Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Perencanaan Rainwater Harvesting dan Pengolahan Air Limbah di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan Fadlilatin Nailah; Ali Masduqi
Jurnal Teknik ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.433 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v7i1.29309

Abstract

Pondok pesantren Mambaul Ulum terletak di Dusun Bata-Bata, Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan. Pondok pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata (MUBA) memiliki luas wilayah sebesar ±10 ha dan jumlah santri pada tahun 2016 sebanyak 10.216 orang. Banyaknya jumlah santri menyebabkan tingginya kebutuhan air bersih dan produksi air limbah. Permasalahan yang sering dihadapi adalah kurangnya pasokan air bersih pada musim kemarau dan belum adanya pengolahan terhadap air limbah. Sehingga air limbah langsung dibuang ke sungai. Oleh karena itu, direncanakan adanya rainwater harvesting dan pengolahan air limbah yang dilengkapi dengan analisis kelayakan ekonominyaPerencanaan ini dimulai dengan adanya studi literatur. Selanjutnya dilakukan pengumpulan data baik primer maupun sekunder. Data yang didapat selanjutnya diolah dan dianalisis untuk menunjang perencanaan rainwater harvesting dan pengolahan air limbah. Perencanaan ini dibagi menjadi dua blok utama, yaitu di pondok putra dan pondok putri. Di pondok putri, didapat perhitungan perencanaan rainwater harvesting dengan kapasitas 347,76 m3 dan 469,52 m3 di pondok putra. Sementara itu, pengolahan limbah dengan menggunakan Anaerobic Baffled Reactor (ABR) di pondok putri ABR dengan 4 kompartemen dengan dimensi total sebesar 21,2 x 4,3 x 4,3 m. Sedangkan di pondok putra direncanakan ABR dengan 3 kompartemen dan dimensi total sebesar 23,43 x 4,3 x 3,8 m. Berdasarkan analisis kelayakan ekonomi dengan Net Present Value (NPV) dan Benefit and Cost Ratio (BCR), perencanaan ini memenuhi syarat sehingga layak untuk diaplikasikan.
Aeration - Advanced Filtration (AAF) Treatment for Reducing Iron and Chloride in Natural Groundwater Nur Aini Febriyana; Ali Masduqi
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 31, No 2 (2020)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20882033.v31i2.5581

Abstract

The production of drinking water for the needs of rural communities generally stilldepend on natural water sources. Communities in rural areas usually use groundwaterfor their daily needs. The water supply in Sampang Regency, East Java Provincehas groundwater problem, i.e. the amount of iron and chloride in the water supplyexceed the maximum amount allowed by PERMENKES No. 492/2010. Therefore,this study proposes a method for drinking water treatment using diffused aeration,as pretreatment, and followed by filtration processing. This pretreatment is meantfor reducing iron. The filtration process is carried out in stages with an advancedfilter of low continuous discharge. The filter media uses resin activated carbon andmicrofiltration to remove suspended and dissolved ions. The results of aeration andfiltration processing (AAF) shows that the preprocessed water have Cl-removal of98.39%, TDS-removal of 97.394%, and iron-removal of 97.41%
Estimation of Surabaya River Water Quality Using Kalman Filter Algorithm Ali Masduqi; Erna Apriliani
IPTEK The Journal for Technology and Science Vol 19, No 3 (2008)
Publisher : IPTEK, LPPM, Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20882033.v19i3.145

Abstract

According to previous studies on Surabaya River water, quality of this river water was very bad or on polluted condition. This conclusion was based on monitoring data of water quality at several monitoring points. Because of river water quality is a fluctuative condition, many monitoring data are needed. While, monitoring of Surabaya River water quality was done routinely at nine monitoring points. Amount of the monitoring point is not enough when data will be used for determining water quality condition. For this reason, it is need to develop a method to estimate overall river water quality based on a little amount of data. One of estimation method is Kalman filter, an algorithm that combines a model and a measurement. The experiment of Kalman filter algorithm was conducted. The results were accurate and closely with a measurement. Based on the results, application of Kalman filter algorithm will help to predict water quality for the future and to estimate overall water quality along of river, although amount of measurement data is a little.
DESALINASI AIR PAYAU MENGGUNAKAN ENERGI SOLAR DENGAN PARABOLIC TROUGH Titis Rosari; Wahyono Hadi; Ali Masduqi
Purifikasi Vol 14 No 1 (2014): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v14.i1.9

Abstract

Solar still atap kaca merupakan salah satu inovasi renewable energy untuk proses desalinasi. Penambahan reflektor parabolic trough berfungsi untuk meningkatkan suhu dalam sistem. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa volume air tawar yang dihasilkan dengan parabolic trough, memisahkan DHL dan TDS dari air olahan, menentukan tinggi air optimum, dan efek warna pada basin. Penelitian menggunakan aliran semi kontinu dengan pengaturan aliran air menggunakan pelampung air. Air baku yang digunakan berasal dari sumur warga Kejawan Putih. Penggunaan parabolic trough pada sistem desalinasi dapat meningkatkan volume produksi hingga 66% dibandingkan tanpa menggunakan parabolic trough. Efisiensi destilasi ekperimen mencapai 18,12%. Volume yang dihasilkan sebesar 2,494 L/m2 dalam satu hari dengan laju destilasi 0,312 L/m2. Kemampuan penyisihan TDS dan DHL sebesar 99,9%. Pada eksperimen ini variabel warna bak dan ketinggian air tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil kondensat. Solar still is one of the inovations of renewable energy for desalination process. The function of using parabolic trough reflector is to increase temperature on the system. The purposes of this study was to analyze fresh water yield by using of parabolic trough, removing DHL and TDS from brackish water’s samples, and effect of color on the basin. This research using semi-continuous flow with water flow setting by water buoy. Raw water used was came from wells at Kejawan Putih subdistrict.. The using of the parabolic trough desalination system can increase production volume by 66% when compared without parabolic trough. Experimental distillation efficiency reached 18.12%. Condensate yield has been found to be 2,494 L/m2 in one day and distillation rate of 0.312 L/m2. These process can allowance 99.9% of the TDS and DHL. In this experiment the variable of basin color and depth water did not significantly influence to condensate yield.
ANALISIS KUALITAS DAN STRATEGI PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR KALI SURABAYA Ali Masduqi; Adi Trisnawati
Purifikasi Vol 14 No 2 (2014): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v14.i2.14

Abstract

Sebagian besar limbah cair hasil dari kegiatan manusia dibuang ke saluran. Sekitar 60% pencemaran KaliSurabaya berasal dari limbah domestik (Fatnasari dan Hermana, 2010). Padahal air Kali Surabaya memasoksekitar 96% kebutuhan air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surabaya (Herera dkk, 2013).Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pencemaran dan menentukan prioritas strategipengendalian pencemaran air Kali Surabaya menggunakan AHP (Analitycal Hierarchy Processes).Pengumpulan data sekunder berupa data kualitas air Kali Surabaya yang terdiri dari temperatur, TSS, pH,BOD, COD, DO, nitrat, amonia, kromium, tembaga, nitrit, minyak, deterjen, fenol, total coli, dan faecal coliyang dibandingkan dengan baku mutu air kelas 2 berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 82 tahun 2001.Kemudian dilakukan penentuan status mutu air Kali Surabaya menggunakan metode indeks pencemaranberdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 tahun 2003. Analisis Strategi pengendalianpencemaran air Kali Surabaya didapat setelah dilakukan pembagian kuesioner kepada Badan LingkunganHidup Provinsi Jawa Timur, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan, Perum Jasa Tirta, Dinas Perindustrian danPerdagangan, PDAM dan Tokoh Masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter pencemar airKali Surabaya adalah TSS, BOD, DO, nitrit, minyak, dan fenol. Selain itu, status mutu air Kali Surabayatermasuk tercemar ringan. Hasil running prgram AHP diketahui bahwa strategi pengendalian pencemaran airKali Surabaya lebih menitik beratkan pada ketegasan dalam menaati peraturan perundangan yang berlaku. The Surabaya River’s main problem currently was the wastewater resulted from human activities mostly being discharged into the river. About 60% of Surabaya River pollution originated from domestic wastewater (Fatnasari dan Hermana, 2010). Infact, about 96% of water Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya take from this river (Herera dkk, 2013). This study aims for identification of pollution level and determination of strategy priority of water pollution control in Surabaya River using Analytical Hierarchy Processes (AHP). The study was begun from secondary data collection of water quality parameter of: temperature, TSS, pH, BOD, COD, DO, nitrate, nitrite, ammonia, chromium, copper, oil, detergent, phenol, total coli and faecal coli. The data would be compared with stream standard. Then quality status of Surabaya River water was determined by using pollution index method according to Ministry of Environment Decree N0. 115/2003. The analysis of strategy to control Surabaya River water was done by questionnaire and direct interview methods to Badan Lingkungan Hidup (BLH) of East Java Province, Dinas Pekerjaan Umum Pengairan, Perum Jasa Tirta I, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, PDAM and several affectional peoples in society. The result of study shows that the polluting parameters of water in Surabaya River were TSS, BOD, DO, nitrite, oil and phenol. The water quality status of Surabaya River is categorized as low polluted. From the result of AHP the strategy of water pollution control in Surabaya River should be focused on social aspect which more focused firmness in keeping the existing regulations
HYDROCYCLONE TERBUKA UNTUK PENGENDAPAN PARTIKEL FLOKULEN Syamsul Huda; Ali Masduqi
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 2, No 2 (2019): ENVIROSAN Desember 2019
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/ejtl.v2i2.399

Abstract

Open hydrocyclone is a separation unit between solid and liquid based on differences in density and centrifugal speed. In this study, an open hydrocyclone unit is used to settle type II particles or flocculent particles from the coagulation-flocculation process. The study of open hydrocyclone aims to determine the optimal performance of the unit. This research examines the effect of variations in surface loading and turbidity levels on the efficiency of turbidity reduction. Surface loading variation values used are 2.5, 3, and 3.5 m3/m2.hour. While variations in turbidity levels used are 30-45, 55-90, and 100-180 NTU. The unit used in this study is a PVC pipe unit as a flash mixing unit, a circular hose as a slow mixing unit, and an open hydrocyclone as a settling unit. The operating unit is carried out continuously for 20 minutes after operation in a steady state. During operation, the discharge in the hydrocyclone underflow is always monitored so that no disturbance occurs when the settling flocculent particles reach a maximum. The results showed that surface loading of 2.5 m3/m2.hour (1.31 liters/minute discharge) produced the highest turbidity removal efficiency with an efficiency value of 89%. The removal at the initial turbidity level of 100-180 NTU has the highest efficiency of 89%. Keyword: Hydrocyclone, Turbidity, Surface Loading, Flocculent Particle
Studi Efisiensi Energi Pompa Wilayah Distribusi Intan Pakuan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Fira Riza Aulia; Ali Masduqi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.195 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i2.4656

Abstract

Untuk meningkatkan cakupan pelayanan, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor perlu melakukan penurunan biaya operasional. Bagian penting dari biaya operasional adalah biaya energi, maka perlu adanya pengurangan terhadap konsumsi energi. Berdasarkan data daftar biaya listrik Perumda Tirta Pakuan, pemakaian energi paling besar di sistem distribusi adalah pada wilayah pelayanan Intan Pakuan. Biaya pemakaian listrik rumah pompa Intan Pakuan pada tahun 2020 adalah Rp. 211.786.451. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kinerja pompa sehingga dapat diketahui konsumsi energi pompa dan diberikan rekomendasi perbaikan yang dapat meningkatkan pelayanan serta penghematan energi yang dapat dilakukan. Dilakukan pengukuran pemakaian energi pompa dan parameter kelistrikan pompa. Selain itu, dilakukan pengukuran fluktuasi debit air di discharge pompa. Berdasarkan hasil pengolahan data, diketahui bahwa efisiensi pompa pada jam puncak adalah 38,41%, sedangkan pada jam minimum adalah 21,68%, dan nilai efisiensi pompa berdasarkan rata-rata konsumsi energi dan distribusi air adalah 31,6%. Rekomendasi perbaikan yang dapat dilakukan adalah penggantian pompa yang sesuai dengan kebutuhan pemakaian. Setelah dilakukan perhitungan dengan pompa rekomendasi, didapatkan efisiensi pompa meningkat menjadi 74,52% dan terjadi penghematan biaya konsumsi listrik sebesar Rp.842.089 setiap bulannya.
Studi Optimisasi District Meter Area (DMA) Zona Pelayanan 2 Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor Dalam Upaya Penanggulangan Non-Revenue Water (NRW) Fernando, Julius Alex; Masduqi, Ali; Pandin, Gabriel Novianus Rumambo
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.813 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i2.4864

Abstract

Air minum merupakan salah satu kebutuhan utama bagi kelangsungan hidup setiap orang. Salah satu permasalahan yang terjadi pada setiap jaringan distribusi air minum adalah adanya Non Revenue Water (NRW). Tingginya tingkat NRW mengakibatkan kerugian bagi tiap stakeholders, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor berusaha mengoptimalkan jaringan distribusi air minum yang ada dengan menurunkan tingkat NRW. Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor menghadapi kendala baik dari aspek teknis maupun non teknis. Salah satu kendala yang dihadapi dalam pelakasanaan program penurunan NRW adalah belum optimalnya District Meter Area (DMA) yang telah terbangun. Oleh karena itu untuk dapat mencapai target NRW nasional adalah dengan melakukan optimisasi terhadap DMA terbangun. Setelah dilakukan analisis disimpulkan bahwa DMA terbangun memiliki beberapa hal yang tidak sesuai dengan literatur, dan secara teknis terdapat beberapa pipa yang memiliki unit headloss yang tidak sesuai dengan persyaratan dari peraturan, sehingga dilakukan 3 Alternatif Optimisasi. Alternatif 1 adalah mempertahankan kondisi DMA yang ada dan menambahkan pipa parallel disebelah pipa yang memiliki unit headloss yang tinggi, Alternatif 2 adlaah dengan memutus interkoneksi yang ada dan Alternatif 3 adalah membagi DMA terbangun menjadi 2 bagian
PENINGKATAN EFISIENSI ENERGI PADA UNIT SPAM PADALARANG PERUMDA AIR MINUM TIRTA RAHARJA KABUPATEN BANDUNG Galih Priyonggo Suatmadji; Ali Masduqi; Gabriel Novianus Rumambo Pandin
JURNAL DARMA AGUNG Vol 31 No 1 (2023): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v31i1.3145

Abstract

Pelayanan air minum Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung diselenggarakan oleh Perumda Air Minum Tirta Raharja menggunakan kombinasi sistem perpompaan. Penggunaan sistem perpompaan mengakibatkan biaya energi di Sistem Penyediaan Air Minum Padalarang Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten bandung (839 Rp/m3) lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional (345,77 Rp/m3). Lokasi penelitian di sistem distribusi Padalarang dipilih karena operasional pompa pada sistem ini berjalan selama 24 jam langsung melayani pelanggan. Pompa eksisting beroperasi mengikuti fluktuasi debit penggunaan pelanggan yang mengakibatkan penggunaan energi menjadi tidak efisiensi. Penelitian ini menganalisis alternatif peningkatan efisiensi energi pada sistem perpompaan Pedalarang melalui skema pemasangan Variable Speed Drive (VSD) pada pompa sumur dalam dan optimalisasi jaringan produksi dan disitribusi. Pelaksanaan penilitian dilakukan dengan mengambil beberapa data diantaranya data aliran debit pompa sumur dalam, debit pompa distribusi, tekanan pada pipa transmisi, tekanan pada pipa distribusi, konsumsi energi pompa sumur dalam, tagihan rekening listrik SPAM Padalarang dan dimensi jaringan pipa transmisi unit Produksi dan pipa distribusi unit distribusi SPAM Padalarang guna mengevaluasi kebutuhan volume reservoir untuk mencukupi kebutuhan volume air pelayanan distribusi dan penentuan elevasi eleated reservoir guna mencukupi tekanan minimum pada titik kritis pelayanan. Peluang penghematan energi untuk mendapatkan sistem yang lebih efisien sangat terbuka untuk diterapkan. Skema Optimalisasi Jaringan Unit Produksi dan Distribusi berupa perencanaan elevated reservoir dan pemasangan Variable Speed Drive (VSD) pada pom dapat mengurangi waktu kerja pompa distribusi dan beban kerja pompa yang lebih ringan, dikarenakan perputaran motor pompa yang bervariasi karena frekuensinya diatur oleh VSD. Hal ini berpengaruh pada penurunan tagihan energi listrik dari semula Rp. 49.395.413,00/bulan menjadi Rp 32.242.587,00/bulan. Penurunan pemakaian energi listrik di Sistem Distribusi SPAM Padalarang akan mengurangi tagihan listrik sebesar 34,72%. Penurunan tagihan tersebut membuat Perumda Air Minum Tirta Raharja akan menghemat Rp 17.152.825 setiap bulannya
ANALISIS PENINGKATAN EFISIENSI ENERGI SISTEM DISTRIBUSI KERTONATAN PERUMDA AIR MINUM TIRTA MAKMUR KABUPATEN SUKOHARJO Dadang Arip Sujatmika; Ali Masduqi; Bustami Bustami
JURNAL DARMA AGUNG Vol 31 No 2 (2023): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v31i2.3022

Abstract

Biaya energi pada Perumda Air Minum Tirta Makmur Kabupaten Sukoharjo masih diatas rata-rata nasional sebesar 556 Rp/m3. Sistem distribusi Kertonatan salah satu daerah pelayanan pada Perumda Air Minum Tirta Makmur dengan biaya energi tertinggi sebesar Rp 897/m3. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan analisis kinerja pompa distribusi eksisting pelayanan Kertonatan dan memberikan opsi peningkatan kinerja pompa distribusi agar biaya energi dapat diturunkan. Upaya peningkatan efisiensi energi dilakukan dengan opsi peningkatan stasiun pompa distribusi, dimana pompa distribusi eksisting berjumlah 1 unit dengan durasi operasional selama 24 jam penuh, ditingkatkan dengan mengganti 2 unit pompa baru dengan kapasitas yang sesuai dengan kebutuhan serta dilakukan penjadwalan jam operasional secara bergantian. Dari hasil analisis terhadap pompa eksisting distribusi Kertonatan didapatkan nilai efisiensi sebesar 30,68 % dengan biaya energi Rp 27.591.127 per tahun, dengan opsi peningkatan stasiun pompa distribusi didapatkan nilai efisiensi pompa sebesar 54,09% dengan biaya energi Rp 17.650.849 per tahun.