SD Negeri Sukaraja 01 berdiri sejak 1973 di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, berfokus pada pendidikan karakter dan kemampuan siswa. Bullying di sekolah menjadi masalah serius yang memengaruhi proses belajar. Guru berperan penting sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan, menanamkan nilai anti-bullying, membangun empati, serta menciptakan lingkungan belajar aman dan kondusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam peran guru dalam pencegahan bullying. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket, sedangkan data sekunder berasal dari sumber tertulis. Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi peran guru sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator dan teladan. Guru di SD Negeri Sukaraja 01 berperan sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan dalam mencegah bullying. Melalui integrasi nilai anti-bullying, bimbingan islami, motivasi positif, suasana kelas aman, serta keteladanan sikap, guru berhasil menurunkan kasus bullying, meningkatkan disiplin, dan menumbuhkan budaya saling menghargai di lingkungan sekolah. Guru mengintegrasikan nilai anti-bullying dalam pembelajaran, memberi nasihat, menegur, dan menangani pelanggaran langsung. Kegiatan empati dan saling menghargai ditumbuhkan, namun kendala seperti pengawasan terbatas, candaan berlebihan, koordinasi kurang, pengaruh lingkungan, media, dan lemahnya penegakan aturan memicu bullying. Kerja sama semua pihak penting demi lingkungan sekolah aman dan nyaman.