Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Peran Penyuluh Dan Keberdayaan Petani Padi Sawah Di Desa Belading Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak Sibarani, Rapindo; Cepriadi, Cepriadi; Kausar, Kausar
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.721 KB) | DOI: 10.32530/jace.v5i2.471

Abstract

Petani bisa mengoptimalkan hasil pertaniannya dan meningkatkan usahataninya diperlukan peran penyuluh untuk menyampaikan edukasi serta bimbingan pada petani supaya petani bisa menggarap lahan dan menghasilkan hasil pertanian yang optimal sehingga petani bisa sukses dalam usaha taninya. Untuk meningkatkan usaha taninya petani membutuhkan peran penyuluh pertanian. Penyuluh pertanian adalah agen perubahan yg langsung berhubungan dengan petani. Fungsi utama penyuluh mengubah sikap petani melalui pendidikan non formal sehinga petani mempunyai kehidupan yg lebih baik secara berkelanjut, penyuluh melakukan perubahan sikap petani, sehingga mereka dapat memperbaiki cara bercocok tanamnya, lebih beruntung usaha taninya serta lebih layak hidupnya dan menjadi petani yang berdaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran penyuluh terhadap keberdayaan petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Belading Kecamatan Sabak Auh Kabupaten Siak. Responden dalam penelitian ini adalah petani padi sawah yang bergabung dengan kelompok tani sebanyak 50 sampel. Untuk menjawab tujuan penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwah peran penyuluh berpengaruh nyata terhadap keberdayaan petani padi sawah di Desa Belading baik secara simultan maupun secara parsial.
Analisis Hubungan Modal Sosial Terhadap Keberdayaan Petani Pada Kelompok Tani Padi Sawah Di Desa Jatibaru Kecamatan Bunga Raya Kabupaten Siak Suharti, Rita; Cepriadi, Cepriadi; Kausar, Kausar
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.091 KB) | DOI: 10.32530/jace.v6i1.605

Abstract

Membangun modal sosial akan mampu menguatkan keberdayaan masyarakat dalam mencapai masyarakat yang mandiri, dan jika modal sosial dan keberdayaan dianggap tidak perlu maka akan terjadi ketimpangan sosial maupun ketimpangan ekonomi. Modal sosial juga sangat dibutuhkan dalam pembangunan serta peningkatan kesejahteraan petani. Desa Jatibaru merupakan desa dengan mayoritas masyarakat adalah masyarakat transmigrasi dan memiliki produktivitas padi tertinggi di Kecamatan Bunga Raya tahun 2021 yaitu sebesar 71,80 Kw/Ha. Penelitian ini bertujuan untuk 1. Mengidentifikasi tingkat modal sosial yang dimiliki oleh kelompok tani padi sawah di Desa Jatibaru. 2. Mengidentifikasi tingkat keberdayaan yang dimiliki oleh Kelompok tani padi sawah di Desa Jatibaru. 3. Mengetahui hubungan modal sosial terhadap keberdayaan Kelompok tani padi sawah di Desa Jatibaru. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proportional random sampling. Jumlah sub populasi dalam penelitian ini yaitu tiga kelompok, jumlah populasinya sebanyak 83 orang dan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 sampel. Analisis yang digunakan untuk melihat tingkat modal sosial dan keberdayaan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan berpedoman pada skala likert sedangkan analisis untuk melihat hubungan menggunakan korelasi rank spearman. Berdasarkan hasil penelitian tingkat modal sosial dan keberdayaan didapat nilai rata-rata modal sosial yaitu 3,91 yang berarti bahwa modal sosial berada pada kategori tinggi dan tingkat keberdayaan nilai rata-rata nya yaitu 4,08 yang berarti bahwa keberdayaan berada pada kategori tinggi. Sedangkan hubungan modal sosial terhadap keberdayaan petani pada kelompok tani didapatkan nilai sebesar (0,000 lebih kecil 0,05) maka dapat disimpulkan modal sosial memiliki hubungan terhadap keberdayaan petani di kelompok tani padi sawah. Nilai correlation coefficient bernilai 0,656 dimana nilai tersebut termasuk ke dalam kategori hubungan yang kuat.
ANALISIS PERBANDINGAN USAHATANI CABAI KERITING SEBELUM DAN SESUDAH KENAIKAN HARGA INPUT PRODUKSI DI KOTA PEKANBARU Siti Nurhaliza Amrin; Amrin, Siti Nurhaliza; Hadi, Syaiful; Cepriadi, Cepriadi
Jurnal Agribisnis Indonesia (Journal of Indonesian Agribusiness) Vol. 12 No. 2 (2024): Desember 2024 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2024.12.2.380-397

Abstract

Salah satu tanaman hortikultura yang sangat dibutuhkan warga Kota Pekanbaru adalah cabai keriting. Keberhasilan usahatani cabai keriting sangat bergantung pada penggunaan input produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan pendapatan, produktivitas, dan biaya produksi petani cabai keriting sebelum dan sesudah harga input produksi dinaikkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan strategi purposive sampling. Tiga puluh petani menjawab survei tersebut. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ciri-ciri khas petani mencakup usia produktif, tamatan sekolah menengah atas sebagai pendidikan paling formal, dan memiliki pengalaman pertanian kategori tinggi lebih dari sepuluh tahun. Rata-rata luas lahan responden adalah 0,5 hektar. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan budidaya cabai keriting sebelum dan sesudah kenaikan biaya input produksi identik dari segi teknologi. Pemanfaatan unsur produksi seperti tenaga kerja, pupuk NPK, dan jumlah pupuk kandang merupakan satu-satunya variasi pelaksanaan. Biaya produksi petani sebelum dan sesudah kenaikan harga input produksi berbeda jauh. Produktivitas cabai keriting mengalami penurunan seiring dengan kenaikan biaya input produksi. Berkurangnya faktor produksi menjadi penyebabnya. Pendapatan petani meningkat pada periode mengikuti kenaikan harga input produksi karena pendapatannya melebihi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan. Produktivitas tanaman cabai keriting secara keseluruhan berbeda nyata sebelum dan sesudah kenaikan harga input produksi.
PENGENALAN INDONESIAN SUSTAINABLE PALM OIL (ISPO) BAGI PEKEBUN KELAPA SAWIT DESA KOTO TIBUN UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN Andriani, Yulia; Herlon, Meki; Septya, Fanny; cepriadi, Cepriadi; novian, Novian; Rifai, Ahmad; Kurnia, Deby; Yusri, Jum'atri; Restuhadi, Fajar; Hutabarat, Sakti; Pebrian, Sispa
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): JP2N: Januari - April 2024
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/g8067v71

Abstract

Pengelolaan perkebunan kelapa sawit Indonesia menuai kritik karena praktik dan dampak lingkungan yang ditimbulkannya, terutama deforestasi dan konversi lahan gambut. Demi terciptanya pengelolaan perkebunan sawit yang berkelanjutan dan lestari serta melaksanakan komitmen untuk mencapai dan mendukung perkebunan dan pengelolaan kelapa sawit yang bertanggung jawab. Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementrian Pertanian membuat suatu kebijakan dengan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 44 tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia, sertifikasi ISPO untuk perkebunan besar mengandung tujuh prinsip, 41 kriteria dan 126 indikator sedangkan untuk perkebunan kelapa sawit swadaya diberlakukan 4 prinsip 7 kriteria dan 48 indikator. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Tahap pertama telah dilakukan, yaitu sosialisasi prinsip, indikator dan verifier ISPO. Petani antusias mengikuti kegiatan ini. Dari hasil pre test yang dilakukan, 100% petani belum mengetahui tentang ISPO, RSPO, prinsip, indikator dan verifiernya. Setelah dilakukan sosialisasi, pengetahuan petani meningkat. 100% petani peserta sosialisasi telah mengetahui apa yang dimaksud dengan ISPO, RSPO dan prinsip, indikator serta verifiernya.
PERAN PENYULUH DALAM KEBERDAYAAN PETANI PADI SAWAH DI DESA BELADING KECAMATAN SABAK AUH KABUPATEN SIAK Cepriadi, Cepriadi; Kausar, Kausar
Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis Vol 24 No 02 (2021): Jurnal Ilmiah Sosio-Ekonomika Bisnis
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiseb.v24i02.15409

Abstract

Farmers can optimize their agricultural products and improve their farming, it is necessary for the role of extension workers to provide education and guidance to farmers so that farmers can work on land and produce optimal agricultural products so that farmers can be successful in their farming business. To improve their farming business, farmers need the role of agricultural extension workers. Agricultural extension agents are agents of change who are directly related to farmers. The main function of the extension worker is to change the attitude of the farmer through non-formal education so that the farmer has a better life in a sustainable manner. This study aims to analyze the influence of the role of extension workers on farmer empowerment. This research was conducted in Belading Village, Sabak Auh District, Siak Regency. Respondents in this study were lowland rice farmers who joined farmer groups as many as 50 samples. To answer the purpose of this study using multiple linear regression analysis. The results showed that the role of the extension worker had a significant effect on the empowerment of lowland rice farmers in the village of Belading either simultaneously or partially.
Perubahan Produksi dan Pendapatan Sebelum dan Sesudah Penggunaan Smartphone pada Petani Karet Desa Petapahan Kabupaten Kuantan Singingi Permata, R. Nadia; Cepriadi; Yulia Andriani
AGRINUS : Jurnal Agro Marin Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): AGRINUS: JURNAL AGRO MARIN NUSANTARA
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/51dr1x39

Abstract

Kabupaten Kuantan Singingi merupakan kabupaten yang memiliki sektor pertanian strategis khususnya perkebunan karet. Berdasarkan data jumlah produksi karet dapat diketahui bahwa Kabupaten Gunung Toar merupakan salah satu kabupaten yang memiliki jumlah produksi yang sangat baik. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui karakteristik petani karet di Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi, (2) Mengidentifikasi penggunaan smartphone pada petani karet di Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi, (3) Mengetahui perubahan produksi dan pendapatan sebelum dan sesudah menggunakan smartphone. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan pendekatan kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani karet di Desa Petapahan yang berjumlah 120 petani dengan sampel 30 petani. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menjawab tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik internal dan eksternal petani berada dalam kategori baik dengan tingkat penggunaan smartphone juga baik. Penggunaan smartphone digunakan sebagai sumber informasi dan edukasi. Penggunaan smartphone juga mendorong peningkatan produksi dan pendapatan petani yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
Analisis Kebutuhan Investasi Sektor Unggulan di Kabupaten Rokan Hulu Citra Sania Br. Ginting; Cepriadi; Novia Dewi
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 1 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i1.5824

Abstract

Enhancing economic growth can be achieved by creating opportunities, realizing investments, and prioritizing key sector in regional development. This study aims to analyze the leading sectors in Rokan Hulu Regency and estimate the investment needs for each leading sector from 2025 to 2045. The study utilizes time series data from 2011 to 2023, including Gross Regional Domestic Product (GRDP) at constant prices by business field in Riau Province and Rokan Hulu Regency, as well as Gross Fixed Capital Formation (GFCF) at constant prices by expenditure. The analysis methods employed are Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Trend Analysis, and Incremental Capital Output Ratio (ICOR). The findings indicate that Rokan Hulu Regency has four leading sectors: agriculture, forestry, and fisheries; electricity and gas procurement; information and communication; and government administration, defense, and compulsory social security. These sectors have LQ and DLQ values greater than one, indicating that their contributions to the economy of Rokan Hulu Regency are higher than those of other sectors, both now and in the future. The total investment needs for Rokan Hulu's leading sectors from 2025 to 2045 are IDR 93,154,531 million for agriculture, forestry, and fisheries; IDR 10,223,150 million for electricity and gas procurement; IDR 24,457,547 million for information and communication; and IDR -48,632,099 million for government administration, defense, and compulsory social security.
Analisis Kebutuhan Investasi Sektor Unggulan di Kabupaten Rokan Hulu Citra Sania Br. Ginting; Cepriadi; Novia Dewi
El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam Vol. 6 No. 1 (2025): El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/elmal.v6i1.5824

Abstract

Enhancing economic growth can be achieved by creating opportunities, realizing investments, and prioritizing key sector in regional development. This study aims to analyze the leading sectors in Rokan Hulu Regency and estimate the investment needs for each leading sector from 2025 to 2045. The study utilizes time series data from 2011 to 2023, including Gross Regional Domestic Product (GRDP) at constant prices by business field in Riau Province and Rokan Hulu Regency, as well as Gross Fixed Capital Formation (GFCF) at constant prices by expenditure. The analysis methods employed are Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), Trend Analysis, and Incremental Capital Output Ratio (ICOR). The findings indicate that Rokan Hulu Regency has four leading sectors: agriculture, forestry, and fisheries; electricity and gas procurement; information and communication; and government administration, defense, and compulsory social security. These sectors have LQ and DLQ values greater than one, indicating that their contributions to the economy of Rokan Hulu Regency are higher than those of other sectors, both now and in the future. The total investment needs for Rokan Hulu's leading sectors from 2025 to 2045 are IDR 93,154,531 million for agriculture, forestry, and fisheries; IDR 10,223,150 million for electricity and gas procurement; IDR 24,457,547 million for information and communication; and IDR -48,632,099 million for government administration, defense, and compulsory social security.
Co-Authors ', Jadmiko ', Juherdi ', Kausar ', Kausar ' ', Yohannes F.S Addindi, Bendri Adlin, Fortuna Ady Santoso Ahmad Rifai Amrin, Siti Nurhaliza Andreas ' Manurung Andriani, Yulia Ardi Gustri Purbata Ariani, Dwi Arifudin Arifudin ' Arifudin arifudin Armunanto ' Candra Irawan Catur Subiyanto Chandra Saputra Damanik, Chandra Saputra Chika Afri Mulya Citra Sania Br. Ginting Citra Sania Br. Ginting Denny Kristian Dhika Ayu Dwinda Didi Muwardi Dista, Abel Tiana Dwiko Elfan Batubara Efrina Rizkiyah Pohan Eliza Eliza Eliza Elsyintia Dwi Putri Eri Sayamar ermi tety Ermi Tety Evi Maharani Evy Maharani Fajar Restuhadi Guntur, Alfensius ' Hanifah, Aulia Haris Suryanegara Hayatullah, M. Bayu Fathar Indah Permata Sari Indra Dwi Septiaji Jojor Marety Jumantri ' Jum’atri Yusri Kartini Fitriyani Kausar Kausar ' Kausar Kausar Kausar, Kausar Kausar, Kausar Khairul Aswan Kurnia, Deby Lara Trisiana Liberson Sinaga Maria Birgita Samosir Minarsih Minarsih Mohd Andi Prasetyo, Mohd Andi Muhammad Wirdani Mulya, Chika Afri Nadia Martin Nella Narmi Lisdiana Natasya, Rinda Ayu Nathasia Maureen Novia Dewi Novia Dewi Novian Novian, Novian Nurmia Hidayanti, Nurmia Nurul Ula Hidayanti Opih Muhaemi Pangiano, Anggy Permata, R. Nadia Priyandi ' Pulko, Lega Oktari Putri, Dian Oktora Sudrajat Rabu Jalil Rahmayuni Rasoki, Mai Yena Mawar Reni Ismawati Risya, Wiyoke Ananda Rita Suharti Rita Suharti Rofikhoh Tias Ningsih Roni Edi Jayanto Sinaga Rosnita ' Rosnita ' ' Rosnita Rosnita Roza Yulida Roza Yulida Sakti Hutabarat Salsabila, Aura Sandra, Mentari Dewi Sayamar, Eri ' septiaji, indra dwi Septya, Fanny Shorea Khaswarina Sibarani, Rapindo SISPA PEBRIAN Siti Nurhaliza Amrin Siti Nurhaliza Amrin SITI NURJANAH Siti Sukmawati Maimanah Sri Maulina Suardi Tarumun Suharti, Rita SUHARYANTO SUHARYANTO Supiyani Wati Susy Adwina Susy Edwina Syaiful Hadi tety, ermi Tito Kartika Candra Tri Rahmawati, Tri Tua, Diah Uli Yanda Fauzi Tama Yeni Kusumawaty Yesi Nurjannah.A, Yesi Yulia Andriani Yulia Andriani, Yulia Yusri, Jum'atri Zainal Arifin Zainina Zainina