium that empowers inmates academically and psycologically during their period of confinement. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan buku paket dalam meningkatkan kemampuan literasi warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang mengikuti program pendidikan kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lapas Kelas III Rangkasbitung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dihimpun melalui wawancara mendalam terhadap 15 warga binaan dari jenjang Paket A, Paket B, dan Paket C, observasi kegiatan kelas, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadaan buku paket terstruktur sejak tahun 2025 menjadi sarana belajar utama yang sangat adaptif di tengah pembatasan akses gawai dan internet di lingkungan lapas. Ketersediaan buku paket secara merata tidak hanya mempermudah tutor dalam menyampaikan materi, tetapi juga mengakselerasi kemampuan literasi fungsional warga binaan, seperti kelancaran membaca, pemahaman instruksi tertulis, dan pengayaan kosakata. Selain itu, penggunaan buku paket mampu menumbuhkan kebiasaan belajar mandiri di kamar hunian, meningkatkan motivasi, serta memulihkan rasa percaya diri warga binaan. Dengan demikian, program literasi berbasis buku paket terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang memberdayakan warga binaan secara akademik dan psikososial selama menjalani masa penahanan.
Family Education As An Adult Learning Ecosystem: Mapping Coping Strategies And Protective Factors To Strengthen Family Resilience Nining Purwaningsih; Ahmad Fauzi
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 4 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i4.2893

Abstract

Family resilience has become an important issue as families face increasingly complex challenges, including parenting difficulties, economic pressures, work-family demands, interpersonal conflicts, and psychological stress. This study aims to explore how adults develop family resilience through coping strategies and protective factors within the context of family education as an informal adult learning process. This study employed a descriptive qualitative approach involving ten adults with caregiving responsibilities in Serang, Banten, Indonesia. Data were collected through open-ended questionnaires, observations, and documentation, and analyzed using thematic analysis. The findings revealed four main themes related to family resilience development: family stressors, daily motivators, coping strategies, and protective factors. Family stressors experienced by participants became starting points for reflection and learning, enabling adults to develop adaptive coping strategies, including problem-focused coping, emotion-focused coping, and spiritual coping. Furthermore, family support, social support, spirituality, optimism, and self-motivation emerged as essential protective factors that strengthened resilience. This study proposes a dynamic pathway of family resilience development: Family Stressors → Reflection and Learning → Coping Strategies → Protective Factors → Resilience Development. The findings indicate that family resilience is not merely the ability to endure adversity but a continuous learning process in which adults transform life experiences into adaptive competencies. This study contributes to family education research by highlighting the role of informal adult learning processes in strengthening family resilience and providing implications for developing resilience-oriented family education programs.