Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI

KARAKTERISTIK MORFOLOGI TAJUK BEBERAPA GENOTIPE PADI LOKAL KUANTAN SINGINGI Ikel Noprizal; Chairil Ezward; Deno Okalia
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.6.2.99-106

Abstract

Identifikasi morfologi merupakan tahapan penting dalam pemuliaan tanaman, sayangnya penelitian serupa pada padi lokal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi tajuk beberapa genotipe padi lokal Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel secara sengaja (purposive random sampling) pada daun dan batang tanaman padi, pengamatan dilakukan pada fase pertumbuhan tanaman padi mulai skala 3 sampai skala 9. Hasil penelitian diperoleh keragaman karakter morfologi batang dan daun, pada koofisien kemiripan 87%, terdapat pada PL03 dengan PL08. Terdapat kemiripan pada pengamatan diameter ruas batang bawah, tinggi bibit, warna ruas batang bawah, bentuk lidah daun. Terdapat keunikan pada warna lidah daun, dimana skala 080 (warna ungu) hanya terdapat pada PL05 (padi kuning Kinali), sedangkan yang lainya skala 011 (berwarna keputihan).
MORPHOLOGY CHARACTERISTICS OF PANICLES AND FLOWER TWELVE GENOTYPES LOCAL RICE OF KUANTAN SINGINGI Anton Kurniawan; Elfi Indrawanis; Chairil Ezward
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.5.2.87-98

Abstract

Germplasm is a very useful genetic resource for assembling a variety. The preservation of germplasm accompanied by characterization is an effort to provide useful genes. The aims of the research is to identify and characterize 12 genotypes local rice in Kuantan Singingi. This research was used purposive random sampling method. Data were collected by identifying the characteristics of 12 genotypes local rice in Kuantan Singingi directly into the field. Data observations were carried out on samples based on the guidelines for the characterization and evaluation system for rice plants, the National Commission for Germplasm (2003) and Bioversity International, IRRI and WARDA (2007). The characters observed were qualitative and quantitative characters on panicle and flower organs. Observation data were processed using Ms. software. Excel and (NTSYS-pc) version 2.02. The results showed that the diversity of the morphological characters of flowers and panicles, where in the 75% similarity coefficient there are 2 groups, namely group I (PL01 with PL05) and group II (PL03 with PL11).
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI MELALUI TEKNIK BUDIDAYA DAN PUPUK KOMPOS JERAMI Chairil Ezward; Elfi Indrawanis; Seprido Seprido; Mashadi Mashadi
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.2.1.51-68

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada sawah irigasi di Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar. Penelitian dilaksanakan bulan September 2016 sampai dengan Februari 2017. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik budidaya, dan dosis pupuk kompos untuk meningkatkan produksi padi. Rancangan yang digu-nakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri dari dua faktor, yaitu Faktor pertama berbagai teknik budidaya (T) terdiri dari : T1= Teknik konvensional (biasa); T2= Jejar Legowo 4: 1; T3= Jejar Legowo 2:1. Faktor kedua berbagai dosis pupuk kompos jerami padi (P) yaitu : P0 = Kontrol (Tanpa pupuk kompos), P1 = pupuk kompos 20 ton ha-1, P2 = pupuk kompos 30 ton ha-1, P3 = pupuk kompos 40 ton ha-1. Berdasarkan hasil penelitian perlakuan teknik budidaya secara tunggal memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter pengamatan jumlah anakan (17,86 batang), umur panen (135,83 HSS), jumlah anakan produktif (20,69 batang) dan berat gabah kering (860,58 g plot-1). Sedangkan pupuk kompos jerami padi secara tunggal memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter umur panen (135,78 HSS) dan berat gabah kering (783,00 g plot-1). Interaksi teknik budidaya dengan pupuk kompos jerami padi memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan.
KARAKTER TINGGI TANAMAN, UMUR PANEN, JUMLAH ANAKAN DAN BOBOT PANEN PADA 14 GENOTIPE PADI LOKAL Nopia Yulina; Chairil Ezward; A. Haitami
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.6.1.15-24

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter agronomi seperti tinggi tanaman, umur panen, jumlah anakan dan bobot panen 14 genotipe padi lokal (Oryza sativa. L). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Petapahan, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi, pada bulan November 2019 hingga Maret 2020. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 14 perlakuan yang berasal dari genotipe padi lokal. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh genotip yang nyata terhadap tinggi tanaman, umur panen, dan jumlah anakan. Hasil tinggi tanaman terbaik adalah PL04 (148,42 cm), umur panen PL07 (99 Hari Setelah Tanam) dan jumlah anakan PL07 (9,26 batang). Sedangkan rendemen tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Kegunaan penelitian ini sebagai informasi awal untuk mengetahui karakter agronomi padi lokal. Sehingga nantinya dapat dipertimbangkan atau digunakan untuk pengembangan benih padi. ABSTRACTThis research aimed to evaluate agronomical characterssuch as plant height, harvest age, number of tillers and harvest weight of 14 genotypes of local rice (Oryza sativa. L). This research was conducted in Petapahan Village, Gunung Toar District, Kuantan Singingi Regency, from November 2019 to March 2020. The design used was a randomized completely block design (RCBD) with 14 treatments in from of local rice genotypes. The result showed a significant effect of genotipy on plant height, harvest age, and number of tillers. The best result of plant height was PL04 (148.42 cm), harvesting age was PL07 (99 Days After Planting) and the number of tillers was PL07 (9.26 stems). Meanwhile the yield showed no significant effect. The use of this research is as initial information to determine the agronomic character of local rice. So that later it can be considered or used for the development of rice seeds.
PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA GENOTIPE PADI LOKAL DENGAN PERLAKUAN PUPUK ISKANDAR MUDA (PIM) ORGANIK PADA LAHAN BUKAAN BARU DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Yendri Ruzi; Chairil Ezward; Mashadi Mashadi
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.7.1.1-12

Abstract

ABSTRAKUntuk meningkatkan kesuburan tanah khususnya pada lahan persawahan yang baru dibuka perlu dilakukan penambahan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil beberapa genotipe padi lokal dalam merespon aplikasi pupuk organik pada lahan bukaan baru di Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu pemberian pupuk organik (kontrol 0 g perplot-1, 3,5 g perplot, 7,07 g perplot, 10,60 g perplot) dan genotipe padi lokal (padi putih, padi kuning, padi merah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor perlakuan pupuk organik lebih berpengaruh, sedangkan genotipe tunggal dan perlakuan interaksi tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter yang diamati. Pemberian pupuk PIM organik dapat memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah anakan, perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan P3 dengan nilai rata-rata 32,96 anakan. Jumlah anakan produktif terbaik pada perlakuan P2dengan nilai rata-rata 28,15 batang. Sedangkan berat gabah kering terbaik terdapat pada perlakuan P3 dengan nilai rata-rata 33,98 g/rumpun.ABSTRACTTo improve the soil fertility, especially in new opening rice field, there is need to add organic material. This research aims to know the growth and yield of some local rice genotypes in response to application of organic fertilizer on new opening field in Kuantan Singingi District. This study was arranged in a factorial Randomized Completely Block Design (RCBD) that consisted of two factors, namely organic fertilizer application (i.e., control 0 g plot-1, 3.5 g plot-1, 7.07 g plot-1, 10.60 g plot-1) and local rice genotypes (padi putih, padi kuning, padi merah). The results showed that fertilizer organic factors were more influential, while single genotype and interaction treatments did not show significant effect on the observed parameters. The application of organic PIM fertilizer can have a significant effect on the number of tillers, the best treatment is P3 with an average value of 32.96 tillers. The number of the best productive tillers on P2 treatment with an average value of 28.15 stems. Meanwhile, the best dry grain weight value was found in the P3 treatment with an average of 33.98 grams/clump.
PRODUKSI TANAMAN KUBIS (Brassica oleracea L.) DAN TOMAT (Solanum lycopersicum) PADA SISTEM TUMPANG SARI DENGAN PEMBERIAN POC URINE SAPI Rahmat Dwi Septiawan; Chairil Ezward; A. Haitami Haitami
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.7.2.89-98

Abstract

Kubis dan tomat merupakan komoditas yang memiliki nilai komersial dan prospek yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  Pengaruh Pemberian POC Urine Sapi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kubis dan Tomat pada Sistem Tumpangsari. Penelitian ini telah dilaksanakan di Petapahan Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial yaitu perlakuan POC urine sapi, terdiri dari : P0 :  Tanpa Pemberian POC Urine Sapi (Kontrol), P1 : Pemberian POC Urine Sapi 25 ml/L air , P2 : Pemberian POC Urine Sapi 50 ml/L air dan P3 : Pemberian POC Urine Sapi 75 ml/L air. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap semua parameter pengamatan. Hasil terbaik pada perlakuan P3 (Pemberian POC Urine Sapi 75 ml/L air) pada tinggi tanaman kubis yaitu 63,00 cm, jumlah daun tanaman kubis yaitu 22,34 helai, diameter krop tanaman kubis yaitu 12,30 cm, berat krop tanaman kubis yaitu 581,38 gram dan berat buah tanaman tomat yaitu 84,03 gram perbuah.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Keong Maja terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine Max (L) Merrill) Putri Mailinda Sari; Chairil Ezward; A. Haitami
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.1.20-28

Abstract

Kedelai merupakan sumber protein nabati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pupuk organik (POC) cair keong maja terhadap pertumbuhan dan produksi kedelai. Penelitian ini telah dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan perlakuan POC Keong Maja (P) yang terdiri dari 4 taraf. Antara lain : P0 (Tanpa pemberian POC Keong Maja), P1 (Pemberian POC Keong Maja konsentrasi 1:5), P2 (Pemberian POC Keong Maja konsentrasi 1:10) dan P3 (Pemberian POC Keong Maja konsentrasi 1:15). Hasil penelitian menunjukan pengaruh yang nyata terhadap parameter umur muncul bunga 29,41 hari, umur panen yaitu 74 hari pada perlakuan P2 (1:10) dan pada perlakuan P1 (1:5) memberikan hasil terbaik pada parameter berat basah biji pertanaman yaitu 30,66 g dan berat kering biji yaitu 26,64 g.
Genotipe Padi Lokal (Oryza sativa L.) Kuantan Singingi Toleran Cekaman Kekeringan Chairil Ezward; Desta Andriani; A. Haitami; Risdianas Risdianas; Ilham Yaumil Pitra; Delfi Dwi Ningsi; Tri Nur Utami
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.2.54-60

Abstract

Kekeringan memiliki dampak luas terhadap pertanian, seperti penurunan produktivitas dan produksi. Upaya mengatasi permasalahan ini salah satunya yaitu dengan menggunakan bahan tanam (benih) genotipe padi lokal. Genotipe padi lokal telah beradaptasi dengan lingkungan setempat yang spesifik, sehingga memiliki kemampuan beradaptasi pada kondisi cekaman kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genotipe yang toleran terhadap cekaman kekeringan, dengan menggunakan metode eksperimen yaitu dengan sengaja memberikan perlakuan kekeringan pada pot wadah penelitian pada fase pertumbuhan (vegetatif). Cekaman kekeringan diberikan mulai umur tanaman 57 hst sampai 73 hst (selama 16 hari). Selama kondisi cekaman kekeringan muncul gejala daun menggulung dan daun mengering. Hal ini menjadi acuan dalam menentukan tanaman toleran dan peka. Pengamatan fase pertumbuhan tanaman dilakukan pada 4 genotipe padi lokal asal Kabupaten Kuantan Singingi (A = Sironda Putih, B = Saronda Merah, C = Pandan Wangi dan D = Ronda Putiah) ditambah 1 varietas kontrol toleran kekeringan (Inpago 9). Pengamatan dilakukan secara visual pada morfologi daun  berdasarkan buku IRRI edisi tahun 1996. Hasil penelitian diperoleh genotipe yang memiliki kriteria toleran cekaman kekeringan yaitu genotipe Sironda Putih, kriteria agak toleran genotipe Saronda Merah, kriteria agak peka yaitu genotipe Pandan Wangi dan kriteria sangat peka genotipe Ronda Putiah. Genotipe Ronda Putiah dapat digunakan sebagai bahan budidaya pada lahan sawah tadah hujan.ABSTRACTDrought has a broad impact on agriculture, such as reducing productivity and production. One way to overcome this problem is by using planting material (seed) of local rice genotypes. Local rice genotypes have adapted to specific local environments, so they have the ability to adapt to drought stress conditions. This research aims to determine genotypes that are tolerant to drought stress, using an experimental method, namely deliberately providing drought treatment to research pots in the growth (vegetative) phase. Drought stress is given from 57 days after planting to 73 days after planting (for 16 days). During drought stress conditions, symptoms of leaf curling and drying of the leaves appear. This becomes a reference in determining tolerant and sensitive plants. Plant growth phase observations were carried out on 4 local rice genotypes from Kuantan Singingi Regency (A = Sironda Putih, B = Saronda Merah, C = Pandan Wangi and D = Ronda Putiah) plus 1 drought tolerant control variety (Inpago 9). Observations were made visually on leaf morphology based on the 1996 edition of the IRRI book. The results of the research obtained genotypes that had drought stress tolerance criteria, namely the White Sironda genotype, moderately tolerant criteria for the Red Saronda genotype, slightly sensitive criteria for the Pandan Wangi genotype and very sensitive criteria for the Ronda Putiah genotype. . The Ronda Putiah genotype can be used as cultivation material in rainfed rice fields.
Respon Genotipe Padi Lokal Kuantan Singingi Terhadap Kombinasi Pupuk Organik dan Anorganik Ezward, Chairil; Suliansyah, Irfan; Rozen, Nalwida; Dwipa, Indra
Jurnal Agrosains dan Teknologi Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.9.2.%p

Abstract

Genotipe padi lokal beradaptasi pada agroekosistem spesifik merupkan sumber plasma nutfah padi. Upaya peningkatan produksi padi tidak terlepas dari penggunaan pupuk. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi genotipe padi lokal Kuantan Singingi terhadap kombinasi pemupukan. Metode yang digunakan yaitu eksperiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, diantaranya : Faktor G = Genotipe padi lokal, terdiri : A (Beras kuning umur panjang), B (Beras singgam putih), C (Beras samo putiah), D (Pulut kari), E (Beras limbayang) dan F (Beras kuning). Faktor P = Kombinasi Pupuk, terdiri : P1 = 0 + 100, P2 = 25 + 75, P3 = 50 + 50, P4 = 75 + 25  dan P5 = 100 + 0. Hasil penelitian menunjukkan tanaman tertinggi terdapat pada genotipe singgam putih (B) yaitu 132,00 cm dan perlakuan P1 yaitu 123,67 cm. Umur panen tercepat terdapat pada perlakuan genotipe beras kuning umur panjang (A) dan perlakuan P1 yaitu 158,00 hari setelah tanam. Bobot gabah panen perumpun terbanyak pada perlakuan genotipe pulut kari (D) dan perlakuan P1 yaitu 121,99 g. Berdasarkan perlakuan kombinasi pupuk, maka genotipe yang paling responsif adalah genotipe pulut kari. Pupuk organik pada perlakuan P1 telah tersedia di tanah sawah yang berasal dari pelapukan jerami padi. Hal ini karena tanah sawah yang digunakan berasal dari sawah petani dengan musim tanam sekali dalam setahun. Penelitian lanjutan yang akan dilakukan yaitu menggali informasi karakter agronomi lainnya dari genotipe padi lokal Kuantan Singingi.
Keragaan Karakter Generatif Padi Lokal Kuantan Singingi Ezward, Chairil; Irfan Suliansyah; Nalwida Rozen; Indra Dwipa
Jurnal Agrosains dan Teknologi Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.v10i1.27546

Abstract

  Kabupaten Kuantan Singingi memiliki potensi genotipe padi lokal yang dapat dikembangkan, baik menjadi sumber plasma nutfah maupun bahan perbaikan sifat. Perlu karakterisasi tampilan generatif dari genotipe lokal tersebut. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui karakterisasi tampilan generatif dari genotipe padi lokal asal Kuantan Singingi. Metode penelitian dengan Rancangan Acak Lengkap faktorial digunakan pada penelitian ini diulang 3 kali dan masing-masing plot terdiri dari 3 sampel. Faktor G = Genotipe padi lokal, terdiri : A (Beras kuning umur panjang), B (Beras singgam putih), C (Beras samo putiah), D (Pulut kari), E (Beras limbayang) dan F (Beras kuning). Faktor P = Kombinasi Pupuk, terdiri : P1 = 0 + 100, P2 = 25 + 75, P3 = 50 + 50, P4 = 75 + 25  dan P5 = 100 + 0. Hasil penelitian menunjukkan umur keluar malai (hst) tercepat terdapat pada genotipe beras kuning (96,80 hari setelah tanam). Bobot gabah kering giling yang terberat pada genotipe beras samo putiah dan P1 = 0 + 100 (Tanpa pupuk organik + Urea 300, SP-36 100 kg/ha, KCl 100 kg/ha) 105,00 gram. Hasil penelitian menunjukkan jumlah anakan produktif per rumpun, total jumlah anakan per rumpun, bobot gabah kering giling per rumpun berpengaruh nyata secara interaksi antara perlakuan kombinasi dosis pupuk dengan perlakuan genotipe padi lokal. Genotipe beras samo putiah dapat digunakan sebagai sumber plasma nutfah berdasarkan hasil bobot berat kering giling (respon terhadap pemupukan).