Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Sosialisasi Implementasi Undang-Undang No. 33 Dan 34 Tahun 1964 Tentang Pertanggung Jawaban Risiko Kecelakaan Lalu Lintas PT. Jasa Raharja Perwakilan Meulaboh, Cabang Aceh Safrida Safrida; Nodi Marefanda; Desi Maulida; Rachmatika Lestari; Muzakkir Muzakkir; Nila Trisna; Veni Nella Syahputri; Agussalim Agussalim; Risna Dewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 3, No 1 (2021): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v3i1.2217

Abstract

AbstractHuman activities are inseparable from various risks, such as road activities that often cause accidents and deaths. Therefore the government established Law No. 33 and 34 of 1964 concerning liability for accident risk carried out by PT. Jasa Raharja . PT. Jasa Raharja is a state-owned enterprise (BUMN) that guarantees traffic accident insurance through compulsory contributions from passengers and mandatory donations from vehicle owners. But many people do not know yet, when an accident occurs the victims blame each other, burden each other or bear all the risks of the accident. Furthermore, many people do not yet clearly know the procedures, requirements and other provisions for obtaining accident compensation. PT. Jasa Raharja, representative of Meulaboh as the institution responsible for providing accident compensation, has carried out a coding program related to the delivery of information or the socialization of the insurance business. This service program was attended by 40 participants from State Administration Science Teuku Umar University students. This dedication targets all participants to understand the material well delivered and be able to be a liaison to the public related to accident recovery information.
Pelatihan Jurnalisme Investigasi Bagi Mahasiswa Jurnalistik UTU dan UIN Ar-Raniry di Banda Aceh dan Aceh Besar Muzakkir Muzakkir; Murhaban Murhaban; Teuku Farizal; Ismu Ridha; Iwan Doa Sempena; Futri Syam; Suryadi Suryadi; Mukhlizar Mukhlizar
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 6, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v6i2.11356

Abstract

In today's digital era, the continuous advancement of information has become meaningful in societal life. The development of investigative journalism exposes various irregularities or hidden issues covered up by state officials or authorities entrusted with the responsibility to manage and control various resources for the public's benefit. Additionally, investigative journalism is a methodological discipline, requiring opportunities to be understood and mastered. Thus, aspiring journalists need intelligence and agility to examine, research, and deconstruct journalistic knowledge to reveal hidden cases, prepared to face resistance, challenges, and threats. The purpose of this investigative journalism training for prospective journalists is to enable students to fully understand investigative reporting, which demands mental resilience and courage to disclose cases deliberately concealed. The benefit of this activity is to inspire students, as future journalists, to engage critically and insightfully with information evolving across various channels. As aspiring journalists, critical thinking is essential in addressing rumors, emerging public issues, and a skeptical stance toward information disseminated by certain parties, emphasizing the need for thorough verification. The direction and objective of this training for prospective journalists are to foster understanding and the ability to think critically in investigating and researching events or cases suspected of irregularities. This training employs lecture and discussion methods. The outcomes for aspiring journalists are to inspire, motivate, and express their investigative journalism work, serving as a medium to report events or cases suspected of anomalies to the public. Consequently, media users can better understand news or rumors constructed by aspiring journalists, which is then widely disseminated to the public.
Bimbingan Literasi Media Dalam Perspektif Jurnalistik Bagi Calon Insan Pers pada Harian Serambi Indonesia Muzakkir Muzakkir; Putri Maulina; Murhaban Murhaban; Rena Juliana; Samwil Samwil; Teuku Farizal
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 4, No 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v4i1.5379

Abstract

Di era milenial sekarang ini, perkembangan informasi media sosial (medsos) tidak selalu menjadi rahmat bagi  manusia. Artinya, banyak informasi yang berdampak negatif bahkan menjadi petaka disebarkan. Karenanya, diperlukan kecerdasan literasi media untuk memahami, menganalisis, mengintepretasi, dan mendekonstruksiperspektif jurnalistik bagi calon insan pers dalam penggunaan media sosial seperti internet, bagi kebutuhan kehidupan insan, terutama dalam menghadapi media baru (new media). Tujuannya, menjadi karya kreatif dan inovatif bagi calon insan pers dan wahana transformasi pengetahuan serta kreasi seni bagi publik atau bagi masyarakat yang berminat membaca. Manfaatnya, menjadikan pribadi calon insan persn yang ‘melek media’, dan mampu mengeluarkan pendapat secara kritis atas informasi atau pesan yang dapat diserap dari media. Senantiasa bersikap terhadap isu, permasalahan yang muncul  secara bijak, tidak mudah terbawa arus dan tergiring opininya menuju hal yang bersifat negatif. Targetnya, calon insan pers mampu melahirkanpemahaman  dan konsep menulis dengan baik dan memiliki intuisi (nurani) yang tajam terhadap aspek kehidupan dan peristiwa.Menggunakan metode ceramah dan diskusi, caranya menampilkan materi dalam bentuk power point. Hasilnya, calon insan pers dapat melahirkan karya berkualitas yang memiliki fungsi pemberi informasi tentang suatu situasi dan keadaan terhadap peristiwa agar pengguna media lebih memahami tentang isu yang dikonstruksi oleh calon insan pers untuk selanjutnya  diakses ke publik.
Pelatihan Penulisan Feature Jurnalistik Bagi Calon Insan Pers pada Harian Serambi Indonesia Muzakkir Muzakkir; Rena Juliana; Murhaban Murhaban
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 3, No 2 (2021): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v3i2.4362

Abstract

Feature merupakan karya jurnalistik berisi perpaduan berita dan opini, dengan gaya bercerita (story telling) mengandung unsur human interest dengan menggunakan bahasa sastrawi, tujuannyamenjadi karya kreatif dan inovatif bagi  calon insan pers dan wahana transformasi pengetahuan serta kreasi seni bagi publik atau bagi masyarakat yang berminat membaca. Manfaatnya, melatih diri calon insan pers untuk mengembangkan ketrampilan menulis feature secara efektif. Targetnya, calon insan pers mampu meningkatkan kemampuan menulis feature secara khusus, mampu melahirkan tulisan feature dengan baik dan memiliki  intuisi (nurani) yang tajam terhadap aspek kehidupan dan peristiwa. Menggunakan metode ceramah dan diskusi, caranya menampilkan materi dalam bentuk power point, disertai contoh feature yang telah dipublikasi baik melalui surat kabar, majalah, maupun yang ditulis dalam karya buku sebagai pendukung. Hasilnya, calon insan pers dapat melahirkan karya-karya tulis feature berkualitas yang memiliki fungsi pemberi informasi tentang suatu situasi, keadaan terhadap peristiwa yang terjadimendidik, menghibur, dan menggairahkan pembaca.
Jurnalisme Kampus Dan Perkembangan di Era Industri 4.0 Muzakkir Muzakkir
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 1, No 1 (2019): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.882 KB) | DOI: 10.35308/baktiku.v1i1.1305

Abstract

“Jurnalisme Kampus Dan Perkembangan di Era Industri 4.0”, adalah kajian yang bernilai inovatif dan kreatif dipaparkan untuk memotivasi mahasiswa agar menjiwai jurnalisme. Jurnalisme kampus yang merupakan ranah jurnalistik di era industri 4.0 mempunyai tujuan sebagai sarana mengedukasi mahasiswa dan publik. Jurnalisme kampus jangan sampai dipengaruhi dan  terjebak dalam narasi publik yang sarat dengan  kepentingan pihak tertentu. Sebagai bagian dari kelompok terdidik, mahasiswa juga harus memiliki kemampuan dalam mengembangkan potensi dalam dirinya. Salah satunya adalah dalam dunia tulis menulis. Mahasiswa harus mengembangkan potensinya semaksimal mungkin, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga harus kreatif dan memiliki semangat inovasi. Mahasiswa adalah orang dapat memberikan perubahan di dalam bermasyarakat. Akhir 2018, Indonesia dikejutkan dengan hadirnya sistim revolusi industry 4.0, dan ini salah satu momok yang sangat menyeramkan dikalangan mahasiswa Indonesia. Karenanya, diperlukan peran mahasiswa mensosialisasikan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat.