Claim Missing Document
Check
Articles

Kepemimpinan Kolaboratif Kepala Sekolah Dalam Pengambilan Keputusan Strategis Di SD Negeri Nawi Abua 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Yigibalom, Merryam; Mataputun, Yulius; Masreng, Robert; Kusdianto, Kusdianto; Hutabarat,  Ida M.; Budiarti, Indah S.
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2144

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepemimpinan kolaboratif dalam menghadapi kompleksitas pengambilan keputusan strategis pada sekolah berpola asrama yang mengintegrasikan pengelolaan akademik dan pembinaan kehidupan siswa. Penelitian bertujuan menganalisis praktik kepemimpinan kolaboratif kepala sekolah dalam pengambilan keputusan strategis di SD Negeri Nawi Abua 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melibatkan kepala sekolah sebagai informan kunci serta kepala asrama, guru, staf sekolah, orang tua, dan siswa sebagai informan pendukung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif kepala sekolah berjalan efektif dalam mendukung pengambilan keputusan strategis, seperti penerapan sistem pengawasan terpadu antara guru dan pengelola asrama, penyusunan jadwal belajar malam wajib, penanganan pelanggaran melalui musyawarah, serta penentuan prioritas penggunaan anggaran bagi kebutuhan siswa asrama. Kolaborasi juga terlihat pada pembagian tugas guru sebagai pembina asrama dan koordinasi rutin dalam evaluasi program sehingga tercipta integrasi kebijakan akademik dan nonakademik. Keputusan diambil melalui komunikasi terbuka dan partisipasi seluruh unsur sekolah, yang mendorong budaya organisasi yang inklusif, transparan, dan responsif. Faktor pendukung meliputi komunikasi terbuka, kepercayaan, komitmen partisipatif, dukungan administratif, dan kemitraan dengan orang tua, sedangkan hambatan bersifat teknis. Kepemimpinan kolaboratif ini berdampak pada peningkatan kualitas keputusan, motivasi dan kinerja warga sekolah, kedisiplinan siswa, serta kepercayaan orang tua terhadap sekolah.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS KECERDASAN EMOSIONAL DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI DISTRIK ABEPURA KOTA JAYAPURA PROVINSI PAPUA Tatangin, Sumirna Paulina; Partino, Partino; Mataputun, Yulius
NOKEN : Jurnal Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.544 KB) | DOI: 10.31957/noken.v2i1.1696

Abstract

This research aims to analyze the impact of principal’s emotional-based intelligence leadership and students’ learning motivation in vocational schools in District Abepura Jayapura city of Papua Province. The study employed associative quantitative method. The subjects of the research were students of vocational schools in District Abepura, City of Jayapura, Papua Province with the population of 3.529 students and the sample of 97 students. The data for the research were mainly gathered from valid and reliable questionnaire, in depth-interview and also from related documentations. Pre-requisite test of data analysis included normality tets and linearity test. Data collected on the study were analysed using simple regression analysis through Statistical Package for Social Sciences (SPSS) version 23 software for windows. The result of the study indicates that principal’s emotional-based intelligence leadership held a positive and significant impact on students’ learning motivation in in vocational schools in District Abepura, City of Jayapura, Papua Province. The result of the study also demonstrates that there were significant relationship between principal’s emotional-based intelligence leadership and students’ learning motivation at significant level of 0,000 < 0,05 and the impact score of 66,8 %  which shows positive value. This means that the higher the rate of  principal’s emotional-based intelligence leadership, the better the students’ learning motivation.  The finding of the study is expected to be used as a reference for educational stakeholders or teachers especially for the future education leaders in term of motivating students to learn better.Keywords: principal’s leadership; emotional intelligence; students’ learning motivation
IMPLEMENTASI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) DI SD YPPK GEMBALA BAIK KOTA JAYAPURA PROVINSI PAPUA Kuswanto, Kuswanto; Mataputun, Yulius; Bharanti, Elita
NOKEN : Jurnal Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.753 KB) | DOI: 10.31957/noken.v2i1.1697

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the steps of the Internal Quality Assurance System (quality mapping, preparation of quality compliance plans, implementation of quality compliance, evaluation of quality audits and preparation of standards on National Standard in Education) at SD YPPK Gembala Baik, Jayapura City, Papua Province. This study used a qualitative descriptive approach to a case study design. The object of research is the principal, the head of school quality assurance, the quality coordinators and the head of the school committee. The data collection techniques used participatory observation, in-depth interviews, and checking documentation. The validity test of the data used data credibility techniques, namely triangulation, observation persistence, and peer discussion. Data analysis: data reduction, data display, and conclusion / verification. The results of this study indicate that in general, SD YPPK Gembala Baik, Jayapura City, Papua Province has implemented the SPMI steps properly according to the SPMI-Dikdasmen implementation guidelines in the following forms of activities. (1) lead the quality mapping process, ensure that the responsibility for quality mapping is shared and become part of school management, directs all school members to work together, focuses on evaluating and improving school quality; (2) planning for quality compliance through compiling RKS / RKAS documents; (3) carry out the fulfillment of quality by determining the person in charge and schedule, allocation of funding, according to conditions, and reporting of programs / activities; (4) carry out evaluation / internal audit by establishing evaluation indicators, compiling instruments, collecting data, analyzing and preparing recommendations; and (5) formulating new quality standards by implementing benchmarking, accessing rules related to SNP, studying and formulating quality indicators and their criteria in accordance with SNPs, socializing regulations, formulating indicators and establishing them with stakeholders as a reference for the initial quality of education.Keywords: internal; quality assurance system 
IMPLEMENTASI KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN KEPALA SEKOLAH DI SMK NEGERI 2 BISNIS MANAJAMEN JAYAPURA PROVINSI PAPUA Lobo, Daniel; Mataputun, Yulius; Tanta, Cornelius
NOKEN : Jurnal Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.954 KB) | DOI: 10.31957/noken.v2i2.1875

Abstract

This study aims to describe the implementation of the principal's entrepreneurial competence in innovations, committed, being highly motivated, persistent and creative for effective solutions, and having an entrepreneurial ability in managing the activities of the production unit at SMK Negeri 2 Bisnis Manajemen Jayapura. This study uses a qualitative descriptive approach to a case study design. The research participants are principals, parents, alumni, students, and the Business and Industrial World (DUDI). Data collection techniques used participatory observation, in-depth interviews, and documentation study. The validity data test using data credibility techniques, namely triangulation and peer discussion. The data analysis uses an interactive pattern with the stages of data reduction, data display, and drawing conclusions/verification. The results of this study conclude that in general the principal, in his leadership has implemented entrepreneurial competencies such as innovations, committed, being highly motivated, persistent and creative for effective solutions) well, which is manifested in various forms of activities, including SMK Mart and travel agents business division, team work through the ISO 9001-2015 mechanism, environmental management, increasing the competence of teachers and students, as well as collaborating with DUDI.Keywords: implementation; competence; entrepreneurship; school principal
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI MEMBACA DI SD INPRES DABOLDING KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG PROVINSI PAPUA Gea, Herlina; Mataputun, Yulius; Tanta, Cornelius
NOKEN : Jurnal Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/noken.v3i1.2250

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi gerakan literasi membaca dan faktor pendukung dan penghambatnya di SD Inpres Dabolding Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif rancangan studi kasus, dengan sumber data kepala sekolah, guru kelas, orang tua, komite sekolah, siswa dan dokumen. Peneliti melakukan wawancara mendalam, observasi partisipatif dan dokumen. Peneliti sebagai instrumen utama dilengkapi dengan panduan wawancara, observasi, dan dokumen. Teknik keabsahan data menggunakan teknik kredibilitas dengan triangulasi (sumber dan teknik), memperpanjang waktu pengamatan, dan diskusi teman sejawat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yaitu dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Inpres Dabolding Kabupaten Pegunungan Bintang Provinsi Papua, telah mengimplementasikan gerakan literasi membaca yang diwujudkan dalam berbagai bentuk kegiatan, seperti sosialisasi gerakan literasi membaca kepada komunitas sekolah, komite sekolah,  pembiasaan membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai,  memberi kebebasan memilih tempat dan jenis buku disukai, membuat perpustakaan ramah anak,  ketersediaan pojok/sudut baca, pajangan hasil karya siswa, membuat jadwal kunjungan ke perpustakaan,  dan membuat kelas khusus literasi membaca. Beberapa faktor pendukungnya yaitu kebijakan pemerintah/sekolah, ketersediaan buku bacaan di perpustakaan, peran serta orang tua dan komite, Sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya yaitu keterbatasan tenaga pendidik dan pelatihan khusus GLS/literasi membaca, belum terbentuknya tim GLS/literasi membaca dan keterbatasan sarana dan prasarana.
Kepemimpinan pelayan kepala sekolah dan etos kerja guru di sekolah menengah kejuruan pusat keunggulan Yulius Mataputun; Meylani Aljeinie Tijow
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1161600

Abstract

Etos kerja guru pada SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) penting untuk menjamin konsistensi layanan pembelajaran, implementasi Kurikulum Merdeka, dan kesiapan lulusan menuju DUDI. Kajian empiris tentang kepemimpinan pelayan kepala sekolah pada konteks SMK-PK di Papua masih terbatas, terutama terkait indikator yang paling dominan dan penjelasan kualitatifnya. Penelitian ini menganalisis model kepemimpinan pelayan kepala sekolah dalam meningkatkan etos kerja guru di SMKN 8 Kota Jayapura, Papua. Penelitian menggunakan Mixed Methods desain explanatory sequential yaitu pengumpulan dan analisis data kuantitatif pada tahap pertama, kemudian diperdalam melalui data kualitatif untuk menjelaskan dan menguatkan temuan kuantitatif. Tahap kuantitatif melibatkan total sampling 20 guru melalui angket 18 indikator, dianalisis dengan statistik deskriptif (persentase dan kategorisasi). Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen, dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil kuantitatif menunjukkan indikator dominan: empati (95%), mendengar (94%), konseptualisasi (92%), dan visi (91%) (kategori sangat baik). Indikator keterbukaan (72%) dan kestabilan emosi (76%) berada pada kategori baik. Temuan kualitatif menegaskan bahwa empati dan mendengar meningkatkan dukungan kerja, rasa aman psikologis, dan komitmen guru; sementara keterbukaan perlu diperkuat melalui kanal aspirasi formal dan tindak lanjut yang terdokumentasi. Implikasi penelitian ini adalah penguatan praktik kepemimpinan pelayan yang menekankan empati, mendengar, konseptualisasi, dan visi, serta perbaikan keterbukaan komunikasi dan kestabilan emosi kepala sekolah melalui mekanisme umpan balik yang terstruktur.
Identifikasi kendala dalam pelayanan bimbingan dan konseling berbasis multikultural Habel Saud; Yulius Mataputun; Mikhael Udam
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1163000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dalam implementasi layanan BK berbasis multikultural di SMAN 1 Jayapura, Papua, dengan fokus pada aspek kompetensi konselor, hambatan teknis, dan dukungan kebijakan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus.  Subjek penelitian dipilih secara purposive dengan mempertimbangkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dengan delaman informan, yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dua guru BK, dua guru mata pelajaran, dan 2 siswa (dengan latar etnis dan agama yang beragam).  Selain itu melakukan observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik kredibilitas melalui perpanjangan pengamatan, trianggulasi sumber dan teknik, diskusi teman sejawat, dan member checking. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah belum memiliki program layanan BK multikultural yang tertulis dan terstruktur. Praktik multikultural yang ada masih bersifat implisit dan belum menjadi bagian integral dari layanan konseling. Tiga kendala utama yang teridentifikasi meliputi: (1) keterbatasan pemahaman guru BK terhadap konsep dan strategi konseling multikultural; (2) minimnya dukungan manajerial terkait sarana, alokasi waktu, dan kebijakan pendukung; serta (3) rendahnya keterlibatan orang tua dan pemangku kepentingan eksternal. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan model layanan BK berbasis institusi yang mengintegrasikan perspektif multikultural secara sistemik. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup lokasi tunggal dan keterlibatan terbatas dari pihak eksternal, sehingga disarankan adanya penelitian lanjutan dengan cakupan dan partisipasi yang lebih luas.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN DAN KEAHLIAN LULUSAN PADA SMK YAPIS MIMIKA PROVINSI PAPUA TENGAH Galib, Hariyati; Lumbantobing, Happy; Budiarti, Indah S.; Mataputun, Yulius; Kusdianto, Kusdianto; Irianto, Petrus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan keahlian dan keterampilan lulusan di SMK Yapis Mimika, yang meliputi kompetensi teknis, kesesuaian dengan kebutuhan dunia kerja, keterampilan komunikasi, dan kemampuan kerja sama tim. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pendukung, faktor penghambat, serta dampak dari strategi tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang, yang terdiri atas kepala sekolah, guru produktif, alumni, serta perwakilan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilaksanakan secara terencana dan berorientasi pada kebutuhan DUDI melalui pembelajaran berbasis praktik industri, teaching factory, kelas industri, Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta sinkronisasi kurikulum dan uji kompetensi. Strategi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis siswa sekaligus memastikan kesesuaian lulusan dengan tuntutan dunia kerja. Selain itu, penerapan Project-Based Learning, kegiatan praktik, serta pembinaan karakter mampu mengembangkan keterampilan komunikasi dan kerja sama tim siswa.
Implementasi Manajemen Pembelajaran Berbasis Literasi Dasar Pada Program Sekolah Sepanjang Hari Di SD YPPK ST. Michael Hepuba Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan Yikwa, Yunus; Wahyudin, Urip; Irianto, Petrus; Tanta, C.; Mataputun, Yulius; Gultom, Monika
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2362

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen pembelajaran berbasis literasi dasar dalam program sekolah sepanjang hari di SD YPPK St. Michael Hepuba, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Tujuannya adalah menganalisis aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat program. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan sembilan informan, yaitu kepala sekolah, guru, komite, siswa, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan berdasarkan kondisi kemampuan membaca siswa, disusun secara kolaboratif, dan terintegrasi dalam kurikulum serta dokumen resmi sekolah. Pengorganisasian dilakukan melalui pembentukan tim literasi dengan pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang melibatkan berbagai pihak. Pelaksanaan program diwujudkan melalui pembiasaan membaca, integrasi literasi dalam pembelajaran, serta pemanfaatan fasilitas baca. Evaluasi dilakukan melalui supervisi dan refleksi, meskipun belum menggunakan instrumen baku. Faktor pendukung meliputi komitmen dan kolaborasi, sedangkan hambatan berupa keterbatasan sarana dan kondisi sosial ekonomi. Program ini berdampak positif terhadap kemampuan membaca, pemahaman, dan partisipasi belajar siswa.
PELAKSANAAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH TAHAP PEMBIASAAN DALAM MENUMBUHKAN MINAT MEMBACA MURID Hasni Rachman; Yulius Mataputun; Robert Masreng; Ewendi W. Mangolo; Albaiti Albaiti; Diki Kurniawan
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11666

Abstract

The low reading activity index and the high challenge of equalizing organic literacy culture in urban Papua are the background to this research. This problem triggers the importance of optimizing character development to protect students from exposure to urban digital media distractions. The focus of this research is to analyze the implementation of the School Literacy Movement (GLS) in the habituation stage in fostering students' reading interest at SD Negeri Inpres Dok IX, Jayapura City. A qualitative, descriptive method approach was applied, where data were collected through participatory observation techniques, in-depth interviews with eleven key informants, and reinforced by documentation studies. Data analysis was conducted interactively using a cycle of reduction, data presentation, and triangulation-based verification. The research findings indicate that the 15-minute reading activity every morning has been effectively institutionalized as a routine to foster students' mental readiness to learn. The transformation of physical space through optimizing classroom reading corners and corridors as text-rich environments has been proven to provide intensive visual stimulation for the school ecosystem. The main conclusion confirms that strengthening sustainable literacy management based on local Papuan sociocultural wisdom has significantly succeeded in increasing students' self-confidence and expanding their vocabulary mastery. School management is recommended to implement a dynamic book rotation system across classes to prevent lifelong reader boredom. ABSTRAK Rendahnya indeks aktivitas membaca serta tingginya tantangan pemerataan budaya literasi organik di wilayah perkotaan Papua melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut memicu pentingnya optimalisasi penumbuhan budi pekerti guna membentengi peserta didik dari paparan distraksi media digital urban. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) tahap pembiasaan dalam menumbuhkan minat membaca murid di SD Negeri Inpres Dok IX Kota Jayapura. Pendekatan kualitatif metode deskriptif diterapkan, di mana data dikumpulkan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap sebelas informan kunci, serta diperkuat studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif menggunakan siklus reduksi, penyajian data, dan verifikasi berbasis triangulasi. Temuan riset menunjukkan bahwa aktivitas membaca 15 menit setiap pagi telah terlembaga secara efektif sebagai rutinitas penumbuh kesiapan mental belajar siswa. Transformasi ruang fisik melalui optimalisasi pojok baca kelas dan koridor sebagai lingkungan kaya teks terbukti memberikan stimulasi visual yang intensif bagi ekosistem sekolah. Simpulan utama menegaskan bahwa penguatan manajemen literasi berkelanjutan berbasis kearifan sosiokultural lokal Papua secara signifikan sukses meningkatkan kepercayaan diri dan memperluas penguasaan kosakata murid. Manajemen sekolah direkomendasikan menerapkan sistem rotasi buku yang dinamis lintas kelas guna mencegah kejenuhan pembaca sepanjang hayat.    
Co-Authors Abda Abda Agus Zainuri Ahmad Sofyan Albaiti Albaiti Albaiti Albaiti, Albaiti Alberth Reba, Yansen Amatus Mikhael Rumlus Andika Ari Saputra Ansar CS Ayudari Nurillah Diba Baharuddin Hasan Bharanti, Elita Budiarti, Indah S. C. Tanta C. Tanta Cornelius Tanta Cornelius Tanto Densemina Yunita Wabdaron Diki Kurniawan Eka Trisna Putri Widyastuti Ermelinda Yersin Putri Larung Etty Octaviani Manalu Ewendi W. Mangolo Ewendy W. Mangolo Feronika Munthe Galib, Hariyati Gatot Sukarno Putra Gea, Herlina Habel Saud Happy Lumbantobing Happy Lumbantobing, Happy Hasni Rachman Hendriani, Awaliyah Putri Hutabarat,  Ida M. Ibrahim Ibrahim Ida M. Hutabarat Ida M. Hutabarat Indah S. Budiarti Indah S. Budiarti Indah Slamet Budiarti, Indah Slamet Irianto, Petrus Juliana Waromi Juliana Waromi Juliana Waromi, Juliana Kadadi , Efendy Karisma, Sally Putri Kogoya, Yumina Kusdianto Kusdianto Kusdianto Kusdianto Kusdianto, Kusdianto Kuswanto Kuswanto Listini Bestina Kamarea Lobo, Daniel Mahdi Mahdi, Mahdi Manalu, Etty Octaviani Merryam Yigibalom Mexen Saalino Meylani Aljeinie Tijow Miftah Fariz Prima Putra Mikhael Udam Miletus Wenda Mingsep Rante Sampebua Monika Gultom Monika Gultom Monika Simon Kendek Muttaqin, M. Zaenul Naomi Kogoya Ni Wayan P. Susanti Partino Partino, Partino Petrus Irianto Petrus Irianto Puji Rinawati Relly Misire Ridwan Fadli Robert Masreng Robert Masreng Robert Masreng, Robert Sally Putri Karisma Salomo Sada Santoso Santoso Serfulus Fanga Syahril Rizal S Tanta Tanta Tanta, C. Tanta, Cornelius Tatangin, Sumirna Paulina Urip Wahyudin Wenda, Miletus Yansen Alberth Reba Yigibalom, Merryam Yikwa, Yunus Yuliana Waromi Yulius Pekei Yunus Yikwa  Ida M. Hutabarat