Claim Missing Document
Check
Articles

Wakaf Untuk Pembangunan Infrastruktur Negara Dalam Persepektif Hukum Islam Mashuri, Muhammad; Iskandar, M zhafran Nauval; Wulandari, Nina Ramadhani
ASAS Vol. 14 No. 02 (2022): Asas, Vol. 14, No. 02 Desember 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/asas.v14i02.12686

Abstract

The purpose of the research is to analyze the views of Islamic law regarding waqf assets for the development of state infrastructure. The research uses descriptive analytic qualitative or literature research. The objects of this study are literary works in the form of books related to waqf about the development of state infrastructure from an Islamic perspective. Based on the results of the study of waqf for the development of state infrastructure from the perspective of Islamic law, it can be concluded into several points which Waqf provisions for state infrastructure have been determined in Law Number 41 of 2004 in Article 22. In order to achieve the objectives and functions of property waqf, waqf can only be allocated for: facilities and religious activities; facilities for education and health activities; assistance to the poor, neglected children, orphans, and scholarships; progress and improvement of the people's economy; progress of general welfare; and others that do not conflict with sharia and laws and regulations. Waqf for state infrastructure in Islam is permissible because it was adopted during the reign of the Rashidun Khulafaur, namely the Umayyad and Abbasid Dynasties. Keywords: Islamic law, Undang-Undang, Waqf for state infrastructure
FORECASTING NUMBER OF INTERNATIONAL TOURIST ARRIVALS USING MULTI INPUT INTERVENTION ARIMA MODEL Khusna, Hidayatul; Mashuri, Muhammad; Ahsan, Muhammad; Wibawati, Wibawati; Aksioma, Diaz Fitra; Suhermi, Novri
BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan Vol 18 No 3 (2024): BAREKENG: Journal of Mathematics and Its Application
Publisher : PATTIMURA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/barekengvol18iss3pp1539-1548

Abstract

In 2020, the Covid-19 pandemic caused a very significant impact resulting in the drastic decline in the number of international tourist visits. As the Covid-19 pandemic ends, the government reopen international flight to Indonesia in early 2022 to remark the revival of the tourism industry. To determine how big the impact of the Covid-19 pandemic as well as the recovery process on international tourist visits through Soekarno-Hatta, Ngurah-Rai, and Kualanamu airports in the coming period, forecasting is needed. The forecasting method utilized in this study is multi-input intervention analysis. The first input is caused by the outbreak of Covid-19 pandemic, while the second input is due to the international flight reopening. The type of intervention variable chosen is a step function because both inputs give permanent effect to the international tourist arrivals. The data used in this study are monthly international tourist arrivals based on the entrances to Soekarno-Hatta, Ngurah-Rai, and Kualanamu International Airports from January 2008 to September 2023, taken from the Central Bureau of Statistics website. Based on the results, it was found that the number of international tourist arrivals entering Soekarno-Hatta airport can be modelled using SARIMA (0,1,1)(0,1,0)12 with (b=2, s=1, r=0) and (b=2, s=[3], r=0) for first and second input of intervention variable, respectively. Furthermore, the number of international tourist visits through Ngurah-Rai airport was more appropriate to be modelled using SARIMA (1,1,1)(0,1,1)12 with intervention inputs (b=1, s=[2], r=0) and (b=4, s=0, r=1). In Kualanamu airport, the first intervention order is equal to that in Ngurah-Rai airport, with (b=3, s=[3], r=0) for second intervention input and SARIMA (0,1,1)(1,1,1)12 for pre-intervention data. The forecast results show that the number of international tourist arrivals entering Soekarno-Hatta, Ngurah-Rai, and Kualanamu international airports are already recovered to pre-pandemic conditions at a quick pace
ASAS OPORTUNITAS PADA KEWENANGAN KEJAKSAAN DALAM PENGHENTIAN PENUNTUTAN PERKARA PIDANA UMUM Anggreani, Siti Mujiana; Mashuri, Muhammad; Ariesta, Wiwin
Yurijaya : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/yurijaya.v7i1.150

Abstract

Pengaturan asas oportunitas menjadi penting dalam sistem peradilan pidana guna untuk memastikan bahwa aturan terkait asas oportunitas tidak menjadi aturan yang disalahgunakan. Adanya asas oportunitas dalam perkara tindak pidana yang dilakukan demi kepentingan umum menjadi kewenangan Jaksa Agung untuk menerapkannya. Jaksa Agung dapat berkonsultasi kepada pejabat tinggi negara lainnya yang berkaitan dengan permasalahan yang hendak dilakukan deponering. Kepentingan umum dapat dijadikan sebagai dasar penutupan perkara penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum untuk tidak melakukan penuntutan terhadap suatu perkara tindak pidana tersebut sebab terdapat kepentingan umum lain yang lebih besar daripada melanjutkan proses peradilan pidana tersebut dilanjutkan. Parameter kepentingan umum di Indonesia harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan konstitusi Negara Republik Indonesia yaitu UUD NRI Tahun 1945. Selain kepentingan umum, sebab dihentikannya penuntutan dapat terjadi jika didasari oleh kepentingan hukum antara lain terdakwa meninggal dunia, termasuk perkara nebis in idem dan juga daluwarsa. Atas sebab-sebab tersebut dapat dilakukan penghentian perkara sebab kepentingan hukum.
PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM ATAS TINDAKAN NOODWEER SEBAGAI UPAYA PEMBELAAN DIRI Hutama, Erlangga Satria; Mashuri, Muhammad; Ariesta, Wiwin
Yurijaya : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/yurijaya.v7i1.196

Abstract

Adanya kesalahan memiliki peran utama dalam menentukan tanggung jawab pidana terhadap pelaku tindak pidana, karena kesalahan menjadi faktor kunci dalam menilai apakah seseorang layak mendapat hukuman atau tidak. Namun, dalam sistem hukum pidana, terdapat beberapa dasar yang dapat membuat hakim memutuskan untuk tidak memberikan hukuman kepada terdakwa dalam persidangan atas perbuatannya yang melanggar hukum. Dasar-dasar tersebut dikenal sebagai alasan penghapusan pidana. Salah satu bentuk regulasi terkait alasan penghapusan pidana adalah konsep tindakan pembelaan terpaksa atau Noodweer. Tindakan yang diambil dengan niat membela diri, orang lain, moralitas, atau kepemilikan sendiri dan orang lain tidak dikenai sanksi pidana karena memenuhi syarat sebagai pembelaan yang menghapuskan unsur pelanggaran hukum dari suatu perbuatan pidana. Dengan demikian, tindakan yang dilakukan seseorang dapat dianggap sebagai tindakan yang tepat dan sah. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terkait bentuk perlindungan hukum serta tujuan hukum penghapusan pidana atas tindakan noodweer sebagai upaya pembelaan diri berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Donggala 32/Pid.B/2021/PN Dgl.
PENERAPAN ASAS RESTORATIVE JUSTICE DALAM PENANGANAN TINDAK PIDANA CUKAI TERHADAP KEPEMILIKAN ROKOK TANPA CUKAI Andini, Asia Wahyu; Sulatri, Kristina; Mashuri, Muhammad
Yurijaya : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/yurijaya.v7i1.198

Abstract

Konsumsi rokok di Indonesia sangat tinggi disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya minimnya pemahaman masyarakat mengenai bahaya dan dampak yang ditimbulkan oleh rokok. Rokok adalah salah satu aspek kontributor penerimaan negara karena cukai atau pajak yang didapatkan dari rokok sangat tinggi. Perindustrian rokok yang mengalami kemajuan pesat menimbulkan banyaknya produsen yang tidak taat atas kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah sehingga memilih cara ilegal dengan memproduksi rokok tanpa cukai. Sementara cukai itu sendiri adalah bea masuk yang dilakukan pemerintah kepada barang-barang dengan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh negara. Tentunya kondisi ini dapat merugikan negara dan produsen swasta lainnya yang taat pajak atau cukai. Perbuatan pidana di bidang cukai tidak diklasifikasikan sebagai kejahatan melainkan sebagai suatu pelanggaran. Dalam proses penyelesaian suatu tindak pidana terdapat suatu asas hukum yang menjadi dasar hukum positif yaitu Restorative justice,merupakan salah satu metode pendekatan dalam menyelesaikan kasus pidana. Berbeda dengan sistem peradilan pidana tradisional, pendekatan ini menekankan pada partisipasi langsung pelaku kejahatan sebagai subyek hukum, korban dan masyarakat dalam proses penyelesaian perkara pidana.
Monitoring PH of Shrimp Water using Progressive Max Chart Rosyadi, Niam; Syahzaqi, Idrus; Ibrahim, Auron Saka; Sihotang, Raja Van Den Bosch; Ahsan, Muhammad; Mashuri, Muhammad
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 9, No 4 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v9i4.30255

Abstract

Control charts aim to reduce variability in the process and monitor for out-of- control processes. So far, the process of monitoring quality is usually carried out partially, namely monitoring the mean process and process variability. This approach is less effective and time-consuming because two separate charts must be created simultaneously. One alternative is to analyze both parameters simultaneously, such as through the Progressive Max Chart method (Mixed-Methods Research: Quantitative and Applied). The Progressive Max Chart is a control chart designed for monitoring both the mean and variability by considering the case of subgroup observations. This study uses a quantitative approach, combining primary data collection and simulations to generate findings through statistical analysis and quantifiable measurements. The purpose of this research is to compare methods such as the Progressive Max Chart, EWMA-Max, and Max Chart. The analysis results show that the Progressive Max Chart method performs better than the Max Chart and EWMA- Max Chart, both in terms of mean, variance, and mean-variance detection, for small shifts and large shifts. The control chart performance results provide optimal outcomes for monitoring out-of-control signals at subgroup sizes of n = 2, 3, 5. This is characterized by ARL₁ values that approach 1 more quickly. This method is applied to pH data from vannamei shrimp pond water located in Madura. The Progressive Max Chart method provides optimal results by maximizing the detection of in-control signals. Additionally, it is tested on synthesized data and demonstrates optimal performance in detecting both small and large shifts in mean, variance, and mean-variance.
Perlindungan Khusus Terhadap Pengungsi Anak Dari Luar Negeri Ditinjau Dari Pasal 61 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Kusuma, Meidiana Bethari; Humiati, Humiati; Mashuri, Muhammad
Yurijaya : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 5 No. 3 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/yurijaya.v5i3.114

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengkaji peraturan pengungsi anak dari luar negeri berdasarkan Pasal 61 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Metode penelitian bersifat normatif, yaitu penelitian yang menggunakan data sekunder. Pendekatan yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan undang-undang, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Dalam Pasal 61 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002, penyelenggaraan perlindungan khusus pengungsi anak diatur selanjutnya di dalam hukum humaniter. Hal ini berbeda dengan kenyataannya mengingat Indonesia tidak meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951 sehingga tidak tunduk dalam hukum humaniter, tetapi Indonesia membuat peraturan khusus yaitu Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.
Analisis Hukum Terhadap Keabsahan Pendaftaran Tanah Secara Elektronik Dalam Menjamin Kepemilikan Tanah Yang Sah Sholiha, Ani Amaliatus; Istijab, Istijab; Mashuri, Muhammad
Yurijaya : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 6 No. 3 (2024): DESEMBER
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/yurijaya.v6i3.120

Abstract

Negara sebagai entitas pemerintahan mempunyai kedaulatan untuk menata dan mengelola bumi, air, ruang angkasa dan kekayaan alamnya, berpedoman kepada peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan. Salah satu cara untuk menjamin kepemilikan tanah, diselenggarakan pendaftaran tanah disemua wilayah Indonesia oleh Pemerintah berdasarkan PP RI No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Dalam perkembangan teknologi ini Pemerintah telah mengadakan program terbaru dari pendaftaran tanah dengan memanfaatkan sistem elektronik. Penelitian ini menggali bagaimana keabsahan dari pendaftaran tanah secara elektronik yang dilaksanakan oleh BPN. Selain itu, penelitian ini juga menganalisis kekuatan pembuktian sertifikat tanah elektronik ditinjau dari hukum acara perdata. Sehingga nantinya dapat diketahui keabsahan pendaftaran tanah secara elektronik tersebut dan kekuatan sertifikat elektronik dalam menunjukkan kepemilikan tanah yang sah. Metode penelitian dilakukan secara yuridis normatif menganalisis peraturan dan kebijakan yang berlaku, sejarah, dan pandangan ahli hukum terkait penyelenggaraan pendaftaran tanah secara elektronik dalam menjamin kepemilikan tanah yang sah. Temuan penelitian ini memberikan gambaran secara rinci terhadap penyelenggaraan pendaftaran tanah secara elektronik yang dilakukan oleh BPN RI dimana telah memenuhi peraturan yang berlaku. Selain itu, banyak upaya yang dilaksanakan BPN RI untuk menjamin keamanan dari pendaftaran tanah elektronik. Sehingga keabsahan pendaftaran tanah secara elektronik terpenuhi dan sertifikat elektronik sebagai produk dari pendaftaran tanah secara elektronik memiliki kekuatan pembuktian yang sah.
Analisa Yuridis Terhadap Aturan Hukum Calon Tunggal Pemilihan Kepala Daerah Dalam Perspektif Kepastian Hukum Aprilianti, Diana Dwi; Mashuri, Muhammad; Humiati, Humiati
Yurijaya : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/yurijaya.v6i1.127

Abstract

Pelaksanaan sistem demokrasi politik di Indonesia melalui Pemilihan Umum merupakan sarana bagi rakyat untuk memilih wakil-wakilnya, termasuk dalam memilih kepala daerah melalui sistem demokrasi yang dikenal sebagai pilkada. Namun, dalam sejarahnya, pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah telah menghadirkan fenomena politik hukum baru di Indonesia, kontestasi politik merupakan salah satu contohnya, yang hanya diikuti oleh satu pasangan calon atau disebut juga sebagai pasangan calon tunggal. Kepastian hukum terkait aturan calon tunggal pemilihan kepala daerah dapat dirujuk pada Putusan MK No.  100/PUU-XIII/2015 yang kemudian diperkuat dengan ketentuan Pasal 54C ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016. Situasi di mana hanya ada satu pasangan calon dalam pemilihan kepala daerah mengacu pada kontestasi pemilihan yang tetap dilakukan meskipun pilihan yang beragam diinginkan dalam demokrasi. Meskipun demikian, kehadiran satu pasangan calon tidak menghentikan proses pemilihan karena regulasi mengharuskan pemilihan dilakukan. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang pluralitas dan kompetisi yang sehat dalam pemilihan, serta memicu diskusi tentang meningkatkan partisipasi masyarakat untuk proses pemilihan yang lebih dinamis dan representatif. Sementara itu, bentuk aturan yang ideal terhadap calon tunggal kepala daerah guna memudahkan demokrasi sesuai konstitusi dapat dilakukan dengan merevitalisasi regulasi yang mengatur terkait aturan ambang batas bagi partai politik yang terlalu tinggi, aturan pendaftaran calon yang masih memerlukan surat rekomendasi dari pengurus partai di tingkat pusat, serta aturan terkait fasilitas kampanye yang seharusnya tidak hanya diberikan kepada pasangan calon tunggal namun juga diberikan terhadap pendukung kolom kosong demi memenuhi rasa keadilan.
Efektifitas Pelaksanaan Fungsi Pembentukan Peraturan Daerah Pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Berdasarkan Asas Kepastian Hukum Vernanda, Elsa Lawdy; Mashuri, Muhammad; Humiati, Humiati
Yurijaya : Jurnal Ilmiah Hukum Vol. 6 No. 1 (2024): APRIL
Publisher : Universitas Merdeka Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51213/yurijaya.v6i1.129

Abstract

Penyelidikan ini didorong oleh kekhawatiran bahwa peran DPRD sebagai pengatur daerah belum berjalan semulus yang seharusnya. DPRD Kabupaten Pasuruan mengalami permasalahan dalam merumuskan peraturan daerah yang diperlukan untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pengaturan kehidupan masyarakat. DPRD Kabupaten Pasuruan memiliki tantangan salah satunya dalam menjalankan perannya menyusun peraturan daerah. Dan permasalahan apa yang muncul di DPRD Kabupaten Pasuruan dalam rangka penyusunan Peraturan Daerah dengan Kepastian Hukum Mutlak. Dan bagaimana hambatan-hambatan itu dinavigasi untuk membuat peraturan daerah juga dibahas. Dalam penyelidikan ini, kami menggunakan strategi hukum empiris. Dengan strategi tersebut, DPRD dapat menilai secara lebih tepat manfaat dan kerugian pembentukan peraturan daerah yang sesuai dengan konsep kepastian hukum. Peneliti juga bertemu dengan staf sekretariat DPRD Kabupaten Pasuruan dan perwakilan Bappeda untuk membahas bagaimana Perda disusun. Merencanakan, menyusun, membahas, mengevaluasi, dan memfasilitasi rancangan peraturan daerah, pengesahan atau pengesahan, penomoran, pengundangan dan pengesahan, serta sosialisasi adalah semua langkah dalam proses dimana DPRD menjalankan fungsi legislasinya dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. DPRD mengalami hambatan saat menyusun peraturan perundang-undangan akibat ketegangan antara pemerintah federal dan pemerintah daerah, yang memperlambat proses pengesahan Raperda. Untuk menangkal inisiatif tersebut, DPRD terlebih dahulu mengumpulkan data sebelum menyerahkannya ke pemerintah federal.
Co-Authors ., Asmadi ., Jueriyah Abdul Fatah Agus Suharsono Ahsan, Muhammad Ahsan, Muhammad Amelia Kurnia Salwa Andini, Asia Wahyu Anggra Ayu Rucitra, Anggra Ayu Anggreani, Siti Mujiana Aprilianti, Diana Dwi Ariesta, Wiwin Arif Arif Aulia Ahmad Ayub Samuel Yosepha Bambang Widjanarko Otok Budi Lestari Budi Lestari Chusnul Khotimah Diaz Fitra Aksioma Dony Mukthar Harianja Dwita Bening Safitri Dwitiya Khansa N Ekasari, Nazihah Faisol Yusuf Fathur Rahman Fernanda Rifki, Kevin Agung Hidayat, Muchamad Angga Hidayatul Khusna Hidayatul Khusna Humiati, Humiati Hutama, Erlangga Satria I Nyoman Budiantara Ibrahim, Auron Saka Idrus Syahzaqi Ilham Maharsa P Imaduddin Wafi Imam Rido Riarso Inka Ramadhani Putri Irhamah - Irijanto, Irijanto Iskandar, M zhafran Nauval Ismail, Yudhia Istijab, Istijab Kusuma, Meidiana Bethari Lucia Aridinanti Lutfi Nur Aini Makkulau Makkulau Makkulau Makkulau Makkulau Makkulau Maulana, Korgie Aryatama Mohammad Hafidz Al Habib Nazihah Ekasari Ni Luh Putu Satyaning Pradnya Paramita Ni Luh Putu Satyaning Pradnya Paramitha Purhadi Purhadi Rahmawati Pane Ratu sawitri rizqi Putri Ridho Tri Putranto Rizky Amalia Putri Rosyadi, Niam Sakura Ayu Oktaviasari Sari, Rani Puspita Sholiha, Ani Amaliatus Sihotang, Raja Van Den Bosch Siti Aisyah Siti Azizah Sony Sunaryo Sony Sunaryo Suhermi, Novri Sulatri, Kristina Sulistianingrum Sulistianingrum Susanti Linuwih Susanti Linuwih Susanti Linuwih Tubagus Elgi Faturahman Syahputra Vela Riski Pradini Vernanda, Elsa Lawdy Wahyu Wulan Fitriah Wibawati Wibawati Wibawati Wibawati Wibawati Wibawati Wibawati Wiwiek Setya Winahju Wulandari, Nina Ramadhani