Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MEDIA PAPEDA (PAPAN PECAHAN SEDERHANA) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS II UPT SDN PENAMBANGAN 3 Isnadia Ni’matul Khoiriyah; Saeful Mizan
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 10 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v5i10.4767

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti, pada kelas II UPT SDN Penambangan 3 mata pelajaran matematika materi pecahan terdapat beberapa permasalahan yang di alami peserta didik. Guru menggunakan metode ceramah. Siswa bosan dan kurang fokus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan serta keefektifan media PAPEDA. Model pengembangan yang digunakan adalah pendekatan penelitian Research dan Development (R&D) yang menggunakan model ADDIE. Penelitian ini menggunakan instrument lembar validasi ahli, angket respon guru, angket respon siswa, dan tes evaluasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis kuantitatif dan kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas II UPT SDN Penambangan 3 sebanyak 7 siswa. Hasil dari penelitian pengembangan media PAPEDA adalah sebagai berikut: (1) dinyatakan layak dengan perolehan hasil validitas dari ahli media sebesar 80%, ahli materi 88%, dan ahli bahasa 96%. (2) dinyatakan praktis dengan perolehan hasil validitas respon guru sebesar 92% dan respon siswa sebesar 96,57% dengan kriteria sangat layak. (3) dinyatakan efektif melalui hasil test peserta didik yang mencapai ketuntasan klasikal 100%.
PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN HITUNG (PAHITUNG) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 1 SDN LERAN KULON 01 Binti Mahnunin; Saeful Mizan
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v5i11.4871

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yaitu media Papan Hitung pada materi operasi hitung bilangan penjumlahan. Tujuan peneliti melakukan pengembangan media Papan Hitung yaitu untuk mengetahui tingkat kevalidan, tingkat kepraktisan, dan tingkat keefektifan dari media Papan Hitung. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan jenis model pengembangangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan diantaranya Analyze (analisis) Design (desain), Development (pengembangan), Implement (implementasi), dan Evaluate (evaluasi) menggunakan jenis data yaitu kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini yaitu para ahli yang sesuai dengan bidangnya, guru dan siswa kelas 1 UPT SDN Leran Kulon 01. Instrumen peneliti adalah lembar validasi, lembar wawancara, lembar angket respon guru dan siswa, serta lembar tes siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Berdasarkan uji validasi diperoleh hasil bahwa media Papan Hitung yang telah dikembangkan memiliki kriteria sangat valid untuk digunakan, dengan presentase ahli media 85%, ahli materi 96%, dan ahli bahasa 85%. Uji kepraktisan guru kelas mendapatkan persentase 90% sedangkan siswa mendapatkan persentase 93,75% dengan kriteria sangat praktis. Hasil tes siswa keseluruhan mendapatkatkan kriteria tuntas maka dapat dikatakan bahwa media Papan Hitung sangat efektif untuk diterapkan pada pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa media Papan Hitung sangat valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar.
PENGEMBANGAN MEDIA PANCA (PAPAN PANCASILA) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 1 UPT SDN LERAN KULON 0I Elisa Hana Meida; Saeful Mizan
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v5i11.4877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa PANCA (Papan Pancasila) pada materi perilaku nilai pancasila untuk mengingkatkan hasil belajar siswa kelas 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE terdapat lima tahapan yaitu: Analisis (analyze), Desain (design), Pengembangan (development), Implementasi (implement) dan Evaluasi (evaluate). Subjek penelitian pada kelas 1 sekolah dasar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi, tes, angket respon guru dan siswa kelas 1 mengenai media pembelajaran yang digunakan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validasi, uji kepraktisan, dan uji keefektifan. Berdasarkan uji validasi yang diperoleh dari ahli materi, media, dan bahasa bahwa media PANCA (Papan Pancasila) yang dikembangkan memiliki kriteria sangat layak untuk digunakan, dengan mendapat presentase ahli materi 92%, ahli media 80%, dan ahli bahasa 96%. Uji kepraktisan berupa angket respon guru kelas mendapatkan 90% dan respon siswa kelas 1 mendapatkan 96,25% dengan kriteria sangat praktis. Hasil tes yang di kerjakan siswa kelas 1 UPT SDN Leran Kulon I mendapatkan hasil tuntas semua sehingga media PANCA (Papan Pancasila) dinyatakan efektif. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dikemangkan oleh peneliti dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA POPSCRAP BOOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Fidari, Kris Inda; Saeful mizan
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v5i11.4882

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan di UPT SDN Lerankulon II terdapat permasalahan yaitu kurangnya penggunaan media pembelajaran yang mengakibatkan siswa merasa cenderung kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan metode yang paling sering digunakan adalah metode ceramah. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa media Popscrap Book sebagai media untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas II UPT SDN Lerankulon II. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Instrumen penelitian meliputi lembar observasi dan wawancara, lembar validasi, lembar angket respon guru dan siswa, serta lembar tes siswa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis yang digunakan ialah uji validitas, uji kepraktisan, dan uji keefektifan. Hasil validasi media kepada 3 validator ahli yaitu ahli media memperoleh rata-rata 85,7%, dan ahli materi memperoleh rata-rata 96% dan ahli bahasa memperoleh rata-rata 96% sehingga media dinyatakan valid. Hasil kepraktisan yang dinilai oleh penilai memperoleh hasil sebesar 76% dan respon peserta didik diperoleh 82,5% sehingga media Popscrap Book dinyatakan praktis Hasil keefektifan siswa dinilai dari hasil penilaian lembar soal menggunakan ketuntasan klasikal skor memperoleh hasil belajar siswa sebesar 87,5% sehingga media popscrap book dinyatakan dengan kriteria tuntas. Dari hasil penilitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan media Popscrap Book dapat mempengaruhi peningkatan hasil belajar siswa. Kata kunci: Media pembelajaran, popscrap book, hasil belajar Abstract This research was conducted at UPT SDN Lerankulon II, there was a problem, namely the lack of use of learning media which resulted in students feeling less active in teaching and learning activities and the most frequently used method was the lecture method. Based on this problem, this study aims to develop a product in the form of Popscrap Book media as a medium to improve the learning outcomes of class II students of UPT SDN Lerankulon II. This research is a type of research and development or Research and Development (R&D) using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The research instruments include observation and interview sheets, validation sheets, teacher and student response questionnaire sheets, and student test sheets. The data collected were analyzed using quantitative and qualitative descriptive methods. The analysis techniques used were validity tests, practicality tests, and effectiveness tests. The results of media validation to 3 expert validators, namely media experts obtained an average of 85.7%, and material experts obtained an average of 96% and language experts obtained an average of 96% so that the media was declared valid. The results of the practicality assessed by the assessor obtained a result of 76% and the student response was obtained 82.5% so that the Popscrap Book media was declared practical. The results of student effectiveness were assessed from the results of the question sheet assessment using classical completeness, the score obtained student learning outcomes of 87.5% so that the popscrap book media was declared with complete criteria. From the results of this study, it can be concluded that the development of the Popscrap Book media can influence the improvement of student learning outcomes. Keywords: Learning media, popscrap book, learning outcomes
PENGGUNAAN MEDIA MESIN PEMBAGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS III SDN SIDOREJO TUBAN Ahmadi, Agus; Mizan, Saeful
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 6 No. 12 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v6i12.6086

Abstract

Dalam kegiatan pembelajaran guru dan siswa mengalami permasalahan yaitu guru belum menggunakan media pembelajaran konkret, guru hanya menggunakan buku pegangan guru. Konsep dalam pembelajaran matematika kurang bervariasi mengakibatkan siswa kurang memahami materi perkalian dan pembagian yang telah disampaikan dan merasa bosan. Siswa kesulitan dan belum mahir berhitung perkalian dan pembagian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil analisis kebutuhan siswa terhadap media pembelajaran mesin pembagi pada materi perkalian dan pembagian. Metode pengumpulan data melalui wawancara dan angket kebutuhan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil data ini kemudian diuraikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Hasil wawancara menunjukan bahwa guru belum menggunakan media, kemampuan berhitung siswa kurangdalam perkalian & pembagian. Adapun hasil analisis kebutuhan sebagai berikutbahwa media pembelajaran mesin pembagi sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran supaya siswa tertarik dan terbangun motivasi belajar perkalian & pembagian. Siswa senang apabila belajar sambil bermain dengan menggunakan media pembelajaran konkret, dengan adanya media pembelajaran mesin pembagi ini nantinya diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar perkalian dan pembagian siswakelas 3 sekolah dasar. Hasil inidijadikandasar perancangan pembuatan mesin pembagi.
Sustaining Culture among the Young Indonesian Generation Dellarosa, Maretha; Muhimmah, Hitta Alfi; Julianto, Julianto; Wicaksono, Vicky Dwi; Sukartiningsih, Wahyu; Mulyani, Mulyani; Mizan, Saeful
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Vol 18 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 18 Number 2 November 2024
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpud.v18i2.49365

Abstract

Teaching in a multicultural country such as Indonesia presents unique challenges. This paper examines how teachers envision diversity and how they build an inclusive learning environment in a multicultural classroom community. To address these questions, qualitative study was employed. Data collected included semi-structured interviews, journals, observations, class documentation, and relevant documents. In addition, the data gathered were analyzed thematically. This research requires the participation of two teachers who dedicated their time to teaching students in early childhood education. The study underscores various activities in teaching diversity to young generations that can inspire other teachers who want to foster a classroom environment where an individual's uniqueness is valued and nurtured. Also, several aspects of diversity are discussed.
Pelatihan Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (Kosp) Sebagai Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sd Modern El Mumtaz Kabupaten Tuban Wendri Wiratsiwi; Ina Agustin; Saeful Mizan; Sumadi
Jurnal ABDILAWE Vol 2 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/as.v2i1.941

Abstract

Mindset dan kesiapan guru-guru di sekolah merupakan tantangan terbesar dalam implementasi kurikulum di sekolah. Salah satu upaya yang diharapkan dapat mempersiapkan guru-guru dalam implementasi kurikulum baru adalah dengan melalui pelatihan. Pelatihan dan pendampingan penyusuan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) sebagai persiapan implementasi kulikulum merdeka di SD Modern El Mumtaz Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Mitra pelatihan sebanyak 15 orang yang berasal dari Kepala Sekolah, Guru dan tenaga pendidikan. Metode pelaksanaan program dibagi dalam dua tahap, yaitu persiapan dan pelaksanaan pelatihan pendampingan penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). Pelatihan ini menghasilkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta mengenai persiapan implementasi Kurikulum Merdeka, yang menjadi bukti bahwa keseluruhan materi yang diberikan berhasil dipahami dengan baik oleh sebagian besar peserta pelatihan. Pada aspek kemampuan psikomotor, peningkatan dapat dibuktikan dari keberhasilan peserta menyusun Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) masing-masing yang nantinya akan dipakai di sekolah mereka, dan perubahan sikap terhadap implementasi Kurikulum Merdeka dapat terlihat dari optimisme dan kepercayaan diri peserta untuk segera menerapkan kurikulum ini di satuan pendidikannya masing-masing.
ANALISIS KESESUAIAN LKPD DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SDN BARENG 1 MALANG Nita Retno Wahyuningati; Saeful Mizan
ELENOR: Elementary School Journal Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Prodi PGSD Universitas PGRI Ronggolawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55719/elenor.v1i2.822

Abstract

The purpose of this development research is to Describe the suitability of the Learner Activity Sheet (LKPD) with the Problem Based Learning model. The research method used in this LKPD analysis is descriptive-analytical method. Data collection in this study was carried out by analyzing the LKPD designed by teachers in elementary schools and then analyzed using the PBL model suitability instrument. Based on the results of the analysis that has been carried out using the anggket instrument, it can be seen that the 4th Grade Mathematics LKPD Fraction Material SDN Bareng 1 Malang has achieved 100% suitability so that it can be said that the LKPD is in accordance with the learning model. Grade 5 Mathematics LKPD Semester 1 has not met the suitability criteria of 60%, so that the LKPD is not in accordance with the learning model. LKPD Grade 4 Mathematics Flat Building Perimeter Material has met a percentage of 100%, so it can be seen that the LKPD developed is in accordance with the learning model.
PENGEMBANGAN MODUL KECERDASAN SOSIAL MATA PELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SDN SUKOHARJO 2 KOTA MALANG Mizan, Saeful
JURNAL PENDIDIKAN DASAR NUSANTARA Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.134 KB) | DOI: 10.29407/jpdn.v1i2.217

Abstract

Abstrak: Tujuan pendidikan IPS adalah untuk mempersiapkan siswa menjadi wargaNegara yang baik dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, kenyataannya pada saat inipembelajaran di sekolah dasar lebih banyak difokuskan dalam mengembangkankecerdasan intelektual saja. Siswa dibelajarkan hanya dengan tujuan dapat menjawabsoal-soal saja, sehingga seolah-olah pembelajaran hanyalah suatu tuntutan untukmencapai keberhasilan dengan hasil belajar yang baik. Berdasarkan hasil observasidiketahui selama pembelajaran di kelas siswa hanya diarahkan untuk membaca bukupaket selanjutnya guru menerangkan materi pembelajaran dan menuliskan hal-halpenting di papan tulis. Sumber belajar yang dimiliki siswa di SDN Sukoharjo 02 kelasIV tersebut hanya buku paket dan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang didalamnya hanyaberisi materi pembelajaran dan berupa soal-soal yang bersifat formatif berupapertanyaan yang jawabannya selalu ada di rangkuman materi. Hasil wawancara denganwali kelas IV mengemukakan bahwa bila diadakan tukar pendapat ataupunmemecahkan suatu permasalahan akan menyebabkan waktu menjadi lebih sedikit dalammenyampaikan materi pembelajaran sehingga Standar Kompetensi (SK) danKompetensi Dasar (KD) tidak bisa terpenuhi sesuai dengan tuntutan kurikulum. Tujuanyang ingin dicapai dalam penelitian pengembangan adalah 1) untuk menghasilkanproduk berupa modul kecerdasan sosial mata pelajaran IPS pada kelas IV di SekolahDasar, 2) Melakukan uji validasi modul kecerdasan sosial mata pelajaran IPS siswakelas IV SD melalui uji coba ahli, telaah guru dan tanggapan siswa. Subyek coba dalampenelitian pengembangan ini adalah ahli pembelajaran IPS, ahli psikologi pendidikan,ahli media pembelajaran, ahli bahasa, guru kelas IV dan siswa kelas IV SDN Sukoharjo2 Kota Malang. Spesifikasi produk yang dihasilkan berupa modul siswa dan modulguru. Teknik penelitian pengembangan ini dimodifikasi dari model pengembangan Borgand Gall. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif dankuantitatif. Data kualitatif berupa hasil wawancara, dokumentasi, lembar validasi,lembar observasi, angket guru, dan angket respon siswa. Pada data kuantitatifmenganalisa data berupa skor hasil validasi, angket guru, angket respon siswa, dataproses belajar, dan data hasil belajar. Hasil uji coba ahli ahli pembelajaran IPS skorproduk yang dicapai 68%, ahli psikologi pendidikan 84%, ahli media pembelajaran 80%dan ahli bahasa 80%. Data uji coba lapangan menyatakan keefektifan, keterterapan danketerbacaan produk pengembangan modul kecerdasan sosial menunjukkan hasil angketguru memperoleh tingkat pencapaian 80% dengan kategori efektif, sedangkan hasilangket siswa skor yang dicapai 82%. Kesimpulan produk pengembangan modulkecerdasan sosial dapat diterapkan. Pemanfaatan modul kecerdasan sosial padapembelajaran yang disarankan (1) peneliti perlu menambahkan aspek kecerdasan sosialyang lainnya (2) Kondisi lingkungan perlu diperhatikan sebelum menerapkanpembelajaran menggunakan modul ini..
Identifikasi Gaya Belajar sebagai Dasar Penerapan Metode Deep learning dalam Proses Pembelajaran Wulandari, Tabitha Sri Hartati; Mizan, Saeful; Wiratsiwi, Wendri; Agustin, Ina; Saraswati, Tika Devi; Eka Refani, Novanda
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i2.392

Abstract

Identifikasi karakteristik siswa pada awal pembelajaran sangat penting dilakukan dan data yang diperoleh sebagai pijakan guru dalam pembelajaran. Gaya belajar merupakan salah satu karakteristik peserta didik, dengan mengetahui gaya belajar peserta didik, maka akan memudahkan guru dalam mengimplementasikan pendekatan deep learning dalam pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengakomodasi kebutuhan belajar yang beragam dari siswa-siswa dengan identifikasi gaya belajar siswa sebagai dasar mengimplementasikan pendekatan deep learning dalam pembelajaran. Dengan menggunakan pendekatan pembelajaran deep learning dan memanfaatkan teknologi, para guru dilatih untuk mengidentifikasi gaya belajar siswa dengan lebih efisien. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah pelatihan dan workshop secara klasikal yang melibatkan guru SD N Kutoerjo 3. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan yang telah diberikan memberikan dampak yang signifikan bagi para guru dalam mengidentifikasi gaya belajar di awal pembelajaran, sehingga dapat merancang pembelajaran yang lebih inklusif serta responsif terhadap perbedaan karakteristik siswa dalam gaya belajarnya. Hal ini ditunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta pelatihan dari 50% menjadi 94%, atau kategori sangat baik.