Claim Missing Document
Check
Articles

KEPEMIMPINAN KESULTANAN BUTON DALAM PERSPEKTIF NILAI PODHAGA ̅KA PAMARINTA MAROMBUMO ZAMANI Nurhayati; Armin Arsyad; Eka Suaib; Gustiana A. Kambo
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v8i2.2375

Abstract

Podhagāka Pamarinta Amarombumo Zamani adalah nilai-nilai kepemimpinan kesultanan Buton. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan lokal terhadap kepemimpinan modern, pada pemilihan dan pelaksanaan kepemimpinannya. Desain penelitian ini menggunakan jenis kualitatif melalui studi Pustaka dengan menggunakan konten analisis/analisis isi. Hasil penelitian bahwa Podhagāka Pamarinta Amarombumo Zamani adalah nilai karakter yang harus diimplementasikan pada setiap diri pemimpin. Proses pemilihan Kepemimpinan Sultan Buton mengedepankan kualitas karakter dan moralitas individu, pemimpin. Pencalonan Sultan prosesnya ditilik mulai dari calon sultan berusia dini yang berasal dari Tatanai landu, tapi-tapi dan kumbewaha yang dilakukan oleh Siolimbona sebagai Lembaga legislative, sehingga pada penempatan jabatan pemerintahan maupun kepemimpinan kesultanan Buton tidak mengenal praktek money politic atau transaksional. Nilai ini seyogyanya dalam praktek sistem demokrasi kita dianut oleh sistem demokrasi dewasa ini khususnya pada pemilihan kepala daerah maupun legislatif.
Respon Masyarakat terhadap Kepemimpinan Kepala Desa dan Kepala Kelurahan di Lembang Parang Kabupaten Gowa Amal Nur; Armin Arsyad; Gustiana Anwar Kambo
Palita: Journal of Social Religion Research Vol 8, No 2 (2023): Palita : Journal of Social Religion Research
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/pal.v8i2.4074

Abstract

This paper describes the leadership of the village head. Community response is a benchmark for running an administration in Lembang Parang. The method used in this paper is qualitative research that uses primary data sources by direct observation by the author in Lembang Parang Village, Barombong District, Gowa Regency. Researchers collect data and information through interviews with related parties. This research is supported by data sources and information from books and documents that help research themes, journals, and electronic information media. The results of the study show that the transactional efforts used by the leadership of the Village Head towards his constituents are effective by observing the community's enthusiasm in actively participating in Village programs. The people of Lembang Parang received Transactional Leadership from Mursalim Abubaedah. On the other hand, the transformational leadership pattern implemented by Fatmawati as Lurah was also well received by the people of Lembang Parang. For the people of Lembang Parang, the transformational design implemented by Fatmawati is seen as an effort to improve people's lives in Lembang Parang.
REKRUTMEN PARTAI AMANAT NASIONAL SEBAGAI PARTAI PENGUSUNG, DALAM PEMENANGAN ISTRI BUPATI BUTON DI DPRD KABUPATEN BUTON PERIODE 2014-2019 Yasni, Andi; Saad, Muhammad; A. Kambo, Gustiana
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v9i1.12719

Abstract

This study aims to explain and analyze how the Partai Amanat Rakyat (National Mandate Party (PAN) recruitment process as the bearer party, in winning the wife of the Regent of Buton in the Buton Regency DPRD 2014-2019 period. The type of research used is descriptive qualitative which describes the subject and object of research based on empirical facts. The data source used was the chairman of the Buton Regency PAN, the success team, party cadres, documents and archives. Data were collected through the interview method. In this research, it is produced that there is political recruitment that is not transparent. Based on the opinion of some experts, PAN does not use an open recruitment method but instead uses a closed recruitment method. In this case, Lis Elianti has no experience in politics. Lis Elianti is a housewife with final education.
Deformitas Politik Pariwisata: Dampak Konflik Kepentingan Terhadap Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Momonto, Sam Sachrul; Muhammad, Muhammad; Kambo, Gustiana A; Wullur, Magdalena
Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 9 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jn.v9i1.3059

Abstract

Kabupaten Bolaang Mongondow Timur mempunyai potensi wisata yang lengkap, baik dari wisata buatan, wisata alam, maupun wisata budaya. Namun pengembangan pariwisata tidak berjalan seiring dengan harapan membangun daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi daerah dalam mencapai kemasyarakatan, pelayanan publik, dan daya saing. Anggaran pembangunan dirasionalisasi dan difokus ulang sehingga upaya percepatan pembangunan menjadi tantangan besar ketika realitas kemampuan finansial tidak sejalan dengan kebijakan perencanaan dan penganggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis deformitas politik pariwisata sebagai dampak konflik kepentingan dalam kegiatan pengembangan desa wisata di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan informan kunci sehingga pengembangan pariwisata lebih menekankan pada hubungan antara politik dan pariwisata, khususnya dalam hal pariwisata mampu mengubah struktur kekuasaan dan nilai-nilai di suatu kawasan wisata.
Digitalization of Social Movements in the Metaverse Era: A Study on Mining Resistance in Salipolo, Pinrang Regency, Indonesia Kurnia Sulistiani; Muhammad Al Hamid; Gustiana Kambo
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam 2024: Proceeding International Conference on Islamic Challange in Metaverse Era (ICICME)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.vi.53178

Abstract

The social movement in Salipolo Village, Pinrang Regency, Indonesia, opposing the development of sand mining, reflects a response to development policies perceived as environmentally destructive and threatening to the livelihoods of the local community. This study aims to explore how digitalization influences the dynamics of this social movement, focusing on the use of social media and data-based technologies as advocacy tools. The research findings show that digital transformation has opened new avenues for the Salipolo community to organize, document environmental impacts, and expand the reach of their movement more broadly. The use of visual data, such as maps of affected areas and environmental impact simulations, has strengthened their position in negotiations with the government and mining companies. This collaboration not only provides moral and material support but also introduces more effective advocacy strategies, broadening the impact of the social movement. The study demonstrates that digitalization has empowered the Salipolo community to fight for justice and policy changes that align more closely with their interests. Therefore, this social movement is not limited to mass actions but also involves the use of technology to strengthen the community's bargaining power in the face of detrimental development policies. Keywords: Social Movement, Digitalization, Mining Rejection, Cross-Community Collaboration, Digital Advocacy.
Gerakan Sosial dalam Penolakan Pertambangan di Sungai Saddang Kurnia Sulistiani; Muhammad Alhamid; Gustiana A. Kambo
Vox Populi Vol 7 No 2 (2024): VOX POPULI
Publisher : ILMU POLITIK UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/vp.v7i2.52291

Abstract

Artikel ini membahas tentang gerakan sosial yang muncul sebagai respons terhadap rencana tambang ilegal di Sungai Saddang, Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang. Gerakan yang dikenal dengan nama Aliansi Perjuangan Rakyat Salipolo ini berupaya menolak aktivitas tambang tersebut karena alasan perizinannya yang tidak lengkap serta ketidakikutsertaan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan dengar pendapat. Selain itu, masyarakat juga merasa trauma akibat penggalian pasir di sungai sebelumnya yang menyebabkan abrasi, banjir, dan longsor. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan oleh gerakan ini dalam menanggapi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan teori mobilisasi sumber daya dengan pendekatan kualitatif. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa Aliansi Perjuangan Rakyat Salipolo melakukan beberapa langkah strategis, termasuk mengumpulkan massa dan anggota, menjalin relasi dengan pihak-pihak terkait, serta melaksanakan aksi demonstrasi sebagai bentuk penolakan. Proses mobilisasi sumber daya yang dilakukan oleh gerakan ini mencakup peran penting pemimpin yang memobilisasi sumber daya kelompok, dukungan dari pengikut, dukungan dana, keahlian profesional yang terlibat, serta akses media yang mendukung kelancaran aksi mereka
Membingkai Dinasti Politik Lokal: Dinamika Kemunculan Politik Kekerabatan di Kabupaten Pasangkayu: Framing Local Political Dynasties: Dynamics of the Emergence of Kinship Politics in Pasangkayu Regency Rusmawaty Bte Rusdin; Gustiana Kambo; Muhammad Saad; Muhammad Nur Alamsyah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 5: Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7548

Abstract

Salah satu sorotan penting adalah maraknya praktik politik kekerabatan yang muncul dalam setiap kontestasi Pilkada. Fenomena politik kekerabatan menjadi dinamika yang menonjol dalam konteks demokrasi lokal di Indonesia, termasuk di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Tokoh sentral dari kemunculan praktik ini adalah Agus Ambo Djiwa, yang tidak hanya dikenal sebagai Bupati dua periode, tetapi juga sebagai pejuang pemekaran daerah. Mengacu pada teori Titin Purwaningsih (2015), berkembangnya politik kekerabatan di Pasangkayu dipengaruhi oleh empat indikator utama, yaitu akar politik kekerabatan, dukungan budaya, legasi politik, dan kesempatan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akar politik kekerabatan di Pasangkayu berawal dari peran figur sentral dalam perjuangan pembentukan daerah otonom Mamuju Utara. Bentuk legasi politik tampak melalui proses sosialisasi politik, pewarisan jaringan kekuasaan, serta keterlibatan dalam organisasi. Selain itu, budaya patron-klien turut memperkuat struktur politik kekerabatan yang ada. Dari keempat aspek tersebut, kesempatan politik menjadi faktor paling dominan dalam mendorong berkembangnya fenomena politik kekerabatan di Pasangkayu.
Anomali Demokrasi Lokal; Studi Atas Fenomena Calon Tunggal dalam Pilkada Maros 2024: Local Democracy Anomaly: A Study of the Single-Candidate Phenomenon in the 2024 Maros Local Election Sufirman; Muhammad; Gustiana A. Kambo
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7836

Abstract

Artikel ini membahas fenomena Pilkada dengan satu pasangan calon (paslon) di Kabupaten Maros tahun 2024 sebagai bentuk anomali dalam praktik demokrasi elektoral di tingkat lokal Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi transendental, penelitian ini berupaya mengungkap bagaimana masyarakat memaknai situasi politik tanpa pilihan dalam konteks Pilkada satu paslon. Analisis dikaji melalui kerangka teori demokrasi minimalis Joseph Schumpeter, yang menekankan pentingnya kompetisi antar elite politik sebagai inti dari demokrasi. Temuan menunjukkan bahwa absennya kompetitor politik dalam Pilkada Maros bukan hanya menurunkan kualitas partisipasi pemilih, tetapi juga menciptakan krisis representasi dan delegitimasi hasil pemilihan secara moral. Koalisi besar sembilan partai yang secara bulat mendukung satu pasangan calon menunjukkan dominasi elite politik yang pragmatis dan melemahkan fungsi partai sebagai penyedia alternatif politik. Partisipasi pemilih yang menurun dan suara kolom kosong yang tinggi menjadi simbol resistensi publik terhadap demokrasi tanpa pilihan. Artikel ini menyimpulkan bahwa Pilkada Maros 2024 mencerminkan regresi demokrasi lokal, di mana prosedur elektoral dijalankan tanpa substansi kompetitif yang esensial bagi demokrasi. Reformasi sistem pencalonan, penguatan kaderisasi partai, dan peran masyarakat sipil menjadi krusial untuk menjaga integritas dan keberlanjutan demokrasi lokal di Indonesia.
Spatial Politics: Questioning Land Use in the IKN Region from a Spatial Production Perspective Hastira, Muh Fichriyadi; Arsyad, Armin; Kambo, Gustiana; Muhammad, Muhammad; Saad, Muhammad; Arifin, Mimi
Journal of Government and Civil Society Vol 9, No 2 (2025): Journal of Government and Civil Society (October)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jgcs.v9i1.14811

Abstract

The relocation of Indonesia’s national capital to East Kalimantan reflects spatial-political dynamics in which state, corporate, and community interests collide. This study employs a qualitative case study combining field observations, document analysis, and in-depth interviews with the IKN Authority, East Kalimantan provincial officials, Dayak and Balik traditional leaders, NGOs such as AMAN, and civil society actors. Findings show that spatial planning is dominated by the central government and investors, while local participation remains limited. Key policy instruments, including the IKN Law and Detailed Spatial Plan (RDTR), tend to override indigenous rights, marginalize traditional living spaces, and prioritize long-term land concessions for corporations. Such exclusionary practices have intensified land conflicts, forced evictions, and ecological damage in the Sepaku and Samboja areas, including deforestation, biodiversity loss, and water resource degradation. The results indicate that IKN development is not a neutral technical exercise but a contested political project. This aligns with Lefebvre’s conception of space as a contested social product shaped by power. The study contributes to debates on spatial politics in Indonesia while underscoring the need for inclusive, just, and ecologically sustainable planning.Peralihan Ibu Kota Negara Indonesia ke Kalimantan Timur mencerminkan dinamika spasial-politik di mana kepentingan negara, korporasi, dan masyarakat saling bertabrakan. Studi ini menggunakan metode studi kasus kualitatif yang menggabungkan pengamatan lapangan, analisis dokumen, dan wawancara mendalam dengan Otoritas IKN, pejabat provinsi Kalimantan Timur, pemimpin tradisional Dayak dan Balik, LSM seperti AMAN, dan aktor masyarakat sipil. Temuan menunjukkan bahwa perencanaan ruang didominasi oleh pemerintah pusat dan investor, sementara partisipasi lokal tetap terbatas. Instrumen kebijakan utama, termasuk Undang-Undang IKN dan Rencana Tata Ruang Terperinci (RDTR), cenderung mengabaikan hak-hak masyarakat adat, menggeser ruang hidup tradisional, dan memprioritaskan konsesi tanah jangka panjang bagi korporasi. Praktik-praktik eksklusif ini telah memperparah konflik tanah, pengusiran paksa, dan kerusakan ekologi di wilayah Sepaku dan Samboja, termasuk deforestasi, kehilangan keanekaragaman hayati, dan degradasi sumber daya air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan IKN bukanlah praktik pembangunan yang bersifat netral, melainkan proyek politik yang kontroversial. Hal ini sejalan dengan konsepsi Lefebvre tentang ruang sebagai produk sosial yang diperebutkan dan dibentuk oleh kekuasaan. Studi ini berkontribusi pada debat tentang politik ruang di Indonesia sambil menekankan perlunya perencanaan yang inklusif, adil, dan berkelanjutan secara ekologi.
MOBILISASI MASSA KEMENANGAN KOLOM KOSONG PADA PEMILIHAN WALIKOTA MAKASSAR TAHUN 2018 Kambo, Gustiana
JPP (Jurnal Politik Profetik) Vol 9 No 2 (2021): December
Publisher : Department of Political Science, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/profetik.v9i2a6

Abstract

The study aims to describe the winning of the blank box in Makassar Mayoral Election in 2018. This research used a qualitative method specifically case study to analyze the mass direction pattern in the victory of blank box. By using the Huntington concept of mobilization and mass communication from Philip Tichenor, the study found that the victory of the blank box was caused by means of intense direct and indirect mass mobilization. In an indirect way, this mobilization used the power of social media, Facebook, the success team and volunteers to formulate information and messages that are deliberately carried out for to attract the attention of voters.