Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA PENENTUAN URUTAN PRIORITAS PEMELIHARAAN JALAN DI KABUPATEN LANDAK PROVINSI KALIMANTAN BARAT DENGAN MENGGUNAKAN PROSES HIRARKI ANALITIK Widyo Wiyono; Slamet Widodo; Siti Mayuni
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 3, No 3 (2016): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2016
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.115 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v3i3.17976

Abstract

The road network tends to decrease the conditions indicated by the occurrence of damage to the road. Road maintenance program should be carried out by local governments. With so many obstacles and problems, such as budget constraints, proposed that people continue to enter the Public Works Department, will require planning road network maintenance program to determine the order of priority maintenance This research was conducted in order to analyze and get an order of priority for road maintenance. In this study conducted at three (3) existing roads in Landak District namely roads Sp. Aur-Agak-Sebangki, Sebadu-Karangan roads and road Darit-Ladangan-Sompak is using various criteria. To determine the order of priority road maintenance used method Analytical Hierarchy Process (AHP). Analytical Hierarchy Process is an issue that will be resolved in a frame of mind that is organized, thus allowing can be expressed to take effective decisions on the issue. Criteria were influential in determining the order of priority road is the road conditions, traffic volume, and land use policies. By using Analytical Hierarchy Process, the order of priority road maintenance in Porcupine District based on the value of the highest weight to the lowest weighting is road Sebadu-Karangan 41.0% by weight of the first priority because it has the highest weight. Further road Darit-Ladangan-Sompak is 31.6% by weight, and the final sequence is roads Sp. Aur-Agak-Sebangki with a 27.4% weighting. Keywords: Road Maintenance, Landak District, Analytical Hierarchy Process,Priority Order
ANALISIS KEBUTUHAN PARKIR PADA KAWASAN PASAR HONGKONG DI KOTA SINGKAWANG Dewitha, Dwi Fitria; Sumiyattinah, Sumiyattinah; Mayuni, Siti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.80946

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan di Kota Singkawang khususnya pada Kawasan Pasar Hongkong secara langsung maupun tidak langsung mengakibatkan meningkatnya lalu lintas harian rata-rata pada jalanan sehingga tingkat kemacetan tinggi di ruas jalan tersebut yang mengakibatkan kinerja jalan semakin berkurang. Tingkat kemacetan tinggi pada ruas jalan Kawasan Pasar Hongkong diakibatkan oleh ketidaktersediaan ruang parkir pada ruas jalan Kawasan Pasar Hongkong. Penelitian dilakukan dengan menganalisis kebutuhan dan kapasitas ruang parkir dengan melakukan pencatatan nomor pelat kendaraan yang kemudian dianalisis untuk mendapatkan karakteristik parkir. Metode dalam penelitian ini menggunakan survei lapangan untuk mendapatkan data primer dan dianalisis secara statistik. Titik pengamatan terdiri dari 8 pos pencatatan nomor pelat kendaraan oleh surveyor dengan pemilihan waktu survei diambil dengan mempertimbangkan jam operasional pasar. Penelitian dilakukan pada hari kerja dan hari libur. Data yang diambil untuk dilakukannya analisis kebutuhan parkir adalah pada hari libur. Akumulasi maksimum yang didapatkan untuk sepeda motor adalah 66 kendaraan dan akumulasi maksimum untuk mobil adalah 20 kendaraan. Setelah dilakukannya analisis, didapatkan pada ruas jalan Kawasan Pasar Hongkong untuk sepeda motor terdapat 129 SRP/jam dengan kebutuhan ruang parkir sebesar 39 SRP/jam, sedangkan untuk mobil terdapat 21 SRP/jam dengan kebutuhan ruang parkir sebesar 10 SRP/jam. Sehingga, pada perencanaan yang dilakukan adalah pembuatan marka parkir atau petak parkir sepeda motor dan mobil pada Kawasan Pasar Hongkong di Kota Singkawang.
Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Dalam Menentukan Prioritas Peningkatan Jalan Kabupaten di Kabupaten Sanggau Wulandari, Rizky Dwi; Mukti, Elsa Tri; Mayuni, Siti
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 11, No 2 (2024): JeLAST Edisi Juni 2024
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v11i2.79803

Abstract

Kabupaten Sanggau merupakan salah satu daerah yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat dengan ibu kotanya Kapuas. Dalam upaya meningkatkan infrastruktur jalan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sanggau telah menerima tambahan Dana Bagi Hasil Sawit sebesar Rp21 miliar untuk Program Penanganan Jalan Kabupaten pada tahun 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria-kriteria yang digunakan dalam menentukan prioritas peningkatan jalan kabupaten dan menetapkan prioritas peningkatan jalan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kriteria yang diidentifikasi adalah tingkat aksesibilitas, kondisi jalan, tata guna lahan, biaya penanganan, dan volume lalu lintas rencana. Data yang telah diperoleh selanjutnya diolah menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan software super decisions. Hasil analisis memberikan pembobotan prioritas peningkatan jalan di Kabupaten Sanggau. Berdasarkan analisis, kondisi jalan memiliki bobot tertinggi (0,2540), diikuti oleh tingkat aksesibilitas (0,2228), volume lalu lintas (0,1273), tata guna lahan (0,0961), dan biaya penanganan (0,0917). Prioritas ruas jalan tertinggi adalah Jalan Sungai Kunyit "“ Sungai Ranas (0,1671), diikuti Jalan Sejuah "“ Noyan (0,1389), Jalan Sungai Mawang "“ Empaong (0,1383), Jalan Kedukul "“ Balai Sebut (0,1278), Jalan Bodok "“ Bonti (0,0896), Jalan Bonti "“ Bantai (0,0881), Jalan Tayan "“ Meliau (0,0692), Jalan Simpang Sanjan "“ Mengkiang (0,0677), Jalan Belangin "“ Kayu Tunu (0,0554), dan Jalan Embaong "“ Sungai Batu (0,0385). Kata Kunci: AHP, Peningkatan Jalan, Super Decisions.
4 Hegemoni Kekuasaan dalam Novel Bumi Tuhan Karya Waloejo Sedjati Novia, Lisa; Mayuni, Siti
Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v2i4.173

Abstract

Meningkatnya perhatian terhadap hegemoni kekuasaan dalam karya sastra, khususnya dalam novel "Bumi Tuhan" karya Waloejo Sedjati, yang mencerminkan kondisi sosial dan politik di Korea Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hegemoni kekuasaan yang terdapat dalam novel tersebut, dengan fokus pada struktur kelas sosial dan bentuk-bentuk hegemoni yang muncul. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan sumber data utama dari novel "Bumi Tuhan" dan data sekunder berupa buku teori serta artikel ilmiah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hegemoni kekuasaan yang jelas dalam novel, dengan temuan bahwa terdapat perbedaan perlakuan antara mahasiswa pribumi dan mahasiswa asing, yang mencerminkan struktur kelas sosial. Selain itu, bentuk hegemoni yang teridentifikasi meliputi otoritarisme dan feodalisme, di mana tokoh-tokoh dengan kekuasaan tinggi, seperti Marsekal Kim Il Sung, dijunjung tinggi dan didewakan oleh masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa novel "Bumi Tuhan" menggambarkan secara mendalam dinamika hegemoni kekuasaan yang terdapat dalam masyarakat, serta menunjukkan bagaimana kekuasaan dapat membentuk struktur sosial dan identitas individu dalam konteks politik yang represif.
ANALISIS KESELAMATAN JALAN TRANS KALIMANTAN KM 20 - 30, KABUPATEN KUBU RAYA Putra Dwi Melyano, Deni; Mayuni, Siti; Sumiyattinah, Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.91688

Abstract

Kecelakaan lalu lintas menjadi permasalahan utama di Jalan Trans Kalimantan KM 20-30, Kabupaten Kubu Raya, sebagai jalur mobilisasi antar kabupaten di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keselamatan jalan dengan mengidentifikasi karakteristik kecelakaan, menentukan lokasi rawan, serta menilai kesesuaian infrastruktur terhadap standar teknis. Data sekunder dari Polres Kubu Raya dan Polresta Pontianak periode 2019-2023 dianalisis menggunakan metode Equivalent Property Damage Only (EPDO) dan Equivalent Accident Number (EAN) untuk menilai tingkat keparahan kecelakaan. Survei lapangan dilakukan untuk inspeksi geometrik jalan, analisis kerusakan perkerasan, serta evaluasi fasilitas jalan seperti rambu, marka, dan penerangan. Hasil penelitian menunjukkan kecelakaan sering terjadi pada pagi hari (06.00-12.00), dengan sepeda motor sebagai kendaraan paling banyak terlibat dan tabrakan depan-depan sebagai jenis dominan. Luka ringan menjadi tingkat keparahan tertinggi. Segmen 2 dan 7 teridentifikasi sebagai lokasi rawan kecelakaan (black spot), dengan bobot risiko tertinggi berdasarkan metode EAN (75) dan EPDO (398,5). Rekomendasi perbaikan meliputi pemasangan rambu peringatan di titik black spot, zebra cross di kawasan sekolah, peningkatan visibilitas tikungan dengan marka jalan dan rambu, serta pemasangan lampu peringatan di Segmen 1 dan 2. Selain itu, pemangkasan pohon perindang jalan disarankan untuk meningkatkan visibilitas dan mengurangi risiko kecelakaan.KATA KUNCI : Keselamatan lalu lintas, Titik Rawan Kecelakaan, Evaluasi Infrastruktur jalan
ANALISIS LOKASI RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS (STUDI KASUS: JALAN TRANS KALIMANTAN KABUPATEN KUBU RAYA STA 40+000 "“ STA 50+000) Syughanda, Heryawan; Mayuni, Siti; Mukti, Elsa Tri
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 1 (2025): JeLAST Edisi Februari 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i1.92272

Abstract

Kecelakaan lalu lintas pada ruas Jalan Trans Kalimantan STA 40+000-STA 50+000, Kabupaten Kubu Raya, merupakan permasalahan signifikan yang berdampak pada keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keselamatan jalan dengan mengidentifikasi karakteristik kecelakaan, menentukan lokasi rawan kecelakaan, dan mengevaluasi kesesuaian infrastruktur jalan terhadap standar teknis yang berlaku. Data sekunder dari Polres Kubu Raya dan Polresta Pontianak (2019-2023) dianalisis menggunakan metode Equivalent Property Damage Only (EPDO) dan Equivalent Accident Number (EAN) untuk menilai tingkat keparahan kecelakaan. Selain itu, data primer diperoleh melalui survei lapangan, yang meliputi inspeksi geometrik jalan dan evaluasi fasilitas jalan seperti rambu, marka, dan penerangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecelakaan paling sering terjadi pada pagi hari antara pukul 18.00 hingga 24.00, dengan sepeda motor sebagai kendaraan paling banyak terlibat. Segmen 3, 9, dan 10 teridentifikasi sebagai lokasi rawan kecelakaan (black spot) dengan tingkat risiko tinggi. Rekomendasi perbaikan mencakup pemasangan rambu peringatan, penambahan zebra cross dan ZOSS di kawasan sekolah, serta peningkatan visibilitas pada tikungan dan pemangkasan pohon perindang jalan untuk mengurangi kecelakaan.Kata Kunci : Analisis Infrastruktur jalan, Black Spot, Keselamatan lalu lintas, Lokasi Rawan Kecelakaan, , Metode EPDO, Metode EAN
Evaluasi Kerusakan Lapisan Permukaan Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Parit Bugis Kabupaten Kubu Raya dengan Metode Indeks Kondisi Perkerasan Barokah, Juniwati; Eti Sulandari; Siti Mayuni
Jurnal Serambi Engineering Vol. 10 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted on Parit Bugis Street, Sungai Raya, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. This road has a role in the development of the Kubu Raya area, as evidenced by the existence of an industrial area around it. The increase in traffic that occurs on the road has resulted in various obstacles to damage to the road pavement surface which has an impact on the performance of the pavement structure. The damage that occurs on Jalan Parit Bugis is due to the slow handling of road surface damage. This study uses pavement condition analysis with the IKP PD-01-2016-B Guideline Method. Common damages include aggregate wear, holes, edge cracks, joint reflection cracks, slumps, longitudinal cracks and grain release caused by vehicle loads. The average pavement condition index is 29.31, categorized as very poor. The percentage of pavement conditions varies from good 16%, poor 17%, severe 30%, very severe 12% and destroyed 25%. The types of recommended handling include routine maintenance, periodic maintenance and reconstruction. The results of the study concluded that the pavement condition of Jalan Parit Bugis, Sungai Raya, Kubu Raya Regency, was very poor with various types of damage that affected its performance.
Identification of Glass Powder Effect for Filler Composition in Hot Roller Sheet "“ Wearing Course (HRS-WC) Mixture Ammar, Nur; Azwansyah, Heri; Mayuni, Siti
Jurnal Teknik Sipil Vol 25, No 2 (2025): Vol 25, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jts.v25i2.90456

Abstract

This study examines the use of glass powder as a filler substitute in Hot Rolled Sheet"“Wearing Course (HRS-WC) asphalt mixtures to enhance performance and promote waste utilization. The research employed an experimental method following SNI and AASHTO standards, testing mixtures with 0%, 25%, 50%, 75%, and 100% glass powder substitution using the Marshall method. Results showed that 50% and 75% substitution levels produced the best performance in terms of stability and Marshall Quotient, while 100% substitution led to a decline due to the glass powder"™s inability to absorb asphalt. Increased glass powder content also reduced VIM values, indicating denser mixtures, although at 100% substitution, both VIM and VMA exceeded specification limits. The findings suggest that glass powder can be effectively used as a partial filler replacement, with optimal results achieved at 50"“75% substitution and 5"“7% asphalt content.
ANALISIS KESELAMATAN JALAN TRANS KALIMANTAN KM 30 - 40, SUNGAI AMBAWANG Wijaya, Adib; Mayuni, Siti; Sumiyattinah, Sumiyattinah
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 12, No 2 (2025): JeLAST Edisi Juni 2025
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v12i2.96450

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan utama pada ruas jalan Trans Kalimantan KM 30 "“ 40, Sungai Ambawang, yang berfungsi sebagai jalan penghubung di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keselamatan suatu ruas jalan dengan mengidentifikasi karakteristik kecelakaan, menentukan lokasi rawan kecelakaan, menganalisis kesesuaian infrastruktur jalan dengan standar teknis, serta memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan keselamatan lalu lintas di ruas jalan tersebut. Data kecelakaan lalu lintas dianalisis menggunakan metode Equivalent Property Damage Only (EPDO) dan Equivalent Accident Number (EAN), kemudian dikontrol dengan nilai Batas Kontrol Atas (BKA) untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan. Dilakukan inspeksi terhadap kecepatan pengguna jalan, kondisi perkerasan, serta kelengkapan fasilitas jalan guna memahami faktor-faktor penyebab kecelakaan dan memberikan solusi yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua segmen jalan yang tergolong sebagai lokasi rawan kecelakaan (black spot), yaitu segmen 3 (KM 32 "“ 33), dan segmen 4 (KM 33 "“ 34). Analisis terhadap kedua segmen ini mengungkapkan adanya kondisi kerusakan jalan, serta ketidaksesuaian fasilitas keselamatan jalan dengan standar teknis yang berlaku. Oleh karena itu, direkomendasikan perbaikan meliputi pemasangan rambu dan marka jalan yang lebih jelas, peningkatan penerangan jalan, serta rehabilitasi perkerasan untuk meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan.
EVALUASI KARAKTERISTIK AGREGAT TERHADAP KERUSAKAN RUTTING PADA CAMPURAN SPLIT MASTIC ASPHALT HALUS Sulandari, Eti; Widodo, Slamet; Mayuni, Siti; Falderika, Falderika; Sutarno, Sutarno
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v11i2.9518.139-148

Abstract

Abstract Rutting is a type of damage that occurs in the form of grooves on the road pavement surface caused by traffic loads, material quality, and asphalt mix design. This study aims to determine the potential for rutting in a Split Mastic Asphalt-Fine mix using two types of aggregate, namely aggregate-1 and aggregate-2. Permanent deformation test was conducted using a Hamburg Wheel Tracking Device under dry conditions at 60°C and 10,000 passes. This study shows that aggregate characteristics influence the potential for rutting. Test results indicate that the SMA-Fine asphalt mix using aggregate-1 has better permanent deformation resistance than the SMA-Fine asphalt mix using aggregate-2. Keywords: rutting damage; asphalt mix; permanent deformation; aggregate characteristics Abstrak Kerusakan Rutting merupakan suatu kerusakan yang berbentuk alur pada permukaan perkerasan jalan yang disebabkan oleh beban lalu lintas, kualitas material, dan rancangan campuran beraspal. Studi ini bertujuan untuk menentukan potensi terjadinya rutting pada campuran Split Mastic Asphalt-Halus, yang menggunakan 2 jenis agregat, yaitu agregat-1 dan agregat-2. Pengujian deformasi permanen dilakukan dengan alat Hamburg Wheel Tracking Device, dengan kondisi kering pada temperatur 60°C dan 10.000 lintasan. Studi ini menunjukkan bahwa karakteristik agregat memengaruhi potensi terjadinya kerusakan rutting. Hasil pengujian menunjukkan campuran beraspal SMA-Halus yang menggunakan agregat-1 memiliki ketahanan deformasi permanen yang lebih baik dibandingkan dengan campuran beraspal SMA-Halus yang menggunakan agregat-2. Kata-kata kunci: kerusakan rutting; campuran beraspal; deformasi permanen; karakteristik agregat