Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Self-Compassion terhadap Psychological Well-Being Pengajar Muda di Indonesia Mengajar Atikah Fairuz Renggani; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p13

Abstract

Psychological well-being merupakan aspek penting yang perlu dimiliki pengajar muda selama bertugas di daerah pedalaman Indonesia. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi psychological well-being adalah self compassion. Self compassion merupakan kemampuan individu untuk memberikan perhatian dan kepedulian terhadap diri sendiri ketika mengalami tantangan, masalah, dan kesulitan dalam hidup serta mampu melihat hal tersebut sebagai bagian dari pengalaman hidup manusia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran self compassion terhadap psychological well-being pengajar muda di Indonesia Mengajar. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 60 orang pengajar muda yang sedang bertugas di daerah pedalaman dengan menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala self compassion dengan reliabilitas sebesar 0,943 dan skala psychological well-being dengan reliabilitas sebesar 0,915. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukan R= 0,792 dan adjusted R square sebesar 0,628. Hal tersebut menjelaskan bahwa self compassion memiliki peran sebesar 62,80% terhadap psychological well-being. Koefisien beta terstandarisasi self compassion sebesar 0,792 dan signifikansi 0,000 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa self compassion berperan terhadap psychological well-being pengajar muda di Indonesia Mengajar. Kata Kunci: Self-compassion, Psychological well-being, Pengajar Muda, Indonesia Mengajar
Gambaran Kelekatan pada Remaja Akhir Putri di Panti Asuhan Tunas Bangsa Denpasar Heydi Paramitha; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2018.v05.i02.p19

Abstract

Kelekatan merupakan suatu hubungan emosional yang kuat, spesifik, dan terjalin dalam kurun waktu yang lama, serta saling terikat antara individu dengan figur lekat. Secara alamiah, remaja diasuh dan dibesarkan dalam keluarga yang memiliki orangtua lengkap sebagai figur lekat utama, namun faktanya kondisi keluarga yang tidak utuh, ataupun kondisi ekonomi yang kurang, menyebabkan beberapa remaja harus tinggal di panti asuhan dan terpisah dari orangtua bahkan sejak kecil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kelekatan yang dialami oleh remaja akhir putri di Panti Asuhan Tunas Bangsa Denpasar.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi.Responden penelitian ini sebanyak 3 orang remaja akhir putri yang tinggal di Asuhan Tunas Bangsa Denpasar.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua responden mengalami pola kelekatan aman (secure attachment), dan satu responden mengalami pola kelekatan lepas (dismissing attachment). Kelekatan aman pada penelitianini dilatar belakangi oleh pola kelekatan yang sama pada masa awal kehidupan, cara pandang positif terhadap diri sendiri dan orang lain, serta mampu menjalin kedekatan dengan orang lain. Kelekatan lepas dilatar belakangi oleh pola kelekatan menghindar (avoidant attachment) pada masa awal kehidupan, memiliki cara pandang positif terhadap diri sendiri, namun negatif terhadap orang lain, sehingga tidak mampu menjalin kedekatan dengan orang lain. Kata kunci: Kelekatan, Remaja akhir putri, Panti asuhan, Denpasar
Peran Teknik Disiplin Induksi dan Kecerdasan Adversitas terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana yang Mengikuti Organisasi Ni Made Diah Saraswati; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Mahasiswa Arsitektur yang mengikuti organisasi mengalami kesulitan dalam menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan non akademik, sehingga hal tersebut mungkin berpengaruh terhadap prestasi akademik. Mahasiswa harus memiliki kecerdasan adversitas yang baik agar mampu menghadapi kesulitan tersebut. Selain kecerdasan adversitas, faktor lain yang memengaruhi keberhasilan prestasi akademik adalah teknik disiplin orangtua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran teknik disiplin induksi dan kecerdasan adversitas terhadap prestasi akademik mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana yang mengikuti organisasi. Penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana, dengan jumlah sampel sebanyak 128 orang. Penelitian ini menggunakan skala dan arsip nilai sebagai metode pengumpulan data. Analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah uji regresi berganda. Hasil regresi berganda menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,155 dan koefisien determinasi sebesar 0,024, dengan nilai signifikansi sebesar 0,218 (p> 0,05) artinya teknik disiplin induksi dan kecerdasan adversitas tidak berperan terhadap prestasi akademik mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana yang mengikuti organisasi. Teknik disiplin induksi memiliki signifikansi sebesar 0,144 (p>0,05) artinya teknik disiplin induksi tidak berperan terhadap prestasi akademik. Kecerdasan adversitas memiliki signifikansi sebesar 0,828 (p>0,05) artinya kecerdasan adversitas tidak berperan terhadap prestasi akademik. Kata kunci: Kecerdasan adversitas, mahasiswa Arsitektur Universitas Udayana, prestasi akademik, teknik disiplin induksi.
Peran Efikasi Diri dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kecenderungan Kreativitas dalam Menulis Karya Ilmiah pada Siswa SMA yang menjadi Anggota Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) di Denpasar Ni Made Abi Pawitri; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah adalah kecenderungan individu untuk menghasilkan suatu karya ilmiah yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan yang bermakna yang bersifat unik, baru, tidak terpikirkan oleh orang lain sebelumnya, orisinal, dan bermanfaat bagi lingkungan di sekitarnya. Terwujudnya kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah tidak terlepas dari faktor-faktor internal yang memengaruhinya seperti efikasi diri dan motivasi berprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran efikasi diri dan motivasi berprestasi terhadap kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah pada siswa SMA yang menjadi anggota KIR di Denpasar. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Responden dalam penelitian ini adalah siswa yang menjadi anggota KIR dari SMA Negeri 3 Denpasar, SMA Negeri 4 Denpasar, dan SMA Katolik Santo Yoseph Denpasar berjumlah 150 orang. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kecenderungan Kreativitas dalam Menulis Karya Ilmiah, Skala Efikasi Diri, dan Skala Motivasi Berprestasi. Hasil uji regresi berganda menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,825 dan koefisien determinasi sebesar 0,681, dengan signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti efikasi diri dan motivasi berprestasi secara bersama-sama berperan terhadap kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah dan memberikan pengaruh sebesar 68,1%. Efikasi diri memiliki signifikansi 0,000 (p<0,05) sehingga berperan terhadap kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah dan motivasi berprestasi memiliki signifikansi 0,000 (p<0,05) sehingga berperan terhadap kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah. Kata kunci: Kecenderungan kreativitas dalam menulis karya ilmiah, efikasi diri, motivasi berprestasi
Hubungan antara kecemasan akademik dan sleep paralysis pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana tahun pertama Karla Amanda Permata; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p01

Abstract

Sleep paralysis adalah gangguan tidur dimana individu memiliki kesadaran saat tidur tetapi tidak mampu bergerak dan berbicara dalam beberapa detik atau menit bahkan sulit bernapas serta merasakan sesak di dada. Sleep paralysis dapat dialami paling tidak satu kali dalam hidup manusia. Usia rata-rata individu pertama kali mengalami ganguan tidur ini adalah 14-18 tahun. Salah satu penyebab terjadinya sleep paralysis adalah kecemasan. Sedangkan bentuk kecemasan mahasiswa adalah kecemasan akademik. Kecemasan akademik adalah perasaan gelisah yang tidak menyenangkan yang mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis mahasiswa dalam situasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara kecemasan akademik terhadap terjadinya sleep paralysis. Subyek dalam penelitian ini adalah 80 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana 2016/2017 tahun pertama. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling daerah. Instrumen penelitian ini adalah skala kecemasan akademik dan skala sleep paralysis. Hasil yang diperoleh dari analisis chi square menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kecemasan akademik terhadap terjadinya sleep paralysis. Kata kunci: Sleep paralysis, Kecemasan Akademik, Mahasiswa FK Unud
Resiliensi ibu dengan anak autisme Claudia Putu Desiana Chyntia Dewi; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i01.p19

Abstract

Kehadiran anak dengan gangguan autisme di tengah-tengah keluarga menjadi pengalaman tersendiri bagi ibu dalam mendampingi dan mengasuh anak dengan autisme, yang dapat menimbulkan perubahan besar dan krisis bagi ibu. Ketidakmampuan ibu dalam mengatasi krisis yang dialami dapat mengganggu fungsi dan peran ibu terkait pengasuhan. Resiliensi menjadi salah satu faktor yang membantu ibu dalam menjalankan peran pengasuhan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran resiliensi ibu dengan anak autisme. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Responden yang terlibat di dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak dengan gangguan autisme. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara, observasi, dan laporan diri responden. Data yang terkumpul dianalisis dengan theoretical coding dari Strauss dan Corbin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu melakukan mekanisme penyesuaian diri dan mekanisme koping dalam usaha mencapai resiliensi. Mekanisme penyesuaian diri yang dikembangkan oleh ibu dengan anak autisme dibagi menjadi dua yaitu mekanisme penyesuaian terhadap karakteristik anak dan mekanisme penyesuaian terhadap respon lingkungan sekitar. Sedangkan mekanisme koping yang dikembangkan berupa kontrol diri, berpasrah, melakukan pengalihan, mencari informasi, mencari bantuan, dan pemecahan masalah bersama. Kata Kunci: Ibu dengan anak autisme, Resiliensi
Peran dukungan sosial orangtua dan kemandirian terhadap kecerdasan adversitas siswa full day school SMA Negeri 2 Semarapura Luh Gde Prisma Andari; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Kecerdasan adversitas adalah kemampuan individu untuk merespon kesulitan dan pengendalian terhadap respon dalam situasi yang menekan. Dalam menjalani program full day school, kecerdasan adversitas diperlukan agar para siswa mampu untuk bertahan dan mengatasi tantangan atau kesulitan yang dialami. Peneliti berasumsi bahwa dukungan sosial orangtua dan kemandirian berperan terhadap kecerdasan adversitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran dukungan sosial orangtua dan kemandirian terhadap kecerdasan adversitas siswa full day school kelas X di SMA Negeri 2 Semarapura. Subjek dalam penelitian ini adalah 180 orang siswa full day school kelas X semester 1 di SMA Negeri 2 Semarapura yang telah di random. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecerdasan adversitas, skala dukungan sosial orangtua, dan skala kemandirian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,629, nilai koefisien determinasi sebesar 0,396 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel dukungan sosial orangtua sebesar 0,502 dan kemandirian sebesar 0,235. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dukungan sosial orangtua dan kemandirian secara bersama-sama berperan terhadap kecerdasan adversitas siswa full day school di SMA Negeri 2 Semarapura. Kata Kunci : dukungan sosial orangtua, full day school, kecerdasan adversitas, kemandirian
Hubungan dukungan sosial teman sebaya terhadap motivasi berprestasi pada remaja awal di Kota Denpasar Anak Agung Ayu Rianika Wijaya; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p05

Abstract

Motivasi berprestasi merupakandaya penggerak yang memotivasi semangat seseorang, mendorong seseorang untuk mengembangkan kreativitas dan menggerakkan semua kemampuan serta energi yang dimilikinya demi mencapai prestasi yang maksimal.Motivasi berprestasi mulai tumbuh pada usia remaja awal dimana mulai membentuk kebiasaan untuk mencapai suatu keberhasilan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan terkait dukungan sosial teman sebaya terhadap motivasi berprestasi pada remaja awal di Kota Denpasar.Data Dinas Pendidikan Kota Denpasar mencatat bahwa prestasi remaja awal di Kota Denpasar tebilang tinggi. Peningkatan motivasi berprestasi salah satunya dipengaruhi oleh dukungan sosial teman sebaya, teman sebaya memiliki peran penting dalam perkembangan remaja terutama pada tahapan perkembangan belajar dimana remaja yang banyak memiliki teman akan mampu meningkatkan minat terhadap pendidikan guna meningkatkan motivasi berprestasi. Sampel penelitian ini berjumlah 92 orang dengan metode analisa data yang digunakan adalah metode korelasi Pearson Product Moment. Hasil koefisien korelasinya yang diperoleh sebesar (+) 0,477 menunjukan adanya hubungan antara variabel dukungan sosial teman sebaya terhadap motivasi berprestasi dan berada pada intensitas yang cukup kuat. Tanda positif (+) menunjukkan bahwa semakin positif dukungan sosial teman sebaya maka akan mengakibatkan semakin positif pula motivasi berprestasi. Kata kunci: Dukungan sosial, teman sebaya, remaja awal, motivasi berprestasi.
Peran problem focused coping dan emotional focused coping terhadap. kepuasan pernikahan pada istri yang mengalami infertilitas Coresy Aquindo Tedjo Prajogo; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Kepuasan pernikahan merupakan hal penting yang diperlukan dalam sebuah rumah tangga terutama bagi istri yang mengalami infertilitas. Salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan pernikahan adalah problem focused coping dan emotional focused coping. Problem focused coping adalah strategi yang digunakan dalam menyelesaikan masalah. Sedangkan, emotional focused coping adalah strategi untuk meredakan emosi individu yang menimbulkan pengaruh negatif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif untuk mengetahui peran koping stres terhadap kepuasan pernikahan terhadap istri yang mengalami infertilitas. Subjek penelitian ini terdiri dari 60 istri yang mengalami infertilitas dengan teknik purposive sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala problem focused coping dengan reliabilitas 0,758, emotional focused coping dengan reliabilitas sebanyak 0,837 dan skala kepuasan pernikahan dengan reliabilitas sebesar 0,908. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai R=0,485 dan adjusted R square sebesar 0,235. Hal tersebut menjelaskan bahwa problem focused coping dan emotional focused coping memiliki peran sebesar 23,5% terhadap kepuasan pernikahan sehingga disimpulkan bahwa problem focused coping dan emotional focused coping berperan terhadap kepuasan pernikahan pada istri yang mengalami infertilitas.
Hubungan internal locus of control dan kecerdasan emosional terhadap perilaku prososial remaja di Kota Denpasar Putu Maha Putri Sarasdewi; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Perilaku prososial merupakan suatu bentuk perilaku yang memberikan keuntungan bagi individu lain baik dari segi materi, fisik dan psikologis, yang dilakukan berdasarkan inisiatif sendiri tanpa ada motif tertentu. Penelitian ini didasari oleh fenomena-fenomena di Kota Denpasar terkait menurunnya perilaku prososial, terdapat kasus-kasus yang menunjukkan rendahnya perilaku prososial pada remaja di Kota Denpasar sehingga penelitian ini relevan untuk dilakukan. Perilaku prososial dapat berkembang karena adanya faktor personal salah satunya adalah internal locus of control di samping faktor personal perilaku prososial juga dipengaruhi oleh kemampuan individu untuk mengenali, memotivasi, dan mengelola emosi pada diri sendiri maupun orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan internal locus of control dan kecerdasan emosional terhadap perilaku prososial pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek remaja berusia 12-21 tahun yang sedang menempuh pendidikan di Kota Denpasar berjumlah 123 orang, yang dipilih dengan menggunakan cluster random sampling. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari skala internal locus of control, skala kecerdasan emosional, dan skala perilaku prososial. Metode analisis data menggunakan teknik multiple regression, dengan hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara internal locus of control dan kecerdasan emosional terhadap perilaku prososial remaja di Kota Denpasar, yang berarti semakin tinggi tingkat internal locus of control dan kecerdasan emosional maka semakin tinggi tingkat prososial.
Co-Authors A.A.Istri Pritha Anindita Indra Agustini, Ni Made Yanti Ary Ambarini, Tri Kurniati Anak Agung Ayu Rianika Wijaya Anak Agung Istri Manik Warmadewi Ananda Aditya Hutapea Andari, Luh Gde Prisma Annisa Rachma Sawitri Ariyanti, Ni Made Putri Astuti, Sang Ayu Made Chyntia Putri Atikah Fairuz Renggani Cahyaningrat, Ni Kadek Dinda Pramesti Claudia Putu Desiana Chyntia Dewi Cokorda Istri Indraswari Pemayun Cokorda Istri Indraswari Pemayun, Cokorda Istri Indraswari Coresy Aquindo Tedjo Prajogo Deviyanthi, Ni Made Ferra Sarah Dewi Puri Astiti Dewi, Claudia Putu Desiana Chyntia Dharmasasmitha, Virgina Divariani, Putu Donna Priskila Dwijayani, Ni Komang Karmini Dwilestari, Ni Made Ayu Krisna Erlangga, I Gusti Made Surya Evitasari, Ida Ayu Gede Sri Firnandha Salsabila Gagahriyanto, Muhammad Anjar Gde Bagus Andhika Wicaksana Hamidah Hamidah Haryati, Tuningsih Heydi Paramitha Hutapea, Ananda Aditya I Gusti Ayu Diah Fridari I Gusti Ayu Jayanthi Prima Dewi I Gusti Ayu Wulandari I Gusti Made Surya Erlangga I Komang Ari Mogi I Made Rustika I Nyoman Darma Kotama Ida Ayu Gede Sri Evitasari Ida Ayu Ratih Tricahyani Ida Bagus Gede Parama Putra Putra Indra, A.A.Istri Pritha Anindita Ivana Gunawan Karla Amanda Permata Kirana, Nabila Ardhyaswari Komang Diah Laxmy Prabadewi Komang Diah Laxmy Prabadewi L.M.K.S. Suarya Linardo, Lionel Timmy Linggasani, Made Anggita Wahyudi Lionel Timmy Linardo Luh Gde Prisma Andari Luh Kadek Pande Ary Susilawati Luh Made Karisma Sukmayanti M.D. Lestari Made Anggita Wahyudi Linggasani Made Kristiana Dewi Made Mas Surya Wiguna Made Suryanatha Prabawa Mahendra Putri, Ni Komang Avelia N.K. Ekawati Nabila Ardhyaswari Kirana Nareswari Diah Wijang Wardhani Ni Komang Avelia Mahendra Putri Ni Komang Indra Mahayani Ni Luh Indah Desira Suwandi Ni Luh Krishna Ratna Sari Ni Made Abi Pawitri Ni Made Ari Wilani Ni Made Asti Suprabhawanti Ni Made Ayu Krisna Dwilestari Ni Made Diah Saraswati Ni Made Ferra Sarah Deviyanthi Ni Made Sintya Noviana Utami Ni Made Widya Pratiwi Ni Made Yanthi Ary Agustini Ni Made Yanthi Ary Agustini Ni Made Yanti Ary Agustini Nur Alfian, Ilham Nyoman Adi Krisna Wibawa Nyoman Adi Krisna Wibawa Paramitha, Heydi Pawitri, Ni Made Abi Permata, Karla Amanda Phaedra, Putra Prajogo, Coresy Aquindo Tedjo Prima Dewi, I Gusti Ayu Jayanthi Priskila, Donna Putu Eka Widyawati Putu Maha Putri Sarasdewi Putu Srie Wedha Yanthi Putu Yudi Suwetha Putu Yudi Suwetha Pratama Ratna Devy Winayanti Renggani, Atikah Fairuz Salsabila, Firnandha Sang Ayu Made Chyntia Putri Astuti Sarasdewi, Putu Maha Putri Saraswati, Ni Made Diah Sari, Ni Luh Krishna Ratna Sawitri, Annisa Rachma Steffano Aditya Handoko Suprabhawanti, Ni Made Asti Supriyadi Supriyadi Supriyadi, , Suwetha, Putu Yudi Tobing, David Hizkia Tricahyani, Ida Ayu Ratih Tuningsih Haryati Tuningsih Haryati Virgina Dharmasasmitha Wicaksana, Gde Bagus Andhika Widyawati, Putu Eka Wijaya, Anak Agung Ayu Rianika Wulandari, Putu Diana Yanthi, Putu Srie Wedha Yohanes Kartika Herdiyanto