Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERAN ORANG TUA DALAM MENGEMBANGKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA KELAS IV DI SDN 2 MUMBUL SARI Nais Kusma Dewi; Muhammad tahir; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v9i1.4749

Abstract

This study aims to find out how the role of parents in developing the learning discipline of fourth grade students at SDN 2 Mumbul Sari. The type of research used was descriptive qualitative research, the subjects in this study were 10 parents of fourth grade students at SDN 2 Mumbul Sari, the data collection technique used was interviews and documentation and the instruments used were interviews and documentation based on the results of the interviews conducted that the role of parents in developing student learning discipline can be seen from several aspects firstly parents as educators (educators), parts of parents as educators to improve student learning discipline include: giving assignments to children, making study schedules at home, discipline in educating children the second is the role of parents as a motivator, namely: giving advice to children, giving attention to children, giving motivation to children thirdly parents as supervisors (supervisors) namely: supervising children in learning, recognizing learning techniques in children the last parent as the facilitator, namely providing facilities to children.
Pengembangan Media Permainan Ular Tangga pada Pembelajaran Tematik Subtema Indahnya Keragaman Budaya Negeriku di Kelas IV SDN 38 Ampenan Kiki Rizki Mardiah; Muhammad Tahir; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2021): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i3.269

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengembangkan media permainan ular tangga pada pembelajaran tematik subtema indahnya keragaman budaya negeriku di kelas iv SDN 38 Ampenan dan tujuan lainnya untuk mengetahui kelayakan media permainan ular tangga agar dapat digunakan dalam pembelajaran. metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian research and development dan model pengembangan yang digunakan adalah model 4D. Tahapan model 4D terdiri dari 4 tahapan yaitu: define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Jumlah sampel yang digunakan dalam uji coba penelitian berjumlah 6 orang pesera didik yang berasal dari kelas 4 SDN 38 Ampenan. Berdasarkan hasil penelitian, hasil validasi ahli materi menilai media ini masuk dalam kategori “sangat layak ” dengan presentase penilaian 86,84 % dan hasil validasi ahli media menilai media ini masuk dalam kategori “sangat layak” dengan presentase penilaian 75,52 %. Artinya media permainan ular tangga ini layak untuk dijadikan media pembelajaran. kemudian penilaian dari hasil angket respon pendidik meperoleh persentase 100% dengan kategori “sangat layak “ dan hasil uji coba pada 6 orang peserta didik menilai media ini masuk ke kategori “Sangat Baik” dengan persentase 98,61 %.
Hubungan antara Reinforcement Positif dengan Disiplin Belajar Siswa Kelas V Pada Mata Pelajaran Matematika di SDN 19 Rabangodu Utara Kota Bima Maya Mardilla; Darmiany Darmiany; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2021): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i3.289

Abstract

Disiplin belajar siswa di beberapa sekolah masih tergolong rendah. Disiplin adalah hal yang sangat penting dan dibutuhkan oleh siswa, karena disiplin merupakan suatu syarat untuk dapat membentuk sikap, perilaku dan tata kehidupan yang akan membawa siswa sukses dalam belajar. Dengan disiplin siswa akan mampu untuk meningkatkan hasil belajarnya dan memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pemberian reinforcement positif guru dalam bentuk verbal dan non verbal kepada siswa kelas V pada mata pelajaran Matematika di SDN 19 Rabangodu Utara Kota Bima, mendeskripsikan tingkat disiplin belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Matematika di SDN 19 Rabangodu Utara Bima, dan mengetahui hubungan antara reinforcement positif dengan disiplin belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Matematika di SDN 19 Rabangodu Utara Bima. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SDN 19 Rabangodu Utara  Kota Bima, dengan jumlah 85 siswa. Sampel yang digunakan adalah sensus/sampling total, sehingga diperoleh 85 siswa sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Terdiri dari 2 angket yaitu angket reinforcement positif dan disiplin belajar. Pendeskripsian tingkat reinforcement positif dan disiplin belajar dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, dan pengujian hipotesis penelitian dianalisis menggunakan rumus pearson porduct moment dengan bantuan program SPSS 23 bit 64. Hasil penelitian menunjukkan (1) tingkat pemberian bentuk reinforcement positif oleh guru berada pada kategori cukup baik dengan persentase 35%; (2) Tingkat disiplin belajar siswa berada pada kategori cukup baik dengan persentase sebesar 34%; (3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara guru memberikan bentuk reinforcement positif dengan disiplin belajar siswa kelas V, hal ini diperoleh dari nila r-hitung 0,508 > r-tabel 0,2013 pada taraf α 5%, serta mempunyai tingkat hubungan yang sedang.
Identifikasi Kesulitan Guru dalam Melaksanakan Penilaian Autentik pada Kurikulum 2013 di SDN 50 Cakranegara Nabilah Nabilah; I Nyoman Karma; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 6 No. 4 (2021): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v6i4.298

Abstract

Perubahan kurikulum dari KTSP menjadi kurikulum 2013 menyebabkan perubahan dalam sistem penilaian, yang mana dalam kurikulum 2013 dikenal dengan penilaian autentik. Penilaian autentik menekankan pada penilaian secara holistik yang mencangkup mulai dari aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Adapun pelaksanaan penilaian autentik di lapangan masih belum berjalan sebagaimana mestinya. Masih banyak guru yang mengeluhkan kesulitan dalam melaksanakan penilaian autentik di sekolah yang disebabkan oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan guru dalam melaksanakan penilaian autentik pada kurikulum 2013 di SDN 50 Cakranegara tahun ajaran 2020/2021. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas I, II, III, IV, dan V SDN 50 Cakranegara. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil analisis data, hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa kesulitan yang dialami guru dalam melaksanakan penilaian autentik pada kurikulum 2013 mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan penilaian meliputi (1) Pada tahap perencanaan penilaian, kesulitan yang dialami guru yakni kesulitan dalam menyusun kisi-kisi dan membuat instrumen penilaian. (2) Pada tahap pelaksanaan, guru kesulitan dalam menggunakan teknik penilaian diri dan penilaian antarteman untuk penilaian aspek afektif, kesulitan dalam menggunakan teknik tertulis dan teknik lisan untuk penilaian pada aspek kognitif, dan pada penilaian aspek psikomotorik, guru kesulitan dalam menggunakan teknik unjuk kerja dan teknik proyek. (3) Pada tahap pelaporan penilaian, guru mengalami kesulitan dalam mengolah nilai menjadi rapor. Dapat disimpulkan bahwa guru di SDN 50 Cakranegara mengalami kesulitan dalam melaksanakan penilaian autentik pada kurikulum 2013. Kesulitan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pemahaman guru yang masih kurang, pelatihan yang tidak merata pada guru terkait penilaian autentik kurikulum 2013, dan ketersediaan waktu yang kurang memadai. Perlu sosialisasi yang massif dan merata untuk para guru kedepannya terkait penialain autentik. Salah satu caranya dengan melakukan pelatihan secara mandiri dengan materi yang jelas, mendalam, dan tuntas agar para guru memahami penilaian autentik dengan baik dan benar. 
Hubungan Keterampilan Guru Mengelola Kelas dalam Pembelajaran dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas V di SDN Gugus Campa Tahun Ajaran 2021/2022 Wildayanti Wildayanti; Asrin Asrin; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.552

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan perilaku siswa yang terlihat pada saat pembelajaran berlangsung, seperti kurang memperhatikan pembelajaran, siswa terlihat cepat bosan dan cenderung fokus atau memperhatikan yang lain. Dengan demikian perilaku tersebut menunjukkan kurangnya ketertarikan, keinginan dan semangat siswa untuk belajar. Hal ini disebabkan oleh kurang maksimalnya keterampilan mengelola kelas (pembelajaran) oleh guru. Keterampilan guru dalam mengelola kelas merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan kesuksesan kegiatan belajar mengajar, pengelolaan kelas apabila dilakukan dengan baik oleh guru, maka pembelajaran akan berlangsung secara efektif dan menyenangkan, sehingga mampu menimbulkan keinginan atau motivasi siswa untuk belajar. Sebaliknya apabila pengelolaan kelas atau pengaturan dalam pembelajaran tidak dilakukan dengan baik oleh guru, maka akan menimbulkan gangguan terhadap proses belajar mengajar, sehingga pembelajaran tidak berlangsung sesuai yang diharapkan. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterampilan guru mengelola kelas dalam pembelajaran dengan motivasi belajar siswa kelas V SDN Gugus Campa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik analisis korelasional. Populasi yang digunakan sebanyak 62 siswa kelas V di sekolah dasar Gugus Campa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keterampilan guru mengelola kelas pada kelas V di SDN Gugus Campa Tahun Ajaran 2021/2022 termasuk dalam kategori cukup baik dengan hasil rata-rata = 75,11. (2) Motivasi belajar siswa kelas V di SDN Gugus Campa Tahun Ajaran 2021/2022 termasuk dalam kategori rendah dengan hasil rata-rata = 71,31. (3) Ada hubungan yang positif dan signifikan antara keterampilan guru mengelola kelas dengan motivasi belajar siswa  kelas V di SDN Gugus Campa Tahun Ajaran 2021/2022 yang ditunjukkan dengan koefisien korelasi 0,385, tergolong pada hubungan rendah karena termasuk dalam interval 0,20-0,399 yang ada pada tabel pedoman interpretasi koefisien korelasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keterampilan guru mengelola kelas dengan motivasi belajar siswa kelas V di SDN Gugus Campa.
Analisis Upaya Guru dalam Menanamkan Nilai Pendidikan Karakter Pada Siswa di SDN 1 Dopang Tahun Ajaran 2021/2022 Padilla Yasinta; Husniati Husniati; Lalu Hamdian Affandi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2b (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2b.599

Abstract

Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menananmkan nilai-nilai kebaikan didalamnya namun permasalahan karakter anak di sekolah dasar cukup kompleks terkait dengan mengenal budaya serta bangsanya sendiri dan menghargai budaya lain, seperti siswa masih belum memahami makna dari kegiataan kebudayaan yang dilakukan di sekolah seperti bernyanyi lagu daerah tanpa tahu makna yang ada di dalamnya dan arti nasionalisme saat melaksanakan upacara bendera, tidak menanamkan cinta tanah air, akibatnya sedikit dari siswa yang mengenal dan menghargai budayanya sendiri maka dari itu pemerintah melakukan upaya penguatan pendidikan karakter melalui profil pelajar Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam menanamkan nilai pendidikan karakter pada siswa di SDN 1 Dopang yang difokuskan pada nilai berkebinekaan global yang terdapat dalam profil pelajar Pancasila. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Berdasarkan hasil penelitian bahwa upaya guru dalam menanamkan nilai berkebhinekaan global yakni dengan mengadakan upacara bendera, bernyanyi lagu daerah, program literasi, melalui gambar, guru sebagai contoh dan penyampaian secara lisan. Dapat disimpulkan bahwa upaya yang dilakukan oleh guru, mampu mengenalkan serta memberikan pemahaman bagi siswa terkait kebudayaan sehingga siswa mampu mencintai budayanya sendiri dan menghargai budaya lain.
Standar Isi, Bahasa, dan Penyajian Buku Tematik Terbitan Mediatama Tema 4 “ Berbagai Pekerjaan “ dan Tema 5 “ Pahlawnku “ Seri HOTS Kelas IV Kurikulum 2013 Arizal Septian Salam; Sudirman Sudirman; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2c (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2c.642

Abstract

Dalam perkembangan era globalisasi saat ini banyak buku teks yang beredar dipasaran dengan berbagai macam jenis dan karakteristik yang berbeda-beda. Jenis buku yang diterbitkan baik oleh pemerintah dan swasta dari tahun ketahun terus diperbarui sesuai dengan tuntutan zaman dan kurikulum yang berkembang, tidak menutup kemungkin dari banyaknya jenis buku yang dapat digunakan oleh masyrakat sebagai acuan sumber belajar belum memenuhi standar isi, bahasadan penyajian. Oleh seabab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian standar isi, standar bahasa, dan standar penyajian yang ditetapkan oleh BSNP dengan materi yang disajikan dalam Buku Tematik Terbitan Mediatama Tema 4 Berbagai Pekerjaan dan Tema 5  Pahlawanku Seri HOTS Kelas IV Kurikulum 2013. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian analisis isi (content analysis). Metode pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pada tema 4 menunjukkan kesesuaian standar isi memperoleh persentase 93,05% pada kategori sangat sesuai, keseuaian standar bahasa memperoleh persentase 97,2% pada kategori sangat sesuai dan kesesuaian standar penyajian memperoleh persentase 91,6% pada kategori sangat sesuai. Sedangkan pada tema 5 menunjukkan kesesuaian standar isi memperoleh persentase 97,2% pada kategori sangat sesuai, keseuaian standar bahasa memperoleh persentase 97,2% pada kategori sangat sesuai dan kesesuaian standar penyajian memperoleh persentase 91,6% pada kategori sangat sesuai. Buku siswa Tema 4 dan 5 seri HOTS kelas IV kurikulum 2013 berada pada kategori sangat sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh BSNP.
Pengembangan Media Pembelajaran Berasis Video Animasi pada Muatan Seni Budaya dan Prakarya Kelas IV SDN 39 Mataram Dita Kusnulyaningsih; Husniati Husniati; Ilham Syahrul Jiwandono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i2.677

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan dan menghasilkan Media Pembelajaran Video Animasi pada materi Keragaman Karya Seni Rupa Montase, Kolase, Mozaik, dan Aplikasi untuk kelas IV SDN 39 Mataram. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE. Terdapat 5 tahap dalam penelitian pengembangan model ADDIE yaitu Analisis (Analysis),,Perancangan (Design),, Pengembangan (Development),, Implementasi (Implementation),, dan Evaluasi (Evaluation)..SDN 39 Mataram menjadi tempat penelitian pengembangan ini. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini yaitu angket. Didapatkan hasil pada penelitian pengembangan ini yaitu media pembelajaran berbasis video animasi pada materi Keragaman Karya Seni Rupa Montase, Kolase, Mozaik, dan Aplikasi untuk kelas IV SD. Hasil kelayakan media berbasis video animasi pada materi Keragaman Karya Seni Rupa Montase, Kolase, Mozaik, dan Aplikasi dari penilaian ahli media sebesar 88,54% dengan kriteria “sangat layak”, hasil validasi dari ahli materi sebesar 98,75% dengan kriteria “sangat layak” dan hasil yang didapatkan dari uji coba lapangan kepada 15 orang siswa mendapatkan hasil 90,41% dengan kriteria “sangat baik”.
Analisis Kesulitan Belajar Matematika Siswa di Kelas V SDN 15 Mataram Tahun Ajaran 2021/2022 Ainayya Alfatihah; Husniati Husniati; Lalu Hamdian Affandi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3b (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3b.794

Abstract

kesulitan belajar juga dapat diartikan sebagai ketidakmampuan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (a) kesulitan belajar matematika  siswa kelas V, (b) faktor-faktor penyebab kesulitan belajar matematika kelas V, (c) upaya guru untuk mengatasi kesulitan belajar matematika kelas V, Subjek penelitian yang diambil yaitu kelas V yang mempunyai nilai rata-rata matematika masih dibawah kriteria ketuntasan minimum (KKM).Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) kesulitan dalam memahami maksud soal, kesulitan dalam pemahaman konsep, kesulitan dalam keterampilan proses, (2) faktor-faktor yang  menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar yaitu siswa tidak senang ketika sedang belajar matematika, siswa juga tidak selalu menikmati saat belajar matematika. Seringkali juga siswa merasa bosan ketika belajar matematik. (3) upaya guru mengatasi kesulitan belajar Mengadakan bimbingan belajar khusus seperti les tambahan yang diadakan 3 kali dalam 1 minggu oleh guru kelas V, Melakukan pengulangan kembali materi yang belum dipahami oleh siswa, Dilakukan perbaikan atau remedial terdadap siswa yang mendapat nilai dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa siswa yang mengalami kesulitan belajar matematika yaitu kesulitan dalam memahami maksud soal, kesulitan dalam pemahaman konsep, kesulitan dalam keterampilan proses. jadi diharapkan guru dalam membentuk pola pengajaran matematika tidak semata-mata ditunjukan pada keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal. Namun yang lebih penting adalah bagaimana cara mengajak siswa untuk memahami dan mengerti serta menguasai konsep-konsep yang ada secara baik dan benar, sehingga siswa tidak mengalami kesulitan dalam belajar matematika.
Analisis Strategi Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan di Sdn 61 Karara Kota Bima Mar'atun Basitha; Nurhasanah Nurhasanah; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan dan hambatan dan faktor pendukung penggunaan strategi membaca permulaan di SDN 61 Karara Kota Bima. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif metode deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah menurut Miles dan Huberman dengan menggunakan empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sedangkan untuk uji keabasahan data menggunakan uji kredibilitas. Setelah dilakukan analisis bahwa dengan adanya strategi dan hambatan serta faktor pendukung membaca permulaan tersebut dapat mempengaruhi kemampuan peserta didik dalam pembelajaran membaca permulaan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ada beberapa strategi yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan di SDN 61 Karara Kota Bima yaitu strategi Struktural Analitik Sintetik (SAS), strategi menyanyi, strategi membaca menggunakan papan belajar bergambar, strategi membaca diluar ruangan dan strategi lainya selain pembelajaran di kelas adapun strategi literasi bersama setiap hari kamis yang diadakan sekolah untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik di SDN 61 Karara. Adapun faktor pendukung terlaksananya strategi dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan adalah adanya minat belajar membaca dari peserta didik dan fasilitas atau sarana dan prasarana yang didukung oleh buku-buku yang disediakan didalam kelas serta di perpustakaan dan guru memberikan motivasi kepada murid untuk membaca. Sedangkan pada faktor penghambat, seperti kesadaran untuk belajar membaca dari peserta didik dan keadaan ekonomi keluarga.