Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK PENGGUNAAN KATA-KATA PROMOSI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN Santi Kharismawati; Nadila Monika; Heru Pratikno
Jurnal Bina Bangsa Ekonomika Vol. 17 No. 1 (2024): Jurnal Bina Bangsa Ekonomika (JBBE)
Publisher : LP2M Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jbbe.v17i1.502

Abstract

In the realm of marketing, promotional efforts have a crucial role in shaping consumer purchasing decisions. This research focuses on exploring the concrete impact of the use of promotional words on consumer purchasing decisions. Using a quantitative approach, we collected data from randomly selected respondents through carefully designed questionnaires. Statistical analysis was used to identify the relationship and significance of the influence of promotional words on consumer purchasing decisions. The results of this study are expected to provide deeper insights, enriching marketing practitioners' understanding of how promotional elements, especially words, can directly influence consumer purchasing decisions. The practical implications of these findings are expected to be a valuable guide in designing more targeted and effective promotional strategies
Students' Appreciation of Indonesian Language Learning During Online Pratikno, Heru; Atsani Wulansari
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v6i1.5153

Abstract

In its development, Indonesian has played a central role in the world of education in the country, from basic education to higher education. As proof, Indonesian is used as the language of instruction in learning. In addition, Indonesian functions as a tool for developing science and technology. With the presence of such a language, it can actually become a strong capital in moving towards an even greater Indonesian nation. However, what does that mean if the users, especially the younger generation, namely students, don't care about their own language. This can be reflected when they take Indonesian language courses online. Therefore, the aim of this research is to explain what problems students have in learning Indonesian at Islamic universities. Apart from that, the author tries to find the best solution to solve this problem so that it is resolved. The method used in this paper is direct observation of the behavior of students studying Indonesian online. The hypothesis is that there is a strong correlation between lecturers and students to create a comfortable Indonesian language lecture atmosphere.
PEMANFAATAN KAMUS SEBAGAI SARANA PENINGKATAN LITERASI MEMBACA PADA ANAK USIA DINI Heru Pratikno
Jurnal Kajian Anak (J-Sanak) Vol. 5 No. 01 (2023): Jurnal Kajian Anak (J-Sanak)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/j-sanak.v5i01.4922

Abstract

Reading activity is something that is now rarely done by today's children. One reason is that many of them do not know the meaning of the words or terms contained in the book. That way, they do not fully understand the substance of the book they are reading so they become lazy to read other textbooks. Therefore, it is necessary to introduce a dictionary for them to make it easier for them to find out difficult things from the books they read. In addition, this study also aims to find out other benefits of introducing dictionaries to young children. The research method used in this study is a qualitative approach. The research results obtained from this study indicate that introducing dictionaries to children from an early age can increase their literacy interest in textbooks. In addition, children will become fond of reading books, both science books and children's literature.
MUATAN KAJIAN BAHASA DAN CERITA SASTRA DI MEDIA MASSA SEBAGAI SARANA DALAM PEMBELAJARAN BIPA Pratikno, Heru; Muttaqin, Zainul
Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/widyabastra.v12i1.20396

Abstract

Adanya perkembangan media massa di Indonesia ternyata belum banyak digunakan sebagai media pembelajaran bagi pemelajar BIPA. Padahal, hal tersebut mampu meningkatkan ketertarikan dan kemahiran berbahasa bagi mereka. Namun, keberadaan media tersebut tidak diimbangi dengan pemakaian bahasa Indonesia yang baik, santun, dan benar. Selain itu, muatan artikel dan kajian tentang kesusastraan juga masih sangat jarang ditemukan di surat kabar harian. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan bahasa Indonesia di media massa bagi pemelajar BIPA dan untuk mengetahui seberapa intensitas kolom sastra yang terdapat di media massa sebagai upaya menambah ketertarikan dalam pembelajaran BIPA. Tujuan lain penelitian ini adalah untuk mengetahui peran media massa dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini memakai sumber data primer yang berasal dari surat kabar berskala lokal dan nasional versi online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa di surat kabar yang berskala nasional sudah lebih baik dibandingkan surat kabar lokal sehingga hal tersebut dapat menjadi referensi bagi pemelajar BIPA untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia. Meskipun demikian, kedua surat kabar tersebut masih sedikit dalam memberitakan kususastraan di Indonesia. Padahal, dengan sastra, pemelajar BIPA akan lebih tertarik lagi untuk belajar bahasa Indonesia karena di dalamnya terdapat bahasa yang estetik.
Pembentukan Jiwa Kepemimpinan Mahasiswa dan Kepatuhan Siswa Sekolah Dasar melalui Realisasi Program “KAMPUS MENGAJAR” Pratikno, Heru
Ibtida'i Vol 10 No 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/ibtidai.v10i2.9453

Abstract

Karakteristik siswa sekolah dasar terbilang unik karena mereka masih sangat polos. Jadi, mereka mudah terpengaruh oleh hal-hal yang baru sehingga rasa ingin tahunya pun berlebihan akan hal tersebut. Tak tertutup kemungkinan di antara mereka ada yang salah dalam bergaul. Oleh karena itu, perlu ada pembentukan karakter bagi siswa SD sejak dini agar mereka tidak salah dalam melangkah. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan program MBKM di sekolah dasar. Program tersebut yang paling dekat dan cocok dengan sekolah dasar adalah “Kampus Mengajar” (KM). Tujuan penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui dampak apa saja yang dapat dirasakan dengan adanya program KM di SDN Ki Hajar Dewantara. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui siapa saja yang terkena dampak dari adanya program tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan observasi langsung di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan diimplementasikan program “Kampus Mengajar”, para mahasiswa dan siswa sekolah dasar di sana menjadi terbentuk jiwa kepemimpinannya. Dengan begitu, mereka akan semakin siap dalam beraktivitas dan berhati-hati dalam bertindak. Di samping itu, karakter kepatuhan siswa terhadap aturan sekolah pun semakin meningkat. Buktinya adalah para siswa menjadi lebih antusias, disiplin, dan bertanggung jawab dalam setiap tugasnya.
Kajian Tafsir Maudhu’I tentang Perilaku Kaum Sodom dan Implikasinya terhadap Pendidikan Seks Bagi Anak Citra Shenya Adelia; Fitroh Hayati; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.12701

Abstract

Abstract. Islam is a religion of fitrah that recognizes that the fitrah that humans have in all aspects of their lives, including aspects related to the fulfillment and encouragement of sexual instincts that Allah Swt. has created in humans. From a young age, humans are given the instinct to pair up and encourage the culprit to try to meet their partner. However, the rise of sex acts or relationships that are carried out outside of marriage and this is contrary to religious teachings and government regulations. This is the existence of marriage between men and men, known as homosexual / sodomy, was done by the people of the Prophet Luth, namely the people of Sodom who were told in Qs. Al-Anbiya verses 74-75 and Qs. Al-A’raf verse 80. This is the background for the author to conduct this research which aims to find out how the opinions of the mufasirs about Qs. Al-Anbiya verses 74-75 and Qs. Al-A'raf verse 80, how the essence of Qs. Al-Anbiya verses 74-75 and Qs. Al-A'raf verse 80, what are the experts' opinions on sex education for children, and what are the educational implications of Qs. Al-Anbiya verses 74-75 and Qs. Al-A'raf verse 80. Abstrak. Islam merupakan agama fitrah yang mengakui bahwa fitrah yang dimiliki manusia dalam semua aspek kehidupannya, termasuk aspek yang berkaitan dengan pemenuhan dan adanya dorongan insting seksual yang telah diciptakan Allah Swt. pada diri manusia. Sejak usia muda, manusia diberikan naluri untuk berpasangan telah tumbuh dan mendorong pelakunya untuk berupaya bertemu dengan pasangannya. Namun, maraknya perbuatan atau hubungan seks yang dilakukan di luar pernikahan dan hal tersebut bertentangan dengan ajaran agama dan peraturan pemerintah. Hal tersebut adanya perkawinan yang dilakukan antara laki-laki dengan laki-laki yang dikenal dengan sebutan homoseks/sodomi sebagaimana perbuatan yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth yaitu kaum Sodom yang dikisahkan pada Qs. Al-Anbiya ayat 74-75 dan Qs. Al-A’raf ayat 80. Hal tersebut yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pendapat dari para mufasir tentang Qs. Al-Anbiya ayat 74-75 dan Qs. Al-A’raf ayat 80, bagaimana esensi dari Qs. Al-Anbiya ayat 74-75 dan Qs. Al-A’raf ayat 80, bagaimana pendapat para ahli tentang pendidikan seks bagi anak, dan bagaimana implikasi pendidikan dari Qs. Al-Anbiya ayat 74-75 dan Qs. Al-A’Raf ayat 80.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Suluh Rindu Karya Habiburrahman El-Shirazy Windi Wildatul Mala; Hayati, Fitroh; Pratikno, Heru
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15470

Abstract

Abstract. This study aims to understand, explore, and analyze the values of character education in the novel "Suluh Rindu" by Habiburrahman El-Shirazy. Character education is an important aspect of achieving educational goals in Indonesia. A qualitative approach using descriptive qualitative data research methods was employed. Data was collected through reading, classifying, and gathering relevant information regarding the character education values in the novel "Suluh Rindu" by Habiburrahman El-Shirazy. The research results show that "Suluh Rindu" can be considered an educational literary work, aligned with character education values. The novel reflects 17 out of 18 character education values proposed by the Ministry of Education and Culture, which are religious, honest, tolerant, disciplined, hardworking, creative, independent, democratic, curious, nationalist, patriotic, appreciative of achievement, friendly/communicative, peace-loving, fond of reading, socially concerned, and responsible. Many characters in the novel exemplify behaviors reflecting these values. Teachers can play a role in educating and instilling these values through consistent teaching and habituation in the school environment. Therefore, it is recommended that educational institutions and related parties use this book, as it is well-suited to serve as a learning resource or supplementary book in education. Each conflict in the novel offers educational values that can be learned and emulated. This study is expected to contribute to the literature on character education and provide practical insights for the development of character education in students. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengeksplorasi, dan menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Suluh Rindu karya Habiburrahman El-Shirazy. Pendidikan karakter menjadi aspek penting bagi tercapainya tujuan pendidikan di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian jenis data kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui membaca, mengklasifikasi, dan mengumpulkan data-data yang relevan dengan penelitiannya yaitu nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Suluh Rindu karya Habiburrahman El-Shirazy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Suluh Rindu dapat dipandang sebagai karya sastra yang mendidik sesuai dengan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung di dalamnya. Terdapat 17 dari 18 nilai pendidikan karakter yang telah digagas oleh Kemendikbud. 17 nilai-nilai pendidikan karakter tersebut adalah religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial, dan tanggung jawab. Banyak karakter tokoh dalam novel ini memberikan contoh perilaku yang mencerminkan nilai-nilai tersebut. Guru dapat memiliki peran dalam mengedukasi dan menanamkan nilai-nilai ini melalui pengajaran dan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten di lingkukan sekolah. Oleh karena itu disarankan agar lembaga pendidikan dan pihak terkait dapat memanfaatkan buku tersebut, karena sangat cocok apabila novel ini dijadikan sumber belajar atau sebagi buku pendukung dalam dunia pendidikan. Karena di setiap konflik pada novel tersebut banyak nilai-nilai pendidikan yang dapat dipetik dan dapat diteladani. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada literatur pendidikan karakter dan memberikan pandangan praktis bagi perkembangan pendidikan karakter pada peserta didik.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Film Animasi Omar dan Hana Khaira Shaliha; Suhardini, Asep Dudi; Pratikno, Heru
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15543

Abstract

Abstract. This research aims to analyze the values of Islamic education shown in the animated film Omar and Hana. The method used in this research is qualitative research method with the type of research library research. Screening, codification and documentation are techniques used to gather data, as well as content analysis models used to analyze data. The results of the analysis show that the animated films Omar and Hana present significant Islamic educational values. There are eight values that can be identified in the Omar and Hana animated film in particular in the compilation “Faris”, which covers the episodes “Kotak Apa Ini?”, “Asyura”, “Main Sama-Sama”, “Dah Tak Sakit”, “Mulakan dengan Bismillah”, and “Doa Setelah Wuduk”. These values cover three aspects, namely akidah, akhlak and syari’ah aspects. The aspect of akidah consists of faith in the Prophet (saw). Aspects of akhlak include the attitude of help, honesty, sharing, maintaining cleanliness. Aspects of syari’ah include, reading bismillah, praying after ablution and fasting. With the animated film Omar and Hana as a learning medium, it is expected that religious values will be given priority and the public will be able to understand, live, and practice the entire teachings of Islam. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang ditunjukkan dalam film animasi Omar dan Hana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian library research. Teknik simak-catat, kodifikasi dan dokumentasi adalah teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, serta model analisis isi digunakan untuk menganalisis data. Hasil analisis menunjukkan bahwa film animasi Omar dan Hana menyajikan nilai-nilai pendidikan Islam yang signifikan. Terdapat 8 nilai yang dapat diidentifikasi dalam film animasi Omar dan Hana khususnya pada kompilasi “Faris”, yang meliputi episode-episode “Kotak Apa Ini?”, “Asyura”, “Main Sama-Sama”, “Dak Tak Sakit”, “Mulakan dengan Bismillah”, dan “Doa Selepas Wuduk”. Nilai-nilai tersebut mencakup meliputi tiga aspek, yaitu aspek akidah, aspek akhlak dan aspek ibadah. Aspek akidah terdiri dari iman kepada Rasulullah saw. Aspek akidah diantaranya adalah sikap tolong-menolong, kejujuran, saling berbagi, menjaga kebersihan. Aspek ibadah meliputi, membaca bismillah, berdoa setelah wudhu dan berpuasa. Dengan film animasi Omar dan Hana sebagai media pembelajaran, diharapkan nilai-nilai keagamaan diprioritaskan dan masyarakat dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan seluruh ajaran agama Islam.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Novel Bumi Karya Tere Liye Muhammad Aqmal Ramadhan Nugraha; Ayi Sobarna; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15616

Abstract

Abstract. This thesis examines the Islamic educational values contained in the novel Bumi by Tere Liye and the relevance of these values to Islamic Education (PAI) learning. This research uses a qualitative approach with content analysis method to explore and analyze the implicit values in the novel. The analysis results show that the novel Bumi contains Islamic educational values such as simplicity, honesty, independence, gratitude, and patience. The value of simplicity is reflected through the character Raib, who is not obsessed with popularity and enjoys simple things in life. Honesty is evident when Raib admits his forgetfulness of bringing his homework book, even though he has to face the consequences. Independence is embodied through Mama Raib, who is able to solve technical problems without the help of others. Raib also shows gratitude for every moment, even when rain pours down on the school. The virtue of patience is demonstrated by Raib as he is able to restrain himself and avoid conflicts with his friends.The relevance of these values to PAI learning lies in their potential to shape students' characters with noble morals. This thesis highlights the importance of literature, particularly novels, as a medium for Islamic Education learning that can provide concrete and inspirational examples for students. By exemplifying characters and stories in novels, PAI learning can become more engaging and relevant to daily life. This thesis contributes to the development of Islamic education in Indonesia by showing that novels can be an effective educational medium in shaping students with noble morals who are beneficial to society. Abstrak. Skripsi ini mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam novel Bumi karya Tere Liye dan relevansi nilai-nilai tersebut terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi untuk menggali dan menganalisis nilai-nilai yang tersirat dalam novel. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel Bumi mengandung nilai-nilai pendidikan Islam seperti kesederhanaan, kejujuran, kemandirian, syukur, dan sabar. Nilai kesederhanaan tercermin melalui karakter Raib yang tidak terobsesi dengan popularitas dan menikmati hal-hal sederhana dalam hidup. Kejujuran terlihat ketika Raib mengakui kelupaannya membawa buku PR, meskipun harus menghadapi konsekuensi. Kemandirian diwujudkan melalui Mama Raib yang mampu mengatasi masalah teknis tanpa bantuan orang lain. Raib juga menunjukkan rasa syukur atas setiap momen, bahkan saat hujan mengguyur sekolah. Sikap sabar ditunjukkan oleh Raib saat dia mampu menahan diri dan menghindari konflik dengan teman-temannya. Relevansi nilai-nilai ini terhadap pembelajaran PAI terletak pada potensi mereka untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Skripsi ini menyoroti pentingnya sastra, khususnya novel, sebagai media pembelajaran PAI yang dapat memberikan contoh konkret dan inspiratif bagi siswa. Dengan mencontoh karakter dan kisah dalam novel, pembelajaran PAI dapat menjadi lebih menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Skripsi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan Islam di Indonesia dengan menunjukkan bahwa novel dapat menjadi media edukatif yang efektif dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan berdaya guna bagi masyarakat.
Kajian Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Film Animasi Hafiz dan Hafizah Arifani Amril; Aep Saepudin; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15726

Abstract

Abstract. Education is a process of transferring knowledge from people who know to people who don't know (students). Moral education is a conscious effort to guide and direct a person's will to achieve noble behavior and make it a habit. Moral education is very important in developing human potential, so it is necessary to instill educational values in students. The family is the main educator for children, therefore parents have the responsibility to educate children. One of parents' efforts to instill moral educational values is to provide shows that are not just entertainment but also provide teaching. The existence of the animated film Hafiz and Hafizah overcomes parents' concerns so that it continues to provide educational viewing which includes scenes containing moral educational values. The formulation of the problem in the research is: (a). What are the values of moral education in the animated film Hafiz and Hafizah? (b). What is the meaning of the moral values represented in the animated film Hafiz and Hafizah? (c). What is the content of the moral message in the animated film Hafiz and Hafizah? The objects of research in this film are the animation of Hafiz and Hafizah in the episodes Amanah A Wallet, Cleanliness Is Part of Faith, Hafiz Hiccups, Assalamualaikum Friends, I Want To Be, A Surprise for Dad. This research is library research with primary data sources, namely the Hafiz and Hafizah animation films, while secondary data sources include books, journals, etc. Which relates to the values of Islamic education. Researchers use documentation techniques in collecting data, as well as using data analysis techniques, namely content analysis. Based on the research results from the five episodes taken, it was found that the meaning of the moral values contained in the animated film Hafiz and Hafizah Abstrak. Pendidikan merupakan proses transfer pengetahuan dari orang yang tahu kepada orang yang belum tahu (peserta didik). Pendidikan akhlak adalah usaha yang dilakukan secara sadar untuk membimbing dan mengarahkan kehendak seseorang untuk mencapai tingkah laku yang mulia dan menjadikannya sebagai kebiasaan. Pendidikan akhlak sangat penting dalam pengembangan potensi manusia, sehingga perlu ditanamkan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik. Keluarga merupakan pendidik yang utama bagi anak, oleh sebab itu orang tua memiliki tanggung jawab dalam mendidik anak. Salah satu upaya orang tua dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan akhlak yaitu memberikan tontonan yang bukan hanya sekedar hiburan tetapi juga memberikan pengajaran. Adanya film Animasi Hafiz dan Hafizah mengatasi keresahan orang tua agar tetap memberikan tontonan yang mendidik yang didalamnya menampilkan adegan yang berisi nilai-nilai pendidikan Akhlak. Rumusan masalah dalam penelitian yaitu : (a). Apa saja nilai- nilai pendidikan akhlak dalam film animasi Hafiz dan Hafizah? (b). Bagaimana makna nilai-nilai akhlak yang direpresentasikan dalam film animasi Hafiz dan Hafizah? (c). Bagaimana isi pesan akhlak dalam film animasi Hafiz dan Hafizah?. Objek penelitian dalam film ini yaitu Animasi Hafiz dan Hafizah episode Amanah Sebuah Dompet, Kebersihan Sebagian dari Iman, Hafiz Cegukan, Assalamualaikum Sahabat, Aku Ingin Menjadi, Kejutan Untuk Ayah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library research) dengan sumber data primer yaitu film Animasi Hafiz dan hafizah, sedangkan sumber data sekunder berupa buku-buku, jurnal,dll. Yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Peneliti menggunakan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data, serta menggunakan teknik analisis data yaitu content analysis(analisis isi). Berdasarkan hasil penelitian dari lima episode yang diambil ditemukan makna nilai- nilai akhlak yang terdapat dalam film animasi Hafiz dan Hafizah