Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Building Pancasila Values in Early Childhood Education at Klasis Flores Maryance Ferawati Tamelab; Efraim Semuel Nalle; Irony Damianus Saefatu; Petrus Logo Radja; Retno J. K. Lopo; Agnesti Pae
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i6.6238

Abstract

This study aims to evaluate early childhood character development in Klasis Flores by implementing the Pancasila Student Profile, particularly in the post-pandemic period, which prompted a shift to technology-based learning. Using a descriptive quantitative method, we collected the data through surveys, observation, interviews, and documentation. The outcomes show that kids are independent, believing, and ethical yet, at the same time, inadequate in imagination, worldwide mindfulness, tolerance, and innovation. Unsurprisingly, progress was uneven, demonstrating the need for further guidance from teachers. These findings underscore the essential character-building approach to address challenges in distance learning in rural areas. 
Analysis Of Independence In Children Aged 5–6 Years At PAUD Kasih Agape Kupang City Mairda Yuventi Baksuni; Petrus Logo Radja; Retno J.K Lopo; Fredericksen Victoranto Amseke
Jurnal E-MAS (Edukasi dan Pembelajaran Anak Usia Dini) Vol. 2 No. 4 (2026)
Publisher : FKIP UNSULTRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64690/e-mas.v2i4.917

Abstract

Background: Independence is a fundamental developmental competence in early childhood because it supports children’s self-care, decision-making, responsibility, and confidence. Despite its importance, many children aged 5–6 years continue to rely heavily on teachers and parents during daily learning activities, indicating that independence has not yet developed optimally. Objective: This study aimed to analyze the profile of independence among children aged 5–6 years by examining four dimensions of independence: self-care, simple decision-making, responsibility toward oneself and the environment, and self-confidence at PAUD Kasih Agape in Kupang City. Method: This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through structured classroom observations, semi-structured in-depth interviews with two classroom teachers, and documentation of learning activities and children’s developmental records. The participants consisted of two teachers and five children aged 5–6 years selected through purposive sampling. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model through data reduction, data display, verification, and conclusion drawing. The credibility of the findings was ensured through source and technique triangulation. Results: The findings revealed that children’s independence had not yet developed uniformly across the four dimensions. The strongest achievement was observed in simple decision-making, followed by responsibility, while self-care and self-confidence remained at the developing stage for most participants. Daily habituation practices, opportunities for autonomous participation, and positive teacher reinforcement contributed to the gradual development of children’s independence, although several children still required continuous teacher guidance and emotional support. Novelty: This study demonstrates that children’s independence develops through the interaction of structured habituation, child-centered learning, teacher scaffolding, and supportive social environments. Conclusion: Children’s independence can be strengthened through systematic habituation, meaningful opportunities for autonomous participation, consistent teacher scaffolding, and collaborative support between schools and families.
Analisis Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi untuk Mengembangkan Aspek Kognitif untuk Anak Usia Dini Umur 5-6 Tahun: Sebuah Kajian Literatur Veni Bara Lay; Dewita Karlina Rumaseb; Krismiyati Kanaf; Petrus Logo Radja
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4906

Abstract

Perkembangan pemikiran anak di usia dini sangat krusial karena menjadi fondasi yang kuat untuk mendukung proses pembelajaran di kemudian hari. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa anak-anak berusia 5 hingga 6 tahun sering kali mengalami kesulitan dalam memahami konsep abstrak, mempertahankan fokus, dan menyelesaikan soal yang seharusnya mudah. Hal ini mendorong guru untuk mencari metode pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik, sesuai dengan tahap perkembangan anak. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah penggunaan video animasi. Media ini dapat menyampaikan informasi secara menarik dengan menggabungkan gambar, suara, warna, dan gerakan, sehingga mudah dipahami oleh anak. Meskipun pemanfaatan video animasi semakin meningkat dalam pengajaran anak-anak, banyak penelitian yang ada masih tersebar dan kurang terorganisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis hasil penelitian terkait penggunaan video animasi dalam memperkuat kemampuan berpikir anak. Tinjauan ini mencakup sepuluh artikel yang membahas berbagai aspek seperti kemampuan berpikir, bahasa, sosial-emosional, dan penanaman karakter. Hasilnya menunjukkan bahwa video animasi efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir anak, dengan faktor-faktor seperti kesesuaian materi dan durasi, keterlibatan guru, serta partisipasi anak dalam diskusi. Namun, penelitian eksperimental yang mengangkut kelompok kontrol sudah terbatas, sehingga diperlukan studi tambahan dengan desain yang lebih baik dan sampel yang lebih besar.
Penerapan Permainan Puzzle untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak Usia Dini Marlen Bara Lay; Yobin Nicanor Marwanto Daud; Vebi Sarlota Frare; Petrus Logo Radja
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i2.4908

Abstract

Kemampuan berkonsentrasi menjadi keterampilan dasar yang menunjang keberhasilan proses belajar anak usia dini. Akan tetapi, pada kenyataannya masih banyak anak berusia 5–6 tahun yang kesulitan mempertahankan perhatian saat mengikuti kegiatan pembelajaran, sehingga hal ini dapat menghambat perkembangan kognitif, kemampuan berbahasa, serta keterampilan memecahkan masalah mereka. Meskipun sejumlah penelitian telah membuktikan manfaat permainan puzzle dalam melatih konsentrasi anak, temuan-temuan tersebut tersebar dalam berbagai kajian dengan pendekatan dan hasil yang bervariasi. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk menelaah dan merangkum hasil kajian terdahulu mengenai penerapan permainan puzzle sebagai upaya meningkatkan konsentrasi anak usia 5–6 tahun. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 15 artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2020 hingga 2025, yang dikumpulkan melalui basis data Google Scholar, SINTA, serta repositori perguruan tinggi. Hasil kajian menunjukkan bahwa permainan puzzle efektif memperpanjang durasi konsentrasi, mempertajam fokus perhatian, meningkatkan ketelitian, serta melancarkan kemampuan menyelesaikan tugas pada anak usia dini. Keberhasilan penggunaannya dipengaruhi oleh kesesuaian tingkat kesulitan, pendampingan guru, pelaksanaan yang teratur, serta dukungan dari orang tua. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan ilmiah bagi pendidik PAUD dalam memilih media pembelajaran yang tepat guna mengembangkan konsentrasi anak.
Peran Strategi Pembelajaran Inkuiri dalam Mengembangkan Rasa Ingin Tahu Anak Usia Dini Dicesya Bunga; Fifti Y Selan; Aguinda S Missa; Asaria M Kamesa; Petrus Logo Radja
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5001

Abstract

Rasa ingin tahu merupakan fondasi krusial perkembangan kognitif anak usia dini yang memerlukan stimulasi optimal. Namun, penerapan strategi pembelajaran inkuiri di PAUD saat ini masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi guru dan lingkungan belajar yang kurang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi pembelajaran inkuiri dalam mengembangkan rasa ingin tahu anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis secara tematik 5 artikel ilmiah terpilih dari basis data Google Scholar, Scopus, dan ERIC dalam rentang tahun 2016–2026. Hasil kajian membuktikan bahwa strategi pembelajaran inkuiri secara signifikan meningkatkan rasa ingin tahu anak melalui aktivitas eksplorasi aktif, eksperimen sains sederhana, dan bermain berbasis masalah. Penerapan strategi ini juga berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis, keberanian bertanya, serta kemandirian belajar anak. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran inkuiri merupakan pendekatan yang sangat efektif untuk menstimulasi rasa ingin tahu anak usia dini. Rekomendasi untuk penelitian yang akan datang adalah perlunya pengujian empiris lebih lanjut melalui desain kuasi-eksperimental dan studi longitudinal guna mengukur efektivitas praktis strategi pembelajaran inkuiri ini pada berbagai karakteristik lembaga PAUD secara berkelanjutan.
Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning Strategies) Maria I.M Hetmina; Grace A Selan; Hariyeta M. G Banunaek; Englintan A. Dethan; Petrus Logo Radja
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5004

Abstract

Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning/PBL) merupakan strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan menjadikan masalah nyata sebagai titik awal proses belajar. Pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), strategi ini berperan dalam mendorong anak untuk aktif mengeksplorasi, berpikir kritis, dan membangun pengetahuan melalui pengalaman belajar yang bermakna. Penelitian ini bertujuan mengkaji konsep, prinsip, tahapan implementasi, kelebihan, hambatan, serta penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah pada pendidikan anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode kajian kepustakaan yang dipadukan dengan penelitian lapangan di PAUD Melati III Oelomin, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan empat guru kelompok A dan B, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, rasa ingin tahu, kemandirian, dan keterampilan sosial-emosional anak melalui kegiatan pemecahan masalah secara kolaboratif. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kompetensi guru sebagai fasilitator, kemampuan menyesuaikan masalah dengan tahap perkembangan anak, serta pemanfaatan media pembelajaran yang kontekstual. Dengan demikian, Pembelajaran Berbasis Masalah merupakan pendekatan yang relevan dan efektif dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan anak usia dini melalui pengembangan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan keterampilan sosial yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Strategi Pembelajaran Ekspositori dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Peluang dan Tantangan Berdasarkan Kajian Literatur Adeleide Lasboy; Akwila Herliati Kase; Ordia Aretna Nubatonis; Yetri Triwira Neolaka; Petrus Logo Radja
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5006

Abstract

Strategi pembelajaran ekspositori masih menjadi salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), meskipun pembelajaran modern lebih menekankan pendekatan yang berpusat pada anak (child-centered learning). Kondisi tersebut muncul karena guru dihadapkan pada keterbatasan waktu, tuntutan pencapaian kurikulum, serta perlunya penyampaian materi dasar secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan penerapan strategi pembelajaran ekspositori dalam pendidikan anak usia dini berdasarkan kajian literatur. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji 5 artikel ilmiah yang dipilih dari 85 artikel yang berhasil diidentifikasi melalui basis data Google Scholar, ERIC, ScienceDirect, dan Garuda pada rentang publikasi tahun 2015–2025. Proses penelitian dilakukan melalui tahapan identifikasi, seleksi, ekstraksi data, evaluasi kualitas artikel, serta analisis tematik dan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran ekspositori memberikan berbagai peluang, antara lain meningkatkan efisiensi pembelajaran, memudahkan penyampaian materi secara sistematis, mengurangi miskonsepsi, mendukung pembentukan karakter, disiplin, regulasi diri, nilai moral, serta perkembangan kognitif anak. Strategi ini juga menjadi alternatif yang efektif bagi lembaga PAUD yang memiliki keterbatasan media dan sarana pembelajaran. Namun demikian, penerapan strategi ekspositori secara dominan berpotensi mengurangi partisipasi aktif anak, membatasi kreativitas, kemampuan berpikir kritis, keterampilan sosial, serta kesempatan belajar melalui bermain dan eksplorasi yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Oleh karena itu, strategi pembelajaran ekspositori sebaiknya diterapkan secara proporsional dengan mengintegrasikannya bersama pembelajaran aktif, play-based learning, penggunaan media konkret, demonstrasi, dan kegiatan eksploratif agar tujuan pembelajaran tercapai secara optimal tanpa mengabaikan kebutuhan perkembangan anak. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji efektivitas integrasi strategi pembelajaran ekspositori dengan berbagai model pembelajaran aktif melalui pendekatan kuantitatif maupun mixed methods, serta mengeksplorasi pengaruh kompetensi guru, media pembelajaran, dan lingkungan belajar terhadap keberhasilan implementasi strategi ekspositori dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di PAUD.
Kajian Literatur: Strategi Pembelajaran Kontekstual Berbasis Lingkungan pada Anak Usia Dini Putri Sulistiawati Tanesib; Prety J. E. Kulis Tamelab; Ledi Agriana Bulla; Irma Nubatonis; Petrus Logo Radja
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5082

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan periode emas yang memerlukan stimulasi optimal, namun praktiknya di lapangan sering kali masih bersifat konvensional, monoton, dan terlalu bertumpu pada Lembar Kerja Siswa (LKS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) berbasis lingkungan pada anak usia dini guna memberikan gambaran menyeluruh mengenai implementasi, manfaat, serta solusi atas tantangan pendidikan yang ramah anak. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menyintesis artikel ilmiah primer bereputasi dalam rentang waktu sepuluh tahun terakhir (2016–2026) dari pangkalan data Google Scholar, Garuda, ScienceDirect, dan ERIC. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan berhasil mengubah paradigma belajar menjadi berpusat pada anak (student-centered) melalui eksplorasi objek konkret dan fenomena alam sekitar. Pendekatan ini secara simultan mendongkrak kemampuan berpikir sains-kognitif, mempercepat kecerdasan literasi membaca permulaan, serta mengokohkan kemandirian dan kecerdasan sosial-emosional anak. Selain itu, pemanfaatan bahan alam terbukti menjadi solusi sumber belajar (learning resources by utilization) yang adaptif dan ekonomis bagi lembaga PAUD. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan merupakan jembatan efektif dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak secara holistik dan merealisasikan prinsip merdeka bermain. Pendidik didorong untuk mereformasi ruang belajar dengan mengoptimalkan ekosistem lingkungan sekitar secara kreatif.
Strategi Pembelajaran Bermain Peran dalam Pendidikan Anak Usia Dini (Implementasi dan Implikasi) Admesri Seo; Delila Plaikol; Demarlin Talan; Seferianti Tanaem; Petrus Logo Radja
DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial Vol. 7 No. 3 (2026): Diksi: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/diksi.v7i3.5084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis implementasi strategi bermain peran, (2) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta (3) mendeskripsikan dampaknya terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini di Taman Kanak-Kanak (TK). Penelitian menggunakan metode literature review dengan menganalisis 19 artikel dan buku rujukan yang diterbitkan pada rentang tahun 1952–2023, melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi bermain peran yang efektif memerlukan tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan dengan pijakan (scaffolding) yang memadai, dan evaluasi autentik, serta didukung oleh ketersediaan media yang tepat, kreativitas pendidik, dan kemampuan mengelola tantangan seperti egosentrisme, kurangnya disiplin, dan sikap pemalu pada anak. Bermain peran ditemukan berdampak positif terhadap keberanian dan kepercayaan diri, kemandirian, kemampuan komunikasi, keterampilan interaksi sosial, serta regulasi emosi anak. Temuan ini menegaskan bahwa bermain peran merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk mengoptimalkan perkembangan sosial emosional anak di TK dan perlu diintegrasikan secara sistematis ke dalam kurikulum PAUD.