Claim Missing Document
Check
Articles

Dietary of Spirulina Platensis through Feed Against Weight and Length Final, Hepatomatic Indek, and Visceral Organ Profile of Tilapia (Oreochromis Niloticus) and Pangasius Sp. Cahyono Purbomartono; Ardhana Wikaneswari; Dini Siswani Mulia; Gayuh Prasetyo Budi
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 12 (2023): Proceedings of International Conference on Social Science (ICONESS)
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v12i.834

Abstract

Consumer needs for tilapia and pangasius can be met with high stocking densities in cultivation intensification, large amounts of feed on limited land. Poor management of intensive aquaculture causes leftover feed and faeces to settle to the bottom of the pond, producing high levels of ammonia which inhibits growth. This study aims to increase growth, development of gonads and visceral organs with Spirulina platensis diet. The observation method is used in research with a complete random design, applying 3 treatments and 1 control with 4x replications. Observations included final length and weight, index of hepatosomatic (HSI), and index of visceral somatic (VSI). The results showed that the Spirulina platensis diet increased the final weight and length, HSI of tilapia and catfish significantly, but not significantly to VSI. This shows that the Spirulina platensis diet can be used to increase the growth and development of gonads.
Isolasi, Karakterisasi, dan Identifikasi Bakteri Aeromonas sp. pada Lele (Clarias sp.) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Noerhaliza Rachman Asriana Dwi; Dini Siswani Mulia; Suwarsito Suwarsito; Cahyono Purbomartono
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19557

Abstract

Budidaya lele (Clarias sp.) cukup prospektif untuk terus dikembangkan, tetapi di lapangan sering mendapat kendala, salah satunya adalah penyakit bakterial. Infeksi bakteri patogen pada ikan dapat menyebabkan munculnya gejala klinis bahkan kematian. Oleh karena itu, perlu diketahui jenis bakteri penyebab lele sakit agar dapat dilakukan upaya pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk isolasi, karakterisasi dan identifikasi bakteri penyebab penyakit pada lele. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Pengambilan sampel ditentukan dari satu kolam budidaya lele di Desa Singasari dan Cikawung, Banyumas. Uji postulat Koch dilakukan untuk membuktikan isolat bakteri yang diisolasi merupakan bakteri penyebab penyakit pada lele. Isolat yang telah diuji postulat Koch kemudian diidentifikasi secara morfologi dan biokimiawi. Hasil isolasi bakteri diperoleh 17 isolat dari daerah Singasari dan Cikawung. Sebanyak tujuh isolat dari dua tempat tersebut dilakukan uji lanjut. Hasil uji postulat Koch menunjukkan bahwa mortalitas ikan selama 14 hari pengamatan mencapai 60-100%. Gejala klinis eksternal yang muncul, yaitu hiperemia, hemoragik, depigmentasi, white spot, ulser, erosi, sirip progresif, abdominal dropsi, dan exopthalmia color alteration. Gejala klinis internal yang muncul, yaitu hati pucat, ginjal kehitaman, usus kehitaman, empedu pecah, insang pucat, edema, dan asites. Hasil karakterisasi secara morfologi dan biokimiawi berdasarkan Bergeys’s Manual of Systematic Bacteriologi 2nd Edition diperoleh bahwa ketujuh isolat adalah bakteri Aeromonas sp., dengan kesamaan ciri, yaitu Gram negatif, fermentatif, katalase positif, oksidase positif, dan memproduksi gas.
Effectiveness of Herbal Diet Nigella sativa and Gracilaria verrucosa Against Non-specific Immunity of Tilapia (Oreochromis niloticus) Cahyono Purbomartono; Rofiqoh Rofiqoh; Arief Husin; Dini Siswani Mulia
Sainteks Vol 20, No 1 (2023): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i1.16410

Abstract

The addition of Nigella sativa and Gracilaria verrucosa to feed is used as a supplement to increase non-specific immunity in tilapia. The addition of herbal supplements is safe for consumption, easy to decompose, has no residue on the fish's body, and does not harm the environment. This study aims to find the effectiveness of the addition of the herbs Nigella sativa and Gracilaria verrucosa to increase non-specific immunity in tilapia. The study used an experimental method with a completely randomized design, applying 4 treatments and 1 control to tilapia. The dietary doses of Nigella sativa were T0 (control, without Nigella sativa), T1 (2.5), T2 (5), T3 (7.5), and T4 (10) (g kg-1 feed). While the dietary doses of Gracilaria verrucosa were T0 (control, without G. verrucosa), T1 (0.5), T2 (1), T3 (1.5), and T4 (2) (g kg-1 feed). The results showed that the percentage of hematocrite increased significantly with the Nigella sativa diet, while on the Gracilaria verrucosa diet, the percentage of hematocrit was not significant. Further, the Nigella sativa diet and the Gracilaria verrucosa diet can significantly increase the percentage of lymphocytes, but not significantly to the percentage of monocytes. In fish farming, the Nigella sativa and Gracilaria verrucosa diets have the potential to be used to increase non-specific immunity in tilapia, but it is more effective to use the Nigella sativa diet at a dose of 5 g kg-1 feed.
Efektivitas Diet Gracilaria verrucosa terhadap Respon Imun Non-Spesifik pada Ikan Cyprinus carpio dan Oreochromis niloticus Cahyono Purbomartono; Wildan Ahid Mujamal; Dwi Ma’rifatun Khasanah; Dini Siswani Mulia; Suwarsito Suwarsito
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19002

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) dan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan air tawar yang digemari masyarakat.  Kebutuhan ikan yang meningkat menuntut adanya sistem budidaya intensif. Namun budidaya intensif memiliki kendala mudah terserang penyakit. Pengendalian penyakit ikan selama ini menggunakan obat kimia maupun antibiotik. Pemberian antibiotik yang kurang tepat dapat menyebabkan resistensi, pencemaran lingkungan dan residu dalam tubuh ikan yang membahayakan konsumen.  Perlu upaya meningkatkan imunitas yang lebih aman dengan pemberian imunostimulan herbal, salah satunya rumput laut merah Gracilaria verrucosa. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh penggunaan G. verrucosa dalam meningkatkan imun non-spesifik ikan mas dan nila serta menemukan dosis yang tepat. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap, menerapkan 4 perlakuan, 1 kontrol, masing-masing diulang 3 kali. Dosis ekstak G. verrucosa yang digunakan 0 g; 0,5 g; 1 g; 1,5 g; dan 2 g (kg-1 pakan). Parameter yang diamati adalah persentase hematokrit, leukokrit, limfosit dan monosit. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis of Varian (ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95%. Jika hasil analisis tersebut menunjukkan hasil yang berbeda nyata, dilakukan uji lanjut DMRT (Duncun Multiple Range Test) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan diet G. verrucosa meningkatkan imun non-spesifik pada ikan mas dan ikan nila. Diet gracilaria lebih efektif pada ikan nila daripada ikan mas dengan dosis optimal 1,5 g kg-1 pakan. Respon imun ditandai dengan meningkatnya persentase leukokrit sebesar 3,62% dan limfosit sebesar 73,57% pada ikan nila. Oleh karena itu, diet Gracilaria verrucosa berpotensi digunakan untuk meningkatkan imunitas non-spesifik pada budidaya ikan.
Fish Health Management Through Utilization of Natural Materials Mulia, Dini Siswani; Purbomartono, Cahyono; Wuliandari, Juli Rochmijati
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v2i2.4774

Abstract

Freshwater fish farming is appealing to parents and adolescents, including Madrasah Aliyah Miftahussalam, Banyumas students. However, partners frequently find diseased fish. This exercise seeks to improve partners' awareness of fish health management using natural substances. The method of activities carried out includes coordinating the preparation of activities with partners, compiling modules, implementing activities, and evaluating the results of actions. The implementation of the activities was carried out in 4 stages, namely pre-test, delivery of material, discussion and question-answer, and post-test. The pre-post test data were analyzed using a paired T-test. The activity was declared victorious with an indicator of increasing knowledge and understanding of at least 30%. The data analysis results showed a difference in the average value of the pre-post test with a significance value of 0.000 <0.05. These results indicate that service activities have a positive effect on increasing partner knowledge and understanding. The average value obtained at the pre-test was 50, then increased at the post-test to 74.35. The post-test results increased by 48.7% compared to the pre-test. This result is higher than the planned achievement target of 30%. Based on the reality and the questionnaire results, the partners were very enthusiastic about participating in this service activity. Service activities will continue to be carried out as a form of concern and transfer of science and technology to the community, as well as the application of the tri dharma of higher education.
Fish Feed Production in Panembangan Village, Banyumas Regency Mulia, Dini Siswani; Juanita, Juanita; Purbomartono, Cahyono
Altifani Journal: International Journal of Community Engagement Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/altifani.v4i1.6857

Abstract

Fish feed is the largest component in freshwater fish cultivation. Feed costs reach 60%-70% of total production costs. The availability of sufficient fish food, both in quality and quantity, is one of the key factors in the success of fish farming. Good quality fish feed not only has high protein content, but also has good physical properties, one of which is buoyancy. Mitra is the Mina Mandiri group in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency which has problems in producing quality fish feed. This activity aims to increase the knowledge and skills of partners in making good quality fish food, which has a protein content that suits the fish's needs and has good buoyancy. The method by which activities are carried out includes coordinating the preparation of service activities with partners, socializing activity programs, implementing activities, and evaluating activity results. Partners are quite enthusiastic about this activity. Partners actively discuss and share experiences related to fish feed production and other fish farming issues. The results of the activity show an increase in partners' knowledge and skills in producing quality fish feed by 50%, based on pre & post tests. Service activities will continue to be carried out as a form of concern and transfer of science and technology to the community, as well as the implementation of the tri dharma of higher education.
Pembenihan ikan gurami menggunakan teknologi bioflok di Desa Bukateja, Kabupaten Purbalingga Suwarsito, Suwarsito; Mulia, Dini Siswani; Mustafidah, Hindayati
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v6i3.1355

Abstract

Usaha pembenihan ikan gurami Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Bangkit di Desa Bukateja Kabupaten Purbalingga dilakukan secara tradisional sehingga produksinya rendah. Sebagian besar anggota Pokdakan belum memiliki pengetahuan memadai mengenai pembenihan ikan gurami menggunakan teknologi bioflok. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdakan Mina Bangkit dalam usaha pembenihan ikan gurami menggunakan teknologi bioflok. Teknologi bioflok merupakan sistem budidaya ikan dengan menumbuhkan bakteri heterotrof dalam kolam budidaya ikan yang bertujuan untuk memanfaatkan limbah nitrogen (ammonia) menjadi pakan berprotein tinggi dengan menambahkan sumber karbon untuk meningkatkan C (karbon)/N (nitrogen) rasio. Teknologi bioflok dikembangkan dalam budidaya ikan untuk memperbaiki kualitas air dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan nutrisi. Metode pelaksanaan PKM menggunakan pendekatan partisipasi aktif. Mitra diwajibkan berpartisipasi aktif pada kegiatan persiapan, pelaksanaan pelatihan, praktik langsung, dan pemantauan. Kegiatan PKM dilaksanakan secara bertahap, mulai dari sosialisasi, penyuluhan, pelatihan, introduksi bahan dan peralatan, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil kegiatan PKM menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota Pokdakan dalam usaha pembenihan ikan gurami menggunakan teknologi bioflok. Anggota Pokdakan sudah memiliki pengetahuan memadai sehingga mampu mempraktikkan pembenihan ikan gurami menggunakan teknologi bioflok dengan baik mulai dari pembuatan kolam dan media penumbuhan bioflok, serta pemeliharaan larva hingga mencapai panjang rata-rata 2 cm.
Pengaruh Pemberian Maggot (Hermetia Illucens) sebagai Pakan Subtitusi Terhadap Pertumbuhan dan Efisiensi Pakan pada Ikan Gurame (Osphronemus Gouramy) Nadifah, Itqon Ngaynun; Mulia, Dini Siswani; Suwarsito, Suwarsito
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1203

Abstract

Dalam budidaya ikan gurame, pakan merupakan faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan ikan. Pakan yang digunakan selama ini masih mengandalkan pakan komersil yang harganya tinggi. Oleh karena itu, dibutuhkan alternatif pakan yang harganya terjangkau tetapi mengandung protein tinggi. Salah satu pakan alternatif yang digunakan adalah larva Hermetia illucens atau dikenal dengan istilah maggot Black Soldier Fly (BSF). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan maggot sebagai pakan subtitusi terhadap pertumbuhan, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup ikan gurame. Metode pelaksanaan menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan setiap perlakuan diulang 3 kali. Perlakuan yang dicobakan adalah P1 : Pemberian pakan komersil 100%, P2 : Pemberian pakan komersil 25% + maggot 75%, P3 : Pemberian pakan komersil 50% + maggot 50%, P4 : Pemberian pakan komersil 75% + maggot 25%, dan P5 : Pemberian maggot 100%. Ikan yang diujikan ikan gurame yang berukuran 5-10 gram. Pemeliharaan ikan dilaksanakan selama 42 hari dengan frekuensi pemberian pakan sebanyak 2 kali pada pagi hari pukul 07.00 WIB dan sore hari pukul 17.00 WIB dengan dosis pakan sebanyak 5% dari biomassa ikan. Parameter yang diamati meliputi, pertumbuhan relatif, efisiensi pakan, dan kelangsungan hidup ikan gurame. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dan uji lanjut Duncan untuk mengetahui perlakuan yang terbaik. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian maggot berpengaruh terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan (P<0,05) namun tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan gurame (P>0,05). Perlakuan P2 menghasilkan pertumbuhan relatif dan efisiensi pakan yang tertinggi.
Respon Imun Non-spesifik Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) melalui Suplementasi β-glucan dan Efektivitasnya terhadap Ikan Mas (Cyprinus carpio) Purbomartono, Cahyono; Prihandoko, Arief; Mulia, Dini Siswani; Wakhudin, Wakhudin; Widjarnako, Beny
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 8 No. 2 September 2024: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v8i2.21941

Abstract

Ikan tawes (Barbonymus gonionotus) merupakan jenis ikan herbivora yang masih berpotensi dikembangkan. Pakan ikan jenis herbivora dapat berasal dari tumbuhan dan turunanya seperti daun talas, ampas tahu dan dedak halus yang banyak terdapat di masyarakat. Bahan baku lokal tersebut bisa dibuat pakan buatan sendiri sebagai substitusi pakan pabrikan (pellet) yang harganya cukup mahal. Sedangkan untuk meningkatkan imunitas diberikan imunostimulan yang berasal dari ekstraksi ragi roti Saccharomyces cerevisiae sebagai β-glucan yang diketahui dapat meningkatkan imunitas ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat efektivitas pemberian diet suplemen β-glucan terhadap imunitas non-spesifik ikan tawes dan ikan mas. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan β-glucan dicampur kedalam pakan masing-masing dengan dosis 2,5; 5; 7,5 dan 10 g kg-1 pakan. Hasil penelitian menunjukkan β-glucan lebih efektif diterapkan pada budidaya ikan tawes yang ditandai dengan besarnya nilai persentase monosit dan neutrofil serta nilai aktivitas aglutinasi dibanding ikan mas. Sedangkan ikan mas hanya  unggul pada parameter aktivitas fagositosis dibanding ikan tawes. Hal ini menunjukkan β-glucan dapat digunakan untuk meningkatkan imunitas pada budidaya ikan, namun efektivitasnya  lebih baik pada ikan tawes dibanding ikan mas.
The Effectiveness of Biofloc System Cultivation with the Addition of Supplements Ginger Flour through Feed on the Growth of Tilapia Purbomartono, Cahyono; Jejentri, Jejentri; Suwarsito, Suwarsito; Mulia, Dini Siswani
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 8 No. 1 Maret 2024: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v8i1.19582

Abstract

Demand for tilapia consumption cannot be fulfilled due to limited availability. Intensive cultivation is carried out by increasing the stocking density to overcome this. An increase in stocking density can lead to a decrease in water quality which in turn can inhibit growth. To overcome this problem, biofloc system cultivation is carried out with herbal supplements through feed to maintain water quality and optimal fish growth. This study aims to determine the effectiveness of the ginger diet on the growth of tilapia reared for 60 days compared to the ginger and garlic diet for 90 days with biofloc system cultivation. The study was conducted by the experimental method using a completely randomized design, with 3 treatments, 1 control, and each was repeated 4 times for 60 days. The results showed that cultivating tilapia using the biofloc system with the ginger diet for 60 days significantly increased growth, while the garlic diet for 90 days was only significant for weight gain. A ginger diet for 60 days on tilapia and 90 days on gourami with a biofloc cultivation system has the same pattern and effectiveness on growth with an optimal dose of 5.63 g kg-1 feed. The cultivation of the biofloc system was more effective with the ginger diet for 60 days compared to the ginger and garlic diet for 90 days on fish growth. This shows that biofloc cultivation for 60 days with a ginger diet is recommended for fish farming.