Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN GURU SMA TERBUKA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN E-MEDIA Wulandari, Ratna Wahyu; Maryani, Novi
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.401 KB) | DOI: 10.30997/qh.v6i1.2557

Abstract

Sekolah Terbuka merupakan satu bentuk pendidikan formal yang penyelenggaraanya berdiri sendiri tetapi masih menjadi bagian dari sekolah induk yang penyelenggaraan pendidikannya menggunakan metode belajar secara mandiri. Di sekolah terbuka, siswa belajar dengan bantuan dari guru seminimal mungkin dan menggunakan modul sebagai bahan ajar utama. Pembelajaran dengan sistem terbuka memberikan kesempatan belajar yang seluas-luasnya kepada anak-anak lulusan Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah Pertama atau sederajat yang tidak dapat mengikuti pendidikan sekolah reguler karena berbagai hambatan yang dimiliki. Kegiatan Pengabdian bagi Masyarakat yang dilakukan ini berupa kegiatan pelatihan yang bertujuan untuk mengadakan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan media pembelajaran interaktif bagi guru-guru SMA Terbuka di Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor. Target yang diharapkan dari kegiatan ini adalah dapat meningkatkan keterampilan guru-guru dalam mengoperasikan aplikasi pembuat media pembelajaran elektronik. Aplikasi yang digunakan dalam membuat media pembelajaran elektronik ini adalah Sparkol Video Scribe, Power Point, dan Camtasia Studio. Metode dari kegiatan ini menggunakan metode ABCD (Assets Based Community Development) yang difokuskan pada pengembangan aset manusia (human capital). Tahapan kegiatan dimulai dengan pendaftaran peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang media pembelajaran elektronik, proses install aplikasi, dilanjutkan dengan penyampaian materi utama tentang Sparkol Video Scribe, Power Point, atau Camtasia Studio. Pelatihan dilakukan sebanyak tiga kali tatap muka dengan materi utama yang berbeda-beda. Tahap selanjutnya yaitu memberikan tugas yang dikerjakan secara mandiri, yaitu membuat media pembelajaran, kepada peserta sesuai dengan bidang ajarnya. Sebagai bagian dari tahap penyempurnaan, peserta diberi pendampingan mulai dari perancangan, pembuatan, dan tahap finishing selama 2 minggu. Setiap peserta diharuskan menghasilkan 2 media yang berbeda.
Manajemen Perpustakaan Dalam Meningkatkan Program Literasi Siswa Khotamir Rusli, Radif; Krisdiantoro, Wimpy Teguh; Rangkuti, Yusnar Yusuf; Maryani, Novi
TADBIR MUWAHHID Vol. 6 No. 1 (2022): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v6i1.5498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana suatu manajemen perpustakaan dalam meningkatkan program literasi sekolah, menemukan faktor pendukung serta penghambat di SMP Negeri 2 Ciawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui observasi, penyebaran angket (kuesioner), wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, kepala perpustakaan, ketua gerakan literasi sekolah, guru, dan siswa. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa gambaran tentang manajemen perpustakaan dalam meningkatkan program literasi yang terdiri dari: 1) Perencanaan perpustakaan dalam meningkatkan program literasi dilaksanaan dengan pengadaan koleksi dan fasilitas perpustakaan, pemberian layanan prima kepada para pembaca, promosi perpustakaan. 2) Pengorganisasian perpustakaan terdiri dari beberapa personalia yang memiliki tugas pokok dan fungsi berbeda-beda seperti Kepala Perpustakaan, Staf Layanan TIK, Staf Layanan Pemustaka, dan Staf Layanan Teknis. 3) Pelaksanaan perpustakaan sudah cukup bagus serta berjalan sebagiamana mestinya. Namun yang menjadi faktor pendukung manajemen perpustakaan dalam meningkatkan program literasi ini yaitu dengan adanya pengadaan bahan pustaka (memperbanyak koleksi buku fiksi dan nonfiksi) yang didapat dari bantuan dana BOS dan tempat pelelangan buku juga sumbangan dari guru maupun alumni, meningkatkan bagian-bagian pelayanan seperti layanan sirkulasi. Para siswa siswi yang meminjam buku diberikan penentuan jangka waktu meminjam buku tersebut. Layananreferensi adalah kegiatan pelayanan perpustakaan guna mempermudah pemustaka untuk menemukan suatu informasi, petugas perpustakaan membantu dengan cara menanggapi pertanyaan  menggunakan koleksi referensi dan juga memberikan bimbingan untuk menemukan dan menggunakan koleksi referensi, dan layanan literasi informasi berupa layanan perpustakaan mengenai pencarian informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan perpustakaan maupun koleksi yang ada diperpustakaan (buku). SMP Negeri 2 Ciawi juga sedang meningkatkan layanan informasi agar bisa berbasis digital. 
Menumbuhkan Budaya Calistung Melalui Pendampingan Belajar Peserta Didik Di Madrasah Ibtidaiyah Tamhidiyah Abdullah, Alfiyah; Maryani, Novi; Farhatul, Neng Siti; Daniati, Nurul Suci
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v5i2.13467

Abstract

Kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa adalah membaca, menulis dan berhitung. Namun cendurung saat ini masih banyak siswa yang memiliki hambatan dalam belajar terutama dalam membaca, menulis dan berhitung permasalahan tersebut salah satunya terjadi di MIS Tamhidiyah yang berada di Desa Cimande Hilir, terdapat beberapa siswa yang belum mahir dalam membaca, menulis dan berhitung yang terdiri dari kelas 1 hingga kelas 5. Hal tersebut terjadi karena faktor dari dukungan keluarga, kemampuan akademik siswa dan kurangnya inovasi pembelajaran yang ada di sekolah tersebut. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu siswa dalam memahami materi dasar pembelajaran yaitu melaksanakan kegiatan pendampingan belajar calistung dengan berbantuan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Metode kegiatan ini dilaksanakan dengan 4 tahap, yaitu tahap pengamatan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Hasil kegiatan pendampingan belajar ini yaitu siswa sudah bisa membedakan huruf abjad, menyusun abjad dengan benar, membaca melalui pengenalan kosa kata serta berhitung. Karena penggunaan media calistung yang inovatif serta metode pembelajaran yang digunakan sangat menarik perhatian siswa untuk belajar. Dapat disimpulkan kegiatan pendampingan belajar ini sangat membantu siswa dalam proses belajar yaitu dengan meningkatnya antusias siswa dalam mengikuti pendampingan belajar yang berdampak baik pada pembelajaran, selain itu juga sangat membantu guru dengan adanya media pembelajaran yang digunakan pada saat pendampingan belajar.
IMPLEMENTASI SEKOLAH RAMAH ANAK DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA DI SMAN 5 BOGOR Dewi, Nisa Asilmi; Maryani, Novi; Indra, Syukri
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 2 No. 4 (2024): AL - KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v2i4.13719

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pelaksanaan sekolah ramah anak di SMAN 5 Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: 1) Pelaksanaan sekolah ramah anak di SMAN 5 Bogor; 2) Usaha untuk meningkatkan karakter disiplin siswa melalui pendidikan sekolah ramah anak; dan 3) Faktor pendukung dan penghambat dalam proses pelaksanaan sekolah ramah anak di SMAN 5 Bogor. Penelitian ini adalah jenis deskriptif kualitatif. Observasi, wawancara, dan dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan mereduksi data, yang kemudian disajikan dalam bentuk deskriptif, dan diverifikasi dengan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMAN 05 Bogor adalah sekolah ramah anak yang menerapkan kebijakan sekolah ramah anak dengan sistem yang bebas dari kekerasan dan diskriminasi. , Pelaksanaan kurikulum yang mana kurikulum yang digunakan sesuai dengan perkembangan anak, Pendidik dan Tenaga Pendidik yang mumpuni yang telah mempunyai kualifikasi guru. Sarana dan prasarana sekolah yang sudah memadai. Partisipasi anak di mana guru selalu melibatkan anak dalam segala hal yang mereka lakukan. Program sekolah yang ramah anak bergantung pada partisipasi orang tua dan masyarakat. Semua upaya guru untuk memastikan bahwa siswa datang ke sekolah dan masuk pada waktunya, melakukan tugas kelas yang diberikan, duduk pada tempat yang ditetapkan, mematuhi peraturan sekolah dan kelas untuk menunjukkan perilaku tertib, dan berpakaian rapi adalah bagian dari tanggung jawab dan disiplin siswa di sekolah. Faktor yang mendukung pelaksanaan Sekolah Ramah Anak adalah sikap positif dan dukungan dari berbagai pihak, yang memfasilitasi semaksimal mungkin sarana dan prasarana untuk kebutuhan sekolah, sehingga semua siswa merasa nyaman dan aman di sekolah, memiliki tenaga pendidik yang sudah memenuhi kualifikasi, dan memberikan sosialisasi atau edukasi tentang sekolah yang ramah anak dan hak-hak anak kepada siswa. Faktor penghambat ini termasuk fasilitas dan prasarana yang tidak ramah untuk anak berkebutuhan khusus, kurang pekanya siswa terhadap program sekolah yang ramah anak, dan kadang-kadang masih menggunakan kata umpatan atau kasar di sekolah.
Penerapan Kurikulum Merdeka : Studi Kasus di SDN Kabupaten Bogor Bisri, Hasan; Priyatno, Agus; Maryani, Novi; Ramadhan, Putri; Saputri, Tia; Aprilda, Risma
TADBIR MUWAHHID Vol. 8 No. 2 (2024): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v8i2.15651

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi adanya kebijakan penerapan Kurikulum Merdeka melalui Sekolah Penggerak dan jalur mandiri yang berdampak pada praktik implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui tahapan implementasi Kurikulum Merdeka, kegiatan asesmen, kendala yang dihadapi di satuan pendidikan SD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus. Data diambil melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data dengan model Miles & Huberman. penelitian menyimpulkan: 1) tahapan implementasi Kurikulum Merdeka yang diterapkan di tiga SD Negeri berbeda sesuai dengan kategori sekolah. Bagi SDN yang tergolong Sekolah Penggerak yaitu SDN Sukaati, persiapan implementasi diawali dengan intervensi pelatihan. Sebaliknya satuan pendidikan yang menerapkan Kurikulum Merdeka melalui jalur mandiri, yaitu SDN Srogol 02, dan SDN Sampay 01 tidak diberikan intervensi; 2) Asesmen dalam Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan di Sekolah Dasar meliputi asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif; 3) Kendala yang dihadapi dalam implementasi Kurikulum Merdeka terkait dengan SDM guru dan fasilitas pendukung pembelajaran
Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Aplikasi Thinglink Terhadap Konsentrasi Belajar Mahasiswa Indra, Syukri; Maryani, Novi; La Ode Amril; Latifah, Zahra Khusnul; Adri, Helmi Tasti; Habibi, Faisol
TADBIR MUWAHHID Vol. 8 No. 2 (2024): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v8i2.15861

Abstract

Salah satu inovasi dalam dunia pendidikan yang memiliki potensi untuk meningkatkan konsentrasi belajar mahasiswa dengan ADHD inattentive adalah penggunaan media pembelajaran berbasis aplikasi interaktif bernama thiglink. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah media pembelajaran interaktif berbasis aplikasi thinglink dapat mempengaruhi konsentrasi belajar mahasiswa dengan ADHD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan desain pretest-posttest kelompok kontrol nonekuivalen. Populasi yang digunakan adalah seluruh mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan Islam Semester III Universitas Djuanda yang dikelompokkan dalam dua kelas yaitu mahasiswa kelas pagi berjumlah 34 mahasiswa sebagai kelas eksperimen dan kelas sore berjumlah 21 mahasiswa sebagai kelas kontrol. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa nilai koefisien determinasinya adalah sebesar 0,2806 atau 28% yang berarti bahwa variabel X (media pembelajaran) dapat mempengaruhi variabel Y (konsentrasi belajar) sebesar 28% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain
MANAJEMEN KURIKULUM INTEGRATIF PESANTREN MADRASAH DI PONDOK PESANTREN MODERN AR-RIDHO SENTUL Arifin, Zaenal; Indra, Syukri; Maryani, Novi
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 2 No. 6 (2024): AL - KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/alkaff.v2i6.13890

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh perubahan dan perkembangan zaman pada masa kini. Utamanya dalam dunia pesantren yang semakin hari semakin banyak lembaga pesantren yang berdiri dan menggunakan berbagai macam system dalam melaksanakan pembelajaran didalamnya. Adapun tujuan penelitian ini yang pertama adalah untuk mendeskripsikan model kurikulum yang telah dilaksanakan di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Modern Ar-Ridhoo Sentul. Kemudiantujuan yang kedua dalah mendeskripsikan bagaimana proses pengintegrasian yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Kemudian untuk data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan prosedur analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Modern Ar-Ridho Sentul menunjukkan bahwa pihak lembaga mempunyai model kurikulum tersendiri di dalam melaksanakan proses pembelajaran sehari-hari. Pelaksanaan kurikulum integrative di Madrasah Aliyah Ponodk Pesantren Modern Ar-ridho Sentul yaitu dengan menyatukan penggunaan kalender pendidikan dan rencana kegiatan akademik milik pesantren dan madrasah secara bersama-sama. Kemudian mengintegrasikan pengawasan yang dilakukan antara pimpinan pondok, pengasuh pondok, direktur KMI, dan kepala madrasah.
STRATEGI PESANTREN DALAM PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN DAN KEPEMIMPINAN SANTRI MELALUI PEMBERDAYAAN ORGANISASI Shilpia Rahmawati, Siti; Lathifah, Zahra Khusnul; Maryani, Novi
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 2 No. 5 (2024): AL - KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/alkaff.v2i5.14450

Abstract

Organisasi Pelajar Pesantren Al-umm (OPPAL) mendidik dan mengajarkan santri bagaimana menjalankan tanggung jawab serta menjadikannya sebagai seorang pemimpin yang bisa mengambil keputusan dengan bijak, mengatur banyak santri dalam sebuah kegiatan-kegiatan pondok, dimana yang mengatur banyaknya santri-santri itu adalah santri-santri yang berada di kelas atas, di usia mereka yang masih muda itu mampu memimpin santri dan menyelesaikan tanggung jawab mereka dengan baik, namun terkadang dalam mengambil keputusan, santri yang di berikan wewenang dan tanggung jawab itu masih belum mampu mengendalikan emosional mereka di usia mereka yang masih terhitung sangat muda, serta terkadang kurang tepat dalam mengambil suatu keputusan dengan bijak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Validasi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji kredibilitas dengan triangulasi data, teknik dan waktu. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa Strategi Pesantren Dalam Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan Santri Melalui Pemberdayaan Organisasi di Pesantren Al-Umm Aswaja Ciawi- Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Metode yang digunakan dalam membentuk kepribadian santri melalui organisai yaitu ada metode ceramah, metode keteladanan, metode pembiasaan serta metode nasihat dan hukuman, 2) Metode yang digunakan dalam membentuk kepemimpinan santri melalui organisai yaitu dengan metode memimpin santri dengan kedisiplinan, memberi contoh baik pada santri memantau peraturan dan hukuman terhadap santri, 3) Faktor pendukung diri sendiri, teman, guru, lingkungan pesantren.
LANGKAH-LANGKAH PARTISIPASI GURU DALAM PENDEKATAN PEMBELAJARAN AKTIF DI MUSLIMEEN SUKSA Nurdiniah, Siti; Prasetsyo, Teguh; Maryani, Novi
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 2 No. 6 (2024): AL - KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/alkaff.v2i6.14781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis langkah-langkah partisipasi guru dalam pendekatan pembelajaran aktif di Sekolah Muslimeen Suksa, serta mengevaluasi dampaknya terhadap motivasi dan pemahaman siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan enam guru kelas serta studi literatur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di Sekolah Muslimeen Suksa secara aktif menggunakan berbagai media pembelajaran, seperti animasi kartun dan alat desain grafis Canva, untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa. Guru juga mengintegrasikan media pendidikan, seperti video PowerPoint yang dilengkapi dengan program Canva, untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih kaya dan interaktif. Selain itu, pendekatan pembelajaran berpusat pada siswa diterapkan secara konsisten, di mana guru berperan sebagai fasilitator yang mendukung dan membimbing siswa dalam menemukan pengetahuan secara mandiri. Penerapan metode ini mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi dalam pembelajaran melalui diskusi kelompok, proyek kolaboratif, dan presentasi kelas. Penggunaan media pembelajaran interaktif terbukti meningkatkan kualitas pembelajaran, memfasilitasi pemahaman konsep yang lebih mendalam, dan memori jangka panjang siswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa kondisi pembelajaran yang interaktif, yang melibatkan komunikasi dua arah, diskusi kelompok, dan kerja kolaboratif, dapat menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan bermakna. Partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran aktif meningkatkan motivasi dan keterlibatan mereka dalam proses belajar. Hasil penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai strategi efektif dalam pendekatan pembelajaran aktif, serta peran penting guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan interaktif.
MEMBANDINGKAN ANTARA MODEL NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) DAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA HASIL BELAJAR MATEMATIKA Nurahmawati, Destia; Sesrita, Afridha; Maryani, Novi
SITTAH: Journal of Primary Education Vol. 1 No. 1 (2020): SITTAH: Journal of Primary Education
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/sittah.v1i1.1968

Abstract

Matematika merupakan ide-ide abstrak yang berisi simbol-simbol, maka konsep-konsep matematika harus dipahami terlebih dahulu sebelum memanipulasi simbol-simbol itu. Penelitian ini bermaksud untuk membandingkan dampak dari belajar matematika siswa SD yang diajar dengan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Number Head Together (NHT) dan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Teams Games Tournament (TGT) di kelas III. Cara yang dipakai dalam kajian ini adalah eksperimen semu (quasi experimental design). Dan populasi yang terdapat pada pengkajian ini adalah seluruh siswa kelas III, dengan jumlah populasi sebanyak 56 siswa, terdiri dari dua kelas yaitu kelas A sebanyak 29 dan kelas B sebanyak 27 siswa. Kemudian sampel yang diambil adalah siswa kelas III yang berjumlah 56 siswa. Dilakukan analisis deskripsi terhadap hasil belajar siswa. Hasil pengkajian yang dilaksanakan dengan pengujian tes U Mann Whitney, terdapat angka signifikansi sebesar 0.000, artinya nilai signifikansi < 0,05 atau (0,000 < 0,05), dapat dinyatakan bahwa H0 tidak diterima dan H1 diterima maka terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe NHT dan model pembelajaran Cooperative Learning tipe TGT pada kasus ini.