Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengurangan Risiko Kegagalan Kualitas Produksi Air Minum PDAM Tirta Dhaha Kota Kediri Menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Arnisa Nastiti; Ali Masduqi
Jurnal Teknik ITS Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373539.v12i1.111008

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan perusahaan yang menyediakan dan mendistribusikan air minum untuk kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, kandungan zat organik dalam air produksi PDAM Kota Kediri melebihi baku mutu. Analisis kualitas air produksi terkait kandugan zat organik dapat dilakukan dengan metode Failure Modes and Effect Analysis (FMEA). FMEA adalah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kegagalan yang terjadi sehingga menyebabkan penurunan kualitas air produksi. Risiko terbesar yang menyebabkan kegagalan dinyatakan dalam Risk Priority Number (RPN). RPN digunakan untuk membantu menemukan bagian yang mengalami kegagalan sehingga dapat dilakukan perbaikan untuk mengatasi penurunan kualitas air produksi. FMEA dilakukan untuk mencari bagian yang mengalami tingkat kegagalan terbesar dari unit yang tidak optimal. Akar permasalahan kemudian dinilai risikonya (RPN). Nilai RPN didapatkan dari perkalian antara severity (S), occurance (O), dan detection (D). Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah parameter fisik (kekeruhan), parameter kimia (sisa klor dan zat organik) dan parameter biologi (total koliform). Aspek yang digunakan dalam penelitian ini adalah aspek teknis dan aspek lingkungan (dampak). Kualitas air baku PDAM Tirta Dhaha Kediri jika dinilai dari total zat terlarut, tingkat kekeruhan, dan tingkat pH pada semua pompa sudah memenuhi baku mutu kualitas air minum yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No 492 Tahun 2010. Hasil kepentingan bobot resiko berdasarkan penilaian severity, occurance, dan detection Usulan perbaikan berdasarkan penentuan nilai RPN adalah pengelola harus lebih meninjau kembali parameter yang tidak memenuhi baku mutu, yaitu kandungan coliform, meskipun sudah relatif kecil.
Analisis Penerapan SOP Dalam Pengendalian NRW (Non Revenue Water) Pada Perumdam Tirta Tarum Kabupaten Karawang Cabang Kotabaru Prastiwi, Egis; Masduqi, Ali; Sundoro, Muhammad
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i1.74745

Abstract

 Perumdam Tirta Tarum Karawang Regency, an agency providing drinking water services with service coverage for a population of 22.58%, has an NRW (Non-Revenue Water) level of 32.16%  and the NRW level for the Kotabaru Branch service area is 29.21%  in 2022. Analysis of the implementation of SOPs (standard operating procedures) in NRW control needs to be carried out so that monitoring of quality consistency can be carried out and makes it easier to evaluate the implementation of NRW control activities that have been carried out. This research uses quantitative and qualitative methods by conducting observations and interviews with related parties that focus on 7 (seven) indicators in the SOP: efficiency, consistency, error minimization, problem-solving, workforce protection, work maps, and defense boundaries. The results of the analysis carried out on the implementation of SOPs at Perumdam Tirta Tarum Karawang Regency related to 7 (seven) SOP indicators showed that the effectiveness of the performance of 5 (five) SOP indicators was good, while 2 (two) SOP indicators were still in the sufficient category. Overall, the implementation of existing SOPs is easy to understand and has been implemented well. However, if you look at the details of this reference SOP, it is still passive NRW control. The implementation of the SOP can only be carried out after receiving reports and complaints from the public.  Keywords: SOP (standard operating procedures), NRW, Perumdam Tirta Tarum.  Abstrak  Perumdam Tirta Tarum Kabupaten Karawang sebagai instansi penyedia jasa air minum dengan cakupan pelayanan terhadap jumlah penduduk sebesar 22,58 % memiliki tingkat NRW (Non Revenue Water) sebesar 32,16 % dan tingkat NRW untuk wilayah pelayanan Cabang Kotabaru sebesar 29,21 % pada Tahun 2022 Analisis penerapan SOP (standar operasional prosedur) dalam pengendalian NRW perlu dilakukan agar pemantauan terhadap kosistensi kualitas dapat dilakukan dan memberikan kemudahan dalam mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pengendalian NRW yang telah dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara dengan pihak-pihak terkait yang difokuskan pada 7 (tujuh) indikator dalam SOP yaitu efisiensi, kosistensi, minimalisasi kesalahan, penyelesaian masalah, perlidungan tenaga kerja, peta kerja, dan batasan pertahanan . Hasil analisis yang   dilakukan terhadap penerapan SOP pada Perumdam Tirta Tarum Kabupaten Karawang dikaitkan dengan 7 (tujuh) indikator SOP didapatkan hasil bahwa penerapan 5 (lima) indikator SOP secara efektifitas sudah baik., sedangkan 2 (dua) indikator SOP masih masuk dalam kategori cukup. Sehingga secara keseluruhan penerapan SOP yang sudah ada mudah dipahami dan sudah diterapkan dengan baik, namun jika dilihat dari detail SOP acuan ini masih bersifat pengendalian NRW secara pasif, penerapan SOP baru dapat dilakukan setelah mendapat pelaporan, aduan dari masyarakat.    
AUDIT ENERGI AWAL PADA RUMAH POMPA KANDANGAN PDAM SURYA SEMBADA KOTA SURABAYA Rifaldi, Reza; Masduqi, Ali; Hastuti, Dian Suci
JURNAL DARMA AGUNG Vol 32 No 2 (2024): APRIL
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung (LPPM_UDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/ojsuda.v32i2.4096

Abstract

Pada tahun 2022, konsumsi energi PDAM Surya Sembada Kota Surabaya sebesar 91.893.660 kWh/tahun dengan biaya energi Rp. 409/m3. Mengacu pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor 14 tahun 2012 tentang Manajemen Energi, pengguna energi yang menggunakan energi lebih besar atau sama dengan 6.000 ton minyak/tahun atau sekitar 70.000.000 kWh/tahun wajib melakukan manajemen energi. Salah satu langkah dalam manajemen energi adalah melaksanakan audit energi secara berkala. Audit energi ini bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi pompa dan Konsumsi Energi Spesifik (KES) sehingga diketahui rekomendasi teknis yang tepat terhadap optimasi pompa yang saat ini beroperasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif secara kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis audit yang diterapkan adalah audit energi awal. Dari hasil audit energi awal yang dilakukan, diketahui bahwa seluruh pompa memiliki nilai efisiensi pompa di atas 60% dan nilai KES kurang dari 0,4 kWh/m3. Hal tersebut mengindikasikan kondisi pompa eksisting masih sangat baik dan layak beroperasi. Nilai faktor daya (cos j) pada pompa 1 sebesar 0,813 sedangkan batasan minimun nilai faktor daya yaitu 0,85. Hal tersebut mengakibatkan PDAM akan terkena denda kVAr. Pemasangan kapasitor bank dapat menjadi solusi untuk menghindari denda kVAr yang diakibatkan nilai faktor daya kurang dari 0,85.
APLIKASI METODE DRASTIC UNTUK ANALISIS KERENTANAN AIR TANAH TERHADAP PENCEMARAN DI KABUPATEN BOYOLALI, PROVINSI JAWA TENGAH Baskoro, Muhammad Ario; Mardyanto, Mas agus; Masduqi, Ali; Santoso, Irwan Bagyo
Sebatik Vol. 27 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v27i2.2319

Abstract

Pembangunan wilayah yang disertai dengan peningkatan aktivitas manusia dapat berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan, khususnya air tanah. Oleh karena itu, perlindungan air tanah dari pencemaran sangat penting untuk dilakukan mengingat pesatnya perubahan pola penggunaan lahan serta perkembangan wilayah Kabupaten Boyolali. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kerentanan pencemaran air tanah bebas di Kabupaten Boyolali berdasarkan hasil analisis spasial dan observasi lapangan. Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini secara garis besar mencakup perhitungan matematis, analisis deskriptif, dan analisis spasial. Perhitungan matematis digunakan untuk menganalisis kerentanan air tanah terhadap pencemaran. Analisis deskriptif dalam penelitian ini mencakup kegiatan survei lapangan, pengukuran di lapangan, observasi, serta pemetaan. Sedangkan analisis spasial meliputi kegiatan deliniasi dan zonasi berdasarkan pada indeks DRASTIC dan penggunaan lahan. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis) dengan bantuan software ArcGIS 10.2. Potensi kerentanan air tanah kemudian dianalisis dengan menggunakan metode DRASTIC yang terdiri dari tujuh parameter yaitu kedalaman muka air tanah (D), curah hujan (R), media akuifer (A), tekstur tanah (S), topografi (T), Material zona tak jenuh (I) dan konduktivitas hidraulik (C). Selain itu, terdapat parameter lain yaitu penggunaan lahan yang dimaksudkan untuk meningkatkan akurasi hasil analisis kerentanan. Berdasarkan hasil analisis, kerentanan air tanah di Kabupaten Boyolali terbagi menjadi lima kelas kerentanan, yang meliputi tidak rentan (90-111), kerentanan rendah (112-132), kerentanan sedang (133-153), kerentanan tinggi (154-174), dan kerentanan sangat tinggi (175-195). Hasil analisis dapat digunakan sebagai acuan dalam pengelolaan air tanah di daerah penelitian
Pengembangan Jaringan Pipa Distribusi Air Minum Perumda Tirta Lestari Kabupaten Tuban Unit Pelayanan Kecamatan Palang Siswati, Siswati; Masduqi, Ali
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 12, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v12i4.81902

Abstract

Pemenuhan kebutuhan air minum merupakan salah satu program pemerintah untuk mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Salah satu parameter penting dalam pemenuhan kebutuhan air minum adalah sistem distribusi yang baik. Kecamatan Palang merupakan salah satu daerah pelayanan dari Perumda Air Minum Tirta Lestari. Namun, data tahun 2023 menunjukan bahwa Palang mempunyai presentase kebocoran tertinggi sebesar 36,16% dibandingan dengan semua wilayah pelayanan Perumda Tirta Lestari. Kebocoran tersebut terjadi pada pipa distribusi dan pipa sekunder sehingga hal tersebut menyebabkan gangguan distribusi air ke pelanggan terganggu. Tujuan dari penelitian ini adalah evaluasi sistem distribusi air minum dan pengembangan pada jaringan perpipaan di UPK Palang melalui analisis model hidrolik distribusi air minum untuk 10 tahun ke depan. Penelitian ini menggunakan Software EPANET 2.2 untuk analisis data. Hasil analisis jaringan pipa eksisting secara keseluruhan menunjukkan bahwa tekanan sudah memenuhi kriteria standar. Namun, terdapat beberapa pipa dengan kecepatan aliran yang masih di bawah 0,3 m/detik. Selain itu, ada satu pipa yang memiliki headloss melebihi standar, yaitu sebesar 27,41 m/km. Sehingga pada pengembangan tahap I dilakukan perbaikan dengan penambahan pipa paralell dan setelah dilakukan penambahan pipa paralel terjadi penurunan headloss dari 27,41 menjadi 6,51 m/km. Kebutuhan air pengembangan pada tahap I dan tahap II menggunakan kapasitas debit air yang tersedia dan kebocoran 20%, kapasitas air eksiting masih dapat mencukupi kebutuhan air selama 10 tahun kedepan dengan total kebutuhan rata-rata pemakaian air yaitu 33,3 liter/detik pada tahun 2028 dan 36 liter/detik pada tahun 2033.
Penurunan Non Revenue Water (NRW) melalui Analisis Neraca Air dan Indikator Kinerja pada Wilayah Pelayanan Pilang Raya Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon Fathani, Aghfiranisa; Masduqi, Ali; Hastuti, Dian Suci
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 13, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v13i1.86141

Abstract

Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon as BUMD with healthy performance and has Full Cost Recovery (FCR), but has a high NRW value of 37.97% in 2023. Based on the monthly distribution report during February 2024 - April 2024, the location with the highest leakage report is the Pilang Raya service area with 8 leakage reports. This research was conducted using water balance analysis method and performance indicators to formulate NRW reduction strategy in Pilang Raya service area. NRW in the period May 2023 - April 2024 amounted to 54.37% with a very large water volume of 327,152 m3/12 months. Annual water loss during this period is 52.37% with a volume of water loss of 315,121 m3/12 months. The physical water loss is 46.64% and non-physical water loss is 5.73%. If converted into cost value, the potential loss of revenue due to annual physical water loss is   Rp 2,051,523,612, - and annual non-physical water loss is Rp 252,209,424, -. Physical water loss is classified as category D (extraordinary waste of resources). ATR indicator performance is classified as category D (highly inefficient). The NRW reduction program strategy is developed based on the results of the water balance analysis and performance indicators adjusted to Perumda's business plan.
Optimalisasi DMA IAIN untuk Menurunkan Kehilangan Air pada di Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon Puspa, Puspa; Masduqi, Ali; Hastuti, Dian Suci
Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah Vol 13, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtllb.v13i1.86135

Abstract

District Meter Area (DMA) of IAIN has not compliance the National Non Revenue Water (NRW) target of 25% from January-December 2023. The NRW of DMA IAIN in 2023 is 44.38%. This research aims to analyse the existing conditions, identify causes of NRW, and arrange recommendations for the optimize DMA to reduce water loss. The analysis is analysing the water consumption pattern, water balance, Infrastructure Leakage Index (ILI) and Strength Weakness Oportunity Threats (SWOT) method. This DMA has fulfilled ideal condition except the division of subDMAs, the implementation of hydraulic modelling, and the implementation of IoT. There is an indication of leakage in the pipeline based on the pressure-discharge graph. The water loss is 44.26%. The ILI is 0 or good category (A1). The ATR performance indicator is 501 L/connection/day or very bad category (D). The DMA optimisation strategies to reduce and control water loss are planning alternative financial support, forming subDMA, applying Epanet for hydraulic modelling, installing loggers and SCADA as implementation of IoT, revitalising pipes and customer meters that has 10 years of technical age, finding active leaks such as executing step test, arranging water loss reduction and control SOP, ensuring the assets safety, and updating GIS data.
Pelatihan bagi Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kabupaten Gresik Marhendra, Bara Awanda; Soedjono, Eddy Setiadi; Slamet, Agus; Masduqi, Ali; Marsono, Bowo Djoko; Yuniarto, Adhi; Purnomo, Alfan; Nurhayati, Ervin; Amalludin, Fahmi Ikhlasul; Wahyuni, Afrinda Dwi; Arliyani, Isni
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2597

Abstract

Pengelolaan air limbah yang efektif sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan. Untuk mendukung hal ini, Tim Pengabdian Masyarakat (Abmas) dari Laboratorium Teknologi Pengolahan Air, Departemen Teknik Lingkungan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), bekerja sama dengan Dinas Cipta Karya Kabupaten Gresik, mengadakan pelatihan bagi Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Pelatihan ini mencakup penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung terkait sistem pengelolaan limbah domestik, pemanfaatan hasil olahan, serta perawatan IPAL komunal. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, yang diukur melalui sesi diskusi. Sebanyak 40 peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Program ini berkontribusi pada peningkatan akses sanitasi yang aman di Kabupaten Gresik, sekaligus mendukung pencitraan daerah sebagai wilayah yang peduli lingkungan. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil memberikan pengetahuan dan keterampilan yang relevan kepada peserta, sehingga dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola air limbah secara berkelanjutan.
Pelatihan Pengelolaan Air Limbah Domestik Bagi Developer Perumahan Di Kota Surabaya Yuniarto, Adhi; Soedjono, Eddy Setiadi; Slamet, Agus; Masduqi, Ali; Marsono, Bowo Djoko; Purnomo, Alfan; Nurhayati, Ervin; Marhendra, Bara Awanda; Amalludin, Fahmi Ikhlasul; Wahyuni, Afrinda Dwi; Arliyani, Isni
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2613

Abstract

Permasalahan sanitasi, khususnya pengelolaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T), menjadi isu penting di Indonesia. Tantangan utama mencakup kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman pengelola SPALD-T, yang menyebabkan pengelolaan air limbah belum optimal. Dampaknya termasuk penyebaran bau dan risiko penyumbatan. Untuk mengatasi hal ini, diadakan pelatihan dan edukasi bagi pengelola SPALD-T di Surabaya. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan air limbah, prinsip operasional SPALD-T, metode pemeliharaan, serta langkah pemantauan. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memperoleh pengetahuan lebih baik dan keterampilan praktis yang mumpuni, sehingga mampu mengelola air limbah secara optimal. Hasilnya, kinerja SPALD-T dapat ditingkatkan, dengan mengurangi masalah bau dan penyumbatan serta mendukung keberlanjutan sistem pengelolaan. Program ini juga mendukung pencapaian target pemerintah dalam menyediakan akses sanitasi layak dan aman. Dengan pengelolaan yang lebih efektif, manfaat sanitasi yang lebih baik dapat dirasakan oleh masyarakat.
ANALISIS TINGKAT NON-REVENUE WATER (NRW) PADA JARINGAN DISTRIBUSI SPAM PUSAT PERUMDA AIR MINUM PALANGKA RAYA Nanda, Fahreza Alvian; Masduqi, Ali; Ahyar, Agus; Adhi, Bagas Wahyu
Jurnal Teknik Sipil Giratory UPGRIS Vol 5, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/giratory.v1i1.19458

Abstract

NRW is still a problem for PDAMs in Indonesia in providing drinking water for the community. This can be seen from the national average NRW level in 2021, which was 33.72% (higher than the RPJMN target of 30%). The ATR reduction strategy can be carried out correctly if the indicators or components are accurately measured. The problem is that many PDAMs need help to understand the definition or calculate ATR components according to international standards with high confidence. In this research, a water balance was prepared using WB-EasyCalc to determine the value of each ATR component with a 95% confidence level, potential loss of income, and ILI value. The results of the water balance analysis show that the ATR level at Perumda Air Minum Palangka Raya in May 2023 was 51.84%. This percentage comprises 2.19% non-revenue official consumption and 49.64% water loss. If the NRW percentage is not reduced, the potential loss of income is estimated at IDR 15,395,984,969/year. The component that causes the most water loss is physical water loss, which reaches 42.67%. The physical water loss performance indicator (ILI) has a value of 23, which is included in performance category D (extraordinary waste of resources occurs, and leak reduction programs must be prioritized). Recommendations that can be given are related to the active leak detection and pressure management.