Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KEBUTUHAN ANGKUTAN PENYEBERANGAN (MOTOR AIR) JURUSAN SUNGAI BEMBAN-SUNGAI SELAMAT KECAMATAN KUBU RAYA KABUPATEN KUBU Tamala, Evi; Widodo, Slamet; Mayuni, Siti
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.994 KB)

Abstract

Tujuan yang diinginkan penulis dalam penelitian ini adalah memprediksi pertumbuhan  penumpang  5  tahun  kedepan  berdasarkan  pertumbuhan  penduduk  yang berpengaruh  terhadap  penyeberangan  kemudian  menentukan  jumlah  armada  yang diperlukan untuk memenuhi atau melayani kebutuhan angkutan penyeberangan (motor air)  di Kecamatan Kubu  agar  dengan jumlah armada  yang tersedia tingkat pelayanan dapat menjadi lebih baik, artinya tidak terjadi kekurangan ataupun  kelebihan jumlah armada. Studi juga dilakukan untuk mengkaji dan melakukan evaluasi terhadap tarif dilapangan. Hasil perhitungan untuk prediksi jumlah penumpang berdasarkan pertumbuhan jumlah penduduk dari Kecamtan Kubu adalah 1911 orang untuk tahun 2021 dari jumlah sekarang 1807 orang. Dari hasil analisis berdasarkan load faktor dilapangan  jumlah motor air optimal di dermaga Sungai Bemban adalah 1 buah dari 1 buah yang beroperasi sekarang. Dan didermaga Sungai Selamat didapat jumlah optimal 2 buah dari 1 buah yang beroperasi sekarang. Untuk hasil analisis berdasarkan tingkat pelayanan yang maksimal maka jumlah motor air optimal adalah 3 buah., dengan load faktor 1,05 pada jam sibuk dan 0,67 pada jam normal dengan jumlah rit / hari adalah 0,88 rit. Dengan keuntungan jika menggunakan armada di dermaga Sungai Bemban sebesar Rp. 2.377.702,00 /hari dan keuntungan sebesar Rp.2.372.497,00 /hari jika menggunakan motor air di dermaga Sungai Selamat.Kata kunci : optimal, keuntungan, tahun mendatang
KAJIAN FASILITAS PEMBATAS KECEPATAN PADA KOMPLEK PERUMAHAN DI KOTA PONTIANAK ., Terryanto; Mayuni, Siti; ., Said
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 3 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.589 KB)

Abstract

Alat pengendali kecepatan atau yang lebih dikenal dengan polisi tidur merupakan salah satu alat rekayasa lalu lintas yang berfungsi untuk mengendalikan kecepatan kendaraan yang melintas di suatu ruas jalan, terutama di kawasan perumahan guna melindungi pejalan kaki, pengendara sepeda, anak ? anak maupun lanjut usia.Akan tetapi banyak sekali variasi bentuk yang dibuat oleh masyarakat sehingga menyebabkan alat pengendali kecepatan ini  tidak nyaman untuk dilewati oleh pengendara kendaraan. Selain itu, pemasangan alat pengendali kecepatan ini tidak disertakan dengan pemasangan tanda dan rambu sehingga menyebabkan efek kejut pada pengendara. Pada Penelitian ini dilakukan analisis tentang tinggi, sudut kemiringan Speed Bumps, kenyamanan pengendara kendaraan dan pengamatan pemasangan tanda dan rambu sebagai perlengkapan Speed Bumps pada setiap kompleks yang menjadi lokasi penelitian. Metode Penilitian ini menggunakan metode survei untuk mengambil sampel bentuk Speed Bumps, sebaran kecepatan kendaraan pada kompleks perumahan yang dipasang Speed Bumps, dan penurunan kecepatan kendaraan saat melewati Speed Bumps setiap kecamatan yang ada di  Kotamadya Pontianak Dari hasil penelitian didapatkan variasi tinggi Speed Bumps tertinggi pada lokasi penelitian adalah 13 cm, sedangkan variasi tinggi Speed Bumps terendah adalah 3 cm dengan berbagai variasi kemiringan ? 15% dengan bentuk sinusoidal. Kenyamanan berkendara bagi para pengendara tidak begitu menyenangkan, karena berkisar antara 2 ? 5 km/jam. Hal ini menunjukkan hasil yang tidak ideal dan dipersulit dengan tidak adanya pemasangan rambu dan markah. Dinyatakan pemasangan Speed Bumps tersebut ideal dan baik apabila memiliki tinggi ?12 cm dan sudut kemiringan ? 15 % serta dilengkapi dengan pemasangan rambu dan tanda sebagai peringatan bagi pengendara kendaraan. Kata kunci : speed bumps, polisi tidur, alat pembatas kecepatan.
URUTAN PRIORITAS PEMELIHARAAN JALAN KOTA DI KOTA PONTIANAK DENGAN MENGGUNAKAN PROSES HIRARKI ANALITIK Khafizan, -; Widodo, Slamet; Mayuni, Siti
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 4, No 4 (2017): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (968.797 KB)

Abstract

Jaringan jalan cenderung mengalami penurunan kondisi yang diindikasikan dengan terjadinya kerusakan jalan. Program pemeliharaan jalan harus dilakukan oleh pemerintah daerah. Dengan banyaknya kendala dan permasalahan, seperti keterbatasan anggaran, usulan masyarakat yang terus masuk pada Dinas Pekerjaan Umum, maka diperlukan perencanaan program pemeliharaan jaringan jalan dengan menentukan urutan prioritas pemeliharaanPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis dan mendapatkan urutan prioritas pemeliharaan jalan. Dalam penelitian ini dilakukan pada 4 ruas jalan yang ada di Kota Pontianak yaitu ruas jalan Parit H.Husin II, ruas jalan Sepakat II, ruas jalan Nur Cahaya / Cahaya Baru dan ruas jalan Dr.Sudarso dengan menggunakan berbagai kriteria. Untuk menentukan urutan prioritas pemeliharaan jalan digunakan metode Proses Hirarki Analitik (PHA). Proses Hirarki Analitik adalah suatu persoalan yang akan dipecahkan dalam suatu kerangka pikiran yang terorganisir, sehingga memungkinkan dapat diekspresikan untuk mengambil keputusan yang efektif atas persoalan tersebut. Kriteria- kriteria yang berpengaruh dalam penentuan urutan prioritas jalan adalah jenis kerusakan, beban kendaraan, kebijakan dan tata guna lahan.Dengan menggunakan metode Proses Hirarki Analitik maka urutan prioritas pemeliharaan jalan di Kota Pontianak berdasarkan nilai bobot tertinggi sampai dengan bobot terendah adalah ruas jalan Parit H.Husin II dengan bobot 98,2% merupakan prioritas pertama karena memiliki nilai bobot tertinggi. Selanjutnya ruas jalan Dr.Sudarso dengan bobot 53,2%, kemudian ruas jalan Sepakat II dengan bobot 52,1% dan urutan terakhir adalah ruas jalan Nur Cahaya / Cahaya Baru dengan bobot 26,0%. Kata Kunci    : Prioritas Pemeliharaan Jalan, Proses Hirarki Analitik
STUDI KONDISI KERUSAKAN JALAN PADA LAPIS PERMUKAAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS RUAS JALAN HARAPAN JAYA) KOTA PONTIANAK ., Daryoto; Widodo, Slamet; Mayuni, Siti
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.436 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.10907

Abstract

Jalan Harapan Jaya merupakan salah satu jalan kota yang mempunyai fungsi sebagai penghubung antara Jalan Purnama II dengan Jalan Prof.  M. Yamin dan menuju ke Kakap. Jalan ini memegang peranan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis kerusakan dan tingkatan kerusakan jalan dan memberikan alternatif perbaikan kerusakan jalan. Tempat penelitian pada ruas Jalan Harapan Jaya dengan panjang jalan 1,45 km, memiliki satu jalur dan lebar 4m, jenis kerusakan lentur (aspal), penelitian ini menggunakan metode Bina Marga. Jenis kerusakan yang terjadi ada 7 macam:Kerusakan retak dan lubang (263,77 m2), Kerusakan ambles (233,42 m2), Kerusakan retak memanjang (71,78 m2), Kerusakan retak pinggir (60,93 m2), Kerusakan retak blok (48,73 m2), Kerusakan pelapukan (31,06m2), Kerusakan retak kulit buaya (10,45 m2).Total kerusakan seluas 720,14 m2 atau 12,42% dari luas total 5800 m2. Kerusakan yang paling dominan adalah jenis kerusakan lubang 36,63% dan kerusakan ambles 32,41%, dari total luas kerusakan, menyebabkan tidak nyamannya pengendara menggunakan jalan tersebut,hal ini terjadi akibat pengembangan yang terjadi dari jenis kerusakan-kerusakan lain yang tidak segera ditangani, pengaruh cuaca (terutama hujan) yang mempercepat terbentuknya lubang, dan rusak kecil yang terjadi. Perbaikan kerusakan dapat dilakukan dengan memperbaiki sesuai kerusakan yang terjadi, perbaikan yang sesuai adalah tambalan (patching), dan dilapis ulang (overlay) dan selanjutnya dilakukan pemeliharaan rutin. Kata kunci : Kerusakan jalan, Kerusakan Lentur, Aspal, Metode Bina Marga
KAJIAN PUTAR BALIK (U-TURN) TERHADAP ARUS LALU LINTAS (STUDI KASUS : JALAN GAJAH MADA PONTIANAK) Utami, Yuwita Tri; Ariyadi, Teddy; Mayuni, Siti
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 2 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.599 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v5i2.28109

Abstract

Adanya beberapa titik bukaan median memungkinkan kendaraan merubah arah perjalanan berupa gerakan putar balik arah atau gerakan u-turn. Dengan adanya gerakan u-turn tersebut maka kemacetan yang terjadi semakin bertambah parah dan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas akan semakin besar, terutama di titik fasilitas bukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh u-turn terhadap arus lalu lintas dan kondisi jarak antara dan waktu antara kendaraan dapat dengan baik melakukan u-turn. Dan untuk menganalisis akibat kendaraan yang melakukan u-turn, penelitian dilakukan di ruas jalan di Kota Pontianak yaitu di Jalan Gajah Mada. Penelitian ini dilakukan di hari senin dan di hari minggu dengan menggunakan video rekaman yang hanya memfokuskan kendaraan beroda empat atau lebih. Hasil analisa menunjukkan bahwa fasilitas putaran balik (u-turn) pada ruas Jalan Gajah Mada memiliki kinerja yang rendah berdasarkan besarnya arus yang melakukan putaran balik dan lamanya waktu berputar kendaraan, dimana 2 dari 3 fasilitas putaran balik memiliki rasio pelayanan bukaan median > 1,0 di jam sibuknya, yang artinya terjadi antrian pada fasilitas bukaan median yang diteliti. Nilai aman jarak antara (hd) berkisar sebesar 10 meter/kend dan waktu antara (ht) 5 detik/kend, kendaraan sudah dapat melakukan putaran balik dimana arus yang ada sebesar 720 smp/jam, kerapatan (k) sebesar 100 kend/km dan kecepatan 7 km/detik. Semakin besar nilai jarak antara (hd) dan waktu antara (ht) pada jalur kendaraan lawan maka kendaraan pada jalur kendaraan yang akan berbalik arah dapat berputar dengan bebas. Kata kunci: putaran balik arah (u-turn), rasio pelayanan, antrian.
EVALUASI KEBERADAAN TROTOAR DI JALAN NASIONAL KOTA PONTIANAK Rendra, Dede Gusti; Mayuni, Siti; Sulandari, Eti
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.10799

Abstract

One of the impact of increased traffic flow resulting in increased traffic problems. The condition of the facility equipment can be used as one of the identification problem of traffic safety in the area. Good road conditions must be balanced with the presence of sidewalks available well too, so that the conflict - traffic can occur between motorists with pedestrians crossing the road can terhindar.Tujuan this study was to determine and evaluate the presence of sidewalks on seven National roads are there in the city of Pontianak. Data were collected by direct observation that the data obtained by direct observation. From a survey of geometric and pavement where the seven-dimensional data obtained by the National road pavement, pavement conditions, and land use. Referring to the results of the survey, taken two national roads which have the densest pedestrian volume that is considered to represent for the survey and the number of pedestrian travel time to get the value of current, velocity, density, space, and value the level of service that is on the road pavement Kom.Yos . Sudarso and the Tanjung Pura. Based on the analysis get LOS A service level pavement on both the road pavement which means that the service is still good enough to accommodate pedestrian flow across the pavement dijalur thus considered to represent the condition of seven other national roads. The survey results and the geometric conditions of the existence of national road pavement, the existing pavement is still not optimal as broken pavement condition, the dimensions are not standardized, the placement is not maximized, and the improper use of a sidewalk that needs improvement, reviewing, and controlling pavement in order to meet the standards and can provide maximum service to its users. Keywords: Evaluation, sidewalks, pedestrian level of service.
IDENTIFIKASI LOKASI RAWAN KECELAKAAN DAN KARAKTERISTIK KECELAKAAN DI KOTA PONTIANAK Pratama, Sastriawan; Mayuni, Siti; ., Said
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.683 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.15616

Abstract

Kota Pontianak memiliki jalan – jalan dengan fungsi yang penting terutama jalan arteri yang menghubungkan kota Pontianak dengan ibu kota/kota kabupaten lainnya. Sebagai jalan yang mempunyai fungsi strategis semestinya jalan tersebut dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kecelakaan lalu lintas yang terjadi di daerah rawan kecelakaan secara menyeluruh, berdasarkan data selama kurun waktu lima tahun mulai dari tahun 2009 – 2013. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat diskriptif analisis prosentase yang merupakan proses penggambaran lokasi penelitian di Kota Pontianak yang berbasis data sekunder dari Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Data tersebut berupa data kecelakaan lalu lintas yang menggambarkan daerah rawan kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut. Dengan titik rawan terjadinya kecelakaan pada ruas jalan 28 Oktober, jalan Sultan Syahrir A. Rahman, jalan Tanjungpura, jalan  Prof. Muh. Yamin, jalan Ya’M Sabran, jalan Kom Yos Sudarso, jalan Ahmad Yani, jalan Gusti Situt Mahmud, jalan Sultan Hamid II dan jalan Khatulistiwa. Karakteristik kecelakaan secara umum terjadi disebabkan karena faktor manusia (77 %), faktor kendaraan (3 %), faktor jalan (11 %) dan faktor lingkungan (5 %). Tingkat kecelakaan lalu lintas yang menjadi titik rawan pada 10 ruas jalan tersebut sebanyak 390 kejadian kecelakaan, dengan didominasi oleh sepeda motor. Dari hasil analisis data, penulis menyimpulkan bahwa ada pengaruh tata guna lahan, kondisi jalan dan lingkungan terhadap terjadinya kecelakaan. Langkah strategis yang harus dilakukan adalah penambahan badan jalan seiring jumlah kendaraan yang semakin meningkat dan pemeliharaan jalan secara berkala. Saran untuk pengguna jalan agar selalu meningkatkan kesadaran untuk mematuhi peraturan lalu lintas, penggantian moda transportasi umum, pembatasan jumlah motor dan ada aturan pemerintah yang mengikat itu semua.
RENCANA ALTERNATIF GEOMETRIK PERSIMPANGAN JALAN JENDERAL AHMAD YANI, JALAN DAYA NASIONAL, DAN JALAN PROF. DR. H. HADARI NAWAWI KOTA PONTIANAK Ismurdianto, Teddy; Ariyadi, Teddy; Mayuni, Siti
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Untan
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v2i2.3763

Abstract

Pengaturan lalu lintas dengan bundaran pada persimpangan empat lengan jalan Jenderal Ahmad Yani, jalan Daya Nasional, dan jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi kota Pontianak masih terjadi konflik-konflik tegak lurus, pada saat sekarang untuk mengatasi permasalahan tersebut menggunakan lampu lalu lintas. Dengan adanya lampu lalu lintas, terdapat kelemahan-kelemahan pada persimpangan ini. Disisi lain adanya beberapa U-turn di jalan Jenderal Ahmad Yani menyebabkan hambatan pergerakan lalu lintas pada jalan Jenderal Ahmad Yani. Ada satu titik U-turn di jalan Jenderal Ahmad Yani yang menyebabkan kemacetan arus lalu lintas yaitu U-turn di depan rumah dinas Kapolda Kalimantan Barat. U-turn tersebut harus dipindahkan lokasinya. Arus lalu lintas pada U-turn dapat digabungkan dengan arus lalu lintas pada persimpangan dengan pola pergerakan dari arah kota menuju arah kota dimana kedua arus lalu lintas yang digabungkan menjadi satu ini dapat dimanajemen dengan geometrik yang dibuat secara khusus di wilayah persimpangan dengan memiliki jalur tersendiri sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas. Tujuan penulisan skripsi ini adalah merencanakan suatu bentuk geometrik persimpangan baru yang pergerakan arus lalu lintas tidak terjadi konflik hanya terjadi jalinan, arus lalu lintas yang berputar arah dari arah kota menuju kota kembali pada persimpangan empat lengan jalan Jenderal Ahmad Yani, jalan Daya Nasional, dan jalan Prof. Dr. H. Hadari Nawawi sangat membebani persimpangan, maka arus tersebut dibuat jalur tersendiri (U-turn rencana) di wilayah persimpangan sehingga pergerakan arus lalu lintas bergerak dengan bebas dan tidak lagi membebani persimpangan. Dengan adanya U-turn rencana di wilayah persimpangan, maka U-turn yang ada di depan rumah dinas Kapolda Kalimantan Barat dapat ditutup, arus pada U-turn dapat dipindahkan ke U-turn rencana. Studi ini diawali dengan mengumpulkan data-data seperti arus lalu lintas pada persimpangan dan U-turn, pola arus lalu lintas pada persimpangan dan U-turn, kondisi bangunan existing pada persimpangan, hambatan samping pada persimpangan, geometrik persimpangan, pertumbuhan kendaraan bermotor kota Pontianak, dan jumlah serta pertumbuhan penduduk kota Pontianak. Dasar-dasar perhitungan yaitu merencanakan bundaran dengan jalinan yang memperhitungkan panjang jalinan dan merencanakan U-turn pada persimpangan sehingga didapatkan derajat kejenuhan kurang dari 0,8. Perencanaan ini untuk tahun 2017. Didapat suatu rancangan U-turn yang baik sehingga U-turn dapat mengurangi arus lalu lintas yang bergerak di bundaran, dan mengurangi kemacetan pada jalan Jenderal Ahmad Yani kota Pontianak. Persimpangan tersebut mempunyai panjang jalinan dengan panjang 277 meter
EVALUASI KERUSAKAN JALAN PADA PERKERASAN LENTUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINAMARGA (STUDI KASUS RUAS JALAN DESA KAPUR) Sawaludin, Ahmad; AS, Syafarudin; Mayuni, Siti
JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018
Publisher : JeLAST : Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v5i1.24430

Abstract

Road in Desa Kapur is one of the Road in kubu raya Regency that functioned as a connectingRoad/entrance between kubu raya regency and Pontianak City. This road hold gread role inSuppoting economic growth especially for Kubu rayaRegency residents. This damagedroad hasCause heavy traffic in entering Kubu Raya Regency and vice versa. Considering this problem, it isImportant to find solution for this damaged road.The purposes in handling this damaged road are to evaluate types and the level of road damage,Identify the level of road damage (light,medium,weight) and propose an alternative inreparingThe damaged road.This research was done visually by the method of flexible pavement on Desa kapur road with aLength of 3.0 km, divided into one big road with a size of 5 m. this research used BinaMaergaMethod (a manual in conducting routine maintenance ofnational road and provincial road Chapter 1 Survey Method,No:001/T/bt/1995)The evalusion showed that the damage occurred in five tives : holes (3867,61 m2) , defressions (195,00 m2), diagonal craking (115,40 m2), polished aggregate (67,00 m2) and alligator craking (12,00 m2),The total of the damage found is around 4257,01 m2 or 28,38% from the total of 15.000 m2 . The damage that is found most dominand is holes at around 90,85% from the total damage, one of the action to repair the damaged road can be done by reparing the damage on the damaged spots and preserving the road regularly or by rehabilitation ( improving quality of the road) Keyword; damage road
EVALUASI KEBERADAAN TROTOAR DI JALAN NASIONAL KOTA PONTIANAK Rendra, Dede Gusti; Mayuni, Siti; Sulandari, Eti
Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 3, No 2 (2014): VOL 3 NO 2 DESEMBER 2014
Publisher : Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the impact of increased traffic flow resulting in increased traffic problems. The condition of the facility equipment can be used as one of the identification problem of traffic safety in the area. Good road conditions must be balanced with the presence of sidewalks available well too, so that the conflict - traffic can occur between motorists with pedestrians crossing the road can terhindar.Tujuan this study was to determine and evaluate the presence of sidewalks on seven National roads are there in the city of Pontianak. Data were collected by direct observation that the data obtained by direct observation. From a survey of geometric and pavement where the seven-dimensional data obtained by the National road pavement, pavement conditions, and land use. Referring to the results of the survey, taken two national roads which have the densest pedestrian volume that is considered to represent for the survey and the number of pedestrian travel time to get the value of current, velocity, density, space, and value the level of service that is on the road pavement Kom.Yos . Sudarso and the Tanjung Pura. Based on the analysis get LOS A service level pavement on both the road pavement which means that the service is still good enough to accommodate pedestrian flow across the pavement dijalur thus considered to represent the condition of seven other national roads. The survey results and the geometric conditions of the existence of national road pavement, the existing pavement is still not optimal as broken pavement condition, the dimensions are not standardized, the placement is not maximized, and the improper use of a sidewalk that needs improvement, reviewing, and controlling pavement in order to meet the standards and can provide maximum service to its users. Keywords: Evaluation, sidewalks, pedestrian level of service.