Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Penguatan Karakter Siswa Melalui Profil Pelajar Pancasila Dimensi Beriman dan Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia Thusyadia , Vidya Halima; Hutami, Etika Moral; Patmisari, Patmisari
Buletin Literasi Budaya Sekolah Vol. 6, No. 1, Juli 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has diversity starting from customs, languages, religions and ethnic groups, which must be preserved, and one of them is being able to maintain the character of having faith and devotion to God Almighty and having good morals to live in the surrounding environment for oneself and many people. Religion is inherent in Indonesian citizens from all walks of life, and students have begun to receive religious education from an early age. Promoting religious education is an important part of the growth and development process of children and students. In essence, strengthening the character of students is an urgency for educators. Strengthening character is an activity that is useful for developing abilities in forming character, which aims to educate and develop good character. In this strengthening process, many ways can be done, one of which is by strengthening character through positive religious activities and building a character that is devout and obedient. As educators and places to get a better education, schools facilitate the strengthening of obedient character.
Penggunaan Pendekatan Technological Pedagogical And Content Knowledge (Tpack) Dalam Pembentukan Student Well-Being Patmisari, Patmisari; Permatasari, Widanti; Muhibbin, Ahmad
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol.8 No.2 September 2021
Publisher : Prodi PPKn FKIP Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/jpkn.v8i2.y2021.p132-142

Abstract

Student well-being di Indonesia masih kurang diperhatikan. Adanya berita siswi bunuh diri akibat tugas menumpuk, dan siswa yang depresi dengan alasan yang serupa membuktikan bahwa student well-being diperlukan. Contoh kedua kasus tersebut perlu ditindak lanjut agar tidak menimbulkan lebih banyak korban lagi. Upaya yang perlu dilakukan yaitu mewujudkan student well-being di mulai dengan cara menggunakan pendekatan pembelajaran yang cocok dengan keadaan PJJ saat ini. Pendekatan pembelajaran yang digunkan yaitu TPACK. Studi ini bertujuan menguji korelasi antara penggunaan pendekatan TPACK dan pembentukkan student well-being. Desain penelitian menggunaan korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan angket tertutup yang disebarkan kepada sampel penelitian secara online. Teknik sampling menggunakan cluster sampling yaitu siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Ngemplak, Boyolali. Uji validitas menggunakan indeks Aiken dari 27 item pertanyaan/pernyataan semuanya valid. Uji reliabilitas menggunakan rumus cronbach alfa dengan bantuan program SPSS 26 dan mendapatkan hasil reliabel. Teknik analisis menggunakan T-tes dengan bantuan program SPSS 26. Hasil studi menunjukkan bahwa nilai signifikasi T-tes lebih besar dari nilai table, maka hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nihil diterima. Kesimpulannya  tidak terdapat hubungan antara penggunaan pendekatan TPACK dan pembentukkan student well-being dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhi.
PROYEK KEWIRAUSAHAAN, KEARIFAN LOKAL, REKAYASA DAN TEKNOLOGI DALAM PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Muhammad Rezal Fahrudin; Patmisari
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i4.2282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran sekolah dalam penguatan profil pelajar Pancasila berbasis proyek dan faktor pendukung juga penghambat pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila di SMP Negeri 2 Teras. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini bahwa penguatan profil pelajar Pancasila di SMP Negeri 2 Teras dilakukan melalui proyek berupa kegiatan mengidentifikasi masalah yang ada di sekitar, menciptakan suatu produk yang bernilai jual, dan melek teknologi. Pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila di SMP Negeri 2 Teras terdiri dari 3 tema yaitu kewirausahaan, kearifan lokal, dan rekayasa teknologi. Faktor pendukung pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila yaitu fasilitas yang memadai, semangat dan antusiasme peserta didik, dan dukungan wali/orang tua peserta didik. Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan proyek penguatan profil pelajar Pancasila yaitu perbedaan karakteristik peserta didik dan proyek penguatan profil pelajar Pancasila bagian dari kurikulum baru.
Analisis gaya belajar siswa Generasi Z dalam perspektif social cognitive theory Patmisari Patmisari; Siti Irene Astuti Dwiningrum
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 9, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v9i2.104081

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kecenderungan gaya belajar mahasiswa Generasi Z dalam konteks pembelajaran digital serta menjelaskannya melalui kerangka Social Cognitive Theory (SCT). Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif deskriptif, dengan pengumpulan data menggunakan instrumen Index of Learning Styles (ILS) yang telah diterjemahkan dan disesuaikan ke dalam Bahasa Indonesia. Instrumen disebarkan secara daring kepada 309 responden berusia 13–19 tahun di wilayah Solo Raya menggunakan teknik purposive–incidental sampling, dengan analisis data berupa statistik deskriptif berbasis distribusi persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar visual mendominasi (54%), diikuti asimilatif, sedangkan dimensi aktif–reflektif dan sequential–global berada pada kategori rendah. Temuan ini menunjukkan adanya preferensi kuat terhadap pembelajaran berbasis observasi visual, fleksibilitas strategi belajar, dan pemanfaatan lingkungan digital dalam mengakses informasi. Berdasarkan konstruk SCT, gaya belajar Gen Z merupakan hasil interaksi tiga faktor, yaitu personal (preferensi visual, efikasi diri), behavioral (strategi belajar mandiri, observasional), dan environmental (paparan teknologi digital yang intens). Simpulan penelitian menegaskan pentingnya desain pembelajaran adaptif, visual, dan berbasis teknologi dalam mendukung keterlibatan serta optimalisasi potensi belajar Generasi Z. Analysis of Generation Z students' learning styles from a social cognitive theory perspective Abstract: This study aims to map the learning style tendencies of Generation Z students in digital learning environments and explain them through the lens of Social Cognitive Theory (SCT). A quantitative descriptive survey method was employed using the Index of Learning Styles (ILS) instrument, which was translated and culturally adapted into Indonesian. Data were collected online from 309 respondents aged 13–19 years in the Solo Raya region using purposive–incidental sampling. Descriptive statistical analysis was conducted using percentage distribution. The findings revealed a dominant visual learning style (54%) followed by assimilative tendencies, while the active–reflective and sequential–global dimensions scored low. These results indicate a strong preference for visual observation-based learning, flexible strategies, and technology-driven information access. Within the SCT framework, the learning styles of Generation Z are shaped by reciprocal interactions between personal factors (visual preference, self-efficacy), behavioral factors (self-regulated observational learning), and environmental factors (intensive exposure to digital media). The study concludes that adaptive, visually rich, and technology-integrated instructional designs are essential for enhancing learning engagement and optimizing the educational potential of Generation Z learners.
Penyuluhan pencegahan stunting dan gizi seimbang menuju desa bebas stunting dan generasi muda yang sehat Wibowo Heru Prasetiyo; Patmisari Patmisari; Nadzua Widya Sugesti; Leolita Clara Puspita Dewi; Ira Mirzania; Salma Alvianingsih; Sofyan Sofyan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i3.39568

Abstract

AbstrakBerdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2019, sekitar 27,6% anak balita di Indonesia mengalami stunting dengan prevalensi tertinggi kedua di Asia Tenggara. Stunting ini menandakan nilai tinggi badan menurut usia yang berada di bawah standar yang ditetapkan yang  berdampak negatif terhadap perkembangan fisik dan kapasitas kognitif anak. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, pada periode 3 Agustus hingga 9 September 2024, dengan tujuan membantu  pencegahan stunting dan memperluas kesadaran tentang peranan gizi seimbang. Program yang diselenggarakan oleh Tim Pengabdian Masyarakat bekerja sama dengan Puskesmas Ngargoyoso ini mencakup serangkaian kegiatan, meliputi penilaian awal, wawancara, penyuluhan kesehatan, demonstrasi praktis, distribusi tablet tambah darah (TTD), aktivitas fisik promotif kesehatan, serta evaluasi hasil melalui kuesioner terstruktur. Strategi edukasi kesehatan yang diterapkan meliputi ceramah, media visual, poster, serta kegiatan ice breaking interaktif guna meningkatkan partisipasi peserta. Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas peserta kegiatan menyatakan program ini bermanfaat dalam upaya pencegahan stunting. Selain itu, sejumlah besar peserta melaporkan adanya peningkatan kondisi kesehatan setelah mengonsumsi suplemen zat besi secara teratur. Pengabdian ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai stunting dan gizi, sekaligus mendorong perubahan perilaku hidup sehat, seperti konsumsi tablet zat besi secara konsisten. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa program ini berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi dan diterapkan secara efektif dalam penanggulangan stunting di komunitas dengan karakteristik serupa. Kata kunci: gizi seimbang; pencegahan stunting; pengabdian masyarakat; stunting; tablet tambah darah AbstractAccording to a 2019 World Health Organization (WHO) report, approximately 27.6% of children under five in Indonesia suffer from stunting, representing the second-highest prevalence in Southeast Asia. Stunting exerts a negative impact on children's physical development and cognitive capacity. This community service program was conducted in Kemuning Village, Ngargoyoso District, Karanganyar Regency, from August 3 to September 9, 2024, aiming to assist in stunting prevention and expand awareness regarding the role of balanced nutrition. Organized by the Community Service Team in collaboration with the Ngargoyoso Public Health Center (Puskesmas), the program encompassed a series of activities, including initial assessments, interviews, health education, practical demonstrations, the distribution of iron-folic acid (IFA) tablets, health-promoting physical activities, and the evaluation of outcomes via structured questionnaires. The implemented health education strategies included lectures, visual media, posters, and interactive ice-breaking activities designed to enhance participant engagement. Evaluation results indicated that the majority of participants perceived the program as beneficial in stunting prevention efforts. Furthermore, a substantial number of participants reported improvements in health conditions following the regular consumption of iron supplements. This community service initiative successfully increased public awareness concerning stunting and nutrition, while simultaneously encouraging healthy behavior changes, such as the consistent consumption of iron tablets. These findings indicate that the program has the potential to serve as a replicable model that can be effectively implemented to combat stunting in communities with similar characteristics. Keywords: balanced nutrition; stunting prevention; community service; stunting; iron supplement tablets
Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dimensi Mandiri dan Gotong Royong melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Wunimas Daya Pitaloka; Patmisari Patmisari
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 5 No. 2 (2024): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v5i2.411

Abstract

Peserta didik saat ini memiliki kesulitan dalam mengembangkan diri secara mandiri dan menjadi individu yang kurang peduli sesama. Melalui kegiatan ekstrakulikuler Pramuka, sekolah ini berharap bahwa kegiatan dapat memperkuat dimensi mandiri dan gotong-royong peserta didik, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam waktu kurang lebih 6 bulan sejak bulan September 2023 hingga Maret 2024 dengan tujuan untuk mengidentifikasi penguatan dimensi mandiri dan gotong-royong melalui aktivitas ekstrakulikuler Pramuka di SMAN 1 Polanharjo. Subjek dalam penelitian ini berupa pembina Pramuka, dewan ambalan Pramuka, dan peserta didik SMAN 1 Polanharjo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam riset adalah melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pramuka di sekolah ini efektif dalam memperkuat karakter mandiri peserta didik, dengan fokus pada aspek seperti ketidaktergantungan terhadap orang lain, rasa percaya diri, disiplin, tanggung jawab, inisiatif sendiri, dan kontrol diri. Selain itu Pramuka juga memperkuat karakter gotong royong peserta didik, dengan fokus pada aspek kerja sama dan saling tolong menolong. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang peran Pramuka dalam pembentukan karakter peserta didik, serta memberikan panduan bagi sekolah dan pembina dalam mengoptimalkan potensi kegiatan ekstrakurikuler untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Peningkatan Delapan Keterampilan Dasar Mengajar Guru dan Pengembangan Karakter di Malaysia Obby Taufik Hidayat; Wibowo Heru Prasetyo; Patmisari .; Rizky Drupadi; Salma Alya Fadhilah; Arnie Anjar Santi; Rohima Hidayati; Arsyadana Ilma; Rayhan Firman Prasetya; Farizal Amsyari; Mila Rosita; Dian Ratri Nur Isnaini; Zuhroh Wafa Athiyyah
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jpmittc.v5i1.4310

Abstract

Currently, the teachers at the Guidance Center/ Sanggar Bimbingan (SB) in Malaysia play a crucial role in educating the intelligent and characterful children of Indonesian migrant workers/ Pekerja Migran Indonesia (PMI). However, teachers there, like those at SB AT-Tanzil, currently face various challenges and issues, including limited basic teaching competencies that effectively align with the independent curriculum, as well as a number of moral issues amidst the challenges of living abroad with PMI. Therefore the international partnership-community service program (IP-CSP) aims to enhance the professionalism of skilled Indonesian teachers with Islamic character in Malaysia. This community service program used a method of disseminating knowledge and information through the diffusion of science and technology related to the eight basic teaching skills according to Turney (1973) and character education based on Al-Islam & Kemuhammadiyahan (AIK) values to teachers at the SB  AT-Tanzil, Malaysia. The IP-CSP program is implemented through several stages, including preparation, implementation, and reporting. The results of this IP-CSP are more effective teacher professional development and the development of more positive personal attitudes through an experiential learning approach, as an effort to realize the profile of a 21st-century teacher. An important implication of this activity is that it provides empirical and meaningful experience for Indonesian teachers in Malaysia and Indonesian students in implementing community service program with international partner institutions.
Bentuk Partisipasi Pelestarian Kesenian Reog Sebagai Wujud Nasionalisme Dellis Shika Prameswari; Patmisari
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Volume 9 Nomor 1 Edisi Juni 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v9i1.8012

Abstract

Kesenian Reog merupakan kesenian tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia yang seiring zaman telah berkembang khususnya di Pulau Jawa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi masyarakat Desa Jatijajar dalam melestarikan kesenian Reog, mendeskripsikan wujud nasionalisme masyarakat dalam melestarikan kesenian Reog serta mengetahui hambatan dan solusi permasalahan partisipasi masyarakat Desa Jatijajar dalam melestarikan kesenian Reog sebagai wujud nasionalisme. Penelitian ini menggunakan konsep bentuk partisipasi Abu Huraerah dan konsep nasionalisme Imam Musbikin dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Jatijajar telah melaksanakan berbagai bentuk partisipasi dalam melestarikan kesenian Reog. Bentuk partisipasi yang sudah berjalan yaitu, 1) partisipasi tenaga, 2) partisipasi harta benda, dan 3) partisipasi sosial. Adapun wujud nasionalisme masyarakat Desa Jatijajar yang dijumpai yaitu, 1) kesetiaan terhadap budaya dan 2) kepedulian terhadap budaya. Pelaksanaan partisipasi masyarakat Desa Jatijajar sebagai wujud nasionalisme tidak mengalami hambatan yang berarti lantaran masyarakat Desa Jatijajar secara langsung dapat menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi
Co-Authors Achmad Muthali'in Agung Dwi Prasetyo, Agung Dwi Ahmad Muhibbin Aji, Ganno Tribuana Kurni Alvianingsih, Salma Alya Janesi Afnita Rosmawardani Andriyanti, Septimia Ariani, Sinta Arnie Anjar Santi Arsyadana Ilma Dellis Shika Prameswari Dewi Ayuningtyas Dewi, Leolita Clara Puspita Dian Artha Kusumaningtyas Dian Ratri Nur Isnaini Fahri Ramadhan Farizal Amsyari Feri Andi Nugroho Firly Darafista Fitrani Rika Asnaria Ginda Tia Monica Haryani, Fenny Riza Heri Siswanto Hidayati, Rohima Hutami, Etika Moral Ira Mirzania Leolita Clara Puspita Dewi Mahardika, Dzikrina Aqsha Mega Kriswati Mila Rosita Mirzania, Ira Muhammad Luthfi Hidayat Muhammad Rezal Fahrudin Muhammad Rezal Fahrudin Muthali'in, Achmad Muthali’in, Achmad Nadzua Widya Sugesti Noor Banu Mahadir Naidu Nur Isnaini, Dian Ratri Nurholipah, Wahyu Nurlita Fitriyani Obby Taufik Hidayat Permatasari, Widanti Pratama, Erviana Diah Rahmawan, Alfian Arsa Rayhan Firman Prasetya Rizky Drupadi Rohima Hidayati Rudy Bagus Wicaksono Sabrina, Alma Putri Sadam Ridho Aditya Pratama Salma Alvianingsih Salma Alya Fadhilah Saputri, Rizky Novia Setyawati, Sri Siti Irene Astuti D Siti Nandiroh Sofyan Sofyan Sofyan Sofyan Sugesti, Nadzua Widya Sugiyarti, Sindy Sumaji, Muhammad Anis Sumarsih, Eka Jumaidah Syaiful Hidayat Tata Aulia Wardani Thusyadia , Vidya Halima Tia Restika Aprilia Veithzal Rivai Zainal Venissa Dian Mawarsari Wibowo Heru Prasetiyo Wibowo Heru Prasetyo Widanti Permatasari Widayati, Oktaviani Wisnu Wardhana Wiwik Handayani Wunimas Daya Pitaloka Yulianto Bambang Setyadi Zuhroh Wafa Athiyyah