Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

TAFSIR PERILAKU ETIS MENURUT PEMAHAMAN AKADEMISI AKUNTANSI DILIHAT DARI PERBEDAAN GENDER Dwi Kusumaningrum, Nurcahyaning; Paramitha, Nurima Adi; Makmun, Sukron; Poerwanti, Sari Dewi
Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Penelitian Sains dan Teknologi Indonesia (JPSTI)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jpsti.v1i2.219

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tafsir perilaku etis menurut pemahaman akademisi akuntansi dilihat dari perbedaan gender. Penelitian ini merupakan penelitian mix methods dengan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika dan metode kuantitatif dengan regresi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa akademisi akuntansi mempunyai penafsiran yang serupa atas konsep etika. Ditemukan pula bahwa akademisi akuntansi wanita memiliki penafsiran yang berbeda dan lebih baik dibandingkan dengan akademisi akuntansi pria terhadap etika profesionalisme akuntansi. Hasil penelitian ini dapat memberikan bukti bahwa terdapat perbedaan antara akademisi akuntansi pria dan wanita terkait perilaku etis dan gender.
Membangun Budaya Moral yang Positif di Sekolah: Tinjauan tentang Strategi, Tantangan, dan Dampaknya pada Pembentukan Karakter Siswa Makmun, Sukron; Putri, Muspira Riana; Aprisal, Wahyu; Fadel, Muh.; Saleh, Sirajudin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.26640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara komprehensif strategi inovatif dan efektif dalam membangun serta memelihara budaya moral positif di lingkungan sekolah dan dampaknya terhadap pembentukan karakter siswa melalui studi literatur terhadap 15 artikel jurnal penelitian dalam lima tahun terakhir. Analisis isi mengidentifikasi beragam strategi seperti integrasi nilai agama dan moral, literasi digital, kepemimpinan transformasional, dan pendidikan antikorupsi. Tantangan signifikan yang ditemukan meliputi pengaruh negatif teknologi, perubahan sosial budaya, dan keterbatasan sumber daya. Meskipun demikian, penelitian menunjukkan dampak positif budaya moral terhadap karakter siswa, termasuk peningkatan integritas, empati, tanggung jawab, dan pembentukan nilai-nilai luhur. Kajian ini menegaskan urgensi pendekatan holistik dan kolaboratif dalam membangun budaya moral sekolah sebagai investasi penting dalam pembentukan karakter generasi mendatang.
Pelatihan Menumbuhkan Jiwa Wirausaha pada Generasi Muda Bagi Siswa Madrasah Aliyah Al-Lathifah Cikarang Barat Kisanda Midisen; Aceng Badruzzaman; Sukron Makmun; Ali Nur Ahmad; Wulan Windiarti
El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat  Vol. 4 No. 6 (2024): El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmujtama.v4i6.4371

Abstract

The purpose of this community service research is to train students at Al-Lathifah Senior High School West Cikarang in order to promote an entrepreneurial spirit in the next generation. The training intends to foster a creative, inventive, and solution-focused mindset in addition to giving students the information and practical skills necessary for entrepreneurship. This course makes use of case studies that are applicable to real-world situations, business simulations, talks, and debates. The study's findings show that students are becoming more knowledgeable about entrepreneurship, more interested in it, and more capable of starting and operating small enterprises. Furthermore, the pupils' attitude of independence and social responsibility was successfully formed by this instruction. As a result, it is anticipated that this training will serve as a model for other madrasas, helping to raise a new generation prepared to support the growth of the country's economy.
Tanggung Jawab Dan Akibat Hukum Keterlambatan Pendaftaran Akta Peralihan Hak Atas Tanah Yang Didaftarkan Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Batang Sukron Makmun; Widyarini Indriasti Wardani
Jurnal Akta Notaris Vol. 3 No. 2 (2024): Desember: Jurnal Akta Notaris
Publisher : Program Studi Magister Kenotariatan Fakultas Hukum UNTAG Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/aktanotaris.v3i2.2207

Abstract

Keterlambatan pendaftaran akta peralihan hak atas tanah pada Kantor Pertanahan Kabupaten Batang dapat terjadi karena berbagai alasan. Faktor-faktor ini meliputi keterbatasan sumber daya manusia, prosedur administratif yang berbelit, hingga kesalahan dalam pengisian formulir atau persyaratan dokumen. Rumusan masalah yang diangkat meliputi: (1) Mengapa Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan Kantor Pertanahan Kabupaten Batang mengalami keterlambatan dalam Pendaftaran akta peralihan hak? (2) Bagaimana Tanggung Jawab dan Akibat Hukum keterlambatan akta peralihan hak yang didaftarkan pada Kantor Pertanahan Kabupaten Batang?, serta (3) Bagaimana implikasi hukum dan konsekuensi keterlambatan pendaftaran akta peralihan hak di Kabupaten Batang bagi pihak-pihak yang terlibat? Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif, melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPAT dan Kantor Pertanahan Kabupaten Batang bertanggung jawab secara hukum atas keterlambatan pendaftaran akta, yang dapat menimbulkan sanksi administratif hingga pidana. Faktor utama penyebab keterlambatan adalah ketidak sesuaian administrasi, keterbatasan sumber daya manusia di Kantor Pertanahan, serta rendahnya tingkat kepatuhan hukum di kalangan PPAT. Solusi yang diusulkan meliputi peningkatan kapasitas PPAT melalui pelatihan, optimalisasi sistem pendaftaran elektronik, dan peningkatan koordinasi antara PPAT dan Kantor Pertanahan. Keterlambatan ini berdampak signifikan terhadap para pihak, termasuk kerugian finansial dan ketidakpastian hukum atas kepemilikan hak. Oleh karena itu, peningkatan kepatuhan dan efisiensi proses pendaftaran akta sangat diperlukan untuk mengurangi dampak negatif yang timbul.
PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN: KONSEP, STRATEGI, DAN PROSEDUR DALAM KONTEKS MANAJEMEN PENDIDIKAN: KONSEP, STRATEGI, DAN PROSEDUR DALAM KONTEKS MANAJEMEN PENDIDIKAN Sukron Makmun; Hairul Marif; Muhammad Fatichul Irsyad; Muawanah
JOURNAL J-MPI : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN KAJIAN KEISLAMAN Vol. 4 No. 2 (2025): JOURNAL J-MPI: JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN KAJIAN KEISLAMAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) STIT Muhammadiyah Tempurejo, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63353/journaljmpi.v4i2.505

Abstract

Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan merupakan elemen penting dalam mendukung mutu pembelajaran di sekolah. Namun, praktik pengadaan di banyak lembaga pendidikan masih menghadapi berbagai kendala, seperti kurangnya perencanaan berbasis data, lemahnya pengawasan, dan terbatasnya partisipasi stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoritis konsep, strategi, dan prosedur pengadaan sarpras pendidikan dalam perspektif manajemen modern. Menggunakan metode studi pustaka, data dikumpulkan dari berbagai literatur ilmiah, buku referensi, dan regulasi pendidikan terkini. Fokus kajian pada bagaimana merancang dan melaksanakan pengadaan yang efektif, efisien, dan akuntabel. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengadaan sarpras yang baik harus berlandaskan analisis kebutuhan, melibatkan partisipasi multi-pihak, memanfaatkan sistem digital e-procurement, dan membangun kerja sama lintas sektor. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara konsep teoritis dengan kebutuhan implementatif berbasis regulasi terbaru, serta penekanan pada strategi kolaboratif dan teknologi informasi. Penelitian ini menawarkan pendekatan yang praktis dan aplikatif bagi pengelola pendidikan untuk meningkatkan kualitas layanan secara berkelanjutan dan transparan.
Self-Efficacy Mediating the Influence of Social Support on Interest in Continuing Higher Education Makmun, Sukron; Mustari, Mustari; Suyitno, Imam; Jamalong, Ahmad; Najamuddin, Najamuddin; Sahabuddin, Romansyah
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 8, No 3 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v8i3.35444

Abstract

Developing superior human resources through higher education is crucial for national progress. However, interest in pursuing higher education in West Nusa Tenggara (NTB), particularly Central Lombok, remains a challenge that requires empirical study. This study aims to examine the impact of social support on interest in pursuing higher education, as well as the mediating role of self-efficacy in this relationship. This quantitative study, using a survey approach, involved 100 active university students in Central Lombok Regency as a sample, selected using a simple random sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modelling - Partial Least Square (SEM-PLS). The results showed that social support had a positive and significant effect on interest in pursuing higher education and self-efficacy. A key finding was that self-efficacy fully mediated the effect of social support on interest in pursuing higher education (R2 = 60.9%). Theoretically, this indicates that social support must first be internalized into self-efficacy to effectively increase interest. Policy implications highlight the importance of intervention programs that not only provide social support, but also strategically focus on strengthening individual self-efficacy to encourage higher education participation in the region.