Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENCEGAHAN BULLYING DI SMPN 13 JAYAPURA PAPUA Sada, Salomo; Mataputun, Yulius; Manalu, Etty Octaviani
NOKEN : Jurnal Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran kepala sekolah dalam pencegahan bullying pada peserta didik di SMP Negeri 13 Kota Jayapura, Papua. Kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin dalam dunia pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek administratif tetapi juga menciptakan lingkungan sekolah yang ama, damai, dan mendukung serta bebas dari tindakan kekerasan. Melalui penelitian ini, kinerja kepala sekolah dianalisis berdasarkan indikator utama, yaitu sebagai berikut: Peran Kepala Sekolah sebagai Perencana dan Pengorganisir dalam Pencegahan Kebijakan Anti-Bullying; Manajer dalam Program Anti-Bullying; dan Fasilitator dan Motivator dalam Pencegahan Bullying. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif meliputi teknik pengumpulan data seperti observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, siswa, dan pihak terkait di SMP Negeri 13 Kota Jayapura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah berupaya optimal dalam menjalankan tiga peran tersebut meskipun masih terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya, rendahnya kesadaran sebagian warga sekolah, serta budaya permisif terhadap perilaku bullying. Namun demikian, strategi pencegahan yang diterapkan melalui kebijakan sekolah, program pembinaan karakter, pembentukan tim anti- bullying, dan pelibatan orang tua dianggap efektif dalam menurunkan angka kasus bullying. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peran kepala sekolah sebagai agen perubahan budaya sekolah sangat penting untuk menciptakan iklim pendidikan yang inklusif dan humanis.
Kepemimpinan pelayan kepala sekolah dan etos kerja guru di sekolah menengah kejuruan pusat keunggulan Yulius Mataputun; Meylani Aljeinie Tijow
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1161600

Abstract

Etos kerja guru pada SMK Pusat Keunggulan (SMK-PK) penting untuk menjamin konsistensi layanan pembelajaran, implementasi Kurikulum Merdeka, dan kesiapan lulusan menuju DUDI. Kajian empiris tentang kepemimpinan pelayan kepala sekolah pada konteks SMK-PK di Papua masih terbatas, terutama terkait indikator yang paling dominan dan penjelasan kualitatifnya. Penelitian ini menganalisis model kepemimpinan pelayan kepala sekolah dalam meningkatkan etos kerja guru di SMKN 8 Kota Jayapura, Papua. Penelitian menggunakan Mixed Methods desain explanatory sequential yaitu pengumpulan dan analisis data kuantitatif pada tahap pertama, kemudian diperdalam melalui data kualitatif untuk menjelaskan dan menguatkan temuan kuantitatif. Tahap kuantitatif melibatkan total sampling 20 guru melalui angket 18 indikator, dianalisis dengan statistik deskriptif (persentase dan kategorisasi). Tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen, dianalisis dengan model interaktif Miles & Huberman serta triangulasi sumber dan teknik. Hasil kuantitatif menunjukkan indikator dominan: empati (95%), mendengar (94%), konseptualisasi (92%), dan visi (91%) (kategori sangat baik). Indikator keterbukaan (72%) dan kestabilan emosi (76%) berada pada kategori baik. Temuan kualitatif menegaskan bahwa empati dan mendengar meningkatkan dukungan kerja, rasa aman psikologis, dan komitmen guru; sementara keterbukaan perlu diperkuat melalui kanal aspirasi formal dan tindak lanjut yang terdokumentasi. Implikasi penelitian ini adalah penguatan praktik kepemimpinan pelayan yang menekankan empati, mendengar, konseptualisasi, dan visi, serta perbaikan keterbukaan komunikasi dan kestabilan emosi kepala sekolah melalui mekanisme umpan balik yang terstruktur.
Identifikasi kendala dalam pelayanan bimbingan dan konseling berbasis multikultural Habel Saud; Yulius Mataputun; Mikhael Udam
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 4 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1163000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dalam implementasi layanan BK berbasis multikultural di SMAN 1 Jayapura, Papua, dengan fokus pada aspek kompetensi konselor, hambatan teknis, dan dukungan kebijakan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus.  Subjek penelitian dipilih secara purposive dengan mempertimbangkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dengan delaman informan, yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dua guru BK, dua guru mata pelajaran, dan 2 siswa (dengan latar etnis dan agama yang beragam).  Selain itu melakukan observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik kredibilitas melalui perpanjangan pengamatan, trianggulasi sumber dan teknik, diskusi teman sejawat, dan member checking. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah belum memiliki program layanan BK multikultural yang tertulis dan terstruktur. Praktik multikultural yang ada masih bersifat implisit dan belum menjadi bagian integral dari layanan konseling. Tiga kendala utama yang teridentifikasi meliputi: (1) keterbatasan pemahaman guru BK terhadap konsep dan strategi konseling multikultural; (2) minimnya dukungan manajerial terkait sarana, alokasi waktu, dan kebijakan pendukung; serta (3) rendahnya keterlibatan orang tua dan pemangku kepentingan eksternal. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan model layanan BK berbasis institusi yang mengintegrasikan perspektif multikultural secara sistemik. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup lokasi tunggal dan keterlibatan terbatas dari pihak eksternal, sehingga disarankan adanya penelitian lanjutan dengan cakupan dan partisipasi yang lebih luas.
ANALISIS KERJA SAMA SEKOLAH, ORANG TUA, KOMITE SEKOLAH, DAN TOKOH AGAMA DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA Fanga, Serfulus; Mataputun, Yulius; Tanta, Cornelius
NOKEN : Jurnal Pengelolaan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerjasama antara sekolah, orang tua, komite sekolah, dan tokoh agama dalam penguatan pendidikan karakter siswa di SMP YPPK Taruna Tegasa Arso, Kabupaten Keerom, Papua. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, guru Bimbingan dan Konseling (BK), pembina kegiatan ekstrakurikuler, peserta didik, orang tua, pengurus komite sekolah, dan tokoh agama. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, dengan validitas dijamin melalui triangulasi, perpanjangan waktu penelitian, dan diskusi teman sejawat. Analisis data menggunakan model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam penguatan pendidikan karakter peserta didik terjalin melalui komunikasi langsung dan tidak langsung, seperti pertemuan tatap muka, media digital, surat menyurat, serta pemberian tugas rumah kepada peserta didik. Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang, yaitu pembinaan mental spiritual, moral dan akhlak, akademik, pembangunan fisik, kegiatan sosial karitatif, serta penguatan muatan lokal. Sementara itu, kerja sama antara sekolah dan komite sekolah telah dilakukan melalui komunikasi langsung maupun tidak langsung, namun belum diwujudkan dalam program konkret yang secara khusus mendukung penguatan pendidikan karakter peserta didik. Peran komite sekolah masih terbatas pada partisipasi dalam rapat serta penyampaian himbauan kepada orang tua dan pihak terkait untuk mendukung kegiatan pendidikan di sekolah. Adapun kerja sama antara sekolah dan tokoh agama diwujudkan melalui komunikasi langsung maupun melalui media digital serta keterlibatan tokoh agama dalam kegiatan pembinaan kerohanian, pembinaan moral, kegiatan sosial karitatif, dan kegiatan kemanusiaan di sekolah. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pendidikan karakter dengan menunjukkan bahwa sinergi antara sekolah, keluarga, dan tokoh agama memiliki peran penting dalam memperkuat nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial peserta didik. Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa meskipun keterlibatan orang tua dan tokoh agama telah berjalan relatif baik, peran komite sekolah masih perlu dioptimalkan agar dapat berfungsi secara lebih efektif sebagai mitra strategis sekolah dalam mendukung pelaksanaan penguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan
Penerapan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Menggunakan Teknik Kelompok Untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru Yahya, Yahya; Mataputun, Yulius; Masreng, Robert; C. Tanta, C. Tanta; Gultom, Monika; Albaiti, Albaiti
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8221

Abstract

Urgensi penelitian ini didasarkan pada diskrepansi tajam antara proyeksi anggaran tunjangan profesi guru nasional sebesar Rp110 triliun dengan rendahnya kinerja riil di lapangan, serta kondisi sosiogeografis dan keamanan ekstrem di wilayah Papua yang memerlukan model kepemimpinan instruksional yang adaptif dan humanis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan supervisi akademik kepala sekolah menggunakan teknik kelompok untuk meningkatkan profesionalisme guru di SD Negeri Guninggame, Kabupaten Lanny Jaya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, waktu, dan teknik. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan supervisi akademik teknik kelompok secara sistematis yang mencakup empat tahap, yaitu: (1) perencanaan, dengan menyusun program supervisi berdasarkan kebutuhan guru dan kondisi sekolah; (2) pelaksanaan, melalui kegiatan kelompok seperti diskusi kelompok, observasi teman sejawat, dan demonstrasi mengajar yang dilaksanakan secara partisipatif dan humanis; (3) evaluasi, dengan melakukan penilaian terhadap proses dan hasil pelaksanaan supervisi untuk mengetahui tingkat keberhasilan serta kendala yang dihadapi; dan (4) tindak lanjut, melalui pembinaan lanjutan berupa pelatihan internal yang dilaksanakan secara kolaboratif. Di samping itu, pelaksanaan supervisi akademik teknik kelompok masih menghadapi beberapa hambatan, yaitu keterbatasan waktu, perbedaan tingkat pemahaman guru, serta keterbatasan sarana pendukung. Namun demikian, program ini didukung oleh komitmen kepala sekolah yang tinggi dan motivasi guru yang kuat. Secara keseluruhan, penerapan supervisi akademik teknik kelompok memberikan dampak positif terhadap peningkatan profesionalisme guru, terutama dalam penguatan kompetensi pedagogik, pengembangan profesional secara berkelanjutan, peningkatan kedisiplinan kerja, serta penguatan etika dan tanggung jawab profesi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam bidang manajemen pendidikan, khususnya pada penguatan praktik supervisi akademik di sekolah dasar.
Pelaksanaan Pemantauan dan Supervisi Akademik Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar Putra, Eka; Mataputun, Yulius; Kurniawan, Diki; Hutabarat, Ida M.; Wahyudin, Urip; Sampebua, Mingsep Rante
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8222

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada kondisi geografis dan sosiologis Kabupaten Lanny Jaya sebagai daerah tertinggal, di mana tantangan kedisiplinan guru, keterbatasan kompetensi pedagogik, dan minimnya kelengkapan administrasi pembelajaran menjadi hambatan utama dalam mencapai standar nasional pendidikan. Penguatan peran supervisi kepala sekolah menjadi sangat mendesak untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berkualitas di tengah keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan pemantauan serta supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah sebagai upaya strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Subjek penelitian terdiri dari Kepala Sekolah SD Negeri Yokobak sebagai informan kunci, serta guru-guru di SD Negeri Yokobak sebagai informan utama untuk memvalidasi dampak supervisi terhadap kinerja mereka. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Supervisi akademik dilaksanakan dengan pendekatan bantuan profesional yang adaptif terhadap kendala geografis; (2) Manajemen tugas pendidik mengandalkan kekuatan komitmen sosial dan budaya gotong royong; (3) Pengelolaan sarana prasarana menggunakan skala prioritas keselamatan dan kebutuhan dasar belajar; (4) Pengelolaan anggaran dilakukan dengan prinsip manajemen berbasis realitas yang mengutamakan efisiensi logistik daerah pegunungan; (5) Pelaksanaan supervisi memberikan dampak sistemik pada peningkatan kedisiplinan, kreativitas dalam memanfaatkan alam sebagai media belajar, serta transformasi strategi pembelajaran dari konvensional menjadi kontekstual. Kesimpulannya, supervisi yang konsisten dan adaptif mampu meningkatkan profesionalisme guru di daerah terpencil meskipun di tengah keterbatasan fasilitas.
Implementasi Kompetensi Profesional Guru dalam Mewujudkan Pembelajaran Bermakna Siallagan, Renhad Pebfrianto; Mataputun, Yulius; Masreng, Robert; Kusdianto, Kusdianto; Waromi, Juliana; Hutabarat, Ida M.
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8252

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi darurat literasi di Kabupaten Lanny Jaya, dengan angka buta aksara mencapai 68,56%, serta tuntutan transformasi pendidikan melalui Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025 yang menekankan pembelajaran mendalam (deep learning). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi kompetensi profesional guru dalam mewujudkan pembelajaran bermakna di SMA Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi guru bersertifikat pendidik dengan masa tugas minimal dua tahun, kepala sekolah sebagai pengelola, serta siswa Orang Asli Papua (OAP). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan melalui model interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru telah diimplementasikan dengan cukup baik. Guru mampu menguasai materi, mengaitkannya dengan konteks kehidupan siswa, serta menerapkan pembelajaran yang partisipatif dan berpusat pada peserta didik. Selain itu, guru memahami karakteristik dan cara belajar siswa, serta berupaya mengintegrasikan kurikulum secara kontekstual. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta pengembangan keprofesian berkelanjutan telah dilakukan, meskipun masih terbatas oleh fasilitas, akses pelatihan, dan beban administratif. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, komitmen guru, dan kerja sama antar guru. Sementara itu, hambatan utama mencakup keterbatasan sarana, kondisi geografis, dan minimnya pelatihan berkelanjutan. Implementasi kompetensi profesional guru berdampak positif terhadap pembelajaran bermakna, ditandai dengan meningkatnya keterlibatan siswa, pemahaman materi, serta kemampuan mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa kompetensi profesional guru yang kontekstual dan adaptif berperan penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan menjadi kunci terwujudnya pembelajaran bermakna.
Implementasi Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Dalam Menciptakan Budaya Sekolah Suparman, Suparman; Mataputun, Yulius; Tanta, C.; Albaiti, Albaiti; Hutabarat, Ida M.; Wahyudin, Urip
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8255

Abstract

Kompetensi manajerial kepala sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya sekolah yang kondusif, disiplin, dan berkarakter, terutama pada sekolah di wilayah dengan keterbatasan sarana, prasarana, serta kondisi geografis yang menantang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah dalam menciptakan budaya sekolah di SMP Negeri 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode partisipatif. Subjek penelitian terdiri dari 12 informan kunci yang dipilih melalui teknik purposive sampling, meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, siswa, orang tua, dan tokoh masyarakat. Instrumen utama adalah peneliti (human instrument) yang didukung pedoman wawancara terstruktur, lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, waktu, serta peningkatan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah mengimplementasikan kompetensi manajerial melalui enam aspek utama. Pertama, perencanaan sekolah dilakukan secara sistematis dan partisipatif dengan melibatkan guru dan tenaga kependidikan. Kedua, penciptaan budaya dan iklim sekolah yang kondusif melalui pembiasaan disiplin, keteladanan, serta penanaman nilai kebersamaan dan tanggung jawab. Ketiga, pengelolaan guru dan staf dilakukan secara optimal melalui pembagian tugas, pembinaan, dan motivasi kerja. Keempat, pengelolaan kurikulum dan pembelajaran diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan. Kelima, pengelolaan sistem informasi dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Keenam, pemanfaatan teknologi informasi digunakan untuk mendukung pembelajaran dan manajemen sekolah. Meskipun terdapat kendala berupa keterbatasan fasilitas, sumber daya manusia, dan dukungan teknologi, implementasi kompetensi manajerial kepala sekolah secara umum memberikan kontribusi positif dalam membentuk budaya sekolah yang tertib, harmonis, berkarakter, serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.
Kepemimpinan Kepala Sekolah Berwawasan Multikultural Dalam Pencegahan Intoleransi Di Lingkungan Sekolah Swarso, Edi; Mataputun, Yulius; Masreng, Robert; Tanta, C.; Albaiti, Albaiti; Gultom, Monika
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8256

Abstract

  Tantangan intoleransi saat ini menjadi ancaman serius bagi integritas pendidikan nasional, di mana realitas empiris menunjukkan adanya peningkatan jumlah pelajar yang terpapar paham eksklusivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dalam pencegahan intoleransi dengan fokus spesifik pada SMAN 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus tunggal, di mana data primer digali melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan kunci yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data diintegrasikan melalui observasi partisipatif dan studi dokumentasi, sementara keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah SMAN 1 Tiom telah menerapkan kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dengan membawa perubahan, menginspirasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan yang diwujudkan melalui pemberian contoh dan sikap dalam bertindak sehari-hari. Melalui penerapan visi multikultural dan kecerdasan budaya ke dalam gaya kepemimpinan yang inklusif, partisipatif dan integrasi antara keteladanan personal, komunikasi organisasi yang terbuka, dan penegakan keadilan yang non-diskriminatif, kepala sekolah berhasil menciptakan budaya sekolah yang harmonis dan inklusif dengan saling menghargai, menerapkan persamaan hak laki-laki dan perempuan serta memberikan kesempatan yang sama. Dengan melibatkan siswa secara konsultif, kolaboratif dan dipimpin oleh anak dalam pengambilan kebijakan sekolah maupun pelaksanaan kegiatan sekolah mampu mencegah intoleransi di sekolah. Faktor pendukung kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dari iklim organisasi, kurikulum, dan sarana sekolah yang memadai sedangkan faktor penghambatnya aspek kognitif, sikap individu dan kurangnya sosialiasi pendidikan multikultural ditengah masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam kajian kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dalam pencegahan intoleransi dari perspektif Papua Pegunungan.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN DAN KEAHLIAN LULUSAN PADA SMK YAPIS MIMIKA PROVINSI PAPUA TENGAH Galib, Hariyati; Lumbantobing, Happy; Budiarti, Indah S.; Mataputun, Yulius; Kusdianto, Kusdianto; Irianto, Petrus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.10437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan keahlian dan keterampilan lulusan di SMK Yapis Mimika, yang meliputi kompetensi teknis, kesesuaian dengan kebutuhan dunia kerja, keterampilan komunikasi, dan kemampuan kerja sama tim. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor pendukung, faktor penghambat, serta dampak dari strategi tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang, yang terdiri atas kepala sekolah, guru produktif, alumni, serta perwakilan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilaksanakan secara terencana dan berorientasi pada kebutuhan DUDI melalui pembelajaran berbasis praktik industri, teaching factory, kelas industri, Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta sinkronisasi kurikulum dan uji kompetensi. Strategi tersebut terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis siswa sekaligus memastikan kesesuaian lulusan dengan tuntutan dunia kerja. Selain itu, penerapan Project-Based Learning, kegiatan praktik, serta pembinaan karakter mampu mengembangkan keterampilan komunikasi dan kerja sama tim siswa.