Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Media Fun Thinkers Book Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Muatan IPS Kelas IV SDN Inpres Rai Oi Efa Putri Mantika; Husniati Husniati; Itsna Oktaviyanti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.907

Abstract

Latar belakangi Penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak peserta didik kurang memahami materi pembelajaran mengakibatkan hasil belajar peserta didik rendah, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media Fun Thinkers Book terhadap hasil belajar peserta didik muatan IPS kelas IV SDN Inpres Rai Oi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen. Metode yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan bentuk desain Nonequivalent Control Grup Design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 peserta didik, dengan pengambilan sampel menggunakan nonprobablility sampling, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  hasil kemampuan awal (prestest) nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 56,1 berada pada kualifikasi “kurang” sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 48,4 berada pada kualifikasi kurang. Pada data kemampuan akhir (postes) nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 74,8 berada pada kualifikasi sangat baik, sedangkan nilai rata-rata (postest) kelas kontrol adalah 69,5 berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil pengujian dengan menggunakan uji-t diketahui nilai 1,677 pada taraf signifikan 5%. Maka  diterima dan  ditolak, bisa juga dilihat pada nilai sig.(2-tailed) 0,020 0,05 maka  ditolak dan  diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media Fun Thinkers Book terhadap hasil belajar peserta didik muatan IPS kelas IV SDN Inpres Rai OI. Selanjutnya, diperoleh hasil uji effect size sebesar 0,46. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh media Fun Thinkers Book terhadap hasil belajar peserta didik muatan IPS dalam penelitian ini dikategorikan sedang. Penelitian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media Fun Thinkers Book terhdap hasil belajar peserta didik muatan IPS kelas IV SDN Inpres Rai OI.
Strategi Guru Kelas dalam Mengembangkan Keterampilan Membaca pada Peserta Didik di SDN 30 Ampenan Rosana Eka Putri; I Nyoman Karma; Husniati Husniati; A. Hari Witono
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.930

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya peserta didik yang belum mampu membaca dengan benar dan kesulitan untuk memahami makna yang dibaca. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan strategi guru kelas dalam mengembangkan keterampilan membaca pada peserta didik di SDN 30 Ampenan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas yang berjumlah 11 orang yang terdiri dari 6 guru di kelas rendah dan 5 guru di kelas tinggi. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan analisis yaitu koleksi data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini yaitu ditemukan beberapa jenis strategi yang diterapkan oleh guru kelas dalam mengembangkan keterampilan membaca, yaitu: strategi dengan metode eja, metode bunyi, metode suku kata, strategi bercerita, strategi TPS (Think Pair Share), dan strategi SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review). Penerapan strategi-strategi tersebut berdampak pada peserta didik, seperti: peserta didik mulai mengenal dan menghafal huruf-huruf alfabet beserta cara pelafalannya, mampu membaca secara perlahan dan mandiri dengan merangkaikan kata ataupun kalimatnya sendiri dalam bentuk sederhana. Selain itu strategi ini juga dapat menjadikan peserta didik lebih senang belajar dan tidak mudah bosan, terbiasa membaca dari yang sebelumnya hanya diam ketika pembelajaran, serta melatih peserta didik untuk membaca secara mendalam, memudahkan pemahaman dan berfikir kritis.
Analisis Faktor Penghambat Pembelajaran Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 SDN 2 Tente Ayu Anggriani; Muhammad Makki; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.962

Abstract

Membaca permulaan dikatakan penting karena, membaca merupakan pembelajarana yang harus diketahui oleh siswa. Setelah siswa bisa membaca barulah siswa dapat mempelajari yang lain di sekolah dasar. Penghambat yang dialami siswa dalam pembelajaran membaca permulaan yaitu siswa sulit menghafa huruf-huruf abjad, sulit membedakan huruf-huruf abjad yang bentuknya hampir sama, sulit membedakan huruf vocal dan konsonan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi hambatan dalam membaca permulaan dan bagaimana upaya guru dalam mengatasinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan analisis yaitu reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini yaitu ditemukan beberapa faktor penghambat pembelajaran membaca permulaan dan upaya guru dalam mengatasi siswa kesulitan membaca, diantaranya; 1.) faktor sekolah yaitu : guru dan sarana prasarana sekolah adalah sistem persekolahan yang kurang memberikan peluang yang cukup bagu hadirnya tradisi membaca kepada siswa, guru terlalu banyak menjadi pembicara dan siswa terlalu banyak menjadi pendengar. 2.) faktor dari diri siswa yaitu : siswa bingung membaca huruf yang hampir sama, siswa kurang fokus dalam pembelajaran dan kurangnya menat membaca dalam diri siswa. 3.) faktor lingkungan keluarga yaitu : orang tua kurang memperhatikan anaknya dalam hal pembelajaran dan siswa sudah diberi kebebasan oleh orang tuanya untuk menggunakan hp sehingga anak lebih cenderung bermain hp ketimbang belajar membaca. Upaya guru diantaranya; mengelompokkan siswa yang mengalami hambatan membaca permulaan, memanfaatkan sudut baca, bermain games mengenai huruf-huruf,membiasakan untuk selalu membaca bersama, mnyediakan media pembelajaran, mengarahkan dan memotiasi untuk terus belajar membaca.
Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Bangun Datar di Kelas IV SDN 20 Cakranegara I Dewa Made Juniartha; I Ketut Widiada; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.972

Abstract

Hasil wawancara dengan wali kelas IV di SDN 20 Cakranegara, diketahui bahwa kemampuan matematika siswa masih rendah. Hal ini didukung dengan hasil belajar matematika siswa pada kelas IV yang mencapai ketuntasan hanya 65,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inquiry terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika materi bangun datar di kelas IV SDN 20 Cakranegara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu Quasi Experimental tipe Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 20 Cakranegara yang berjumlah 55 siswa. Analisis pada penelitian ini menggunakan uji independent sample t-test pada taraf signifikan 5%. Dari hasil uji independent sample t-test diperoleh nilai sig 0,001 < 0,05, yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak sehingga ada pengaruh model pembelajaran inquiry terhadap hasil belajar Matematika materi bangun datar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Model Pembelajaran Inquiry Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika Materi Bangun Datar Di Kelas IV SDN 20 Cakranegara. Penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan dengan melibatkan aspek afektif dan psikomotorik di dalamnya.
Pengaruh Media Flash Card terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Pada Siswa Kelas I Gugus III Kecamatan Ambalawi Aidal Fitri; Ida Ermiana; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media flash card terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas I Gugus III Kecamatan Ambalawi tahun ajaran 2022/2023. Penelitian ini dilatar belakangi rendahnya kemampuan membaca siswa dikarenakan kurangnya penggunaan media pembelajaran sehingga siswa kurang antusias dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif jenis eksperimen. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas I Gugus III Kecamatan Ambalawi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes unjuk kerja dan observasi. Hasil uji hipotesis di peroleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang mengatakan ada pengaruh media flash card terhadap kemampuan membaca permulaan siswa. Dilihat dari uji homogenitas diperoleh nilai signifikasi sebesar 0.746 > 0.05 yang menandakan data bersifat homogen kemudian dilihat dari uji normalitas Kolmogorov-Smirnov diperoleh nilai signifikansi untuk hasil pre-test kelas eksperimen sebesar 0.200 dan pre-test kelas kontrol sebesar 0.020, hasil post-test kelas eksperimen memperoleh nilai signifikansi sebesar 0.200 dan post-test kelas kontrol 0.008 lebih besar dari 0.05 yang menunjukan data terdristribusi normal. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa media flash card berpengaruh terhadap kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas I Gugus III Kecamatan Ambalawi.
Hubungan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar IPS Pada Siswa Kelas IV SDN Gugus 3 Kecamatan Langgudu Endang Kurniawati; Husniati Husniati; Itsna Oktaviyanti
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1b (2023): April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1b.1183

Abstract

Motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi pencapai prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi belajar  dengan prestasi belajar IPS pada siswa kelas IV SDN Gugus 3 Kecamatan Langgudu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dirancang dengan penelitian deskripsi  korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa  kelas IV SDN Gugus 3 Kecamatan Langgudu sebanyak 53 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang berbentuk checklist menggunakan skala likert. Instrumen penelitian menggunakan angket  motivasi belajar dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  tidak adanya hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar. Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis yang  diperoleh bahwa Uji korelasi sederhana didapatkan nilai signifikansi sebesar 0.720. Nilai yang diperoleh  ini lebih besar dari nilai signifikansi 0.05. kesimpulan tidak ada hubungan yang signikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar IPS pada siswa kelas IV SDN Gugus 3 Kecamatan Langgudu.
Analisis Kesulitan Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar (SD) Yayasan Hadi Sakti Lukmanul Hakim; Safruddin Safruddin; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan guru dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar (SD) Yayasan Hadi Sakti. Problematika tersebut terdiri atas kendala, faktor penyebab, dan strategi yang digunakan guru dalam mengatasi kendala yang diamali dalam menyusun RPP Kurikulum 2013. Penelitain ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan guru dalam Menyusun RPP Kurikulum 2013, mendeskripsikan factor penyebab kesulitan guru dalam penyusunan RPP Kurikulum 2013, serta mendeskripsikan strategi guru dalam menghadapi kesulitan dalam penyusun RPP Kurikulum 2013. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif naratif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis data Model Milles dan Huberman yang terdiri atas, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian: 1) Kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam penyusunan RPP Kurikulum 2013: Guru Kesulitan dalam mengembangkan beberpa komponen RPP Kurikulum 2013, komponen tersebut adalah indikator pencapaian kompetensi, metode pembelajaran, media pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Kesulitan selanjutnya adalah guru tidak menguasai IT. 2) Faktor penyebab dari kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam menyusun RPP adalah: guru tidak pernah mengikuti pelatihan, guru tidak memiliki waktu untuk menyusun RPP, usia guru yang sudah tua. 3) Strategi yang digunakan guru dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi: menggunakan RPP yang sudah ada, menggunakan buku guru sebagai salah satu pedoman dalam menyusun RPP Kurikulum 2013, melakukan diskusi dengan guru yang pernah mengikuti pelatihan dan workshop.
Keterampilan Guru Memberi Reward dalam Pembelajaran Tematik Siswa Kelas IV di SDN 1 Sakra Selatan Rismania Tiara Melinia; A. Hari Witono; Husniati Husniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1162

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang optimalnya guru dalam memberikan reward kepada siswa di kelas, seperti kurangnya minat siswa mengikuti proses kegiatan belajar mengajar dan perhatian siswa terhadap pelajaran yang sedang berlangsung juga kurang. Siswa juga kurang bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan guru, seperti: mengerjakan tugas rumah dan beberapa latihan dikelas. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor, antara lain: kurang diterapkan pemberian reward kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan guru memberi reward dalam Pembelajaran Tematik kelas IV di SDN 1 Sakra Selatan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Subjeknya adalah guru kelas IV SDN 1 Sakra Selatan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan model ( Hasil penelitian  menunjukkan bahwa guru memberi reward bagi siswa dalam proses belajar mengajar, diberikan berdasarkan pencapaian prestasi dan keaktifan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran dikelas. Reward yang sering diberikan secara langsung pada saat proses pembelajaran adalah verbal dan non verbal. Sedangkan reward berupa hadiah dan tanda penghargaan diberikan pada saat penilaian akhir pembelajaran yaitu pembagian raport. pemberian reward dalam bentuk hadiah diberikan sesuai dengan kebutuhan sekolah seperti buku, pensil dan alat sekolah lainnya. Pemberian surat penghargaan berupa piagam penghargaan. Pemberian penghargaan akan merasa bangga karena telah mencapai prestasi maupun perilaku yang diharapkan guru di dalam kelas.  
Pengembangan Modul Matematika Cetak Menggunakan Canva Pada Materi Keliling dan Luas Bangun Datar Kelas IV SD Ni Luh Arginda Pasmawangi; Husniati Husniati; Awal Nur Kholifatur Rosyidah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i1.1198

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan modul Matematika cetak menggunakan Canva pada materi keliling dan luas bangun datar kelas IV SD dan mengetahui kelayakan modul dari segi valid dan praktis. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) menggunakan model pengembangan ASSURE. Penelitian dilakukan di SDN 1 Cakranegara semester ganjil tahun ajaran 2022/2023. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan angket. Analisis data yang digunakan terdiri atas dua jenis, yaitu analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul Matematika cetak yang dikembangkan dinyatakan sangat layak. Validasi materi dan validasi modul menunjukan skor sebesar 94,2 % dan 95% sementara respon guru terhadap kepraktisan modul Matematika cetak memperoleh rata-rata skor 93,75%. Respon peserta didik terhadap kepraktisan modul Matematika cetak memperoleh skor 88,75% pada uji coba kelompok kecil sedangkan uji coba kelompok besar memperoleh skor sebesar 90,2%. Berdasarkan nilai yang diperoleh, maka modul Matematika cetak menggunakan Canva materi keliling dan luas bangun datar sangat layak dari kategori valid dan praktis untuk digunakan oleh peserta didik kelas IV SDN 1 Cakranegara.
PENDAMPINGAN KOLABORASI GURU DAN ORANGTUA BERBASIS EXPRIENTIAL LEARNING MENGATASI PERMASALAHAN SISWA SDN 22 MATARAM Darmiany Darmiany; I Nyoman Karma; Husniati Husniati; Iva Nurmawanti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.13375

Abstract

ABSTRAKPesatnya informasi dari ilmu pengetahuan dan teknologi sangat menguntungkan bagi manusia dalam menjalankan kehidupannya. Namun disisi lain juga menimbulkan permasalahan khususnya di dunia pendidikan. Permasalah tersebut juga terjadi di tingkat Sekolah Dasar. Permasalahan tersebut meliputi permasalahan akademis dan non akademis. Permasalahan non akademis tersebut terjadi di SDN 22 Mataram yaitu siswa yang malas ke sekolah, kenakalan siswa, siswa malas belajar, dll. Oleh sebab itu maka perlu adanya pengabdian kepada masyarakat yang untuk menanggulangi hal tersebut. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan yaitu dengan bentuk kolaborasi antara guru dan orang tua berbasis experiential learning. Oleh sebab itu perlu adanya pendampingan di SDN 22 Mataram dalam melakukan kolaborasi antara guru dan orang tua berbasis experiential learning. Pengabdian ini menggunakan metode pendampingan dengan diskusi kolaborasi yang berlangsung selama tiga tahap yaitu tahap pertama penyampaian materi tentang pentingnya kolaborasi berbasis experiential learning dalam menyelesaikan permasalahan baik akademis maupun non akademis siswa. Tahap kedua yaitu diskusi terkait permasalahan akademis maupun non akademis di SDN 22 Mataram. Adapun tahap ketiga yaitu pendampingan bentuk kolaborasi antara guru dan orang dalam menyelesaikan permasalahan di SDN 22 Mataram. Kata kunci: experiential learning; kolaborasi; masalah akademik, masalah non akademik. ABSTRACTThe rapid information from science and technology is very beneficial for humans in carrying out their lives. But on the other hand it also raises problems, especially in the world of education. This problem also occurs at the elementary school level. These problems include academic and non-academic problems. These non-academic problems occur at SDN 22 Mataram, namely students who are lazy to go to school, student delinquency, students who are lazy to study, etc. Therefore, it is necessary to have community service to overcome this. One alternative that can be done is with a form of collaboration between teachers and parents based on experiential learning. Therefore there is a need for assistance at SDN 22 Mataram in conducting collaboration between teachers and parents based on experiential learning. This service uses the mentoring method with collaborative discussions that take place over three stages, namely the first stage conveys material about the importance of experiential learning-based collaboration in solving both academic and non-academic problems for students. The second stage was a discussion related to academic and non-academic issues at SDN 22 Mataram. The third stage is assistance in the form of collaboration between teachers and people in solving problems at SDN 22 Mataram. Keywords: experiential learning; collaboration; academic problems; non-academic problems.