Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Peran Kecerdasan Emosional dan Karakteristik Individuterhadap Stres Pada Individu Dewasa Awal Yang Mengalami Putus Cinta Fairus Hafizhah, Nadia; Pradna Paramita, Pramesti
Jurnal Syntax Fusion Vol 3 No 05 (2023): Jurnal Syntax Fusion: Jurnal Nasional Indonesia
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/fusion.v3i05.300

Abstract

The study aimed to determine the role between emotional intelligence and demographic factors on stress in early adult who experience breakups. The breakup experience that happens in early adult may causes psychological problems such as stress. However, psychological problems such as stress due to breakups may be perceived differently among individuals. Emotional intelligence is an individual ability to be able to recognize, to accept, and to recognize the emotions of themselves and others, which is considered to be related to stress. Participants in this study were 135 female/male subjects who had breakup experience, and aged 18 to 40. The method used a quantitative research survey, where participants were asked to complete The Practical EQ Emotional Intelligence Self-Assessment, Perceived Stress Scale, and demographic factors questionnaire. The analysis used a simple linear regression test by using the IBM SPSS 25.00 for Windows statistical program. The result indicated a significant role between self-awareness dan self-control dimension of emotional intelligence with reduce stress level with significant value 0,00 (p<0,05), however all dimension of emotional intelligence simultaneously plays a role 44,1% on stress levels Meanwhile, the variables of individual characteristic are not significantly correlated so that regression analysis is not carried out.
Pendidikan inklusi: Tantangan dan strategi implementasinya Andriyan, Ade; Hendriani, Wiwin; Paramita, Pramesti Pradna
Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2023): November
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jptp.v5i2.25076

Abstract

Kebijakan pendidikan inklusi dirumuskan berdasarkan prinsip kesetaraan agar anak berkebutuhan khusus dapat mengakses pendidikan sebagaimana anak normal lainnya di sekolah reguler. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas hambatan atau tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi di sekolah serta menjabarkan strategi yang dapat diaplikasikan untuk mengoptimalkan penyelenggaraan pendidikan inklusi. Metode penelitian ini menggunakan scoping literature review. Data diperoleh dengan meninjau beberapa situs database yakni Google Scholar, Research Gate, Science Direct, dan ERIC. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan tantangan atau hambatan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pendidikan inklusi meliputi minimnya sarana penunjang pendidikan inklusi, terbatasnya pemahaman dan kompetensi yang dimiliki oleh para guru di sekolah inklusi, sistem kurikulum yang belum mengakomodasi kebutuhan ABK, stigma negatif dari masyarakat, manajemen dan sumber daya sekolah yang kurang memadai, dan lain sebagainya. Sementara itu, strategi yang dapat diterapkan untuk mengatasi hambatan implementasi pendidikan inklusi di sekolah antara lain dengan meningkatkan kualitas in-service training (INSET) kepada guru, menyediakan kurikulum inklusi, menyelenggarakan program awareness, school-based professional development programmes, family support, kontekstualisasi proses pembelajaran, keterlibatan pemerintah dalam penyediaan layanan dan fasilitas umum yang ramah bagi ABK, hingga kerjasama dan kolaborasi dengan stakeholders baik secara regional, nasional, maupun internasional. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan khususnya psikologi pendidikan dengan menjabarkan apa saja kendala yang masih menjadi permasalahan dalam implementasi pendidikan inklusi di tingkat sekolah. Selain itu, berbagai strategi yang telah diuraikan dapat memperkuat konsep dan temuan dari penelitian sebelumnya, serta digunakan sebagai referensi atau bahan pertimbangan dalam membuat langkah intervensi yang tepat sesuai dengan karakteristik permasalahan yang dihadapi.
Psychometric Properties of Indonesian Version of Teacher Classroom Management Efficacy Scale Paramita, Pramesti Pradna; Sharma, Umesh; Anderson, Angelika; Laletas, Stella
Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 10 No. 2 (2023): PSYMPATHIC
Publisher : Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/psy.v10i2.24584

Abstract

Teacher self-efficacy (TSE) in classroom management is an important predictor of teaching practice, but there are limited studies on the application in Asian countries, particularly Indonesia. Therefore, this study aimed to describe psychometric properties of Classroom Management Efficacy scale in Indonesian version. Psychometric properties of the scale were evaluated using a total of 582 Indonesian teachers, who served as participants. The results supported a bifactor model with high internal consistency, showing that the scale could be psychometrically sound measure of TSE in classroom management in Indonesian version.
The Implementation Of The SAS Method With Picture Card Activities To Enhance Initial Reading Abilities Widita Mahayasih, Komang Astrini; Paramita, Pramesti Pradna
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 6 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i6.1163

Abstract

This study examines the case of two students, Y.A.A and R, both experiencing difficulties in reading, potentially indicating learning disorders or intellectual disabilities. Y.A.A, a 13-year-old boy, struggles with reading despite being active in other activities. R, on the other hand, shows signs of malnutrition during childhood and has difficulty in various academic subjects. Assessments using the WISC and VSMS indicate below-average intellectual abilities and social-communication skills. Informal reading tests reveal R's challenges in identifying letters, pronouncing words, and comprehending text. Cognitive, socio-emotional, and motivational aspects contribute to R's reading difficulties, suggesting a need for tailored interventions. The Synthetic Analysis Structure (SAS) method is proposed to improve R's reading skills, supported by psychoeducation for R's family and teachers. Evaluation shows promising progress in R's reading ability and emphasizes the importance of personalized interventions and parental involvement.
Peran Orang Tua terhadap Perkembangan Bahasa pada Anak dengan Usia Golden Age Wiyono, Gayuh Harimurti; Hendriani, Wiwin; Yoenanto, Nono H.; Paramita, Pramesti Pradna
Jurnal Pendidikan Anak Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Department of Early Childhood Education, Faculty of Education, Universitas Negeri Yogyakarta in in cooperation with in cooperation with the Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD (PPJ PAUD) Indonesia based on the MoU Number: 030/PPJ-PAUD/VIII/2020.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v1i1-2.282

Abstract

Peran orang tua sebagai pendamping tumbuh kembang seorang anak di setiap perkembangannya termasuk perkembangan bahasa, pada penelitian ini peneliti ingin mengkaji bagaimana pola asuh dapat mempengaruhi perkembangan bahasa anak. Metode penelitian yang digunakan literatur review dengan adalah Systematic Literature Review, menggunakan artikel yang telah dikumpulkan dari Google Scholar dan sofware Publish for Perish. Hasil dari penelitian ini adalah pola asuh demokratis mempengaruhi perkembangan bahasa dikarenakan anak diberi kesempatan untuk bersosialisasi, selain itu pola asuh yang baik juga berasal dari orang tua yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, semakin tinggi latar belakang pendidikan orang tua maka pola asuh yang mereka terapkan juga semakin baik. Pola asuh yang baik adalah pola asuh demokratis dikarenakan anak diberi kebebasan untuk bersosialisasi namun dengan tetap memperhatikan norma sosial
Mengeksplorasi Dasar-Dasar Genetik Perundungan: Analisis Kontemporer terhadap Kajian Ilmiah Ali, Shahzad; Hartini, Nurul; Yoenanto, Nono Hery; Paramita, Pramesti Pradna
Society Vol 12 No 2 (2024): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v12i2.673

Abstract

Since the early 21st century, bullying has been a central focus for scholars, with various forms, such as relational, physical, cyber, and social bullying, receiving extensive attention. However, the role of genetic and hereditary factors in bullying remains underexplored. This study systematically reviews 31 scholarly articles published between January 2000 and December 2021. Articles were selected based on predefined inclusion criteria, including methodological rigor, relevance to genetic influences on bullying, and clear population samples. Data sources included Google Scholar, ResearchGate, SAGE Journals, and ERIC, with keywords such as “bullying and genetics,” “bullying and hereditary,” and “family genetics involvement.” The findings reveal significant associations between genetic predispositions and bullying behaviors. For example, genetic factors were found to account for approximately 70–77% of bullying perpetration and victimization in multiple studies, highlighting a strong hereditary influence. Traits such as impulsivity and aggression, often linked to genetic predispositions, were also shown to interact with environmental factors such as family dynamics and peer relationships, amplifying bullying tendencies. These results underscore the critical role of genetic and hereditary transmission in shaping bullying behaviors across generations. The study emphasizes the need for a multidisciplinary approach that integrates genetic research with environmental interventions to address bullying effectively. Practical implications include the development of targeted anti-bullying programs that consider individual genetic susceptibility alongside fostering supportive family and school environments to reduce the intergenerational transmission of bullying behaviors.
Effectiveness of Cognitive Behavior Therapy (CBT) for Lowering Academic Anxiety in Graduate Students Completing Thesis Farahmita, Nadia; Paramita, Pramesti Pradna
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i2.14134

Abstract

One of the tasks of students in achieving their academic degree is completing their final assignment. Postgraduate students who are completing their thesis are expected to be able to produce scientific work, both written and oral. Students experience various difficulties that can potentially cause anxiety. Anxiety in an academic environment is called academic anxiety. This condition can reduce academic performance and achievement. One psychological assistance that can overcome this problem is Cognitive Behavior Therapy (CBT) counseling. This research aims to determine the effectiveness of Cognitive Behavior Therapy (CBT) in reducing levels of academic anxiety. This research uses a single case experimental design with research subjects namely postgraduate students who are completing their thesis. The results showed that participants experienced a decrease in academic anxiety scores, were able to evaluate negative automatic thoughts and dysfunctional assumptions and found positive things. Therefore, it can be concluded that Cognitive Behavior Therapy (CBT) effectively reduces academic anxiety in a graduate student.Salah satu tugas mahasiswa pascasarjana dalam mencapai gelar akademik yaitu menyelesaikan tugas akhir. Pada mahasiswa pascasarjana yang menyelesaikan tesis diharapkan dapat membuat karya ilmiah baik tulisan maupun lisan. Kenyataannya, mahasiswa mengalami berbagai kesulitan yang dapat berpotensi menimbulkan kecemasan. Kecemasan dalam lingkup akademik disebut kecemasan akademik. Kondisi tersebut dapat menurunkan kinerja dan pretasi akademik. Salah satu bantuan psikologis yang dapat mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan konseling Cognitive Behavior Therapy (CBT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dari  Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam menurunkan tingkat kecemasan akademik. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kasus tunggal dengan subjek penelitian mahasiswa pascasarjana yang sedang menyelesaikan tesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipan mengalami penurunan skor kecemasan akademik, mampu mengevaluasi pikiran negatif otomatis dan asumsi yang disfungsional, dan menemukan hal positif di dalam dirinya. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Cognitive Behavior Therapy (CBT) efektif untuk menurunkan kecemasan akademik pada mahasiswa.
Optimizing Stimulation of Students with Disabilities Ardiani, Rahma; Paramita, Pramesti Pradna
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i2.15030

Abstract

Problems often experienced by people with disabilities are the inability to respond quickly, difficulty controlling emotions, concentrating attention problems, difficulty applying language fluently for daily communication. The goal of this research is to describe stimulation for people with disabilities to fulfil their daily needs. The method used narrative review by taking from google scholars and JSTOR, so that found 13 journals are obtained from 2014-2024.Based on the reviews are people with disabilities have different limitations according to the types. The stimulation can provide independence, overcome the stigma, make things easier in academic and work contexts. Stimulations that ca be applied is communication and language practice, so they can interact with non-disabled people, then the stigma can be minimized. Activities of daily living should be available for all types, so they can regulate themselves independently. Motoric stimulation to support children’s mobilization as well as stimulation to increase attention and concentration. It can be concluded that stimulation can help people with disabilities achieve their potential, overcome obstacles, and manage themselves.Masalah yang sering dialami penyandang disabilitas yaitu ketidakmampuan merespon secara cepat, kesulitan mengontrol emosi, masalah pemusatan perhatian, kesulitan menerapkan bahasa yang baik sebagai komunikasi sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan stimulasi bagi penyandang disabilitas dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Metode penelitia yang digunakan yaitu narrative review dengan mengambil data dari google scholar dan JSTOR, sehingga diperoleh 13 jurnal mulai tahun 2014 hingga 2024. Berdasarkan hasil review penyandang disabilitas memiliki keterbatasan yang berbeda sesuai jenis kebutuhan. stimulasi yang diberikan dengan tujuan mampu meningkatkan kemandirian, mengatasi stigma, memudahkan dalam konteks akademis dan pekerjaan. Stimulasi yang dapat diterapkan penyandang disabilitas, misalnya stimulasi komunikasi dan bahasa. Dimana dalam hidup bersosial tidak lepas dari berinteraksi baik sesama disabilitas maupun non disabilitas, sehingga dapat meminimalisasi stigma yang ada. Stimulasi activities of daily learning (ADL) menjadi stimulasi yang seharusnya ada di seluruh jenis disabilitas, supaya dapat mengatur dirinya secara mandiri. Stimulasi motorik sebagai penunjang mobilisasi anak, serta stimulasi peningkatan atensi sehingga siswa dapat konsentrasi menyelesaikan tugas-tugasnya dengan optimal. Dengan demikian stimulasi dapat membantu penyandang disabilitas mencapai potensi, menangani hambatan, dan mengelola diri secara mandiri.
Work Engagement: The Role of Social Support in Moderating Job Efficacy and Stress in Elementary School Teachers Rohmah, Happy May Sunday Baiti; Paramita, Pramesti Pradna; Suryanto, Suryanto
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v13i2.14162

Abstract

The results of previous research found that work engagement among teachers was in the low category. Based on the JDR model, there are several aspects that play a role in work engagement, namely: teacher efficacy, work stress and social support. The aim of this research is to see whether social support plays a moderating role in teacher efficacy and work stress on work engagement. The method used is quantitative, through distributing questionnaires using cluster random sampling techniques to measure work engagement, teacher efficacy, work stress and social support among primary school teachers in central Surabaya. The instruments used include Utrecht Work Engagement Scale, Indonesian version of Teachers' Sense of Efficacy Scale, Teacher Stress Inventory, and Multidimensional Scale of Perceived Social Support, then analyzed using Moderated Regression Analysis. As a result, social support provides a moderating role on teacher efficacy and work stress on engagement by 13.9%, which is relatively low. The results of this research can be used as a development tool to increase teacher work engagement by school principals or educational institutions.Hasil penelitian terdahulu ditemukan bahwa keterikatan kerja pada guru berada pada kategori rendah. Berdasarkan model JDR terdapat beberapa aspek yang berperan terhadap keterikatan kerja yakni: efikasi guru, stres kerja dan dukungan sosial. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat apakah dukungan sosial berperan memoderasi efikasi guru dan stres kerja terhadap keterikatan kerja. Metode yang digunakan yakni kuantitatif, melalui penyebaran kuisioner dengan teknik cluster random sampling guna mengukur keterikatan kerja, efikasi guru, stres kerja, dan dukungan sosial pada guru sekolah dasar Surabaya pusat. Instrumen yang digunakan mencakup: Utrecht Work Engagement Scale, Indonesian version of Teachers’ Sense of Efficacy Scale, Teacher Stress Inventory, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support, kemudian dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis. Hasilnya, dukungan sosial memberikan peran moderasi pada efikasi guru dan stres kerja terhadap keterikatan sebesar 13,9% yang mana hasil tersebut tergolong rendah. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pengembangan peningkatan keterikatan kerja guru oleh kepala sekolah ataupun lembaga pendidikan.
Gambaran Dukungan Orangtua Pada Pengembangan Minat Bakat Anak Tuli Di Jakarta Fabiola, Elsa; Pradna Paramita, Pramesti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i4.773

Abstract

Dukungan orangtua berperan penting bagi perkembangan potensi anak terlebih anak dengan berkebutuhan khusus seperti Tuli. Walaupun, dengan adanya hambatan pendengaran, anak tuli tetap memiliki beragam minat bakat dalam dirinya. Studi ini bertujuan untuk melakuakn tinjauan literatur semi sistematis tentang gambaran dukungan orang tua bagi perkembangan minat bakat anak Tuli Di Jakarta. Berdasarkan, penelitian relevan yang sudah ada sebelum nya, penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai bagaimana bentuk dukungan yang digunakan oleh orang tua dalam mengembangkan minat bakat anak. Temuan menunjukan bahwa dukungan orang tua sangat berperan penting bagi perkembangan minat bakat anak, jika orangtua tidak memberikan dukungan dengan baik, maka minat bakat anak akan susah untuk berkembang dan tersalurkan dengan baik. Selain itu, juga ditemukan bahwa beberapa orangtua masih sering melupakan aspek minat bakat dalam diri anak, kebanyakan orangtua mengutamakan aspek potensi lain seperti akadeik, dan perkembangan bahasa nya. Padahal, perkembangan minat bakat juga memberikan berbagai manfaat positif bagi masa depan anak. Oleh karena itu penelitian ini membahas mengenai gambaran bentuk dukungan yang teridiri dari dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan informasional, dan dukungan instrumental, selaain itu dalam penelitian ini akan menggambarkan bagaimana strategi yang digunakan orangtua sehingga dapat berhasil mengembangkan minat bakat anak Tuli nya. Penelitian ini diharapkan dapat memberi pemahaman dan edukasi bagi orangtua untuk dapat mengembangkan minat bakat anak tuli nya dengan memberikan bentuk dukungan yang sesuai