p-Index From 2021 - 2026
10.73
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmiah Telaah Manajemen Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Publikasi Pendidikan Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Varidika Forum Geografi Jurnal Penelitian Pendidikan Manajemen Pendidikan The Journal of Educational Development Elementary: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Jurnal Sains Teknologi dan Lingkungan (JSTL) ELSE (Elementary School Education Journal) : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Jurnal Biologi Tropis JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Lectura : Jurnal Pendidikan Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Aulad : Journal on Early Childhood Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Surya Abdimas JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR M A T H L I N E : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Jurnal Gema Ngabdi JPGMI (Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Multazam) Jurnal Abdi Insani Buletin KKN Pendidikan Didaktika: Jurnal Kependidikan Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agroteksos Jurnal Pijar MIPA Jurnal Cakrawala Pendas Jurnal Basicedu JP (Jurnal Pendidikan) : Teori dan Praktik Eduvest - Journal of Universal Studies Hortatori : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia International Conference on Education for All Journal of Soil Quality and Management Jurnal Elementaria Edukasia Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Lembaran Ilmu Kependidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Menggali Potensi Tanaman Porang Sebagai Tanaman Budidaya Pada Sistem Hutan Kemasyarakatan (HkM) Kabupaten Lombok Utara Ismail Yasin; Padusung Padusung; Mahrup Mahrup; Igm Kusnara; Sukartono Sukartono; Fahrudin Fahrudin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.403 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i3.983

Abstract

Tanaman porang (Amorphophallus oncophyllus) merupakan salah satu komoditi  unggulan perkebunan  akhir-akhir ini karena berniai ekonomi yang dapat dijadikan berbagai macam produk olahan, mulai dari makananan, kosmetik dan bahan baku industry lainnya. Tanaman umbian ini dapat tumbuh di semua kondisi agroklimat termasuk di kawasan hutan maupun lahan kebun dibawah tegakan pohon. Ada dua strategi pendekatan dalam mengatasi persoalan pengembangan porang yakni sosialisasi inovasi teknik budidaya tanaman porang (terdiri atas: perkembangbiakan menggunakan katak; perbanyakan menggunakan buah/biji; perbanyakan menggunakan umbi) dan yang kedua adalah pengolahan paska panen. Metode pelaksanaan pengabdian pada masyarakat telah dilakukan melalui penyuluhan teknik budidaya tanaman porang, peragaan budidaya tanaman porang di lahan garapan Kelompok Tani dan bimbingan teknik pengolahan pasca panen sederhana. Tanaman porang layak dikembangkan dalam pelestarian sumberdaya hutan, sebagai sarana pengalihan orientasi dan mata pencaharian masyarakat di sekitar hutan dari hasil hutan kayu ke hasil hutan non kayu dalam peningkatan kesejahteraan upaya melestarikan Kawasan penyangga. kandungan nutrisi dalam tanaman porang terbilang kompleks terutama pati, glukomannan, kristal kalsium oksalat, serat kasar dan gula reduksi. Penanganan porang pasca panen menghasilkan beragam bentuk baik berupa keripik (chip), tepung porang dan tepung glucomannan yang dapat digunakan sebagai bahan dasar tepung, mie instan dan produk makanan dan minuman lainnya. Persoalan yang dihadapi petani porang secara umum di lokasi yakni: 1) Permodalan; 2) Keamanan (sering terjadi pencurian tanaman porang di lahan); 3) Kebakaran hutan. Inovasi pembiakan porang berupa: 1) Pebiakan melalui katak atau bubil; 2) Pembiakan dari buah atau biji; 3) Pembiakan dari umbi.
Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mereduksi Miskonsepsi IPA pada Siswa Sekolah Dasar Anatri Desstya; Ika Candra Sayekti; Muhammad Abduh; Sukartono Sukartono
Surya Abdimas Vol. 5 No. 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v5i4.1402

Abstract

Miskonsepsi IPA merupakan kondisi ketidaksesuaian antara pemahaman konsep IPA dari seorang pembelajar dengan konsep ilmiah dari para ilmuwan. Miskonsepsi IPA yang terjadi pada siswa SD merupakan tanggungjawab besar bagi para guru untuk bisa mengatasi dan mereduksinya. Dengan demikian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mereduksi miskonsepsi IPA bagi siswa sekolah dasar. Sasaran mitra adalah guru sekolah dasar dari sekolah negeri dan swasta yang ada di wilayah Surakarta. Pengabdian ini dilakukan dengan tahap: persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan metode workshop, ceramah, tanya jawab, praktikum, dan diskusi klinis. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman tentang makna/ arti miskonsepsi, cara mereduksi, cara mendeteksi dan identifikasi miskonsepsi, jenis instrumen untuk mendeteksi miskonsepsi dari 16% meningkat menjadi 94%. Hasil yang kedua menunjukkan bahwa terjadi penurunan kondisi miskonsepsi IPA yang semula 90% guru menjadi 30% guru yang mengalami miskonsepsi. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini telah mampu meningkatkan kompetensi guru untuk mereduksi miskonsepsi pada siswanya. Namun, dalam menerapkan pemahamam yang telah diperoleh, perlu pendampingan bagi guru secara berkesinambungan terutama dalam menyusun instrumen dan melakukan deteksi miskonsepsi pada siswanya
Can High Order Thinking Thematic and Critical Thinking Skills Affect Student Learning Outcomes?: A Evidence in Elementary Schools in Grobogan Regency, Central Java Fanty Wahyu Nurvitasari; Sukartono Sukartono
Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Vol 8, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2636.03 KB) | DOI: 10.33394/jk.v8i3.5691

Abstract

This study aims to analyze the effect of applying thematic HOTS questions and critical thinking skills to the learning outcomes of fourth grade elementary school students in Grobogan Regency. The approach that used by the researcher is a quantitative approach, with an ex post facto model design. This study used a sample of 47 students, instruments in research not only used questionnaires and documentation, but also used validity and reliability tests. Normality and linearity tests are used as perquisite test. T-test is used as simple linear regression hypothesis test, meanwhile F test is used as multiple regression test. The results of this study indicated that; (1) The application of thematic HOTS questions proved to have a significant effect of 14.5% on learning outcomes. (2) Critical thinking skills had a significant effect of 22.9% on learning outcomes. (3) The application of thematic HOTS questions and critical thinking together had a significant effect of 0.33% on learning outcomes. This research implies is that the refraction of higher-order thinking and critical thinking must start from elementary school so that students can keep up with the changes in the 21st century, besides that teachers are also to prepare more creative and innovative teaching materials so that learning occurs that sharpens students to think at a higher level.
Problematika Guru dalam Menumbuhkan Budaya Literasi Membaca pada Peserta Didik Sekolah Dasar Novi Arum Puspitasari; Sukartono Sukartono
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2830

Abstract

Sekolah berperan penting dalam menguatkan nilai budaya literasi. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan terkait problematika guru dalam menumbuhkan budaya literasi membaca. Penulis mengangkat judul ini karena banyak peserta didik di SD Negeri Palur 5 yang masih mempunyai minat baca rendah. Hal ini dapat dilihat dari kurangnya minat peserta didik ke perpustakaan untuk membaca buku serta ada beberapa peserta didik yang belum lancar membaca baik kelas atas maupun kelas bawah. Saat diberikan waktu 15 menit sebelum belajar, peserta didik lebih asyik bermain dengan temannya. Oleh karena itu budaya literasi di SD Negeri Palur 5 perlu ditingkatkan lagi. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa dalam pelaksanaan literasi membaca belum berjalan dengan baik karena dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup rendahnya minat baca peserta didik dan durasi yang digunakan terlalu cepat. Kemudian faktor eksternal yaitu buku yang ada di sekolah kurang lengkap, pojok baca yang ada di setiap kelas kurang menarik, kemampuan guru masih rendah, dan minimnya sarana dan prasarana. Solusi yang dilakukan yakni memperbaiki pojok baca agar lebih menarik, membuat buku hadir perpustakaan, membuat pohon literasi, dan adanya program majalah dinding kelas. 
Upaya Guru dalam Menanamkan Nilai-Nilai Karakter Keislaman pada Siswa Sekolah Dasar Anggita Yuli Permatasari; Sukartono Sukartono
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3273

Abstract

Pendidikan karakter khususnya nilai moral atau agama merupakan faktor utama bagi tegaknya suatu bangsa. Sejauh ini terdapat 18 karakter yang menjadi target sekaligus indikator keberhasilan pada pendidikan karakter salah satunya yaitu karakter religius atau keislaman. Pendidikan karakter keislaman di sekolah dapat dilakukan dengan internalisasi nilai-nilai keislaman pada siswa. Meskipun demikian, hal tersebut tidaklah mudah terbukti pada guru masih belum memanfaatkan kegiatan pembelajaran sebagai sarana penanaman nilai-nilai keislaman pada siswa. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh guru dalam menanamkan nilai-nilai keislaman pada siswa SDIT Nurul Istiqlal dan mencari solusi dalam mengatasi hambatan dalam internalisasi nilai-nilai keislaman pada siswa SDIT Nurul Istiqlal. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif fenomenologi, teknik penggumpulan data menggunakan observasi wawancara dan pengamatan. Subjek penelitian ini yaitu guru dan siswa SDIT Nurul Istiqlal. Dari hasil pengamatan yang dilakukan terlihat terdapat berbagai macam upaya yang dilakukan oleh guru dalam penanaman nilai keislaman pada siswa diantaranya yaitu dengan pembiasaan shalat dhuha berjamaah dan pemberian pelajaran tambahan yang menjuru pada pelajaran agama. Selain itu guru juga membiasakan para siswa untuk berperilaku baik sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasul dan sahabatnya.
Peran Guru dalam Penilaian Autentik pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Aulia Ambar Diani; Sukartono Sukartono
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Peran guru kelas V dalam penilaian autentik pada pembelajaran tematik di SD Negeri Palur 05; 2) Kendala yang dialami guru kelas V dalam penilaian autentik pada pembelajaran tematik di SD Negeri Palur 05; 3) Solusi yang dilakukan guru kelas V dalam mengatasi kendala-kendala dalam penilaian autentik pada pembelajaran tematik di SD Negeri Palur 05. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Guru kelas selain berperan sebagai pengajar, pendidik, pembimbing juga berperan dalam mengarahkan, melatih, menilai serta mengevaluasi; 2) Kendala yang dialami guru kelas V yaitu kompetensi guru belum mumpuni, terlalu rumit, waktu yang sangat terbatas serta belum adanya aplikasi raport yang valid dari Pemerintah; 3) Solusi yang didapat guru kelas V yaitu pengembangan kompetensi guru dalam menilai, penyempurnaan sistem administrasi dan melakukan diseminasi dengan tenaga ahli terkait kemajuan teknologi dalam perekapan nilai yang sistematis.
Strategi Guru dalam Pengelolaan Kelas pada Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Annisaa Khusnul Khotimah; Sukartono Sukartono
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan: 1) Strategi guru dalam pengelolaan kelas pada pembelajaran tematik kelas 3 di sekolah dasar; 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan kelas; 3) Solusi dalam mengatasi hambatan pengelolaan kelas pada pembelajaran tematik kelas 3 di sekolah dasar. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif model meliputi tiga komponen antara lain reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Strategi pengelolaan yang digunakan guru memiliki perbedaan pada setiap jenjang dan mata pembelajarannya, serta pengelolaan pada pembelajaran tematik memiliki pengelolaan yang luas; 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam pengelolaan kelas terdapat pada proses pengelolaannya itu sendiri, seperti dari pihak guru, sistem sekolah, dan siswanya; 3) Solusi dalam mengatasi hambatan yaitu pemberian pelatihan untuk guru, pemberian motivasi dan pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa, pemberian pemahaman kepada orangtua tentang proses pembelajaran anak di sekolah, dan pemanfaatan fasilitas yang memadai.
Problematika Guru dalam Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Anjan Larasati; Sukartono Sukartono
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2866

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor penting sebagai pembawa perubahan. Melalui pendidikan menghasilkan sumber daya manusia yang mampu memberikan kemajuan bagi suatu bangsa. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan terkait problematika guru dalam pembelajaran tematik. Penulis mengangkat judul ini karena guru belum bisa mengkaitkan antara mata pelajaran satu ke mata pelajaran lain sehingga peserta didik belum bisa menangkap materi atau isi dari pelajaran tersebut. Permasalahan lainnya adalah guru belum bisa menyiapkan RPP tematik, alokasi waktu yang tersedia terbatas serta sarana dan prasarana yang kurang memadai. Oleh karena itu pelaksanaan pembelajaran tematik di SD Negeri 09/X Rantau Rasau perlu ditingkatkan lagi. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa solusi yang didapat yakni guru bisa menentukan tema yang sesuai pada keadaan disekolahnya, guru harus terbiasa menyusun silabus tematik terpadu, guru harus menerapkan sistem manajemen yang baik serta melakukan sosialisasi dengan Pemerintah terkait problematika guru dalam pembelajaran tematik di SD Negeri 09/X Rantau Rasau.
Social Harmony of Society as a Source of Politeness Learning for Elementary School Students Fitria Purnamasari; Sukartono; Fitri Puji Rahmawati; Minsih; Choiriyah Widyasari
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 6 No 4 (2022): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v6i4.53698

Abstract

The problem encountered in this study is the lack of politeness character education in students which causes a lack of student politeness. The purpose of this study is to analyses the form of adherence to the principle of politeness in language that comes from the social harmony of the community which can be used as a source of learning politeness for elementary school students. This research uses qualitative research. The research design is a case study. The resource persons in this study were village heads, school principals, and teachers. In this study, the data collection techniques used was observation and interview techniques. In this study, researchers used triangulation to test the validity of the data, namely technical triangulation, and source triangulation. This research was conducted using interactive data analysis techniques, namely data collection, data reduction, data presentation, and concluding. The results showed that the language attitude of people was polite and could be used as a source of learning politeness for elementary school students. The implementation of politeness learning resources that come from the social harmony of the community is obtained from the kenduri tradition.
Market Day Program for Low Class: Improving Independent Character Education at Elementary School Oktaviana Saputri; Sukartono
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 56 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpp.v56i1.57088

Abstract

One of the central issues currently being discussed in the world of education is character education. Character education is experiencing disorientation, the fading of Pancasila values, and the shifting of life values as a result of globalization. This means that character education needs to be instilled from an early age, especially in elementary schools, one of which is independent character education. The aims of this study are to analyze the implementation of strengthening independent character education through "market day" for low grade students in elementary schools. This research uses descriptive qualitative research with a phenomenological research design. The research methods used are observation, interviews, and documentation. The validity of the data using triangulation of sources and techniques. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, inference and verification. The results showed that in the market day program there were 3 stages, namely planning by holding monthly meetings by the school to form a market day management team, the implementation stage starting from students preparing goods stands, selling merchandise to bookkeeping and the evaluation stage once a week to monitor the development of student independence. The study used 5 independent indicators including doing their own work, taking initiative, not giving up, self-confidence and self-satisfaction, all indicators were fulfilled and indicated that the market day program was successful in being able to strengthen the independent character education of low-grade elementary school students in the very good category.
Co-Authors A. Farid .Hemon Achmad Mahbuby Agustinus Isjudarto Akbar, Sandi Akhdiyat, Hendra R. Amalia Ruri Khoirunnisa Anatri Desstya Anggita Yuli Permatasari Anggraini, Sintia Anjan Larasati Annisaa Khusnul Khotimah Aprianti, Irma Ariyati, Iin Aryana, I Gusti Putu Muiarta Aulia Ambar Diani Aulia Miftahul Jannah Azkiya, Ravikasha Azka Azzahro Khoiril Walidah Bakti, Lalu Arifin Aria Bambang Hari Kusumo Budy Wiryawan Choiriyah Widyasari Dewi, Rika Andrianti Sukma Diani, Aulia Ambar Djibril, Teungku Ahmad Dwi Susilawati DYP. Sugiharto, DYP. Edwin, Pratama Erlytasari, Alvina Faadhilah Estining Tyas Fadhilah Rimma Bestari Fahrudin Fahrudin Fahrudin Fahrudin Fanty Wahyu Nurvitasari Fitri Puji Rahmawati Fitria Purnamasari Galuh Safitri Gregorius Masdjojo Hanannika, Laudhira Kinantya Hartanto Hartanto hartanto hartanto Harun Joko Prayitno Hita Pandita, Hita Hopiana, Nida I Gusti Made Kusnarta Igm Kusnara Ika Candra Sayekti Inayah Septiyani Ismail Yasin Ismail Yasin Jannah, Aulia Miftahul Jasrodi, Jasrodi Khotimah, Annisaa Khusnul Khuluq, Khairul Kisman Kisman Kurniawan, Rofiq Adi Kusnarta, IGM. Kusumaningrum, Mellia Dwi Lailatul Alifah Larasati, Anjan Laudhira Kinantya Hanannika Lolita Endang Susilowati M. Yusuf Mahendra, Fiqih Jaya Mahrup Mahrup Maulida, Cesaria Mellia Dwi Kusumaningrum Minsih Muhammad Abduh Mulyati Mulyati Nabilah, Yusrina Novi Arum Puspitasari Nur Rhomadhoni, Novela Qona'ah Oktaviana Saputri Padusung Padusung Padusung, Padusung Permana, Wahyu Enggal Permatasari, Anggita Yuli Pratiwi, Dina Wahyu Puspitasari, Jeni Puspitasari, Novi Arum Putra, Hendra Susana Rika Andriati Sukma Dewi Rizky Iddha Purnaningtyas Rohmaniati, Baiq Siti Salma, Yuniar Qoniah Salsabil, Haidir Ali Salsabila, Belinda Salsabilla An’navi Samsudi . Sari, Anggi Multi Sayekti, Hening Lilo Selvia, Siska Ita Septia Ardiana Shadiqul W , K Sintia Anggraini Sofyan Anif Suliartini, Ni Wayan Sri Sutama Suwardji Tri Joko Raharjo Umar, Nur Fadilatin Unialicha Syarifah Kamila Uswanti, Bimantari Putri Veranita, Ayu Yusrina Nabilah Zaenal Arifin Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah