Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Diet Gracilaria verrucosa terhadap Respon Imun Non-Spesifik pada Ikan Cyprinus carpio dan Oreochromis niloticus Cahyono Purbomartono; Wildan Ahid Mujamal; Dwi Ma’rifatun Khasanah; Dini Siswani Mulia; Suwarsito Suwarsito
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19002

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) dan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan air tawar yang digemari masyarakat.  Kebutuhan ikan yang meningkat menuntut adanya sistem budidaya intensif. Namun budidaya intensif memiliki kendala mudah terserang penyakit. Pengendalian penyakit ikan selama ini menggunakan obat kimia maupun antibiotik. Pemberian antibiotik yang kurang tepat dapat menyebabkan resistensi, pencemaran lingkungan dan residu dalam tubuh ikan yang membahayakan konsumen.  Perlu upaya meningkatkan imunitas yang lebih aman dengan pemberian imunostimulan herbal, salah satunya rumput laut merah Gracilaria verrucosa. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh penggunaan G. verrucosa dalam meningkatkan imun non-spesifik ikan mas dan nila serta menemukan dosis yang tepat. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap, menerapkan 4 perlakuan, 1 kontrol, masing-masing diulang 3 kali. Dosis ekstak G. verrucosa yang digunakan 0 g; 0,5 g; 1 g; 1,5 g; dan 2 g (kg-1 pakan). Parameter yang diamati adalah persentase hematokrit, leukokrit, limfosit dan monosit. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis of Varian (ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95%. Jika hasil analisis tersebut menunjukkan hasil yang berbeda nyata, dilakukan uji lanjut DMRT (Duncun Multiple Range Test) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan diet G. verrucosa meningkatkan imun non-spesifik pada ikan mas dan ikan nila. Diet gracilaria lebih efektif pada ikan nila daripada ikan mas dengan dosis optimal 1,5 g kg-1 pakan. Respon imun ditandai dengan meningkatnya persentase leukokrit sebesar 3,62% dan limfosit sebesar 73,57% pada ikan nila. Oleh karena itu, diet Gracilaria verrucosa berpotensi digunakan untuk meningkatkan imunitas non-spesifik pada budidaya ikan.
Fish Health Management Through Utilization of Natural Materials Mulia, Dini Siswani; Purbomartono, Cahyono; Wuliandari, Juli Rochmijati
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v2i2.4774

Abstract

Freshwater fish farming is appealing to parents and adolescents, including Madrasah Aliyah Miftahussalam, Banyumas students. However, partners frequently find diseased fish. This exercise seeks to improve partners' awareness of fish health management using natural substances. The method of activities carried out includes coordinating the preparation of activities with partners, compiling modules, implementing activities, and evaluating the results of actions. The implementation of the activities was carried out in 4 stages, namely pre-test, delivery of material, discussion and question-answer, and post-test. The pre-post test data were analyzed using a paired T-test. The activity was declared victorious with an indicator of increasing knowledge and understanding of at least 30%. The data analysis results showed a difference in the average value of the pre-post test with a significance value of 0.000 <0.05. These results indicate that service activities have a positive effect on increasing partner knowledge and understanding. The average value obtained at the pre-test was 50, then increased at the post-test to 74.35. The post-test results increased by 48.7% compared to the pre-test. This result is higher than the planned achievement target of 30%. Based on the reality and the questionnaire results, the partners were very enthusiastic about participating in this service activity. Service activities will continue to be carried out as a form of concern and transfer of science and technology to the community, as well as the application of the tri dharma of higher education.
Pembenihan ikan gurami menggunakan teknologi bioflok di Desa Bukateja, Kabupaten Purbalingga Suwarsito, Suwarsito; Mulia, Dini Siswani; Mustafidah, Hindayati
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v6i3.1355

Abstract

Usaha pembenihan ikan gurami Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Bangkit di Desa Bukateja Kabupaten Purbalingga dilakukan secara tradisional sehingga produksinya rendah. Sebagian besar anggota Pokdakan belum memiliki pengetahuan memadai mengenai pembenihan ikan gurami menggunakan teknologi bioflok. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdakan Mina Bangkit dalam usaha pembenihan ikan gurami menggunakan teknologi bioflok. Teknologi bioflok merupakan sistem budidaya ikan dengan menumbuhkan bakteri heterotrof dalam kolam budidaya ikan yang bertujuan untuk memanfaatkan limbah nitrogen (ammonia) menjadi pakan berprotein tinggi dengan menambahkan sumber karbon untuk meningkatkan C (karbon)/N (nitrogen) rasio. Teknologi bioflok dikembangkan dalam budidaya ikan untuk memperbaiki kualitas air dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi. Metode pelaksanaan PKM menggunakan pendekatan partisipasi aktif. Mitra diwajibkan berpartisipasi aktif pada kegiatan persiapan, pelaksanaan pelatihan, praktik langsung, dan pemantauan. Kegiatan PKM dilaksanakan secara bertahap, mulai dari sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, introduksi bahan dan peralatan, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil kegiatan PKM menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdakan dalam usaha pembenihan ikan gurami menggunakan teknologi bioflok. Anggota Pokdakan sudah memiliki pengetahuan memadai sehingga mampu mempraktikkan pembenihan ikan gurami menggunakan teknologi bioflok dengan baik mulai dari pembuatan kolam dan media penumbuhan bioflok, serta pemeliharaan larva hingga mencapai panjang rata-rata 2 cm.
Pengaruh Pemberian Maggot (Hermetia Illucens) sebagai Pakan Subtitusi Terhadap Pertumbuhan dan Efisiensi Pakan pada Ikan Gurame (Osphronemus Gouramy) Nadifah, Itqon Ngaynun; Mulia, Dini Siswani; Suwarsito, Suwarsito
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1203

Abstract

Dalam budidaya ikan gurame, pakan merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan ikan. Pakan yang digunakan selama ini masih mengandalkan pakan komersil yang harganya tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif pakan yang harganya terjangkau tetapi mengandung protein tinggi. Salah satu pakan alternatif yang digunakan adalah larva Hermetia illucens atau dikenal dengan istilah maggot Black Soldier Fly (BSF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan maggot sebagai pakan subtitusi terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup ikan gurame. Metode pelaksanaan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan setiap perlakuan diulang 3 kali. Perlakuan yang dicobakan adalah P1 : Pemberian pakan komersil 100%, P2 : Pemberian pakan komersil 25% + maggot 75%, P3 : Pemberian pakan komersil 50% + maggot 50%, P4 : Pemberian pakan komersil 75% + maggot 25%, dan P5 : Pemberian maggot 100%. Ikan yang diujikan ikan gurame yang berukuran 5-10 gram. Pemeliharaan ikan dilaksanakan selama 42 hari dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak 2 kali pada pagi hari pukul 07.00 WIB dan sore hari pukul 17.00 WIB dengan dosis pakan sebanyak 5% dari biomassa ikan. Parameter yang diamati meliputi, pertumbuhan relatif, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup ikan gurame. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan untuk mengetahui perlakuan yang terbaik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian maggot berpengaruh terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan (P<0,05) namun tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan gurame (P>0,05). Perlakuan P2 menghasilkan pertumbuhan relatif dan efisiensi pakan yang tertinggi.
Respon Imun Non-spesifik Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) melalui Suplementasi β-glucan dan Efektivitasnya terhadap Ikan Mas (Cyprinus carpio) Purbomartono, Cahyono; Prihandoko, Arief; Mulia, Dini Siswani; Wakhudin, Wakhudin; Widjarnako, Beny
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 8 No. 2 September 2024: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v8i2.21941

Abstract

Ikan tawes (Barbonymus gonionotus) merupakan jenis ikan herbivora yang masih berpotensi dikembangkan. Pakan ikan jenis herbivora dapat berasal dari tumbuhan dan turunanya seperti daun talas, ampas tahu dan dedak halus yang banyak terdapat di masyarakat. Bahan baku lokal tersebut bisa dibuat pakan buatan sendiri sebagai substitusi pakan pabrikan (pellet) yang harganya cukup mahal. Sedangkan untuk meningkatkan imunitas diberikan imunostimulan yang berasal dari ekstraksi ragi roti Saccharomyces cerevisiae sebagai β-glucan yang diketahui dapat meningkatkan imunitas ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat efektivitas pemberian diet suplemen β-glucan terhadap imunitas non-spesifik ikan tawes dan ikan mas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan β-glucan dicampur kedalam pakan masing-masing dengan dosis 2,5; 5; 7,5 dan 10 g kg-1 pakan. Hasil penelitian menunjukkan β-glucan lebih efektif diterapkan pada budidaya ikan tawes yang ditandai dengan besarnya nilai persentase monosit dan neutrofil serta nilai aktivitas aglutinasi dibanding ikan mas. Sedangkan ikan mas hanya  unggul pada parameter aktivitas fagositosis dibanding ikan tawes. Hal ini menunjukkan β-glucan dapat digunakan untuk meningkatkan imunitas pada budidaya ikan, namun efektivitasnya  lebih baik pada ikan tawes dibanding ikan mas.
The Effectiveness of Biofloc System Cultivation with the Addition of Supplements Ginger Flour through Feed on the Growth of Tilapia Purbomartono, Cahyono; Jejentri, Jejentri; Suwarsito, Suwarsito; Mulia, Dini Siswani
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 8 No. 1 Maret 2024: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v8i1.19582

Abstract

Demand for tilapia consumption cannot be fulfilled due to limited availability. Intensive cultivation is carried out by increasing the stocking density to overcome this. An increase in stocking density can lead to a decrease in water quality which in turn can inhibit growth. To overcome this problem, biofloc system cultivation is carried out with herbal supplements through feed to maintain water quality and optimal fish growth. This study aims to determine the effectiveness of the ginger diet on the growth of tilapia reared for 60 days compared to the ginger and garlic diet for 90 days with biofloc system cultivation. The study was conducted by the experimental method using a completely randomized design, with 3 treatments, 1 control, and each was repeated 4 times for 60 days. The results showed that cultivating tilapia using the biofloc system with the ginger diet for 60 days significantly increased growth, while the garlic diet for 90 days was only significant for weight gain. A ginger diet for 60 days on tilapia and 90 days on gourami with a biofloc cultivation system has the same pattern and effectiveness on growth with an optimal dose of 5.63 g kg-1 feed. The cultivation of the biofloc system was more effective with the ginger diet for 60 days compared to the ginger and garlic diet for 90 days on fish growth. This shows that biofloc cultivation for 60 days with a ginger diet is recommended for fish farming.
Peningkatan kualitas dan kapasitas produksi pakan ikan melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis green economy Mulia, Dini Siswani; Muryanto, Muhammad; Utami, Restu Frida; Saputra, Eqwar; Priyadi, Sugeng
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v5i4.22521

Abstract

Pakan ikan merupakan komponen penting dalam kegiatan budidaya ikan air tawar. Harga pakan bermutu di pasaran relatif tinggi dan cenderung mengalami kenaikan. Pembuatan pakan ikan secara mandiri merupakan langkah tepat untuk mengurangi tingginya biaya produksi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi pakan ikan melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis green economy. Mitra adalah kelompok budidaya ikan (pokdakan) Mina Mandiri, Desa Panembangan, Cilongok, Banyumas. Metode kegiatan adalah metode pendekatan partisipatoris, dengan tahap kegiatan meliputi sosialisasi, pelaksanaan kegiatan (pelatihan dan penerapan teknologi tepat guna), pendampingan, dan evaluasi. Tingkat keberhasilan program diukur dengan metode one group pre-test and post-test. Hasil kegiatan PKM menunjukkan 83,33% anggota mitra memahami dan mampu mengimplementasikan formulasi bahan baku pakan ikan, 81,25% anggota mitra memahami dan mampu mengimplementasikan penggunaan binder alami, dan 80% anggota mitra menguasai penggunaan alat pembuat pakan ikan terpadu. Pakan ikan yang dihasilkan memiliki kadar protein 30%, berbentuk bulat atau agak memanjang sesuai pesanan, dan daya apung lebih dari 60 menit. Kapasitas produksi mencapai 300-400 kg/hari dibandingkan sebelumnya 50-70 kg/hari. Kegiatan ini berdampak positif bagi mitra dan meningkatkan gairah berbudidaya ikan. Hasil evaluasi menunjukkan perlunya keberlanjutan program untuk mendampingi mitra mengatasi berbagai persoalan produksi pakan maupun budidaya ikan.
PENGEMBANGAN BUDIDAYA MAGGOT (HERMETIA ILLUCENS) SEBAGAI PAKAN IKAN ALTERNATIF YANG MURAH DAN RAMAH LINGKUNGAN Suwarsito, Suwarsito; Mulia, Dini Siswani; Mustafidah, Hindayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Polmanbabel Vol. 5 No. 02 (2025): DULANG : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/dulang.v5i02.484

Abstract

The waste problem in Dukuhwaluh Village was still a lot of household waste thrown away in any places. This household waste causes unpleasant odors, environmental pollution, various disease outbreaks, aesthetic disturbances, and flooding during the rainy season. Another problem encountered in Dukuhwaluh Village is the provision of feed for catfish farmers, the price of which is increasingly expensive. This causes the development of the catfish farming business to be very slow and even threatened with collapse. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of fish farmers in Dukuh Waluh Village in cultivating maggots using media from household organic waste. This community service activity also aims to develop magot as an alternative fish food that is cheap, has high nutritional value and is environmentally friendly. The implementation of this community service uses research-based community empowerment methods. Meanwhile, the approach method used in implementing community service is active and collaborative participation. The results of community service activities can increase the knowledge and skills of the Dukuhwaluh Village fish farmer in maggot cultivation. The fish farmer group has also been able to practice magot cultivation using household organic waste properly and correctly, as well as applying the results of maggot cultivation to feed catfish.
Penerapan Mesin Pembuatan Pakan Ikan Alternatif pada Kelompok Wanita Tani “Makmur Berkah” di Desa Kutasari Kecamatan Baturraden: Implementation of an Alternative Fish Feed Making Machine in the "Makmur Berkah" Farming Women's Group in Kutasari Village, Baturraden District Saputra, Eqwar; Mulia, Dini Siswani; Juanita, Juanita; Yasinta, Syaukaty
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 10 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i10.7706

Abstract

KWT Makmur Berkah is involved in agriculture and fisheries, utilizing land of 150 tiles (approximately 2,100 m²). In agriculture, members cultivate peanuts, chili peppers, and vegetables. In fisheries, they practice polyculture with various fish species. Currently, the fish feed used is a mix of kitchen spices and pellets. Interviews revealed that the feeding practices are suboptimal, as they focus solely on increasing fish size without addressing nutritional quality. This community service project aims to improve the knowledge and skills of KWT Makmur Berkah members in producing alternative fish feed. The project began with an overview of the importance of high-quality fish feed, followed by training in the production of alternative feed. Participants then took part in demonstrations and hands-on practice with fish feed pellet machines and learned how to maintain these machines. After the initial implementation, monitoring and evaluation were carried out, alongside periodic support to ensure the program’s ongoing success. A total of 20 KWT Makmur Berkah members participated in the project. The project’s results were significant. Participants, particularly women, not only successfully learned to operate the feed pellet machines independently but also reported high levels of satisfaction with the tool’s ease of use and efficiency. Feedback from the training was overwhelmingly positive, with many members noting that the program significantly enhanced their fish farming practices.
Surveilans Aedes aegypti Menggunakan Ovitrap di Desa Endemis Demam Berdarah Kabupaten Banyumas Wuliandari, Juli Rochmijati; Mulia, Dini Siswani; Susanto, Susanto
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v11i2.9465

Abstract

Entomological surveillance is essential to evaluate the abundance and distribution of Aedes aegypti mosquito, the dengue virus’s primary vector. This study investigates the abundance and distribution of Aedes spp collected with ovitraps in Mersi and Ledug, Purwokerto Timur, Banyumas. Both localities are identified as dengue endemic areas by the Banyumas’ Health Service. Ovitrap surveillances were performed every two weeks in Mersi and Ledug, in January – March 2022. For each localitiy, 50 respondent houses were randomly selected and 5 ovitrap surveillance trips were conducted. In each trip, 100 ovitraps were distributed to 50 respondent houses. At every single house, one ovitrap was placed inside the house (indoor) and one outside the house (outdoor). All samples collected were transported to and reared at Zoology laboratory, UMP. Mosquito larvae were identified to species at instar IV and totaled. The OPI (Ovitrap positivity index) for both indoor and outdoor ranged from 38,00% - 59,70%. The mean number of larvae for Mersi outdoor (612,50±109,73) was higher than Mersi indoor (478,80±42,96) p= .031 and Ledug indoor (347,20±45,04) p= .000, but not significantly different from Ledug outdoor (507,20±51,07) p= .109. There was no significant difference for EDI (egg density index) in the four ovitrap placements, F(3,16) = 1.132, p= .366. However, the MNE (mean number of eggs) showed a significant difference for Mersi and Ledug both indoor and outdoor F(3,16) = 14.528, p= .000. Conclusion: The OPI showed that the distribution of Aedes spp in Mersi and Ledug was high. Ae. aegypti and Ae. albopictus were found as both outdoor and indoor breeder although Ae. aegypti was found to be the dominant both as indoor and outdoor breeder.
Co-Authors . Suwarsito Akhmad Darmawan Aman Suyadi Ana Miftahul Janah Ani Khusniah Ardhana Wikaneswari Arief Husin Arif Husin Arif Husin Arif Mahdiana, Arif Berlian Bun’ya Rista Cahyono Purbamartono Cahyono Purbomartono Cahyono Purbomartono Cahyono Purbomartono Cintya Windarti Danang Priyambodo Didik Trianto Nugroho, Didik Trianto Dwi Ma’rifatun Khasanah Eddy Sumardi, Eddy Eka Yulyanti Eka Yulyanti, Eka Eqwar Saputra Fatih Wulandari Gayuh Prasetyo Budi Hamzah Syarifuddin, Hamzah Haryanto Haryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto, Cahyono Purbomartono, Heri Maryanto, Hery Maryanto, Hery Hindayati Mustafidah Ikhsan Mujahid Ikhsan Pratama Irma Tri Susanti Jejentri, Jejentri Juanita Juanita Juanita Juanita Juli R. Wuliandari, Juli R. Juli Rochmijati Wuliandari Kartika Silfiana, Kartika Miftakhul Mudah, Miftakhul Mochammad Imron Awalludin Muhammad Muryanto Muryanto, Muhammad Nadifah, Itqon Ngaynun Nadiya Nur Apreli Noerhaliza Rachman Asriana Dwi Prihandoko, Arief Rachmansyah Rachmansyah Rakhmawati Utami, Rakhmawati Ratna Kartika Wati Restu Frida Utami Restu Frida Utami Rijal, Muhammad Azharul Rini Emawati Risna Tri Yuliningsih Rofiqoh Rofiqoh Saputra, Eqwar Saputra, Kukuh Andre Setya Shahiffa Nur Pranannisa Siti Muntasiroh Sri Wahyuni Sugeng Priyadi Sugeng Priyadi Susanto Susanto Susylowati, Dewi Suwarno Suwarno Syamsiar, Syamsiar Syaukaty Yasinta Syiva Vauziyyah Triyanto Triyanto Ulfatun Rizkiyah Wakhudin, Wakhudin Widjarnako, Beny Widya Apriyanti, Widya Wildan Ahid Mujamal Yanuar Verianto, Yanuar Yesi Nartanti Yusuf Aditya