p-Index From 2021 - 2026
5.356
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Dedikasi Jurnal Inspirasi Pendidikan Jurnal Pendidikan Matematika RAFA Jurnal Elemen HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Pi: Mathematics Education Journal Jurnal Tadris Matematika Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) Kurawal - Jurnal Teknologi, Informasi dan Industri JPM PAMBUDI JPM : Jurnal Pendidikan Matematika Al-Khwarizmi: Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) M A T H L I N E : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika PRISMATIKA: Jurnal Pendidikan dan Riset Matematika J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Journal of Education and Learning Mathematics Research (JELMaR) Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA At-Thullab : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Jurnal Graha Pengabdian Rainstek : Jurnal Terapan Sains dan Teknologi Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Pi: Mathematics Education Journal SOROT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mindset : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Pengabdian Barelang Lentera : Jurnal Kajian Bidang Pendidikan dan Pembelajaran Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran JPM Pambudi Jurnal Tadris Matematika Media Pendidikan Matematika
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan E-Modul Statistika Matematika Berbasis STEM Retno - Marsitin
JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2021): September 2021 - Februari 2022
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/jmpm.v6i2.2505

Abstract

Penelitian bertujuan mengembangkan sebuah e-modul statistika matematika berbasis STEM yang dinyatakan valid, efektif, layak. Penelitian ini adalah suatu penelitian dengan metode pengembangan dan tahapan pengembangannya: analisis, perencanaan, pengembangan, dan evaluasi. Validasi produk dengan memvalidasi untuk materi, pembelajaran dan desain. Setelah valid dilakukan uji produk. Pengumpulan data meliputi validasi untuk kevalidan, tes statistika matematika untuk keefektifan dan angket untuk respon untuk kelayakan. Analisis data yaitu deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hasil respon terhadap e-modul statistika matematika berbasis STEM sesuai dengan kebutuhan mahasiswa yaitu memiliki kemudahan, daya tarik dan bermanfaat. Kesimpulan hasil penelitian adalah e-modul statistika matematika berbasis STEM dinyatakan valid, sangat efektif dan sangat layak.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK BERBASIS INKUIRI TERBIMBING DENGAN MEDIA MANIPULATIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Yulia Leha.Mc; Retno Marsitin; Trija Fayeldi
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 1 No. 3 (2019): September
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v1i3.3557

Abstract

Salah satu bahan ajar yang digunakan sebagai panduan dalam melakukan kegiatan penyelidikan atau pemecahan masalah yaitu Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa LKPD berbasis inkuiri terbimbing berbantuan media manipulatif pada materi bangun datar dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri 5 Mukok Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan angket. LKPD divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan ahli pembelajaran. Uji coba dilakukan pada kelompok kecil 9 peserta didik kelas VIIB dan kelompok besar 20 peserta didik kelas VIIA. Hasil validasi ahli materi, ahli media dan ahli pembelajaran dinyatakan valid. Hasil angket respon uji coba kelompok kecil dan kelompok besar masing-masing diperoleh skor 3,64 dan 3,68 dengan kriteria sangat layak. Keefektifan LKPD masing-masing diperoleh persentase ketuntasan sebesar 78% dengan kriteria baik dan 90% dengan kriteria sangat baik. Hasil tes diperoleh total persentase ketuntasan sebesar 84% dengan kategori sangat baik. Sehingga, disimpulkan LKPD ini valid, layak dan efektif diterapkan pada materi bangun datar. Saran untuk peneliti selanjutnya agar dapat mengimplementasikan LKPD dengan bantuan berbagai media pembelajaran matematika.
MODEL RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIKA Agustina Areq; Retno Marsitin; Vivi Suwanti
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 1 No. 4 (2019): Desember
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v1i4.3657

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh Pembelajaran Matematika Model Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematika Peserta Didik Kelas VIII SMP PGRI 6 Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment). Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII A sebagai kelas eksperimen sebanyak 35 peserta didik dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol sebanyak 35 peserta didik.Teknik pengumpulan data menggunakan tes yang terdiri dari pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji independent-Sampel T test. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai rata rata kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol. Hal ini dilihat dari nilai signifikansi 0,048 0,05 dan hasil lembar kerja peserta didik setiap kelompok memperoleh nilai diatas kriteria ketuntasan minimal. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran matematika model reciprocal teaching terhadap kemampuan berpikir kreatif matematika peserta didik kelas VIII SMP PGRI 6 Malang. Disarankan untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan model reciprocal teaching untuk materi yang berbeda sebagai studi perbandingan bahwa model ini sangat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik.
ANALISIS BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA Ayu Fitriana; Retno Marsitin; Rosita Dwi Ferdiani
RAINSTEK : Jurnal Terapan Sains & Teknologi Vol. 1 No. 3 (2019): September
Publisher : Fakultas Sains & Teknologi Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jtst.v1i3.3764

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis adalah suatu proses mengolah informasi yang melibatkan pengetahuan, penalaran dan pembuktian matematika sehingga dapat memecahkan suatu permasalahan utamanya dalam pembelajaran matematika. Kemampuan berpikir kritis peserta didik di SMA Ma’arif NU Pandaan masih belum maksimal, hal ini ditunjukkan dengan masih ada beberapa peserta didik masih kesulitan jika diberi soal dengan tingkat yang lebih sulit dari soal yang dicontohkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis dalam menyelesaikan soal matematika pada peserta didik SMA Ma’arif NU Pandaan Kabupaten Pasuruan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Ma’arif NU Pandaan pada semester genap tahun ajaran 2017/2018. Subjek dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas X MIPA 1 yang berjumlah 35 orang. Dari kelas tersebut dipilih 6 subjek dari masing-masing tingkatan kemmpuan berpikir kritis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan wawancara. Analisis data dilakukan berdasarkan hasil tes dan wawancara mengacu pada indikator berpikir kritis yang digunakan yaitu: klarifikasi, assesment, strategi dan taktik serta penyimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Peserta didik dengan kemampuan berpikir kritis rendah hanya mampu memenuhi 1 sampai 2 indikator berpikir kritis. Sedangkan peserta didik degan kemampuan berpikir kritis sedang mampu memenuhi 3 indikator berpikir kritis, dan peserta didik dengan tingkat berpikir kritis tinggi dapat memenuhi semua indikator berpikir kritis. Dengan demikian, dapat disimpulkan sebanyak 68,57% peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis rendah, sebanyak 17,14% peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis sedang, dan 14,29% peseta didik memiliki kemampuan berpikir kritis tinggi.
KEMAMPUAN PENALARAN DAN KONEKSI MATEMATIS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PROBLEM SOLVING Retno Marsitin
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.276 KB) | DOI: 10.33474/jpm.v2i1.207

Abstract

Kemampuan penalaran dan koneksi matematis dalam pemecahan masalah matematika merupakan kecakapan penting untuk dikuasai oleh mahasiswa, sehingga mampu menyelesaikan masalah matematika secara bernalar dan mampu untuk mengaitkan antar konsep matematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat naturalistik, dengan rancangan penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian yaitu mahasiswa program studi pendidikan matematika yang menempuh matakuliah fungsi kompleks. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, tes, dokumentasi, catatan lapangan. Data dianalisis mulai awal tindakan pembelajaran dan dilakukan refleksi hingga penyusunan laporan, dengan analisis data yaitu kualitatif deskriptif yang meliputi reduksi data, penyajian data, menelaah data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Keabsahan data dengan menggunakan triangulasi. Tujuan penelitian untuk mendiskripsikan kemampuan penalaran dan koneksi matematis dalam pembelajaran matematika dengan problem solving. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan penalaran dan koneksi matematis dalam pembelajaran matematika dengan problem solving. Hal ini ditunjukkan oleh data yang diperoleh pada siklus dua yang telah memenuhi kriteria keberhasilan akademik sebesar 83.33%, kemampuan penalaran dengan ketercapaian 80% dan kemampuan koneksi matematis dengan ketercapaian 83.33%.
KOMUNIKASI MATEMATIK DALAM PEMBELAJARAN PROGRAM LINIER BERKARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN UNTUK MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Retno Marsitin
Jurnal Pendidikan Matematika (JPM) Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Matematika (JPM)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.424 KB) | DOI: 10.33474/jpm.v1i2.821

Abstract

This study aims to describe the implementation of mathematical communication skills in teaching linear program with entrepreneurial characteristic to foster the entrepreneurial spirit in students of mathematics education. This study used a qualitative approach, with a type of research is classroom action research, which was conducted in two cycles. Subject of this research is students of mathematics education who take a course in linear program with the total of 25 students. Data were collected through observation, testing, documentation, and field notes. Data were analyzed from early action learning and reflection made up statements. Data analysis techniques used in this research is descriptive qualitative data analysis that includes data reduction, data presentation, analyzing data and drawing conclusions (verification). The validity of the data use triangulation techniques. The results showed that an improvement in mathematical communication skills and foster an entrepreneurial spirit of student in the learning of linear program. This is showed by the data obtained on students’ academic ability success of 76%, the ability of mathematical communications with achievement of 82, 33% and students’ entrepreneurial spirit achieved 79, 67%.
Kemampuan Penalaran Matematik dalam Pembelajaran Discovery Berbasis Mind Map pada Fungsi Kompleks Retno Marsitin
Jurnal Tadris Matematika Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2018.1.1.55-64

Abstract

The purpose of this study is to describe mind-based discovery learning on complex functions to improve mathematical reasoning abilities. This study used a qualitative approach, with a classroom action research design, which was implemented in two cycles. The research was conducted at Universitas Kanjuruhan Malang with the subject of the study of mathematics education students who took complex functions with the number of 30 students. Data retrieval is: observation, test, documentation, field notes. Data analysis includes data reduction, data presentation, data review and conclusion drawing. Validity of data using triangulation. The results obtained from the data of academic ability, the ability of mathematical reasoning, the ability of student presentation and student response with better sesult. The conclusion of the research is mind map based discovery learning can improve the ability of mathematical reasoning and improve student academic success, so that learning is more qualified.
E-LKPD Berbasis Problem Based Learning Disertai Kuis Interaktif Matematika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Risa Dewi Munika; Retno Marsitin; Nyamik Rahayu Sesanti
Jurnal Tadris Matematika Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/jtm.2021.4.2.201-214

Abstract

This development research aims to determine the process of developing E-LKPD (Electronic Student Worksheets) based on Problem Based Learning accompanied by interactive math quizzes to improve students' critical thinking skills that are valid, feasible and effective. The results of observations of mathematics learning in class X MIPA at SMAN 1 Malang show that there are no teaching materials that use interactive live worksheets. Critical thinking is the ability to solve problems which include steps to identify, organize and implement strategies and techniques, evaluate and draw conclusions. This type of research is the development of the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluations). The research results from the validity test have an average of 3.33 by design experts with a very valid category, 3.27 by mathematics learning experts with a very valid category and 3.11 by material experts with a valid category. The results of the feasibility test on a small scale obtained a percentage of 81% with a very feasible category and 86% on a large scale trial with a very feasible category. The results of the effectiveness test obtained a percentage of completeness 100% in small-scale trials and 86% in large-scale trials so that both obtained effective categories. The conclusion of this study is that E-LKPD based on Problem Based Learning with interactive math quizzes is valid, feasible and effective and can improve students' critical thinking skills.
Upaya Meningkatkan Peran MGMP Matematika SMK Kabupaten Malang Melalui Pelatihan Pembuatan E-Modul Matematika SMK Nyamik Rahayu Sesanti; Retno Marsitin; Rini Agustina
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 2 NOMOR 2 SEPTEMBER 2018 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.906 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v2i2.1781

Abstract

Abstrak. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini ditujukan untuk Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMK, yang merupakan forum profesionalisme untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja guru matematika SMK. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah; (1) meningkatkan peran dan fungsi MGMP Matematika SMK kabupaten Malang dalam memperbaiki kompetensi dan kinerja guru matematika SMK, (2) meningkatkan pemahaman guru matematika SMK terhadap langkah-langkah pembuatan e-modul dan (3) meningkatkan ketrampilan pembuatan e-modul matematika SMK bagi guru matematika SMK Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah; (1) pendampingan kepada pengurus MGMP untuk mengkaji ulang program kerja yang sudah ditentukan, (2) mengadakan workshop pembuatan modul matematika SMK , (3) pelatihan dan pendampingan secara berkelompok kepada guru matematika SMK pada proses kepenulisan modul matematika SMK, (4) Workshop pembuatan e-modul matematika SMK, dan (5) desiminasi e-modul matematika SMK oleh guru matematika SMK Kabupaten. Hasil yang dicapai adalah peningkatan kualitas pertemuan MGMP Matematika SMK Kabupaten Malang dan peningkatan ketrampilan pembuatan e-modul Matematika SMK bagi gurunya. Produk yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah e-modul matematika SMKKata Kunci: MGMP Matematika SMK, Guru Matematika SMK, pembuatan e-modul matematika SMK Abstract. The community service program was conducted to the Vocational School Mathematics Teachers’ Forum (MGMP), a professionalism forum for elevating the competence and performance of the vocational school teachers teaching Mathematics. The program was aimed at: (1) improving the roles and functions of the Vocational School Mathematics Teachers’ Forum in Malang Regency, (2) enhancing vocational school Mathematics teachers’ understanding of the procedures of creating Mathematics e-modules, and (3) upgrading the vocational school Mathematics teachers’ skills in creating their Mathematics e-modules. The methods applied were: (1) mentoring the committees of the teachers’ forum in reviewing their work plans, (2) conducting a writing vocational school Mathematics module workshop, (3) training and mentoring the vocational school Mathematics teachers in writing their Mathematics modules in groups, (4) conducting a workshop of creating vocational school Mathematics e-modules, and (5) disseminating the Mathematics e-modules by vocational school Mathematics teachers in Malang Regency. The results of the program were the quality improvement of Mathematics teachers’ forum’s meetings and the writing Mathematics e-module skills’ improvement of the Mathematics teachers in Malang Regency. The products of this community service program were Mathematics e-modules for vocational school students.  Keywords:       Vocational School Mathematics Teacher’s Forum, Vocational School Mathematics Teachers, vocational school Mathematics e-module writing
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK PADA MATERI PERBANDINGAN : Indonesia Maria Peda Moni Moza; Nyamik Rahayu Sesanti; Retno Marsitin
Pi: Mathematics Education Journal Vol. 3 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/pmej.v3i2.4531

Abstract

Penelitian ini dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada materi perbandingan. Subjek penelitian terdiri atas 28 peserta didik kelas VII-2 SMP Negeri 23 Malang, kemudian diambil 6 peserta didik untuk dianalisis, karena terdapat kesamaan jawaban di setiap tingkatannya. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi metode. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu pada kriteria kurang kreatif atau Tingkat Kemampuan Berpikir Kreatif (TKBK) dengan 39,28%, dan kriteria tidak kreatif dengan 60,71%. Kriteria sangat kreatif, kreatif dan cukup kreatif tidak ditemukan subjek pada tingkatan ini. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh kemampuan berpikir kreatif dengan kriteria kurang kreatif, siswa mampu memahami soal, memberikan ide, memberikan lebih dari satu jawaban dan menjawab tetapi belum ada unsur kebaruan. Siswa dengan kriteria tidak kreatif terdapat 17 orang, siswa mampu memahami soal, memberikan ide, memberikan satu jawaban walaupun kurang lengkap dan menjawab tetapi belum ada unsur kebaruan.