Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH BINAAN SMP Naomi Kogoya; Yulius Mataputun; Juliana Waromi; C. Tanta; Robert Masreng; Monika Gultom
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11668

Abstract

The shift in the supervisory function of supervisors to become partners in the Freedom to Learn pillar to improve the quality of national education is the background to this research. This issue demands a reconstruction of supervisory governance in underdeveloped, frontier, and outermost (3T) regions that are vulnerable to managerial stagnation. The focus of this research is to analyze the role of school supervisors in supporting learning at SMP Negeri 4 Wamena, Jayawijaya Regency, Papua Mountains Province. A qualitative approach with an exploratory case study design was applied, where data were collected through participant observation, in-depth interviews with six selected informants, and a documentary study of the school profile that mentors 161 students. Data analysis techniques were carried out interactively through stages of condensation, data presentation, and drawing conclusions. The research findings reveal that the supervisory role has not been optimal and remains trapped in administrative-conventional patterns, as evidenced by the absence of an official work program since 2018 and minimal clinical supervision. The main conclusion confirms that the effectiveness of mentoring is systemically hampered by extreme geographic constraints, excessive workloads, and lack of access to electricity. This research recommends the implementation of the Reflection-Contextual Mentoring Model through an intensive block visit strategy and the use of local natural media to realize the equal distribution of sustainable education quality standards in the interior of Papua. ABSTRAK Pergeseran fungsi inspektif pengawas menjadi mitra pendamping dalam pilar Merdeka Belajar guna meningkatkan mutu pendidikan nasional melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut menuntut adanya rekonstruksi tata kelola kepengawasan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang rentan mengalami stagnasi manajerial. Fokus penelitian ini adalah menganalisis peran pengawas sekolah dalam pendampingan pembelajaran di SMP Negeri 4 Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus eksploratif diterapkan, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam terhadap enam informan terpilih, dan studi dokumentasi terhadap profil sekolah yang membina 161 siswa. Teknik analisis data dijalankan secara interaktif melalui tahapan kondensasi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa peran pengawas belum berjalan optimal dan masih terjebak pada pola administratif-konvensional, yang dibuktikan dengan ketiadaan program kerja resmi sejak 2018 serta minimnya supervisi klinis. Simpulan utama menegaskan bahwa efektivitas pendampingan terhambat secara sistemik oleh kendala geografis ekstrem, beban kerja berlebih, dan ketiadaan akses listrik. Riset ini merekomendasikan penerapan Model Pendampingan Refleksi-Kontekstual melalui strategi kunjungan blok intensif dan pemanfaatan media alam lokal demi mewujudkan pemerataan standar mutu pendidikan yang berkelanjutan di pedalaman Papua.    
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN KECAKAPAN HIDUP SISWA MELALUI IMPLEMENTASI P5 TERINTEGRASI DELAPAN DIMENSI PROFIL LULUSAN Ni Wayan P. Susanti; Happy Lumbantobing; Juliana Waromi; Ewendi W. Mangolo; Mingsep R. Sampebua; Yulius Mataputun
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.10743

Abstract

This research aims to analyze the school principal's leadership in developing students' life skills through the implementation of the Project for Strengthening the Profile of Pancasila Students (P5), integrated with the eight dimensions of the graduate profile at SMP Negeri Anotaurei Serui, Papua. These eight dimensions include Faith and Piety, Citizenship, Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Independence, Health, and Communication, in accordance with the Permendikdasmen Regulation Number 10 of 2025. This study employed a qualitative descriptive approach with a case study design. Data were gathered through participant observation, in-depth interviews with the principal, teachers, school committee, and students, as well as documentation studies. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña model, involving data condensation, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the principal successfully functioned as a driving force through a participative and innovative leadership style by contextualizing P5 themes based on Papuan local wisdom, such as catfish aquaculture and medicinal gardens. The scaffolding leadership strategy proved effective in fostering the independence of both teachers and students despite limited digital infrastructure and extreme weather challenges in the 3T (Frontier, Outermost, and Disadvantaged) region. The study concludes that the principal's role modeling, two-way communication, and transparent accountability are the primary keys to realizing students' resilient life skills (personal, social, and vocational) towards the Golden Generation 2045 vision. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan kecakapan hidup siswa melalui implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang terintegrasi dengan delapan dimensi profil lulusan di SMP Negeri Anotaurei Serui, Papua. Delapan dimensi tersebut meliputi Keimanan dan Ketakwaan, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, serta Komunikasi sesuai dengan regulasi Permendikdasmen Nomor 10 Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, komite, dan siswa, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berhasil menjalankan peran sebagai penggerak melalui gaya kepemimpinan partisipatif dan inovatif dengan mengontekstualisasikan tema P5 berbasis kearifan lokal Papua, seperti budidaya lele dan apotek hidup. Strategi scaffolding leadership terbukti efektif menumbuhkan kemandirian guru dan siswa di tengah keterbatasan infrastruktur digital dan tantangan cuaca ekstrem di wilayah 3T. Penelitian menyimpulkan bahwa keteladanan, komunikasi dua arah, dan akuntabilitas transparan pimpinan merupakan kunci utama dalam mewujudkan kecakapan hidup (personal, sosial, dan vokasional) siswa yang tangguh menuju visi Generasi Emas 2045.  
KEPEMIMPINAN MULTIKULTURAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER TOLERANSI SISWA Puji Rinawati; Yulius Mataputun; Diki Kurniawan; Kusdianto Kusdianto; Ida M. Hutabarat; Urip Wahyudin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11746

Abstract

This study aims to analyze the principal's multicultural leadership in fostering student tolerance character through eight strategic dimensions: developing democratic attitudes, diversity paradigms, ethnic anti-discrimination, gender sensitivity, social concern, intracurricular integration, supporting/inhibiting factors, and the impacts of such leadership. This research employed a qualitative approach with a case study design at SMPIT Qurrota A’yun Abepura, Jayapura City, Papua Province. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation from 15 key informants, including school leaders, teachers, students, parents, and community figures. Data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. Data analysis followed the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the principal successfully built a democratic climate through staff involvement in policy-making and synchronizing Islam Wasathiyah values with Papuan local wisdom. Anti-discrimination strategies and gender sensitivity were realized through fair policies regardless of ethnicity or gender. Social concern was internalized through real experiences such as the "Jumat Berbagi" program and humanitarian actions (ta’awun). The main supporting factors include inspiring leadership and parental synergy, while obstacles stem from social media influence and limited insights of some educators. The research impact is evident in the creation of a harmonious school climate and the permanent internalization of tolerance character in students. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kepemimpinan multikultural kepala sekolah dalam menumbuhkan karakter toleransi siswa melalui delapan dimensi strategis: pembangunan sikap demokratis, paradigma keberagaman, sikap anti-diskriminasi etnis, sensitivitas gender, kepedulian sosial, pengintegrasian dalam intrakurikuler, faktor pendukung/penghambat, serta dampak kepemimpinan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus di SMPIT Qurrota A’yun Abepura, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 15 informan kunci yang meliputi unsur pimpinan sekolah, guru, siswa, orang tua, dan tokoh masyarakat. Validitas data dijamin melalui teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang terdiri dari kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berhasil membangun iklim demokratis melalui pelibatan staf dalam pengambilan kebijakan dan sinkronisasi nilai Islam Wasathiyah dengan kearifan lokal Papua. Strategi anti-diskriminasi dan sensitivitas gender diwujudkan melalui kebijakan yang adil tanpa memandang suku atau jenis kelamin. Kepedulian sosial diinternalisasi melalui pengalaman nyata seperti program "Jumat Berbagi" dan aksi kemanusiaan (ta’awun). Faktor pendukung utama meliputi kepemimpinan yang inspiratif dan sinergi orang tua, sementara hambatan bersumber dari pengaruh media sosial dan keterbatasan wawasan sebagian pendidik. Dampak penelitian terlihat pada terciptanya iklim sekolah yang harmonis dan internalisasi karakter toleransi yang permanen pada diri siswa.  
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENGUATAN KEMITRAAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI (DU/DI) UNTUK PENINGKATAN MUTU PRAKERIN BERBASIS PEMBELAJARAN BERMAKNA Monika Simon Kendek; Yulius Mataputun; Albaiti Albaiti; Diki Kurniawan; Monika Gultom; Kusdianto Kusdianto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i2.11747

Abstract

The phenomenon of skills mismatch that triggers high rates of educational decline and sociocultural challenges in the Central Papua region is the background of this research. This problem requires innovative managerial intervention from school leaders to optimize the implementation of work practices. The focus of this research is to analyze the leadership strategy of the principal in the partnership between the Business World and the World of Industry (DU/DI) to improve the quality of Industrial Work Practice (Prakerin) based on Meaningful Learning at SMKS Tunas Bangsa Pariwisata Mimika. The steps of this qualitative descriptive research with a case study design were designed through the stages of field exploration, original data collection, and analysis of the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Primary data sources include in-depth interviews with 12 key informants as well as participatory observation and formal documentation studies. The findings indicate that the principal integrates the Adaptive Contextual Leadership model with the Link and Match policy through the alignment of the tourism curriculum, the use of a physical objective assessment format by industry mentors, and the consistent implementation of organizer advancement. The main conclusion emphasizes that this adaptive-contextual leadership strategy that focuses on strengthening intellectual, emotional, and spiritual character has proven to be very effective in transforming the quality of Prakerin, boosting knowledge retention, and building a sustainable reputation and trust in the industry. ABSTRAK Fenomena skills mismatch yang memicu tingginya angka pengangguran lulusan vokasi serta tantangan sosiokultural di wilayah Papua Tengah melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut menuntut adanya intervensi manajerial yang inovatif dari figur pimpinan sekolah guna mengoptimalkan pelaksanaan praktik kerja. Fokus penelitian ini adalah menganalisis strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam penguatan kemitraan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) untuk meningkatkan mutu Praktik Kerja Industri (Prakerin) berbasis Pembelajaran Bermakna di SMKS Tunas Bangsa Pariwisata Mimika. Langkah-langkah penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus ini dirancang melalui tahapan eksplorasi lapangan, pengumpulan data orisinal, serta analisis interaktif model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data primer melibatkan wawancara mendalam terhadap 12 informan kunci beserta observasi partisipatif dan studi dokumentasi formal. Hasil temuan menunjukkan bahwa kepala sekolah mengintegrasikan model Adaptive Contextual Leadership dengan kebijakan Link and Match melalui penyelarasan kurikulum pariwisata, pemanfaatan format penilaian fisik objektif oleh mentor industri, serta penerapan advance organizer secara konsisten. Simpulan utama menegaskan bahwa strategi kepemimpinan adaptif-kontekstual yang berfokus pada penguatan karakter intelektual, emosional, dan spiritual ini terbukti sangat efektif mentransformasi mutu Prakerin, mendongkrak retensi pengetahuan, serta membangun reputasi dan kepercayaan industri berkelanjutan.    
Overcoming the Crisis of Guidance and Counseling Teachers for Service Efficiency in Secondary Schools in Jayapura City Habel Saud; Yulius Mataputun; Yansen Alberth Reba; Mikhael Udam; Sally Putri Karisma; Listini Bestina Kamarea; Andika Ari Saputra
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i1.3208

Abstract

This seminar aims to overcome the crisis of the shortage of guidance and counseling (BK) teachers in Jayapura City and improve the efficiency of counseling services in schools, especially with the increasing student ratio. Through this seminar, it is expected to create a deep understanding of the importance of efficient counseling services by optimizing collaboration between counseling teachers, subject teachers, parents, and related professionals. The method of conducting the seminar included lectures, discussions, and questions and answers, and went through three main stages: preparation, implementation, and evaluation. The targets of the activity were counseling teachers at junior high, high school, and vocational school levels in Jayapura City. From the results of the evaluation, which included five questions, an average score of 80% was obtained, indicating an increase in participants' understanding of the importance of technology utilization in counseling services and the need for cross-party collaboration to support the smooth and efficient counseling services in schools. This activity indicates that the seminar contributed positively to improving the professional competence of counseling teachers, as well as strengthening systematic support for counseling services in schools to effectively reach more students.
Transformation of the Young Generation of Kemtuk Gresi: The Key to Success in Building a Career in the Digital Era Mikhael Udam; Yansen Alberth Reba; Yulius Mataputun; Habel Saud; Listini Bestina Kamarea; Sally Putri Karisma
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i1.3209

Abstract

This community service activity aims to empower the youth in Kemtuk Gresi District to be ready to embark on digital careers, where digital skills are highly needed in the job market. This program is designed to equip participants with a strategic understanding of digital career opportunities as well as technical skills and non-technical skills such as effective communication and professional networking. (networking). Through interactive seminars and workshops, participants learn the use of digital technology, content management, and personal branding strategies. Participatory methods and group discussions help participants develop skills that align with the current needs of the job market. The results of the activities show a significant increase in participants' understanding of technology as a career development tool and the enhancement of technical skills that support their readiness in the digital job market. In addition to basic skills, participants were also introduced to sustainable career planning strategies in the digital era. This program successfully guided the youth of Kemtuk Gresi to become more adaptive and ready to face global challenges with skills and knowledge that enable them to pioneer digital careers.
Collaborative Strategy of School and Parents in Preventing Sexual Violence Among Students at MAPN Koya Barat Relly Misire; Yulius Mataputun; Ewendy W. Mangolo; Robert Masreng; Yuliana Waromi
SUJANA: Education and Learning Review Vol. 5 Issue 2 (2026)
Publisher : JF Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/sujana.v5i2.969

Abstract

Sexual violence against students in educational settings remains a critical child protection concern requiring coordinated multi-level responses. This study analyses the collaborative strategies employed between schools and parents in preventing sexual violence against students at MAPN Koya Barat, Kota Jayapura, Papua, Indonesia. A qualitative case study design was adopted, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation study involving school principals, TPPK members, guidance and counselling teachers, homeroom teachers, student council representatives, school committee members, religious figures, school supervisors, and community leaders. Data were analysed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana, incorporating reduction, display, and conclusion drawing. Findings reveal that school-parent collaboration is implemented through six integrated dimensions of parental involvement: parenting, communicating, volunteering, learning at home, decision making, and collaborating with community. Each dimension functions as a distinct protective mechanism that collectively forms a protective educational ecosystem extending child protection across institutional, family, and community levels. Cultural and religious values specific to the Papuan border community context are embedded within each dimension, strengthening the contextual applicability of the collaborative model. These findings extend Epstein's parental involvement framework beyond academic achievement toward a child protection orientation and integrate it with Bronfenbrenner's ecological model. The study offers a replicable, culturally sensitive model of school-parent collaboration relevant to faith-based and border community schools across Eastern Indonesia.
Penerapan Manajemen Kesiswaan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Siswa Di SMA Negeri 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Miletus Wenda; Happy Lumbantobing; Kusdianto Kusdianto; C. Tanta; Yulius Mataputun; Albaiti Albaiti
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2138

Abstract

Kedisiplinan siswa merupakan indikator penting keberhasilan pendidikan karena menciptakan iklim belajar yang tertib, kondusif, dan efektif. Di SMA Negeri 1 Tiom, pengamatan awal menunjukkan masih adanya perilaku indisipliner, seperti keterlambatan, ketidakpatuhan terhadap aturan berpakaian, dan rendahnya partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis penerapan manajemen kesiswaan dalam meningkatkan kedisiplinan siswa di sekolah tersebut. Fokus penelitian meliputi pengelolaan absensi, pengawasan kepatuhan berpakaian, pembinaan ketepatan waktu, pembinaan disiplin melalui kegiatan ekstrakurikuler, faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya terhadap perilaku siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, yang melibatkan kepala sekolah, guru, wali kelas, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan diuji melalui triangulasi. Hasil menunjukkan manajemen kesiswaan diterapkan secara terencana, terorganisasi, dan konsisten melalui pengawasan kehadiran, penegakan disiplin berpakaian, pembiasaan ketepatan waktu, serta keterlibatan siswa dalam ekstrakurikuler. Faktor pendukung meliputi komitmen pimpinan, kerja sama guru, dan dukungan orang tua, sedangkan penghambat mencakup keterbatasan sarana, kondisi geografis, dan keberagaman latar siswa. Penerapannya berdampak positif terhadap kehadiran, kepatuhan, dan tanggung jawab siswa, membentuk budaya disiplin serta lingkungan belajar yang tertib dan efektif.
Kepemimpinan Kolaboratif Kepala Sekolah Dalam Pengambilan Keputusan Strategis Di SD Negeri Nawi Abua 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Merryam Yigibalom; Yulius Mataputun; Robert Masreng; Kusdianto Kusdianto;  Ida M. Hutabarat; Indah S. Budiarti
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i3.2144

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepemimpinan kolaboratif dalam menghadapi kompleksitas pengambilan keputusan strategis pada sekolah berpola asrama yang mengintegrasikan pengelolaan akademik dan pembinaan kehidupan siswa. Penelitian bertujuan menganalisis praktik kepemimpinan kolaboratif kepala sekolah dalam pengambilan keputusan strategis di SD Negeri Nawi Abua 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melibatkan kepala sekolah sebagai informan kunci serta kepala asrama, guru, staf sekolah, orang tua, dan siswa sebagai informan pendukung. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif kepala sekolah berjalan efektif dalam mendukung pengambilan keputusan strategis, seperti penerapan sistem pengawasan terpadu antara guru dan pengelola asrama, penyusunan jadwal belajar malam wajib, penanganan pelanggaran melalui musyawarah, serta penentuan prioritas penggunaan anggaran bagi kebutuhan siswa asrama. Kolaborasi juga terlihat pada pembagian tugas guru sebagai pembina asrama dan koordinasi rutin dalam evaluasi program sehingga tercipta integrasi kebijakan akademik dan nonakademik. Keputusan diambil melalui komunikasi terbuka dan partisipasi seluruh unsur sekolah, yang mendorong budaya organisasi yang inklusif, transparan, dan responsif. Faktor pendukung meliputi komunikasi terbuka, kepercayaan, komitmen partisipatif, dukungan administratif, dan kemitraan dengan orang tua, sedangkan hambatan bersifat teknis. Kepemimpinan kolaboratif ini berdampak pada peningkatan kualitas keputusan, motivasi dan kinerja warga sekolah, kedisiplinan siswa, serta kepercayaan orang tua terhadap sekolah.
Implementasi Manajemen Pembelajaran Berbasis Literasi Dasar Pada Program Sekolah Sepanjang Hari Di SD YPPK ST. Michael Hepuba Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan Yunus Yikwa; Urip Wahyudin; Petrus Irianto; C. Tanta; Yulius Mataputun; Monika Gultom
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i4.2362

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi manajemen pembelajaran berbasis literasi dasar dalam program sekolah sepanjang hari di SD YPPK St. Michael Hepuba, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Tujuannya adalah menganalisis aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat program. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan sembilan informan, yaitu kepala sekolah, guru, komite, siswa, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan berdasarkan kondisi kemampuan membaca siswa, disusun secara kolaboratif, dan terintegrasi dalam kurikulum serta dokumen resmi sekolah. Pengorganisasian dilakukan melalui pembentukan tim literasi dengan pembagian tugas yang jelas dan koordinasi yang melibatkan berbagai pihak. Pelaksanaan program diwujudkan melalui pembiasaan membaca, integrasi literasi dalam pembelajaran, serta pemanfaatan fasilitas baca. Evaluasi dilakukan melalui supervisi dan refleksi, meskipun belum menggunakan instrumen baku. Faktor pendukung meliputi komitmen dan kolaborasi, sedangkan hambatan berupa keterbatasan sarana dan kondisi sosial ekonomi. Program ini berdampak positif terhadap kemampuan membaca, pemahaman, dan partisipasi belajar siswa.
Co-Authors Abda Abda Agus Zainuri Ahmad Sofyan Albaiti Albaiti Albaiti Albaiti, Albaiti Alberth Reba, Yansen Amatus Mikhael Rumlus Andika Ari Saputra Ansar CS Ayudari Nurillah Diba Baharuddin Hasan Bharanti, Elita Budiarti, Indah S. C. Tanta C. Tanta Cornelius Tanta Cornelius Tanto Densemina Yunita Wabdaron Diki Kurniawan Eka Trisna Putri Widyastuti Ermelinda Yersin Putri Larung Etty Octaviani Manalu Ewendi W. Mangolo Ewendy W. Mangolo Feronika Munthe Galib, Hariyati Gatot Sukarno Putra Gea, Herlina Habel Saud Happy Lumbantobing Happy Lumbantobing, Happy Hasni Rachman Hendriani, Awaliyah Putri Hutabarat,  Ida M. Ibrahim Ibrahim Ida M. Hutabarat Ida M. Hutabarat Indah S. Budiarti Indah S. Budiarti Indah Slamet Budiarti, Indah Slamet Irianto, Petrus Juliana Waromi Juliana Waromi Juliana Waromi, Juliana Kadadi , Efendy Karisma, Sally Putri Kogoya, Yumina Kusdianto Kusdianto Kusdianto Kusdianto Kusdianto, Kusdianto Kuswanto Kuswanto Listini Bestina Kamarea Lobo, Daniel Mahdi Mahdi, Mahdi Manalu, Etty Octaviani Merryam Yigibalom Mexen Saalino Meylani Aljeinie Tijow Miftah Fariz Prima Putra Mikhael Udam Miletus Wenda Mingsep Rante Sampebua Monika Gultom Monika Gultom Monika Simon Kendek Muttaqin, M. Zaenul Naomi Kogoya Ni Wayan P. Susanti Partino Partino, Partino Petrus Irianto Petrus Irianto Puji Rinawati Relly Misire Ridwan Fadli Robert Masreng Robert Masreng Robert Masreng, Robert Sally Putri Karisma Salomo Sada Santoso Santoso Serfulus Fanga Syahril Rizal S Tanta Tanta Tanta, C. Tanta, Cornelius Tatangin, Sumirna Paulina Urip Wahyudin Wenda, Miletus Yansen Alberth Reba Yigibalom, Merryam Yikwa, Yunus Yuliana Waromi Yulius Pekei Yunus Yikwa  Ida M. Hutabarat