Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN SELF-EFFICACY DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMK PADA MATERI TRIGONOMETRI Lestari, Nopiyanti Dara; Mustika Sari, Rika Mulyati; Zulkarnaen, Rafiq; Aini, Indrie Noor
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v14i1.24471

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), yang penting dikembangkan dalam pembelajaran abad ke-21. Namun, kemampuan tersebut masih tergolong rendah dan diduga berkaitan dengan faktor psikologis siswa, salah satunya self-efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMK materi trigonometri. Penelitian menggunakan penedekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah 288 siswa kelas X SMK Negeri Batujaya Kabupaten Karawang tahun ajaran 2025/2026, dengan sampel sebanyak 167 siswa menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian meliputi tes kemampuan berpikir kreatif matematis dan angket self-efficacy yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya serta wawancara semi terstruktur. Analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat antara self-efficacy dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa, dengan nilai koefisien korelasi ? = 0,854 dan signifikansi ? < 0,001. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-efficacy siswa, semakin tinggi pula kemampuan berpikir kreatif matematisnya.   Kata kunci: Self-efficacy, kemampuan berpikir kreatif matematis, korelasi, trigonometri Abstract: Mathematical creative thinking ability is one of the higher-order thinking skills (HOTS) that needs to be developed in 21st-century learning. However, this ability is still relatively low and is assumed to be related to students’ psychological factors, particularly self-efficacy. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and vocational high school students’ mathematical creative thinking ability on trigonometry material. The research employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 288 tenth-grade students of SMK Negeri Batujaya, Karawang Regency, in the 2025/2026 academic year, with a sample of 167 students selected using the Slovin formula. The research instruments included a mathematical creative thinking test, a self-efficacy questionnaire that had met validity and reliability criteria, and semi-structured interviews. Data were analyzed using the Pearson Product-Moment correlation test. The results showed a very strong positive relationship between self-efficacy and students’ mathematical creative thinking ability, with a correlation coefficient of r = 0.854 and a significance level of p < 0.001. This indicates that higher self-efficacy is associated with higher mathematical creative thinking ability. Keywords: self-efficacy, mathematical creative thinking ability, correlation, trigonometry.
Creative Thinking Ability of Vocational School Students in Contextual Trigonometry Learning Using Futsal Sahira, Adinda; Effendi, Kiki Nia Sania; Sari, Rika Mulyati Mustika
Journal of General Education and Humanities Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/gehu.v5i2.1264

Abstract

This study explores the limited use of contextual approaches in fostering creative thinking in trigonometry learning. This study aims to determine the difference in creative thinking test scores of vocational high school students before and after learning trigonometry in the context of futsal. This study used a quantitative method with a pre-experimental design and a one-group pretest-posttest form, with 27 tenth-grade students as the sample. The instrument used was a mathematical creative thinking ability test with futsal-contexted trigonometry material. Data analysis included descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, the Wilcoxon test, and N-Gain. Descriptive results showed that creative thinking ability was in the moderate range (63%) and increased from 41.81 to 77.26 between the pretest and posttest. The Wilcoxon test showed that Ho was rejected and Ha accepted, indicating a difference in creative thinking skills before and after the treatment (0.000 < 0.05), with an N-Gain score of 0.77. Therefore, it was concluded that the futsal sports context in trigonometry material yielded good results, with a noticeable difference before and after classroom learning.
Pengaruh Deep Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Geometri Siswa Kelas IX Saeful Hamzah, Karto; Sari, Rika Mulyati Mustika; Zulkarnaen, Rafiq
Jurnal Pendidikan Matematika RAFA Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika RAFA
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jpmrafa.v11i2.32146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran deeplearning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi geometri kelas IX SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto, yaitu penelitian yang mengkaji hubungan sebab-akibat berdasarkan data yang telah terjadi tanpa memberikan perlakuan langsung terhadap variabel. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas IX di SMPN Satu Atap 1 Jayakerta Kabupaten Karawang yang telah menerapkan pembelajaran mendalam dan sudah mempelajari materi geometri. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah dan dokumentasi hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penerapan pembelajaran deeplearning terhadap kemampuan pemecahan masalah geometri siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan analisis, penalaran, dan refleksi siswa dalam memahami konsep geometri.
Strategi Pemecahan Masalah Geometri Siswa SMP Berdasarkan Gender dan Fase Polya Suryaningsih, Eka Irmas; Zulkarnaen, Rapiq; Sari, Rika Mulyati Mustika; Nur, Iyan Rosita Dewi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4281

Abstract

Studi ini difokuskan untuk mengkaji adanya perbedaan kapabilitas murid laki-laki dan perempuan dalam menuntaskan permasalahan matematika pada topik geometri bangun datar dengan mengacu pada langkah-langkah pemecahan masalah menurut Polya. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif berbasis potong lintang (cross-sectional). Partisipan penelitian berjumlah 158 murid kelas VIII SMP, yang terdiri dari 79 murid laki-laki serta 79 murid perempuan. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa tes esai pemecahan masalah matematika yang dirancang sesuai dengan empat fasean Polya, meliputi fase memahami permasalahan, menyusun rencana penyelesaian, melaksanakan strategi yang telah dirancang, serta melakukan peninjauan ulang terhadap hasil yang diperoleh. Selanjutnya, data diolah melalui analisis statistik deskriptif, pengujian normalitas memakai Shapiro–Wilk, serta uji beda Mann–Whitney U. Temuan penelitian mengindikasikan jika ada perbedaan yang bermakna dalam kapabilitas dalam pemecahan masalah matematika antara murid laki-laki dan perempuan pada tingkat signifikansi 0,05 dengan kategori effect size sedang. Perbedaan tersebut paling menonjol pada fase memahami persoalan dan mengevaluasi kembali hasil, sementara pada fase pelaksanaan rencana, kedua kelompok memperlihatkan tingkat kapabilitas dalam yang cenderung setara. Murid perempuan cenderung lebih konsisten dalam mengidentifikasi informasi penting pada soal dan melakukan verifikasi terhadap jawaban yang diperoleh. Temuan ini memperlihatkan jika variasi kapabilitas dalam pemecahan masalah matematis tidak hanya berkaitan dengan penguasaan prosedur, tetapi juga dipengaruhi oleh strategi kognitif dan metakognitif. Sebabnya, kegiatan edukasi matematika perlu dirancang dengan menekankan aktivitas reflektif dan penguatan strategi penyelesaian masalah secara sistematis.