p-Index From 2021 - 2026
4.197
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EKSAKTA: Journal of Sciences and Data Analysis Majalah Ilmiah Peternakan Reaktor International Journal of Renewable Energy Development Jurnal Ilmu Lingkungan Jurnal Kesehatan Masyarakat Abdimas Jurnal Kompetensi Teknik Jurnal Bahan Alam Terbarukan Lembaran Ilmu Kependidikan Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Eksergi: Chemical Engineering Journal JURNAL INTEGRASI PROSES IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Journal of Economic Education Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Journal Of Chemical Process Engineering (JCPE) Indonesian Journal of Chemistry Journal of Teaching and Learning in Elementary Education Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan AMALIAH: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Jurnal Ternak ASEAN Journal of Chemical Engineering Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Jurnal At-Taghyir : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa REACTOR : Journal of Research On Chemistry And Engineering Cokroaminoto Journal of Primary Education International Journal of Research Innovation and Entrepreneurship Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat International Journal of Renewable Energy Development Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis Journal Of Chemical Process Engineering JURNAL REKAYASA KIMIA & LINGKUNGAN Journal of Vocational and Career Education Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Rekayasa: Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Jurnal Panjar : Pengabdian Bidang Pembelajaran
Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KUALITAS MINYAK DAUN CENGKEH DENGAN METODE ADSORBSI Handayani, Prima Astuti; Rengga, Wara Dyah Pita
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i1.5523

Abstract

Teknik penyulingan yang dilakukan pengrajin minyak atsiri belum benar, sehingga minyak atsiri yang dihasilkan berkualitas crude. Minyak terlihat gelap kehijauan akibat kontaminasi logam Fe dan Cu. Adanya bahan asing akan merusak mutu minyak atsiri, menyebabkan harga jual turun. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh parameter-parameter yang mempengaruhi proses adsorbsi pada pemurnian minyak daun cengkeh. Pemurnian minyak cengkeh dengan metode adsorbsi terdiri dari 2 tahap. Tahap pertama aktivasi bentonit dengan asam sulfat selama 24 jam, kemudian disaring, dicuci dan dikeringkan. Tahap kedua adalah pemurnian minyak cengkeh crude dengan menambahkan bentonit teraktivasi, diaduk, dipisahkan filtrat dan rafinatnya Dari hasil penelitian diperoleh semakin besar konsentrasi asam sulfat (0,4–2,0M) maka luas permukaan spesifik bentonit semakin meningkat dan optimum pada 1,2M.. Semakin tinggi suhu pemanasan bentonit teraktivasi (100-200oC), luas muka spesifik bentonit semakin meningkat. Kesetimbangan adsorbsi dicapai pada waktu adsorbsi 1 jam dan volume minyak cengkeh dengan berat adsorbat optimum pada volume 20 ml/gram adsorben.
SINTESIS ADITIF OCTANE BOOSTER DARI MINYAK BIJI KARET DENGAN PROSES PERENGKAHAN KATALITIK Pita Rangga, Wara Dyah; Kusumaningtyas, Ratna Dewi; Nasikin, M; Trisnani, Dewi
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 2 (2010): December 2010
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v8i2.320

Abstract

Proses sintesis aditif octane booster dari minyak biji karet melalui prosesperengkahan katalitik fasa cair yaitu H2SO4. Kondisi reaksi pada reactor batchtekanan atmosfer berpengaduk, waktu reaksi 0,5-2 jam dan suhu reaksi 160-250oC.Selama proses perengkahan katalitik menggunakan kadar katalis 1%. Kondidioptimum pada waktu 1 jam dan suhu 220oC. Karakterisasi aditif octane booster yangdihasilkan adalah densitas 0,734 g/mL, viskositas 0,027 poise, dan angka oktana101,01. Penurunan densitas dan viskositas terjadi setelah proses perengkahankatalistik dan destilasi Hal ini menunjukkan bahwa trigliserida minyak biji karetdirengkahkan menjadi molekul yang lebih kecil yang terdiri dari senyawa denganrantai C lebih pendek. Analisis FTIR sebelum dan sesudah reaksi menunjukkan reaksiperengkahan dengan produk alkena, alkana, asam alkanoat. Pada analisis GC-MSdihasilkan aditif octane booster pada C5-C12 konversi 38,67 dan yield 35,61.Kata kunci: aditif, octane booster, perengkahan katalitik, fasa cair
OPTIMASI UNJUK KERJA FLUIDIZED BED GASIFIER DENGAN MEVARIASI TEMPERATURE UDARA AWAL Karnowo, Karnowo; Anis, S.; Wahyudi, Wahyudi; Rengga, W. D.
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v9i1.5522

Abstract

Gasifikasi merupakan metode mengkonversi secara termokimia bahan bakar padat menjadi bahan bakar gas (syngas) dalam wadah gasifier dengan menyuplai agen gasifikasi seperti uap panas, udara dan lainnya. Metode gasifikasi dinilai lebih menguntungkan dan gas pembakaran lebih bersih dibanding pembakaran langsung. Namun demikian, tekonologi gasifikasi masih perlu dikembangkan mengingat masih rendahnya efisiensi gasifikasi. Hal ini karena karakteristik biomassa khususnya sekam padi memiliki kadar air yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur awal udara terhadap efisiensi gasifikasi sekam padi. Alat gasifikasi yang digunakan adalah updraft circulating fluidized bed gasifier. Penelitian dilakukan pada temperatur awal udara yang bervariasi yaitu 300C hingga 4000C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur awal udara gasifikasi, semakin meningkat efisiensi gasifikasi dan efisiensi karbon. Temperatur awal udara yang optimum didapatkan pada 3000C dengan efisiensi gasifikasi sebesar 65,78%.
KARAKTERISASI BRIKET DARI SAMPAH ORGANIK DI LINGKUNGAN KAMPUS UNNES Saputro, Danang Dwi; Rengga, Wara Dyah Pita; Karnowo, Karnowo
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 10, No 1 (2012): June 2012
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v10i1.5541

Abstract

Potensi sampah organik di lingkungan Unnes sebagai sumber energi alternatif sangat melimpah, namun belum terolah sepenuhnya. Tujuan penelitian ini adalah menguji karakteristik briket sampah organik di lingkungan Unnes yaitu uji proximate, nilai kalor,dan densitas. Pembuatan briket dengan metode poston press dengan dengan tekanan kompaksi 2000 Psia, 3000 Psia, 4000 Psi, 5000 Psia, 6000 Psia dan 7000 Psia, sebelum dilakukan kompaksi sampah dihancurkan dangan ukuran partikel sebesar lolos mesh 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan kompaksi tidak berpengaruh terhadap nilai kalor pembakaran yaitu sebesar 3950 kalori/gram tetapi kandungan energi per unit volume naik seiring dengan meningkatnya tekana kompaksi. Densitas menentukan kualitas briket, angka yaang tinggi menunjukkan kekompakan briket, tekanan kompaksi 7000 Psia menghasilkan densitas tertinggi sebesar 1.0127 gr/cc. Densitas yang tinggi mempunyai keunggulan dalam penyimpanan dan pengangkutan bahan bakar, semakin besar densitas maka volume atau ruang yang diperlukan lebih kecil untuk massa yang sama
KARBON AKTIF TERMODIFIKASI NANOSILVER Rengga, Wara Dyah Pita; Hand, Prima Astuti
Sainteknol : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 14, No 1 (2016): June 2016
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sainteknol.v14i1.7620

Abstract

Carbon was prepared from dried waste bamboo (Dendrocalamus asper) using chemical activation with KOH. The carbon was prepared with the activating agent in a mass ratio of KOH and dried bamboo (3:1) at 800oC. Using impregnation technique, the bamboo-based activated carbon has developed with modified Ag nanoparticle (Ag-AC) to capture formaldehyde. The Ag-AC has characteristics of moderate surface area of 685 m/g and average pore size of 2.7 nm. The adsorption equilibriums and kinetics of formaldehyde on Ag-AC measured. The influences of initial formaldehyde on adsorption performance have measured in a batch system. The equilibrium data were evaluated by isotherm models of Langmuir, Freundlich, and Temkin. The Langmuir model well describes the adsorptive removal of formaldehyde on Ag-AC in this study. Pseudo-first-order and pseudo-second-order kinetic equations were applied to test the experimental data. The pseudo-second-order exhibited the best fit for kinetic study.
PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI MENJADI SILIKA GEL Handayani, Prima Astuti; Nurjanah, Eko; Rengga, Wara Dyah Pita
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 3, No 2 (2014): December 2014
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jbat.v3i2.3698

Abstract

Sekam padi merupakan salah satu sumber penghasil silika terbesar, berpotensi sebagai bahan pembuatan silika gel. Abu sekam padi mengandung silika sebanyak 87%-97% berat kering. Sintesis silika gel dari abu sekam padi dilakukan dengan mereaksikan abu sekam padi menggunakan larutan NaOH 1N pada suhu 800C selama 1 jam dan dilanjutkan dengan penambahan larutan asam hingga pH=7. Gel yang dihasilkan selanjutnya didiamkan selama 18 jam kemudian dikeringkan pada suhu dikeringkan menggunakan oven pada suhu 800C hingga beratnya konstan. Hasil percobaan diperoleh bahwa silika gel dengan penambahan CH3COOH menghasilkan yield yang lebih besar dibandingkan penambahan HCl. Berdasarkan analisis FT-IR silika gel yang diperoleh memiliki gugus Si-O-Si dan gugus Si-OH. Silika gel dengan penambahan HCl memiliki surface area sebesar 65,558 m2/g, total pore volume 0,1935 cc/g, dan average pore size sebesar 59,0196 Å. Sedangkan silika gel dengan penambahan CH3COOH memiliki surface area sebesar 9,685 m2/g, total pore volume 0,02118 cc/g, dan average pore size sebesar 43,7357Å. Silika gel dengan penambahanCH3COOH memiliki kemampuan menyerap kelembaban udara yang lebih baik dibanding silika gel dengan penambahan HCl. Rice hull ash (RHA) is one of the biggest source of silica, potential for sintesis silica gel. RHA contains silica as many as 87 % -97 %. Synthesis of silica gel from rice hull ash was done by reaction using NaOH solution at temperature 800C for 1 hour and followed by the addition of an acid solution until pH=7. The gel were rested with time aging 18 hour, and then dried using oven at temperature 800C until constant weigh. The results obtained that the silica gel with the addition of CH3COOH produce higher yields than the addition of HCl. Based on FT-IR analysis, silica gel has a group of silanol (Si-`OH) and siloxan (Si-O-Si) group. Silica gel with the addition of HCl has a surface area 65,558 m2/g, a total pore volume 0,1935 cc/g, and average pore size 59,0196 Å. While the silica gel with the addition of CH3COOH has a surface area 9.685 m2/g, a total pore volume 0,02118 cc/g, and average pore size 43,7357 Å. Silica gel with the addition of CH3COOHhas the ability to absorb humidity better than silica gel with the addition of HCl.
Studi pola aliran pada tangki aquaponik dengan isian media filter hidroton Prasetiawan, Haniif; Rengga, Wara Dyah Pita; Hisyam, Anwaruddin
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v9i1.11878

Abstract

Pada daerah dengan keterbatasan sumber daya air, aquaponik merupakan solusi yang paling tepat sebagai metode untuk bercocok tanam. Aquaponik adalah penggabungan dua sistem yaitu aquakultur dengan hidroponik. Pada sistem ini, ikan pada aquakultur akan mendapatkan air bersih yang telah melalui proses filtrasi pada sistem hidroponik, sedangkan sistem hidroponik akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dari hasil ekskresi ikan pada aquakultur. Aquaponik dapat disimpulkan sebagai sistem mutualisme bagi tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang mengadaptasi prosse sirkulasi di alam. Untuk membuat sistem aquaponik yang optimal maka kebutuhan hidroton yang tepat pada tangki aquaponik perlu di perhitungkan. Simulasi tangki aquaponik dengan isian hidroton dilakukan dengan menggunakan model turbulen k-epsilon. Hidroton sebagai media fiter pada tangki dimmodelkan sebagai porous zone dengan mendeskripsikan permeabilitas dan koefisien inertial loss dari hidroton tersebut. Simulasi dilakukan dengan menggunaan beberapa variasi yaitu simulasi aliran pada tangki tanpa hidroton, dan tangki dengan isian hidroton sebanyak 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50% volume total tangki. Dari hasil simulasi ini diperoleh bahwa Tangki aquaponik dengan isian hidroton sebanyak 40% v/v dengan kecepatan rata-rata sebesar 1,2917 m/s 
Kesetimbangan dan kinetika adsorpsi larutan logam timbal menggunakan protein keratin dari bulu ayam pedaging (gallus domesticus) Pita Rengga, Wara Dyah; Triwibowo, Bayu; Nurazizah, Nilasari; Hidayah, Uswatun Nur
Jurnal Kompetensi Teknik Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jkomtek.v10i1.17371

Abstract

Bulu ayam dapat dimanfaatkan untuk mengurangi kandungan timbal dalam larutan artifisial. Larutan artifisial dikondisikan dengan menambahkan NaOH yang berfungsi untuk meningkatkan kemampuan adsorpsi timbal pada bulu ayam. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan kondisi kesetimbangan dan kinetika adsorpsi logam Timbal dari larutan. Adsorpsi dilakukan dengan adsorben yaitu protein keratin yang terdapat dalam bulu ayam. Pembuatan adsorben dilakukan dengan cara bulu ayam dicuci kemudian dikeringkan dan dipotong kecil sampai 200 mesh. Bulu ayam yang halus direndam dengan aseton dan selanjutnya dikeringkan. Adsorben diaktifasi dengan NaOH dan dikarakterisasi menggunakan FTIR. Pada adsorpsi ini ditentukan oleh konsentrasi 20; 40; 60; 80; 100 ppm, suhu 25oC; 28oC; 31oC; 34oC selama waktu kontak adsorpsi 30; 60; 90; 120 menit. Jumlah timbal yang diserap oleh adsorben dapat dianalisis menggunakan AAS. Model kesetimbangan yang sesai adalah Freundlich sedangkan pada model kinetika yang sesuai adalah kinetika orde kedua.
Development of Formaldehyde Adsorption using Modified Activated Carbon – A Review Rengga, W.D.P; Sudibandriyo, M.; Nasikin, M
International Journal of Renewable Energy Development Vol 1, No 3 (2012): October 2012
Publisher : Center of Biomass & Renewable Energy, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijred.1.3.75-80

Abstract

Gas storage is a technology developed with an adsorptive storage method, in which gases are stored as adsorbed components on the certain adsorbent. Formaldehyde is one of the major indoor gaseous pollutants. Depending on its concentration, formaldehyde may cause minor disorder symptoms to a serious injury. Some of the successful applications of technology for the removal of formaldehyde have been reported. However, this paper presents an overview of several studies on the elimination of formaldehyde that has been done by adsorption method because of its simplicity. The adsorption method does not require high energy and the adsorbent used can be obtained from inexpensive materials. Most researchers used activated carbon as an adsorbent for removal of formaldehyde because of its high adsorption capacity. Activated carbons can be produced from many materials such as coals, woods, or agricultural waste. Some of them were prepared by specific activation methods to improve the surface area. Some researchers also used modified activated carbon by adding specific additive to improve its performance in attracting formaldehyde molecules. Proposed modification methods on activation and additive impregnated carbon are thus discussed in this paper for future development and improvement of formaldehyde adsorption on activated carbon. Specifically, a waste agricultural product is chosen for activated carbon raw material because it is renewable and gives an added value to the materials. The study indicates that the performance of the adsorption of formaldehyde might be improved by using modified activated carbon. Bamboo seems to be the most appropriate raw materials to produce activated carbon combined with applying chemical activation method and addition of metal oxidative catalysts such as Cu or Ag in nano size particles. Bamboo activated carbon can be developed in addition to the capture of formaldehyde as well as the storage of adsorptive hydrogen gas that supports renewable energy. Keywords: adsorption; bamboo; formaldehyde; modified activated carbon; nano size particles
Pemanfaatan Daun Sirsak (Annona Muricata): Obat Tradisional dan Lampu Hias dari Tulang Daun Rengga, Wara Dyah Pita; Eko, Sutino
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 11, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v11i2.10313

Abstract

Daun Sirsak banyak ditemukan di Kelurahan Mangunsari, Semarang. Daun ini mempunyai kegunaan sebagai obat kanker. Keunggulan daun sirsak dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menjadi suplemen antioksidan bagi kesehatan. Masyarakat belum banyak tahu tentang manfaat daun sirsak  terlebih sebagai obat tradisional dan lampu hias meja di rumah. Tujuan dari kegiatan ini adalah sosialisasi manfaat daun sirsak sebagai obat untuk kesehatan, melatih aplikatif cara membuat lampu hias dari daun sirsak. Cara pembuatan daun sirsak menjadi lampu hias adalah daun sirsak berwarna hijau tua direndam dalam air bilasan beras, selama 3-4 minggu terfermentasi sehingga daging daun bisa terlepas dan tinggal tulang daunnya. Selanjutnya tulang daun sirsak dikeringkan dirangkai dan tulang daun disusun menjadi kelopak bunga dan dilengkapi dengan fitting, bola lampu, dan kawat serta kabel. Setelah itu batang diisolatif warna hijau dan diberi daun. Beberapa rangkaian bunga dipadukan jadi satu dilengkapi saklar dan pot, sehingga menjadi lampu hias.
Co-Authors Achmad Chafidz Agung Feinnudin Agung Feinnudin AGUS PURWANTO Agustin, Eny Widhia Ajeng, Asriningtyas Akhmad Sutrisno Aldias Bahatmaka Alifyan Syauqi Amalia Sholehah, Amalia Amir Mahmud Andrian Satria Oktafandy4 Angga Pratama Anne Zulfia Anwaruddin Hisyam Apriliani, Enni Ardianto, Dwi Wahyu Ardik Erwanto Arie Yufitasari, Arie Ashar Shidqi Asnafi, Agus Asriningtyas Ajeng Athiya Rihadatul 'Aisy Qothrun Nada Bahlawan, Zuhriyan Ash Shiddieqy Bayu Tri Wibowo Bayu Triwibowo Budi Cahyono Budi Cahyono Cahyarini, Nindy Septian Cantika, Citra Cahya Cepi Kurniawan Chafidz, Achmad Damarjati, Haris Dani Muhtada Daniel Setiyo Nugroho Dewanti, Astiara Anis Dewi Selvia Fardhyanti Dewi Trisnani Dhimas Setiawan Dhoni Hartanto Dino Alfian, Rangga Diyah Ayu Utami, Kiki Duhita Driyah Suprapti Dwi - Hartanto Dwi Wahyu Ardianto Eko Nurjanah, Eko Eko Setyawan Eko, Sutino Ella Kusumastuti, Ella Erika Wijayanti Ernawati, Rosidah Erlis Erwanto, Ardik F Widhi Mahatmanti Fardhyanti , Dewi Selvia Fulia Aji Gustaman, Fulia Aji Godham Eko Saputro Handoko, Pratama Senapati Bagus Haniif Prasetiawan Hapsari, Widya Prita Harianingsih Harianingsih, Harianingsih Harianingsih, Harianingsih Hartoyo, Adhita Meizaldi Hibatullah, Ridwan Dani Hidayah, Fauziyah Nurul Hidayah, Uswatun Nur Ichwan, Rizky Ihsani, Ade Nurul Imani, Nadya Alfa Cahaya Irawan Sukma, Irawan Irawaty Irawaty Irene Nindita Pradnya Izza Arinanda, Miftakhul Jumari, Arif Juniawan, Eko Rahmad Karnowo - Kega Amalania Salsabiil Khosiatun Khosiatun Laksana, Mochamad Brian Latifah Latifah Lilis Hartati M Nasikin M Nasikin M. Sudibandriyo M. Sudibandriyo Maghfiroh, Anik Maharani Kusumaningrum Maharani Rani Maheswari, Asiyah Dita MALIKHANA, A. Mardita, Meza Maulana, Dea Maulida Zakia Mellysa Wandasari Miftakhul Izza Arinanda Mohammad Setiawan Mubarok, Muhammad Afnan Muhammad Arsa A D Muhammad Fajrul Rohman Muhammad Rozaq Muna, Laili Nailil Nabil, Nisrina Hasna' Nada, Athiya Rihadatul ‘Aisy Qothrun Nadya Alfa Cahaya Imani Nanggala, Pragusti Lintang Adhi Nanik Wijayati Natalia Desy Putriningtyas, Natalia Desy Nelson Saksono Nirwan Syarif Nur Qudus Nurazizah, Nilasari Nurdian Susilowati Nurjanah, Eko Nurul Huda Pandhu Putratama Pangestu, Indra Sakti Prasetiawan , Haniif Prasetya , Agung Tri PRASETYO, R. Prayoga, Ade Bintang Prima Astuti Hand, Prima Astuti Prima Astuti Handayani Putratama, Pandhu Radenrara Dewi Artanti Putri, Radenrara Dewi Artanti Rahmah, Ladunia Rahmalia, Berliana Putri Ratna Dewi Kusumaningtyas RAYDITYA, R. Retno Wulandari Ria Wulansarie Ria Wulansarie, Ria Ridwan Dani Hibatullah Risanti, Tiara Bunga Rizki Ria Ramadhani Rosidah Erlis Ernawati Rusiyanto Rusiyanto Rusiyanto, Rusiyanto S. Anis, S. Salsabila , Vira Hanisa Santi Wijayanti, Dwi Gansar Saputra, Danang Dwi Septiningsih, Tri Setijo Bismo Setiyorini, Nurul Setyawan, Eko Shakin Ervita Oktaviyani Shidqi, Ashar Shochifah Diyah Puspitasari Siami, Desy Hikmatul Sri Haryani Sri Kadarwati Sri Kadarwati Sri Roikah, Sri Sri Susilogati Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti Suharyo - Sunyoto Sunyoto Suryani, Parsy Wulan Syabaniah, Nyimas Febrika Tiara Khalifah Permani Triwibowo , Bayu Tunggul Pawenang, Eram Tunggul Pawenang, Eram Ulfah Mediaty Arief Vinanza, Naufal Eka Wahyudi Budi Sediawan Wahyudi Wahyudi Waliyuddin Sammadikun Wati, Safna Rahma Widhi Mahatmanti Widi Widayat Widiastuti, Amelia Putri Widya Hary Cahyati Widya Prita Hapsari Wijayatim, Nanik Wismoyo Adi, Wismoyo yoga agung prabowo Yoris Adi Maretta Yudha, Cornelius Satria Zakaria, Zainal