Articles
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGEMBANGKAN INSTRUMENT PENILAIAN HASIL BELAJAR DI SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO
Susi Hermin Rusminati;
Apri Irianto;
Arif Mahya Fanny;
Pana Pramulia
SNHRP Vol. 3 (2021): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 3 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (273.027 KB)
Guna meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah melakukan perubahan kurikulum dari KTSP menjadi kurikulum 2013. Akan tetapi sampai saat ini guru masih bingung menerapkan kurikulum 2013 dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi guru yang terkait dengan penilaian. Selain itu guru juga dituntut untuk mampu membuat kisi-kisi soal, membuat soal, jawaban serta rubrik penilaian yang mengacu pada kriteria berbasis High Order Thinking Skills (HOTS). Tuntutan ini memacu guru agar lebih baik lagi dalam membuat soal, sehingga tidak hanya sekedar membuat soal untuk memenuhi kewajiban, akan tetapi harus memperhatikan konten soalnya
Sinergitas Tripusat Pendidikan Pada Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di SD Dalam Pandangan Ki Hajar Dewantara
Arif Mahya Fanny
EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 2 (2020): EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (307.46 KB)
|
DOI: 10.26740/eds.v4n2.p176-183
Kajian ini bertujuan untuk menganalisis sinergitas tripusatpendidikan yang dalam mendukung kebijakan program penguatan pendidikan karakter (PPK) dan menghasilkan sebuah rekomendasi kebijakan guna perbaikan kualitas pendidikan di SD. Perbaikan dalam bidang pendidikan oleh pemerintah terus diupayakan dengan adanyaPPK. Upaya terbaik dilakukan bukan hanya melibatkan warga sekolah saja namun adanya pihak lain di luar sekolah, yaitu mereka sebagai orang tua dan komunitas masyarakat berkarakter. Dalam hal ini menjalin kerjasama adalah kunci keefektifan pendidikan karakter, dengan menggunakan kerjasama model linier, sekolah memberikan sarana dan himbauan dalam satu arah. Selanjutnya kerjasama model dua arah atau interaksional, pihak sekolah memberikan sarana dan himbauan yang memungkinkan mendapat umpan balik pengirim dan penerima. Sedangkan kerjasama model segala arah transaksional sekolah dapat mencapai kesepakatan bersama dari segala lingkungan pendidikan baik sekolah, keluarga, masyarakat.
Optimalisasi Online Learning melalui Penugasan Mind Mapping untuk Meningkatkan Keterampilan Presentasi pada Mahasiswa STAI Darussalam Lampung
Laila Nursafitri;
Arif Mahya Fanny
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 8 No. 2 (2021): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (826.369 KB)
|
DOI: 10.31316/esjurnal.v8i2.1274
Keterampilan presentasi merupakan keterampilan yang berkaitan dengan penyajian dan penyampaian kembali pengetahuan. Hal ini penting untuk dikuasai oleh mahasiswa kependidikan yang harus mampu menyampaikan kembali materi kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan presentasi mahasiswa melalui penugasan mind mapping dalam online learning. Metode penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas model Susman dengan langkah-langkah yaitu: (1) diagnosing (2) action planning, (3) taking action, (4) evaluating, (5) specifying learning. Subjek penelitian berjumlah 15 orang mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam STAI Darussalam Lampung. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi pembelajaran online, dokumentasi, dan catatan refleksi diri. Sedangkan analisis data menggunakan persentase dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penugasan mind mapping dalam pembelajaran online dapat meningkatkan keterampilan presentasi mahasiswa. Keterampilan presentasi dalam penelitian ini meliputi keterampilan menerjemahkan keterampilan menginterpretasi, dan keterampilan mengekstrapolasi.
The Effect of Discovery Learning Learning Model On Critical Thinking Ability In Class 5 Elementary School Students
Arif Mahya Fanny;
Moudy Claudia Rahman
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 8 No 14 (2022): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (151.407 KB)
|
DOI: 10.5281/zenodo.6978851
This study aims to determine effect of discovery learning model is the learning ability of students of class V student at SDN Tenggilis Mejoyo I Surabaya. The research method used is a quantitative with research draft Quassi Experimental Design-Posttest Only Control design. The sample in this study is all learners of class 5, using saturated Sampling. Data collection techniques using tests and observations. The instrument in this study is a test sheet of critical thinking and observation sheets of student activity. Data analysis techniques using test-t and percentage. The results of data analysis shows that the application of the discovery learning model can have an effect on students in critical thinking by carrying out all activities according to the steps or syntax specified in the discovery learning model to the critical thinking skills of students at SDN Tenggilis Mejoyo I Surabaya, the results of calculations using the t-test formula obtained a t value of 9.78. Result from the test criteria because 9,78>2,30 or 9.78, then H_0 it is rejected. This means that there is a difference, so there is an effect of this discovery learning model on the critical thinking skills of fifth grade students at SDN Tenggilis Mejoyo I Surabaya. and showed that students activities in The Science learning process using the Discovery learning model were excellent.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS HOTS DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS MATA KULIAH PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR
Arif Mahya Fanny
Jurnal Pendidikan Dasar Vol 10 No 2 (2019): JPD- Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Pendidikan Dasar - Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (476.885 KB)
|
DOI: 10.21009/jpd.v10i2.13314
Abstract This study aims to determine whether the implementation of HOTS-based learning can improve the analysis skills of Elementary School Teacher Education students in Social Sciences Learning Subjects. This study uses an experimental study using a one group pretest-posttest research design. This type of research is a quasi experimental research with one group pretest posttest design. This study does not use a comparison class but has used a preliminary test so the effectiveness or effect of HOTS-based learning can be known with certainty. The results of this study indicate that the application of hots-based learning can improve the ability of social science learning analysis in students of elementary school teacher education at PGRI University Adi Buana Surabaya. metacognitive, and creative thinking which is a higher order thinking ability. HOTS-based learning or high-level thinking ability is an ability to think that not only requires the ability to remember, but also requires other higher abilities, such as the ability to think creatively and critically so that students already have these abilities can analyze a problem in a Social Sciences course . Keywords: Higher Order Thinking Skills, Social Science Learning, Elementary School Teacher Education
Studi kreatifitas gotong royong: model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk mengembangkan karakter gotong royong dalam pembelajaran IPS
Arif Mahya Fanny;
Susiloningsih Susiloningsih;
Apri Irianto
Journal of Creative Attitudes Culture Vol 3 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : PPPM STKIP PGRI Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (142.555 KB)
This study was to examine and describe the use of the STAD type cooperative learning model in social studies learning to develop students' mutual cooperation character. The research method used is a literature study. The conclusion from this study is that the use of the STAD type cooperative learning model in social studies learning can develop student character, especially in relation to the character of cooperation. This is because the STAD type supports students actively working in groups with members of different backgrounds, thus increasing empathy, tolerance and the ability to work together in groups. One of the characters in the Pancasila Student Profile is that mutual cooperation can be accommodated by activities in the STAD type cooperative learning model, namely cooperation. In addition, social studies learning has one of the goals of providing knowledge and attitudes that shape the character of being good citizens in the environment and in society.
Studi Literatur: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Untuk Mengembangkan Karakter Gotong Royong Dalam Pembelajaran IPS
Arif Mahya Fanny;
Wahyu Susiloningsih;
Apri Irianto
Wahana Vol 74 No 2 (2022): Wahana Tridarma Perguruan Tinggi
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/wahana.v74i2.7004
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menguraikan tentang penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD ke dalam pembelajaran IPS untuk mengembangkan karakter gotong royong peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam pembelajaran IPS bisa mengembangkan karakter mahsaiswa terutama dalam kaitannya dengan karakter kerjasama. Hal ini dikarenakan tipe STAD mendukung peserta didik aktif bekerja dalam kelompok dengan anggota yang berbeda latar belakang, sehingga meningkatkan empati, toleransi dan kemampuan begotong royong dalam kelompok. Salahsatu karakter di dalam Profil Pelajar Pancasila adalah gotong-royong mampu diakomodasi oleh kegiatan yang ada di dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu kerja sama. Selain itu, pembelajaran IPS salah satu tujuan memberikan pengetahuan dan sikap yang membentuk karakter menjadi warga negara yang baik di lingkungan maupun di masyarakat.
PENGEMBANGAN MEDIA ULAR TANGGA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) BAGI SISWA SEKOLAH DASAR DI LAMPUNG TIMUR
Laila Nursafitri;
Arif Mahya Fanny;
M. Haris Hermanto;
Ikhsan Irsyadi;
Asfah Nur Halimah;
Syarifatul Hidayah
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7 No 1 (2023): Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/inventa.7.1.a7978
Pembelajaran yang membosankan akan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Oleh sebab itu pengemasan pembelajaran perlu dilakukan dengan cara yang lebih kreatif, diantaranya menggunakan permainan. Permainan sebagai media pembelajaran dapat memberikan nuansa baru sehingga siswa tertarik untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media ular tangga untuk meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi siswa Sekolah Dasar di Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Hannafin dan Peck, yang terdiri dari (1) analisis kebutuhan (needs asessment); (2) desain (design); dan (3) pengembangan/implementasi (develop/implement). Instrumen penelitian terdiri dari angket validasi media, angket validasi materi, angket respon siswa, soal pretes dan postes. Validasi media melibatkan dua validator dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Uji coba media dilakukan secara terbatas. Uji coba media melibatkan delapan orang siswa kelas II SD Alam Azzahra Lampung Timur. Penelitian ini menghasilkan media ular tangga yang masuk pada kategori layak. Hasil uji coba terbatas menunjukkan bahwa media ular tangga ini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa SD.
HOTS-Based Teaching Module Design Planning in the Independent Curriculum
Rosmiati;
Arif Mahya Fanny;
Bahauddin Azmy;
Rarasaning Satianingsih;
Susi Hermin Rusminati
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35568/abdimas.v7i1.4373
In facing the current dynamics of education, big challenges arise with the introduction of the Independent Curriculum in Indonesia. The focus on developing higher-order thinking skills (HOTS) creates a deep need for planning teaching modules that are innovative and in line with new curriculum principles. The workshop is structured into several sessions which include an introduction to the HOTS concept, development of teaching modules, technology integration, and direct practice in creating module prototypes. This process is designed to provide an in-depth understanding and skills needed for elementary school teachers to be able to design teaching modules that are by the principles of the Independent Curriculum. Through a step-by-step approach, this workshop becomes a bridge towards implementing quality and relevant learning at the basic education level.