Claim Missing Document
Check
Articles

BUDAYA ORGANISASI BERBASIS AJARAN KI HAJAR DEWANTARA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU Ananda Darmawan, Reffi; Pupu Fauziyah, R. Siti; Maryani, Novi
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 3 No. 6 (2025): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v3i6.19110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya organisasi berbasis ajaran Ki Hadjar Dewantara dalam meningkatkan kompetensi kepribadian guru. Fokus kajian mencakup: pemahaman terhadap ajaran sistem among Ki Hajar Dewantara, penerapan sistem among dalam budaya organisasi serta dampak budaya among terhadap kompetensi kepribadian guru. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan kredibilitas data. Proses analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian naratif, dan penarikan kesimpulan. Sistem among yang dikenalkan oleh Ki Hajar Dewantara merupakan pendekatan pendidikan berbasis kepemimpinan humanis yang menekankan kasih sayang, kebebasan yang bertanggung jawab, dan pendampingan. Nilai-nilainya tercermin dalam tiga semboyan: Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani, serta prinsip Asih, Asah, Asuh. Penerapan sistem among dalam budaya organisasi sekolah dapat dilakukan melalui integrasi dalam visi-misi, SOP pendidikan, pengembangan organisasi, dan evaluasi. Sistem ini berpengaruh terhadap penguatan kompetensi kepribadian guru, di antaranya: kejujuran dan keterbukaan, kebijaksanaan dalam menghadapi masalah, kepedulian dan tanggung jawab, serta menjadi teladan yang berintegritas.
ANALISIS KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL GURU DI BAMRUNG ISLAM SCHOOL Zatanda Arifin, Rana; Abdul Kholik; Maryani, Novi
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 3 No. 6 (2025): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v3i6.22808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan transformasional guru di Bamrung Islam School, Thailand Selatan. Kepemimpinan transformasional dipandang sebagai kepemimpinan yang menekankan keteladanan, motivasi, stimulasi intelektual, serta perhatian individual dalam membimbing siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Bamrung Islam School yang berjumlah 96 siswa, dengan sampel sebanyak 50 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur empat indikator kepemimpinan transformasional guru, yaitu idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional guru berada pada kategori sangat tinggi pada seluruh indikator. Temuan ini menunjukkan bahwa guru-guru di Bamrung Islam School telah mampu menjalankan peran kepemimpinan transformasional secara optimal. Dengan demikian, kepemimpinan transformasional guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif, inspiratif, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta potensi peserta didik.
PERAN GURU DALAM UPAYA PENCEGAHAN KASUS BULLYING DI SD NEGERI SUKARAJA 01 Pianti, Jeni; Suherman, Irman; Maryani, Novi
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 4 No. 1 (2026): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v4i1.21421

Abstract

SD Negeri Sukaraja 01 berdiri sejak 1973 di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, berfokus pada pendidikan karakter dan kemampuan siswa. Bullying di sekolah menjadi masalah serius yang memengaruhi proses belajar. Guru berperan penting sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan, menanamkan nilai anti-bullying, membangun empati, serta menciptakan lingkungan belajar aman dan kondusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam peran guru dalam pencegahan bullying. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan angket, sedangkan data sekunder berasal dari sumber tertulis. Analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi peran guru sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator dan teladan. Guru di SD Negeri Sukaraja 01 berperan sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan dalam mencegah bullying. Melalui integrasi nilai anti-bullying, bimbingan islami, motivasi positif, suasana kelas aman, serta keteladanan sikap, guru berhasil menurunkan kasus bullying, meningkatkan disiplin, dan menumbuhkan budaya saling menghargai di lingkungan sekolah. Guru mengintegrasikan nilai anti-bullying dalam pembelajaran, memberi nasihat, menegur, dan menangani pelanggaran langsung. Kegiatan empati dan saling menghargai ditumbuhkan, namun kendala seperti pengawasan terbatas, candaan berlebihan, koordinasi kurang, pengaruh lingkungan, media, dan lemahnya penegakan aturan memicu bullying. Kerja sama semua pihak penting demi lingkungan sekolah aman dan nyaman.
ANALISIS BUDAYA LITERASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMPN 3 GUNUNG PUTRI Febrian, Ronald; Lathifah, Zahra Khusnul; Maryani, Novi
AL - KAFF: JURNAL SOSIAL HUMANIORA Vol. 4 No. 1 (2026): AL-KAFF: Jurnal Sosial Humaniora
Publisher : Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/al-kaff.v4i1.21768

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi membaca siswa Indonesia berdasarkan PISA 2022 menunjukkan tantangan serius bagi sistem pendidikan. Literasi sekolah menjadi pondasi penting untuk menumbuhkan keterampilan abad ke-21, khususnya berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi budaya literasi di SMPN 3 Gunung Putri dan menganalisis peran literasi sekolah dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, melibatkan kepala sekolah, wakil kepala bidang kurikulum, pembina literasi, serta lima siswa. Hasil menunjukkan budaya literasi didukung kebijakan nasional dan internal sekolah, diperkuat peran kepala sekolah, guru, dan pembina literasi. Program literasi meningkatkan minat baca, melatih keterampilan menulis, dan menumbuhkan keberanian siswa berpendapat. Literasi juga mendorong kemampuan berpikir kritis, meskipun terkendala keterbatasan waktu, jumlah siswa yang besar, dan fasilitas baca yang minim. Kesimpulannya, budaya literasi bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi strategi kunci menyiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21, dengan kepala sekolah berperan penting sebagai pengawas dan fasilitator program.