Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Cara Booster terhadap Efikasi Vaksinasi Oral dengan Debris Sel Aeromonas hydrophila pada Lele Dumbo (Clarias sp.) Dini Siswani Mulia; Rachmansyah Rachmansyah; Triyanto Triyanto
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 8, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.161

Abstract

The aims of this research were to evaluate the effect of booster on the efficacy of vaccination with cell debris of Aeromonas hydrophila. Catfish (Clarias sp.) (10-13 cm of total length) were used for experiment with 4 treatments, i.e. (1) OS: oral vaccination and injection booster; (2) OO: oral vaccination and oral booster; (3) OR: oral vaccination and immersion booster; (4) without vaccination and booster (control). Booster was conducted one week after vaccination. The challenge test was conducted two weeks after booster. The results showed that the survival rate, Relative Percent Survival (RPS), Mean Time to Death (MTD), and antibody titer of OS treatment was significantly different (P<0.05) with OO, OR, and control. The survival rate and RPS of fish vaccinated by OS treatment reached 100%. The highest antibody titer was 2048 for OS treatment. The result sugested that oral vaccination followed by booster injection was the most effective method of vaccination.
IMUNOGENISITAS HEAT KILLED Aeromonas hydrophila Strain GB-01, GPd-02, dan GPl-05 SEBAGAI KANDIDAT VAKSIN Dini Siswani Mulia; Cintya Windarti; Heri Maryanto
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 17, No 2 (2016): Techno Volume 17 No 2, Oktober 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v17i2.1176

Abstract

Abstrak. Vaksinasi Aeromonas hydrophila merupakan langkah konkrit untuk mengendalikan penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) yang disebabkan oleh bakteri A.hydrophila. Namun, diperlukan strain bakteri A. hydrophila yang memiliki imunogenisitas tinggi. Pembuatan vaksin dengan metode heat killed merupakan salah satu cara pembuatan vaksin inaktif A. hydrophila selain vaksin inaktif dengan formalin (whole cell). Penelitian bertujuan untuk mengkaji potensi imunogenisitas heat killed A.hydrophila strain GB-01, GPd-02, dan GPl-05 sebagai kandidat vaksin. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 3 perlakuan (strain GB-01, GPd-02, dan GPl-05). dan 1 kontrol dengan 4 kali ulangan. Vaksin dibuat dengan memanaskan bakteri pada suhu 100ºC selama 2 jam. Ikan uji adalah lele dumbo berumur sekitar 2 bulan dengan ukuran panjang 9-14 cm. Parameter penelitian meliputi titer antibodi, uji reaksi silang, dan parameter kualitas air, yaitu suhu air, pH, dan kadar oksigen terlarut. Data titer antibodi dianalisis dengan Analysis of Variance (Anova) dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5 %, sedangkan data hasil reaksi silang dan parameter kualitas air diamati secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strain GB-01, GPd-02, dan GPl-05 dapat meningkatkan titer antibodi dibandingkan kontrol dan bereaksi positif pada uji reaksi silang, sehingga disimpulkan memiliki imunogenisitas yang tinggi dan direkomendasikan menjadi kandidat vaksin. Kata Kunci : Aeromonas hydrophila, heat killed, imunogenisitas, kandidat vaksin, strain GB-01, GPd-02, dan GPl-05
UJI LAPANG PAKAN BERVAKSIN Aeromonas hydrophila PADA LELE DUMBO DI DAERAH CILACAP Dini Siswani Mulia; Sri Wahyuningsih; Heri Maryanto; Cahyono Purbomartono
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 16, No 2 (2015): Techno Volume 16 No 2 Oktober 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v16i2.55

Abstract

Masalah utama dalam budidaya lele dumbo adalah penyakit, terutama yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Penyakit tersebut dikenal dengan penyakit MAS (Motile Aeromonas Septicemia). Salah satu penanggulangan penyakit MAS adalah dengan vaksinasi. Masalah lain yang sering muncul adalah tingginya biaya pakan sedangkan harga jual ikan cenderung stabil, sehingga pembudidaya ikan cenderung merugi. Perlu strategi untuk membuat pakan sendiri dari bahan-bahan yang masih memiliki kualitas gizi yang baik tetapi harganya murah bahkan memanfaatkan limbah, bahan tersebut mudah diperoleh dan tersedia setiap saat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara lapang penggunaan pakan bervaksin pada lele dumbo di daerah Cilacap. Uji lapang dilakukan di Desa Purwodadi, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 : pemberian pakan bervaksin selama 10 hari; P2 : pemberian pakan bervaksin selama 15 hari; dan P3 : kontrol (non vaksin). Pakan diberikan sebanyak 5% /bb/ekor/hari. Penelitian menggunakan kolam terpal plastik dengan ukuran panjang x lebar x tinggi : 60 x 60 x 80 cm. Lele dumbo yang digunakan berumur 2 bulan, berukuran panjang 12-15 cm dengan berat 16-25 g. Ikan dipelihara selama 8 minggu. Parameter yang diamati adalah respons imun berupa titer antibodi, pertambahan berat dan panjang, serta sintasan ikan. Parameter pendukung yang diamati adalah parameter kualitas air meliputi suhu air, pH, dan oksigen terlarut. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (Anova) dan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan bervaksin dapat meningkatkan produksi titer antibodi (P
Antimicrobial Activity of Excoecaria Agallocha Mangrove Extract in Inhibiting the Growth of Aeromonas Hydrophila by in-Vitro Dini Siswani Mulia; Berlian Bun’ya Rista; Aman Suyadi; Ikhsan Mujahid; Cahyono Purbomartono
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 8 (2023): Proceeding International Seminar 2022 E-Learning Implementation in Malaysia and Indon
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v8i.602

Abstract

One of the bacterial diseases that often attack freshwater fish is the red-sore disease, also known as aeromoniasis or Motile Aeromonas Septicemia (MAS). It is caused by bacteria from Aeromonas genus, such as Aeromonas hydrophila. A safe alternative treatment for pathogenic bacteria is the use of antibacterial compounds made from natural ingredients. The Excoecaria agallocha mangrove extract is one of potential alternatives that is useful as natural antimicrobials due to its various contents of antibacterial bioactive compounds. The objective of this study was to determine the antimicrobial activity of E. agallocha mangrove extract in inhibiting the growth of A. hydrophila. The research method was experimental with complete randomized design and factorial pattern of 3 factors (type of plant organ, bacterial strain, and concentration of extract), in 48 treatments and 3 replications. The solvents used consisted of methanol (polar) and n-hexane (non-polar). The plant organs used included leaves and stems. The bacterial strains consisted of GPl-04, GB-01, GL-01, GL-02, GJ-01, and GK-01 with concentrations of leaves and stems extracts of 0, 10, 20, and 30%. The parameter measured was the diameter of inhibition zone, which was done by using disc paper (Kirby Bauer method). Non-parametric Kruskall-Wallis Test and qualitative-descriptive data analysis were applied. The methanol extract of E. agallocha leaves in GJ-01 strain at 10 and 20% concentrations had antimicrobial activity with inhibition zone in 2.55 mm and 2.46 mm, respectively. The n-hexane extract of E. agallocha stem at 20 and 30% concentrations had antimicrobial activity with inhibition zones of 1.88 mm in GPl-04 strain and 1.58 mm in GB-01 strain, respectively. Extract of E. agallocha mangrove exhibited potential as a natural antibacterial to prevent aeromoniasis in fish.
The Effectiveness of Dietary Fucoidan Compared to the Combination of Fucoidan with Turmeric on the Growth of African Catfish (Clarias Gariepinus) Cahyono Purbomartono; Rini Emawati; Dini Siswani Mulia; Haryanto Haryanto
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 8 (2023): Proceeding International Seminar 2022 E-Learning Implementation in Malaysia and Indon
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v8i.603

Abstract

To meet the needs of fish consumption for the community, African catfish are cultivated intensively. African catfish cultivation is carried out intensively with high stocking density, but some disadvantages inhibit growth. To support growth, it is done by giving a combination of fucoidan supplements with turmeric. Fucoidan and turmeric are known to increase fish growth, but there are no reports of using a combination of fucoidan and turmeric given in feed to increase fish growth. Therefore, this study wants to determine the effect of fucoidan supplementation with turmeric on the growth of African catfish. The method used was a completely randomized design with treatment B: (400 mg fucoidan + 1350 mg turmeric extract) kg-1 feed, C: (800 mg fucoidan + 1200 mg turmeric extract) kg-1 feed, D: (1200 mg fucoidan + 1050 mg of turmeric extract) kg-1 of feed and control (A), each with 4 replications. The parameters observed were weight and length gain, survival growth rate (SGR), feed conversion rate (FCR), and feed efficiency (FE). Data were analysed using analysis of variance (ANOVA) at the 95% confidence level and continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results showed that the combination of fucoidan supplementation with turmeric significantly increased (p <0.05) weight and length growth, SGR, FCR, and FE. The addition of fucoidan supplements with turmeric can be used to cultivate African catfish with an optimal dose (1200 mg fucoidan + 1050 mg turmeric extract) kg-1 feed.
Pertumbuhan Ikan Patin dengan Penambahan Suplemen Tepung Jahe Melalui Pakan pada Sistim Bioflok Cahyono Purbomartono; Shahiffa Nur Pranannisa; Dini Siswani Mulia; Suwarsito Suwarsito
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 7 No. 1 Maret 2023: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.127 KB) | DOI: 10.30595/jrst.v7i1.16612

Abstract

Masyarakat konsumen menyukai kan patin (Pangasius sp.) karena rasa dan tekstur dagingnya yang enak. Budidaya intensif digalakkan untuk mencukupi kebutuhan dan permintaan konsumen. Budidaya intensif dilakukan dengan padat penebaran tinggi, namun apabila manajemennya kurang baik berpotensi menimbukan sisa pakan dan feses yang mengendap didasar kolam. Pengendapan sisa pakan dan feses didasar kolam dapat membahayakan kualitas air yang berdampak pada perlambatan pertumbuhan. Untuk mengatasi hal ini, dapat dilakukan dengan budidaya sistim bioflok untuk memperbaiki kualitas air disertai penambahan suplemen tepung jahe melalui pakan untuk meningkatkan pertumbuhanya. Tujuan penelitian ini untuk memastikan ada tidaknya dampak positif budidaya sistim bioflok dengan pakan yang mengandung suplemen tepung jahe terhadap pertumbuhan ikan patin. Penelitian dilakukan di Laboratorium basah kolam bioflok Desa Karangsari, Kembaran, Banyumas. Metode eksperimen digunakan dalam penelitian ini dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 4 perlakuan, 1 kontrol dan 4x replikasi. Perlakuan berupa pemberian tepung jahe dalam pakan dengan sistim bioflok, yaitu P0 = kontrol, P1= pakan + bioflok, P2 = pakan mengandung 5,63 g tepung jahe kg-1 pakan + bioflok, P2 = pakan mengandung 3,75 g tepung jahe kg-1 pakan + bioflok, P3 = pakan mengandung 1,88 g tepung jahe kg-1 pakan + bioflok. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan yang dicampur tepung jahe dalam pakan dengan sistem bioflok secara signifikan meningkatkan pertambahan berat dan panjang, laju pertumbuhan harian, rasio konversi dan efisiensi pakan dengan dosis optimal 5,63 g tepung jahe kg-1 pakan. Hal ini menunjukkan, penambahan suplemen tepung jahe melalui pakan dalam sistem bioflok dapat digunkan untuk budidaya ikan patin.
PEMANFAATAN LIMBAH BULU AYAM MENJADI BAHAN PAKAN IKAN DENGAN FERMENTASI Bacillus subtilis (Utilization of Waste Chicken Feather to Fish Feed Ingredients Material with Fermentation of Bacillus subtilis) Dini Siswani Mulia; Risna Tri Yuliningsih; Heri Maryanto; Cahyono Purbomartono
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 23, No 1 (2016): Maret
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18773

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah bulu ayam menjadi bahan pakan ikan dengan fermentasi Bacillus subtilis. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan, 3 kali ulangan, yaitu P0 : tepung bulu ayam non fermentasi; P1 : fermentasi dengan inokulum B. subtilis 5 mL/2 g tepung bulu ayam; P2 : fermentasi dengan inokulum B. subtilis 10 mL/2 g tepung bulu ayam; P3 : fermentasi dengan inokulum B. subtilis 15 mL/2 g tepung bulu ayam. Parameter yang diamati adalah hasil uji proksimat meliputi kadar protein kasar, kadar air, kadar abu, kadar lemak kasar, kadar serat kasar, dan parameter pendukung yaitu uji organoleptik, berupa sifat fisik tepung bulu ayam, meliputi warna, tekstur, dan bau. Data berupa hasil uji proksimat dianalisis menggunakan ANAVA dan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf uji 5%, sedangkan untuk data hasil organoleptik dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah bulu ayam menjadi bahan pakan ikan dapat dilakukan dengan fermentasi B. subtilis. Fermentasi tepung bulu ayam menggunakan B. subtillis dapat meningkatkan kualitas bahan baku pakan ikan. Perlakuan P2 (inokulum 10 mL/2 g tepung bulu ayam)adalah perlakuan yang paling efektif karena menghasilkan protein tertinggi yaitu 80,59%, dengan perubahan sifat fisik menjadi putih sampai putih kekuningan (warna), lembut (tekstur), dan khas kurang menyengat (bau). ABSTRACTThis study aims to utilize waste chicken feathers into fish feed ingredients by fermentation of Bacillus subtilis. The research has done by experimental methods with completely randomized design (CRD) 4 treatments, 3 repetitions, ie P0: non-fermented chicken feather meal; P1: fermentation with B. subtilis 5 mL inoculum/2 g chicken feather meal; P2: 10 mL/2 g chicken feather meal; P3: 15 mL/2 g chicken feather meal. Parameters measured were the proximate test results include the levels of crude protein, moisture, ash, crude fat content, fiber content, and organoleptic parameters that support, in the form of physical properties of chicken feather meal, including color, texture, and smell. Proximate test data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and Duncan Multiple Range Test (DMRT) with 5% level, while the organoleptic data were analyzed qualitatively descriptively. The results showed that the utilization of waste chicken feathers into fish feed ingredients can be done by fermentation of B. subtilis. Fermentation chicken feather meal using inoculum B. subtillis can improve the quality of fish feed ingredients. Treatment P2 (inoculum 10 mL/2 g chicken feather meal) is the most effective treatment because it produces the highest protein is 80.59%, with changes in physical properties to be white to yellowish white (colour), soft (texture), and less typical sting (smell).
Dietary of Spirulina Platensis through Feed Against Weight and Length Final, Hepatomatic Indek, and Visceral Organ Profile of Tilapia (Oreochromis Niloticus) and Pangasius Sp. Cahyono Purbomartono; Ardhana Wikaneswari; Dini Siswani Mulia; Gayuh Prasetyo Budi
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 12 (2023): Proceedings of International Conference on Social Science (ICONESS)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v12i.834

Abstract

Consumer needs for tilapia and pangasius can be met with high stocking densities in cultivation intensification, large amounts of feed on limited land. Poor management of intensive aquaculture causes leftover feed and faeces to settle to the bottom of the pond, producing high levels of ammonia which inhibits growth. This study aims to increase growth, development of gonads and visceral organs with Spirulina platensis diet. The observation method is used in research with a complete random design, applying 3 treatments and 1 control with 4x replications. Observations included final length and weight, index of hepatosomatic (HSI), and index of visceral somatic (VSI). The results showed that the Spirulina platensis diet increased the final weight and length, HSI of tilapia and catfish significantly, but not significantly to VSI. This shows that the Spirulina platensis diet can be used to increase the growth and development of gonads.
Isolasi, Karakterisasi, dan Identifikasi Bakteri Aeromonas sp. pada Lele (Clarias sp.) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Noerhaliza Rachman Asriana Dwi; Dini Siswani Mulia; Suwarsito Suwarsito; Cahyono Purbomartono
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19557

Abstract

Budidaya lele (Clarias sp.) cukup prospektif untuk terus dikembangkan, tetapi di lapangan sering mendapat kendala, salah satunya adalah penyakit bakterial. Infeksi bakteri patogen pada ikan dapat menyebabkan munculnya gejala klinis bahkan kematian. Oleh karena itu, perlu diketahui jenis bakteri penyebab lele sakit agar dapat dilakukan upaya pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk isolasi, karakterisasi dan identifikasi bakteri penyebab penyakit pada lele. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Pengambilan sampel ditentukan dari satu kolam budidaya lele di Desa Singasari dan Cikawung, Banyumas. Uji postulat Koch dilakukan untuk membuktikan isolat bakteri yang diisolasi merupakan bakteri penyebab penyakit pada lele. Isolat yang telah diuji postulat Koch kemudian diidentifikasi secara morfologi dan biokimiawi. Hasil isolasi bakteri diperoleh 17 isolat dari daerah Singasari dan Cikawung. Sebanyak tujuh isolat dari dua tempat tersebut dilakukan uji lanjut. Hasil uji postulat Koch menunjukkan bahwa mortalitas ikan selama 14 hari pengamatan mencapai 60-100%. Gejala klinis eksternal yang muncul, yaitu hiperemia, hemoragik, depigmentasi, white spot, ulser, erosi, sirip progresif, abdominal dropsi, dan exopthalmia color alteration. Gejala klinis internal yang muncul, yaitu hati pucat, ginjal kehitaman, usus kehitaman, empedu pecah, insang pucat, edema, dan asites. Hasil karakterisasi secara morfologi dan biokimiawi berdasarkan Bergeys’s Manual of Systematic Bacteriologi 2nd Edition diperoleh bahwa ketujuh isolat adalah bakteri Aeromonas sp., dengan kesamaan ciri, yaitu Gram negatif, fermentatif, katalase positif, oksidase positif, dan memproduksi gas.
Effectiveness of Herbal Diet Nigella sativa and Gracilaria verrucosa Against Non-specific Immunity of Tilapia (Oreochromis niloticus) Cahyono Purbomartono; Rofiqoh Rofiqoh; Arief Husin; Dini Siswani Mulia
Sainteks Vol 20, No 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i1.16410

Abstract

The addition of Nigella sativa and Gracilaria verrucosa to feed is used as a supplement to increase non-specific immunity in tilapia. The addition of herbal supplements is safe for consumption, easy to decompose, has no residue on the fish's body, and does not harm the environment. This study aims to find the effectiveness of the addition of the herbs Nigella sativa and Gracilaria verrucosa to increase non-specific immunity in tilapia. The study used an experimental method with a completely randomized design, applying 4 treatments and 1 control to tilapia. The dietary doses of Nigella sativa were T0 (control, without Nigella sativa), T1 (2.5), T2 (5), T3 (7.5), and T4 (10) (g kg-1 feed). While the dietary doses of Gracilaria verrucosa were T0 (control, without G. verrucosa), T1 (0.5), T2 (1), T3 (1.5), and T4 (2) (g kg-1 feed). The results showed that the percentage of hematocrite increased significantly with the Nigella sativa diet, while on the Gracilaria verrucosa diet, the percentage of hematocrit was not significant. Further, the Nigella sativa diet and the Gracilaria verrucosa diet can significantly increase the percentage of lymphocytes, but not significantly to the percentage of monocytes. In fish farming, the Nigella sativa and Gracilaria verrucosa diets have the potential to be used to increase non-specific immunity in tilapia, but it is more effective to use the Nigella sativa diet at a dose of 5 g kg-1 feed.
Co-Authors . Suwarsito Akhmad Darmawan Aman Suyadi Ana Miftahul Janah Ani Khusniah Ardhana Wikaneswari Arief Husin Arif Husin Arif Husin Arif Mahdiana, Arif Berlian Bun’ya Rista Cahyono Purbamartono Cahyono Purbomartono Cahyono Purbomartono Cahyono Purbomartono Cintya Windarti Danang Priyambodo Didik Trianto Nugroho, Didik Trianto Dwi Ma’rifatun Khasanah Eddy Sumardi, Eddy Eka Yulyanti Eka Yulyanti, Eka Eqwar Saputra Fatih Wulandari Gayuh Prasetyo Budi Hamzah Syarifuddin, Hamzah Haryanto Haryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto, Cahyono Purbomartono, Heri Maryanto, Hery Maryanto, Hery Hindayati Mustafidah Ikhsan Mujahid Ikhsan Pratama Irma Tri Susanti Jejentri, Jejentri Juanita Juanita Juanita Juanita Juli R. Wuliandari, Juli R. Juli Rochmijati Wuliandari Kartika Silfiana, Kartika Miftakhul Mudah, Miftakhul Mochammad Imron Awalludin Muhammad Muryanto Muryanto, Muhammad Nadifah, Itqon Ngaynun Nadiya Nur Apreli Noerhaliza Rachman Asriana Dwi Prihandoko, Arief Rachmansyah Rachmansyah Rakhmawati Utami, Rakhmawati Ratna Kartika Wati Restu Frida Utami Restu Frida Utami Rijal, Muhammad Azharul Rini Emawati Risna Tri Yuliningsih Rofiqoh Rofiqoh Saputra, Eqwar Saputra, Kukuh Andre Setya Shahiffa Nur Pranannisa Siti Muntasiroh Sri Wahyuni Sugeng Priyadi Sugeng Priyadi Susanto Susanto Susylowati, Dewi Suwarno Suwarno Syamsiar, Syamsiar Syaukaty Yasinta Syiva Vauziyyah Triyanto Triyanto Ulfatun Rizkiyah Wakhudin, Wakhudin Widjarnako, Beny Widya Apriyanti, Widya Wildan Ahid Mujamal Yanuar Verianto, Yanuar Yesi Nartanti Yusuf Aditya