Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Optimalisasi Media Video Animasi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Hanifah, Siti; Soraya, Irma; Kurjum, Mohammad
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3356

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sering kali menghadapi tantangan dalam menarik minat dan meningkatkan pemahaman siswa. Hal ini disebabkan oleh dominasi metode pembelajaran konvensional yang kurang variatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan media video animasi dalam pembelajaran PAI guna meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi dapat meningkatkan motivasi siswa, mempermudah pemahaman konsep secara visual, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Kesimpulannya, integrasi media video animasi dalam pembelajaran PAI merupakan strategi yang efektif untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan sesuai dengan karakteristik siswa.
Implementasi Flashcard Motion-Based dalam PAI untuk Meningkatkan Kemampuan Afektif Peduli Lingkungan pada Siswa ABK Novitasari, Nur Laila; Soraya, Irma; Kurjum, Mohammad
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i2.30584

Abstract

Abstract: Islamic Religious Education aims to shape students' character, including fostering environmental care attitudes, yet traditional methods are often less effective for students with special needs (ABK) who require tailored approaches. This study evaluates the implementation of motion-based flashcards in Islamic Religious Education to enhance the affective abilities of ABK students concerning environmental care. Employing a literature review method, data were systematically collected from books, journals, and scholarly articles, focusing on Krathwohl’s affective domain theory, Gardner’s Multiple Intelligences theory, characteristics of ABK, and the effectiveness of flashcard media. Data collection utilized a literature review checklist to record key information and a data categorization matrix to organize findings, with inclusion criteria encompassing relevance, recency (published within the last 10 years, except for classical theories), and source credibility, while excluding irrelevant or less credible literature. Data were analyzed using a qualitative-descriptive approach. Findings indicate that motion-based flashcards enhance motivation and internalization of environmental care values among ABK students, despite challenges such as varying motor skills and limited facilities. With adaptations, motion-based flashcards hold potential as an effective inclusive strategy in Islamic Religious Education.Abstrak: Pendidikan Agama Islam bertujuan membentuk karakter siswa, termasuk sikap peduli lingkungan, namun metode tradisional kurang efektif bagi siswa berkebutuhan khusus (ABK) yang memerlukan pendekatan khusus. Penelitian ini mengevaluasi implementasi flashcard motion-based dalam Pendidikan Agama Islam untuk meningkatkan kemampuan afektif siswa ABK terkait peduli lingkungan. Menggunakan metode studi pustaka, data dikumpulkan dari buku, jurnal, dan artikel, dengan fokus pada teori ranah afektif Krathwohl, teori Multiple Intelligences Gardner, karakteristik ABK, dan efektivitas flashcard. Pengumpulan data dilakukan sistematis menggunakan lembar telaah pustaka dan matriks pencatatan, dengan kriteria inklusi berupa relevansi, aktualitas (10 tahun terakhir, kecuali teori klasik), dan kredibilitas sumber, serta eksklusi untuk literatur tidak relevan. Data dianalisis secara kualitatif-deskriptif. Hasil menunjukkan flashcard motion-based meningkatkan motivasi dan internalisasi nilai peduli lingkungan, meskipun tantangan seperti variasi kemampuan motorik dan keterbatasan fasilitas menghambat. Dengan adaptasi, flashcard motion-based berpotensi menjadi strategi inklusif efektif dalam PAI.
Mindful Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Strategi Meningkatkan Keterlibatan Emosional dan Psikomotorik Gen Z Nata, Balqisa Ratu; Soraya, Irma; Kurjum, Mohammad
Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jrtie.v8i1.3578

Abstract

Generation Z students show challenges in emotional and psychomotor engagement in Islamic Religious Education (PAI) learning due to high digital distractions and low reflection of spiritual values. Mindful learning, which emphasizes full awareness in the learning process, is offered as a pedagogical strategy to overcome these problems. This study aims to analyze the application of mindful learning in increasing the emotional and psychomotor engagement of Gen Z in PAI learning. The method used is a literature study based on descriptive qualitative analysis of the theory and practice of mindful learning in the context of PAI material. The results of the study show that in the material on Etiquette in Using Social Media, mindful learning is effective in fostering ethical awareness through reflection of students' digital experiences. Meanwhile, in the material on Marriage in Islam, simulation activities and creative projects are able to generate meaningful psychomotor engagement. In conclusion, mindful learning is able to unite the cognitive, affective, and psychomotor dimensions in an integrated manner in PAI learning. The implications of this study lead to the need for teacher training in mindfulness strategies, development of reflection-based curriculum, and creation of learning spaces that support psychological safety and contextual spiritual practices. This approach opens up opportunities for a more relevant and in-depth transformation of religious education for today's digital generation.
DESAIN BAHAN AJAR BERMUATAN NILAI-NILAI ISLAM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK: KAJIAN TEORITIS DAN PRAKTIS Hamzah, Amir; Soraya, Irma; Kurjum, Mohammad
Tajdid Vol 9 No 1 (2025): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tadjid.v9i1.4302

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik, namun tantangan berupa rendahnya motivasi dan partisipasi aktif siswa masih menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis nilai-nilai Islam melalui model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PjBL) guna meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melibatkan analisis literatur dari berbagai sumber akademik yang relevan. Data dianalisis dengan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola dan tema utama terkait integrasi nilai Islam dalam bahan ajar berbasis proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model PjBL dapat meningkatkan pemahaman konseptual, motivasi belajar, serta internalisasi nilai-nilai keislaman pada peserta didik. Selain itu, bahan ajar digital interaktif yang terintegrasi dengan PjBL terbukti efektif dalam memfasilitasi pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan siswa. Kesimpulannya, model pembelajaran berbasis proyek dengan integrasi nilai Islam tidak hanya meningkatkan capaian akademik tetapi juga membentuk karakter religius siswa, sehingga layak diterapkan secara lebih luas dalam pendidikan agama untuk menghadapi tantangan pendidikan modern.
MENGAMALKAN DAN MENYEBARKAN ILMU PERSPEKTIF NABI: SEBUAH ANALISIS PEDAGOGIS UNTUK GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Azis, Annisa Rahmania; Kurjum, Mohammad
AT-TAJDID Vol 9, No 1 (2025): JANUARI-JUNI 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v9i1.3886

Abstract

Artikel ini menganalisis metode pengajaran Nabi Muhammad SAW sebagai teladan pedagogis untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama di era modern. Pendekatan yang inklusif, dialogis, dan berbasis konteks sosial Nabi digunakan sebagai model utama. Penelitian ini menggunakan metode analisis konten dengan pendekatan kualitatif, memanfaatkan sumber-sumber literatur seperti hadis, buku pendidikan Islam, dan penelitian terdahulu. Melalui analisis ini, ditemukan bahwa metode pengajaran Nabi tidak hanya efektif dalam transfer ilmu, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan penguatan iman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan pedagogis Nabi, seperti hubungan interpersonal, pengajaran berbasis konteks, dan penguatan nilai moral, relevan untuk mengatasi tantangan pendidikan agama di era digital. Implementasi metode ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih efektif, relevan, dan inspiratif, sehingga mendukung tercapainya keseimbangan antara dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam pendidikan agama Islam.This article explores the teaching methods of Prophet Muhammad SAW as a pedagogical model to improve the quality of religious education in the modern age. The Prophet’s inclusive, dialogical, and contextually relevant approach forms the core model. The study utilizes content analysis with a qualitative methodology, drawing on sources such as hadiths, Islamic education literature, and prior research. The analysis indicates that the Prophet’s methods are not only effective for knowledge transfer but also for character development and faith enhancement. The findings highlight that the Prophet’s pedagogical strategies such as fostering interpersonal relationships, context-based instruction, and emphasizing moral values remain highly relevant in addressing contemporary challenges in religious education, especially in the digital era. Adopting these methods is expected to create a more effective, relevant, and inspiring learning environment, thereby ensuring a balanced development of cognitive, affective, and psychomotor dimensions in Islamic education.
Model Outing Class Pada Pembelajaran PAI: Upaya Sistematis Membangun Karakter Islami Widadi, Ahmad Setyo; Fadhila, Milatika Luthfi; Soraya, Irma; Kurjum, Mohammad
An-Nuha Vol 5 No 2 (2025): Islamic Education
Publisher : Prodi Pendidikan Keagamaan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/annuha.v5i2.609

Abstract

Education plays a vital role in shaping human character and morality in accordance with Islamic values and national education goals. To achieve these objectives, appropriate learning strategies are essential. SD Islam Darul Falah Tambak Banyumas implements the outing class strategy (learning outside the classroom) as an innovative approach in teaching Aqidah and Adab. This study aims to examine the implementation, impact, and the supporting and inhibiting factors of this strategy for third-grade students. The research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis involves data reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the implementation of outing class is aligned with relevant lesson themes and is often integrated with other subjects. The strategy positively influences students’ motivation and comprehension, although challenges such as teacher readiness and logistical constraints remain. In conclusion, outing class is an effective method for teaching Aqidah and Adab when supported by thorough planning.
Relevansi Deep Learning Dalam Pendidikan Pesantren: Pendekatan Meaningful, Mindful, dan Joyful Learning Wafi, Abdul; Soraya, Irma; Kurjum, Mohammad
al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan Vol 6 No 2 (2025): al-Urwatul Wutsqo : Jurnal Ilmu Keislaman dan Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Hidayah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62285/alurwatulwutsqo.v6i2.277

Abstract

One of the approaches considered relevant in addressing the challenges of 21st-century education is deep learning, which emphasizes deep understanding, active engagement, and intellectual transformation. This approach comprises three main pillars: meaningful learning, mindful learning, and joyful learning, which are explored and analyzed in relation to their relevance within the learning practices of pesantren—traditional Islamic educational institutions known for their distinctive pedagogical heritage. This study employs a qualitative approach using the library research method, analyzing primary and secondary literature from various reputable academic sources. The data were analyzed using thematic analysis to identify the core characteristics of deep learning as reflected in pesantren practices, including the sorogan, bandongan, bahtsul masail, and innovations in kitab kuning instruction. The findings reveal that pesantren have practically implemented the deep learning approach through various learning methods that demonstrate cognitive engagement, reflective awareness, and a joyful, contextual learning environment. These findings indicate that pesantren are capable of bridging classical Islamic pedagogical values with the demands of 21st-century educational transformation.
Altruisme Sebagai Benteng Pertahanan Keluarga Di Era 4.0 (Penafsiran Qs. Al-Hasyr Ayat 9 Perspektif Tafsir Al-Tanwir Wa Al-Tahrir Dan Al-Mizan Fi Al-Tafsir) Dianah, Fairuz; Sucipto, Mohammad Hadi; Djalal, Abdul; Kurjum, Mohammad
Kontemplasi: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kontemplasi
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/kontem.2020.8.1.229-263

Abstract

Abstract This paper discusses altruism in QS. Al-Hasyr verse 9 in Tafsir al-Tanwir wa al-Tahrir and al-Mizan fi al-Tafsir represented by lafadz خصاصة. Altruism is very important to be studied moreover it is related to the problems of the family of the 4.0 era today which are rife with discrimination of women, divorce, and economic problems. Returning to the values of religious altruism is one solution to build a family defense that is sakinah mawaddah and warahmah. The purpose of this study is to understand the comparison of Tafsir al-Tanwir wa al-Tahrir and al-Mizan fi al-Tafsir to understanding altruism khasasah and their implications for family defense in the 4.0 era. To achieve the objectives, the method use id qualitative method with a semantic approach. Through this reading the results obtained in study are; fist; altruism is understood as a voluntary activity carried out by a person or group to help others without expecting anything in return. Second; khasasahin QS. Al-Hasyr verse 9 has several meanings namely; 1) loving his brother because of God, 2) generous and far from being miserly, 3) putting this brother ahead of himself. Through this understanding, the implications derived from the substance of this study are the creation of altruism as a stronghold in the family in this era. Keywords: altruism, QS. Al-Hasyr: 9, Tafsir al-Tanwir wa al-Tanwir, al-Mizan fi al-Tafsir. Abstrak Tulisan ini membahas tentang altruisme dalam QS. Al-Hasyr ayat 9 pada Tafsir al-Tanwir wa al-Tahrir dan al-Mizan fi al-Tafsir yang direpresentasikan oleh lafadz خصاصة. Altruisme sangat penting dikaji apalagi dikaitkan dengan problem keluarga era 4.0 dewasa ini yang marak dengan diskriminasi perempuan, perceraiaan dan problem ekonomi. Mengembalikan pada nilai-nilai altruisme agama menjadi salah satu solusi untuk membangun pertahanan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami komparasi Tafsir al-Tanwir wa al-Tahrir dan al-Mizan fi al-Tafsir terhadap pemahaman altruisme khasasahdan implikasinya terhadap pertahanan keluarga di era 4.0. Untuk mencapai tujuan tersebut, metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan semantik. Melalui pembacaai ini, hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah; pertama; altruisme dipahami sebagai kegiatan suka rela yang dilakukan seseorang atau kelompok untuk menolong orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun. Kedua; lafad khasasah dalam QS. Al-Hasyr ayat 9 memiliki beberapa makna yaitu; 1) mencintai saudaranya karena Allah, 2) dermawan dan jauh dari sifat kikir, 3) mengutamakan saudaranya daripada dirinya sendiri. Melalui pemahaman ini, implikasi yang didapat dari substansi penelitian ini adalah terciptanya altruisme sebagai benteng pertahanan dalam keluarga di era sekarang ini. Kata Kunci: altruisme, QS. Al-Hasyr: 9, Tafsir al-Tanwir wa al-Tahrir, al-Mizan fi al-Tafsir.
Taḥlīl al-Ḥālāt al-Basyariyah li al-Syakhṣiyāt al-Ra’īsiyah fī Riwāyah Banāt al-Riyāḍ li Rajā’ al-Ṣāni’ alā Naẓariyah Abraham Maslow Kurjum, Mohammad; Zulkarnain, Amelia Ika Putri
JILSA (Jurnal Ilmu Linguistik dan Sastra Arab) Vol. 7 No. 1 (2023): April (Special Issue)
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jilsa.2023.7.1.116-131

Abstract

Novel "Banāt al-Riyāḍ" yang ditulis oleh Rajā’ al-Shānea mengisahkan empat tokoh utama, yaitu Qamrah, Sedeem, Lumeis, dan Michelle, dalam perjalanan asmara mereka ketika berusia dua puluhan. Perjalanan kisah mereka dalam novel ini memunculkan rumusan masalah tentang berbagai kebutuhan kemanusiaan yang sesuai dengan teori humanistik Abraham Maslow. Melalui penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis kebutuhan kemanusiaan yang diperlukan oleh masing-masing tokoh utama dalam novel "Banāt al-Riyāḍ" karya Rajā’ al-Shānea, yang kemudian akan dianalisis menggunakan teori humanistik.
RELIGIOUS TOLERANCE IN THE PERSPECTIVE OF GENERATION Z: THE ROLE OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN FOSTERING PLURALISTIC AWARENESS Azis, Annisa Rahmania; Tamimi, Abdillah Rosyid; Kurjum, Mohammad
Journal Multicultural of Islamic Education Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana PAI Multikultural Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/ims.v8i2.6442

Abstract

In Indonesia’s pluralistic society, religious tolerance is fundamental to maintaining harmony and sosial cohesion. However, rising cases of religious-based intolerance—particularly among youth—highlight the inadequate internalization of pluralistic values. This study explores the perspectives of Generation Z on religious tolerance and the strategic role of Islamic Religious Education (PAI) in fostering pluralism. Using a qualitative library research approach, this study analyzed scholarly literature from the past two decades to identify patterns connecting Generation Z’s characteristics, Islamic tolerance teachings, and educational strategies. The findings reveal that Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in fostering a tolerant attitude in Generation Z through contextual and inclusive learning. By instilling the values ​​of justice, compassion, and human rights, as well as the role model of teachers, PAI forms the character of students who are empathetic and respect diversity.