Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGELOLAAN SARANA PRASARANA DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DI SMK Khotibuziddan, Amrul; Indra, Syukri; Maryani, Novi
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v5i3.6500

Abstract

This study aims to provide an in-depth description of the management of educational facilities and infrastructure in supporting technology-based learning at SMK Al-Watasi, Bogor Regency. The research is grounded in the importance of systematic, adaptive, and targeted facility management to enhance the effectiveness of digital learning amid the current transformation in education. A qualitative case study approach was employed, utilizing in-depth interviews, participatory observations, and documentation to capture the ongoing managerial processes in the school. Informants included the principal, vice principal for facilities, IT operator, teachers, and students. The findings revealed that the management process is carried out in five main stages: planning, procurement, inventory, maintenance, and disposal. Although the school has implemented a functional management pattern, several challenges persist, such as limited budget, inadequate digital inventory systems, and unequal distribution of resources among departments. This study recommends the implementation of a technology-based asset management system, improved digital literacy among educators, and active stakeholder involvement as a collective effort to achieve efficient, accountable, and adaptive infrastructure management that supports 21st-century learning competencies. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam pengelolaan sarana dan prasarana dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi di SMK Al-Watasi, Kabupaten Bogor. Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya manajemen fasilitas pendidikan yang sistematis, adaptif, dan terarah guna menunjang efektivitas pembelajaran digital di era transformasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap proses manajerial yang berlangsung di sekolah. Informan terdiri dari kepala sekolah, waka sarpras, operator IT, guru, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sarpras dilakukan dalam lima tahap utama: perencanaan, pengadaan, inventarisasi, pemeliharaan, dan penghapusan. Proses ini sudah menunjukkan pola manajerial yang fungsional, meskipun masih menghadapi berbagai kendala seperti keterbatasan anggaran, belum optimalnya sistem digitalisasi inventaris, dan ketimpangan distribusi fasilitas antarjurusan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penerapan sistem manajemen berbasis teknologi, peningkatan literasi digital pendidik, serta pelibatan aktif seluruh pemangku kepentingan sebagai upaya kolektif untuk mewujudkan pengelolaan sarana dan prasarana yang efisien, akuntabel, dan adaptif terhadap kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
ANALISIS PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH SMA NEGERI Solihatussajida, Lisani Yanuarti; Adri, Helmi Tasti; Maryani, Novi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i3.6333

Abstract

The principal plays a central role in the successful implementation of the Merdeka Belajar Curriculum as part of educational transformation at the school level. This study aims to explore in depth the role of the principal in implementing the curriculum at SMAN 1 Cicurug, including the supporting and inhibiting factors that influence the process. A descriptive qualitative approach was employed, using data collection techniques such as field observation, in-depth interviews, and documentation. The results indicate that the principal actively functions as an educator, supervisor, and strategic leader in facilitating the school's adaptation to the new curriculum. These efforts are reflected through teacher training programs, regular supervision, and the provision of learning infrastructure. The principal also fosters strong communication with teachers through scheduled meetings to evaluate the implementation progress. Nevertheless, several challenges remain, particularly related to teachers' limited understanding of differentiated instruction and the lack of parental involvement. Overall, the leadership demonstrated by the principal of SMAN 1 Cicurug is considered effective, supported by school-wide collaboration and responsive educational policy frameworks. ABSTRAKKepala sekolah memegang peran sentral dalam keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sebagai wujud transformasi pendidikan di satuan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran kepala sekolah dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMAN 1 Cicurug, termasuk faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi proses tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan aktif sebagai pendidik, supervisor, dan pemimpin strategis dalam mendorong adaptasi kurikulum baru. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pelatihan guru, supervisi rutin, serta fasilitasi sarana dan prasarana pendukung pembelajaran. Kepala sekolah juga menjalin komunikasi intensif dengan guru melalui pertemuan berkala guna mengevaluasi progres implementasi. Meskipun demikian, tantangan tetap dihadapi, seperti keterbatasan pemahaman guru terhadap pendekatan pembelajaran berdiferensiasi serta kurangnya keterlibatan orang tua. Secara keseluruhan, kepemimpinan kepala sekolah di SMAN 1 Cicurug dinilai berjalan optimal berkat kolaborasi antarwarga sekolah dan dukungan kebijakan pendidikan yang adaptif.
Inovasi Keripik Kulit Singkong (RIKULSI): Upaya Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong Maryani, Novi; Indra, Syukri; Uluwiyah, Siti
Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Educivilia: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ejpm.v6i2.18828

Abstract

Kegiatan Duta Inovasi Desa ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi dan memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam memanfaatkan limbah kulit singkong menjadi produk pangan berupa keripik kulit singkong (RIKULSI). Melalui pendekatan berbasis pelatihan dan edukasi lingkungan, kegiatan ini memberikan bimbingan praktis dalam proses pengolahan kulit singkong agar aman dikonsumsi dan memiliki nilai jual. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan pengolahan limbah kulit singkong menjadi keripik kulit singkong. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengolahan limbah kulit singkong dapat menjadi alternatif usaha yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi limbah organik dari hasil pertanian, tetapi juga mendorong kreativitas dan keterampilan masyarakat dalam menciptakan produk pangan lokal. Selain itu, program ini turut mendukung upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan rumah tangga, melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
MANAJEMEN ESKTRAKURIKULER SEBAGAI SARANA MENGEMBANGKAN POTENSI SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUL QUR’AN MULIA BOGOR Siti Nur Laelah; Khusnul Lathifah, Zahra; Maryani, Novi
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 3 No. 4 (2025): AL - KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v3i4.18859

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen ekstrakurikuler sebagai sarana mengembangkan potensi santri di Pondok Pesantren Darul Qur’an Mulia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Responden terdiri dari wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru ekstrakurikuler, dan santri. Analisis data mengacu pada model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen ekstrakurikuler meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan dilakukan secara sistematis oleh wakasek kesiswaan, staf ekstrakurikuler, dan OSIS, disesuaikan dengan program kerja instruktur. Pengorganisasian kegiatan menjamin keterlaksanaan tujuan melalui koordinasi antar pihak. Kegiatan dilaksanakan rutin setiap Sabtu pukul 10.00–12.00, dengan minimal tiga kali pertemuan per bulan, meski terkadang menghadapi kendala fasilitas dan agenda pesantren. Pengelolaan sarana dan prasarana dilakukan secara terorganisir. Pengawasan dilakukan berjenjang, mulai dari pengumuman hingga pemantauan langsung di lingkungan pesantren. Manajemen yang baik dalam setiap aspek memungkinkan kegiatan ekstrakurikuler berjalan optimal dan mendukung perkembangan minat, bakat, serta potensi santri.
MANAJEMEN RAPAT OLEH PIMPINAN PONDOK PESANTREN MODERN NURUL HARAMAIN NWDI BOGOR Hakim, Luqmanul; Maryani, Novi; Priyatno, Agus; Haris, Ridwan; Suhartini, Een
An-Najmu: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 2 No 02 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan manajemen rapat di pesantren sebagaimana prinsip dan teori manajemen rapat di perkantoran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan mengumpulkan referensi-referensi melalui internet.  Manajemen rapat dijalankan dengan menerapkan prinsip  dalam pelaksanaan sebuah rapat, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Dalam melakukan manajemen rapat personil yang dilibatkan yaitu pemimpin pesantren yaitu kyai, ustadz dan ustadzah, serta santri senior. Rapat dilakukan rutin satu minggu sekali yang disebut dengan rapat koordinasi dan rapat kerja yang dilakukan setiap satu tahun sekali saat awal tahun ajaran baru. Pimpinan pesantren belum mampu memecahkan permasalahan yang ada di lingkungan pesantren. Pimpinan pesantren seharusnya mampu menjalin koordinasi dalam memecahkan masalah yang ada sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
PENGELOLAAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21 Adhita, Dea; Indra, Syukri; Maryani, Novi
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 3 No. 5 (2025): AL - KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v3i4.18933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perencanaan pembelajaran digital abad 21 di MAN 4 Bogor. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara Pengumpulan data melalui wawancara kepada empat informan; kepala madrasah, guru fisika, lalu bidang kurikulum dan kepala laboratorium multimedia dan dianalisis menggunakan aplikasi NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dilakukan secara sistematis melalui penetapan tujuan berbasis visi madrasah, analisis SWOT, dan penyusunan RPP digital. Temuan juga menunjukkan bahwa madrasah telah menerapkan pendekatan student-centered learning dan model paperless melalui integrasi LMS dan perangkat digital lainnya. Kendala yang dihadapi adalah terbatasnya akses internet, di mana hanya beberapa ruangan yang terjangkau dan belum seluruh area sekolah dapat menggunakan Wi-Fi. Kesimpulannya, perencanaan pembelajaran digital di MAN 4 Bogor telah dirancang secara kolaboratif, strategis, dan berkelanjutan untuk mendukung transformasi pendidikan abad 21.
INVENTARISASI SARANA DAN PRASARANA SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PENGELOLAAN BARANG DI PESANTREN TAHFIZH AL-QUR’AN DAN BAHASA ARAB BINA MADANI PUTRI BOGOR Ulfah, Siti Maria Ulfah; Maryani, Novi; Indra, Syukri
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 2 No. 3 (2024): AL - KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/alkaff.v2i3.13368

Abstract

Inventarisasi Sarana dan Prasarana Merupakan suatu pencatatan dan pendataan komoditas atau barang kepemilikan sekolah yang ditulis dalam buku inventaris barang dengan rapi dan sistematis berdasarkan ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, kegiatan inventarisasi peralatan pada suatu instansi atau lembaga dapat meningkatkan pengelolaan barang yang efektif dan efisien, dan sesuai dengan ketentuan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan inventarisasi sarana dan prasarana. Proses pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Sedangkan validitas yang dilakukan ialah uji kredibilitas dengan menggunakan teknik, waktu dan triangulasi data. Penelitian ini menghasilkan temuan berupa gambaran inventarisasi sarana dan prasarana sebagai upaya optimalisasi pengelolaan barang di Pesantren Tahfizh Al-Qur'an dan Arab Bina Madani Putri Bogor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) tersedianya inventarisasi sarana dan prasarana tetapi pencatatannya tidak maksimal karena tidak memiliki buku khusus untuk inventarisasi, 2) terdapat program kerja dilakukan setiap 2 minggu sekali dan pelaporan inventarisasi sarana dan prasarana dilakukan setahun sekali, 3) faktor pendukung inventarisasi sarana dan prasarana ialah dengan kerjasama yang baik serta mempunyai rasa tanggung jawab dalam pemeliharaan. Faktor penghambat yaitu kurangnya kesadaran dalam menjaga inventaris pesantren.
Pengelolaan Penggunaan Website sebagai Media Promosi Sekolah di Ponpes Nurul Hikmah Cikuwul Aulia, Nurul; Maryani, Novi; Ramdani, Muhammad Rendi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 11 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i11.15683

Abstract

Website merupakan alat penting dalam mempromosikan lembaga pendidikan, termasuk Pondok Pesantren Nurul Hikmah Cikiwul, di era digital saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengelolaan website sebagai media promosi, dengan fokus pada perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat penggunaannya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan website berperan signifikan dalam meningkatkan eksposur lembaga pendidikan kepada masyarakat, meskipun terdapat kendala seperti kurangnya tenaga profesional dan keterbatasan dana. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan pelatihan bagi pengelola website serta pengalokasian anggaran yang cukup untuk pemeliharaan dan pengembangan konten yang informatif dan menarik.
Analisis Perkembangan Motorik Siswa Kelas 2 MIS Mathlaul Anwar Melalui Permainan Tradisional Engklek Komarudin; Laeli, Sobrul; Maryani, Novi
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 12 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i12.16560

Abstract

Kemampuan motorik beberapa siswa kelas 2 yang tidak berkembang seperti temansebayanya di MIS Mathla’ul Anwar menjadi salah satu hal yang melatarbelakangi adanya penelitian ini. Permainan engklek menjadi pilihan sebagai permainan yang diharapkan mampu memberikan stimulus terhadap perkembangan motorik siwa. Penelitiani ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui bagaimana perkembangan motorik siswa kelas 2 serta apakah permainan engklek dapat mempengaruhi perkembangan motorik siswa kelas 2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskripstif yang didasarkan pada proses berpikir induktif dengan teknik pengumpulan data melalui proses observasi partisipatif, wawancara mendalam dan dokumen pendukung. Subjek penelitian terdiri dari 28 siswa/i dan seorang guru yaitu wali kelas 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan motorik siswa/i kelas 2 berkembang dengan baik, namun terdapat tiga orang siswa yang perkembangan motoriknya lebih lamban dari teman sebayanya. Permainan engklek yang jarang dimainkan oleh siswa/i terkhusus kelas 2 terbukti dapat memberikan stimulus yang cukup baik terhadap perkembangan motorik siswa. Jadi, permainan engklek dapat dijadikan sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan motorik siswa yang terhambat.
Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal yang Menyebabkan Siswa Kesulitan dalam Mengidentifikasi Jenis Sudut dan Penggunaan Busur Wansit, Aulya Putri; Amril, La Ode; Maryani, Novi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.21454

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kesulitan siswa SD dalam memahami jenis sudut dan penggunaan busur. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 28 siswa kelas V di SDN Harjasari 1. Hasil penelitian menunjukkan faktor internal meliputi kelelahan fisik, mengantuk, kesehatan yang tidak stabil, rendahnya motivasi, dan kurang percaya diri. Faktor eksternal mencakup kondisi kelas yang panas dan bising, metode pembelajaran monoton, serta gangguan dari penggunaan handphone di rumah. Dukungan orang tua dan lingkungan masyarakat sudah cukup baik, namun pengawasan terhadap waktu belajar dan teknologi masih lemah. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi pembelajaran yang variatif, pengelolaan kelas yang nyaman, serta dukungan keluarga untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi geometri.