Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL GURU DI BAMRUNG ISLAM SCHOOL Zatanda Arifin, Rana; Abdul Kholik; Maryani, Novi
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 3 No. 6 (2025): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v3i6.22808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan transformasional guru di Bamrung Islam School, Thailand Selatan. Kepemimpinan transformasional dipandang sebagai kepemimpinan yang menekankan keteladanan, motivasi, stimulasi intelektual, serta perhatian individual dalam membimbing siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Bamrung Islam School yang berjumlah 96 siswa, dengan sampel sebanyak 50 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur empat indikator kepemimpinan transformasional guru, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional guru berada pada kategori sangat tinggi pada seluruh indikator. Temuan ini menunjukkan bahwa guru-guru di Bamrung Islam School telah mampu menjalankan peran kepemimpinan transformasional secara optimal. Dengan demikian, kepemimpinan transformasional guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif, inspiratif, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta potensi peserta didik.
PERAN GURU DALAM UPAYA PENCEGAHAN KASUS BULLYING DI SD NEGERI SUKARAJA 01 Pianti, Jeni; Suherman, Irman; Maryani, Novi
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 4 No. 1 (2026): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v4i1.21421

Abstract

SD Negeri Sukaraja 01 berdiri sejak 1973 di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, berfokus pada pendidikan karakter dan kemampuan siswa. Bullying di sekolah menjadi masalah serius yang memengaruhi proses belajar. Guru berperan penting sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan, menanamkan nilai anti-bullying, membangun empati, serta menciptakan lingkungan belajar aman dan kondusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam peran guru dalam pencegahan bullying. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket, sedangkan data sekunder berasal dari sumber tertulis. Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi peran guru sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator dan teladan. Guru di SD Negeri Sukaraja 01 berperan sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan dalam mencegah bullying. Melalui integrasi nilai anti-bullying, bimbingan islami, motivasi positif, suasana kelas aman, serta keteladanan sikap, guru berhasil menurunkan kasus bullying, meningkatkan disiplin, dan menumbuhkan budaya saling menghargai di lingkungan sekolah. Guru mengintegrasikan nilai anti-bullying dalam pembelajaran, memberi nasihat, menegur, dan menangani pelanggaran langsung. Kegiatan empati dan saling menghargai ditumbuhkan, namun kendala seperti pengawasan terbatas, candaan berlebihan, koordinasi kurang, pengaruh lingkungan, media, dan lemahnya penegakan aturan memicu bullying. Kerja sama semua pihak penting demi lingkungan sekolah aman dan nyaman.
ANALISIS BUDAYA LITERASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMPN 3 GUNUNG PUTRI Febrian, Ronald; Lathifah, Zahra Khusnul; Maryani, Novi
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 4 No. 1 (2026): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v4i1.21768

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi membaca siswa Indonesia berdasarkan PISA 2022 menunjukkan tantangan serius bagi sistem pendidikan. Literasi sekolah menjadi pondasi penting untuk menumbuhkan keterampilan abad ke-21, khususnya berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi budaya literasi di SMPN 3 Gunung Putri dan menganalisis peran literasi sekolah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, pembina literasi, serta lima siswa. Hasil menunjukkan budaya literasi didukung kebijakan nasional dan internal sekolah, diperkuat peran kepala sekolah, guru, dan pembina literasi. Program literasi meningkatkan minat baca, melatih keterampilan menulis, dan menumbuhkan keberanian siswa berpendapat. Literasi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, meskipun terkendala keterbatasan waktu, jumlah siswa yang besar, dan fasilitas baca yang minim. Kesimpulannya, budaya literasi bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi strategi kunci menyiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21, dengan kepala sekolah berperan penting sebagai pengawas dan fasilitator program.
Determinants of Lecturer Innovativeness in Higher Education: A PRISMA-Based Systematic Literature Review of Information Technology Literacy, Self-Efficacy, Achievement Motivation, and Knowledge Management Maryani, Novi; Hardienata, Soewarto; Suherman, Irman
Educational Researcher Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Educational Researcher Journal
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71288/educationalresearcherjournal.v3i1.136

Abstract

Lecturer innovation is a strategic factor in improving the quality of learning, research productivity, and competitiveness of higher education institutions in the era of digital transformation. However, empirical studies on the determinants of lecturer innovation are still scattered and have not been comprehensively integrated. This study aims to systematically synthesize international literature on the role of information technology (IT) literacy, self-efficacy, achievement motivation, and knowledge management in enhancing lecturer innovation. The study used a Systematic Literature Review (SLR) approach with the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. Articles were obtained from the Scopus database for the period 2010–2025. After going through the processes of identification, screening, eligibility, and inclusion, a total of 46 empirical articles were analyzed thematically. The results of the study indicate that IT literacy increases the capacity for digital pedagogical innovation; self-efficacy strengthens the courage to experiment and adapt to change; achievement motivation encourages innovative performance orientation; while knowledge management acts as an institutional reinforcement that integrates individual innovation into the organizational system. This study produces an integrative conceptual framework that positions knowledge management as a structural enabler and psychological factors as proximal drivers of lecturer innovation. These findings provide theoretical contributions and strategic implications for the development of higher education policies based on sustainable innovation.
MANAJEMEN RAPAT OLEH PIMPINAN PONDOK PESANTREN MODERN NURUL HARAMAIN NWDI BOGOR Hakim, Luqmanul; Maryani, Novi; Priyatno, Agus; Haris, Ridwan; Suhartini, Een
An-Najmu: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 2 No 02 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan manajemen rapat di pesantren sebagaimana prinsip dan teori manajemen rapat di perkantoran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan mengumpulkan referensi-referensi melalui internet.  Manajemen rapat dijalankan dengan menerapkan prinsip  dalam pelaksanaan sebuah rapat, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Dalam melakukan manajemen rapat personil yang dilibatkan yaitu pemimpin pesantren yaitu kyai, ustadz dan ustadzah, serta santri senior. Rapat dilakukan rutin satu minggu sekali yang disebut dengan rapat koordinasi dan rapat kerja yang dilakukan setiap satu tahun sekali saat awal tahun ajaran baru. Pimpinan pesantren belum mampu memecahkan permasalahan yang ada di lingkungan pesantren. Pimpinan pesantren seharusnya mampu menjalin koordinasi dalam memecahkan masalah yang ada sehingga dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan.